Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . Efektivitas Pelatihan Kompetensi Public Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa Suci Nurfajriah,1 Abbyzar Aggasi,2 Lalu Ahmad Taubih3 Ilmu Komunikasi. Universitas Teknologi Sumbawa Email Coresponden: sucinurfajriah89@gmail. Abstrak Ditengah arus globalisasi dan meningkatnya kompetisi di ranah professional, kemampuan nonteknis . oft skil. menjadi modal penting yang wajib dimiliki setiap lulusan perguruan tinggi. Salah satu kemampuan utama yang kini menjadi tuntutan di berbagai sektor adalah keterampilan berbicara di hadapan audiens, atau dikenal dengan public speaking. Akan tetapi, realitas mengungkap bahwa sejumlah besar generasi muda masih kurang menguasai kemampuan berbicara di depan umum. Padahal, kemampuan ini merupakan bagian dari soft skill yang sangat diutamakan oleh perusahaan dan instansi professional. Menanggapi hal tersebut. Universitas Teknologi Sumbawa melalui Unit Pelaksana Teknis Olat Maras Training Center merancang program pelatihan public speaking sebagai sarana strategis untuk memperkuat keterampilan berbicara depan umum mahasiswa. Tujuan penelitian ini berupaya mengukur dampak pelatihan public speaking terhadap peningkatan soft skill mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen satu kelompok, yaitu pra-tes dan pasca tes dengan metodologi kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Data dianalisis menggunakan perhitungan skor N-gain dan uji Wilcoxon. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat perbedaan yangsignifikan antara skor pra-tes dan pasca-tes . ,000<0,. , dan skor N-gain sebesar 20% berada dalam kategori Autidak efektifAy. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pelatihan kompetensi public speaking tidak efektif dalam membantu mahasiswa mengembangkan soft skill mereka, yakni keterampilan berbicara depan umum. Kata Kunci: Efektivitas,Pelatihan. Soft Skill. Public Speaking Abstract Amid the wave of globalization and the growing competition in the professional realm, non-technical skills . oft skill. have become a vital asset that every university graduate must possess. One of the primary skills now demanded across various sectors is the ability to speak in front of an audience, commonly known as public speaking. However, the reality reveals that a significant number of young people still lack proficiency in public speaking. Yet, this skill is a crucial component of soft skills that are highly prioritized by companies and professional institutions. In response to this, the University of Technology Sumbawa, through the Olat Maras Training Center Unit, designed a public speaking training program as a strategic initiative to strengthen studentsAo public speaking skills. This study aims to measure the impact of the public speaking training on improving studentsAo soft skills. This study uesed a one-group pre-test and post-test experimental design with a quantitaive methodology. Purposive sampling was the method of sampling that was employes. The data was analyzed using the N-gain score coimputation and the Wilcoxon test. According to the studyAos findings, there was a significant diffrent between the pre-test and postAitest acores . ,000<0,. , and the 20% N-gain score was within the AuineffectiveAy category. Thus, it can be said that public speaking competence training does not help student ad Sumbawa University of Technolofy develop their soft skills, such as public speaking. Keywords: Effectiveness. Training. Soft Skill. Public Speaking PENDAHULUAN Reformasi dihadapi Indonesia saat ini berdampak pada sektor industri masyarakat dan menjajaki keseimbangan dunia kerja yang menekankan pada integritas, komunikasi dan fleksibilitas (Zehr, 1. alam Achmadi, et all. 122 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi Keadaan yang terjadi dengan segala kemajuan saat ini, memberikan gambaran bahwa setiap