Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Publisher: CV. Doki Course and Training E-ISSN: 2985-8070iCP-ISSN: 2986-7762 Literature Review: Strategi dan Metode Pembelajaran dalam Mendukung Pengoptimalan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif Nadia Mutiara Zahra1. Muhammad Fajri2. Indra Wijaya3. Munaing4 Universitas Indonesia Timur1,2,3,4 Corresponding email: candysugar649@gmail. ARTICLE INFO Article History Submission: 13-02-2026 Review: 15-02-2026 Revised: 17-02-2026 Accepted: 19-02-2026 Published: 25-02-2026 Kata kunci Anak Berkebutuhan Khusus Pembelajaran Strategi Pembelajaran Pendidikan Inklusif ABSTRAK Pendidikan inklusif menuntut adanya layanan pembelajaran yang adaptif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), agar mereka tetap dapat belajar secara optimal di kelas. Literatur-literatur yang dikaji bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pembelajaran yang efektif bagi ABK di setting pendidikan inklusif, khususnya strategi yang memanfaatkan pendekatan personal, diferensiasi pembelajaran, penggunaan media kreatif, integrasi aktivitas seni . , serta tantangan implementasi di sekolah inklusif serta bentuk kolaborasi yang diperlukan antara guru, orang tua, dan tenaga pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran literatur dari tiga database elektronik yaitu Google Scholar. Garuda dan ResearchGate. Penelitian ini berdasarkan pengkajian dari beberapa jurnal, khususnya AuJurnal Pendidikan InklusiAy yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil literature review menunjukkan bahwa strategi pembelajaran untuk ABK paling efektif ketika menggunakan pendekatan individual dan diferensiasi pembelajaran, di mana tugas, materi, dan cara penyampaian disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak, serta pentingnya pemberian dampingan dan motivasi. Pendahuluan Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan sekolah reguler sehingga hak pendidikan mereka terpenuhi secara adil dan bermutu. Secara normatif, hak pendidikan bagi penyandang disabilitas telah dijamin melalui berbagai kebijakan internasional dan nasional, namun dalam praktiknya implementasi pendidikan inklusif masih menghadapi hambatan serius, terutama dalam aspek kesiapan sekolah dan strategi pembelajaran. Data global menunjukkan bahwa jutaan anak dengan disabilitas masih mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan yang berkualitas. Berdasarkan laporan Global Website : http://jurnal. org/index. php/JIPBS/index Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Partnership for Education menyebutkan bahwa sekitar 240 juta anak dengan disabilitas di dunia membutuhkan layanan pendidikan yang inklusif, namun masih dihadapkan pada berbagai hambatan akses dan kualitas belajar dibandingkan dengan anak tanpa disabilitas, termasuk keterbatasan keterampilan membaca dan berhitung yang 42 % lebih rendah daripada anak-anak lain secara global (Global Partnership for Education, 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sekolah, tetapi juga kualitas proses pembelajaran yang berlangsung di dalamnya. Di Indonesia sendiri, data terbaru menunjukkan bahwa per Desember 2023 telah 164 sekolah formal yang memiliki peserta didik berkebutuhan khusus, namun hanya sekitar 14,83 % sekolah yang memiliki Guru Pembimbing Khusus yang kompeten untuk mendampingi pembelajaran inklusif, sehingga masih banyak siswa ABK yang belum mendapatkan layanan optimal (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi RI, 2. Selain itu, peningkatan jumlah sekolah yang menyediakan pendidikan inklusif mencapai 23 % pada tahun 2025 (Triyunanto, 2. , menunjukkan upaya perluasan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Meski begitu, definisi akses yang lebih luas juga mencakup kualitas pembelajaran serta strategi yang relevan dengan kebutuhan belajar ABK, di mana peran tenaga pendidik reguler dan pendamping menjadi faktor kunci dalam proses pembelajaran sehari-hari. Berbagai penelitian dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inklusif perlu diadaptasi secara individual agar sesuai karakteristik setiap anak, khususnya dalam mengoptimalkan potensi akademik, sosial, dan emosional mereka. Penelitian-penelitian terkait strategi pembelajaran inklusif mengemukakan berbagai pendekatan utama. Diantaranya, pendekatan individual dan adaptif. Beberapa