Al-Insyirah Midwifery Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science. https://jurnal. id/kebidanan/index Volume 13. Nomor 1. Tahun 2024 p-ISSN: 2338-2139 e-ISSN: 2622-3457 LITERATURE REVIEW: MODEL CONTINUITY OF CARE PELAYANAN KEBIDANAN DEPRESI POSTPARTUM Dyah Ayu Utari. Nurhidaya Fitria. Fakultas Kebidanan. Universitas Muhammadiyah Kudus. Jl. Ganesha Raya No. Purwosari. Kec. Kota Kudus. Kabupaten Kudus. Jawa Tengah 59316 *email: dyahayuutari@umkudus. Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah. Jl. Parit Indah No. Tengkerang Labuai. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28289 email: nurhidayahfitria@ikta. *corresponding author: dyahayuutari@umkudus. ABSTRAK Pada pasca melahirkan, bidan terlebih lagi melakukan assessment pemeriksaan fisik dan prosedur menyusui saja, namun perlu melakukan assessment kesehatan mental ibu dan dukungan sosial ibu pasca melahirkan. Model Continuity of Care (CoC) kebidanan memungkinkan para ibu untuk lebih memahami pengasuhannya. Ini merupakan salah satu model pelayanan kebidanan yang memberikan layanan untuk membantu perempuan membangun hubungan dengan pengasuhnya. Depresi postpartum merupakan masalah kesehatan utama, menimbulkan dampak berbahaya pada ibu Nifas, bayinya, dan keluarga. Angka depresi di Asia Tenggara sebesar 27%, sedangkan di india angka depresinya sebesar 3,7%, nomor dua setelah India yang sebesar 4,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model Continuity of care pelayanan kebidanan dengan depresi pasca Bentuk kajian yang dipakai dalam study ini adalah study literature review menggunakan 5 kajian dari Sumber berupa study pencarian jurnal pada database elektronik seperti Directory of Open Access Journals (DOAJ). Science Direct dan EBSCO dalam bentuk full text. Sehingga dapat disimpulkan hubungan yang kuat ibu dengan bidan yang dikenal karna telah memberi asuhan berkesinambungan, menghasilkan peningkatan kepercayaan, perawatan yang lebih personal dan penuh kasih, serta berbagi informasi yang lebih baik akan mengurangi depresi Untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan dan kekurangan metodologis dalam literatur yang ada, artikel depresi postpartum di negara-negara Asia perlu mengeksplorasi lebih jauh peran faktor fisik, biologis maupun budaya. Kata kunci: Depression postpartum. Continuity of care ABSTRACT In the post-natal period, the midwife only assesses the physical examination and breastfeeding procedures, but needs to assess the mother's mental health and the mother's post-natal social The midwifery Continuity of Care (CoC) model allows mothers to better understand their This is one of the midwifery service models that provides services to help women build relationships with their caregivers. Postnatal depression is a major health problem, having a dangerous impact on postpartum mothers, their babies, and their families. The depression rate in Southeast Asia is 27%, while in India the depression rate is 3. 7%, second only to India which is This study aims to determine the continuity model for midwifery services with postnatal The form of study used in this study is a literature review using 5 studies from sources in the form of journal search studies in electronic databases such as the Directory of Open Access Journals (DOAJ). Science Direct and EBSCO in full text form. Can be concluded that a strong relationship between mothers and midwives who are known for providing continuous care, results 46 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 in increased trust, more personal and loving care, and better sharing of information will reduce postnatal depression. To address knowledge gaps and methodological deficiencies in the existing literature, articles on postpartum depression in Asian countries need to further