LjMBC 1 . , 2025 LOMBOK JOURNAL OF MICROBIOLOGY, BIOTECHNOLOGY AND CONSERVATION https://journal. id/index. php/ljmb/ Anatomi Organ Vegetatif Tumbuhan Rija-Rija (Scleria melaleuc. di Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Pusuk Lestari. Lombok Barat Adinda Emilia Sajida1. Baiq Kesy Juliani1. Baiq Zulifa Hemidia1. Siti Rizki Fitri1. Muhamad Azis Maulana1. Kurniasih Sukenti1. Tri Mulyaningsih1*. 1 Program Studi Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Mataram. Indonesia. Article Info: Abstract: Received : 16 Desember 2024 Revised : 10 Januari 2025 Accepted : 13 Januari 2025 Published : 17 Januari 2025 Cyperaceae is a plant species that belongs to the sedges family and is characterised by a triangular stem. The sedges plant is frequently observed in rice fields and under the shade of trees, including Scleria melaleuca. The objective of this study is to ascertain the anatomical characteristics of S. The study employed a descriptive exploratory research method and was conducted at the Advanced Biology Laboratory. Faculty of Mathematics and Natural Sciences. University of Mataram. The S. melaleuca plant samples were collected from the Hutan Kemasyarakatan (HKM) Pusuk Lestari Area in Batu Layar. West Lombok Regency. West Nusa Tenggara. The samples included the root organs, stems, leaves and seeds. The samples were preserved in 70% alcohol and sliced using the hand-free section method. The results of the study demonstrated that the melaleuca exhibited distinctive characteristics, including the presence of bulliform cells between the leaf epidermis, the presence of both long and short cells, closed concentric vascular bundles in the stems, a triangular stem shape, and amphicribal vascular bundles in the roots. Corresponding Author: Tri Mulyaningsih trimulya@unram. Keyword: Scleria melaleuca. Cyperaceae. Plant Anatomy. Lombok PENDAHULUAN Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang jumlahnya saat ini diketahui sebanyak 374. 000, di mana sekitar 308. 312 di antaranya merupakan tanaman vaskular, dengan 295. 383 tanaman berbunga (Christenhusz & Byng, 2. Tumbuhan termasuk produsen yang menjadi sumber energi dalam suatu daur kehidupan dan sebagai indikator kondisi suatu lingkungan (Maisyaroh, 2. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tumbuhan diperlukan untuk mempelajari anatomi dan fsisologi Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur fisik internal tumbuhan (Warni & Junaedi. Fisiologi tumbuhan merupakan cabang dari ilmu botani yang mempelajari tentang cara kerja sistem kehidupan yang terdapat di dalam tubuh tumbuhan (Adriadi et al. , 2. Tumbuhan terdiri dari berbagi organ seperti akar, batang, daun, biji dan buah. Organ-organ tersebut tersusun dari berbagai jaringan seperti jaringan dasar, jaringan penguat, meristem, jaringan pegangkut, dan jaringan skretori (Muttaqin, 2. Cyperaceae merupakan tumbuhan suku tekitekian, batangnya berupa mendong, berbentuk segitiga (Putri et al. , 2. Tumbuhan ini banyak ditemukan di kawasan yang cenderung berkembang di area tanpa atau dengan sedikit kompetisi dari pohon peneduh dan semak yang rindang. Habitat seperti ini sering terbentuk akibat gangguan alami atau buatan, seperti tepian sungai dan pantai yang terbuka (Ilham et al. , 2. Cyperaceae merupakan suku dengan jumlah marga yang besar melebihi 000 jenis, terbagi dalam lebih dari 80 genus. Distribusinya meliputi seluruh dunia, melimpah di daerah sekitar kutub dan daerah iklim sedang. Secara umum ciri-ciri tumbuhan suku ini, adalah terna perennial, habitatnya di daerah yang lembab. Lombok Journal of Conservation (LjMBC) Microbiology. Biotechnology berair, sering berumpun (Dari et al. , 2. Manfaat tumbuhan suku ini, diantaranya sebagai tempat persinggahan, tempat berlindung dan tempat meletakkan telur