lulusan tidak lagi cukup jika mengandalkan pengetahuan tentang satu mata perkuliahan saja, terlebih lagi calon lulusan perlu Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. mendapatkan pekerjaan yang baik. Lantaran itu, keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja semakin kompleks, yakni menguasai kemampuan teknis . ard skil. saja tidak memadai, kemampuan interpersonal . oft skil. juga diperlukan. era perkembangan yang kian pesat ini, agar tetap bertahan dan mencapai tujuannya, setiap bisnis pasti membutuhkan sumber daya manusia yang terampil. Individu yang berprestasi tinggi, cakap, kuat, energik, stabil secara psikologis, mandiri dan logis dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Keterampilan lunak . oft skil. diperlukan bagi orang-orang keterampilan ini memainkan peran penting kemampuan dasar seseorang untuk bekerja (Cahyono, 2. Menurut Mertens . alam Purnama, 2. menyatakan bahwa dunia kerja mengharapkan soft skill atau keterampilan interpersonal dari karyawan. Dengan begitu, perusahaan akan memiliki orang-orang yang pada akhirnya dapat meningkatkan keberhasilan bisnis. Oleh karena itu, calon lulusan perlu memiliki rencana dan persiapan yang matang ketika terjun dalam dunia profesional. Saat ini, keterampilan yang dituntut dan diharapkan oleh dunia kerja dari para lulusan dominan keterampilan interpersonal . oft skil. dan bahkan menunjukkan perbedaan persentase yang signifikan jika dibandingkan dengan keterampilan teknis . ard skil. Hal ini dibuktikan dengan data penelitian dari Stanford Research Center. Universitas Harvard, dan Carneige Foundation dan di Amerika Serikat yang menyebutkan hard skill hanya menyumbang 15% dari kinerja profesional seseorang, sedangkan soft skill menyumbang 85%. Tak hanya dalam bidang karir, soft skill juga berperan dalam kesuksesan dunia pendidikan, menurut survei 123 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2009, bahwa 85% keberhasilan pendidikan seseorang disebabkan oleh soft skill. Bahkan, dalam buku Thomas J. Neff . AuLessons From The TopAy (Muhmin, 2. mengklaim bahwa hanya 10% kesuksesan seseorang didasarkan pada keterampilan teknis dan 90% pada keterampilan non-teknis. Dari perbandingan persentase yang terjabar, dapat dipahami bahwa keterampilan interpersonal . oft skil. berperan lebih signifikan dalam pencapaian seseorang dan merupakan faktor penting untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Meskipun peran hard skill dan soft skill sangat berbeda, hard skill dan soft skill seseorang harus hidup berdampingan secara harmonis dan seimbang. Meskipun soft skill tidak dapat sepenuhnya menggantikan hard skill, namun soft skill dapat digunakan sebagai alat untuk membantu penerapannya seefektif mungkin. Keterampilan non-teknis (Soft ski. l berperan penting dalam meningkatkan visibilitas individu di masyarakat. Menurut Elfindri, dkk . alam Purnama, 2. Soft skill didefinisikan sebagai serangkaian kemampuan yang meliputi komunikasi, kerja sama, kecerdasan emosional, kemampuan berbahasa, etika, moralitas, kesopanan dan keterampilan spiritual. Elemen-elemen kunci dalam soft skill ini memiliki hubungan yang signifikan dengan pencapaian individu di dunia kerja. Hal ini didukung oleh survei yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) pada tahun 2022 di Amerika Serikat. Survei dilakukan terhadap 457 pengusaha dengan mengajukan 20 variabel kualitas tenaga kerja yang paling dibutuhkan dunia kerja. Hal yang mencolok adalah bahwa Indeks Prestasi (IP) yang selama ini dianggap sebagai tolak ukur utama untuk menggambarkan kualitas hasil pendidikan di Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. perguruan tinggi, ternyata menempati posisi ke 17 dari 20 variabel yang diteliti dalam survei tersebut (Muhmin, 2. Tabel 1. Kualitas Lulusan yang DIbutuhkan Kualitas Kemampuan berkomunikasi Kejujuran/Integritas Skor 4,69 4,59 Kemampuan bekerja