studi menekankan pentingnya personalisasi pembelajaran sesuai karakteristik setiap siswa ABK. Misalnya, pendidikan musik inklusif menyoroti adaptasi metode pengajaran secara personal . eknik multisensoris, integrasi teknologi, kolaborasi dengan spesiali. yang secara signifikan mempengaruhi hasil belajar, metode berbasis pengalaman dan multisensoris dimana penggunaan media pembelajaran yang sesuai kebutuhan . eperti kegiatan bernyanyi, menggambar, atau alat musik sederhan. terbukti meningkatkan keterampilan dan kreativitas musik siswa, serta motivasi belajar mereka (Riyadi & Aprillia, 2. Berbeda halnya dalam penelitian Saskia et al. yang menyatakan bahwa guru pendamping khusus (GPK) berperan krusial sebagai fasilitator inklusi. GPK bertindak sebagai penghubung antara siswa ABK dengan teman sebaya dan membantu menyediakan strategi belajar yang sesuai. Penelitian pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa program pelatihan intensif berbasis strategi adaptif dan kolaborasi guru-orangtua sangat efektif meningkatkan pemahaman guru terhadap ABK. Setelah intervensi tersebut, skor pemahaman guru meningkat dari 45% menjadi 68% (Ningrum, 2. Hal ini menegaskan mengimplementasikan metode inklusif. Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Saat ini, tantangan utama dalam memahami strategi inklusi bukan pada kurangnya riset, melainkan pada hasil penelitian yang masih tersebar luas dengan perspektif yang berbeda-beda. Studi ini hadir untuk menjembatani celah tersebut melalui tinjauan pustaka yang terorganisir guna merumuskan sebuah panduan komprehensif mengenai pola pembelajaran yang efektif bagi ABK di lingkungan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, literature review ini bertujuan untuk membedah dan merangkum metode-metode adaptif yang paling relevan untuk ABK pada tingkat pendidikan dasar. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis terstruktur berbagai strategi pembelajaran adaptif bagi ABK dari studi lima tahun terakhir dengan menggunakan kerangka seleksi SPIDER, sehingga menghasilkan pemetaan pola strategi yang konsisten dilaporkan efektif di berbagai konteks sekolah inklusif. Berbeda dari kajian deskriptif tunggal, studi ini mengintegrasikan temuan lintas penelitian untuk merumuskan kerangka praktik pembelajaran adaptif yang lebih komprehensif dan aplikatif. Metode Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini adalah kajian literatur . iterature revie. guna menelaah berbagai literatur yang relevan. Literature Review merupakan metode sistematis untuk menilai dan menjelaskan berbagai penelitian yang berkaitan erat dengan bidang ilmu atau fenomena yang menarik (Yusril et al. , 2. Dalam sebuah penelitian, literature review hadir untuk memperkuat ide dan memberikan dasar yang kuat bagi peneliti. Maka dari itu, pemilihan sumber rujukan harus difokuskan pada karya ilmiah yang tervalidasi, mulai dari jurnal ilmiah, buku, dan karya tulis ilmiah lainnya (Ridwan et al. Penelitian ini menerapkan metode systematic literature review berbasis model SPIDER (Sample. Phenomenon of Interest. Design. Evaluation. Research Typ. Penggunaan kerangka kerja ini bertujuan untuk menjamin ketepatan serta keteraturan dalam proses pencarian, penyaringan, hingga analisis berbagai referensi yang relevan (Pulungan et , 2. SPIDER yang digunakan dalam penelitian jurnal-jurnal tersebut meliputi kategori Sample (S) yaitu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar di setting pendidikan inklusif, termasuk siswa TK dan SD, juga para guru, kepala sekolah, dan pendamping khusus. Phenomenon of Interest (PI) yang dikaji berfokus pada strategi pembelajaran adaptif dan pembelajaran berbasis seni . untuk mendukung proses belajar ABK. Design (D) yang digunakan dalam studi-studi tersebut didominasi oleh desain deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur, dan sebagian menggunakan desain kajian konseptual serta review pustaka. Evaluation (E) mencakup efektivitas strategi pembelajaran, peningkatan pemahaman materi, partisipasi belajar, perkembangan keterampilan sosial, respons belajar melalui media musik, serta kemudahan penerimaan instruksi oleh ABK, dan Research Type (R) pada keseluruhan jurnal termasuk penelitian kualitatif dan studi literatur yang Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 dipublikasikan dalam rentang priode