2620-8563. e-ISSN: 2621-1521 Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. Aprilp-ISSN: Indra et al. /Journal of Pharmacopolium. Volume 5. No. April 2022, 45-54 Available online at Website: http://ejurnal. stikes-bth. id/index. php/P3M_JoP OPTIMASI FORMULA LULUR KRIM DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume. ) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN VARIASI TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG BERAS MENGGUNAKAN DESAIN FAKTORIAL Indra *. Lia Rahmawati . Vera Nurviana Fakultas Farmasi. Program Studi Farmasi. Universitas Bakti Tunas Husada. Tasikmalaya. Indonesia 46115 Email: indra@universitas-bth. Received: 9 April 2022. Revised: 18 April 2022. Accepted: 28 April 2022 . Available online: 30 April 2022 ABSTRACT One way to maintain healthy skin is through skincare that incorporates natural ingredient scrubs. Free radicals contribute to the onset of cell damage associated with skin aging. Mareme leaves (Glochidion arborescens Blume. ) contain antioxidants that can inhibit the reaction of free radicals in the body. The purpose of this study was to incorporate the ethanol extract of mareme leaves into a scrub formulation containing cornflour and rice This study begins with a phytochemical screen, followed by TLC analysis of antioxidant activity using the DPPH-free radical scavenging test, evaluation of cream scrubs, and ANOVA data analysis. According to research, the ethanol extract of mareme leaves possesses a significant antioxidant activity of 4. 32 parts per The effect of variations in cornstarch and rice flour on the formulation of cream scrubs was determined through organoleptic testing of all semisolid preparations, with an emphasis on different smells and colors. formulas have a pH suitable for the skin of 4. 5-8, and each formula contains less than 50 ppm of potent antioxidant activity. A significant value of 0. 05 indicates that there is a significant difference between the four formulas based on the ANOVA test comparing IC 50 values between preparations. It has to do with the addition of cornstarch scrub and rice flour to each formula. It can be concluded that the ethanol extract of mareme leaves (Glochidion arborescens Blum. possesses exceptional antioxidant activity. According to the stability test, the best formula for cream scrub preparations is formula 3. Keywords: Cream scrub, mareme leaves, antioxidant. ABSTRAK Salah satu upaya memiliki kulit sehat dapat dilakukan dengan perawatan kulit menggunakan lulur dari bahan Radikal bebas berperan dalam timbulnya kerusakan sel yang berakibat penuaan kulit, kandungan antioksidan daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ) dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan ekstrak etanol daun mareme menjadi sediaan lulur dengan penambahan tepung jagung dan tepung beras. Penelitian ini diawali dengan skrining fitokimia. KLT, aktivitas antioksidan dengan uji peredaman radikal bebas DPPH, evaluasi sediaan lulur krim serta analisis data ANOVA. Berdasarkan penelitian, ekstrak etanol daun mareme memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 4,32 ppm. Pengaruh variasi tepung jagung dan tepung beras terhadap formulasi lulur krim dilihat dari uji organoleptik semua sediaan berbentuk semi padat, hanya pada bau dan warna yang berbeda, semua formula memiliki pH sesuai untuk kulit yaitu 4,5-8, setiap formula memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu <50 Berdasarkan uji ANOVA membandingkan nilai IC50 antar sediaan, menghasilkan nilai signifikan <0,05 artinya terdapat perbedaan signifikan antara keempat formula. Hal tersebut berkaitan dengan zat tambahan scrub tepung jagung dan tepung beras yang ditambahkan pada setiap formula