Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 HUBUNGAN TINDAKAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN KEJADIAN RESESI GINGIVA PADA MASYARAKAT KABUPATEN ACEH BESAR THE RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL HEALTH MAINTENANCE MEASURES AND THE INCIDENCE OF GINGIVAL RECESSION IN THE PEOPLE OF ACEH BESAR REGENCY Cut Ratna Keumala1. Minanda Triana2 Poltekkes Kemenkes Aceh. Jln. Soekarno-Hatta. Aceh Besar. Indonesia Email Koresponden: cutratnakeumala@gmail. com , minandatriana@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: keberhasilan pemeliharaan kesehatan gigi berdampak pada kesehatan gigi dan Resesi gingiva adalah perubahan posisi tepi gingiva ke arah apikal dari cemento enamel junction karena hilangnya jaringan perlekatan tulang alveolar sehingga mengakibatkan terbukanya permukaan akar gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan kejadian resesi gingiva pada masyarakat di desa Lampeuneurut Gampong Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh masyarakat usia produktif antara 15-50 tahun di desa Lampeuneurut Gampong. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan mengisi lembar Resesi gingiva diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan dilihat tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 orang. Hasil: hasil analisis menggunakan uji Chi Square mendapatkan nilai p=0,002. Kesimpulan: simpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan kejadian resesi gingiva. Kata kunci : Tindakan pemeliharaan kesehatan gigi, resesi gingiva ABSTRACT Background: The successful maintenance of dental health has an impact on oral and dental health. Gingival recession is a change in the position of the gingival edge towards the apical of the cemento enamel junction due to loss of alveolar bone attachment tissue resulting in the opening of the tooth root surface. Objective: This study aims to determine the relationship between dental health maintenance measures and the incidence of gingival recession in the community in Lampeuneurut Gampong village. Darul Imarah District. Aceh Besar Regency. Methods: This research is an analytical research with a cross sectional design. The population of the entire productive age community is between 15-50 years old in the village of Lampeuneurut Gampong. Data collection was carried out by interviewing dental health maintenance measures by filling out questionnaire sheets. Gingival recession is acquired through direct examination and looking at the severity of gingival recession. The number of respondents in this study was 59 people. Results: The results of the analysis using the Chi Square test get a value of p = 0. Conclusion: The conclusion of this study shows the relationship between dental health maintenance measures and the incidence of gingival recession. The author's suggestion is that the government should pay more attention to the degree of dental and oral health of the community, through various programs to improve dental and oral health services in puskesmas. Keywords : Dental health maintenance measures, gingival recession Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO) sehat merupakan kondisi dimana tubuh terhindar dari penyakit atau kelemahan, sehat fisik, mental, dan sosial. Sedangkan menurut UU Nomor. 36 tahun 2009, kesehatan merupakan kondisi sehat, baik secara raga, mental, spiritual ataupun sosial yang memberikan seseorang hidup produktif (Tahulending and Wuse 2. Kebersihan gigi dan mulut yang baik berdampak pada kesehatan gigi dan mulut, sebaliknya kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada rongga mulut seperti radang gusi . , radang jaringan penyangga gigi . dan gigi goyang (Tuhuteru, dkk, 2. Third National Hea l lth and Nutl rition Exl amination Surl veyl di Amelrika melnelmulkan bahwa prelvalelnsi relselsi gingiva melningkat seliring belrtambahnya ulsia, dimana 0,5% pada ulsia 18-24 tahuln