sama 4,54 Kemampuan interpersonal Etos kerja yang baik 4,46 Memiliki inisiatif/motivasi Mampu beradaptasi Kemampuan analitikal Kemampuan komputer Kemampuan berorganisasi Beroirentasi pada detail Kemampuan memimpin Percaya diri Berkepribadian ramah Sopan/beretika Bijaksana IP > 3,0 Kreatif Humoris Kemampuan enterpreneurship 4,42 4,41 4,36 4,21 4,05 3,97 3,95 3,85 3,82 3,75 3,68 3,59 3,25 3,23 Dari data yang termuat dalam tabel di atas, terlihat kualitas soft skill lulusan yang diharapkan dunia kerja menempati posisi teratas dan persentase yang tinggi adalah Tak dipungkiri bahwa dalam kehidupan, manusia antarindividu melalui proses komunikasi. Komunikasi yang efektif memungkinkan organisasi beroperasi dengan efisien dan mencapai kesuksesan. Di sisi lain, kurangnya komunikasi yang jelas dalam sebuah oragnisasi dapat mengakibatkan disfungsi dalam organisasi tersebut. Kompoenen utama dari setiap organisasi adalah komunikasi Lantaran itu, para pemimpin organiasi dan komunikator harus menyadari pentingnya dan mengasah keterampilan komunikasi Keterampilan komunikasi efektif merupakan bagian integral dari teknik public 124 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . erbicara di depan umu. Keterampilan ini menjadi elemen krusial dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Menurut Hendriyani . alam Prihadi, 2. , public speaking didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk menyampaikan pesan yang mudah dipahami, dapat dipercaya dan dapat diterima dihadapan banyak orang. Kualitas pesan yang disampaikan diperhatikan untuk mendapatkan keyakinan dari orang lain. Pandangan lain disampaikan oleh Kathlen . alam Rambe, dkk 2. bahwa dalam standar komunikasi, berbicara masih menjadi kunci untuk suatu tujuan tertentu. Sehingga, dapat dikatakan bahwa kemampuan berbicara di hadapan audiens merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki individu ketika memasuki dunia profesional, guna meyakinkan orang lain melalui pesan yang disampaikan. Dalam dunia profesional, memiliki standar kualitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan tenaga kerja yang kompeten. Jika kita kembali menelaah data survei National Association of Colleges and Employers (NACE) tahun 2022 di Amerika Serikat, yang mengindikasikan bahwa kemampuan komunikasi jika dibandingkan dengan soft skill lainnya, kualitas lulusan perguruan tinggi yang paling dibutuhkan oleh para pemberi kerja, dengan peringkat tertinggi, yakni memiliki skor 4,69, maka dapat dipastikan bahwa memang keterampilan public speaking atau berbicara depan umum ini menjadi aspek penting seseorang menuju kesuksesan di masa depan. Namun pada faktanya, tingkat keterampilan komunikasi publik di kalangan masyarakat Indonesia dianggap masih rendah. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Raden Hanif, seorang public mengemukakan bahwa generasi muda Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. Indonesia dianggap kurang mahir dalam keterampilan berbicara di depan umum. pernah melakukan survei melalui fitur polling sosial media nya terhadap peserta pelatihan dan mendapati bahwa 50% anak muda masih merasa takut untuk tampil berbicara di hadapan audiens. Ia mengungkapkan bahwa inti dari berbicara di hadapan audiens adalah menyampaikan gagasan, perspektif atau data yang ditularkan dari satu individu ke individu Untuk memiliki keterampilan tersebut, perlu dilakukan melalui pelatihan pengembangan (TribunNews, 2. Selain pernyataan dari seorang praktisi public speaking, terdapat kajian terdahulu yang menyoroti fenomena yang sama yang dilakukan oleh Zulhermindra, . alam Saputra, 2. memaparkan bahwa berbicara dianggap sebagai mahasiswa, untuk mengomunikasikan pesan secara efektif dan persuasif. Namun, semua orang tidak terlahir memiliki bakat berbicara di depan umum yang luar biasa, banyak orang lain merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri saat berbicara