Jurnal Agroteknologi. Vol. 14 No. Februari 2024: 63Ae 72 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . PENGARUH WARNA LIGHT EMITTING DIODE (LED) TERHADAP MORFOGENESIS EKSPLAN KALUS ASAL BULBIL BAWANG PUTIH SANGGA SEMBALUN SECARA IN-VITRO (The Influence of Light Emitting Diode (LED) Colour on The Morphogenesis of Callus Explant Derived from Garlic Bulb Sangga Sembalun In-Vitr. SINDI RAMADANI1. NILLA KRISTINA1*. AUZAR SYARIF1. ELARA RESIGIA1 Program Studi Agroteknologi. Departemen Agronomi. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Kota Padang. Sumatera Barat. Indonesia *E-mail: nillakristina@agr. ABSTRACT Garlic is one of essential commodity in Indonesia but many farmer is not interested in cultivating it because the production was low. This is effect from using small and not uniform cloves. One of the way to improve the quality of garlic seed bulbs is seed propagation through tissue culture techniques to get the bigger and uniform cloves. But first the callus has to become a plantlet. Using the appropriate colour spectrum of light is one way to stimulate explant morphogenesis. The aim of this study was to obtain the best LED colour in the morphogenesis of garlic callus This study used a completely randomized design with three treatment levels: red, blue and white. The F-test was used to analyse observational data at 5% level, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Based on the research, it can be concluded that different LED colour treatments have different effects on the morphogenesis of garlic callus explants. Blue LED is an effective light colour for increasing the percentage of explants forming embryogenic callus, increasing the percentage of explants forming shoots, having the highest rate of increase in the number of shoots per explant per week and also being able to form roots, although the number of roots is lower than under red LED. Different LED colours did not make a difference in root emergence time and root length, but red LEd significantly increased root growth per explant each week compared to other LED colours. Keywords : LED colour, morphogenesis, tissue culture PENDAHULUAN Bawang putih merupakan komoditas hortikultura penting yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak dan mengobati beberapa jenis penyakit. Menurut Lisiswanti and Haryanto . , bawang putih telah dievaluasi khasiatnya dalam berbagai hal, seperti pengobatan hipertensi, kolesterol, diabetes, rheumatoid arthritis, demam atau aterosklerosis sebagai obat pencegahan, serta penghambat pertumbuhan tumor. Impor bawang putih meningkat setiap tahunnya, sedangkan produksi bawang putih dalam negeri masih rendah dan cenderung menurun. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik . , produksi bawang putih Indonesia pada tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya menjadi 44. 647 ton, sedangkan impor bawang putih mencapai 284. Beberapa kendala pengembangan bawang putih adalah ukuran umbi dan siung varietas unggul nasional cenderung kecil menyebabkan produksi umbi menjadi rendah dibandingkan bawang putih impor dan kebanyakan siung sulit untuk dikupas. Sebaliknya, bawang putih impor memiliki keunggulan seperti produktivitas tinggi, siung dan umbi besar serta seragam sehingga lebih menarik bagi konsumen dan petani. Selain itu, selama ini benih diperbanyak secara konvensional menggunakan siung dari umbi yang diproduksi sebelumnya dengan ukuran siung pada setiap umbi berbeda-beda menyebabkan hasil tidak seragam. Penggunaan umbi hasil pertanaman sebelumnya secara terus menerus juga memungkinkan terjadinya