melmpulnyai relselsi gingiva parah (>3m. , melningkat melnjadi 45% pada ulsia diatas 65 tahuln. (Christiany, dkk 2015 & Pradelsh 2. Hasil Riskesdas . permasalahan gigi dan mulut di Indonesia mengalami peningkatan tajam dari 25,9% tahun 2013 menjadi 57,6% tahun 2018. Provinsi Aceh permasalahan gigi dan mulut mencapai 55,3% dimana jumlah ini meningkat 24,8% dibandingkan tahun 2013 sebelumnya yaitu sebanyak 30,5%. Pada permasalahan gusi bengkak dan abses sebesar 14%, gusi mudah berdarah . eperti saat menyikat gig. sebesar 13,9%. Kelselhatan gigi dan mul ult adalah salah satul aspelk dari kelselhatan selcara kelsel ulrulhan, dimana statuls kelselhatan gigi melrulpakan hasil dari intelraksi antara kondisi fisik, melntal dan Ada elmpat faktor ultama agar selselorang maul mel akulkan pelmel iharaan kelselhatan gigi, yaitul: melrasa muldah telrselrang pelnyakit gigi, pelrcaya bahwa pelnyakit gigi dapat dicelgah, pandangan bahwa pelnyakit gigi dapat belrakibat fatal jika tidak selgelra diobati, dan mampul melnjangkaul dan melmanfaatkan fasilitas kelselhatan (Suviati et al. Praktik ataul tindakan dibeldakan melnjadi 3 tingkatan melnulrult kulalitasnya yaitul: Praktik telrpimpin . uil dedl resl pons. l Apabila sulbjelk ataul selselorang tel ah mel akulkan selsulatul teltapi masih telrgantulng pada tulntulnan ataul melnggulnakan pandulan. Praktik . ecl hanism. l Apabila sulbjelk ataul selselorang tel ah mel akulkan selsulatul hal selcara otomatis maka diselbult praktik ataul tindakan melkanis. Adopsi . Sulatul tindakan ataul praktik yang suldah belrkelmbang. Artinya, apa yang dilakulkan tidak selkeldar rultinitas ataul dilakulkan modifikasi, ataul tindakan ataul pelrilakul yang belrkulalitas Notoadmodjo . Pelmel iharaan kelselhatan gigi dan mul ult dapat dilakulkan delngan belbelrapa cara diantaranya adalah: Melnyikat gigi Pelmbelrsihan plak selcara selmpulrna dapat dilakulkan delngan melnyikat gigi minimal dula kali selhari. Melnyikat gigi pada malam hari sangat pelnting karelna sisa-sisa makanan yang dikulnyah pada siang hari belrkulmpul dan telrsel ip di sel a-sel a gigi dan siap dihanculrkan olelh baktelri. Flossing Flossing adalah tindakan pelmbelrsihan gigi delngan melnggulnakan delntal floss ataul yang lelbih dikelnal delngan belnang gigi. Flossing belrtuljulan ulntulk melngangkat sisa makanan diantara gigi yang tidak telrcapai delngan sikat Obat kulmulr Obat kulmulr biasanya belrsifat antiselptic yang dapat melmbulnulh kulman selbagai timbul nya plak, radang gulsi, dan baul mul ult. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 pelnggulnaan obat kulmulr biasanya selkitar 20 ml seltiap habis melnyikat gigi sel ama 30 deltik kelmuldian dikel ularkan Kontrol plak Kontrol plak adalah pelngulrangan plak mikroba dan pelncelgahan akulmul asi plak pada gigi dan pelrmulkaan gulsi yang belrdelkatan, melmpelrlambat pelmbelntulkan karang gigi. Kontrol plak melrulpakan cara yang elfelktif dalam melrawat dan melncelgah gingivitis selrta melrulpakan bagian yang sangat pelnting dalam ulrultan pelrawatan dan pelncelgahan pelnyakit rongga mul ult. Melngatulr makanan Makanan manis melngandulng larultan gul a yang melmiliki konselntrasi Larultan telrselbult dapat melnelmbuls plak gigi dan di meltabolisasi ulntulk melnghasilkan asam selbel ulm dineltralisasi olelh Konsulmsi makanan telrselbult apabila tidak dikontrol delngan pelrawatan gigi yang belnar akan belrelsiko telrkelna kariels gigi. Olelh karelna itul pada anak ulsia selkolah dianjulrkan dielt relndah gul a dan tinggi pelrawatan gigi lainnya. Kontrol kel doktelr gigi Pentingnya melngulnjulngi doktelr gigi selcara rultin 6 bul an selkali ulntulk pelmbelrsihan yang tidak dapat Delngan melmelriksakan kelselhatan gigi dan mul ult selcara telratulr kel doktelr gigi dapat mendioagnosis sedari dini jika terbentuk karies baru atau karang Skeling Skeling melmbulang plak dan kalkul uls dari pelrmulkaan gigi. Tuljulan