Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta PENGEMBANGAN PROGRAM KELAS WISATA TARI UNTUK PUBLIKASI WISATA EDUKASI DI DESA CISAAT. KECAMATAN CIATER, KABUPATEN SUBANG. JAWA BARAT Dwi Kusumawardani1. Rizki Taufik Rakhman2 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Email Address dwikusumawardani@unj. Keywords: program wisata tari, wisata edukasi, desa cisaat Abstrak Cisaat Village. Ciater District. Subang Regency. West Java has power potential attraction of natural, industrial, social, cultural, and creative industries. Local industry developed include agribusiness, pineapple and strawberry garden agrotourism, pineapple processing and mushroom cultivation, as well as dairy cow milk processing. Potency what is no less interesting is art and culture. Gembyung. Sisingaan and dance Jaipong is a unique art in the village of Cisaat. The observation results show physical form, management of tourist objects, management of cultural arts in Cisaat yet branding is carried out, so that its attractiveness for tourists is less obvious. Branding is very closely related to publicity and marketing. In relation under these conditions, the purpose of this community service activity is to develop a dance package program and its publications to increase visits tourists to Cisaat Village, as well as optimizing educational tours. Method used is a dance package program development training for studio leaders and dance instructor at the Surya Medal Putri Kencana Dance Studio in Cilimus village. Cisaat village. The results of this service activity are short packages to learn dance for 15 minutes, 4 hours dance learning package, 1 day dance learning package, package learn dance 3 days, package learn dance 1 week addressed to tourists and published through brochures. Youtube and social media Instagram and Tik Tok. The results of this community service are useful for increasing knowledge about the publication and marketing of art, instilling an attitude of love and pride towards own culture, and bring in income for the people in Cisaat Pendahuluan Kepariwisataan di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 10 Tahun 2009. Pada Undang-undang tersebut dijelaskan bahwa pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha. Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Kegiatan wisata yang terkait dengan pariwisata, bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan. Pemerintah. Pemerintah Daerah, dan pengusaha. Seseorang melakukan kegiatan wisata karena adanya daya tarik wisata. Undang-undang nomor 10 Tahun 2009 menjelaskan bahwa daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. 245 | Raihatul Mumtazah Desa Cisaat. Kecamatan Ciater. Kabupaten Subang. Jawa Barat merupakan salah satu desa wisata di wilayah kecamatan Ciater Kabupaten Subang yang memiliki luas wilayah sekitar 699,57 Ha, terdiri dari 4 dusun, 6 RW dan adalah 28 RT dengan jumlah penduduk sekitar 687 jiwa dalam 1. 539 KK. Desa Wisata Cisaat. Ciater kabupaten Subang berjarak sekitar 185 KM dari Jakarta dengan lama tempuh sekitar 2 jam 30 menit. Letak geografis tersebut memudahkan akses wisatawan dari kota besar terdekat yaitu Bandung dan Jakarta ke Desa Cisaat. Desa Cisaat memiliki potensi daya tarik alam, industri, sosial, budaya, dan industri kreatif. Industri lokal yang dikembangkan diantaranya agrobisnis, agrowisata kebun nanas dan stroberi, pengolahan nanas dan budi daya jamur, serta pengolahan susu sapi perah. Desa Cisaat juga memiliki potensi seni budaya yang unik dan menarik, yaitu Gembyung. Sisingaan dan tari Jaipong. Hasil observasi ke desa Cisaat diketahui potensi lokal ada yang dikelola secara professional dan ada yang dikelola perorangan atau grup. Industri lokal yang dikelola secara professional yaitu industri susu yang dikelola oleh perusahaan makanan dan minuman asal Prancis yaitu Danone. Potensi industri lokal lainnya diantaranya pengolahan nanas dan budi daya jamur, pengolahan susu sapi perah, industri pengolahan arang karbon aktif dari limbah kayu, pengolahan biogas, dan pupuk organik masih dikelola secara perorangan dan bersifat industri rumahan. Demikian juga