transfer virus dan patogen ke generasi selanjutnya yang dapat berdampak pada penurunan produksi bawang putih. Bawang putih Sangga Sembalun merupakan varietas unggul nasional yang berasal dari daerah Sembalun Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat (Menteri Pertanian 1. Varietas Sangga Sembalun ditanam didaerah tropis dengan ketinggian 800-1200 meter di atas permukaan Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. laut dengan suhu yang tidak terlalu rendah. Umur panen varietas ini yang hanya berkisar 100115 HST . ari setelah tana. lebih disukai oleh petani dibandingkan varietas berumur panjang. Bawang putih Sangga Sembalun memiliki aroma yang khas yaitu sangat tajam dan tekstur yang keras dibandingkan varietas impor. Hal ini berarti varietas tersebut mengandung senyawa organosulfur yang mengandung belerang lebih tinggi dibandingkan varietas impor (Hernawan and Setyawan 2. Keunggulan lain yang dimiliki varietas ini adalah memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap cendawan Alternaria sp dan Puccinin sp (Menteri Pertanian 1. Meskipun banyak keunggulan tetapi berdasarkan penelitian Sulistyaningrum et al. ternyata berat rata-rata umbi varietas sangga sembalun hanya sebesar 9. 1 g, dimensi umbi sangga sembalun hanya berukuran 3. 02 cm x 2. 42 cm dengan berat siung 0,79 g per siung sementara bobot siung varietas impor (GBL) jauh lebih tinggi 2. 5 sampai 6 g per siung. Kristina et al. mendapatkan diameter umbi Sangga Sembalun yang lebih besar dari 3. 90 cm hanya sekitar 45% pada dosis NPK 900 kg/ha yang berarti persentase ini masih rendah. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan inovasi agar mendapatkan varietas Sangga Sembalun yang mempunyai umbi dan siung yang lebih besar. Salah satu caranya adalah dengan menghasilkan bibit unggul (Luz et al. Bibit unggul dapat diproduksi melalui perbanyakan benih menggunakan teknik kultur jaringan atau perbanyakan in vitro. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan vegetatif untuk memperoleh benih unggul dalam jumlah banyak, bebas virus dan patogen, dalam waktu relatif singkat serta tidak membutuhkan lahan yang luas (Rosmaina et al. Espinosa-Leal et al. Proses mendapatkan bibit yang unggul secara invitro membutuhkan pengaturan aktivitas morfogenesis eksplan. Morfogenesis eksplan dipengaruhi oleh keseimbangan zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin dan auksin. Aplikasi zat pengatur tumbuh baik eksogen maupun endogen menentukan arah pengembangan kultur (Ivanchenko et al. Park et al. Salah satu jenis sitokinin yang digunakan untuk morfogenesis eksplan adalah BAP . -Benzyl Amino Purin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fauziah et al. , 2 ppm BAP dikombinasikan 1 ppm NAA adalah yang terbaik dalam menginduksi tunas bawang putih secara in vitro. Selain ZPT, cahaya sangat penting untuk keberhasilan kultur jaringan. Tumbuhan dapat memanfaatkan spektrum cahaya tampak, mulai dari 400 nm hingga 700 nm (Hopkins & Hyner Cahaya biru . -520 n. merupakan kualitas cahaya yang paling efektif untuk merangsang pertumbuhan tunas, sedangkan pembentukan akar dirangsang oleh cahaya merah . -740 n. dan sedikit cahaya biru karena warna cahayanya mudah diserap oleh tanaman (Yuniardi 2. Ermawati et al. menyatakan bahwa tanaman krisan yang diberi cahaya dapat mempercepat pertumbuhan batang hingga 17. 6 cm, warna cahaya biru menghasilkan tinggi batang 15 cm, dan warna cahaya kuning mencapai 11 cm. Nhut et al. melaporkan efek berbeda dari berbagai sumber cahaya pada kultur in vitro Panax vietnamensis. Mereka menemukan bahwa LED kuning meningkatkan berat segar dan kering kalus selama tiga bulan. Apabila menggunakan kombinasi 60% LED merah dan 40% LED biru, sebagian besar kalus embriogenik berkembang menjadi tanaman, menghasilkan 11. 