Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 637 - 643 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu/index Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language Di Sekolah Dasar Siti Aisyah1. Gusti Yarmi2. Mohamad Syarif Sumantri3. Vina Iasha4 Pendidikan Dasar. Pascasarjana. Universitas Negeri Jakarta1,3,4 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Jakarta 2 Email: sitiaisyah_pd14s2@mahasiswa. id 1 , gustiyarmi@ymail. com2 , mohamadsumantri@gmail. iasha@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data secara empiris tentang pengaruh pendekatan pembelajaran whole language terhadap kemampuan membaca permulaan anak sekolah dasar kelas 1 SDN Guntur 03 Pagi. Setiabudi. Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni penelitian eksperimental yang menggunakan desain faktorial 2x2 dengan subjek anak kelas 1 SDN Guntur 03 Pagi. Setiabudi. Jakarta Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara whole language terhadap kemampuan membaca permulaan anak Sekolah Dasar di Jakarta Selatan. Kata kunci: whole language, membaca permulaan, sekolah dasar Abstract The research purposes to obtain empirical data on the implementation of whole language learning approach on the early reading ability of the first grade student at SD Negeri Guntur 03 Pagi. Setiabudi. South Jakarta. This is an experimental research with 2x2 factorial design. The first grade students were sample of the The results of experiment indicated that the whole language learning approach affects studentsAo early reading ability at SD Negeri Guntur 03 Pagi. Setiabudi. South Jakarta. Keywords: Whole language Learning Approach, early Reading. Elementary school. Copyright . 2020 Siti Aisyah. Gusti Yarmi. Mohamad Syarif Sumantri. Vina Iasha Corresponding author : Address : Jakarta Timur Email : vina. iasha@gmail. Phone : 08211336657 DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language di Sekolah Dasar- Siti Aisyah. Gusti Yarmi. Mohamad Syarif Sumantri. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. menemukan informasi secara tersurat maupun PENDAHULUAN Membaca adalah salah satu dari empat Kemampuan membaca merupakan dasar membaca, menulis, berbicara, mendengarkan. untuk menguasai berbagai bidang studi (Dewi Setiap Mayangsari, 2. Oleh karena itu, siswa harus berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya belajar membaca agar ia dapat membaca untuk dengan cara yang beraneka Dalam Membaca adalah kegiatan sehari-hari yang memperoleh keterampilan berbahasa, kita biasanya sering kita lakukan secara sadar atau tidak sadar melalui suatu hubungan urutan yang teratur: mula- melalui penguraian pesan yang mengelilingi kita mula, pada masa kecil, kita belajar membaca dan dalam berbagai bentuk (Reni Gustiawati. Darnis Menyimak dan berbicara kita pelajari dari Arief, 2. Kemampuan membaca dilakukan rumah, sementara membaca, dan menulis kita agar peserta didik tidak hanya untuk mampu pelajari dari sekolah (Henry Guntur Tarigan, membaca tetapi peserta didik, melakukan kegiatan Membaca merupakan suatu proses yang memahami karangan, bacaan, menanggapi teks bacaan, mengkomunikasikan secara lisan maupun tersirat pada suatu teks sederhana. Untuk tulisan, dan lain sebagainya. membaca awal perlu dilatih di SD kelas awal Berdasarkan (Irdawati, 2. Membaca merupakan jendela pembelajaran yang dilakukan di kelas I SDN Ungkapan ini secara jelas menggambarkan Guntur 03 Pagi. Setiabudi. Jakarta Selatan, kondisi manfaat membaca, yaitu membuka, memperluas yang sama ditemukan di kelas tersebut. Masih wawasan dan pengetahuan individu. Membaca banyak diantara siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Melalui membaca permulaan, tentunya akan dengan mudah siswa memperdalam pengetahuan dalam diri seseorang mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil yang (Handayani. Puji, 2. Banyak ditemukan di kelas-kelas awal Bahasa ketika siswa sudah duduk di kelas II SD masih ada Indonesia maupun mata pelajaran lainnya, proses beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca hampir tidak pernah tidak dilakukan proses membaca. Bahkan, membaca dasar melalui oleh siswa. Seharusnya, jika memang benar membaca nyaring masih dirasakan kesulitan