dengan potensi dari aspek seni dan budaya. Gembyung. Sisingaan, dan tari Jaipong merupakan kesenian dari desa Cisaat yang hingga saat ini dikelola oleh perorangan atau grup. Hal menarik dari hasil observasi awal terhadap Gembyung. Sisingaan dan Tari Jaipong adalah kesenian tersebut memiliki daya tarik bagi wisatawan karena keunikannya dan berpotensi memiliki nilai ekonomi. Beberapa masalah yang dihadapi secara umum dari hasil observasi, diantaranya: . potensi daya tarik alam, kesenian, budaya dan produk ekonomi kreatif yang berpotensi menjadi komoditas wisata dan wisata edukasi masih banyak yang dikelola oleh perseorang, grup, atau bersifat industri rumahan, sehingga promosi dan pemasarannya masih dalam lingkungan terbatas. Diperoleh informasi bahwa wisatawan yang datang ke Cisaat karena agen wisata. Wisatawan yang datang sendiri karena ketertarikannya terhadap potensi desa tersebut masih jarang. kerjasama yang telah dirintis dengan pihak pemerintah atau swasta belum bisa optimal memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas produk dan nilai ekonomi bagi masyarakatnya. rintisan desa Cisaat sebagai desa wisata dan edukasi yang telah bergerak menuju bernilai ekonomi terhambat karena pandemi Covid 19. Data tahun 2016 menunjukkan bahwa wisatawan yang datang ke Cisaat berjumlah 1. 254 orang dan pada tahun 2019 meningkat jumlahnya menjadi 1. Namun sejak memasuki masa pandemi pada tahun 2020 jumlahnya mengalami penurunan, dan untuk pemulihan mendatangkan wisatawan ke desa Cisaat yang telah dicanangkan sebagai desa wisata dan wisata edukasi Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | 246 mengalami kendala. wujud fisik, pengelolaan objek wisata, pengelolan seni budaya di Cisaat belum dilakukan branding, sehingga masih perlu ditingkatkan daya tariknya bagi dan . publikasi dan pemasaran seni budaya belum optimal dilakukan melalui berbagai saluran. American Marketing Association (AMA) menjelaskan brand adalah simbol, tanda, rancangan atau sebuah kombinasi dari tiga hal tersebut yang ditujukan sebagi identitas dari beberapa penjual untuk kemudian dijadikan pembeda dengan pesaing yang ada di pasaran. Branding merupakan pembentukan citra merek, sangat berhubungan erat dengan publikasi dan pemasaran. Citra merek adalah cara untuk membuat membuat konsumen tertarik. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa branding penting dilakukan agar dapat membuat konsumen tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Namun, untuk dapat melakukan branding produk jasa dari kesenian, perlu pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu, perlu campur tangan berbagai pihak termasuk akademisi untuk membantu dan memberdayakan masyarakat setempat, memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang branding, sehingga identitas yang menjadi ciri pembeda dengan kesenian yang sejenis lainnya semakin kuat. Program Studi Pendidikan Tari sebagai salah satu program studi di Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta turut serta mengembangkan Desa Cisaat sebagai desa binaan kearah desa wisata edukasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa untuk membantu mengembangkan potensi seni budaya di desa Cisaat melalui berbagai program. Salah satunya adalah pengembangan program kelas wisata tari untuk publikasi wisata edukasi di Desa Cisaat. Program kelas wisata tari merupakan program belajar tari daerah setempat untuk memberikan pengalaman bagi wisatawan. Program tersebut dirancang untuk mendukung proyeksi ke depan desa Cisaat sebagai desa wisata edukasi. Wisata edukasi . adalah suatu program bagi wisatawan melakukan perjalanan wisata pada suatu tempat tertentu dengan tujuan utama mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di lokasi yang dikunjungi (Rodger, 1. Wisata edukasi termasuk dalam komponen pariwisata kegiatan . Aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan yang berhubungan dengan destinasi wisata, untuk memberikan pengalaman bagi wisatawan, sehingga wisatawan terkesan dengan keunikan dari tempat yang dikunjungi. Kegiatan belajar menari, belajar berbahasa, belajar memasak, belajar menggunakan kostum atau