Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 9 No. September 2025 . e-ISSN: 2685-5607 THE INFLUENCE OF TATO. EPS. DPS. AND ROA ON THE STOCK PRICE OF MANUFACTURING COMPANIES LISTED ON THE STOCK EXCHANGE Krisna Jonathan1*. Ilham H. Napitupulu2. Raya Puspita Sari Hasibuan3, dan Susilawati4 1,2,3,4 Politeknik Negeri Medan Email: krisnajonathan02@gmail. com1*, ilhamhasan@yahoo. com2, rayahasibuan@polmed. id3, dan susilawati@polmed. *Corresponding author DOI: https://doi. org/10. 35145/bilancia. Received: 10/09/2025. Revised: 15/09/2025. Accepted: 30/09/2025 ABSTRACT This research was conducted to analyze the effect of Total Asset Turnover. Earnings Per Share. Dividends Per Share, and Return on Assets on stock prices of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2018Ae2024. The approach used is a quantitative method with secondary data obtained from annual financial reports on the official website of the Indonesia Stock Exchange. The sample selection used purposive sampling, resulting in 59 companies with a total observation of 413. The data was then analyzed using multiple linear regression with the help of software SPSS version 25. The findings of this study indicate that Earnings Per Share and Dividends Per Share have an effect on stock prices, while Total Asset Turnover and Return on Assets do not have any effect. Keywords: TATO. EPS. DPS. ROA, stock price PENGARUH TATO. EPS. DPS. DAN ROA TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Total Asset Turnover. Earnings Per Share. Dividends Per Share, dan Return on Assets terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018Ae2024. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan di situs resmi Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, menghasilkan 59 perusahaan dengan total observasi 413 data. Data kemudian dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Earnings Per Share dan Dividends Per Share berpengaruh terhadap harga saham, sementara Total Asset Turnover dan Return on Assets tidak berpengaruh. Kata kunci: TATO. EPS. DPS. ROA, harga saham Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN: 2685-5607 PENDAHULUAN Harga saham merupakan aspek fundamental yang harus dicermati dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini disebabkan oleh peran harga saham yang merepresentasikan tingkat keberhasilan perusahaan atau emiten dalam mengelola aktivitas operasional dan tata kelolanya (Nazara et al. , 2. Tren kenaikan harga saham yang berkelanjutan mencerminkan kompetensi manajemen dalam mengoptimalkan kinerja perusahaan (Alkahfi et al. Peningkatan kinerja yang konsisten mampu memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modal pada perusahaan, yang pada gilirannya mendorong apresiasi harga saham. Sebaliknya, penurunan kinerja dapat menimbulkan penurunan harga saham (Sumantri & Sukartaatmadja, 2. Ariesta . melaporkan pada semester I tahun 2023, sektor basic materials dan industrial termasuk dalam enam indeks sektoral dengan kinerja terburuk di Bursa Efek Indonesia, yang mana sektor ini termasuk dalam sektor manufaktur. Indeks basic materials tercatat turun sekitar 18,35% dibanding awal tahun. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga komoditas global dan meningkatnya biaya energi serta bahan baku yang menekan margin laba emiten. Beberapa perusahaan yang terdampak cukup signifikan antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang sahamnya terkoreksi dari sekitar Rp2. 560 menjadi Rp2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun dari Rp955 ke Rp810, serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melemah dari Rp7. 750 ke Rp6. Sementara itu, sektor industrial juga mengalami pelemahan sekitar 1,04% pada periode yang sama. Meskipun koreksi tidak sedalam sektor basic materials, beberapa emiten besar tetap terkena tekanan, misalnya PT Astra International Tbk (ASII) yang sempat turun 2,18% dalam lima hari perdagangan, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) yang juga menghadapi tekanan di tengah kondisi pasar yang melemah. Berdasarkan fenomena tersebut menunjukkan bahwa harga saham sangat dipengaruhi oleh dinamika global dan fundamental perusahaan, sehingga penting bagi investor untuk mencermati kinerja keuangan dan prospek jangka panjang emiten. Secara ideal, keputusan investor untuk membeli saham seharusnya didasarkan pada analisis fundamental yang mencerminkan nilai intrinsik perusahaan (Hamid & Dailibas, 2. Menurut MuAoizzah & Salsabila, . analisis fundamental dilakukan investor untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan. Dalam penelitian ini beberapa indikator fundamental yang berperan dalam menentukan dinamika harga saham antara lain Total Asset Turnover. Earning per Share. Dividend per Share, serta Return on Assets. Menurut Sitanggang et al. total asset turnover merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan aset untuk menghasilkan penjualan. Nilai total asset turnover yang tinggi menunjukkan adanya peluang peningkatan laba perusahaan, dengan syarat faktor lain tidak berubah. Peningkatan laba tersebut mampu menarik minat investor, yang pada akhirnya berimplikasi pada naiknya harga saham (Sumantri & Sukartaatmadja, 2. Adapun penelitian Sumantri & Sukartaatmadja, . menyatakan bahwa total asset turnover berpengaruh terhadap harga saham, berbeda dengan hasil penelitian Albertus, . menemukan hasil berbeda, yakni total asset turnover tidak berpengaruh terhadap harga saham. Rasio earning per share (EPS) digunakan untuk mengetahui seberapa besar laba yang diperoleh per Informasi mengenai EPS yang dirilis perusahaan menjadi faktor penting bagi investor dalam mengambil keputusan (Rusdiyanto dkk. , 2. Peningkatan EPS memberikan sinyal positif terkait kinerja keuangan dan peluang pertumbuhan perusahaan, sedangkan penurunan EPS dapat dipersepsikan negatif karena meningkatkan risiko (Ardini & Amri, 2. Kartawinata et al. menemukan bahwa EPS berpengaruh terhadap harga saham, tetapi hasil berbeda ditunjukkan oleh Fransisca & Suselo . yang menyatakan EPS tidak berpengaruh Investor berinvestasi untuk memperoleh keuntungan berupa dividen dan capital gain. Dividen merupakan laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, sedangkan capital gain adalah selisih harga jual dan beli saham. Kemampuan perusahaan membagikan dividen per lembar saham dapat dilihat melalui rasio dividend per share (DPS) (Budiyarno & Prasetyoningrum, 2. Perusahaan dengan DPS lebih tinggi umumnya lebih diminati investor karena dividen mencerminkan hasil atas modal yang ditanamkan (Nufhafifah & Priyanto. Rahman & Elizabeth . menunjukkan DPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham karena mencerminkan potensi keuntungan yang diterima pemegang saham. Namun. Prayoga & Aprilyanti . menyatakan DPS tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham karena keputusan pembagian dividen ditentukan oleh pemegang saham dalam rapat umum yang dapat memilih untuk membagikan dividen atau menahannya sebagai laba ditahan. Return on Assets (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki. Rasio ini mengukur tingkat pengembalian atas investasi perusahaan terhadap total aset. ROA yang tinggi menandakan perusahaan memperoleh keuntungan, sedangkan penurunan ROA menunjukkan penurunan laba atau potensi kerugian (Sari, 2. Rumondang Sinaga et al. menemukan bahwa ROA berpengaruh terhadap harga saham. semakin besar ROA, kinerja perusahaan dianggap semakin baik sehingga menarik minat investor dan mendorong kenaikan harga saham. Namun, hasil ini berbeda dengan temuan Alkahfi et al. yang menyatakan ROA tidak berpengaruh terhadap harga saham karena rasio tersebut tidak mempertimbangkan faktor eksternal seperti inflasi, kondisi pasar, atau kebijakan pemerintah. Beberapa studi terdahulu memberikan hasil yang berbeda-beda terkait pengaruh total asset turnover, earning per share, dividend per share, dan return on assets terhadap harga saham. Hal ini menandakan adanya gap penelitian yang perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 keempat variabel tersebut terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018Ae2024 TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal Teori sinyal menjelaskan bagaimana perusahaan memberikan sinyal kepada pihak-pihak yang memanfaatkan laporan keuangan mereka. Sinyal tersebut dapat berupa informasi positif maupun negatif (Brigham & Houston. Teori ini menekankan pentingnya informasi yang disampaikan kepada pihak eksternal, seperti investor, misalnya laporan laba perusahaan yang dapat diartikan sebagai berita baik atau buruk (Mandager et al. , 2. Teori sinyal memandang laporan keuangan sebagai media bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi yang menggambarkan kondisi dan prospek perusahaan kepada pihak luar. Melalui sinyal ini, investor dapat menilai dan membedakan perusahaan dengan nilai yang tinggi dan prospek baik dari perusahaan dengan nilai yang rendah (Kristianingsih et al. , 2. Harga Saham Harga saham adalah nilai suatu saham yang berlaku di pasar pada saat transaksi berlangsung atau, bila pasar tutup, ditentukan oleh harga penutupan dan dipengaruhi oleh tingkat permintaan dan penawaran saham (Wawo et al. Menurut Musdalifah et al. , . , harga saham mencerminkan nilai pasar riil yang paling mudah diidentifikasi karena merupakan angka yang terbentuk di pasar saat perdagangan berlangsung atau mengacu pada harga penutupan ketika pasar ditutup. Brigham & Houston, . menyebutkan bahwa perubahan harga saham dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Sementara itu. Dewi . mengklasifikasikan harga saham di pasar modal menjadi beberapa jenis, yakni harga nominal . ilai yang tercantum pada sertifikat saha. , harga perdana . itetapkan saat saham pertama kali tercatat di burs. , harga pasar . erjadi melalui transaksi antar investor di pasar sekunde. , harga pembukaan . ada awal perdaganga. , harga penutupan . ada akhir perdaganga. , serta harga tertinggi, terendah, dan rata-rata yang mencerminkan fluktuasi harga saham Total Asset Turnover Menurut Junaeni . , total asset turnover merupakan rasio aktivitas yang digunakan untuk menilai sejauh mana dana yang diinvestasikan pada seluruh aset dapat dimanfaatkan dalam suatu periode, atau dengan kata lain menggambarkan kemampuan modal yang ditanamkan untuk menghasilkan pendapatan. Hery . menyatakan bahwa total asset turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur jumlah penjualan yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Rasio ini mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan dalam mengelola aset untuk menghasilkan penjualan. Semakin tinggi nilai total asset turnover, semakin efektif perusahaan dalam mengubah aset menjadi pendapatan. Perusahaan yang mampu memanfaatkan asetnya secara optimal untuk menciptakan penjualan diharapkan dapat meningkatkan keuntungannya Mandager et al. Earning Per Share Earning per Share (EPS) merupakan salah satu rasio keuangan yang menjadi perhatian investor karena dapat menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan (Silviana & Mutawali, 2. Sukamulja . menyatakan bahwa EPS adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya laba bersih perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham yang beredar. EPS dihitung dengan cara membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham dengan jumlah total saham yang beredar. Rasio ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba untuk setiap lembar saham yang dimiliki. Melalui EPS, investor dapat menilai kinerja keuangan perusahaan dan mengetahui sejauh mana perusahaan mampu memberikan keuntungan pada setiap saham yang dimiliki (Pratama et al. , 2. Dividend Per Share Menurut Purba . Dividend per Share adalah rasio yang digunakan untuk menilai proporsi dividen yang dibayarkan perusahaan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar pada periode tertentu. Rasio ini mencerminkan besaran laba yang dibagikan kepada pemegang saham untuk setiap lembar saham yang dimiliki, yang diperoleh dengan cara membagi total dividen dengan jumlah saham yang beredar. Devidend Per Share (DPS) yang tinggi akan mencerminkan bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik karena dapat membayar deviden dengan jumlah yang tinggi, sehingga dapat menarik minat para investor untuk membeli saham perusahaan tersebut. Return On Asset Return on Assets (ROA) adalah ukuran profitabilitas yang menunjukkan proporsi laba bersih suatu perusahaan terhadap total sumber daya atau rata-rata asetnya (Kasmir, 2. Menurut Munawir . menyatakan bahwa return on asset adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 e-ISSN: 2685-5607 menghasilkan laba. Return on Assets (ROA) mengukur seberapa besar laba bersih yang mampu diperoleh perusahaan jika dibandingkan dengan total aset yang digunakan, sehingga rasio ini mencerminkan efisiensi pemanfaatan aset dalam menghasilkan keuntungan (Rusdiyanto et al, 2. Semakin besar return on assets, maka menunjukkan kinerja didalam perusahaan akan semakin baik Pengembangan Hipotesis Pengaruh TATO Terhadap Harga Saham Total Asset Turnover menggambarkan tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan Rasio total asset turnover yang tinggi memberikan sinyal positif mengenai efektivitas pengelolaan aset, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor serta mendorong kenaikan harga saham. Sebaliknya, rasio total asset turnover yang rendah menunjukkan kurangnya efisiensi sehingga dapat dipandang negatif oleh pasar dan berpotensi menekan harga saham (Mandager et al. , 2. Rasio ini juga menilai sejauh mana perusahaan mampu mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan (Sitanggang et al. , 2. Hasil penelitian oleh Wawo et al. serta Sumantri & Sukartaatmadja . mengungkapkan bahwa total asset turnover (TATO) berpengaruh terhadap harga saham, di mana semakin tinggi perputaran aset maka laba yang diperoleh perusahaan cenderung meningkat, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap konstan. H1: TATO memiliki pengaruh terhadap nilai saham Pengaruh EPS Terhadap Harga Saham Earning Per Share (EPS) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba yang diperoleh per saham. EPS mencerminkan besarnya keuntungan yang dapat diterima investor dari setiap lembar saham yang dimilikinya. Semakin tinggi nilai EPS, semakin besar keuntungan yang diberikan kepada pemegang saham, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang signifikan (Pratama et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kartawinata et al. Beatrixon et al. Fifa et al. , dan Putri et al. menunjukkan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sehingga peningkatan EPS cenderung diikuti oleh kenaikan harga saham. Rasio ini menggambarkan margin keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan laba yang diperoleh. H2: EPS berpengaruh terhadap harga saham Pengaruh DPS Terhadap Harga Saham Dividen yang tinggi atau konsisten dipandang sebagai sinyal positif yang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong kenaikan harga saham, sedangkan penurunan atau penghentian dividen dianggap sebagai sinyal negatif yang berpotensi menurunkan harga saham. Kebijakan dividen perusahaan berpengaruh terhadap ekspektasi pasar dan pergerakan harga saham (Ismawati et al. , 2. Perusahaan yang membagikan Dividend Per Share (DPS) lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis cenderung lebih menarik perhatian investor, karena dividen merupakan hasil dari modal yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Nufhafifah & Priyanto, 2. Penelitian oleh Alqsass et al. dan Putra et al. menunjukkan bahwa DPS berpengaruh signifikan terhadap harga Besarnya dividen per lembar saham memengaruhi keputusan investor dalam membeli saham. tinggi DPS, semakin besar minat investor. DPS yang tinggi juga mencerminkan prospek perusahaan yang baik karena mampu membagikan dividen dalam jumlah besar, sehingga menarik minat investor untuk menanamkan modal pada saham perusahaan tersebut. H3: DPS berpengaruh terhadap harga saham Pengaruh ROA Terhadap Harga Saham Return on Assets (ROA) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dibandingkan dengan total aset yang dimiliki, sehingga rasio ini mencerminkan efisiensi pemanfaatan aset untuk memperoleh keuntungan (Rusdiyanto et al. , 2. Nilai ROA yang tinggi dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan efektivitas pengelolaan aset dan meningkatkan kepercayaan investor, yang berpotensi mendorong kenaikan harga saham. Sebaliknya. ROA yang rendah dipandang sebagai sinyal negatif, menandakan ketidakmampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki dan dapat menurunkan minat investor, sehingga berpotensi menekan harga saham. Dengan demikian. ROA memengaruhi persepsi pasar terhadap kondisi keuangan perusahaan serta harga sahamnya (Jaya et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Saputra & Nofrialdi . Sari . , dan Rumondang Sinaga et al. menunjukkan bahwa ROA berpengaruh terhadap harga saham, di mana semakin tinggi nilai ROA menandakan kemampuan perusahaan memberikan pengembalian yang baik kepada investor dan menunjukkan kinerja perusahaan yang menguntungkan. Hipotesis 4: Return on Assets (ROA) memiliki pengaruh terhadap harga saham Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang berjumlah 508 perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Metode ini bertujuan untuk memperoleh sampel yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan, diperoleh 59 perusahaan sebagai sampel penelitian. Dengan periode penelitian selama 7 tahun . 8Ae2. , sehingga jumlah data yang dianalisis sebanyak 413 data observasi. Tabel 1. Kriteria Pemilihan Sampel No. Keterangan Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Perusahaan manufaktur yang IPO maksimal tahun 2018. Perusahaan manufaktur yang mengalami keuntungan periode 2018-2024 Perusahaan manufaktur yang membagikan dividen periode 2018-2024 Jumlah perusahaan yang menjadi sampel Dikali jumlah tahun Jumlah . ata penelitian x tahu. Sumber: Data Olahan . Tabel 2. Daftar Perusahaan Sampel No. Nama Perusahaan Darya-Varia Laboratoria Tbk. Kalbe Farma Tbk. Merck Tbk. Industri Jamu dan Farmasi Sido Tempo Scan Pacific Tbk. Prodia Widyahusada Tbk. Colorpak Indonesia Tbk. Ekadharma International Tbk. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Indocement Tunggal Prakarsa Tb Lautan Luas Tbk. Semen Indonesia (Perser. Tbk. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Unggul Indah Cahaya Tbk. Wijaya Karya Beton Tbk. Emdeki Utama Tbk. Panca Budi Idaman Tbk. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. BISI International Tbk. Budi Starch & Sweetener Tbk. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Charoen Pokphand Indonesia Tbk Delta Djakarta Tbk. Dharma Satya Nusantara Tbk. Enseval Putera Megatrading Tbk FKS Multi Agro Tbk. Sampoerna Tbk. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. PP London Sumatra Indonesia Tb Midi Utama Indonesia Tbk. Multi Bintang Indonesia Tbk. Mayora Indah Tbk. Nippon Indosari Corpindo Tbk. Millennium Pharmacon Internati Sekar Laut Tbk. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 Jumlah e-ISSN: 2685-5607 No. Nama Perusahaan Tunas Baru Lampung Tbk. Tigaraksa Satria Tbk. Ultrajaya Milk Industry & Trad Unilever Indonesia Tbk. Garudafood Putra Putri Jaya Tb Arwana Citramulia Tbk. Astra Graphia Tbk. Astra International Tbk. Impack Pratama Industri Tbk. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Multifiling Mitra Indonesia Tb Supreme Cable Manufacturing & Surya Toto Indonesia Tbk United Tractors Tbk. Mark Dynamics Indonesia Tbk. Surya Pertiwi Tbk. Superkrane Mitra Utama Tbk. Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. Catur Sentosa Adiprana Tbk. Indospring Tbk. Selamat Sempurna Tbk. Hartadinata Abadi Tbk. Sumber: w. Defenisi Operasional Variabel Defenisi operasional adalah variabel penelitian bertujuan untuk memahami arti setiap variabel sebelum dilakukan analisis instrumen, dan sumber pengukuran berasal dari mana. Tabel 3. Operasional Variabel No. Variabel Harga Saham (Y) Winata dkk, . Total Assets Turnover (X. Mandager dkk, . Earning Per Share (X. Rifky dkk, . Dividend Per Share (X. Rahman & Elizabeth, . Return On Assets (X. Takaful dkk, . Indikator Harga saham pada saat penutupan . losing pric. Penjualan bersih Total Aset Laba Bersih yaycEycI = Jumlah Saham Beredar Total dividen yang dibagikan yaycEycI = Jumlah saham yang beredar ycNyaycNycC = ycIycCya = yayaycN Total Assets Sumber: Data Olahan . Teknik Analisis Data Analisis Statistik Dekriptif Menurut Ghozali, . , statistik deskriptif adalah metode analisis yang digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan data penelitian melalui indikator seperti nilai minimum, maksimum, rata-rata, standar deviasi, jumlah total . , rentang . , kurtosis, dan skewness. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif difokuskan pada nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi dari setiap variabel. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengevaluasi kondisi data yang digunakan dalam penelitian ini, dengan tujuan memperoleh model yang tepat. Uji asumsi klasik yang diterapkan mencakup uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 Uji Normalitas Dalam uji normalitas ini untuk mengetahui data terdistribusi normal yaitu menggunakan uji statistik KolmogorovSmirnov (K-S). Dasar pengambilan keputusan pada analisis Kolmogrov Smirnov Z . -Sample KS) dengan nilai signifikansi 0,05. Uji Multikolinearitas Ghozali . menyatakan bahwa pengujian multikolinearitas bertujuan untuk mengecek apakah terdapat korelasi antar variabel bebas . dalam model regresi. Indikator multikolinearitas dapat diamati melalui nilai toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF). Terjadinya multikolinearitas ditandai dengan VIF > 10 atau toleransi < 0,1, sedangkan VIF < 10 atau toleransi > 0,1 menunjukkan bahwa model regresi bebas dari Uji Heteroskedastisitas Ghozali . menjelaskan bahwa uji heteroskedastisitas digunakan untuk menilai apakah terdapat perbedaan varians residual antar pengamatan dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari heteroskedastisitas. Pada pengujian ini digunakan uji Park, di mana jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sedangkan jika nilai signifikansi < 0,05 maka heteroskedastisitas terjadi. Uji Autokorelasi Menurut Santoso . , uji autokorelasi digunakan untuk menilai apakah terdapat hubungan antara kesalahan residual pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 dalam regresi linier. Salah satu metode untuk mendeteksi autokorelasi adalah Uji Durbin-Watson (DW). Santoso, . menjelaskan bahwa interpretasi nilai DW secara umum adalah: . nilai DW di bawah -2 menunjukkan adanya autokorelasi positif. nilai DW antara -2 hingga 2 menunjukkan tidak terjadi autokorelasi. nilai DW di atas 2 menunjukkan adanya autokorelasi negatif. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (Adjusted RA) digunakan untuk menilai sejauh mana model mampu menjelaskan variasi pada variabel dependen (Ghozali, 2. Nilai koefisien ini berada dalam rentang 0 hingga 1. Nilai RA yang rendah menunjukkan keterbatasan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen, sedangkan nilai yang mendekati 1 menunjukkan bahwa variabel independen hampir sepenuhnya mampu menjelaskan variasi variabel dependen, sehingga memberikan sebagian besar informasi yang diperlukan untuk memprediksi variabel Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda adalah teknik statistik yang digunakan untuk menilai pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Melalui analisis ini, dapat diketahui sejauh mana total assets turnover, earning per share, dividend per share, dan return on assets mempengaruhi harga saham, yang dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Uji t digunakan untuk menilai pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel Apabila nilai probabilitas uji t lebih kecil dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa variabel independen tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk menguji apakah seluruh variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikansi (Si. kurang dari 0,05, maka secara bersamasama Total Asset Turnover (TATO/XCA). Earning Per Share (EPS/XCC). Dividend Per Share (DPS/XCE), dan Return on Assets (ROA/XCE) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 4. Analisis Statistik Deskriptif Variables Total Asset Turnover (X. Minimum Maximum Mean ,26 4,46 1,1786 Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 Standard Deviation ,74204 e-ISSN: 2685-5607 Variables Earning Per Share (X. Dividend Per Share (X. Return n Assets (X. Harga Saham (Y) Minimum Maximum Mean 2,41 ,24 ,00 77,00 7519,46 6702,51 ,46 27350,00 341,5297 136,8616 ,0995 3156,6177 Standard Deviation 734,54867 388,07172 ,07330 4499,04429 Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil analisis deskriptif, variabel Total Asset Turnover (X. memiliki nilai minimum 0,26 dan maksimum 4,46, dengan rata-rata 1,1786 dan standar deviasi 0,74204. Temuan ini menunjukkan adanya variasi dalam efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan total aset untuk menghasilkan penjualan, meskipun secara rata-rata tingkat efektivitas tersebut relatif rendah. Variabel Earning Per Share (X. tercatat memiliki nilai minimum 2,41 dan maksimum 7. 519,46, dengan rata-rata 341,5297 dan standar deviasi 734,54867, mencerminkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan perusahaan menghasilkan laba per lembar saham dan menandakan kesenjangan kinerja antar perusahaan. Sementara itu. Dividend Per Share (X. memiliki nilai minimum 0,24 dan 702,51, dengan rata-rata 136,8616 dan standar deviasi 388,07172, yang menunjukkan variasi tinggi dalam kebijakan pembagian dividen di antara perusahaan manufaktur. Untuk variabel Return on Assets (X. , nilai minimum tercatat 0,00 dan maksimum 0,46, dengan rata-rata 0,0995 dan standar deviasi 0,07330, menunjukkan kemampuan rata-rata perusahaan dalam menghasilkan laba dari total aset yang relatif rendah, meskipun terdapat beberapa perusahaan dengan pengembalian aset lebih tinggi. Adapun variabel dependen. Harga Saham (Y), memiliki nilai minimum 77,00 dan maksimum 27. 350,00, dengan rata-rata 3. 156,6177 dan standar deviasi 499,04429, yang mencerminkan fluktuasi harga saham yang signifikan antar perusahaan manufaktur, menggambarkan perbedaan persepsi pasar serta variasi kinerja fundamental masing-masing perusahaan. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dasar pengambilan keputusan pada analisis Kolmogrov Smirnov Z . -Sample KS) dengan nilai signifikansi 0,05. Tabel 5. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. ,0000000 ,25974742 ,042 ,036 -,042 ,042 ,090c Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil uji normalitas yang ditampilkan pada tabel 5, nilai Asymp. Sig. -taile. untuk 413 data observasi yang telah ditransformasikan, setelah mengeluarkan 24 data outlier sehingga tersisa 389 data, tercatat sebesar 0,090, yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi normal. Selain itu, hasil uji normalitas menggunakan grafik P-Plot normal menunjukkan bahwa plot menyebar mengikuti garis diagonal, yang mengindikasikan bahwa distribusi data yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Model regresi dikatakan mengalami multikolinearitas apabila nilai VIF > 10 atau nilai tolerance < 0,1. Sebaliknya, jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1, maka tidak terdapat indikasi multikolinearitas dalam model regresi. Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Total Asset Turnover (X. Earning Per Share (X. Dividend Per Share (X. Return On Assets (X. Tolerance ,994 ,332 ,311 ,880 VIF 1,006 3,015 3,215 1,136 Sumber: Data Olahan . Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 Berdasarkan output yang ditampilkan pada Tabel 6, variabel Total Asset Turnover (TATO) memiliki nilai tolerance sebesar 0,994 dan VIF sebesar 1,006. Variabel Earning Per Share (EPS) tercatat dengan tolerance 0,332 dan VIF 3,015, sedangkan Dividend Per Share (DPS) memiliki tolerance 0,311 dan VIF 3,215. Untuk variabel Return on Assets (ROA), nilai tolerance tercatat 0,880 dan VIF 1,136. Mengacu pada kriteria umum, di mana tolerance > 0,10 dan VIF < 10, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini bebas dari masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas pada penelitian ini dilakukan menggunakan Park test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jika nilai signifikansi . > 0,05, maka tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika nilai sig < 0,05, hal tersebut menunjukkan adanya heteroskedastisitas dalam model regresi. Tabel 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Constan. -3,153 Total Asset Turnover (X. ,006 Earning Per Share (X. ,234 Dividend Per Share (X. -,554 Return On Asset (X. -2,814 Std. Error ,427 ,148 ,306 ,305 1,580 Beta ,002 ,067 -,164 -,095 -7,385 ,041 ,763 -1,818 -1,781 Sig. ,000 ,968 ,446 ,070 ,076 Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil Park test yang ditampilkan pada tabel 7, seluruh variabel independen menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Secara rinci, variabel Total Asset Turnover (TATO) memiliki nilai signifikansi 0,968. Earning Per Share (EPS) 0,446. Dividend Per Share (DPS) 0,070, dan Return on Assets (ROA) 0,076. Karena nilai signifikansi dari keempat variabel tersebut melebihi 0,05, maka berdasarkan kriteria pengambilan keputusan pada uji Park, dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak menunjukkan adanya gejala Uji Autokorelasi Menurut Santoso, . , secara umum deteksi autokorelasi dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . nilai Durbin-Watson (DW) di bawah -2 menunjukkan adanya autokorelasi positif. nilai DW antara -2 hingga 2 menandakan tidak terjadi autokorelasi. nilai DW di atas 2 mengindikasikan adanya autokorelasi negatif. Tabel 8. Hasil Uji Autokorelasi Model ,825 R Square Adjusted R Square ,680 ,677 Std. Error of the Estimate ,20622 Durbin-Watson 1,860 Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan pada tabel 8, diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1,860. Mengacu pada Santoso, . , interpretasi nilai Durbin-Watson untuk sampel besar . ebih dari 200 observas. dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatannya terhadap angka 2, tanpa perlu merujuk pada nilai batas bawah . L) dan batas atas . U). Nilai 1,860 mendekati angka 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami autokorelasi. Dengan demikian, model regresi yang digunakan telah memenuhi salah satu asumsi klasik, yaitu tidak adanya autokorelasi antar residual. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (Adjustded Squar. (R. untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Ghozali, 2. Tabel 9. Hasil Koefisien Determinasi Model ,825a R Square ,680 Adjusted R Square ,677 Std. Error of the Estimate ,20622 Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan pada tabel 9, diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,677. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO). Earning Per Share (EPS). Dividend Per Share (DPS), dan Return on Assets (ROA) secara simultan mampu menjelaskan 67,7% variasi harga saham. Dengan kata lain, perubahan harga saham sebesar 67,7% dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen tersebut, sementara sisanya sebesar 32,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 e-ISSN: 2685-5607 penelitian ini. Nilai Adjusted R Square yang relatif tinggi ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki kemampuan prediksi yang cukup baik terhadap harga saham. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil dari analisis regresi linear berganda akan menguji seberapa besar pengaruh Total Assets Turnover. Earning Per Share. Dividend Per Share, dan Return on Assets terhadap Harga Saham. Tabel 10. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Std. Error (Constan. ,677 ,027 Total Asset Turnover (X. ,001 ,024 Earning Per Share (X. ,554 ,036 Dividend Per Share (X. ,238 ,032 Return On Asset (X. -,360 ,201 Beta ,001 ,618 ,292 -,056 24,983 ,039 15,218 7,469 -1,788 Sig. ,000 ,969 ,000 ,000 ,075 Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil yang ditampilkan pada tabel 10, nilai konstanta sebesar 0,677 mengindikasikan bahwa apabila seluruh variabel independen . otal asset turnover, earning per share, dividend per share, dan return on asset. bernilai nol, harga saham diperkirakan sebesar 0,677. Koefisien regresi total asset turnover (XCA) sebesar 0,001 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada total asset turnover akan berimplikasi pada kenaikan harga saham sebesar 0,001 satuan. Koefisien regresi earning per share (XCC) sebesar 0,554 menandakan bahwa peningkatan satu satuan pada earning per share akan meningkatkan harga saham sebesar 0,554 satuan. Koefisien regresi dividend per share (XCE) sebesar 0,238 menunjukkan bahwa setiap penambahan satu satuan pada dividend per share akan meningkatkan harga saham sebesar 0,238 satuan. Sebaliknya, koefisien regresi return on assets (XCE) sebesar -0,360 mengindikasikan bahwa peningkatan satu satuan pada return on assets akan menurunkan harga saham sebesar 0,360 satuan. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka variabel independen mempengaruhi variabel dependen (Ghozali. Tabel 11. Hasil Uji T (Constan. Total Asset Turnover (X. Earning Per Share (X. Dividend Per Share (X. Return On Asset (X. ,677 ,001 ,554 ,238 -,360 24,983 ,039 15,218 7,469 -1,788 Sig. ,000 ,969 ,000 ,000 ,075 Keterangan Tidak Berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Sumber: Data Olahan . Berdasarkan tabel 11, hasil penelitian menunjukkan bahwa earning per share dan dividend per share memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, sementara total asset turnover dan return on assets tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor lebih sensitif terhadap informasi yang terkait langsung dengan potensi pendapatan yang dapat diperoleh, seperti laba per saham dan dividen, dibandingkan dengan indikator efisiensi atau produktivitas aset. Uji F Tujuan uji statistik F yakni untuk menguji signifikan tidaknya pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Tabel 12. Hasil Uji F Model Sum of Squares Regression 34,597 Residual 16,287 Total 50,885 Mean Square 8,649 ,043 203,395 Sig. ,000b Sumber: Data Olahan . Berdasarkan hasil uji F yang disajikan pada tabel 12, diperoleh nilai F sebesar 203,395 dengan nilai signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi ini lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 0,05, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini terbukti signifikan secara Pembahasan Pengaruh TATO Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji t pada penelitian ini, variabel Total Asset Turnover (TATO) memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,969, yang lebih besar daripada tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial TATO tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sitanggang et al. Albertus . Panjaitan et al. Dini & Pasaribu . , dan Alkahfi et al. , yang juga menyatakan bahwa TATO tidak berpengaruh terhadap harga saham. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki total aset yang relatif besar namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong penjualan. Hasil ini diperkuat oleh kondisi empiris yang menunjukkan bahwa meskipun data penjualan perusahaan mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, rasio TATO justru cenderung rendah pada periode yang sama. Rendahnya rasio TATO di tengah peningkatan penjualan mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan aset yang dimiliki perusahaan. Hal ini dapat dijelaskan oleh karakteristik industri manufaktur yang bersifat padat modal . apital intensiv. , di mana perusahaan membutuhkan aset tetap dalam jumlah besar untuk menunjang kegiatan operasional. Akibatnya, total aset perusahaan relatif tinggi, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak sebanding dengan kenaikan aset tersebut. Secara teoretis, rasio TATO yang tinggi dianggap sebagai sinyal positif mengenai efektivitas perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan penjualan (Kinata et al. , 2. Hasil penelitian ini berbeda dengan temuan Winata et al. Prima & Ismawati . Mandager et . , serta Sumantri & Sukartaatmadja . , yang menyatakan bahwa TATO berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan mereka mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran aset, semakin besar pula laba yang dihasilkan perusahaan, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap konstan. Pengaruh EPS Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji t pada penelitian ini, variabel Earning Per Share (EPS) menunjukkan nilai signifikansi yang lebih kecil daripada tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data penelitian memperlihatkan bahwa laba bersih yang diperoleh perusahaan setiap tahunnya mengalami fluktuasi, demikian pula rasio EPS yang juga berfluktuasi. Variasi tersebut mencerminkan dinamika kinerja keuangan yang wajar terjadi di sektor manufaktur, mengingat industri ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti harga bahan baku, kondisi pasar, kebijakan pemerintah, dan variabel makroekonomi lainnya. Meskipun demikian. EPS tetap menjadi indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang dapat diatribusikan pada setiap lembar saham. Naik-turunnya EPS tetap memberikan sinyal bagi investor mengenai prospek maupun risiko perusahaan. Secara teoretis. EPS yang tinggi atau mengalami peningkatan dari periode sebelumnya dianggap sebagai sinyal positif yang menunjukkan prospek kinerja dan kondisi keuangan perusahaan yang baik (Ardini & Amri, 2. Kenaikan EPS umumnya direspon positif oleh pasar karena menunjukkan peningkatan profitabilitas, sedangkan penurunan EPS dapat menjadi peringatan bagi investor atas potensi penurunan kinerja keuangan (Olivia et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Kartawinata et al. Prayoga & Aprilyanti . Ismail et al. Putri et al. , dan Rusdiyanto et al. yang menyatakan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi EPS, semakin besar ketertarikan investor untuk menanamkan modal pada perusahaan, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan saham dan mendorong kenaikan harga saham. Namun, hasil ini tidak konsisten dengan penelitian Fransisca & Suselo, . Habibulloh & Murni . Darmawan & Megawati . , serta Silviana & Mutawali . yang menemukan bahwa EPS tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh DPS Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji t, variabel Dividend Per Share (DPS) terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil daripada tingkat signifikansi 0,05. Data penelitian menunjukkan bahwa total dividen yang dibagikan perusahaan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seiring dengan tren kenaikan rasio DPS. Peningkatan DPS mengindikasikan adanya kebijakan perusahaan untuk menyalurkan sebagian laba kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan kondisi keuangan yang stabil serta kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang memadai. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa investor di pasar modal Indonesia, khususnya pada sektor manufaktur, menjadikan dividen sebagai salah satu pertimbangan utama dalam keputusan investasi. Secara teoretis, kenaikan DPS dipandang Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 e-ISSN: 2685-5607 sebagai sinyal positif bagi investor mengenai kinerja dan stabilitas keuangan perusahaan, sehingga diharapkan dapat mendorong kenaikan harga saham (Ismawati et al. , 2. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Alqsass et al. Putra et al. Ismawati et al. Wawo et al. , . , dan Rahman & Elizabeth, . , yang menyatakan bahwa DPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Laba per lembar saham menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat investor untuk membeli saham. semakin tinggi DPS, semakin besar pula ketertarikan investor. Namun demikian, hasil ini tidak sejalan dengan penelitian Prayoga & Aprilyanti . Simanullang et al. Nufhafifah & Priyanto . , serta Munawar & Dermawan, . , yang menyimpulkan bahwa pembagian dividen tidak selalu berpengaruh terhadap harga saham karena keputusan pembagian dividen ditentukan oleh pemegang saham dalam rapat umum untuk memutuskan apakah laba akan dibagikan atau ditahan sebagai cadangan perusahaan. Pengaruh ROA Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji t pada penelitian ini, diperoleh nilai signifikansi variabel Return on Assets (ROA) sebesar 0,075, yang lebih tinggi daripada tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan total aset untuk menghasilkan laba belum mampu memicu perubahan harga saham secara signifikan. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan yang dilaporkan oleh Rahman & Elizabeth . Sumantri & Sukartaatmadja . Fransisca & Suselo . Habibulloh & Murni . , serta Ramadhan & Nursito . yang menyatakan bahwa ROA tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun demikian, hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Rumondang Sinaga et al. Darmawan & Megawati . Sari . , dan Saputra & Nofrialdi . yang menemukan adanya pengaruh signifikan ROA terhadap harga saham. Dalam perspektif teori sinyal . ignaling theor. ROA yang tinggi umumnya dianggap sebagai sinyal positif bagi investor karena mencerminkan efisiensi manajemen dan kinerja operasional yang baik. Sebaliknya. ROA yang rendah secara teoritis diartikan sebagai sinyal negatif yang dapat menurunkan kepercayaan investor dan berpotensi menekan harga saham (Jaya et al. , 2. Namun, hasil empiris penelitian ini tidak mendukung pandangan tersebut. Ketidakberpengaruhan ROA terhadap harga saham dapat dijelaskan melalui beberapa faktor. Pertama, nilai ROA pada sebagian besar perusahaan manufaktur yang menjadi sampel penelitian berada pada tingkat yang relatif rendah, yang mencerminkan karakteristik industri manufaktur sebagai sektor padat modal . apital intensiv. Dalam kondisi ini, rendahnya ROA lebih dipandang sebagai karakteristik industri daripada indikator kinerja buruk sehingga tidak direspons negatif oleh investor. Selain itu, adanya asimetri informasi menyebabkan tidak semua investor mampu menafsirkan informasi laporan keuangan secara tepat. Situasi ini mengakibatkan sinyal yang dikirimkan melalui ROA tidak menimbulkan respons pasar yang berarti karena investor tidak sepenuhnya memahami relevansi angka ROA tersebut sebagai pertimbangan dalam keputusan PENUTUP Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa Total Asset Turnover (TATO) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tingkat perputaran total aset perusahaan belum mampu memengaruhi fluktuasi harga saham secara nyata. Dengan demikian, efisiensi penggunaan aset tidak menjadi faktor utama yang diperhatikan investor dalam menilai harga saham. Sebaliknya. Earning Per Share (EPS) terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur di BEI. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai EPS, harga saham cenderung mengalami peningkatan, karena EPS mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba per lembar saham yang menjadi pertimbangan penting bagi investor. Dividend Per Share (DPS) juga berpengaruh signifikan terhadap harga saham, yang menunjukkan bahwa besaran dividen yang dibagikan dapat memengaruhi keputusan investor dan berdampak pada pergerakan harga saham. Sementara itu. Return on Assets (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari total aset belum menjadi perhatian utama investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan. Bagi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, disarankan untuk meningkatkan kinerja keuangan, terutama pada indikator EPS dan DPS, melalui peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, serta penerapan strategi pemasaran yang tepat guna mendorong pertumbuhan laba dan kenaikan harga saham. Bagi investor. EPS dan DPS dapat dijadikan pertimbangan utama dalam menentukan keputusan investasi, namun perlu tetap dipadukan dengan analisis menyeluruh terhadap kondisi keuangan dan faktor eksternal guna meminimalkan risiko. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas variabel penelitian dengan menambahkan indikator lain seperti Return on Equity (ROE). Debt to Equity Ratio (DER). Current Ratio (CR), maupun variabel eksternal seperti kondisi makroekonomi, tingkat suku bunga, dan inflasi agar hasil penelitian lebih komprehensif. Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 DAFTAR RUJUKAN Albertus. Effect of Current Ratio. Total Asset Turnover, and Earnings Per Share on Stock Prices in Banking Sub-Sectors Listed on the Indonesia Stock Exchange 2018-2019. Strategic Management Business Journal, 1. , 30Ae39. https://doi. org/10. 55751/smbj. Alkahfi. Ahmad. , & Kurnianti. Pengaruh Per. Tato. Roa Dan Kebijakan Dividen Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Bei Periode 2016-2019. Indonesian Journal of Economy. Business. Entrepreneurship and Finance, 3. , 263Ae277. Alqsass. Jaradat. Rexhepi. Zureigat. Al-Gasawneh. , & Maali. The Impact of Dividends Per Share and Retained Earnings Per Share on Share Price: A Study Based On Jordanian Companies. Quality - Access to Success, 24. , 67Ae74. https://doi. org/10. 47750/QAS/24. Ardini. , & Amri. Pengaruh Earning Per Share. Return On Asset dan Arus Kas terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2013-2022. Jurnal Maneksi, 13. , 449Ae457. https://doi. org/10. 31959/jm. Ariesta. Enam Indeks Sektoral Saham Dengan Kinerja Terburuk di 2023. IDX Channel. https://w. com/market-news/enam-indeks-sektoral-saham Beatrixon. Wiyono. , & Rinofah. Pengaruh Return on Asset. Earning per Share dan Price to Book Value terhadap Harga Saham: Studi pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. AlKharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan Bisnis Syariah, 6. , 308Ae322. https://doi. org/10. 47467/alkharaj. Brigham. , & Houston. Dasar-Dasar Manajeman Keuangan: Essentials of Financial Management. Jakarta: Salemba Empat. Budiyarno. , & Prasetyoningrum. Pengaruh Dividend Per Share. Earning Per Share, dan Price Earning Ratio terhadap Harga Saham Syariah. Management & Accounting Expose, 2. , 134Ae145. https://doi. org/10. 36441/mae. Darmawan. , & Megawati. Pengaruh ROA . ROE . EPS Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur. JISIP, 6. , 3926Ae3935. Dewi. Pengaruh Laba Bersih Terhadap Harga Saham Pt. Media Nusantara Citra Tbk. Penelitian Ekonomi Akuntansi, 3. , 128Ae134. Dini. , & Pasaribu. Pengaruh ROE. CR. TATO. DER Terhadap Harga Saham Perusahaan Perdagangan Besar Barang Produksi & Konsumsi. Jambura Economic Education Journal, 3. , 128Ae134. https://doi. org/10. 37479/jeej. Fifa. Sari. , & Indiraswari. Pengaruh Earning Per Share. Leverage Dan Financial Distress Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Transportasi. Jurnal Bisnis Net Volume : 7 No . 1 Juni , 2024 | IS. Jurnal Bisnis Net, 7. , 30Ae36. Fransisca. , & Suselo. Pengaruh ROA. ROE. NPM, dan EPS terhadap Harga Saham Perusahaan Sub Sektor Asuransi yang Terdaftar di BEI Tahun 2017-2020. Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah, 5. , 1138Ae1152. https://doi. org/10. 47467/alkharaj. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 (Edisi Sem. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Habibulloh. , & Murni. Pengaruh ROA. ROE. NPM. Dan EPS Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Tercatat Pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021. COSTING:Journal Economic. Business Accounting, 7. , 1435Ae1446. https://doi. org/10. 31539/costing. Hamid. , & Dailibas. Pengaruh Return On Asset dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham. COSTING:Journal of Economic. Business and Accounting, 4. , 485Ae491. Hery. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Grasindo. Ismail. Amaliah. , & Badu. Pengaruh Dividen Per Share. Earning Per Share dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi di BEI. Jambura Accounting Review, 6. , 195Ae209. Ismawati. Wijayanti. , & Fajri. Pengaruh Net Profit Margin. Price To Book Value, dan Dividend Per Share terhadap Harga Saham pada Perusahaan Indeks LQ 45. Jae (Jurnal Akuntansi Dan Ekonom. , 6. , 40Ae48. https://doi. org/10. 29407/jae. Jaya. Novitriansyah. Pujiono, & Estu. Pengaruh Harga Komoditas. Debt To Equity Ratio (DER). Dan Return On Asset (ROA) Terhadap Harga Saham Pada Sektor Energi Yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2022. LUCRUM: Jurnal Bisnis Terapan, 4. , 102Ae114. Junaeni. Pengaruh Economic Value Added. Retrun On Asset. Debt to Equity Ratio dan Total Assets Turnover Terhadap Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun Riset & Jurnal Akuntansi, 2. , 32Ae47. Kartawinata. Heryuda. Pradana. , & Akbar. Influence Of Return On Assets (ROA) and Earning Per Share (EPS) To Share Price (Study On Property And Real Estate Companies Listed On IDX Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 e-ISSN: 2685-5607 Period 2010 Ae 2. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management. Idx, 123Ae132. https://doi. org/10. 46254/ap01. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers. Kinata. Purba. , & Cinthya. Pengaruh Debt To Equity Ratio. Current Ratio. Total Assetturnover Dan Price To Book Value Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2017-2020. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi. Dan Akuntans. , 5. , 915Ae929. Kristianingsih. Prasetyo. , & Putra. Pengaruh Return On Asset. Earning Pe Share Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham. Journal Economic Insights Journal, 3. , 247Ae261. Mandager. Hidayati. , & Ardhana Putra. Pengaruh Current Ratio (C. Debt To Equity Ratio (De. Return on Equity (Ro. Dan Total Asset Turnover (Tat. Terhadap Harga Saham Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Dibei Tahun 2017-2021. Jmm Unram - Master of Management Journal, 12. , 332Ae348. https://doi. org/10. 29303/jmm. MuAoizzah. , & Salsabila. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Islam, 10. , 225Ae239. Munawar. , & Dermawan. Analisis Earning Per Share Dan Dividend Per Share Terhadap Harga Saham (Kasus pada PT Kimia Farma Tb. BanKu: Jurnal Perbankan Dan Keuangan, 3. , 55Ae https://doi. org/10. 37058/banku. Munawir. Analisis Laporan Keuangan (Edisi . Yogyakarta: Liberty. Musdalifah. Sri. , & Maryam. Manajemen investasi: Fundamental, analisis teknikal, perilaku investor dan return saham. Yogyakarta: Deepublish. Nazara. Sitorus. Perangin-angin. , & Saputri. Pengaruh Debt To Equity Ratio,Return On Equity,Cash Ratio. Dan Total Asset Turnover Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Jasa Periode 2017-2019. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi. Dan Akuntans. , 5. , 33Ae49. Nufhafifah. , & Priyanto. Pengaruh Return on Equity. Earning Per Share. Dan Dividen Per Share Terhadap Harga Saham Pt Bank Tabungan Negara Tahun 2012-2021. EKONOMIKA45 : Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi Bisnis. Kewirausahaan, 11. , 01Ae13. https://doi. org/10. 30640/ekonomika45. Olivia. Budianto. Sitorus. , & Listya. Pengaruh Struktur Aset. Market Value Added. Profitabilitas Serta Earning Per Share Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2022. Journal Accounting International Mount Hope, 7. , 182Ae191. Panjaitan. Sitanggang. , & Hayati. The Influence Of TATO. ROA. CR, and EPS On Stock Prices in Manufacturing Companies Listed On The IDX For The 2016-2019 Period. COSTING:Journal of Economic. Business Accounting, 5. , 1138Ae1147. https://journal. id/index. php/COSTING/article/view/3368 Pratama. Prapanca. , & Sriyono. Return On Asset (ROA). Return On Investment (ROI). Earning Per Share (EPS) Againts Share Prices. MSEJ (Management Studies and Entrepreneurship Journa. , 5. , 5755Ae5769. Prayoga. , & Aprilyanti. Pengaruh Earning Per Share (EPS). Dividend Per Share (DPS). Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2019. ECo-Fin, 3. , 163Ae171. https://doi. org/10. 32877/ef. Prima. , & Ismawati. Pengaruh Perputaran Total Aset (Tat. Dan Tingkat Pengembalian Ekuitas (Ro. Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Tekstil Dan Garmen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Keuangan Dan Perbankan (JIKA), 8. , 25Ae32. https://doi. org/10. 34010/jika. Purba. Pengaruh Earning Per Share. Dividend Per Share dan Financial Leverage Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Balerang, 4. , 86Ae95. Putra. Haryono. , & Wahyuni. Pengaruh Dividend Per Share. Earning Per Share. Price Earning Ratio terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Non-Bumn yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Bharanomics, 2. , 107Ae115. https://doi. org/10. 46821/bharanomics. Putri. Pakpahan. Gultom. , & Listya. Faktor Penentu Harga Saham pada Perusahaan Tekstil dan Garmen di Indonesia. Jurnal Akuntansi. Keuangan Dan Perpajakan, 7. , 38Ae45. https://doi. org/10. 51510/jakp. Rahman. , & Elizabeth. Pengaruh Dividend Per Share (DPS). Return On Asset (ROA). Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap HargaSaham Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index 70 Tahun 2018-2022. Jurusan Manajemen Universitas Multi Data Palembang, 13. , 513Ae524. Pengaruh TATO. EPS. DPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI (Krisna Jonathan. Ilham H. Napitupulu. Raya Puspita Sari Hasibuan, dan Susilawat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 Ramadhan. , & Nursito. Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham. Journal of Economic. Bussines and Accounting (COSTING), 4. , 524Ae530. https://doi. org/10. 31539/costing. Rumondang Sinaga. Brahmana. Sinaga. H Silaban. Siallagan. , & Sipayung. PENGARUH ROA. ROE. Dan DER Terhadap Harga Saham Perusahaan LQ45 di BEI. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan, 12. , 255Ae261. https://doi. org/10. 37476/jbk. Rusdiyanto. Hidayat. Tjaraka. Septiarini. Fayanni. Utari. Waras. Indrawati. Susanto. Tjahjo. Mufarokhah. Susetyorini. Elan. Samsi. Choiri. Syamsul. Widodo. Suyanto. Zainal. , & Imanawati. The effect of earning per share, debt to equity ratio and return on assets on stock prices: Case study Indonesian. Academy of Entrepreneurship Journal, 26. , 1Ae Santoso. Mahir Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Elex Media Kamputindo. Saputra. , & Nofrialdi. Analysis Effect Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE) and Price Earning Ratio (PER) on Stock Prices of Coal Companies in the Indonesia Stock Exchange (IDX) Period DIJEFA: Dinasti Internasional Journal of Economics. Finance and Accounting, 3. , 82Ae94. Sari. Pengaruh ROA. ROE dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Terdaftar di BEI Periode 2016-2019. Jurnal Neraca, 5. , 1Ae14. https://doi. org/10. 31851/neraca. Silviana. , & Mutawali. Pengaruh Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Kesehatan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021. Journal of Research and Publication Innovation, 2. , 2418Ae2429. Simanullang. Simanulang. , & Barus. Pengaruh Dividend Per Share Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 20172021. Akuntansi Dan Pajak, 23. , 1Ae9. Sitanggang. Manalu. , & Sianturi. Pengaruh ROA. CR,TATO, dan DER terhadap Harga Saham pada Sektor Pertambangan yang terdaftar di BEI Periode 2016-2019. Owner, 6. , 530Ae540. https://doi. org/10. 33395/owner. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. Sukamulja. Analisis Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi (Edisi . Yogyakarta: Penerbit ANDI. Sumantri. , & Sukartaatmadja. Pengaruh ROA. CR Dan TATO Terhadap Harga Saham Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2016-2020. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 10. , 179Ae https://doi. org/10. 37641/jimkes. Wawo. Yusuf. , & Hariadi. Pengaruh Dividend Per Share Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham (Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan. Vol 8. No. , 257Ae271. Winata. Selfiyan. Suhendra. , & Samara. Pengaruh Current Ratio. Return On Assets, dan Total Assets Turnover Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode ECo-Buss, 5. , 1058Ae1069. https://doi. org/10. 32877/eb. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025