berbeda. Dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun mareme (Glochidion arborescens Blum. memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan formula terbaik sediaan lulur krim berdasarkan uji stabilitas yaitu formula 3. Kata kunci: Lulur krim, daun mareme, antioksidan Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . PENDAHULUAN Setiap orang ingin memiliki kulit yang sehat, tak lain karena kulit merupakan area terluar dari bagian tubuh yang menjadi pusat perhatian dan menjadi daya tarik tersendiri pada setiap orang. Langkah utama untuk memiliki kulit yang sehat yaitu dengan melakukan perawatan pada kulit, salah satunya dengan penggunaan lulur (Fauzi, 2. Salah satu kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas yaitu timbulnya masalah penuaan kulit (Azahar et al. , 2017. Sousa et al. , 2. Radikal bebas dapat diredam dengan antioksidan, dimana antioksidan ini berperan dalam menstabilkan maupun menonaktifkan kerja dari radikal bebas yang akan menyerang sel dan berakibat menyebabkan kerusakan sel (Carmona-Hernandez et al. , 2021. Sadowska-Bartosz & Bartosz, 2. Daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dijumpai di daerah Jawa Barat dan biasa dimanfaatkan sebagai lalapan. Telah diketahui bahwa metabolit sekunder yang terkandung pada daun mareme diantaranya flavonoid, saponin, polifenol, kuinon, monoterpen dan seskuiterpen serta tanin. Ekstraksi daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ) dengan cara refluks dengan etanol 70% menghasilkan kandungan polifenol total sebesar 33,32 mg GAE/g dan Cavonoid total 3,02 mg QE/g, hal tersebut diperkuat dengan nilai IC 50 dengan metode DPPH sebesar 5,62 AAg/mL dibandingkan dengan IC 50 asam askorbat yaitu 3,34 AAg/mL, dapat dikatakan bahwa kemampuan peredaman radikal bebas atau antioksidan dari ekstrak daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ) cukup tinggi dan mendekati nilai peredaman dari asam askorbat (Indra et al. , 2. Produk lulur yang beredar dipasaran terdiri dari bahan-bahan tambahan kombinasi alami maupun sintetis yang diperkaya dengan kandungan senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai antioksidan yang tinggi. Penggunaan bahan antioksidan yang berasal dari tanaman diyakini lebih sehat dan mengandung manfaat yang besar bagi kesehatan. Bahan yang biasa ditambahkan pada lulur tradisional yaitu tepung biji jagung dan tepung beras. Pada tepung jagung juga memiliki kemampuan untuk mengikat air dan minyak, maka dari itu tepung jagung juga dapat digunakan sebagai bahan untuk melembabkan kulit (Suarni & Yasin, 2. Sedangkan kandungan pada beras diantaranya yaitu gamma oryzanol sebagai penangkal sinar ultraviolet dan juga mampu meregenerasi pembentukan pigmen melanin. Kolagen yang ada pada tepung beras mampu meningkatkan elastisitas pada kulit. Tepung beras memiliki kemampuan sebagai agen penyerap yang dapat menyerap minyak, mengurangi kulit berminyak (Yuliansari Arita, 2. Penelitian ini untuk mengetahui potensi dilakukannya pengembangan ekstrak etanol daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ) menjadi bentuk sediaan lulur dengan penambahan tepung jagung dan tepung beras. Tidak hanya itu, juga untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mareme dalam sediaan lulur krim. METODE PENELITIAN Alat Adapun peralatan yang digunakan yaitu spektrofotometer UV-Vis (Thermo - Genesys. Japa. , oven (Memmert. Jerma. , timbangan digital . ettler toledo. Japa. , pH meter (Mettler toledo. Japa. , hot plate (IKA. Jerma. , seperangkat alat refluks, dan alat-alat gelas laboratorium. Bahan Bahan yang digunakan antara lain daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ), 2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl (Sigma Aldric. , asam askorbat (Merc. , jagung, beras, etanol 96%, aquadest, pereaksi Mayer, pereaksi Dragendorff, serbuk logam Zn. HCl, amil alkohol. FeCl 3, gelatin 1%, eter, pereaksi Burchard, pereaksi vanilin-asam sulfat, kloroform, aquadest, pereaksi Burchard. NaOH, , metanol, asam stearat, trietanolamin, propilen glikol, metil paraben, propil paraben. Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Pengumpulan Bahan dan Determinasi Bahan yang digunakan adalah daun mareme (Glochidion arborescens Blume. ) yang diperoleh dari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat. Bahan yang dikumpulkan dipastikan identitasnya dengan melakukan determinasi di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Padjajaran Bandung. Pembuatan Simplisia Daun Mareme Daun mareme yang akan digunakan untuk pengujian dibersihkan dari kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing seperti tanah, kerikil, rumput, serta pengotor lainnya dan dicuci dengan air Daun yang sudah bersih kemudian tiriskan dan diangin-anginkan hingga daun kering. Daun yang telah dikeringkan kemudian diblender supaya membentuk serbuk dan diayak dengan mesh Ekstraksi Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks, serbuk simplisia ditimbang sebanyak 200 gram, dimasukkan kedalam labu alas bulat kemudian direndam dengan pelarut etanol 96%. Setiap 4 jam dilakukan pergantian pelarut baru kemudian ekstraksi kembali sebanyak 3 kali. Hasil yang didapat kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental, dengan menguapkan ekstrak menggunakan rotary evaporator pada suhu titik didih pelarut hingga diperoleh massa ekstrak yang kental. Bobot ekstrak kental yang diperoleh kemudian dihitung rendemennya terhadap bobot awal simplisia. Berat ekstrak kental yang diperoleh Rendemen ekstrak = y 100% Berat simplisia yang digunakan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Mareme Skrining fitokimia pada ekstrak dilakukan untuk menguji keberadaan senyawa metabolit sekunder alkaloid, monoterpenoid, seskuiterpenoid, flavonoid, tannin, polifenol, triterpenoid, steroid, kuinon, dan saponin. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Mareme Pengujian Antioksidan Kualitatif Uji antioksidan kualitatif dilakukan menggunakan KLT, sebagai fase diam plat KLT yang digunakan yaitu silika gel GF254, eluen yang digunakan yaitu n-heksan:etil asetat . Setelah dilakukan elusi, plat kemudian disemprot penampak bercak DPPH 0,2% dan penampak bercak H2SO4, 10%. Pengujian Antioksidan Kuantitatif Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Pembuatan Larutan DPPH Larutan DPPH dibuat dengan cara melarutkan serbuk DPPH 50 mg dalam 50 mL metanol sehingga didapat konsentrasi 1. 000 ppm sebagai larutan stok. Penentuan Operating Time DPPH Penentuan operating time dilakukan dengan mencampurkan DPPH 25 ppm sebanyak 1 mL dengan metanol. dengan perbandingan volume 2:1, dikocok homogen dan diamati serapannya setelah diinkubasi pada menit ke 15, 30, 45 dan 60. Kemudian dilakukan penentuan operating time. Pengukuran Panjang Gelombang Maksimum DPPH Pengukuran dilakukan dengan mencampurkan DPPH 25 ppm sebanyak 2 mL dengan 1 mL metanol. , kemudian dibiarkan selama operating time di tempat gelap. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum DPPH . -517 n. dengan menggunakan larutan metanol. sebagai pembanding (Sukowati, 2. Pembuatan Larutan Stok Pembanding Larutan asam askorbat digunakan sebagai pembanding. Pembuatan larutan stok pembanding ini dilakukan dengan melarutkan 50 mg Asam askorbat dengan metanol hingga 50 mL, yang kemudian akan dibuat deret konsentrasi, analisis dilakukan pengulangan tiga Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Pengukuran Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Mareme Ekstrak etanol daun mareme ditimbang, kemudian dibuat larutan dengan pelarut metanol. dalam berbagai variasi konsentrasi. Larutan tersebut kemudian ditambahkan larutan DPPH 25 ppm dengan perbandingan volume 1:2. Campuran tersebut diinkubasi selama operating time dan absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum DPPH . -517 n. Pengukuran serapan DPPH dilakukan dengan menggunakan metanol sebagai blanko, dan analisis dilakukan pengulangan tiga kali. Penetapan IC50 Ekstrak Etanol Daun Mareme Peredaman Radikal Bebas DPPH Parameter yang biasa digunakan untuk menginterpretasikan hasil dari uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH adalah dengan nilai IC 50, yakni bilangan yang menunjukkan konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas DPPH sebanyak 50% (Molyneux, 2. Untuk menghitung nilai IC 50 diperlukan data persen inhibisi dari pengujian yang dilakukan. Persen inhibisi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Absorbansi blanko Oeabsorbansi sampel berikut : % inhibisi = y 100% Absorbansi blanko Konsentrasi sampel dan persen inhibisi yang diperoleh disubstitusi pada sumbu x dan y dalam regresi linier. Persamaan regresi linier tersebut digunakan untuk menentukan IC 50 dari masing-masing sampel dinyatakan dengan nilai y sebesar 50 dan untuk nilai x diperoleh dari nilai IC50 (Nurjanah, et. al, 2. Penyiapan Tepung Biji Jagung dan Tepung Beras Penyiapan Tepung Biji Jagung Sampel biji jagung manis (Zea mays saccharat. dibersihkan dari kotoran kemudian dicuci hingga bersih dan dioven 60EE selama 2 jam. Kemudian dihaluskan, dan dioven kembali 60EE selama 30 menit. Sampel yang sudah halus diayak dengan menggunakan mesh no. Penyiapan Tepung Beras Sampel beras IR (Oryza sativa L) dibersihkan dari kotoran lalu dicuci hingga bersih, kemudian direndam selama satu malam. Beras yang telah direndam, ditiriskan dan dikeringkan. Setelah itu, beras dihaluskan menggunakan blender dan disaring dengan menggunakan mesh no. Formulasi Lulur Krim Ekstrak Etanol Daun Mareme No. Tabel 2. 1 Formula Lulur Krim Tiap 100 gram mengandung Bahan Formula . Ekstrak etanol daun mareme 1,3868 1,3868 1,3868 1,3868 Asam stearat Trietanolamin Propilenglikol Metil paraben 0,18 0,18 0,18 0,18 Propil paraben 0,02 0,02 0,02 0,02 Tepung biji jagung Tepung beras Minyak mawar Aquadest Pembuatan Sediaan Lulur Krim Formula dasar yang digunakan pada pembuatan lulur krim ekstrak etanol daun mareme terdiri atas fase air dan fase minyak. Fase minyak terdiri atas asam stearat dan propil paraben sedangkan fase air terdiri dari propilenglikol, metil paraben, aquadest dan TEA. Fase minyak dan fase air dilarutkan dan dipanaskan masing-masing pada suhu 70EE. Kemudian keduanya dicampurkan dengan cara fase minyak dituang ke dalam fase air dengan sedikit demi sedikit, digerus secara konstan. Setelah terbentuk lulur krim, tambahkan bahan scrub yakni tepung jagung dan tepung beras sedikit demi sedikit kedalam campuran. Tambahkan minyak mawar secukupnya grus hingga homogen. Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Pengujian Sampel Sediaan Lulur Krim Pemeriksaan Organoleptik Pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan mengamati perubahan dari sediaan lulur krim ekstrak etanol daun mareme secara visual seperti bentuk, warna dan bau. Daya Sebar Pengujian ini dilakukan dengan cara meletakkan sebanyak 0,5 g lulur krim di tengah kaca, kemudian diatas lulur krim diletakkan kaca lain dan dibiarkan selama 1 menit kemudian diukur diameter lulur, dicatat diameter lulur krim yang menyebar. Kemudian, ditambahkan beban seberat 50 g diatasnya dan dibiarkan selama 1 menit kemudian diukur lagi diameter lulur yang menyebar. Diteruskan penambahan beban seberat 50 g sehingga total beban adalah 100 g