oleh beberapa jenis serangga. Selain itu, juga berfungsi sebagai sumberdaya alam yang dapat menciptakan keseimbangan lingkungan, sebagai sumber unsur hara yang bisa memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman (Subagio et al. , 2. Rumput teki banyak dimanfaatkan masyarakat di berbagai bidang misalnya di bidang kesehatan sebagai obat herbal dan di bidang kecantikan dapat dijadikan sebagai obat jerawat (Rahayu, 2. Rumput teki lebih banyak ditemukan di daerah tropis, salah satunya adalah di Indonesia (Fridiana, 2. Persebarannya cukup luas dengan jenis-jenis yang hidup di seluruh habitat, kecuali di gurun yang ekstrim, ekosistem laut dan perairan dalam (Mishra et al. , 2. Jenis teki-tekian ditemukan diberbagai tipe hutan, baik beriklim sedang ataupun tropis. Selain itu, dapat tumbuh di tanah yang asam dan tanah liat dengan kandungan kalium dan magnesium yang tinggi (Galih, 2. Adapun jenis-jenis suku Cyperaceae di Nusa Tenggara antara lain C. Cyperus sp. Fimbristylis miliacea. Kyllinga brevifolia. Scirpus dan Spinifex littoreus yang ditemukan di Provinsi Bali (Wijana et al. , 2. Di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur banyak ditemukan jenis S. Fimbristylis sp. Carex sp. , dan S. Scleria umumnya dikenal sebagai serbuan kacang atau rumput silet, merupakan tanaman yang tersebar luas di wilayah yang beriklim hangat. Rumput ini dapat tumbuh di daerah yang mengalami suksesi sekunder, padang rumput, tepi sungai, rawa maupun jalan (Iswahyudi & Hanafi. Rumput jenis Scleria tersebar di dunia diantaranya 113 spesies berasal dari Amerika, 97 spesies dari Afrika dan 59 lainnya dari Asia (Bauters et al. , 2. BAHAN DAN METODE Penelitian ini diadakan di Laboratorium Biologi Lanjut. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Mataram. Lokasi Volume 1. Issue 1. Pages 26-33 Januari 2025 pengambilan sampel tanaman S. melaleuca berada di Kawasan HKM Pusuk Lestari. Batu Layar. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat . Penelitian ini terlaksana selama 1,5 bulan . anggal 23 Oktober 2022- 4 Desember 2. Pengambilan data tumbuhan meliputi data karakter organ berupa: akar, batang, daun, pelepah dan biji. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif yang bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung saat riset dilakukan (Umar, 2. Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain mikroskop, silet, pipet tetes, kaca benda, kaca penutup, cawan petri, dan kamera handphone Bahan-bahan yang digunakan antara lain sampel organ akar, batang, daun pelepah dan biji dari tanaman S. melalueca, alkohol 50%, 75%, aquades, larutan Tuloidine blue 0,025% dan kertas tissue. Gambar 1. Peta Kawasan Monkey Forest Pengambilan Sampel Tahap pertama koleksi spesimen tanaman S. melalueca diambil seluruh organ tumbahan secara utuh, kemudian dipotong masing-masing organ tumbahan . kar, batang mending, kelaian daun, pelepah daun, bij. Organ dipotong-potong dengan ukuran 0,8 cm mulai dari akar, batang, daun, pelepah, kecuali biji. Selanjutnya, potongan organ difiksasi menggunakan alcohol 70%, didiamkan minimal 24 jam. Pembuatan Preparat Segar Lombok Journal of Conservation (LjMBC) Microbiology. Biotechnology Metode pembuatan preparat segar diawali dengan pengirisan semua bagian organ tumbuhan secara membujur dan melintang setipis mungkin. Irisan organ tersebut diletakan pada cawan petri yang berisi air. Irisan dipilih yang paling tipis, dan diletakkan pada kaca benda kemudian ditetesi aquades dan diamati di bawah mikroskop, untuk mengecek irisannya, apakah sudah tipis. Apabila sudah tipis, sampel diwarnai dengan Tuloidine blue, didiamkan selama 20 menit. Selanjutnya sampel dicuci dengan cara menetesi sampel menggunakan alcohol 70%, diteruskan dengan alkohol 50%, menggunakan air, langsung ditutup dengan gelas Setelah