Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. ANALISIS DAN SIMULASI PENGUJIAN SERANGAN KEAMANAN ANDROID MENGGUNAKAN PENETRATION TESTING DENGAN PHONESPLOIT ANALYSIS AND SIMULATION OF SECURITY ATTACK TESTING ON ANDROID USING PENETRATION TESTING WITH PHONESPLOIT Nurhamzah Juniansyah1. Dayan Singasatia2 & Yusuf Muhyidin3 1,2,3 Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana njuniansyah23@gmail. com1, daysinga@yahoo. com2, yusufkaito15@gmail. Corresponding author: njuniansyah23@gmail. Abstrak. Di era kemajuan teknologi yang semakin pesat, kebutuhan akan layanan internet terus meningkat setiap harinya, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan yang mendesak. Hal ini mendorong pemilik fasilitas umum untuk menyediakan layanan internet berupa Wi-Fi yang dapat di akses oleh publik. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, hal ini memicu permasalahan baru yaitu serangan hacker yang dapat menyusup pada jaringan internet di fasilitas Melihat permasalahan tersebut, penulis mencoba melakukan analisis dan pengujian tentang bagaimana melakukan simulasi penetrasi terhadap perangkat smartphone android dengan menggunakan tools Phonesploit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan simulasi serangan berdasarkan kasus nyata yang dipraktikkan oleh hacker dalam mengeksploitasi perangkat Smartphone Android. guna mengetahui dampak yang terjadi pada perangkat Android pasca serangan serta menuangkan hasilnya dalam bentuk data hasil pengujian. Penelitian ini menggunakan perangkat virtual yang digunakan sebagai media uji coba yaitu berupa Emulator Android, untuk menciptakan lingkungan yang terisolasi dan mencegah potensi kerusakan perangkat fisik yang disebabkan oleh aktivitas serangan yang dilakukan. Di akhir penelitian, hasil dari penelitian ini berupa data analisis perilaku perangkat emulator android setelah dilakukan uji coba simulasi Data hasil analisis tersebut mencakup identifikasi perilaku perangkat emulator android dan dokumentasi kerentanan perangkat yang ditemukan selama periode serangan. Kata kunci : Smartphone Android. Penetration Testing. Phonesploit. Abstract. In the era of rapidly advancing technology, the demand for internet services continues to increase daily, both for personal needs and urgent work requirements. This drives the owners of public facilities to provide internet services in the form of Wi-Fi accessible to the public. Over time, and with technological developments, this has led to a new problem: hacker attacks that can infiltrate the internet networks in these facilities. In response to this issue, the author conducted an analysis and testing to simulate penetration attacks on Android smartphones using the PhoneSploit tool. The aim of this research is to simulate attacks based on real cases practiced by hackers to exploit Android smartphones, to observe the impact on the devices after the attacks, and to document the results in the form of test data. This study utilizes a virtual device, specifically an Android emulator, as the testing medium to create an isolated environment and prevent potential damage to physical devices caused by the attacks. At the conclusion of the research, the results include an analysis of the emulatorAos behavior after the attack simulation. The data from the analysis covers the identification of the emulator's behavior and documentation of the device's vulnerabilities discovered during the attack period. Keywords: Android Smartphone. Penetration Testing. Phonesploit Pendahuluan Penggunaan layanan internet telah menjadi semakin umum dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan berjalannya waktu, saat ini perkembangan teknologi semakin pesat, dan salah satunya adalah smartphone. Telepon genggam yang telah dilengkapi dengan sistem operasi yang dapat melakukan beberapa fungsi layaknya personal komputer, salah satu kegunaannya