dengan interval waktu yang sama. Pengukuran pH Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Berdasarkan SNI 16-4399-1996, menyebutkan bahwa produk kosmetik kulit disyaratkan memiliki pH berkisar antara 4,5-8. Uji Stabilitas Uji stabilitas pada sediaan lulur krim ekstrak etanol daun mareme dilakukan untuk mengetahui kestabilan fisik lulur krim menggunakan metode stabilitas dipercepat. Uji ini dilakukan berdasarkan pengaruh suhu . reeze tha. sediaan lulur krim disimpan pada suhu 4oC pada 24 jam pertama dan suhu 40oC pada 24 jam berikutnya. Siklus freeze thaw terdiri dari satu rentang waktu penyimpanan pada suhu 4oC dan satu rentang waktu penyimpanan pada suhu 40oC. Uji Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Mareme dalam Sediaan Lulur Krim Pengujian antioksidan sediaan lulur krim ekstrak etanol daun mareme dilakukan terhadap masing-maisng formula sediaan lulur krim. Sediaan lulur krim ditimbang sebanyak 3,6075 gram, dilarutkan dengan 50 mL metanol. dalam labu ukur sehingga didapat larutan stok 1. 000 ppm dan diencekan menjdi 25 ppm. Kemudian dibuat larutan uji dalam beberapa konsentrasi, antara lain 5, 6, 7, 8, dan 9 ppm. Pada masing-masing konsentrasi ditambahkan 2 mL larutan DPPH 25 ppm lalu diencerkan menggunakan metanol dan dihomogenkan. Deret larutan uji didiamkan selama operating time pada suhu kamar, kemudian diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis Data Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dan data yang diperoleh dianalisis secara statistik ANOVA HASIL DAN PEMBAHASAN Daun mareme yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, daun mareme tersebut diidentifikasi determinasi di Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Departemen Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran Jatinangor. Determinasi tumbuhan dilakukan bertujuan untuk mengetahui identitas tumbuhan yang digunakan dalam penelitian sesuai dengan yang dimaksud. Determinasi tanaman merupakan proses dalam menentukan nama atau jenis tumbuhan secara spesifik. Hasil dari determinasi menunjukkan bahwa tumbuhan yang digunakan benar yaitu daun mareme (Glochidion arborescens Blume. Ekstrak cair yang didapat dari proses ekstraksi dipekatkan dalam water bath pada suhu 60EE, hasil dari pemekatan tersebut didapat ekstrak kental sebanyak 158,42 gram dengan rendemen sebesar 35,2044%. Tabel 1. Hasil Rendemen Ekstrak Bobot Simplisia . Bobot Ekstrak Kental . 158,42 gram Rendemen (%) 35, 2044 Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun mareme dan berpotensi sebagai antioksidan, dengan cara mencampurkan sesuai dengan masing-masing perekasi. Adapun hasil dari skrining fitokimia yaitu sebagai berikut : Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Tabel 2 Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun mareme (Glochidion arborescens Blum. Golongan Metabolit Sekunder Hasil Alkaloid Flavonoid Saponin Kuinon Tanin dan polifenol Monoterpenoid dan Seskuiterpenoid Steroid dan Triterpenoid Keterangan : (-) Tidak terdeteksi, ( ) Terdeteksi Pengujian aktivitas antioksidan secara kualitatif dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Plat KLT yang digunakan yaitu silika gel GF 254 sebagai fase diam. Eluen yang digunakan yaitu n-heksan:etil asetat . , eluen yang digunakan adalah eluen yang mampu memisahkan senyawa yang ditandai dengan adanya bercak, bercak yang terbentuk tidak berekor dan jarak antar bercak terpisah jelas. Gambar 1. Kromatografi Lapis Tipis Ekstrak Etanol Daun Mareme. A = Sinar tampak. B = sinar UV 254 nm. C = Setelah disemprot DPPH 0,2%. D = Setelah disemprot H2SO4 10% Hasil yang diperoleh diduga terdapat senyawa aktif antioksidan yaitu golongan flavonoid dan fenolyang ditandai dengan adanya bercak warna kuning