itu, preparat diamati menggunakan mikroskop Zeiss Primostar, dan difoto dengan perbesaran 4x10, 10x10, 40x10 menggunakan kamera handphone. Analisis Data Data dianalisis secara deskripsi dengan karakteristik yang diamati berupa bentuk epidermis, bulliform, paranchymal sponge, sclerenchyma, protoxylem, metaxylem, phloem, collenchyma, trichoma, long cell, short cell, dan hypodermis, parenkim empulur . Adapun data tersebut disajikan dalam bentuk gambar, dan deskripsi. Volume 1. Issue 1. Pages 26-33 Januari 2025 Sistem anatomi tumbuhan ini dirancang untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan tertentu, sehingga dapat bertahan di habitat aslinya dengan efisien. Struktur anatomi akar rija-rija tersusun atas rhizodermis . pidermis aka. uniseriate, dan parenkim korteks yang tersusun atas jaringan aerenkim. Eksodermis terletak pada bagian paling luar korteks, sementara endodermis ada di bagian dalam korteks, dengan perisikel di sebelah dalam endodermis. Trakeanya tersusun oleh deretan sel memanjang yang ujung pangkalnya memiliki lempeng perforasi tipe sederhana dengan satu Jaringan floem dalam berkas tersusun melingkar di sebelah luar xilem, dengan tipe berkas pengangkut amphikribal. Struktur ini mendukung fungsi akar dalam penyerapan dan distribusi nutrisi serta air ke seluruh bagian tumbuhan. Hasil pengamatan pada struktur anatomi akar tumbuhan Rija-rija (S. adalah sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan dilakukan di Kawasan HKM Pusuk Lestari. Batu Layar. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Pada gambar 2 dibawah ini merupakan hasil anatomi dari tumbuhan Rija-rija (S. Rchb. ex Schltdl. & Cham. Akar Anatomi dari tumbuhan Rija-rija dimana tumbuhan ini memiliki akar serabut yang berfungsi menyerap air dan nutrisi dari tanah, batang bertekstur keras atau semi-lignosus yang berperan sebagai penopang struktur tumbuhan, serta daun berbentuk kecil hingga oval dengan permukaan halus yang mendukung proses fotosintesis. Bunganya biasanya berukuran kecil, berwarna cerah, dan menghasilkan aroma khas yang menarik serangga penyerbuk, sedangkan bijinya berukuran kecil dan tersebar melalui bantuan angin atau Gambar 2. Hasil Anatomi Akar Keterangan: Pada huruf A. Irisan melintang akar. A-C. Irisan melintang akar. Irisan membujur akar dengan pewarnaan. Rhizodermis, ex. Exodermis, ar. Aerenkim, en. Endodermis. Pe. Perisikel, tc. Trakhea, ph. Floem, ms. Mikrosklereida, os. Osteosklereida. Batang Struktur anatomi batang rija-rija yang diperoleh dari di Kawasan HKM Pusuk Lestari memiliki batang tipe herba yaitu tipe batang dengan sifat berair, yang tersusun dari bagian terluarnya yaitu epidermis satu lapis sel, yang membatasi Lombok Journal of Conservation (LjMBC) Microbiology. Biotechnology jaringan parenkim empulur. Epidermis memiliki trikoma non glandular. Batang herba diperkuat oleh sel sklerenkim dan kolenkim, di sebelah dalam epidermis, untuk memperkuat jaringan kulit batang. Di dalam parenkim empulur tersebar berkas pengangkut bertipe kosentris tertutup, hal ini karena antara xylem dan floem tidak dijumpai cambium. Dengan tipe stele Eustele adalah tipe stele yang tersusun dalam berkas pengangkut kolateral tertutup, di mana xilem dan floem terletak berdampingan dalam satu berkas. (Syafii,2. Hasil pengamatan pada struktur anatomi batang tumbuhan Rija-rija (S. adalah sebagai Volume 1. Issue 1. Pages 26-33 Januari 2025 . berbentuk oval dengan susunan tidak beraturan, memiliki rongga pernapasan, sel terbuka ke luar melalui stomata, dinding sel primer, berwana hijau, long cell . berbentuk serat menyerupai tabung yang berhimpitan dan tersusun rapi dengan sel panjang, short cell . berbentuk serat meyerupai tabung, tersusun rapi menyatu dengan sel pendek dan ukuran lebih pendek dari sel panjang. Sclerenchyma berbentuk