adalah akses internet. Orang-orang dapat mengakses internet kapanpun dan dimanapun dengan adanya Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. internet (Anggraini et al. , 2. Pada sisi lain, penggunaan internet yang nyaris tanpa kendali menyebabkan berbagai tindak kejahatan di dunia maya, angka kejahatan online alias cybercrime telah menjadi tren baru di banyak Negara saat ini, termasuk di Indonesia. (Fitriani & Pakpahan, n. Indonesia menempati peringat ketiga dalam hal serangan cybercrime dimana 41,14 % pengguna mobile terkena serangan cybercrime. Peringkat pertama diduduki Iran, dimana separuh lebih pengguna seluler di negara tersebut . ,25%) terkena serangan cybercrime. Di bawahnya muncul negara Bangladesh dimana . , 76%) pengguna seluler terkena serangan(Setiawan, 2. Dilansir dari situs web : https://cyberthreat. id/ AuMenurut VashTheStampede, juga seorang peneliti keamanan siber independen, dirinya membagikan informasi di Twitter agar pengguna Android bisa lebih berhatihati. Jangan asal menghubungkan ponsel ke jaringan wi-fi publik gratis. Mengapa? Menurut dia, tidak semua router yang dipasang di publik di-setting secara aman. AuJika router wi-fi dinyalakan, kemudian WPS (Wi-Fi Protected Setup ) diatur asal-asalan, kadang malah tidak dikasih password, itu sangat rentan disusupi penyerang,Ay(Nugroho, 2. Kajian Pustaka Penelitian sebelumnya Jurnal penelitian dengan judul AuImplementasi Hacking Wireless Dengan Kali Linux Menggunakan Kali NethunterAy menjelaskan tentang bagaimana melakukan penetrasi perangkat Smartphone Android pada jaringan Wireless menggunakan Kali Linux dengan menggunakan Toolkit Kali Nethunter. Tujuan penelitian ini didasarkan pada identifikasi masalah yang dibahas, yaitu membuat sebuah system Hacking Wireless untuk mendapatkan sebuah password pada jaringan wireless tersebut dengan tujuan untuk melakukan pengujian kerentanan sistem keamanan pada Smartphone Android (Rahmadani, 2. Internet Internet adalah kumpulan atau jaringan dari komputer yang ada di seluruh dunia. Internet . ependekan dari interconnection networkin. secara harfiah ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggun(Gani, 2. akan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia (Saroji, 2. Adanya teknologi informasi seperti internet telah membuka mata dunia akan sebuah dunia, interaksi dan market place baru serta sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Dunia dalam internet disebut juga dengan dunia maya . (Gani, 2. Arsitektur TCP/IP Standar dalam komunikasi diperlukan untuk dapat dimengerti oleh dua atau lebih perangkat atau end device agar perangkat dapat berkomunikasi satu dengan yang lain, seperti halnya manusia menggunakan bahasa agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan manusia lainnya. tersebut dikatakan sebagai protokol dalam sebuah jaringan. pada jaringan terdapat kumpulan perangkat protokol yang terdiri dari dua protokol utama yakni TCP/IP. Transmission Control Protocol (TCP) Transmission Control Protocol atau TCP adalah sebagian dari TCP/IP yang digunakan beriringan dengan Internet Protokol (IP) dalam melakukan transfer data dalam bentuk pesan dari perangkat komputer ke internet juga sebaliknya Transfer data tersebut dapat dilakukan karena protokol ini akan meminta konfirmasi ketika selesai mengirimkan data agar memberi kepastian bahwa data yang ditransfer telah sampai pada tujuan. setelah itu TCP melakukan retransmission atau mengirimkan data urutan selanjutnya (Ardhiansyah. Internet Protocol (IP) Internet Protocol (IP) adalah bagian dari TCP/IP yang mengatur cara agar data dapat dikenal dan dapat dikirim dari satu komputer ke komputer lainnya sampai akhirnya dapat tercapai tujuan pada suatu jaringan komputer. IP memiliki karakteristik connectionless protocol, yang berarti IP tidak melakukan pendeteksian recovery dan kesalahan, atau menukar pengendalian informasi