pada saat disemprot dengan penampang bercak DPPH. Penampak bercak H2SO4 10% digunakan untuk penampak bercak universal, akan menghasilkan bercak hitam secara visual yang diamati setelah dipanaskan agar bercak yang timbul semakin tampak. H2SO4 10% ini bersifat reduktor yang dapat memutuskan ikatan rangkap sehingga panjang gelombangnya bertambah (Roni et al. , 2. Penampak bercak DPPH 0,2% digunakan untuk mendeteksi komponen antioksidan ditandai dengan adanya bercak berwarna kuning pada plat dan disekitar noda berwarna violet. Bercak warna kuning tersebut dapat dilihat langsung dengan sinar tampak. Adanya bercak kuning, terjadi karena adanya reaksi redoks, dimana senyawa yang bereaksi sebagai penangkap radikal akan mereduksi DPPH dengan adanya perubahan warna DPPH dari ungu menjadi kuning. Elektron yang tidak berpasangan dari radikal DPPH akan berpasangan dengan atom hidrogen dari senyawa penangkap radikal bebas (Molyneux, 2. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun mareme, dilakukan pengukuran aktivitas peredaman radikal dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian dilakukan pada panjang gelombang maksimum DPPH 515 nm dan waktu inkubasi dari hasil operating time yaitu selama 30 menit. Sebelum pengujian aktivitas antioksidan, dilakukan penentuan operating time terlebih dahulu. Operating time yaitu waktu yang dibutuhkan oleh sampel untuk bereaksi dengan reagen atau DPPH secara sempurna, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai absorbansi yang tetap. Klasifikasi antioksidan adalah suatu senyawa memiliki Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . aktivitas antioksidan sangat kuat apabila mempunyai nilai IC50 <50 ppm, kuat apabila mempunyai nilai IC50 101-150 ppm dan lemah apabila mempunyai nilai IC 50 > 150 ppm (Phongphaichit et , 2. Hal ini dapat dikaitkan bahwa aktivitas antioksidan yang dimiliki ekstrak etanol daun mareme termasuk kategori sangat kuat dan mendekati nilai IC50 asam askorbat. Aktivitas antioksidan yang tinggi pada ekstrak mareme diduga karena kandungan flavonoid dan fenolik yang tinggi. Hal ini sudah dibuktikan sebelumnya dengan pengujian KLT menggunakan penampak bercak DPPH 0,2%. Tabel 3 Aktivitas Antioksidan Asam Askorbat dan Ekstrak Etanol Daun Mareme Sampel Konsentrasi Regresi linier IC50 Keterangan . Peredaman . Asam 42,91 y = 6,1769x 30,776 3,11 Sangat kuat R2 = 0,9996 46,34 49,49 58,55 61,59 Ekstrak 51,81 y = 2,7776x 38,011 4,32 Sangat kuat etanol daun R2 = 0,9982 54,90 57,42 59,98 63,16 Dari hasil evaluasi keempat formulasi sediaan lulur krim, semua sediaan berbentuk semi padat, namun terdapat perbedaan dari masing-masing sediaan pada bau dan warna yang dihasilkan. Hal tersebut terjadi karena pengaruh dari bahan yang ditambahkan yaitu tepung jagung dan tepung beras, dimana tepung jagung memiliki warna yang kuning dan tepung beras berwarna putih. Terdapat sedikit perbedaan konsistensi kepadatan sediaan dari masing-masing sediaan, dimana lulur krim formula 1 dan 4 ketika disimpan pada suhu ruang selama 2 minggu menghasilkan minyak pada dinding pot wadah, sedangkan formula 2 dan 3 tidak ada perubahan. Hal tersebut dikarenakan pada formula 2 mengandung zat tambahan tepung jagung 23 g dan tepung beras 10 g, dimana formula tersebut merupakan formula yang mengandung zat tambahan tepung jagung dan tepung beras sebagai skrub lebih banyak dari pada formula lain. Formula Tabel 4. 