serat . , protoxylem . mengadung pembuluh sempit dan penebalan dinding sel dalam berbentuk cincin atau helix, metaxylem . mengandung pembuluh lebih besar dan penebalan diding sel dalam bentuk batang melintang seperti tangga, phloem . didinding sel penyekatnya berlubang seperti saringan . ukuranya kecil, collenchyma . jenis sel tanaman hidup yang berasal dari prokambium, berbetuk memanjang, dinding sel primer menebal tidak teratur yang terdiri dari pektin dan melulosa, ruang diantara sel sedikit, berfungsi sebagai jaringan penguat dan elastis pada tanaman, hypodermis . berbentuk serat yang tebal, trichoma . bertipe non-gladular dengan bentuk rambut uniseluler menyerupai jarum. Epidermis bawah . berbentuk pipih dan rapat . Hasil pengamatan pada struktur anatomi daun tumbuhan Rija-rija (S. yang diperoleh dari di Kawasan HKM Pusuk Lestari. Batu Layar. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. adalah sebagai berikut: Gambar 3. Anatomi mendong S. Keterangan: Pada gambar diatas menunjukan A-B. Irisan melintang batang mendong. Irisan melintang dengan pewarnaan Toluidine blue. Irisan melintang tanpa pewarnaan Tuloidine blue. epidermis, mx. metaxylem, vb. vesicle bundle, px. protoxylem, scl. sclerenchyma, col. colencim, ph. phloem, ppi. parenkim empulur . , tr. C-D. Irisan membujur batang. Irisan membujur batang dengan pewarnaan Toluidine blue. Irisan membujur batang tanpa pewarnaan, ep. epidermis, mx. metaxylem, scl. sclerenchyma, col. collencim, hd. hypodermis, lc. long cell, sc. short cell, ppi. parenkim empulur . Daun Struktur anatomi daun S. melalueca terdapat jaringan penyusun pada daun yaitu: epidermis atas . berbentuk pipih dan rapat, bulliform . berbentuk seperti kipas yang tersusun dari beberapa sel yang berukuran besar dengan vakuola yang besar dan berdidinding tipis, paranchymal sponge Gambar 4. Anatomi daun S. Keterangan: Pada gambar dibawah menerangkan huruf A-C. Irisan melintang daun, epa. epidermis atas, bf. bulliform, ps. Lombok Journal of Conservation (LjMBC) Microbiology. Biotechnology paranchymal sponge, scl. sclerenchyma, px protoxylem, mx. metaxylem, ph. phloem, col. collenchyma, tr. trichoma, epb. epidermis bawah. B-D. Irisan membujur daun, ep. sclerenchyma, mx. metaxylem, ph. phloem, sl. long cell, short cell, mx. metaxylem, px. protoxylem, scl. sclerenchyma, hd. Volume 1. Issue 1. Pages 26-33 Januari 2025 tidak dapat diregangkan, tidak hancur selama pertumbuhan, phloem . berbentuk sel tapisan dan epidermis bawah . berbentuk memanjang dan tidak beraturan (Gambar . Biji Pelepah Daun Hasil pengamatan pada struktur anatomi pelepah daun tumbuhan Rija-rija (S. adalah sebagai berikut: Struktur anatomi biji rija-rija (S. memiliki tipe buah caryopsis dan berbentuk oval. Tersusun dari trikoma yaitu rambut-rambut yang tumbuh dari sel-sel epidermis dengan bentuk, susunan serta fungsinya bervariasi. Bertrikoma non glandular, mempunyai bentuk yang menjarum. Epidermis yang merupakan lapisan sel-sel paling luar dan menutupi permukaan biji. Biji Scleria melaleuca memiliki eksokarp tipis dan endokarp yang tebal. Sklereid bertipe Brachysclereids . el bat. , memiliki testa yang tipis serta embrio kecil. Saat benih berkembang, lapisan dalam endokarp menyatu dengan testa yang merupakan lapisan luar dari benih. Biji S. melaleuca berukuran kecil dengan endodermis yang melapisi embrio. Hasil pengamatan pada struktur anatomi pelepah daun tumbuhan Rija-rija (S. yang diperoleh dari Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Pusuk Lestari adalah sebagai berikut: Gambar 5. Anatomi pelepah daun S. Keterangan: Pada gambar 5 meneunjukan bahwa huruf A-C. Irisan melintang pelepah. Irisan melintang pelepah tanpa B-C. Irisas melintang pelepah dengan pewarnaan Toluidine blue. Irisan membujur dengan pewarnaan Toluidine blue. Keterangan: ep: epidermis. mx: mesofil. cortex parenkim. ph: floem. hd: hipodermis. scl: sclerenchym. lc: long cell. sc: short cell. pe: parenkim empulur. epidermis bawah. mx: metaxilem. Struktur anatomi pelepah daun rija-rija (S. yaitu memiliki Epidermis atas . berbentuk memanjang dan tidak beraturan, hypodermis . berbentuk serat dengan dinding yang tipis, cortex . berbentuk lingkarang kecil, dinding tebal, lc . el panjan. berserat, berbentuk menyerupai tabung, berukuran panjang, sc . el pende. beserat, menyerupai tabung, berukuran lebih pendek, sclerenchym . berbentuk sklereid, berwarna hijau muda, dinding sel skuder yang tebal, parenkim empulur . berbentuk bulat, mexopil . palisade, berbentuk silinder, terdapat klorofil, metaksilem . lumen lembar, berisi tracheid. Gambar 6. Anatomi biji S. Keterangan: Pada gambar 6 menunjukan A-B. Irisan melintang biji. Irisan melintang tanpa pewarnaan Toluidine blue. Irisan melintang dengan pewarnaan Toluidine blue. Trichoma, ep. Epidermis, exc. Exocarpium, scd. makrosklereida, enc. Endocardium, tt. Testa . ulit bij. , end. Endodermis, emb. Embrio. Lombok Journal of Conservation (LjMBC) Microbiology. Biotechnology Tumbuhan pembentukan aerenkim dapat dilakukan secara lisogenous dan schizogenous. Pada anatomi akar tumbuhan S. melaluecia proses pembentukan aerenkim dilakukan secara lisogenous (Handayani et al. , 2. Sel parenkim batang tumbuhan monokotil seperti Scleria melaleuca umumnya memiliki bentuk agak bulat dan membentuk sudut yang sama dan terdapat ruang antar sel (Fitriani. Namun dalam penelitian ini sel-sel parenkim batang tampak lebih padat dan susunan ruang antar sel sangat kecil bahkan tidak ada ruang antar sel. Hal ini menyebabkan batang tanaman ini menjadi lebih kaku sehingga tahan terhadap kerebahan. Epidermis atas pada daun monokotil pada umunya berbentuk sklereid (Purwanto, 2. Dalam penelitian ini pada penampang daun pada tumbuhan melaleuca epidermis atas berbentuk serat. Hidayat . , menyatakan bahwa anatomi daun dan pelepah daun monokotil terdiri atas jaringan dermal, jaringan dasar yang disebut mesofil yang bersifat homogen dan jaringan pembuluh yang terdiri atas xylem dan floem (Linda et al. , 2. Pada penampang pelepah daun S. melaleuca juga terdapat ketiga jaringan tersebut. Irisan melintang biji tumbuhan ini, membentuk lingkaran pada bekas potongannya dan didapatkan anatomi berupa trikoma, kulit, serta embrio pada biji tersebut, biji ini termasuk dalam kategori tumbuhan monokotil terdapat kulit biji . yang berfungsi melindungi biji dari kerusakan mekanis, serangan penyakit dan kekeringan (Ningsih et al. , 2. Pada biji, kulit biji . tebal dan terdiri dari dua bagian yang dapat saling menutup dan terhubung di bagian pangkal biji. Biji tanaman ini tidak dapat dipisah, hal tersebut menunjukkan bahwa biji termasuk dalam golongan biji monokotil. KESIMPULAN Berdasarkan dilakukan dapat disimpulkan bahwa struktur anatomi daun S. melaleuca ditandai adanya sel kipas . , dan mesofil hanya disusun oleh satu macam parenkim, yaitu parenkim bunga karang. Struktur jaringan pelepah dicirikan pada jaringan mesofil tersusun atas jaringan sklerenkim bentuk setengah lingkaran bagian luar dan sebelah dalam jaringan parenkim bunga karang. Akar disusun oleh Volume 1. Issue 1. Pages 26-33 Januari 2025 parenkim korteks yang tersusun oleh jaringan aerenkim, dengan jaringan pengangkut bertipe Biji memiliki karakter exocarpiumnya tersusun oleh jaringan makrosklereida UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi berharga dalam penyusunan artikel ini, sehingga proses penyelesaiannya dan publikasinya dapat berjalan dengan lancar. KONTRIBUSI PENULIS Semua penulis bekerja sama dalam melaksanakan setiap tahap penelitian dan penulisan KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak ada konflik REFERENSI