untuk membuat koneksi sebelum pengiriman data. koneksi yang baru terjadi jika dilakukan proses tadi. karena itu dalam persoalan ini. IP memiliki ketergantungan pada lapisan lain dalam proses yang akan dilakukannya. memiliki beberapa fungsi berdasarkan TCP/IP, yakni: Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Mendeskripsikan paket data sebagai dasar pada transmisi jaringan. Menenetapkan skema dari pengalamatan internet. Transfer data antara transport layer dan layer network access (Ardhiansyah, 2. Arsitektur Jaringan Internet Jaringan komputer merupakan kumpulan beberapa komputer . an perangkat lain seperti printer, hub, dan sebagainy. yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara ini bisa berupa media kabel atau pun media tanpa kabel. Informasi berupa data yang mengalir dari suatu komputer ke komputer lain sebagai masing-masing komputer yang terhubung bisa saling bertukar data (Butsianto & Purnamasari, 2. WAN (Wide Area Networ. WAN Merupakan jaringan yang lebih luas dibandingkan dengan MAN dan LAN. Biasanya WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer antar negara hingga benua. Agar jaringan dapat terhubung, maka diperlukan kabel fiber optik. Kabel tersebut biasanya ditanam di tanah ataupun dibawah laut. MAN (Metropolitan Area Networ. MAN menjadi jaringan yang memiliki jangkauan lebih sempit jika dibandingkan dengan WAN namun lebih luas jika dibandingkan dengan LAN. Teknologi yang digunakan pada MAN sudah lebih bagus jika dibandingkan dengan LAN. Cakupan yang lebih luas mendukung untuk menghubungkan jaringan komputer antar kota. Agar jaringan MAN dapat diterapkan, maka diperlukan operator Operator akan berperan menjadi penghubung antara jaringan komputer satu dengan jaringan komputer lainnya. LAN (Local Area Networ. LAN merupakan jenis dari arsitektur jaringan dimana jaringannya mencakup area lokal saja. Biasanya jaringan tersebut dimanfaatkan oleh orang yang berada di area LAN. Penggunaan LAN biasanya untuk menghubungkan perangkat ke internet yang memanfaatkan perangkat jaringan Terdapat beberapa contoh dari perangkat sederhana yang digunakan diantaranya Router. Hub. UTP dan Switch. Topologi Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. (Supriyadi et al. , 2. Jenis Ae jenis topologi yang digunakan pada umumnya yaitu : Topologi Star (Topologi Bintan. Topologi bintang adalah salah satu yang paling umum digunakan dalam jaringan komputer. Dalam topologi ini, setiap perangkat . eperti komputer, printer, atau perangkat jaringan lainny. terhubung ke satu titik pusat, yang dapat berupa switch atau hub. Topologi Ring (Topologi Lingkara. Topologi lingkaran adalah struktur jaringan di mana setiap perangkat terhubung langsung ke dua perangkat lainnya, membentuk struktur seperti lingkaran tertutup. Topologi Mesh (Topologi Jaringa. Dalam topologi mesh, setiap perangkat terhubung langsung ke setiap perangkat lainnya dalam Ini menciptakan banyak jalur komunikasi yang berbeda antar perangkat, yang menghasilkan tingkat redundansi yang tinggi. Dengan banyaknya rute yang tersedia, jika satu rute mengalami kegagalan, data dapat diarahkan melalui jalur lainnya. Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Cybercrime Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan mengancam keamanan data pengguna smartphone yang disebut dengan "Cyber Crime" atau kejahatan melalui jaringan Internet. Keamanan merupakan keadaan bebas dari bahaya. Keamanan diusahakan mempunyai unsur-unsur misal adanya proteksi, integritas, keaslian suatu data, dan mempunyai hak akses (Muhyidin et al. , 2022 ) Munculnya beberapa kasus "Cybercrime" di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam program computer (Ketaren, 2. Teknik serangan Man-in-The-Middle Teknik serangan Man in the Middle (MitM) merupakan jenis serangan siber di mana penyerang secara diam-diam menyisipkan diri di antara dua pihak yang