sekitar tahun 2020 hingga 2025, dengan konteks utama pendidikan inklusif dan strategi pembelajaran khusus. Proses pencarian literatur dilakukan secara daring melalui pangkalan data akses terbuka seperti Google Scholar. Garuda, dan ResearchGate, dengan menggunakan kata kunci spesifik, yaitu Auanak berkebutuhan khususAy. AupembelajaranAy. Austrategi pembelajaranAy, dan Aupendidikan inklusifAy. Pencarian dibatasi pada artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020Ae2025 untuk memastikan kebaruan temuan. Kriteria inklusi dalam kajian ini meliputi artikel penelitian orisinal atau kajian ilmiah yang relevan dengan strategi pembelajaran ABK, tersedia dalam teks lengkap . ull tex. , dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah berbahasa Indonesia. Artikel yang tidak secara langsung membahas strategi pembelajaran, tidak berfokus pada konteks pendidikan inklusif, atau tidak menyediakan informasi metodologis yang memadai dikeluarkan dari seleksi. Proses seleksi dilakukan secara bertahap melalui penyaringan judul, abstrak, dan isi penuh artikel. Dari hasil pencarian awal diperoleh sejumlah artikel, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh enam artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Keenam artikel tersebut selanjutnya dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola strategi pembelajaran, pendekatan implementasi, serta implikasi praktis dalam konteks pendidikan Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelusuran artikel pada basis data Google Scholar. Garuda, dan ResearchGate, ditemukan 6 artikel dari beberapa jurnal, khususnya AuJurnal Pendidikan InklusiAy yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, yakni sebagai berikut: Tabel 1. Karakteristik Artikel yang Dianalisa Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Nama Pengarang & Tahun Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Tujuan Penelitian Partisipan Desain dan Metode Pengambilan Data Temuan Sowiyah & Ryzal Menganalisis dan Perdana, 2020 pendidikan inklusif di Kota Metro melalui pemberian layanan yang baik disertai fasilitas kompetensi guru pendamping khusus bagi anak Program Pembelajaran Individual bagi Anak berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar Penyelenggara pendidikan Inklusif. Informan yang Research and dipilih secara Development (R & D) dengan pendekatan kualitatif kompetensi dan dengan tipe keterlibatan mereka deskriptif. Sumber dalam layanan data primer dan pendidikan inklusif. sekunder diperoleh Informan tersebut dari informan yang meliputi guru dipilih secara sekolah dasar inklusif, guru pendamping khusus penguasaannya (GPK), pengelola terhadap manajemen layanan pendidikan layanan pendidikan inklusif, serta pihak inklusif. sekolah yang program inklusi. Selain itu, penelitian juga melibatkan unsur akademik dari pendidikan sebagai bagian dari tim - Implementasi PPI belum dilaksanakan secara sistematis dan Rosnita et al. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, sekolah, guru kelas V dan guru kelas pembimbing siswa inklusif di SDN 3 ULIM Menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang peserta didik ABK belum cukup mendalam, guru telah mengetahui adanya peserta didik ABK yang ada di kelasnya tetapi pengetahuan guru tentang keadaan ABK masih kurang spesifik dan belum memahami konsep ataupun Mendeskripsikan pengetahuan guru, peserta didik ABK dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran bagi peserta didik anak khusus (ABK) di SDN 3 Ulim. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, display data, dan Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) - Model pembelajaran yang dinilai efektif bagi anak berkebutuhan khusus mencakup kombinasi pembelajaran klasikal inklusif, pengajaran individual . ne-to-one teachin. , kelompok kecil, serta program pengembangan bina diri dan keterampilan - Keberhasilan pelaksanaan PPI sangat dipengaruhi oleh pendekatan holistik, penggunaan media adaptif, kolaborasi dengan orang tua, serta pelaksanaan program. Implikasi Temuan dapat menjadi panduan bagi sekolah inklusif dalam menyusun dan melaksanakan program pembelajaran individual, peningkatan pelatihan guru pendidikan inklusif, penambahan jumlah dan kompetensi Guru Pendamping Khusus, serta supervisi dan workshop berkelanjutan dari dinas pendidikan, serta model yang dikembangkan