Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Tersedia: https://prin. id/index. php/JURRIKES Hubungan Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization pada Siswa SMPN X di Lima Puluh Kota Erfi Amanda*. Maya Yasmin Psikologi. Universitas Negeri Padang. Indonesia 25173 Penulis Korespondensi: erfiamanda@gmail. Abstract. Bullying victimization remains a significant issue in educational environments, including at SMPN. This phenomenon has a detrimental impact on the victims, both physically and psychologically. Bullying victimization refers to the experience of an individual being subjected to aggressive actions by others repeatedly over time, with the intent to cause harm or discomfort. These actions can be carried out by one or more individuals and often affect the victim's well-being in the long term. One of the factors believed to influence bullying victimization is executive function. Executive function refers to a personAos ability to control impulses, plan, make decisions, and adjust behavior to achieve long-term goals. This function plays a crucial role in regulating responses to social and emotional situations, which can affect whether an individual is more vulnerable to becoming a victim of This study aims to examine the relationship between executive function and bullying victimization among 194 students at SMPN X Lima Puluh Kota. The research uses a quantitative correlational approach with proportionate stratified random sampling. The instrument used to measure bullying victimization was developed based on the aspects defined by Smith, et al. , while the executive function instrument was based on the aspects outlined by Spinella . The results of the analysis using the product moment method show a significant negative correlation between executive function and bullying victimization, with a correlation value of r = -0. 863 and p = 0. < 0. This indicates that the better the executive function of students, the lower the level of bullying victimization they experience. Conversely, students with weaker executive functions are more susceptible to becoming victims of bullying. Keywords: Bullying Victimization. Executive Function. Students. SMPN. School Environment Abstrak. Bullying victimization masih menjadi masalah signifikan di lingkungan pendidikan, termasuk di SMPN. Fenomena ini memberikan dampak negatif yang besar pada korban, baik secara fisik maupun psikologis. Bullying victimization merujuk pada pengalaman individu yang mendapatkan perlakuan agresif dari orang lain secara berulang-ulang, dengan tujuan untuk menimbulkan cedera atau ketidaknyamanan pada korban. Tindakan bullying ini dapat dilakukan oleh satu orang atau lebih dan seringkali mempengaruhi kesejahteraan korban dalam jangka Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi bullying victimization adalah fungsi eksekutif. Fungsi eksekutif merujuk pada kemampuan seseorang dalam mengontrol diri, merencanakan, mengambil keputusan, dan menyesuaikan perilaku untuk mencapai tujuan jangka panjang. Fungsi ini berperan penting dalam mengatur reaksi terhadap situasi sosial dan emosional, yang dapat mempengaruhi apakah seorang individu lebih rentan menjadi korban bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara fungsi eksekutif dan bullying victimization pada 194 siswa di SMPN X Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random. Instrumen yang digunakan untuk mengukur bullying victimization disusun berdasarkan aspek yang dikembangkan oleh Smith, et al. sementara instrumen untuk mengukur fungsi eksekutif didasarkan pada aspek yang dikemukakan oleh Spinella . Hasil analisis menggunakan metode product moment menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization, dengan nilai korelasi r = -0,863 dan p = 0,000 . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik fungsi eksekutif siswa, semakin rendah tingkat bullying victimization yang dialami, dan sebaliknya, siswa dengan fungsi eksekutif yang kurang baik lebih rentan menjadi korban bullying. Kata Kunci: Victimisasi Bullying. Fungsi Eksekutif. Siswa. SMPN. Lingkungan Sekolah Naskah Masuk: Juli 24, 2025. Revisi: Agustus 07, 2025. Diterima: Agustus 21, 2025. Terbit: Agustus 25, 2025 Hubungan Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization pada Siswa SMPN X di Lima Puluh Kota PENDAHULUAN Pendidikan menjadi suatu upaya dalam mengoptimalkan segala potensi alami yang anak-anak miliki, yang mampu menghantarkan mereka meraih keselamatan dan kebahagian yang maksimal selaku manusia (Salim. , et al, 2. Pendidikan mempunyai dua tujuan, yang pertama dalam menunjang individu menjadi lebih cerdas, serta yang kedua dalam mendorong individu menjadi versi terbaik dari diri mereka (Yuyarti, 2. Menurut Firdaningsih . pendidikan dapat diperoleh anak-anak, baik ketika berada di rumah maupun di sekolah. Pendidikan di sekolah tidak dapat dipisahkan dari dinamika interaksi antar siswa. Interaksi ini seringkali melibatkan konflik pada siswa, yang terkadang dapat mengarah kepada perkelahian, bahkan siswa yang lebih lemah dapat mengalami perlakuan intimidasi, yang secara umumnya disebut sebagai bullying (Firdaningsih, 2. Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 oleh United ChildrenAos Fund (UNICEF), ditemukan bahwa 41% anak berusia 15 tahun di Indonesia mengalami bullying victimization di sekolah yang terjadi beberapa kali dalam sebulan. Bentuk bullying yang dialami oleh korban meliputi bentuk bullying fisik dan psikologis. Bahkan, data di lapangan menunjukkan bahwa 20% siswa laki-laki dan 75% siswa perempuan mengaku pernah dipukul, ditampar, atau dengan sengaja disakiti secara fisik oleh guru (United Nations ChildrenAos Fund. Penelitian yang dilakukan oleh PISA atau Programme for International Students Assessment tahun 2018 mengungkapkan bahwa angka bullying pada murid terjadi sebanyak 41,1%. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh FSGI atau Federasi Serikat Guru Indonesia tahun 2023, masalah bullying masih menjadi tantangan signifikan bagi siswa di lingkungan sekolah (Aranditio, 2. Sepanjang tahun 2023 terdapat 30 kasus bullying di lembaga Jumlah ini meningkat sebanyak 9 kasus dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari 30 kasus, 50% terjadi di tingkat SMP, 30% terjadi di tingkat SD, 10% di tingkat SMA, dan 10% di tingkat SMK. SMP merupakan institut pendidikan dengan tingkat bullying tertinggi, yang dilakukan olehs sesama teman, hingga tenaga pendidik (Aranditio, 2. Bullying victimization di lingkungan sekolah sering kali disebabkan oleh dinamika sosial dan interaksi antara pelaku dan victim, dimana terdapat kecenderungan perilaku bullying yang dapat diwujudkan dalam bentuk fisik, verbal, dan isolasi. Hal ini serupa dengan yang dikemukakan oleh Smith et al. , . yang menjelaskan bahwa bullying victimization merupakan pengalaman individu dari tindakan negatif yang didapatkan dari satu orang atau lebih berulang kali dari waktu ke waktu dengan sengaja untuk mencederai atau membuat ketidaknyamanan bagi korban. Menurut Nazir dan Nesheen . bullying victimization merupakan pengalaman individu mendapatkan tindakan negatif dari satu orang atau lebih yang Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. memiliki daya, terutama untuk mendapatkan kendali dan kekuasaan, perilaku tersebut dimaksudkan untuk merugikan victim, pengamat, atau budaya dan iklim di lingkungan tempat bullying terjadi dan dilakukan berulang kali. Menurut Rigby . bahwa individu yang menjadi bullying victimization memiliki karakteristik yang pemalu, tidak tegas, introvert, rendah diri serta memiliki sedikit teman. Fungsi eksekutif memiliki peran penting dalam mengatur perilaku individu. Individu dengan fungsi eksekutif yang baik mampu mengelola emosi saat menghadapi situasi sulit, dan dapat menggunakan keterampilan komunikasi untuk menjelaskan perasaan ketika menghadapi bullying pada victim. Dengan fungsi eksekutif individu mampu untuk beradaptasi di lingkungan sosial, memungkinkan individu untuk meninjau situasi dari beragam perspektif serta menemukan solusi alternatif untuk mengatasi konflik. Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan fungsi eksekutif yang baik lebih mampu mengatasi stres dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari (Salmivalli, 2. Fungsi eksekutif yang rendah akan menyebabkan bullying victimization menghadapi situasi bullying dan kesulitan dalam mengambil tindakan yang tepat. Kurangnya kemampuan mengendalikan perilaku dapat mempengaruhi cara victim merespon agresi, seperti ketakutan, sehingga membuat mereka lebih rentan untuk dibully (Kloosterman. Kelley. Parker, & Craig, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Nazari dan Shafietabar . menunjukkan bahwa kurangnya fungsi eksekutif dapat membuat individu sulit untuk memilih kategori perilaku yang tepat dalam berinteraksi dengan orang lain, kemudian kesulitan dalam mengendalikan diri ketika menghadapi perilaku buruk bullying. Penelitian Verlinden, et al. alam Jenskin. Demaray, & Tennant, 2. menemukan bahwa defisit fungsi eksekutif dapat memprediksi victim, seperti kesulitan dalam mengatasi penghambatan diri, pengambilan risiko, serta perilaku sosial dalam mengatasi masalah sehingga membuat victim lebih cenderung diam dan mendapatkan bullying. Sejalan dengan penelitian Medeiros, et al. menyatakan bahwa victim lebih sering mengalami kesulitan dalam fungsi eksekutif yang terkait dengan kontrol kognitif dan kemampuan untuk merencanakan serta memecahkan masalah. Penelitian ini berfokus terhadap victim, karena dampak psikologis yang dialami oleh victim cenderung lebih kompleks dan berkelanjutan dibandingkan pelaku. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa victim sering kali mengalami gangguan pada fungsi eksekutif, seperti kesulitan mengatur emosi, dan pengendalian diri, yang berdampak pada kinerja akademik dan hubungan sosial mereka (Murray-Close et al. , 2. Selain itu, data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI, 2. menunjukkan bahwa bullying sangat mempengaruhi kesejahteraan mental anak-anak, dengan banyak victim yang tidak melaporkan Hubungan Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization pada Siswa SMPN X di Lima Puluh Kota kejadian tersebut karena takut diancam atau diperlakukan lebih buruk (Renidayati, 2. Penelitian dilakukan bertujuan untuk melihat hubungan fungsi eksekutif dengan bullying victimization pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota. KAJIAN TEORI Pengertian Bullying Victimization Istilah bullying victimization pertama kali dimulai oleh Olweus . alam Ammar & Cholik, 2. digunakan untuk menggambarkan kondisi victim dari perilaku agresif yang dilaksanakan secara berulang oleh individu lain terhadap victim. Menurut Olweus, bullying victimization merupakan pengalaman individu dari tindakan yang diterima oleh orang lain berupa perilaku negatif yang menimbulkan rasa menyakitkan, tidak nyaman, atau tidak senang terhadap orang lain atas perilaku tersebut (Ammar & Cholik, 2. Bullying victimization merupakan individu yang mendapatkan tindakan yang menyakitkan yang dilakukan dengan kesengajaan oleh satu orang ataupun lebih (Finger. Yeung. Craven. Parada, & Newey, 2. Smith et al. , . menjelaskan bahwa bullying victimization merupakan pengalaman individu dari tindakan negatif yang didapatkan dari satu orang atau lebih berulang kali dari waktu ke waktu dengan sengaja untuk mencederai atau membuat ketidaknyamanan bagi Pengertian Fungsi Eksekutif Fungsi Eksekutif sudah menjadi istilah yang sering dipakai dalam menggambarkan berbagai proses kognitif yang dihipotesiskan, meliputi perencanaan, memori kerja, perhatian, penghambatan, pemantauan diri, pengaturan diri, dan inisiasi yang dilakukan pada bagian area prefrontal dari lobus frontal (Goldstein dan Negliere, 2. Fungsi eksekutif merupakan kemampuan kognitif yang meliputi pengendalian diri, perhatian, dan pengambilan keputusan. Kemampuan ini berperan penting dalam mengatur perilaku individu, termasuk dalam konteks sosial (Medeiros. Alves. Diniz,dan Minervino, 2. Spinella . mengungkapkan bahwa fungsi eksekutif merupakan salah satu aspek kognitif yang sangat penting bagi fungsi adaptif, memberikan memungkinkan adanya tingkah laku yang lebih terfokus pada tujuan, fleksibel, dan otonom. Mengingat fungsi adaptif dari kemampuan kognitif itu berkaitan dengan pengendalian mental dalam mengarahkan perilaku ataupun mengatur pengendalian diri secara fisik, kognitif, maupun emosional, memprediksi tujuan yang akan datang, membuat pertimbangan terkait konsekuensi, serta memberikan respons dengan cara yang rasional. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Dinamika hubungan antara Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization Fungsi eksekutif merupakan sekumpulan keterampilan kognitif yang diperlukan untuk melakukan perilaku yang kompleks, adaptif, dan sosial yang dapat diterima. Menurut Diamond . kemampuan ini sangat penting dalam pengambilan keputusan dan pengaturan perilaku sehari-hari, di mana individu harus mengatur tindakan mereka berdasarkan situasi yang Fungsi eksekutif yang tinggi ditunjukkan dengan kemampuan mengelola emosi ketika berada pada keadaan yang sulit, tetap tenang di bawah tekanan, dan tidak bereaksi secara impulsif terhadap provokasi (Diamond, 2. Menurut Salmivalli . individu mampu untuk menggunakan keterampilan komunikasi untuk menjelaskan perasaan atau mencari dukungan dari teman atau otoritas ketika menghadapi bullying. Fleksibilitas kognitif memungkinkan individu untuk melihat situasi dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi alternatif untuk mengatasi konflik, sehingga menunjukkan bahwa individu