berkomunikasi. Penyerang dapat memantau, mencegat, dan bahkan mengubah komunikasi antara kedua pihak tanpa sepengetahuan MitM adalah salah satu bentuk serangan yang sangat berbahaya karena dapat digunakan untuk mencuri informasi sensitif, seperti kata sandi, data kartu kredit, dan informasi pribadi lainnya (Mallik, 2. Gambar 1 Teknik Serangan Man in the Middle Phonesploit Phonesploit merupakan sebuah toolkit yang berfungsi untuk mengendalikan perangkat Android dari jarak jauh menggunakan Android Debug Bridge (ADB) melalui jaringan. Secara garis besar Phonesploit adalah alat yang memanfaatkan perintah ADB untuk melakukan berbagai tindakan pada perangkat Android yang terhubung, seperti mengambil screenshot, menginstal aplikasi, menarik dokumen dari perangkat yang terhubung, dan bahkan membuka shell command. Lingkungan Pengujian Pada penelitian ini, penulis melakukan serangan pada smartphone android dengan melakukan simulasi pada lingkungan virtual yang di atur sesuai dengan kondisi yang ada pada dunia nyata. Pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan media uji coba berupa emulator android yang berperan sebagai target serangan dan komputer virtual dengan sistem operasi linux yaitu Parrot OS yang didalamnya telah terinstal toolkit untuk melakukan pengujian serangan. Parrot OS Parrot OS adalah distribusi Linux yang berfokus pada keamanan yang sebanding dengan Kali OS. Ini didasarkan pada Debian Linux seperti banyak distribusi Linux lainnya, bersifat open-source dan gratis untuk digunakan. Parrot dirancang untuk menawarkan privasi, pengembangan, dan keamanan serta dilengkapi dengan berbagai alat dan perpustakaan keamanan digital dan forensik. Emmulator Android Secara singkat emmulator dapat diartikan sebagai suatu perangkat lunak . yang memungkinkan suatu sistem komputer (Hos. meniru fungsi sistem dari perangkat atau komputer lain (Gues. (Setiawan, 2. Sebagai bahan pengujian, penulis menyiapkan media Emulator Android dari Genymotion untuk mensimulasikan perangkat Android yang akan dijadikan target Emulator ini digunakan untuk menciptakan lingkungan pengujian yang aman dan Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. terkendali, di mana penulis dapat menjalankan berbagai skenario serangan tanpa risiko merusak perangkat fisik. Metode Penetration Testing Penetration testing juga dikenal sebagai ethical hacking, adalah operasi pada sistem komputer, jaringan, atau aplikasi web untuk menemukan celah yang dapat dieksploitasi oleh penyerang. Penetration testing dapat dilakukan dengan menggunakan file/aplikasi atau oleh individu. Sebelum melakukan pengujian, peneliti mengidentifikasi titik masuk potensial, mencoba masuk baik secara virtual maupun nyata, dan melaporkan hasilnya. Ini adalah prosedur untuk menilai keamanan suatu organisasi dengan mengeksploitasi kerentanan sedemikian rupa sehingga penyerang dapat mengeksploitasi mereka, sehingga mencegah dan mendokumentasikan proses serangan. (Arote & Mandawkar, 2. Gambar 2 Tahapan Metode Penetration Testing Pada kasus penetrasi perangkat di dunia nyata tepatnya di dalam lingkungan jaringan Wi-Fi Publik, pelaku hacker menggunakan toolkit atau program khusus yang dirancang untuk melakukan serangan terhadap calon korban, salah satunya yaitu Phonesploit. Penulis turut menggunakan toolkit tersebut untuk melakukan simulasi penetrasi perangkat untuk masuk ke dalam sistem operasi Emulator Smartphone Android. Tahapan Ae tahapan yang dilakukan untuk melakukan simulasi penetrasi perangkat dengan menggunakan metode Penetration Testing yaitu sebagai berikut : Gambar 3 Diagram Alir Kerangka Penelitian Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Persiapan Lingkungan Pengujian (Plannin. Instalasi dan konfigurasi Emulator Android Tahap ini melibatkan sejumlah langkah penting untuk memastikan bahwa lingkungan pengujian siap dan sesuai untuk melakukan penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lingkungan virtual berupa Emulator Smartphone Android dari Genymotion. serta melakukan konfigurasi yang sesuai agar dapat terhubung dengan sistem operasi linux. Dalam studi kasus ini peneliti menggunakan Parrot OS sebagai sistem operasi di dalam virtual box. Kebutuhan spesifikasi perangkat yang digunakan yaitu sebagai berikut : Tabel 1 Device Requirement Perangkat Emulator Prossecors 4 Core Memory size 2048 mb VM Heap size 256 mb Persiapan tools penetrasi . nstalasi Phonesploi. Sebagai alat uji coba serangan penetrasi, penulis melakukan instalasi toolkit yaitu Phonesploit yang di inistal ke dalam sistem operasi Parrot OS dan melakukan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan dari dokumentasi Phonesploit. Persiapan lingkungan pengujian termasuk instalasi aplikasi dan toolkit untuk kebutuhan penelitian penulis lampirkan pada bagian halaman Lampiran pada akhir laporan. Penentuan Target dan Pengumpulan Informasi (Scannin. Setelah melakukan Langkah Ae Langkah instalasi serta konfigurasi toolkit dan konfigurasi perangkat Emulator. Pada tahapan pemindaian, penulis melakukan perintah ADB Devices dan ADB Connect pada terminal komputer utama yang berperan sebagai Attacker. Tujuan nya yaitu untuk melakukan pemindaian terhadap perangkat yang terhubung pada komputer utama dan menginisiasi perangkat yang akan diserang. Tahap Serangan Man in the Middle (Gaining Acces. Peneliti mengatur jaringan virtual dalam Emulator menggunakan Parrot OS, untuk memastikan bahwa perangkat Emulator Android terhubung ke jaringan yang sama dengan sistem operasi yang digunakan oleh peneliti. sesuai skenario dalam kasus nyata, peneliti menempatkan diri di antara perangkat Emulator Android dan Sistem operasi Parrot OS yang terhubung pada jaringan virtual yang sama. Gambar 4 Skenario Serangan MITM Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Memastikan perangkat korban tetap terhubung (Maintaining Acces. Pada penggunaan sistem operasi Parrot OS. Terdapat satu perintah pada terminal yang dapat di eksekusi yaitu ADB Devices yang difungsikan untuk mengidentifikasi perangkat yang terhubung pada jaringan. Perintah ini menampilkan keterangan berupa daftar IP Address yang berperan sebagai indikator untuk mengetahui perangkat mana saja yang telah terhubung pada jaringan yang sama dengan yang digunakan oleh Attacker. Hal ini memudahkan Attacker untuk mengetahui koneksi terhadap perangkat korban yang akan, atau sedang diserang. Analisis Data dan Hasil (Analysi. Analisis real-time dari data yang dikumpulkan Semua data yang dikumpulkan selama serangan Man-in-the-Middle (MITM) dan pengujian Phonesploit disusun dan diorganisasi untuk analisis lebih lanjut. Ini mencakup paket data yang disadap, log aktivitas, tangkapan layar, dan hasil dari perintah yang dijalankan selama periode serangan. Analisis source code dari perintah serangan yang dilakukan. Peneliti memeriksa source code dari serangan yang dilakukan oleh Phonesploit secara detail untuk memahami fungsi-fungsi yang diimplementasikan dalam satu serangan. Tahap ini termasuk analisis terhadap skrip dan modul yang digunakan untuk eksploitasi perangkat Android. Hasil dan Pembahasan Bab ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai hasil implementasi yang diperoleh dari hasil analisis pengujian penetrasi keamanan Smartphone Android dengan menerapkan metode Penetration Testing dari mulai tahapan Scanning. Gaining Access. Maintaining Access, dan Analysis. tujuan utamanya adalah yaitu untuk mempraktikan serangan pada perangkat Emulator dan memaparkan source code yang bekerja dibalik setiap serangan. Penentuan Target (Scannin. Pada tahapan ini, dilakukan penentuan target serangan dengan melakukan pemindaian perangkat yang terhubung pada jaringan yang sama. Langkah pertama yaitu Menghubungkan IP Address Emulator Android ke sistem operasi linux menggunakan IP