explore the role of physical, biological and cultural factors. Keywords: Depression postpartum. Continuity of care PENDAHULUAN Model berkesinambungan mempunyai tujuan memajukan pelayanan selama jangka waktu tertentu. Pelayanan obstetrik berkelanjutan dimana bidan sebagai tenaga kesehatan spesialis memimpin perencanaan, pengorganisasian dan pelayanan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas, termasuk merencanakan program perencanaan untuk keluarga dan anak, yang dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan. Selama pasca melahirkan, bidan terlebih lagi melakukan assessment pemeriksaan fisik dan prosedur menyusui saja namun perlu melakukan assessment kesehatan mental ibu dan dukungan sosial ibu pasca melahirkan (Khatri et al. , 2. Pada Model Continuity of Care (CoC) kebidanan memungkinkan para ibu untuk lebih Ini merupakan salah satu model pelayanan kebidanan yang memberikan layanan Ibu pasca melahirkan yang gagal menempatkan diri beserta tugas yang baru akan berdampak pada kesehatan mental ibu yang dinamakan depresi pasca melahirkan. Umumnya terdapat pada wanita setelah melahirkan, terjadi 2 sampai 6 minggu Depresi pasca melahirkan adalah penyakit serius. Sebuah penelitian menemukan ada 25% ibu yang baru pertama kali melahirkan menderita depresi pasca melahirkan yang parah, dan di antara ibu yang melahirkan berikutnya, sekitar 20% (Wells, 2. Depresi postpartum merupakan masalah kesehatan utama, menimbulkan dampak berbahaya pada ibu Nifas, bayinya, dan keluarga. Angka depresi di Asia Tenggara sebesar 27%, sedangkan di india angka depresi sebesar 3,7% dan nomor dua setelah India dengan angka 4,5% (WHO, 2. Angka depresi pasca melahirkan di Asia cukup tinggi berkisar antara 3,5% hingga 63,3%. Prevalensi depresi pascapersalinan di negara-negara menengah ke bawah adalah 1,9% hingga 82,1% negara-negara berpendapatan tinggi adalah 5,2% hingga 74% (Masters et al. , 2. Kerugian melahirkan tidak hanya berdampak pada ibu saja, namun juga dapat berdampak pada anak bahkan seluruh keluarga. Ibu yang depresi mungkin berkurang minat dan perhatiannya terhadap anak-anaknya (Liu et al. , 2. Para ibu cenderung tidak memberikan respons positif, seperti saat bayinya rewel, melakukan kontak mata, atau menggerakkan Terakhir, ibu dengan depresi pasca melahirkan tidak bisa menjaga anaknya secara optimal, termasuk malas menyusui langsung (Wahyuni, 2. METODE Study ini menciptakan studi tinjauan pustaka, tinjauan pustaka membahas mengenai uraian teori, hasil dan objek study lainnya yang didapat dari referensi-referensi yang dapat mewujudkan fundamental kegiatan study yang bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja yang jelas dalam merumuskan suatu masalah penelitian, 47 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 mengeksplorasi bagaimana dan mengapa peristiwa terjadi, lalu menganalisis dorongan keterkaitan antar peristiwa serta dampak dari faktor tersebut (Notoatmojo, 2. Study ini dimulai dari represi topik dan keyword untuk penyelidikan pangkal kajian tentang AuModel Continuity of care pelayanan kebidanan dengan depresi postpartumAy. Sumber yang digunakan berupa study penyelidikan kajian pada database elektronik seperti Directory of Open Access Journals (DOAJ). ScienceDirect dan EBSCO dalam bentuk full text yang diteliti pada tahun 20192024. Pada penyelidikn kajian dengan melahirkan, continuity of care, depresi nifas, terdapat 107 Hasil penyelidikan jurnal kemudian dipilih jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi yang Hasil literatur kemudian ditentukan judul jurnal dan isi keseluruhan, diidentifikasi, dan maksimal 5 jurnal teks lengkap yang dianggap mampu memberikan data terkait dengan hasil yang diperoleh perlu Dari 107 hasil penyelidikan berkontribusi, 5 jurnal = 102 jurnal non kontribusi dapat