melakukan kegiatan lainnya yang sesuai dengan karakteristik tempat kunjungan wisata merupakan daya tarik bagi Selain kegiatan . , masih ada beberapa komponen kepariwisataan. Komponen kepariwisataan lengkap, meliputi: atraksi . , fasilitas pendukung . , layanan pendukung . ncilliary service. , akses . , penginapan 247 | Raihatul Mumtazah . , kegiatan . , ketersediaan paket wisata . vailable packag. (Sugiama,2014. Hadiwijoyo, 2012. Buhalis, 2. Tulisan ini menjelaskan proses dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terfokus kepada salah satu komponen pariwisata yaitu komponen kegiatan . Hasil pengembangan program kelas wisata tari untuk publikasi wisata edukasi di desa Cisaat, kecamatan Ciater, kabupaten Subang. Jawa Barat berupa program paket-paket tari yang dipublikasikan melalui berbagai saluran media sosial. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Cisaat, serta optimalisasi wisata edukasi. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk promosi dan pemasaran potensi seni budaya di desa Cisaat, sehingga dalam jangka panjang dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, dan juga sebagai pembentukan identitas budaya lokal di Cisaat yang berdampak kepada ketahanan budaya setempat. Metode Metode yang digunakan untuk solusi masalah berkurangnya kedatangan wisatawan ke desa Cisaat adalah metode pelatihan untuk pengembangan program paket wisata tari yang ditujukan kepada pimpinan sanggar dan instruktur tari di Sanggar Tari Surya Medal Putri Kencana di kampung Cilimus, desa Cisaat, kecamatan Ciater, kabupaten Subang, propinsi Jawa Barat. Pengembangan program paket wisata tari meliputi 4 tahap, yaitu: . analisis kebutuhan. Tahap ini dilakukan observasi dan wawancara untuk memperoleh data tentang persoalan dan kebutuhan materi tari yang untuk kemasan para wisatawan, mengidentifikasi karakteristik sasaran . alon wisatawa. , mengidentifikasi sumber-sumber yang dibutuhkan, dan menentukan sistem penyampaian atau publikasi program paket tari wisata. mendesain program paket tari wisata. Pada tahap ini dilakukan penyusunan silabus pelatihan untuk pengembangan program paket wisata tari, serta membuat desain spanduk, desain papan nama, desain pamflet kegiatan untuk kelengkapan kegiatan pelatihan. pelatihan pengembangan program paket tari. Tahap ini menerapkan proses Project Based Learning (Larmer. John Mergendoller. Suzie Boss, 2. Pertama, launching the project. Kedua, building knowledge, understanding, and skills. Ketiga, developing products. Keempat, presenting products, dan . Evaluasi. Tahap ini dilakukan evaluasi dan refleksi terhadap proses dan hasil pengembangan program paket wisata tari yang telah dipublikasikan melalui Brosur. Youtube. TIK-Tok dan Instragram. Hasil dan Pembahasan Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | 248 Bagian ini mengemukakan proses dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ke desa Cisaat yang terfokus kepada pengembangan program paket wisata tari melalui 4 . tahapan dan hasilnya yang telah dipublikasikan dengan berbagai saluran. Hasil pengembangan program paket wisata tari dibahas menggunakan konsep paket wisata tari dan wisata edukasi. Proses pengembangan program paket wisata tari Proses pengembangan program paket wisata tari diawali dengan melakukan analisis kebutuhan yang terfokus di sanggar tari Surya Medal Putri Kencana yang berada di kampung di kampung Cilumus, desa di Cisaat. Pada tahap ini diperoleh informasi bahwa tari yang dipelajari di sanggar tari tersebut adalah tari Jaipong. Kondisi prasarana dan sarana sanggar memadai untuk melaksakan kegiatan latihan menari. Banyak sekali prestasi hasil lomba tari yang telah diperoleh oleh murid-murid sanggar dan pernah diundang dalam International Dance Festival (SIDF). Jumlah murid dari setiap rombongan belajar adalah 50 orang dalam ketegori anak-anak dan remaja dengan usia beragam. Waktu belajar rutin 2 kali dalam Penambahan waktu latihan dilakukan, apabila akan mengikuti lomba atau pementasan yang diundang oleh pihak luar. Murid-murid sanggar sebagian besar berasal dari daerah setempat, sehingga sasaran sanggar diketahui masih