membuka peluang untuk penelitian lanjutan berbasis implementasi dan evaluasi efektivitas PPI di berbagai Strategi dampingi dan motivasi menunjukkan pembelajaran di kelas inklusif sangat bergantung pada kualitas interaksi langsung antara guru dan siswa. Temuan ini mengimplikasikan perlunya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus tentang karakteristik ABK dan Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 karakteristik peserta didik ABK. Bhena et al. Menentukan tingkat kelayakan atau mutu dan pendidikan inklusi. Penelitian ini Menggunakan metode studi kualitatif dengan literatur, sehingga melakukan kajian penelitian ini tidak terhadap sumber literatur berbeda partisipan langsung. dari berbagai Data diperoleh dokumen dan melalui kajian sumber yang berbagai sumber tertulis berupa buku, artikel ilmiah, dokumen, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam konteks pendidikan inklusif. Andani et al. Mendeskripsikan tentang strategi guru dalam pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus, dan kendala yang sering di alami guru dalam mengatasi anak khusus di SLB Guru dan siswa kelas i SLB Negeri 5 kota Bengkulu yang berjumlah 3 orang. strategi pembelajaran penelitian ini menegaskan bahwa intervensi pedagogis yang sederhana namun terstruktur dapat menjadi solusi efektif meskipun dengan keterbatasan - Hasil kajian menunjukkan Implikasi dari kajian ini bahwa evaluasi menekankan bahwa pembelajaran bagi anak keberhasilan evaluasi berkebutuhan khusus pembelajaran ABK merupakan komponen yang sangat bergantung pada sangat penting dalam kompetensi guru dalam memahami konsep pendidikan inklusif. asesmen dan evaluasi serta kemampuan - Bentuk evaluasi dapat melakukan penyesuaian berupa evaluasi lisan, instrumen penilaian. tertulis, observasi aktivitas Dengan evaluasi yang harian, serta penilaian terencana, fleksibel, dan terhadap sikap dan berbasis kebutuhan Guru perlu individual, pelaksanaan terlebih dahulu memahami pendidikan inklusif dapat profil dan kebutuhan berjalan lebih efektif dan khusus peserta didik agar adil bagi anak proses evaluasi tidak berkebutuhan khusus. menimbulkan ketimpangan dan dapat menggambarkan perkembangan belajar secara lebih akurat. Kualitatif deskriptif. Dengan adanya dengan metode penggunaan strategi PAIKEM di Sekolah Luar wawancara,dan Biasa (SLB) Negeri 5 kota Bengkulu. karena sangat membantu siswa dalam kemampuan berfikir kritis dan berfikir kreatif. Secara tidak langsung rendahnya delikuensi akibat kecerdasan emosional yang baik dapat mempengaruhi prestasi sehingga kecerdasan emosional tetap jadi aspek yang harus AuPAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif. Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Negeri 5 kota Bengkulu. Nuryanto, 2025 Anak dapat Melibatkan Kualitatif deskriptif partisipan yang melalui observasi, penjelasan guru berasal dari dan pelaksanaan lingkungan sekolah dokumentasi dan tersebut, yaitu guru studi literatur. pembelajaran yang dan peserta didik di dilakukan oleh Subjek utama guru dengan yang menjadi fokus metode among dari pengamatan adalah Ki Hajar anak berkebutuhan Dewantara yaitu khusus pada jenjang melihat, meniru taman kanak-kanak dan menemukan yang mengikuti pembelajaran seni kemudahan anak musik, dengan guru dalam memberi sebagai informan kunci dalam wawancara dan Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Inovatif. Kreatif. Efektif, dan Menyenangkan. Selanjutnya. PAIKEM dapat didefinisikan sebagai pendekatan mengajar . pproach to teachin. Ay Kombinasi metode drill dan strategi among dinilai memudahkan ABK dalam memahami koordinasi motorik, respons sensorik, serta keterlibatan mereka dalam aktivitas seni - Pembelajaran seni, khususnya seni musik, dapat menjadi media yang efektif untuk perkembangan anak berkebutuhan khusus apabila disertai strategi yang adaptif dan - Hasil penelitian ini menguatkan bahwa strategi pembelajaran yang tepat dapat mengurangi hambatan belajar ABK tanpa harus selalu memisahkan mereka dari kelas Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Mauliddiyah & Permata, 2025 Mengkaji strategi efektif untuk ABK di SDN Madyopuro 01 150 anak kelas XI di SMKN 2,4, 5, 8,9,10 Samarinda. Masing-masing diwakili oleh 25 Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan Pendekatan personal, diferensiasi kurikulum, media pembelajaran kreatif, dan kolaborasi antara guru, orang tua, serta tenaga ahli menjadi faktor kunci Strategi seperti Universal Design for Learning (UDL) dan peer tutoring membantu partisipasi akademik dan keterampilan sosial ABK. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah dasar sangat bergantung pada kemampuan guru menerapkan strategi adaptif, fleksibel, dan Pendekatan individual, diferensiasi kurikulum, penggunaan media multimodal . isualAeaudi. , serta metode interaktif seperti bernyanyi dan video edukasi terbukti mendukung keterlibatan dan pemahaman ABK. Analisis tematik terhadap 6 artikel terpilih menunjukkan adanya beberapa pola strategi pembelajaran yang muncul secara konsisten di berbagai konteks penelitian. Berdasarkan 6 jurnal yang dikaji, terlihat bahwa optimalisasi pendidikan ABK di sekolah inklusif sangat ditentukan oleh penerapan strategi dan metode pembelajaran yang bersifat individual, adaptif, dan kolaboratif. Pengembangan Program Pembelajaran Individu (PPI) menjadi salah satu fondasi utama dalam layanan pendidikan inklusif, karena memungkinkan perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan kebutuhan, kemampuan, dan hambatan spesifik tiap anak. Model PPI menekankan pentingnya peran guru dan guru pendamping khusus dalam menyusun tujuan belajar, strategi, serta bentuk evaluasi yang dipersonalisasi, sehingga layanan pendidikan tidak bersifat seragam, melainkan responsif terhadap profil perkembangan siswa ABK (Sowiyah & Perdana, 2. Pendekatan ini memperkuat bahwa pembelajaran inklusif tidak cukup hanya dengan penempatan siswa di kelas reguler, tetapi memerlukan desain program individual yang operasional dan terstruktur. Temuan tersebut selaras dengan kerangka teori diferensiasi instruksi yang menekankan penyesuaian konten, proses, dan produk belajar berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Dalam perspektif pendidikan inklusif, pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip universal design for learning yang mendorong penyediaan berbagai jalur representasi materi, bentuk keterlibatan, dan cara ekspresi belajar. Dengan demikian, strategi yang teridentifikasi dalam kajian ini tidak berdiri sebagai teknik terpisah, melainkan berakar pada kerangka teoretis pembelajaran adaptif dan aksesibel. Dari sisi evaluasi pembelajaran, kajian menunjukkan bahwa evaluasi untuk ABK harus dipahami sebagai proses sistematis dan berkelanjutan yang berfungsi tidak hanya mengukur hasil, tetapi juga memperbaiki proses pembelajaran. Evaluasi perlu mencakup Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, dengan instrumen yang dimodifikasi sesuai karakteristik siswa (Bhena et al. , 2. Evaluasi adaptif membantu guru mengidentifikasi kemajuan nyata ABK meskipun tidak selalu tercermin melalui tes standar. Dengan demikian, evaluasi menjadi alat diagnostik sekaligus dasar pengambilan keputusan pedagogis dalam pembelajaran inklusif. Strategi pembelajaran di kelas inklusif maupun SLB juga menunjukkan pola yang konsisten, yaitu pentingnya pendampingan langsung dan pemberian motivasi. Strategi Audampingi dan motivasiAy menekankan kehadiran aktif guru dalam membimbing ABK selama proses belajar, memberikan penguatan positif, serta bantuan bertahap ketika siswa mengalami kesulitan (Rosnita et al. , 2. Pendampingan individual terbukti membantu meningkatkan fokus, keterlibatan, dan kepercayaan diri siswa ABK, khususnya ketika guru belum memiliki dukungan penuh dari tenaga pendamping khusus. Hal ini diperkuat oleh temuan bahwa keterbatasan pemahaman guru tentang karakteristik ABK dapat diimbangi sementara melalui pendekatan relasional berupa kedekatan, motivasi, dan perhatian intensif selama pembelajaran berlangsung. Pendekatan pendampingan dan penguatan motivasional tersebut dapat diinterpretasikan sebagai bentuk implementasi pedagogi suportif yang menempatkan relasi guru dan siswa sebagai komponen inti proses belajar. Dalam kerangka pembelajaran adaptif, dukungan bertahap . dan penguatan positif berfungsi sebagai jembatan antara kemampuan aktual dan potensi perkembangan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas strategi pembelajaran bagi ABK tidak hanya ditentukan oleh modifikasi materi, tetapi juga oleh kualitas interaksi instruksional dan dukungan emosional yang diberikan guru selama proses belajar. Dalam konteks strategi kelas, guru di