pada tinjauan pustaka karena judul dan isinya mencakup topik lain yang tidak diinginkan peneliti. Adapun tahapan yang dilakukan dalam ulasan literature review ini terdiri dari: mengidentifikasi fokus review dan strategi pencarian menggunakan format PEOs (Population. Exprosure dan Outcom. , . mengidentifikasi studi yang relevan, . Memetakan data menggunakan PRISMA Flowchart (Preferred Reporting Items Systematic reviews and Meta-Analyse. , . Pemilihan Kulitas Artikel. Mengidentifikasi fokus dan strategi pencarian Population Tabel 1 Framework PEOs Exprosure Outcome Ibu Depresi Model Mengetahui Postpartum Continuity model Of Care Continuity of care pelayanan dengan depresi Postpartum Berdasarkan framework PEOs diatas, pertanyaan yang mungkin dipilih Apakah model Continuity of care pelayanan kebidanan berpengaruh dengan kejadian Depresi Postpartum? Apa saja tada gejala dari Depresi? Bagaimana penanganan terhadap kejadian Depresi Postpartum? Apa saja dampak dampak Depresi Postpartum? . Mengidentifikasi Setelah mengidentifikasi pertanyaan Literature review, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi artikel yang Hal ini dilakukan dengan menentukan parameter kunci, seperti: Kriteria Inklusi . Jurnal yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jurnal atau artikel diterbitkan antara tahun 2016-2024. Artikel yang full text . Jurnal membahas tentang Masalah Fisologis pada Ibu Postpartum. Jurnal membahas tentang Depresi Postpartum 48 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 . Jurnal membahas hubungan Continuity Postpartum . Jurnal yang membahas tentang tanda gejala Depresi . Jurnal penanganan anemia pada Depresi Postpartum . Jurnal yan membahas dampak Depresi Postpartum Strategi pencarian dan kata kunci Dalam penelitian ini, pencarian literature mengunakan database: Directory of Open Access Journals (DOAJ). ScienceDirect EBSCO. Memetakan data menggunakan PRISMA Flowchart Pada tahap ini peneliti melakukan pemilihan terhadap literatur yang diperoleh dari berbagai search engine yang telah disebutkan sebelumnya berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan Hasil pencarian dengan tiga Directory of Open Access Journals (DOAJ) : 87 ScienceDirect : 10 EBSCO : 10 n : 107 Duplicated removed . 90 studies screened title and Title is not relevant to the topic . 13 Potentially relevant Articles excluded = 8 artikel Reason for exclusion Irrelevant patient populations . Irrelevantstudy design . Wrong outcomes . Studies included in the review Gambar 1 Diagram PRISMA 49 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 . Penilaian Kualitas Critical Appraisal Artikel 1= No (Tidak menjawab pertanyaa. 2= CanAot Tel . enjawab pertanyaan namun kurang jela. 3= Yes . enjawab jelas pertanyaa. Setelah melakukan pemilihan studi, untuk mengetahui kualitas artikel yang telah dipilih, maka dilakukan Critical Appraisal. Dalam proses penilaian kualitas artikel peneliti melakukan Critcal Apprasial dengan menggunnakan Mixed Method Appraisal Tool. Dalam memudahkan penilaian artikel ini, pada proses scoring peneliti menggunakan Grade A (Bai. B ( Cukup Bai. serta C . urang bai. Dalam proses penilaian kualifikasi sebagai berikut: Critical Apprasial MMAT ini memiliki tujuh pertanyaan, yang mana masing-masing memiliki skor 1-3. Sehingga dapat ditarik kesimpulan. Nilai tertinggi dari total skor Critical Apprasial MMAT sebesar 21, nilai tengah 14 serta nilai Tabel 2 MMAT Critical Appraisal Checklist Elemen penilaian Fahimeh et al. Apakah pertanyaan peneliti jelas ? Apakah data yang dikumpulkan memungkinkan untuk menjawab pertanyaan peneliti ? Apakah strategi pengambilan sampel relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian? Apakah peserta mewakili populasi Apakah ada data hasil lengkap ? Apakah peracu diperhitungkan dalam