terfokus untuk masyarakat lokal dan belum menyediakan paket-paket tari yang khusus untuk dipelajari oleh wisatawan yang berkunjung ke desa Cisaat. Paket wisata tari untuk wisatawan belum disiapkan karena membutuhkan komponen pendukung, yaitu: perencanaan program dan pelaksanaan program yang membutuhkan SDM sebagai pengelola dan pelatih program paket wisata tari. Sementara kondisinya saat ini, sumber-sumber yang dibutuhkan untuk paket wisata tari belum disiapkan, karena masih terbatas dan terfokus untuk pelatihan tari bagi siswa sanggar. Salah satu kegiatan publikasi yang dilakukan sanggar juga masih terbatas pada mengunggah video pertunjukan tari hasil belajar para murid maupun pementasan tari keperluan melalui saluran Youtube. Namun demikian, kanal Youtube sanggar ini dapat menjadi modal sarana publikasi yang nantinya dapat diperkaya dengan konten tentang program belajar tari, khususnya program paket wisata tari yang dapat dipelajari oleh wisatawan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka selanjutnya dilakukan penyusunan silabus pelatihan. Isi silabus meliputi: . nama mata diklat yaitu Pengembangan Paket Tari untuk Promosi Wisata Edukasi. bobot diklat setara 8 JP. penjelasan trainer adalah ketua pelaksana dan anggota pengabdian kepada masyarakat dari Prodi Pendidikan Tari. UNJ. penjelasan deskripsi pelatihan bahwa pelatihan ini membahas tentang pengembangan paket tari yang dapat dipelajari dalam waktu 15 menit, 4 jam, 1 hari, 3 hari dan 1 minggu untuk promosi wisata edukasi. penjelasan courses learning outcome, yaitu: peserta pelatihan dapat 249 | Raihatul Mumtazah menguasai pengetahuan dan keterampilan membuat paket tari yang dapat dipelajari dalam waktu 15 menit, 4 jam, 1 hari, 3 hari dan 1 minggu oleh para wisatawan domestik maupun mancanegera yang belajar tari di Desa Cisaat. Kecamatan Subang. Kabupaten Ciater. Jawa Barat. penjelasan indikator yaitu peserta pelatihan mampu memilih gerak tari untuk paket wisata tari dan mampu membuat gerak tari untuk paket wisata tari. penjelasan materi pelatihan, meliputi: tujuan dan karakteristik wisatawan, prinsip-prinsip tari kemasan untuk paket wisata tari, memilih gerak tari untuk paket wisata tari, dan membuat tari untuk paket wisata edukasi. penjelasan skenario atau langkah-langkah pelatihan akan melaksanakan tahapan Project based learning (Larmer. John Mergendoller. Suzie Boss, 2. , yaitu: Pertama, launching the project merupakan proses merencanakan proyek bersama pimpinan sanggar dan peserta pelatihan yaitu para instruktur tari, untuk menyepakati tari yang akan dibuat paket wisata tari. Kedua, building knowledge, understanding, and skills merupakan proses memberikan pengetahuan kepada peserta pelatihan mengenai apa, mengapa, untuk apa dan bagaimana membuat paket wisata tari, dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta pelatihan untuk memilih dan menentukan materi tari yang akan dikembangkan menjadi paket wisata tari. Ketiga, developing products, merupakan proses mengembangkan pertanyaan dan jawaban yang mengarah kepada penyelesaian proyek membuat paket wisata tari yang dibuat oleh peserta pelatihan. Keempat, presenting products, merupakan proses memperlihatkan contoh-contoh gerak tari untuk paket wisata tari yang telah dibuat oleh peserta pelatihan, dan . daftar referensi. Pengembangan program paket wisata tari dilakukan dengan cara pelatihan yang ditujukan kepada pimpinan sanggar dan instruktur tari. Kegiatan pelatihan dilakukan setelah penyusunan silabus pelatihan. Hasil pengembangan program paket wisata tari Hasil kegiatan ini adalah paket wisata tari, berupa program belajar gerak dasar tari Jaipong, atau belajar tari Jaipong . ari khas Sunda. Jawa Bara. yang dapat dipelajari dalam pilihan durasi belajar 15 menit, 4 jam, 1 hari, 3 hari, dan 1 minggu, bagi wisatawan domestik maupun mancanegera di Sanggar Tari Surya Medal Putri Kencana. Pemilihan paket tari diserahkan kepada wisatawan, berdasarkan pengarahan dari instruktur tari yang telah mengetahui terlebih dahulu kemampuan awal wisatawan dalam menari dan tujuan wisatawan yang ingin belajar menari. Paket-paket tari tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui berbagai saluran diantaranya media cetak berupa brosur yang dapat dibagikan kepada wisatawan yang berkunjung di tempat. Youtube dan media sosial TiK Tok dan Instagram agar jaringan promosi dan pemasarannya lebih luas. Publikasi program kelas wisata tari melalui brosur memuat informasi deskripsi program kelas wisata tari, dan detail paket belajar tari, meliputi: hari dan waktu Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | 250 belajar, materi yang dipelajari, jumlah orang yang belajar, tempat belajar, fasilitas dan harga. Publikasi dalam media sosial informasinya lebih ringkas dan padat, karena dikemas hanya dalam waktu kurang lebih 3 menit. Intinya memberikan informasi kepada khalayak adanya program paket wisata tari, belajar gerak dasar tari dalam waktu yang cepat di desa Cisaat. Pembahasan Pengertian program kelas wisata tari adalah program yang menghasilkan produk jasa berupa paket-paket belajar menari yang ditujukan untuk wisatawan. Program ini pengelolaannya dapat mandiri, atau bekerja sama dengan biro perjalanan wisata untuk koordinasi harga paket wisata agar mencakup biaya perjalanan, hotel ataupun fasilitas Paket wisata merupakan kombinasi dari banyak komponen-komponen dari suatu produk wisata, meliputi: transportasi, pemondokan, atraksi wisata dan makanan yang dijual kepada wisatawan pada suatu harga (Suwantoro, 2. Program kelas wisata tari merupakan paket wisata edukasi yang menggarap salah satu komponen kepariwisataan yaitu komponen kegiatan . Program ini akan memberikan pengalaman unik bagi wisatawan. Melalui paket-paket wisata inilah wisatawan akan mengetahui dan merasakan pengalaman perjalanan dan keunikan, seperti apa yang akan dinikmati selama perjalanan(Priyanto, 2. Paket wisata tari dapat dikategorikan sebagai wisata edukasi. Wisata edukasi termasuk dalam kategori alternative tourism atau bagian dari special interest tourism (Purnawan & Sardiana, 2. Program paket wisata tari dirancang bukan hanya untuk tujuan rekreasi bagi wisatawan, tetapi tujuan utama adalah wisatawan memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tempat wisata yang dikunjungi (Rodger. Untuk menarik wisatawan paket wisata harus dibuat menarik, mengkombinasikan wisata alam, wisata budaya, wisata belanja di artshop atau cinderamata (Brahmanto, 2. Program kelas wisata tari merupakan wujud dari komponen kepariwisataan, yaitu komponen kegiatan . yang akan memberikan pengalaman belajar menari bagi wisatawan dalam waktu singkat yaitu 15 menit, 4 jam, 1 hari, 3 hari dan 1 minggu dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan agar memiliki unsur rekreasi, diharapkan sebagai sarana mempublikasikan kesenian di Desa Cisaat, kecamatan Ciater. Kabupaten Subang kepada khalayak, dan ke depan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, pembentukan identitas budaya lokal di Cisaat yang berdampak kepada ketahanan budaya Publikasi program paket wisata tari melalui berbagai saluran yaitu media cetak berupa brosur dan media sosial tujuannya untuk dapat menjangkau sasaran yang lebih luas. Selain itu juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa teknologi komunikasi termasuk media sosial dapat difungsikan untuk media pengenalan, publikasi bahkan pemasaran seni budaya yang telah dikemas sesuai dengan prinsip-pinsip wisata edukasi yang berdampak kepada 251 | Raihatul Mumtazah menanamkan sikap cinta dan bangga terhadap budaya sendiri, serta untuk mengurangi culture shock bagi masyarakat. Keberhasilan program paket wisata tari di desa Cisaat tentunya tidak dapat dilihat langsung pada saat ini setelah program ini selesai disiapkan. Keberhasilan program paket tari dapat dilihat dalam jangka panjang. Ukuran keberhasilannya apabila banyak wisatawan yang datang dan memanfaatkan program paket tari wisata yang telah disediakan. Percepatan keberhasilan mendatangkan wisatawan, sangat tergantung dari kerjasama beberapa pihak. Dalam rangka mesukseskan harapan sebagai desa wisata dan desa wisata edukasi, pihak sanggar tari tidak dapat melakukan promosi dan pemasaran sendirian, tetapi harus bekerjasama dengan pihak pemerintah daerah