di hadapan sekelompok Biasanya, ketakutan ini disebabkan oleh kurangnya latihan dan pengalaman. Oleh karena itu, untuk mengembangkan bakat tersebut, diperlukan pelatihan berbicara di depan umum dapat memberikan metode untuk kepercayaan diri, serta mengomunikasikan ide secara efisien dan jelas. Dari pernyataan dan temuan penelitian tersebut, dapat disimpulkan mahasiswa perlu diasah dan dikembangkan melalui sebuah pelatihan untuk mempelajari bagaimana terampil berkomunikasi efektif agar mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Sebagai sumber utama penyedia 125 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . sumber daya manusia. Perguruan Tinggi dituntut berperan aktif dalam mencetak lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif di tingkat global. Hal ini sebagai bentuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Pasal 27 Ayat 5 mengatur bahwa perolehan sertifikat kompetensi merupakan salah satu hak mahasiswa yang dinyatakan lulus. Perguruan tinggi menerbitkan sertifikasi kompetensi bekerja sama dengan asosiasi profesional, lembaga pelatihan atau lembaga sertifikasi yang diakui sebagaimana dimaksud pada ayat . huruf c. Sertifikat kompetensi sangat krusial untuk sumber daya yang dapat bersaing di pasar pekerja global. Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan bahwa mahasiswa memiliki bakat dan kompetensi yang memenuhi kriteria pekerjaan yang telah Sertifikat ini berfungsi sebagai bukti tertulis atas kompetensi yang dikuasai oleh mahasiswa. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, pemegang dapat yakin akan kredibilitasnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Perguruan tinggi berkontribusi besar dalam menanamkan pengetahuan dan soft skill mahasiswa yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan keahlian tertentu untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia pada dunia profesional (Bary. & A. Febrinda, 2. alam Rohaeni, 2. Alasan yang disebutkan di atas mengarah pada kesimpulan bahwa untuk bersaing di masa depan, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan mengembangkan keterampilan sesuai kualitas yang dibutuhkan dengan mengikuti program pelatihan kompetensi dan sertifikasi yang disediakan oleh perguruan tinggi. Seiring Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan. Universitas Teknologi Sumbawa merupakan salah satu lembaga pendidikan Universitas Teknologi Sumbawa mengimplementasikan pelatihan sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa, keterampilan yang relevan dan sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Berbagai pelatihan dan pengujian kompetensi diperuntukkan untuk seluruh mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa sebagai bekal menyandang gelar Salah satu program pelatihan yang utama di Universitas Teknologi Sumbawa diwajibkan kepada seluruh mahasiswa adalah pelatihan kompetensi Public Speaking. Program tersebut dioperasikan oleh sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bernaung di bawah Universitas Teknologi Sumbawa. UPT ini mempunyai dua fungsi pelayanan ke dalam . dan pelayanan keluar . pendidikan dan pelatihan berbagai bidang keilmuan, mulai dari bidang sosial humaniora hingga bidang sains dan teknologi. Olat Maras Training Center (OMTC) terbentuk pada tanggal 26 November 2021 yang merupakan penggabungan dari UPT School of Public Speaking (SPS) dan Sub Direktorat Career Development Center (CDC). UPT SPS memberikan pelatihan dan sertifikasi bidang kemampuan berbicara di depan publik. Sementara Subdirektorat CDC adalah unit yang berada dalam pengelolaan Wakil Rektor bidang Akademik. Kemahasiswaan dan Alumni, dan Sumber Daya Manusia yang mengelola pelatihan dan sertifikasi keahlian dari berbagai program studi. Merujuk pada penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan kompetensi merupakan solusi efektif yang dapat diimplementasikan 126 