4 Hasil Pemeriksaan Organoleptik Bentuk Bau Warna Semi padat Bau jagung lemah Kuning kehijauan Semi padat Bau lemah Kuning Semi padat Bau lemah Hijau pucat Semi padat Bau jagung lemah Kuning kecoklatan Uji daya sebar dilakukan untuk mengetahui kemampuan pemerataan dan penyebaran lulur krim saat diaplikasikan ke kulit, semakin besar daya sebar menunjukkan semakin besar efek terapi yang dihasilkan. Lulur krim yang baik membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk tersebar dan akan memiliki nilai daya sebar yang tinggi. Diameter daya sebar dengan nilai O 50 mm masuk dalam kategori semistiff cream atau memiliki viskositas yang tinggi, sedangkan jika nilai diameter daya sebar >50 mm tetapi <70 mm maka masuk dalam kategori semifluid cream atau memiliki viskositas yang rendah . ebih bai. (Garg et al. , 2. Tabel 4 Hasil Pemeriksaan Daya Sebar Formula Daya Sebar . 28,67 27,33 28,00 26,33 Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Uji pH bertujuan untuk melihat derajat keasaman suatu sediaan sehingga dapat menjamin sediaan lulur krim memberikan rasa nyaman di kulit pada saat digunakan. Nilai pH tidak boleh terlalu asam karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit sedangkan jika pH terlalu basa dapat menyebabkan kulit bersisik. Oleh karena itu hendaknya pH kosmetik diusahakan sama atau sedekat mungkin dengan pH fisiologi kulit yaitu 4,5-8. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pH tersebut aman untuk sediaan dan tidak mengiritasi kulit. Tabel 5 Hasil Pengukuran pH Formula 6,36 6,45 5,30 6,47 Pemeriksaan uji stabilitas dilakukan dengan mengamati secara organoleptis dari masingmasing sediaan. Dari hasil pemeriksaan selama 4 siklus . , masing-masing formula menunjukkan perubahan yaitu berupa perubahan warna pada permukaan lulur krim yang disimpan pada wadah selama proses stabilitas, terutama setelah melakukan proses pemanasan pada suhu 40oC. Diantara keempat formula tersebut, formula 3 lebih menunjukkan sedikit perubahan bau dan warna dibandingkan dengan formula 1, 2 dan 4. Rusak atau tidaknya suatu sediaan emulsi dapat diamati dengan adanya perubahan warna dan perubahan bau. Untuk mengatasi kerusakan bahan akibat adanya oksidasi dapat dilakukan dengan penambahan suatu antioksidan. Pada penelitian ini tidak diberikan antioksidan tambahan, dikarenakan biji jagung itu sendiri sudah mengandung vitamin E sebagai antioksidan alami. Kerusakan juga dapat ditimbulkan oleh mikroba, untuk mengatasi kerusakan tersebut dapat dilakukan dengan penambahan Pada penelitian ini pengawet yang digunakan adalah metil paraben dan propil paraben. Formula Pengamatan Bentuk Bau Warna Bentuk Bau Warna Bentuk Bau Warna Bentuk Bau Warna Tabel 6 Hasil Uji Stabilitas Waktu pengamatan Siklus ke-1 Siklus ke-2 Siklus ke-3 Semi padat Semi padat Semi padat Lemah Lemah Lemah Kuning Kuning. Kuning Semi padat Semi padat Semi padat Lemah Lemah Lemah Kuning Kuning Kuning Semi padat Semi padat Semi padat Lemah Lemah Lemah Hijau pucat Hijau Hijau kecoklatan Semi padat Lemah Kuning Semi padat Lemah Kuning permukaan lebih Semi padat Lemah Kuning permukaan lebih Siklus ke-4 Semi padat Lemah Kuning Semi padat Lemah Kuning Semi padat Lemah Hijau Sebagian Semi padat Lemah Hampir semua Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Pada pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mareme dalam sediaan, masingmasing sediaan lulur krim sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu dikonversi dengan menghitung berat sediaan lulur krim yang harus ditimbang agar mendapatkan konsentrasi setara dengan ekstrak etanol daun mareme yang terkandung dalam sediaan Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, nilai IC50 untuk formula 1 yaitu sebesar 10,86 ppm, formula 2 sebesar 8,79 ppm, formula sebesar 7,41 dan formula 4 sebesar 7,26. Dari keempat formula tersebut, aktivitas antioksidan termasuk kedalam kategori sangat kuat, hal ini berdasarkan klasifikasi antioksidan dimana suatu senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan kuat apabila mempunyai nilai IC 50 < 50 ppm, kuat apabila mempunyai nilai IC50 101-150 ppm dan lemah apabila mempunyai nilai IC 50 > 150 ppm (Phongphaichit et al. , 2. Diantara keempat formula tersebut yang memiliki nilai IC50 kecil yang artinya memiliki aktivitas lebih besar yaitu pada formula 4. Sampel Tabel 7 Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Mareme dalam Sediaan Konsentrasi % Peredaman Regresi linier IC50 Keterangan . 