setempat misalnya dengan kelompok sadar wisata yang diorganisasi oleh kepala desa, dan terhubung dengan agen wisata yang memiliki akses langsung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Kerjasama yang solit antara pihak sanggar sebagai produsen jasa wisata, pemerintah daerah sebagai pihak pemangku kebijakan, dan agen wisata sebagai pihak yang berhubungan langsung dengan pengguna jasa . , menjadi salah satu kunci keberhasilan publikasi dan pemasaran produk jasa wisata dalam bentuk program paket tari. Simpulan Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke desa wisata edukasi dapat dengan cara menyediakan komponen kepariwisataan, meliputi: atraksi . , fasilitas pendukung . , layanan pendukung . ncilliary service. , akses . , penginepan . , kegiatan . , ketersediaan paket wisata . vailable packag. Menyediakan komponen kegiatan . di tempat wisata, melalui program paket-paket kegiatan yang sesuai dengan karakteristik kegiatan yang ada didestinasi wisata, merupakan salah satu cara untuk optimalisasi wisata edukasi yang cirinya wisatawan akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman unik dari destinasi wisata. Menyediakan program paket wisata tari yang dapat dipelajari oleh wisatawan dalam waktu yang singkat dan dipublikasikan melalui berbagai saluran media sosial, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan optimalisasi wisata edukasi dari komponen kepariwisata kegiatan . , untuk memberikan pengalaman unik dan menarik bagi wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di desa Cisaat, dengan metode pelatihan yang ditujukan kepada pimpinan sanggar tari dan instruktur tari. Telah menghasilkan program paket wisata tari yang akan dapat dipilih untuk dipelajari oleh wisatawan dalam waktu 15 menit, 4 jam, 1 hari, 3 hari, dan 1 minggu. Program paket wisata tari yang telah dirancang, sudah dipublikasikan melalui brosur. Youtube dan media sosial Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | 252 Instagram dan Tik Tok. Publikasi yang telah dilakukan diharapkan dapat bermanfaat untuk promosi dan pemasaran potensi seni budaya di desa Cisaat, sehingga ke depan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, pembentukan identitas budaya lokal di Cisaat yang berdampak kepada ketahanan budaya setempat. Keberhasilan program paket tari yang menjadi salah satu menu dari kegiatan wisata edukasi, dapat dilihat dalam jangka panjang, dan diukur dari banyaknya kunjungan wisatawan yang memanfaatkan program tersebut. Keberhasilannya sangat tergantung dari kerjasama yang baik antara pihak produsen jasa, pihak pemangku kebijakan, dan pihak yang berhubungan langsung dengan pengguna jasa . Daftar Rujukan American Marketing Association (AMA) yang dikutip oleh Philip Kotler dan Keller Kevin Lane yang diterjemahkan oleh Bob Sabran. Brahmanto. Magnet Paket Wisata Dalam Menarik Kunjungan Wisatawan Asing Berkunjung Ke Yogyakarta. Media Wisata, 13. , 338Ae342. https://doi. org/10. 36276/mws. Buhalis. Dimitros. Marketing The Competitive Destination of The Future. Tourism. Journal of Management. Volume 21. Issue 1 Hadiwijoyo. Surya Sakti. Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis. Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konse. Yogyakarta: Graha Ilmu Larmer. John Mergendoller. Suzie Boss. Setting and standar for project bases learning: A proven approach to rigorous classroom instruction. USA: ASCDAlexandria. Priyanto. Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Budaya Tinjauan Terhadap Desa Wisata Di Jawa Tengah. Jurnal Vokasi Indonesia, 4. https://doi. org/10. 7454/jvi. Purnawan. , & Sardiana. Paket Wisata Edukasi Subak Upaya Menjaga Keberlanjutan Potensi Pertanian Dan Pariwisata Berbasis Budaya Di Bali. Jurnal Kawistara, 7. , 275. https://doi. org/10. 22146/kawistara. Sugiama. A Gima. Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Aset Pariwisata Edisi 1. Guardaya Intimarta: Bandung. Rodger, 1998. Leisure. Learning and Travel. Journal of Physical Education, 69 . : hal 28. Suwantoro. Gamal. Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi, 1997 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.