dengan fungsi eksekutif yang tinggi lebih mampu mengatasi stres dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari (Salmivalli, 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian adalah korelasional, dimana studi korelasinal memiliki tujuan agar dapat meninjau hubungan variabel satu dengan variabel lainnya yang sedang diteliti (Sahir, 2. Penelitian ini mengkaji hubungan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal 11 Februari 2025 hingga tanggal 18 Februari Pada penelitian ini, populasi yang ditetapkan oleh peneliti adalah siswa SMPN X di Lima Puluh Kota yang berjumlah 374 siswa berdasarkan data yang diperoleh dari pihak sekolah. Pada penelitian ini, probability sampling dipilih sebagai teknik sampling yang akan dipakai. Sampel dalam penelitian ini dengan sampling error 5% yaitu N = 194 siswa dapat dikatakan Dalam penelitian ini, data diambil dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara offline. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Variabel Keterangan 0,074 Normal Bullying Victimization Fungsi Eksekutif Hubungan Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization pada Siswa SMPN X di Lima Puluh Kota Berdasarkan tabel di atas, hasil uji normalitas yang telah dilakukan, nilai taraf signifikansi yaitu 0,074 . > 0,. yang berarti data pada penelitian ini berdistribusi normal. Uji Linearitas Tabel 2. Hasil Uji Linearitas Sum of Df Mean Squares Deviation from linearity 5173,395 Sig. 1,41 0,062 Square 112,465 Berdasarkan analisis uji linearitas pada tabel di atas, nilai signifikansi Deviation from Linearity menunjukkan nilai nilasi sig 0,062 . > 0,. Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel bullying victimization dengan fungsi eksekutif. Uji Hipotesis Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Variabel Koefisien Keterangan Berhubungan Correlation Bullying Victimization Fungsi Eksekutif Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,000, yang mana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 . ,000<0,. , yang menunjukkan bahwa uji hipotesis dalam penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan. Jika nilai Pearson makin mendekati -1 atau 1, semakin kuat pula hubungan antara kedua variabel. Tanda positif ( ) menandakan bahwa hubungan tersebut bersifat searah. Sedangkan tanda negatif (-) menunjukkan hubungan tersebut berbanding terbalik (Malay, 2. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi . sebesar -0,863. Angka tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat negatif antara variabel bullying victimization dengan variabel fungsi eksekutif. Karena koefisien korelasi bernilai negatifberarti hubungan kedua variabel tersebut bersifat berbanding terbalik. Berdasarkan uji hipotesis tersebut, hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara bullying victimization dengan fungsi eksekutif pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Pembahasan Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota. Berdasarkan hasil temuan analisis korelasi pada penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat hubungan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization pada SMPN X di Lima Puluh Kota, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,00 . <0,. , yang berarti penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang ada, yaitu terdapat hubungan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization SMPN X di Lima Puluh Kota. Penelitian ini menunjukkan korelasi yang negatif yaitu r = -0,863. Artinya, apabila fungsi eksekutif pada victim di SMPN X Lima Puluh Kota berada pada kategori rendah maka intensitas bullying victimization pada korban menjadi kuat dan sebaliknya, apabila fungsi eksekutif pada victim di SMPN X Lima Puluh Kota pada kategori tinggi maka intensitas bullying victimization pada korban menjadi lemah. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota. Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya, menurut Zelazo. Blair, & Willoughby . fungsi eksekutif yang rendah sering kali membuat individu mengalami kesulitan dalam beberapa area penting, individu cenderung bereaksi secara impulsif dan sulit menahan dorongan untuk bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, seperti individu langsung membalas komentar negatif dari teman tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya. Selain itu, individu kesulitan dalam mengatur waktu dan merencanakan tugas-tugas jangka panjang. Fungsi eksekutif itu sendiri merupakan serangkaian fungsi top-down dan proses psikologis yang saling terkait, yang penting untuk melakukan suatu aktivitas dengan sukses dan menyelesaikan situasi baru ketika bertindak secara otomatis atau mengandalikan insting akan menjadi tidak bijaksana, tidak memadai, atau tidak diterima dalam lingkungan (Diamond & Ling, 2. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan fungsi eksekutif yang rendah sering kali mengalami masalah dalam hubungan sosial dan prestasi akademik, karena tidak mampu mengelola emosi atau menyelesaikan tugas dengan efektif (Zelazo et al. , 2. Sebaliknya. McQuade . menjelaskan bahwa victim dengan fungsi eksekutif yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola hubungan sosial dan menghindari perilaku agresif, mampu menggunakan keterampilan sosial untuk berkomunikasi secara efektif tentang pengalaman, mencari dukungan dari teman sebaya atau otoritas, serta mengelola emosi dengan cara yang Bullying victimization merupakan pengalaman individu dari tindakan negatif yang didapatkan dari satu orang atau lebih berulang kali dari waktu ke waktu dengan sengaja untuk Hubungan Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization pada Siswa SMPN X di Lima Puluh Kota mencederai atau membuat ketidaknyamanan bagi korban (Smith et al. , 1. Dalam situasi bullying, fungsi eksekutif ini dapat membantu victim untuk menganalisis bagaimana mereka dapat menanggapi bullying dengan cara yang dapat diterima secara sosial ataupun meminta bantuan bila perlu, seperti mencari bantuan alih-alih tetap diam atau bereaksi agresif, yang kemudian dapat mengurangi berlanjutnya korban bullying (McQuade, 2. Fungsi eksekutif yang tinggi dapat membantu mengurangi kemungkinan victim akan bereaksi dengan suasana hati depresif (Morea & Calvete, 2. Fungsi eksekutif yang tinggi dapat mengembangkan pemikiran yang lebih fleksibel untuk mempertimbangkan pembalasan sebagai bentuk pembelaan diri yang umum, namun jika lemah menunjukkan perilaku tidak teratur dan impulsif, sering menanggapi perilaku teman secara agresif dan merespon agresi secara tidak efektif, atau kurang memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah interpersonal (Hussein, 2. Dengan kata lain, pengelolaan emosi dan kontrol diri yang lebih baik membantu mereka untuk menghindari situasi yang dapat mengarah pada bullying. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jenskin. Tennant, & Demaray . menemukan bahwa bullying victimization memiliki pengendalian fungsi eksekutif yang rendah, yang meliputi rendahnya kemampuan untuk pemantauan diri, regulasi emosi, inisiasi serta penghambatan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Verlinden et al . alam Jenskin et al. , 2. ditemukan bahwa bullying victimization mengalami hambatan fungsi eksekutif dalam mengelola risiko, sehingga victim cenderung diam dan menerima bullying untuk menghindari potensi risiko yang dapat menimpa diri mereka. Menurut Gunnar. Sebanc. Tout. Donzella dan Van Dulmen . menjelaskan individu dengan fungsi eksekutif yang tinggi yang ditandai dengan memiliki kontrol diri yang lebih kuat dan pada umunya disukai oleh lingkungannya atau teman sebayanya, dengan demikian lebih sedikit untuk ditolak atau menjadi victim. Kemampuan dalam penyesuaian sosial yang lebih baik ditunjukkan di antara individu dengan fungsi eksekutif yang lebih tinggi, sebagian menjelaskan bahwa individu dengan fungsi eksekutif yang lebih tinggi mampu menggunakan metode konstruktif yang lebih disukai oleh lingkungannya atau teman McKown. Gumbiner. Russo, dan Lipton . menjelaskan bahwa individu dengan pengaturan diri yang lebih baik secara sosial, memungkinkan hubungan antar teman lebih berkualitas, sehingga memiliki peluang yang kecil untuk menjadi bullying victimization. Berdasarkan kategorisasi bullying victimization, mayoritas siswa SMPN X di Lima puluh kota berada pada kategori sedang. Sejalan dengan Ballerina dan Immanuel . juga menemukan bullying victimization pada kategori sedang, dimana siswa mendapatkan bullying Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. lebih sering secara fisik dan verbal seperti ejekkan panggilan dan fisik, kemudian dipukul serta jitakan di kepala. Bullying victimizationn pada penelitian ini dengan kategori sedang yang sering dialami oleh siswa seperti dipandang sinis, diejek, serta tindakan agresif seperti dilempari barang dan didorong. Berdasarkan data dari bullying victimization yang dialami oleh siswa, tindakan yang paling sering diterima yaitu pada bentuk fisik dan verbal. Menurut Smirt et al. verbal melibatkan dihina, diancam, disebarkan rumor untuk mempermalukan korban, serta