21 plantlet per eksplan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna cahaya LED di ruang kultur terhadap morfogenesis eksplan kalus bawang putih pada media MS BAP 2. 5 ppm NAA 0. Manfaat dari penelitian ini adalah memberi informasi ilmiah kepada praktisi kultur jaringan mengenai pengaruh cahaya dalam morfogenesis kalus bawang putih. Harapannya dengan adanya penelitian ini bisa menjadi pedoman bagi peneliti-peneliti sesudahnya dan menjadi salah satu langkah membantu pemerintah dalam membangun kemandirian pangan. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2022. Bahan dan Alat Bahan tanam . yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalus bawang putih varietas Sangga Sembalun. Kalus ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati . dengan sumber eksplan bulbil bawang putih. Kalus tersebut diinisiasi menggunakan media 2. 4-D dan kinetin. Bahan kimia yang digunakan adalah : media MS (Murashige dan Skoo. , sukrosa, pure agar. BAP. NAA, kinetin, 2. 4-D. HCL/NaOH, alkohol 70%, alkohol 96%, bayclin (Natrium Hipoklori. untuk sterilisasi eksplan, aquades steril, plastik kaca untuk menutup botol, plastik wrap, karet gelang, kertas HVS dan aluminium foil. Jurnal Agroteknologi. Vol. 14 No. Februari 2024: 63Ae 72 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . Alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya lampu Light Emite Dioda (LED), digital timer, autoklaf, oven, laminar air flow cabinet, hotplate, magnetic stirrer, erlenmeyer, gelas piala, timbangan analitik, pipet mikro, botol kultur, rak kultur, batang pengaduk, petridish, labu ukur berbagai ukuran, gunting, pinset, spatula, tabung reaksi, bunsen, scalpel, cutter, plastik hitam, handsprayer, kertas label, kertas lakmus, kamera, dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan lampu LED dengan warna cahaya yang berbeda yaitu lampu LED merah, lampu LED biru dan lampu LED putih. Lampu LED yang digunakan memiliki daya 18 watt, bodi aluminium sebagai pendingin . eredam pana. , dan dimensi lampu 30 cm x 5 cm per lampu. Flux cahaya per lampu adalah 1125 lumen. Jumlah lampu yang digunakan yaitu 5 lampu LED merah, 5 lampu LED biru dan 5 lampu LED putih. Penyiapan Explan dan Media Kultur Eksplan yang digunakan adalah kalus dari hasil penelitian sebelumnya. Kalus tersebut dipilih yang terbaik berwarna putih kekuningan kemudian disubkultur dan diperbanyak dengan menggunakan media MS 0 selama lebih kurang 2 bulan. Kalus hasil subklutur dipotong sama besar . 5 m. untuk dimasukkan ke dalam botol yang sudah berisi media MS BAP 2. 5 ppm NAA 0. 1 ppm. Kalus tidak diberi perlakuan sterilisasi eksplan dikarenakan berasal dari kondisi yang sudah aseptik. Metode Penelitian Percobaan ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu warna cahaya yang terdiri dari 3 taraf yaitu merah, biru, dan putih. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 15 satuan Masing-masing satuan percobaan terdapat 4 botol kultur, sehingga jumlah botol kultur yang digunakan adalah 60 botol. Pada masing-masing botol kultur ditanam 1 eksplan. Peubah yang diamati pada penelitian ini diantaranya persentase kalus embriogenik, persentase eksplan membentuk tunas dan akar, laju pertumbuhan jumlah tunas dan tinggi tunas yang diamati dari 1 MST hingga 10 MST. Analisis data Data pengamatan dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Data dalam persentase