ultama dari kelselhatan gulsi delngan cara melmbulang selmula el elmeln yang melnyelbabkan radang gulsi, . lak, kalkul ul. dari pelrmulkaan gigi. (Pratiwi, dkk, 2. Resesi gingiva merupakan bergesernya dasar saku gusi dari posisi semula di sementoenamel junction kearah apical karena adanya faktor iritasi lokal . lak dan Pergeseran ini menyebabkan akar gigi tersingkap / terbuka karena margin gusi juga menjadi turun kearah apical (Rizkika et Resesi gingiva juga terjadi karena adanya penyakit periodontal, akumulasi plak, teknik menyikat gigi yang tidak tepat, inflamasi, flossing tidak tepat, dan hubungan oklusi yang tidak tepat. Resesi gingiva umumnya menyebabkan masalah estetik bila terjadi pada gigi anterior atas (Stephani, dkk, 2019 & Agung, 2. Klasifikasi relselsi gingiva belrdasarkan keladaan marginal gingiva telrhadap CElJ dan mulcogingival julnction melnulrult Millelr yaitul Klas I Relselsi pada margin gingival yang bel ulm mel ulas hingga kel mulcogingiva julnction dan bel ulm telrjadi kelhilangan tul ang ataul jaringan lulnak pada Klas II Relselsi pada margin gingiva yang mel ulas hingga kel mulcogingiva mel elbihi mulcogingiva julnction, teltapi bel ulm telrjadi kelhilangan tul ang ataul jaringan lulnak pada intelrdelntal. Klas i Relselsi pada margin gingiva yang mel ulas sampai mulcogingiva julnction ataul mel elbihi batas mulcogingiva julnction, dan tel ah telrjadi kelhilangan tul ang dan jaringan lulnak pada intelrdelntal dan tel ah telrjadi malposisi Klas IV Relselsi pada margin gingiva yang mel ulas hingga kel mulcogingiva mel elbihi mulcogingiva julnction dan tel ah telrjadi kelhilangan tul ang yang parah pada daelrah intelrdelntal ataul telrjadi malposisi gigi yang parah (Fitria Aulgulstina 2. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tingkat keparahan resesi juga dapat diukur dan dinilai sebagai berikut menurut Marini elt al. Relselsi ringan . light relcelssio. kulrang dari ataul sama delngan tiga millimeltelr (O3 m. dari pelrmulkaan akar yang telrelkspos Relselsi gingiva seldang . odelratel relcelssio. : tiga sampai elmpat millimeltelr . -4 m. dari pelrmulkaan akar yang telrelkpos Relselsi gingiva belrat . lxtelnsivel relcelssio. : lelbih dari 4 milimeltelr . dari pelrmulkaan akar yang telrelkspos (Christiany. Wowor, and Mintjel ulngan 2. Eltiologi relselsi gingiva dapat diselbabkan olelh belbelrapa faktor, antara lain : Faktor melnyelbabkan relselsi gingiva adalah Fenestration merupakan keadaan cacat jendela bukal atau lingual dari jaringan lunak yang terjadi di atas akar gigi, implant, atau tulang alveolar. Sedangkan dehiscence merupakan area akar gigi yang terkelupas tulangnya, meluas hingga batas alveolar. Relselsi gingiva selcara fisiologis dapat telrjadi akibat pelrgelrakan gigi selcara ortodontik, baik kel arah lingulal maulpuln labial, yang celndelrulng melngakibatkan telrjadinya delhiscelncel. Relselsi gingiva selcara patologis antara lain dapat telrjadi karelna: kelradangan gingiva akibat oral hygielnel bulrulk selhingga telrjadi akulmul asi plak dan kalkul uls, traulma oklulsi, traulma sikat alkohol, telpi relstorasi yang tidak baik, faktor hormonal, selrta akibat proseldulr Agulng Krismariono 2014. Tereksposnya akar gigi akibat relselsi gingiva dapat melnimbul kan masalah-masalah telrselbult adalah selbagai belrikult : Masalah elsteltis : relselsi gingiva yang melmpelngarulhi elsteltika, karelna gigi tampak melmanjang diselbabkan gulsi yang ada di bagian selrvikal gigi melnipis dan tulruln (Tahul elnding and Wulsel 2. Kariels akar dan abrasi : pelrmulkaan gigi yang telrsingkap selhingga pelrmulkaan akar telrbulka akan relntan (Chrysanthakopoul os NA, 2010 & Kamal H, ddk 2. Hipelrselnsitivitas delntin : kelaulsan selmelntulm akar yang telrsingkap olelh relselsi akan melnyelbabkan selnsitivitas pada delntin (Chrysanthakopoul os NA, 2010 & Kamal H, ddk 2. Pelnulmpulkan plak : relselsi pada melnjadi telmpat akulmul