diejek. Physical melibatkan fisik diantaranya, dipukul, ditendang, dijambak dan didorong. Salah satu alasan remaja menjadi korban bullying karena proses perkembangan sosial Menurut Santrock . alam Sulistianingsih. Pasca Rini, dan Saragih, 2. perkembangan sosial emosional melibatkan perubahan pada remaja dalam mengelola emosi pribadi, hubungan dengan sesama, dan interaksi dengan lingkungan sosial. Remaja yang tidak dapat mengatasi dengan baik proses perkembangan emosional dan sosial, cenderung mengalami perubahan ke arah negatif, salah satunya seperti kesulitan dalam memahami perasaan orang lain. Menurut Buss dan Perry . , bullying merupakan perilaku atau kecenderungan yang dimiliki seseorang dengan tujuan untuk melukai orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Berdasarkan hasil kategorisasi fungsi eksekutif yang diperoleh dari penelitian ini yaitu berada pada kategori sedang. Sejalan dengan penelitian Linggi . fungsi eksekutif berada pada kategori sedang, dimana siswa mampu untuk mengingat, memahami, dan memecahkan Pada penelitian ini fungsi eksekutif ditunjukkan dengan siswa bersedia membantu teman, mendengakan pendapat teman, berpikir untuk masa depan dan belajar dari kesalahan. Menurut Spinella . salah satu bentuk fungsi eksekutif dengan menunjukkan perilaku seperti perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap apa yang dialami oleh orang lain, menunjukkan kemampuan individu dalam memahami motivasi dibalik permasalahan yang Kemudian fungsi eksekutif juga menunjukkan kemampuan individu terhadap dorongan perilaku, tingkat aktivitas, dan minat terhadap hal-hal baru. Hubungan Fungsi Eksekutif dengan Bullying Victimization pada Siswa SMPN X di Lima Puluh Kota KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini, serta uji hipotesis mengenai hubungan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota. Fungsi eksekutif pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota berada pada kategori sedang Bullying victimization pada siswa SMPN X di Lima Puluh Kota berada pada kategori Terdapat hubungan antara fungsi eksekutif dengan bullying victimization SMPN X di Lima Puluh Kota dengan nilai signifikansi 0,000 Saran Saran peneliti terkait temuan penelitian yang telah dilakukan, yaitu: Bagi siswa penelitian Siswa penelitian yang berada pada situasi bullying diharapkan untuk mencari dukungan dari teman, keluarga atau guru yang dapat dipercaya, sehingga siswa dapat berbicara tentang apa yang dialami dan merasa tidak sendirian. Kemudian siswa diharapkan untuk berlatih respons tenang ketika dalam situasi sedang dibully, latihan untuk merespon bullying dengan tetap tenang seperti tetap rileks, dengan tarikan nafas dan berfikir dengan tenang untuk menanggapi bullying dengan lebih baik dan diterima oleh sekitarr. Hal ini membantu siswa untuk mengendalikan reasksi terhadap bully dan membuat keputusan yang lebih baik. Siswa juga dapat mengikuti ekstrakulikuler yang melibatkan kerja sama dan interaksi sosial seperti pramuka, olahraga tim yang dapat meningkatkan fungsi eksekutif dalam empati, pengendalian diri, pengambilan keputusan serta pengaturan emosi. Bagi sekolah Berdasarkan penelitian ini mengenai bullying victimization dan fungsi eksekutif pada siswa, peran sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan fungsi eksekutif siswa. Sekolah dapat memberikan informasi dan menganalisis masalah terkait bullying victimization yang masih terjadi, serta membentuk sebuah solusi yang tepat berdasarkan pengembangan fungsi eksekutif. Sekolah dapat menerapkan kebijakan anti bullying dengan tegas, termasuk membuat sistem pelaporan yang aman dan mudah diakses oleh siswa. Sekolah juga dapat melakukan sosialisasi terkait dampak negatif bullying kepada siswa. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Dalam meningkatkan fungsi eksekutif, sekolah dapat menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok. Selain itum permainan strategi dapat digunakan untuk mendukung siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Sekolah juga diharapkan menyediakan dukungan psikologis bagi siswa dalam mendampingi siswa yang mengalami bullying serta siswa yang kesulitan dalam fungsi eksekutif mereka. Bagi peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang berminat melakukan penelitian dengan topik serupa di masa depan, diharapkan untuk mendalami bullying victimization pada sisi korban dan fungsi eksekutif dari sisi pelaku dan pengamat, sehingga mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai tema yang serupa pada siswa SMP. DAFTAR PUSTAKA