ditransformasikan menggunakan Arcsin Oo. % 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase Kalus Embriogenik Gambar 1. menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan eksplan selama penelitian yang sesuai dengan pernyataan Yelnititis . , embriogenesis somatik in vitro melewati dua fase utama. Fase pertama menunjukkan terjadinya diferensiasi sel-sel somatik membentuk selsel embriogenik, diikuti dengan proliferasi sel-sel embriogenik tersebut membentuk kalus yang remah dan kompak (Gambar 1. Lizawati . menyatakan bahwa struktur kalus yang remah merupakan ciri kalus embriogenik karena kalus yang remah biasanya mudah pecah atau memisahkan sel-selnya menjadi sel tunggal. Secara visual kalus yang rapuh memiliki ikatan antar sel yang renggang. Kalus dapat terbelah, mudah patah dan menempel pada pinset. Widyawati . menyatakan pembentukan kalus bertekstur remah dirangsang oleh adanya hormon endogen yang diproduksi secara internal oleh kalus, tekstur bisa rapuh atau padat berwarna kekuningan hingga kehijauan. Wahyuningtiyas . menjelaskan bahwa eksplan yang berwarna hijau menunjukkan bahwa sel aktif membelah dan mengandung klorofil. Devy and Hardiyanto . , menjelaskan warna kekuningan dan kehijauan menunjukkan bahwa kalus embriogenik berpotensi menjadi embrio somatik. Fase kedua menunjukkan sel embriogenik atau kalus embriogenik berdiferensiasi membentuk embrio somatik. Marbun et al. menyatakan diferensiasi kalus embriogenik menjadi embrio somatik ditandai dengan kalus memasuki fase globular, lebih besar, berwarna kekuningan, dan berstruktur remah (Gambar 1. sampai pada fase koleoptilar (Gambar 1. Embrio somatik dewasa siap berkecambah, membentuk plantlet atau tanaman utuh (Gambar 1. (Pardal 2. Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. Gambar 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Eksplan Bawang Putih. Kalus embriogenik . , fase globular pada embrio somatik . , fase koleoptilar pada embrio somatik . Planlet . Tabel 1 menunjukan bahwa tidak semua eksplan yang ditanam pada media MS BAP 2,5 ppm dan NAA 0,1 ppm mampu membentuk kalus embriogenik. LED biru dapat mengoptimalkan pembentukan kalus embriogenik. bahkan mencapai 100% sementara LED putih dan merah masing-masingnya hanya 70 dan 35%. Hal ini sejalan dengan pernyataan Meneses et al. cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang membantu pembentukan kalus embriogenik. Warna cahaya yang tepat berpengaruh terhadap pembentukan kalus embriogenik. Lampu LED mempunyai beberapa material yang bersifat semiconductor. Celah energi semikonduktor menentukan warna . anjang gelomban. cahaya dan bahan yang digunakan untuk LED memiliki energi yang sesuai dengan cahaya tampak ultraviolet dekat, atau inframerah dekat. LED putih . ampu fluorescen. terdiri dari diode UV dengan fosfor kuning dengan spektrum atau panjang gelombang yang luas . -700n. (Syafriyudin & Ledhe 2. LED Biru terdiri atas Indium gallium nitride dan Silicon carbide dengan panjang gelombang 450500 nm. Bahan semiconductor LED merah berupa Aluminium gallium arsenide. Gallium arsenide phosphide. Aluminium gallium indium phosphide dan Gallium phosphide dengan panjang gelombang 610-760 nm (Dutta Gupta & Jatothu 2. LED biru memiliki panjang gelombang yang pendek dengan tingkat energi yang tinggi, sehingga lebih banyak kalus embriogenik yang terbentuk pada lampu LED biru. Hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Pramesti . , semakin besar nilai panjang gelombang, semakin kecil energinya, dan sebaliknya semakin besar tingkat energi, akan mempercepat laju fotosintesis. Tabel 