40,58 42,02 43,79 45,19 47,11 43,01 44,65 46,82 48,55 50,32 44,94 46,87 49,32 51,44 53,18 45,32 47,11 49,68 51,67 53,55 y = 1,6231x 32,379 RA = 0,9977 10,86 Sangat kuat y = 2,1035x 34,734 RA = 0,9972 8,79 Sangat kuat y = 2,1035x 34,424 RA = 0,9972 7,41 Sangat kuat y = 1,8512x 33,711 RA = 0,9983 7,26 Sangat kuat Dari hasil pengujian masing-masing formula sediaan lulur krim tersebut, menunjukkan bahwa formula yang memiliki nilai IC50 terbesar yaitu formula 4 sebesar 7,26 ppm, dimana formula tersebut mengandung zat tambahan skrub yang lebih sedikit dibanding dengan formula yang lainnya. Sedangkan formula 1 yang memiliki zat tambah skrub tepung jagung dan tepung beras lebih banyak, memiliki nilai IC50 10,86 ppm yakni nilai IC50 terkecil dari keempat formula sediaan. Hal tersebut berbanding lurus dengan formula lainnya, dimana semakin banyak zat tambah skrub tepung jagung dan tepung beras yang ditambahkan maka nilai IC 50 yang dihasilkan semakin kecil. Hal tersebut mungkin saja dapat dipengaruhi oleh banyaknya sediaan lulur krim yang ditimbang tidak sebanding dengan konversi konsentrasi ekstrak etanol daun mareme yang dihitung sebelumnya karena adanya perbedaan jumlah zat tambah skrub tepung jagung dan tepung beras, meskipun masing-masing sediaan ketika di akhir sama ditambahkan aquades agar semuanya memiliki bobot 100 gram. Pada pengujian penapisan fitokimia diketahui bahwa ekstrak etanol daun mareme mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder termasuk polifenol . anin, polifenol dan Cavonoi. Tumbuhan yang mengandung polifenol merupakan sumber antioksidan penting karena memiliki struktur kimia yang ideal untuk meredam radikal bebas. Sejumlah eksperimen secara meyakinkan, menunjukkan potensi antioksidan dalam mengurangi resiko terhadap berbagai penyakit akut dan kronis seperti kanker, penyakit jantung dan stroke dengan cara meredam senyawa radikal bebas yang terlibat dalam patogenesis berbagai penyakit. Indra al. Optimasi Formula Lulur A Journal of Pharmacopolium. Vol. No. April 2022 . Berdasarkan uji analisis data yang dilakukan dari hasil nilai IC 50 pada semua formula lulur krim dengan menggunakan analisis data ANOVA, didapat nilai normality dan homogenitas > 0,05 artinya data tersebut telah normal dan homogen. Dari hasil tersebut dapat dilakukan uji lebih lanjut pada analisis ANOVA, didapat nilai IC50 signifikan antar sediaan formula karena nilainya <0,05. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun mareme (Glochidion arborescens Blum. memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat yaitu sebesar 4,3163 Pengaruh variasi tepung jagung dan tepung beras terhadap formulasi sediaan lulur dari ekstrak etanol daun mareme dilihat dari uji organoleptik semua sediaan berbentuk semi padat, hanya pada bau dan warna yang berbeda, semua formula memiliki pH sesuai untuk kulit yaitu antara 4,5-8, formula terbaik sediaan lulur krim berdasarkan uji stabilitas yaitu formula 3. Masing-masing formula memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu <50 ppm. Berdasarkan uji ANOVA membandingkan nilai IC 50 antar sediaan, menghasilkan nilai signifikan <0,05 yang artinya terdapat adanya perbedaan signifikan antara keempat formula. Hal tersebut berkaitan dengan zat tambahan skrub tepung jagung dan tepung beras yang ditambahkan pada masing-masing formula berbeda. DAFTAR PUSTAKA