Address perangkat Genymotion dapat dilihat pada bar bagian atas pada tampilan emulator. Gambar 5 IP Address Perangkat Emulator Dengan menggunakan perintah adb connect [IP_ADDRESS] pada terminal, penulis menghubungkan Phonesploit ke emulator yang berjalan di Genymotion. Ini memungkinkan Phonesploit untuk berkomunikasi dengan perangkat target melalui jaringan. Gambar 5 Menghubungkan Perangkat Genymotion Menggunakan ADB Langkah selanjutnya yaitu Melakukan verifikasi Koneksi menggunakan perintah adb devices untuk memverifikasi bahwa emulator Android telah terhubung dan siap untuk diuji. Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Gambar 6 Verifikasi emulator Android Tahapan Serangan Man in the Middle (Gaining Acces. Pada menu terminal Parrot OS, lakukan perintah berikut : Gambar 7 perintah instalasi phonesploit pada terminal linux Maka akan muncul tampilan utama dari Phonesploit sebagai berikut : Gambar 8 Halaman Menu Utama Phonesploit Untuk mendapatkan akses pada perangkat yang korban, lakukan perintah hubungkan perangkat dengan mengetik menu 3 (Connect a new device. , jika perangkat korban berhasil terhubung maka akan muncul keterangan sebagai berikut. Gambar 9 Perangkat Emulator sudah terhubung dengan Phonesploit Setelah peragkat korban berhasil terkoneksi dengan Phonesploit, maka pada tahapan ini penulis dapat melakukan simulasi pengujian serangan berdasarkan perintah Ae perintah krusial yang biasa dilakukan oleh hacker dalam mengeksploitasi perangkat korban. Dengan melakukan salah satu perintah pada menu phonesploit yaitu tangkapan layar yang diinisiasikan sebagai perintah nomor 7. Screen shot a picture on a Phone. Pada perintah ini. Attacker melakukan serangan terhadap perangkat Emulator dengan melakukan perintah Berikut Langkah-langkah yang diterapkan : Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Gambar 10 Activity Diagram Perintah Screenshot Pada diagram di atas menceritakan tentang skenario bagaimana perintah serangan ini bekerja, yaitu pada Langkah pertama Attacker memasukan perintah nomor 7 untuk meninisiasi perintah serangan. Dilanjutkan dengan memasukan IP Address perangkat korban, setelah itu server virtual melakukan verifikasi terhadap permintaan yang datang dari arah Attacker. Jika perangkat korban tidak terhubung dengan server virtual melalui ADB. Maka perintah akan gagal di eksekusi. Jika perangkat korban terhubung, maka secara otomatis perangkat korban akan melakukan tangkapan layar secara Backdoor, lalu proses serangan diakhiri dengan menentukan direktori untuk menyimpan hasil tangkapan layar pada perangkat komputer Attacker. Gambar 11 Command Shell no. 7 Screen Shot on a phone Pada gambar diatas menunjukan di sisi kanan merupakan tampilan perangkat korban sedang mengakses galeri dan menampilkan sebuah file gambar. Sedangkan di sisi Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. kiri menunjukan bagaimana proses eksekusi perintah yang dilakukan untuk melakukan tangkapan layar. Perintah tangkapan layar pada command shell phonesploit berhasil di eksekusi dan disimpan pada direkori linux /home/user/Downloads Gambar 12 Hasil perintah tangkapan layar berhasil dieksekusi Pada gambar di atas menunjukan hasil dari perintah tangkapan layar berhasil di eksekusi dan disimpan di dalam direktori yang sudah ditentukan. Memastikan Koneksi Perangkat Korban (Maintaining Acces. Pada tahapan ini, penulis melakukan pengecekan terhadap perangkat yang terhubung pada jaringan. Tujuan nya untuk mengetahui koneksi antara Phonesploit dengan perangkat Emulator tetap terhubung atau terputus. Tindakan ini diperlukan untuk menjaga koneksi antar jaringan. Karena jika jaringan tidak saling terhubung antara Phonesploit dengan perangkat Emulator, maka sesi penetrasi akan berakhir. Dan untuk melanjutkan sesi serangan maka harus melakukan rekoneksi terhadap kedua perangkat tersebut. Gambar 13 Perintah no. 1 Show Connected Devices Pada gambar di atas, dapat dilihat perangkat emulator dengan keterangan nama perangkat Nexus_5 dan Alamat IP Address 192. 