SLB maupun sekolah inklusif banyak menerapkan pendekatan aktif dan menyenangkan seperti PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. Efektif, dan Menyenangka. , diferensiasi pembelajaran, serta modifikasi media belajar. Strategi ini mendorong partisipasi aktif siswa, interaksi sosial, dan eksplorasi kemampuan melalui aktivitas yang variatif (Andani et al. , 2. Pendekatan ini efektif karena ABK cenderung lebih responsif terhadap pembelajaran yang konkret, visual, kinestetik, dan interaktif dibanding ceramah abstrak. Diferensiasi tugas dan cara penyampaian materi menjadi kunci agar satu kelas yang heterogen tetap dapat terlayani secara adil. Khusus dalam pembelajaran berbasis seni dan musik, hasil kajian menunjukkan bahwa metode drill . atihan berulan. dan strategi among . elihat-meniru-menemuka. efektif membantu ABK memahami instruksi dan mengembangkan koordinasi motorik serta respons sensorik. Aktivitas musik, gerak dan lagu, serta demonstrasi langsung memudahkan ABK memproses informasi karena melibatkan banyak jalur sensori sekaligus. Pembelajaran seni musik juga terbukti meningkatkan keterlibatan emosional dan sosial siswa, terutama ketika dilakukan dalam suasana interaktif dan dengan pendampingan dua guru di kelas (Nuryanto, 2. Ini menegaskan bahwa musik bukan hanya media hiburan, tetapi juga strategi pedagogis yang fungsional dalam pendidikan inklusif. Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Selain itu, strategi pembelajaran inklusif modern juga menekankan penggunaan Universal Design for Learning (UDL), peer tutoring, media kreatif multimodal, dan kolaborasi antara guru, orang tua, serta tenaga ahli. Pendekatan UDL memungkinkan penyajian materi melalui berbagai cara . isual, audio, prakti. , serta memberi beragam cara bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman. Peer tutoring membantu meningkatkan keterampilan sosial dan rasa diterima pada ABK, sementara kolaborasi lintas pihak memperkuat konsistensi dukungan antara rumah dan sekolah (Mauliddiyah & Permata. Walaupun masih terdapat kendala seperti keterbatasan Guru Pendamping Khusus dan fasilitas, penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptif dan inovatif dari guru mampu menjadi faktor kompensator yang signifikan. Dalam konteks penggunaan media, temuan literatur menunjukkan bahwa media pembelajaran multimodal dan pendekatan multisensoris berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas materi. Penggunaan media visual, audio, manipulatif konkret, serta perangkat digital interaktif menyediakan jalur alternatif bagi siswa dalam menerima dan mengekspresikan pemahaman. Fleksibilitas bentuk respons seperti memperbolehkan jawaban melalui demonstrasi, praktik, atau representasi visual dapat membantu mengurangi hambatan evaluasi yang terlalu bergantung pada kemampuan verbal dan tulisan. Kajian juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis seni dan musik memiliki kontribusi signifikan dalam pembelajaran ABK, terutama dalam meningkatkan keterlibatan emosional, respons sensorik, dan koordinasi motorik. Metode latihan berulang, demonstrasi, serta pendekatan meniru dan menemukan, terbukti membantu siswa memahami instruksi secara lebih efektif. Aktivitas musik dan seni tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi, tetapi juga sebagai strategi pedagogis yang mendukung regulasi emosi dan interaksi sosial. Temuan mengenai efektivitas media multimodal dan pendekatan multisensoris tersebut memperkuat prinsip bahwa akses terhadap pembelajaran perlu disediakan melalui berbagai jalur representasi dan Dengan menyediakan variasi media dan mode aktivitas, hambatan belajar tidak dibebankan sepenuhnya pada keterbatasan individu siswa, melainkan direspons melalui desain lingkungan belajar yang lebih fleksibel. Implikasi praktisnya, guru di kelas inklusif dapat meningkatkan aksesibilitas pembelajaran melalui modifikasi media dan aktivitas tanpa harus melakukan perubahan kurikulum secara menyeluruh. Aspek evaluasi pembelajaran bagi ABK juga dilaporkan memerlukan pendekatan adaptif dan diagnostik. Evaluasi tidak hanya difungsikan untuk mengukur hasil akhir, tetapi juga untuk memantau proses dan perkembangan belajar secara berkelanjutan. Instrumen evaluasi perlu dimodifikasi sesuai karakteristik siswa dan mencakup aspek kognitif, afektif, serta psikomotor. Dengan