asi plak (Chrysanthakopoul os NA, 2. Pelnyakit pelriodontal yaitul pelradangan dan julga pelrulbahan relselsif pada gingiva dan Pelnyakit diselbabkan olelh baktelri plak pada pelrmulkaan gigi, dimana plak belrulpa lapisan tipis biofilm yang belrisi kulmpul an mikroorganismel patogeln selpelrti Porphyromonas gingivalis yang melrulpakan delposit lulnak (Hatta, 2011 & Andriani and Chairulnnisa 2. Pelnyakit pelriodontal masih banyak dialami olelh masyarakat dan bisa dialami pada selmula kel ompok ulsia, baik anak, relmaja. Prelvalelnsi pelriodontal pada pelnduldulk ulsia mulda . lsia 15-19 tahul. melncapai lelbih dari 82%, lelbih dari 50% pada delwasa . lsia 35-44 tahul. dan lansia 70,1%. (Mulndulng, dkk, 2. Tujuan penelitian untuk melngeltahuli hulbulngan antara tindakan pelmel iharaan kelselhatan gigi delngan keljadian relselsi gingiva pada masyarakat di delsa Lampelulnelulrult Gampong Kelcamatan Darul Imarah Kabulpateln Acelh Belsar. METODE Jelnis pelnel itian yang digulnakan adalah analitik delngan delsain cross selctional dimana variabel belbas dan variabel telrikat diulkulr selkaliguls pada waktul belrsamaan dan seltiap sulbjelk hanya diamati selkali saja. Telmpat pelnel itian dilakulkan di delsa Lampelulnelulrult Gampong Kelcamatan Darul Imarah Kabulpateln Acelh Belsar pada Maret 2024. Popul asi pelnel itian ini adalah sel ulrulh masyarakat ulsia produlktif antara 15-50 tahuln di delsa Lampelulnelulrult Gampong. Kelcamatan Darul Imarah. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Pelrhitulngan sampel dalam pelnel itian ini melnggulnakan rulmuls Lelmelshow dimana tingkat signifikasi ataul tingkat kelsalahan yang digulnakan yaitul 0,1 ataul 10% dan melmiliki tingkat kelyakinan 90%. Julmlah pelnduldulk delngan ulsia produlktif antara 15-50 tahuln selbanyak 520 orang dengan total responden yang didapat 59 orang. Pelnel itian ini melnggulnakan meltodel pulrposivel sampling, yaitul telknik pelnelntulan sampel delngan melnelntulkan kritelria-kritelria telrtelntul. Teknik pengumpulan data yaitu data primer yang diperoleh langsung dengan responden dan data sekunder yang diperoleh dari pencatatan data umum melngelnai biodata pelnduldulk. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik dari KEPK Poltekkes Kemenkes Aceh dengan no Surat Persetujuan Etik DP. 03/12. 7/024/2024. HASIL Hasil pelnel itian pada masyarakat di Delsa Lampelulnelulrult Gampong Kelcamatan Darul Imarah Kabulpateln Acelh Belsar diperoleh hasil selbagai belrikult : Tabel 1. Analisa Univariat Variabel Jumlah Persentase (%) Jenis Kelamin - Pria - Wanita Tindakan Pemeliharaan Kesehatan Gigi - Baik - Kurang baik Resesi Gingiva - Ringan - Sedang - Berat Karakteristik Responden : Usia - 15-20 tahun - 21-30 tahun - 31-40 tahun - 41-50 tahun Tabel 2. Analisa Bivariat Tindakan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Benar Salah Resesi Gingiva Total Ringan Sedang Berat 0,002 Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PEMBAHASAN Belrdasarkan hasil ulji chi sqularel melnulnjulkkan telrdapat hulbulngan belrmakna yaitul 0,002 . <0,. antara tindakan pelmel iharaan kelselhatan gigi delngan keljadian relselsi gingiva. Hasil ini melnyatakan bahwa adanya hulbulngan tindakan pelmel iharaan kelselhatan gigi delngan keljadian relselsi gingiva pada masyarakat di delsa Lampelulnelulrult Gampong Kelcamatan Darul Imarah Kabulpateln Acelh Belsar. Melnulrult pelnel iti, hulbulngan karaktelristik relselsi gingiva delngan pelmel iharaan kelselhatan gigi dapat dilihat dari gulsi yang telrlihat lelbih relndah dan gigi tampak melmanjang yang salah satul faktornya diselbabkan olelh tindakan melnyikat gigi yang kulrang telpat dan mulngkin telkanan yang belrlelbih dibelrikan saat melnyikat Pelradangan gingiva akibat oral hygielnel bulrulk julga dapat telrjadi karelna akulmul asi plak dan kalkul uls yang disebabkan oleh bakteri di mulut yang menyebabkan iritasi terus menerus dan merusak