107 dengan port 5555 sedang terhubung dengan Phonesploit Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Analisis data dan Hasil (Analysi. Dalam studi kasus simulasi pengujian serangan terhadap perangkat menggunakan media emulator ini, terdapat beberapa hasil dari pengujian serangan yang berdampak pada perangkat emulator yang dapat dirasakan oleh penulis pada perangkat emulator selama masa pengujian yaitu sebagai berikut : Penurunan Kinerja Sistem Dampak yang dapat dirasakan dengan jelas yaitu menurunnya kinerja pada sistem operasi emulator, yaitu perangkat emulator menjadi lambat dalam merespon perintah . agging/hangin. , butuh beberapa detik hingga menit hanya untuk sekedar berpindah halaman pada menu perangkat emulator dan bahkan tidak merespon perintah sama sekali . Hal ini disebabkan karena adanya aktivitas tidak sah yang terjadi dibalik tampilan utama perangkat emulator . yang mengganggu kelancaran sistem operasi dalam merespon perintah atau aktivitas yang dilakukan oleh penulis. Peningkatan Penggunaan Sumber Daya Selain menurunnya kinerja, pada perangkat emulator tersebut juga menunjukkan peningkatan penggunaan sumber daya sistem seperti CPU. RAM, dan baterai. Hal ini disebabkan oleh proses yang berjalan di latar belakang yang dikendalikan oleh penyerang, aktivitas ini menguras sumber daya sistem secara keseluruhan disertai dengan menurunnya kinerja perangkat. Anomali Adanya Anomali atau file tidak dikenal pada direktori perangkat selama pengujian yang disebabkan oleh serangan yang dilakukan oleh penulis. Gambar 14 Kondisi direktori Emulator pasca serangan Pada gambar tersebut, dapat dilihat dokumen hasil dari pengujian Screenshot dan Screen Record turut tersimpan pada direktori perangkat Emulator. Dengan mengenali dampak-dampak tersebut, penulis dapat lebih memahami dampak yang terjadi pada perangkat Smartphone Android berdasarkan hasil uji coba pada perangkat Emulator. Pada kasus nyata, dampak yang terjadi kemungkinan tidak akan jauh berbeda dari hasil pengujian pada hasil penelitian ini, dikarenakan perangkat Emulator yang berperan sebagai bahan uji coba memiliki spesifikasi dan sistem operasi yang sama dengan perangkat Smartphone Android yang sesungguhnya. Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,584-596,DOI 10. 51132/teknologika. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian dari simulasi serangan yang dilakukan, terdapat beberapa kesimpulan selama periode serangan yang dilakukan terhadap perangkat Emulator Android yaitu sebagai berikut : Pada penelitian ini penulis berhasil melakukan pengujian simulasi serangan terhadap perangkat emulator android dengan menggunakan toolkit Phonesploit pada sistem operasi Parrot OS. Selama periode serangan penulis berhasil melakukan eksploitasi terhadap direktori maupun sistem operasi pada Emulator. Pada pengujian tersebut dapat disimpulkan perangkat emulator Android dengan spesifikasi tersebut dapat dengan mudah di eksploitasi dan cenderung memiliki keamanan perangkat yang kurang memadai. Hasil dari pengujian ini berdampak pada kinerja sistem operasi yang menurun, ditandai dengan terjadinya Lagging pada perangkat Emulator dikarenakan akses Backdoor selama periode serangan. Penulis berhasil melakukan pengujian keamanan dengan menyusupkan dokumen berupa malware untuk menguji keamanan perangkat Emulator. Hasil yang didapat yaitu Malware tersebut dapat dengan mudah masuk ke dalam direktori Emulator. Hasil dari perintah yang dilakukan selama periode serangan seperti melakukan perekaman layar, tangkapan layar. Selain tersimpan pada direktori komputer Attacker. Dokumen Ae dokumen tersebut juga tersimpan pada direktori perangkat emulator. Sehingga dapat memenuhi ruang direktori pada perangkat tersebut. Referensi