evaluasi yang fleksibel, guru dapat memperoleh gambaran kemajuan belajar yang lebih autentik dan menggunakan hasilnya sebagai dasar penyesuaian strategi pembelajaran berikutnya. Pendekatan evaluasi adaptif dan berkelanjutan tersebut mencerminkan pergeseran dari asesmen sumatif menuju asesmen formatif-diagnostik dalam pendidikan inklusif. Dalam kerangka ini, evaluasi tidak hanya berperan sebagai alat pengukuran hasil, tetapi sebagai instrumen pengambilan keputusan instruksional. Data hasil Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 evaluasi digunakan secara langsung untuk menyesuaikan strategi, tingkat dukungan, dan bentuk penyajian materi. Secara empiris, pendekatan ini relevan bagi praktik kelas inklusif karena memungkinkan guru merespons dinamika perkembangan siswa ABK secara lebih cepat dan berbasis bukti, sehingga pembelajaran menjadi lebih responsif dan tepat sasaran. Jika ditinjau secara konseptual, pola strategi pembelajaran adaptif yang ditemukan dalam berbagai studi menunjukkan pergeseran paradigma dari pendekatan instruksional seragam menuju pendekatan berbasis kebutuhan individual dan responsif terhadap profil belajar siswa. Strategi seperti instruksi terdiferensiasi, penggunaan media multisensori, dan pendampingan bertahap bukan hanya sekadar teknik mengajar biasa, tetapi mencerminkan prinsip pedagogi responsif yang menempatkan variasi kemampuan sebagai dasar perancangan pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan praktik inklusif lebih ditentukan oleh fleksibilitas desain pembelajaran dibandingkan oleh model kurikulum yang kaku. Secara empiris, pola strategi yang teridentifikasi memiliki implikasi langsung terhadap praktik kelas inklusif, khususnya pada sekolah dengan keterbatasan sumber daya dan tenaga pendamping khusus. Temuan ini menunjukkan bahwa guru kelas tetap dapat mengimplementasikan prinsip pembelajaran adaptif melalui modifikasi tugas, variasi media, dan penguatan motivasional tanpa harus menunggu intervensi struktural berskala besar. Dengan demikian, hasil kajian ini relevan sebagai panduan praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inklusif dan responsif. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada penerapan strategi pembelajaran yang individual, adaptif, dan kolaboratif. Dalam hal ini, strategi pembelajaran kreatif juga merupakan komponen penting dalam optimalisasi pendidikan inklusif. Kajian literatur ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran dalam pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus sangat ditentukan oleh penerapan strategi yang bersifat individual, adaptif, dan kolaboratif. Sintesis temuan berbagai studi memperlihatkan bahwa perencanaan berbasis kebutuhan individu, terutama melalui Program Pembelajaran Individu, menjadi fondasi utama dalam memastikan kesesuaian tujuan, metode, dan evaluasi pembelajaran dengan profil kemampuan siswa. Strategi pendampingan aktif, diferensiasi instruksi, penggunaan media multisensoris, serta pendekatan pembelajaran berbasis seni dan musik terbukti meningkatkan keterlibatan, respons belajar, dan perkembangan keterampilan siswa ABK. Selain itu, evaluasi pembelajaran yang fleksibel dan bersifat diagnostik berperan penting dalam memantau kemajuan belajar secara lebih autentik serta menjadi dasar penyesuaian strategi pengajaran. Secara umum, temuan kajian menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada akses dan penempatan siswa, tetapi terutama pada kualitas desain dan implementasi strategi pembelajaran di kelas. Nadia Mutiara Zahra et. al (Literature Review: Strategi dan Metode PembelajaranA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 2026, 138-150 Berdasarkan temuan kajian literatur, disarankan agar sekolah inklusif memperkuat implementasi PPI secara sistematis dengan melibatkan guru kelas, guru pendamping khusus, dan orang tua dalam proses perencanaan serta evaluasinya. Pelatihan berkelanjutan bagi guru mengenai karakteristik ABK, strategi pembelajaran adaptif, evaluasi modifikasi, serta penggunaan pendekatan kreatif seperti pembelajaran berbasis seni dan musik perlu ditingkatkan agar kompetensi pedagogis inklusif semakin matang. Dengan demikian, implementasi strategi pembelajaran adaptif yang terstruktur dapat menjadi indikator kunci kualitas praktik pendidikan inklusif di tingkat sekolah dasar. Referensi