1. Persentase eksplan membentuk kalus embriogenik setelah diberi perlakuan warna cahaya pada 10 MST Warna Cahaya LED Persentase eksplan membentuk Kalus Embriogenik (%) Merah Biru Putih Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT pada taraf A=5% Pembentukan Tunas Berdasarkan hasil penelitian ini, warna cahaya mempengaruhi pembentukan tunas (Kesalahan! Sumber referensi tidak ditemukan. LED biru umumnya menghasilkan tunas yang berwarna hijau, diikuti oleh LED putih. LED merah umumnya menghasilkan eksplan yang berwarna putih bening atau kekuningan. Gambar 2. Penampilan tunas yang muncul pada setiap perlakuan warna cahaya. Lampu LED merah . Lampu LED biru . dan lampu LED putih . Jurnal Agroteknologi. Vol. 14 No. Februari 2024: 63Ae 72 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . Eksplan membentuk tunas (%) Persentase Keberhasilan Eksplan Membentuk Tunas Kesalahan! Sumber referensi tidak ditemukan. menunjukkan bahwa pada minggu pertama, eksplan yang diberi perlakuan cahaya LED biru membentuk tunas sebesar 5%, sedangkan perlakuan lainnya belum menghasilkan tunas. Pada minggu ke-2, eksplan yang mendapat cahaya LED biru menghasilkan 50% tunas. Eksplan yang diberi lampu LED putih dan merah dapat membentuk tunas masing-masing sebesar 20% dan 15%. Pada minggu ke-6, semua eksplan yang mendapat perlakuan lampu LED biru telah membentuk tunas, eksplan yang diberi perlakuan lampu LED putih dapat menghasilkan tunas hingga 65%, sementara eksplan yang diberi lampu LED merah hanya dapat menghasilkan tunas sebesar 35%. Sejak minggu ketujuh dan seterusnya, persentase eksplan yang membentuk tunas pada setiap perlakuan lampu LED tidak mengalami perubahan. Fereol et al. mendapatkan kalus yang ditemukan dari daun bawang putih muda menunjukkan potensi embriogenik yang lebih tinggi dimana 75% dari kalus embriogenik berdiferensiasi menjadi embrio somatik globular setelah delapan minggu pada media B5 yang dilengkapi dengan 2. 4 -D . 1 mg/. dan kinetin . 5 mg/. Namun pada perlakuan ini, dengan menggunakan media MS ditambah dengan BAP 2. 5 ppm dan NAA 0. ppm pada cahaya biru dapat menghasilkan tunas 100% hanya dalam waktu 6 minggu. Biru Putih Merah Minggu Setelah Tanam- Gambar 3. Persentase keberhasilan eksplan membentuk tunas pada setiap minggu Hasil ini sejalan dengan Hurd et al. yang menemukan bahwa panjang gelombang cahaya yang sesuai dapat menjaga kelangsungan proses fotosintesis, termasuk pembelahan sel yang meningkatkan ukuran tanaman dan dapat mengoptimalkan pembentukan tunas. Pertumbuhan yang optimal tersebut dapat mensintesa berbagai hasil, antara lain peningkatan kadar hormon perangsang pertumbuhan dan pembentukan organ tanaman. Yuniardi . juga melaporkan kualitas cahaya yang paling efektif untuk merangsang pertumbuhan tunas adalah spektrum cahaya biru, dengan panjang gelombang berkisar antara 435-520. Waktu Muncul Tunas dan Jumlah Tunas per Eksplan Tabel 2 menunjukkan jumlah tunas per eksplan bawang putih yang diberi perlakuan warna cahaya pada minggu ke-10. Perlakuan cahaya LED biru menghasilkan jumlah tunas terbanyak dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sekitar 9. 35 tunas, diikuti lampu LED putih dengan rata-rata 5. 3 tunas. Perlakuan cahaya LED merah hanya menghasilkan 2. 