desain dan analisi ? Selama masa studi, apakah intervensi diberikan . tau paparan terjad. sebagaimana dimaksut ? Total Nilai/Grade HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Literatur Review yang disajikan dalam lima artikel, ditemukan bahwa pelayanan pelayanan, dan perempuan menerima pelayanan tenaga medis sebagai hal yang Rasoul at al. Marya m et Nguye n et Deligian at al. Kondisinya akan membaik. Bayi Anda akan selalu diawasi dengan ketat dan mungkin juga menjadikan lebih percaya dan terbuka sebab ia merasa akrab dengan staf medis yang memberikan perawatan Kontinuitas pelayanan juga merupakan salah satu 50 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 filosofi pelayanan obstetri yang mencitrakan kepercayaan bidan dan dijadikan pedoman dalam memberikan pelayanan obstetrik kepada klie. (Khatri et al. , 2. Depresi postpartum dapat terjadi pada 2 hingga 6 minggu pasca Depresi pascapersalinan sering kali terjadi pada masa pelepasan. Pada tahap ini, adaptasi masa nifas merupakan perubahan perasaan yang wajar sebagai respons terhadap rasa lelah pasca melahirkan (Nguyen et al. , 2. Lambat laun, ibu bisa beradaptasi dengan status barunya dan kembali ke keadaan normal. Namun Oleh karena itu, ibu harus menaungi hubungan dengan anaknya sejak awal. Dalam sejumlah kemandirian sehingga menimbulkan gangguan mental seperti depresi pasca melahirkan (Deligiannidis et al. , 2. Evaluasi terhadap wanita yang berisiko mengalami depresi pascapersalinan memerlukan riwayat yang cermat untuk memastikan diagnosis dalam instrument penegakan diagnosis depresi postpartum yang sering dipakai adalah instrument EDPS. Sedangkan kata lain lebih umum digunakan dalam penelitian dan studi mengenai depresi pasca melahirkan. Oleh karna itu bentuk dari pelayanan berkesinambungan yang dilakukan pada pasca melahirkan adalah penerapan kunjungan pasca melahirkan. Sesuai standar minimal, kunjungan pasca melahirkan dapat diberikan sejumlah empat kali dengan diadakannya kunjungan yang berkelanjutan pada masa pasca melahirkan, bidan bisa memberikan konseling dan dukungan kesehatan mental ibu untuk setiap persoalan yang dialami agar ibu dapat melawati fase postpartum dengan baik (Aprianti et al. , 2. Salah satu Artikel dari Australia yang membahas tentang eksplorasi pengalaman melahirkan perempuan kesinambungan pelayanan kebidanan setelah pengalaman melahirkan yang Dengan tema mencakup kekuatan kontinuitas. Para ibu dengan membandingkan pengalaman mereka mendapatkan pengalaman trauma yang dialami sebelumnya. Mayoritas ibu menerima perawatan dari bidan praktik swasta dan semua ibu mengatakan pengalaman positif akan memilih pelayanan berkesinambungan ini lagi untuk kelahiran berikutnya (McKellar et , 2. Literatur pendukung lainnya menunjukkan bahwa hubungan yang kuat dengan bidan yang dikenal menghasilkan peningkatan kepercayaan, perawatan yang lebih personal dan penuh kasih, serta berbagi informasi yang lebih baik. Dalam tema AoKekuatan kesinambunganAo perawatan dari bidan swasta digambarkan sebagai perawatan lebih privat, dimana peserta mempunyai kendali dalam pengambilan keputusan, diberi informasi dan diberdayakan bahkan tidak ada peserta yang melaporkan pengalaman trauma di bidan (Sari and Rizki, 2. SIMPULAN Pada masa postpartum, bidan memegang peranan yang sangat penting berkesinambunga kepada perempuan, hubungan yang kuat dengan bidan yang dikenal menghasilkan peningkatan kepercayaan, perawatan yang lebih personal dan penuh kasih, serta berbagi informasi yang lebih baik akan Rekomendasi selanjutnya untuk dapat mengatasi kekurangan metodologis dalam literatur yang ada, artikel depresi postpartum di negara-negara Asia mengeksplorasi lebih jauh peran faktor fisik, biologis maupun budaya. 51 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 DAFTAR PUSTAKA