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . oleh perguruan tinggi untuk mempersiapkan dan membekali lulusan. Tujuannya tak lain untuk menghasilkan sumber daya manusia mampu bersaing dalam lingkungan globalisasi saat ini dan memenuhi harapan pasar tenaga Namun, suatu program pelatihan perlu ditinjau lebih dalam untuk mengetahui keberhasilan dalam pelaksanaannya atau kata lain disebut evaluasi. Menurut Kirkpatrick dalam buku nya yang berjudul AuEvaluating Training ProgramsAy terdapat beberapa alasan penting untuk melakukan evaluasi pelatihan. Pertama, memastikan keberadaan serta distribusi anggaran untuk departemen pelatihan dengan menunjukkan keterlibatan departemen dalam tujuan dan sasaran organisasi. Kedua, evaluasi mengenai kelanjutan atau penguatan program Ketiga, evaluasi memberikan informasi yang bergua untuk meningkatkan kualitas program pelatihan di masa depan. keberhasilan suatu program pelatihan sangat berpengaruh terhadap hasl dan tujuan yang ingin dicapai. Jika pelatihan tersebut dilaksanakan secara efektif, hal ini dapat menjadi landasan yang kokoh bagi calon lulusan dalam mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja. Dengan begitu, perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan dengan mutu terbaik. Meskipun pelatihan kompetensi public speaking ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan telah menjadi program wajib di Universitas Teknologi Sumbawa, belum ada penelitian ilmiah hingga saat ini dilakukan secara khusus mengukur efektivitas pelatihan tersebut terhadap peningkatan soft skill mahasiswa. Jadi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menutup kesenjangan dan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . pengembangan program sehingga peneliti diukurdengan CronbachAos Alpha, memastikan terdorong untuk meneliti judul AuEfektivitas bahwa intsrumen yang digunakan valid dan Pelatihan Kompetensi Public Speaking Dalam reliable untuk analisis data. Peningkatan Soft Skill (Keterampilan HASIL DAN PEMBAHASAN Berbicara Depan Umu. Mahasiswa 1. Karakteristik Responden Universitas Teknologi SumbawaAy Karakteristik METODE penelitian ini didasarkan pada tahun angkatan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan program studi, dan pengalaman mengikuti desain pra-ekeperimen pra-tes dan pasca-tes pelatihan public speaking. Berdasarkan satu kelompok dengan metodologi kuantitatif. temuan kuesioner, karakteristik responden Pendekatan kuantitatif dipilih berdasarkan ditentukan berdasarkan hasil 30 kuisioner, asumsi bahwa realitas sosial dapat diukur total sampel dalam penelitian ini yaitu 30 secara objektif melalui data numerik dan responden. Berikut sebaran tabel karakteristik prosedur statitsik. Rancangan eksperimental responden : ini melibatkan satu kelompok eksperimen a. Tahun Angkatan yang diuji . re-tes. , diberikan intervensi Angkatan Jumlah Persentase . elatihan kompetensi public speakin. , dan (%) diukur kembali . ost-tes. untuk mengevaluasi 13,4% efektivitas intervensi tersebut. Populasi mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa. 46,6% 30 mahasiswa menjadi sampel penelitian, yang Total dipilih melalui purposif berdasarkan kriteria, b. Program Studi yakni mahasiswa tingkat akhir Universitas Program Studi Jumlah Persentase Teknologi Sumbawa yang berpartisipan dalam (%) Psikologi 26,6% pelatihan public speaking tahun 2025 . atch Seni Musik 6,6% Teknik Sipil 3,3% Pemilihan jumlah sampel sejalan dengan Manajemen 3,3% panduan umum Roscoe . yang Peternakan Teknik Elektro 6,6% menyarankan ukuran sampel antara 30-500 Bioteknologi 3,3% Ekomoni untuk penelitian atau 10 hingga 20 untuk 3,3% Pembangunan penelitian eksperimen sederhana dengan Sosiologi Ilmu kelompok kontrol dan eksperimen. Dalam 6,6% Pemerintahan Sastra Indonesia 3,3% konteks desain satu kelompok, 30 partisipan Kewirausahaan 3,3% dianggap memadai dan memudahkan kontrol Teknik Mesin 3,3% Bisnis