6 tunas. Cahaya LED biru merupakan perlakuan terbaik untuk variabel jumlah tunas dimana semua eksplan kalus dapat berdiferensiasi menjadi tunas. Sebaliknya, tidak semua eksplan kalus dapat berdiferensiasi menjadi tunas pada perlakuan cahaya LED putih dan merah. Tingkat energi yang tinggi pada cahaya biru dapat meningkatkan laju transpor elektron di pusat fotosintesis. Peningkatan laju fotosintesis akan meningkatkan efek pada kecepatan munculnya tunas dan jumlah tunas. Lampu merah memiliki tingkat energi yang rendah, sehingga Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. transpor elektron lebih lambat. Itulah alasan mengapa jumlah tunas yang terbentuk paling sedikit. Warna lampu merah kurang efektif bila digunakan secara tunggal untuk menginduksi tunas. Efek yang sama juga didapatkan oleh Martynez-Estrada et al. , bahwa LED merah menghasilkan jumlah tunas paling sedikit sedangkan kombinasi LED biru dan merah menghasilkan jumlah tunas terbanyak pada pengaruh warna cahaya terhadap morfogenesis eksplan kalus bawang putih secara In Vitro (Ramadani et al. Anthurium Andreanum lind. Santoso et al. menyatakan bahwa warna merah dan biru merupakan spektrum yang dibutuhkan tanaman dalam fotosintesis, namun jika digunakan secara terpisah sebagai sumber cahaya tidak dapat memenuhinya untuk pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, cahaya LED merah harus disertai dengan cahaya LED biru dengan perbandingan rasio yang tepat. Tabel 2. Pertumbuhan tunas eksplan bawang putih yang diberi perlakuan warna cahaya pada 10 MST Warna Cahaya LED Waktu Muncul Tunas (HST) Merah Biru Putih Jumlah Tunas (Tuna. Tinggi Tunas . Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT pada taraf A=5% Tinggi tunas pada setiap warna LED masih rendah, rata-rata hanya 10,2 mm Ae 13,30 Kombinasi 2,5 ppm BAP sebagai sitokinin dan 0,1 ppm NAA sebagai auksin pada media kultur pada semua warna cahaya belum berhasil meningkatkan parameter tinggi tunas. Sitokinin berperan dalam mempercepat pembelahan sel, sedangkan auksin berperan dalam pemanjangan sel (Hopkins and Hyner 2. Martynez-Estrada et al. menghasilkan tinggi tunas paling panjang pada lampu LED merah, tetapi tunasnya rapuh. Dalam penelitian ini, jenis warna LED tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap tinggi tunas. Sebaliknya Lotfi . mendapatkan bahwa kombinasi LED merah dan LED biru memberikan hasil yang lebih optimal untuk regenerasi tanaman Pyrus communis AuArbiAy secara in vitro dibandingkan dengan LED biru. LED merah, atau lampu neon secara terpisah. Laju Pertambahan Jumlah Tunas per Eksplan Jumlah Tunas Gambar 4. Gambar 4. Laju pertumbuhan jumlah tunas per eksplan bawang putih setiap menunjukkan perbedaan warna LED memberikan pengaruh yang berbeda terhadap laju pertumbuhan jumlah tunas dari eksplan kalus bawang putih. Hasil ini sejalan dengan Campbell et al. bahwa perbedaan warna cahaya LED akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan eksplan karena setiap warna cahaya memiliki panjang gelombang tertentu yang diserap oleh tanaman dalam proses fotosintesis dan proses pertumbuhan. Jumlah tunas yang dihasilkan LED biru terus meningkat secara signifikan dibandingkan dengan perlakuan LED putih dan merah. Merah Biru Putih Minggu Setelah Tanam Gambar 4. Laju pertumbuhan jumlah tunas per eksplan bawang putih setiap minggu. Jurnal Agroteknologi. Vol. 14 No. Februari 2024: 63Ae 72 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . Pembentukan Akar Persentase Keberhasilan Eksplan Membentuk Akar Gambar 5. menunjukkan persentase eksplan membentuk akar pada setiap minggu tidak Diduga selain cahaya, pertumbuhan akar juga dipengaruhi oleh keseimbangan auksin endogen yang terkandung dan auksin eksogen yang diberikan. Penambahan 0. 