perlekatan dasar saku gusi, attachment kearah apical, yang berakibat pada terjadinya resesi gingiva. Pelnel iti julga belrasulmsi bahwa faktor psikologis julga dapat melnjadi pelnyelbab kel ompok ulsia ini kulrang peldul i akan kelbelrsihan giginya, selpelrti strelss ataul masalah psikologis lainnya. Kulrangnya pelndidikan kelselhatan gigi julga sangat belrpelngarulh, belbelrapa relspondeln mulngkin tidak melnelrima pelndidikan yang melmadai telntang pelntingnya melnjaga kelbelrsihan gigi. Melngatasi masalah ini melmelrlulkan pelndelkatan holistik yang mel ibatkan pelndidikan kelselhatan gigi yang lelbih baik, promosi kelselhatan, dan melningkatkan kelsadaran akan pelntingnya melnjaga kelbelrsihan gigi ulntulk melncelgah masalah kelselhatan mul ult. Hal telrselbult didulkulng olelh pelnel itian yang dilakulkan olelh TP Wagnelr, dkk . yang melnulnjulkkan bahwa orang delngan seltidaknya satul gigi melmiliki relselsi gingiva delngan keldalaman minimal 2 mm melmiliki kelmulngkinan melngalami dampak nelgatif pada kelselhatan mul ultnya. Hasil pelnel itian yang dilakulkan olelh M Yilmaz, dkk . telrhadap 57 pasieln didapatkan bahwa pasieln tidak melnyadari kelbelradaan relselsi gingiva dan ditelmulkan kelyakinan kulat bahwa relselsi gingiva melmiliki dampak pada kelselhatan mul ult . ,78%) dan relselsi gingiva akan belrkelmbang . ,34%). Adanya hulbulngan antara tindakan pelmel iharaan kelselhatan gigi delngan keljadian relselsi gingiva selsulai delngan pelndapat Boeldiharjo . , bahwa yang telrpelnting dalam ulpaya melnjaga kelbelrsihan mul ult adalah faktor kelsadaran dan pelrilakul pelmel iharaan hygielnel mul ult masing-masing. Selpelnulhnya telrgantulng dari pelngeltahulan, pelmahaman, kelsadaran selrta kelmaulan dari relspondeln ulntulk melnjaga kelselhatan gigi dan mul ultnya. Ulntulk itul cara yang paling muldah dan ulmulm dilakulkan adalah delngan cara melnyikat gigi selcara telratulr dan belnar karelna hal telrselbult melrulpakan ulsaha yang dapat dilakulkan selcara Kontrol plak julga melnjadi salah satul cara yang pelnting ulntulk pelmel iharaan kelselhatan gigi dan mul ult karelna plak adalah pelnyelbab ultama dari banyak masalah kelselhatan gigi dan mul ult. Mel akulkan kontrol plak selcara telratulr, baik delngan cara melnyikat gigi dula kali selhari maulpuln delngan melnggulnakan belnang gigi, dapat melnghilangkan plak telrselbult selbel ulm melnyelbabkan kelrulsakan. Hal telrselbult didulkulng olelh pelnel itian yang dilakulkan olelh Ni Lulh Pultul Sri Maryulni Adnyasari, dkk . yang melngatakan bahwa pelnyelbab ultama inflamasi ataul pelradangan gingiva adalah baktelrial plak. Kontrol plak melrulpakan cara yang elfelktif ulntulk melngobati dan melncelgah inflamasi gingiva dan melrulpakan bagian pelnting dari selmula proseldulr pelrawatan dan pelncelgahan pelnyakit pelriodontal. KESIMPULAN DAN SARAN Belrdasarkan pelnel itian pelmbahasan dapat disimpul kan bahwa adanya hulbulngan melngelnai tindakan pelmel iharaan kelselhatan gigi delngan keljadian relselsi gingiva pada masyarakat di delsa Lampelulnelulrult Gampong, delngan nilai p-valulel = 0,002 . <0,. Saran untuk masyarakat yaitu melmpraktikkan kelbiasaan melnyikat gigi delngan baik dan belnar selcara telratulr dan melnggulnakan sikat gigi delngan bul ul yang lelmbult, melnghindari kelbiasaan melrokok, melmpelrhatikan pola makan, mel akulkan pelmelriksaan gigi rultin delngan doktelr gigi dan melmbelrsihkan karang gigi. Bagi pemerintah helndaknya lelbih melmelrhatikan delrajat kelselhatan gigi dan mul ult masyarakat mel aluli program pelningkatan pel ayanan kelselhatan gigi Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 dan mul ult di Pulskelsmas, telrultama dalam hal pelncelgahan kariels dan pelnyakit pelriodontal. Bagi peneliti ulntulk dapat lelbih dalam lagi melnel iti dan melmbahas telntang tindakan pelmel iharaan kelselhatan gigi delngan keljadian relselsi gingiva. DAFTAR PUSTAKA