Digital 3,3% proses pelatihan. Selama fase pra-tes dan Akuntansi 3,3% Informatika 3,3% pasca-tes, responden diberikan kuesioner Total sebagai bagian dari prosedur pengumpulan Informasi yang dikumpulkan dianalisis c. Pengalaman Mengikuti Pelatihan Public Speaking menggunakan dua metode utama : Uji Pengalaman Jumlah Persentase Wilcoxon dan perhitungan N-Gain Score. (%) Validitas intsrumen diuji melalui metode Pernah Belum Pernah Total 127 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. Pengujian Hipotesis Uji Wilcoxon Berdasarkan perolehan uji Wilcoxon, menghasilkan nilai tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 . ,000 < 0,. Hal tersebut mengindikasikan adanya perbandingan yang signifikan antara penilaian individu sebelum dan sesudah tes. Test Statistics Post Test - Pre Test Asp. Sig. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Uji N-Gain Score Berdasarkan hasil uji skor N-gain, menunjukkan bahwa skor rata-rata N-gain kelompok eksperimen terbagi ke dalam 2 kelompok tafsiran yaitu skor n-gain dan gain Terlihat pembagian skor memiliki ratarata 0,1996, minimum 0,00 dan maksimum 0,66 artinya hasil nilai yang diperoleh peserta berada pada kategori AurendahAy. Sedangkan kateogori tafsiran n-gain dalam bentuk persen tercatat sebesar 19,9618 atau 20% yang tergolong Autidak efektifAy menurut tabel kategori interpretasi skor N-gain. Nilai terendah adalah 0%, sedangkan nilai tertinggi mencapai 70%. Berikut tabel statistik : Descriptive Statistics Min Max Mean Std. Deviation Ngain_ Score 0,00 ,66 ,1996 ,20099 Ngain_ Persen 0,00 65,91 19,96 20,09875 Penelitian ini menerapkan model evaluasi Kirkpatrick . sebagai pedoman Indikator model Kirkpatrick yang diterapkan peneliti dalam penelitian ini yakni 128 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . hanya fokus pada tahapan . yakni pembelajaran karena relevan dan spesifik terhadap tujuan penelitian yang ingin melihat peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta akibat dari pelatihan yang didapatkan. Adapun prosedur yang dijalankan pada tahapan pembelajaran dalam penelitian ini yakni menilai pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pre-tes dan post-test dengan instrumen penelitian yang terdiri dari indikator yang telah peneliti sesuaikan sebelumnya dengan tujuan penelitian seperti . kecemasan dan penyusunan presentasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yakni, untuk (H. Aupelatihan efektif dalam meningkatkan soft skill mahasiswaAy sedangkan (H. Aupelatihan tidak efektif dalam meningkatkan soft skill mahasiswaAy. Untuk menjawab hipotesis tersebut, peneliti melewati pengujian statistik yakni uji Wilcoxon dan uji N-Gain Score. Pengujian Wilcoxon dalam penelitian ini merupakan pengujian alternatif dalam statistik non-parametrik karena data penelitian sebelumnya diketahui tidak terdistribusi secara Penggunaan Wilcoxon dimanfaatkan untuk memeriksa perbedaan rata-rata dua set data berpasangan, dalam konteks penelitian ini, perbedaan rata-rata antara skor tes pra-tes dan pasca-tes. Temuan pra-tes dan pasca-tes diketahui berbeda secara signifikan berdasarkan hasil uji Wilcoxon, yakni nilai . ig < 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak yang berarti terhadap kemampuan Selain mengevaluasi perbedan nilai yang terjadi sebelum dan setelah perlakuan dilakukan, penelitian ini juga mengungkap seberapa efektif pemberian pelatihan dalam meningkatkan keterampilan public speaking Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa. Pengujian ini dilakukan dengan menganalisis perbandingan skor pra-tes dan pasca-tes untuk perbandingan signifikan. Setelah melakukan analisis secara terstruktur menggunakan SPSS dengan uji N-Gain Score, maka hasil yang didapatkan menyatakan kompetensi public speaking mencakup kategori Autidak efektifAy dalam meningkatkan soft skill mahasiswa dengan nilai rata-rata 19,9618 atau 