1 ppm NAA pada penelitian ini diduga dapat merangsang pembentukan akar hampir pada keseluruhan eksplan. Secara keseluruhan hormon auksin berguna untuk persentase perakaran, mempercepat inisiasi pengakaran, meningkatkan jumlah dan kualitas akar serta mendorong pengakaran yang seragam (Macdonald 2. Selain itu akar dapat terbentuk karena adanya metabolisme cadangan nutrisi berupa karbohidrat yang menghasilkan energi untuk mendorong pembelahan sel-sel baru dalam jaringan (Kastono et al. Persentase Eksplan Berakar Biru Merah Putih 0 0 0 Minggu Setelah Tanam Gambar 5. Persentase eksplan membentuk akar pada setiap minggu Waktu Muncul Akar. Jumlah Akar per eksplan dan Panjang Akar Tabel 3 menunjukkan perbedaan warna lampu LED tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap waktu muncul akar dan panjang akar tetapi jumlah akar dipengaruhi oleh warna cahaya LED. LED merah menghasilkan jumlah akar yang paling banyak. Sebaliknya LED biru mampu menghasilkan tunas per eksplan lebih banyak dan lebih cepat tetapi tetap mampu mendorong pembentukan akar yang cukup baik setiap minggu. Yusnita . juga mendapatkan kualitas cahaya yang paling efektif untuk merangsang pertumbuhan akar adalah cahaya LED merah dengan panjang gelombang berkisar 625-740 nm. Tabel 3. Waktu muncul akar, jumlah dan panjang akar eksplan bawang putih yang diberi perlakuan warna cahaya pada 10 MST Warna Cahaya LED Merah Biru Putih 1 Waktu Muncul Akar (HST) Jumlah Akar Panjang Akar . Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT pada taraf =5% Laju Pertambahan Jumlah Akar per Eksplan Akar tumbuh secara bergerombol dan masuk ke dalam media dengan karakteristik yang hampir sama yaitu berwarna bening dan tidak berbulu sementara tunas tumbuh ke atas Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. permukaan media tanam dan pada LED biru kebanyakan tunas yang terbentuk di awal berwarna Gambar 6. Penampilan akar eksplan bawang putih pada LED biru yang difoto dari bawah botol . Penampilan tunas dan akar yang difoto dari atas media . Gambar 6. menunjukkan LED merah menghasilkan pertambahan jumlah akar dari minggu ke 1 sampai 10 setelah tanam yang lebih tinggi dibandingkan LED biru dan putih. Hal ini berarti cahaya LED merah lebih mampu merangsang pertumbuhan akar dibandingkan pertumbuhan tunas. Pembentukan planlet lebih diarahkan pada awalnya untuk menginduksi lebih banyak tunas dibandingkan akar sehingga aktivitas fotosintesis dapat berlangsung lebih baik. Wardana . menjelaskan embrio somatik seharusnya memang merupakan embrio zigotik yang bersifat bipolar. Calon tunas dan calon akar dikembangkan secara bersamaan, sehingga tahap rooting tidak diperlukan. Faktor lain juga berpengaruh terhadap jumlah akar seperti keseimbangan ZPT yang diberikan dan interaksi antara hormon auksin endogen dengan sitokonin eksogen. Jumlah Akar Merah Biru Putih Minggu Setelah Tanam Gambar 7. Laju pertumbuhan jumlah akar per eksplan bawang putih setiap minggu. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perbedaan perlakuan warna LED memberikan pengaruh yang berbeda dalam morfogenesis eksplan kalus bawang putih. Cahaya LED biru merupakan warna cahaya yang efektif untuk meningkatkan persentase eksplan membentuk kalus embriogenik, meningkatkan persentase eksplan yang membentuk tunas dan mempunyai laju pertambahan jumlah tunas per eksplan tertinggi pada setiap minggu sembari tetap mampu membentuk akar. Warna cahaya LED yang berbeda tidak memberikan perbedaan pada waktu muncul akar dan panjang akar, namun demikian warna cahaya merah secara nyata meningkatkan pertumbuhan akar per eksplan pada setiap minggu dibanding warna LED yang lain. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Andalas atas dukungan dana dalam skema Penelitian Dasar (PD) Tahun 2022. DAFTAR PUSTAKA