20%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan belum mencapai kategori maksimal. Indikasi temuan ini menurut pengamatan dan hasil analisis peneliti di lapangan bahwa terdapat trainer yang tidak maksimal melaksanakan pelatihan mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Standar Operasional Prosedur dari pihak UPT Olat Maras Training Center. Adapun beberapa Standar Operasional Prosedur yang tidak sesuai dilakukan oleh trainer, pertama estimasi pertemuan yang dilakukan hanya satu hari, sedangkan menurut SOP, estimasi efektif dilaksanakan minimal tiga hari dan maksimal lima hari. Kedua, peserta tidak mendapatkan pre-tes berupa praktek berbicara depan kelas dengan menceritakan tentang dirinya selama 2 Ketiga, setelah memaparkan materi, trainer tidak memberikan kesempatan peserta untuk melaksanakan latihan/praktek langsung, yang seharusnya menjadi bagian penting keterampilan peserta setelah menerima materi Akibat dari pelaksanaan yang tidak optimal ini, peserta mengalami kelelahan dan kesulitan menyerap materi secara maksimal. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya waktu yang memadai untuk mengasah pemahaman dan keterampilan peserta sebelum mengikuti ujian kompetensi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berjalan secara 129 Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi ISSN:2599-2511 . ISSN:2685-0524 . terburu-buru dan tidak memperhatikan aspek Standar Operasional Prosedur dalam proses Temuan ini mengingatkan dengan penelitian sebelumnya yang menemukan hasil pelatihan yang belum optimal, yakni penelitian dari Charismi . yang mengungkap bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh UPKKUB Malang belum berjalan dengan baik. Alasannya karena pihak pelatihan belum menerapkan metode evaluasi yang sesuai Sebaliknya, evaluasi hanya dilakukan melalui rapat internal yang disebut MONEV (Monitoring dan Evaluas. , dimana rapat tersebut hanya membahas kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan. Peneliti memandang bahwa temuan ini menjadi bukti penting perlunya konsistensi pelaksanaan pelatihan dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku, sekaligus perlunya penguatan mekanisme evaluasi yang komprehensif dan Evaluasi seharusnya tidak hanya bersifat formalitas, tetapi harus mampu merekam umpan balik dari peserta dan mengukur secara langsung penguasaan Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti sebagai masukan dalam berbagai aspek, mulai dari teknis pelaksanaan pelatihan, pemilihan dan penerapan metode pengajaran yang lebih efektif hingga penyempurnaan sistem evaluasi yang digunakan. Dengan adanya masukan ini, diharapkan kualitas pelatihan kedepannya dapat ditingkatkan secara menyeluruh. KESIMPULAN Dari rumusan masalah sampai dengan analisis hasil, proses penelitian melalui beberapa tahapan sebelumnya, akhirnya peneliti menyimpulkan bahwa pelatihan kompetensi public speaking belum maksimal Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025 Efektivitas Pelatihan KompetensiPublic Speaking Dalam Peningkatan Soft Skill (Keterampilan Berbicara Depan Umu. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbaw. idak efekti. dalam meningkatkan soft skill . eterampilan berbicara depan umu. mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa. Hal ini didasarkan berdasarkan hasil pengujian statistik N-gain score bahwa peningkatan skor yang dialami peserta setelah mengikuti pelatihan hanya meningkat sebesar 0,1% . < 0,. Selain itu, rata-rata skor yang didapatkan peserta hanya mencapai 20% ( g < 40%) yang dalam hal ini telah menjawab rumusan masalah penelitian. Namun, perlu digaris bawahi bahwa dari hasil penelitian ini, peneliti tidak menganggap bahwa pelatihan tidak efektif secara keseluruhan karena indikasi yang ditemukan hanya pada profesionalitas salah satu trainer yang tidak maksimal mengikuti Standar Operasional Prosedur dalam melaksanakan pelatihan. DAFTAR PUSTAKA