oleh pendekatan pembelajaran secara optimal dilakukan beberapa siswa yang memiliki keterbatasan. Oleh tidak ada siswa yang mengalami kesulitan terkait Hal pembelajaran yang optimal guna meningkatkan dikarenakan proses habituasi melalui membaca proses pembelajaran membaca permulaan pada yang dilakukan di kelas hampir setiap hari. Namun siswa di kelas awal . elas I SD) (Alfulaila, 2. kenyataan yang ada tidak sesuai dengan apa yang Hal tersebut cukup beralasan karena ketika siswa sudah menduduki kelas lanjut di kelas II SD, disayangkan karena hampir 30% siswa di kelas idealnya siswa sudah siap dalam hal kemampuan awal tersebut masih mengalami kesulitan dalam proses membacanya atau dapat dikategorikan membaca lanjut dalam rangka mencari dan dalam 3 kelompok: . belum lancar. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language di Sekolah Dasar- Siti Aisyah. Gusti Yarmi. Mohamad Syarif Sumantri. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. belum mampu. Yang mencengangkan adalah dikembangkan dengan alternative pendekatan, kelompok ketiga masih lebih dari 30% dari model ataupun media yang dilakukan oleh guru keseluruhan siswa di kelas I tersebut yang belum agar dapat tereksplorasi kemampuan dari peserta mampu membaca. Hal tersebut terindikasi dari beberapa siswa yang belum mampu mengenal Sikap kemampuan berbahasa, yaitu tulisan dan lisan. karakteristik dan perbedaan antar huruf secara Keduanya dibedakan lagi menjadi dua, yaitu: kemampuan reseptif . enyimak dan membac. Mengembangkan . erbicara permulaan pada siswa kelas awal tentunya (Mohammad Syarif Sumantri, 2. Untuk dapat memiliki tantangan tersendiri. Hal tersebut terkait bagaimana siswa dapat membaca permulaan dengan baik sesuai konsep yang diharapkan. Selain pendekatan atau model-model yang efektif dan menjadi faktor yang sesuai dengan pembelajaran (Vina Iasha, 2. dominan bagi siswa yang baru pertama kali Salah satu pendekatan pembelajaran yang sesuai Oleh adalah pendekatan terpadu dalam pembelajaran karenanya, diperlukan setidaknya satu langkah bahasa dilandasi pandangan bahasa holistic . hole yang cepat dan tepat agar siswa tidak kesulitan languag. yang memperlakukan bahasa sebagai dalam mengenal dan mengerti huruf baik secara sesuatu yang bulat dan utuh. Pada hakikatnya alfabetis maupun suku kata bahkan dalam bentuk whole language merupakan falsafah pandangan Banyak pendekatan yang bisa dipilih oleh atau keyakinan tentang hakikat belajar dan guru untuk menciptakan suasana kelas yang bagaimana anak belajar secara optimal (V. Froese, kondusif, sarat dengan bahan bacaan, serta nyaman pengenalan huruf bagi anak untuk belajar (Marlina, 2. Satu alternatif langkah inovatif yang dapat Kemampuan membaca permulaan anak dilakukan adalah melalui pendekatan dapat dikembangkan melalui belajar penemuan bebas dan belajar bermakna. Hal ini berdasar dari pendekatan pembelajaran bahasa yang menyajikan teori konstruktivisme dimana anak belajar melalui pengajaran bahasa secara utuh, tidak terpisah-pisah proses pengamatan, menemukan sendiri, dan (Goodman. , 1986. Weaver, 1. Sedangkan whole language telah dikenal sebagai salah satu Whole diperolehnya (Mufiidah. Haenilah. , & Sofia, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat menurut Cooper dalam (Rusman, 2. bahwa bagaimana hal itu dapat dipupuk di kelas dan Pendekatan whole language merupakan menginterpretasi informasi dan dunia sesuai suatu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang dengan realitas personal mereka, dan mereka diajarkan secara holistik, utuh, tidak terpisah-pisah belajar melalui observasi, proses, dan interpretasi antara keempat keterampilan berbahasa, yaitu dan membentuk informasi tersebut ke dalam mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam proses pembelajaran selalu memadukan kemampuan membaca permulaan anak harus keempat keterampilan berbahasa tersebut dan Maka Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language di Sekolah Dasar- Siti Aisyah. Gusti Yarmi. Mohamad Syarif Sumantri. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. diharapkan selama proses pembelajaran dapat tingkat pra-operasional, periode i pada usia 7-11 berpengaruh terhadap membaca anak (Nehru Meha tahun pada tingkat operasi konkret, dan periode IV dan Adiyati Fathu Roshonah, 2. pada usia 11 tahun ke atas sudah tingkat operasi The whole language proponents claimed formal (Dixon. , & Wu, 2. Oleh that language should not be broken down into karenanya, perlu dipertimbangkan berbagai hal letters and combinations of letters and decoded (Stahl & Miller, 1. Instead, they believe that kemampuan membaca permulaan pada siswa awal. language is a complete system of making meaning. Berasumsi dari pemaparan mendalam terkait with words functioning in relation to each other in proses pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya context (Moats, 2. (V. Froese, 1. Defines whole language as a child centered, literature- based approach to language teaching that hubungannya dengan kemampuan lanjut yang harus dikuasai oleh siswa di SD. Oleh karenanya, situations whenever possible. berbekal permasalahan krusial terkait kemampuan Dalam kelas whole language akan dipenuhi membaca permulaan di SD di Jakarta Selatan perlu barang cetak, siswa belajar secara aktif, siswa adanya perbaikan proses pembelajaran. Satu bekerja dan belajar sesuai kemampuan, guru alternatif tindakan telah dipilih untuk dapat berperan sebagai contoh, dan fasilitator. Suasana digunakan dalam rangka optimalisasi kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I Sekolah Dasar di Jakarta. Satu alternatif tindakan yang Selain itu, dengan pendekatan whole dipilih yaitu melalui optimalisasi penggunaan pendekatan pembelajaran whole language. Melalui kemampuan dan keaktifan membaca siswa baik pendekatan whole language yang dimodifikasi dan saat reading aloud, sustained silent reading, share olah proses pembelajaran yang inovatif diharapkan reading, guide reading, maupun independent dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I Sekolah Proses Bahasa Indonesia Dasar. untuk mengembangkan kemampuan berbahasa khususnya aspek membaca menjadi satu prioritas yang harus dioptimalkan di kelas awal. Hal METODE Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain 2x2 faktorial. pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran Subjek dalam penelitian ini siswa kelas 1 Guntur harus berafiliasi pada proses membaca untuk 03 Pagi. Setiabudi. Jakarta Selatan. Adapun mengoptimalkan kemampuan membaca yang perlu sumber data yang diperoleh berasal dari catatan dikembangkan dan ditingkatkan juga berdasarkan lapangan dan dokumentasi. Pada teknik analisis perkembangan siswa. Hal tersebut dipertegas pada data peneliti menggunakan dua teknik yakni teori tahap perkembangan peserta didik menurut pertama teknik analisis data secara desktiptif dan Piaget dalam William Crain menyatakan bahwa yang kedua analisis data secara kualitatif. periode I pada usia 0-2 tahun pada tingkat sensori motorik, periode II pada usia 2-7 tahun pada Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language di Sekolah Dasar- Siti Aisyah. Gusti Yarmi. Mohamad Syarif Sumantri. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,120. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yaitu mencari tahu besarnya Besarnya nilai koefisien determinasi menunjukkan pengaruh antara variable dependen terhadap Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh penelitian ini diuji normalitasnya dengan tujuan whole language terhadap kemampuan membaca untuk melihat apakah setiap variabel terdistribusi permulaan anak 12,0%, dimana 88% lainnya secara normal atau tidak. Berikut ini adalah hasil dipengaruhi faktor lain. Selanjutnya, berdasarkan uji normalitas dalam penelitian ini. tabel diatas juga diperoleh persamaan linear Sebelum 12,0%. Y=62. 152Ae0,309X. Hal tersebut menunjukkan Tabel 1. Uji Normalitas One-Sample KolmogorovSmirnov Test bahwa setiap penambahan 1 nilai pada whole berkurang sebesar 0,309. Kemampuan membaca permulaan dengan mengikuti sintaks pendekatan whole language, yaitu: tahap persiapan . egiatan pendahulua. , tahap pelaksanaan . egiatan inti pada eksploras. , tahap evaluasi menyeluruh . egiatan inti pada penelitian, diperoleh nilai signifikansi > 0,05. Hal konfirmas. memberikan kebebasan siswa dalam ini menunjukkan bahwa data penelitian ini mengintegrasikan seluruh keterampilan berbahasa terdistribusi dengan . Berdasarkan Selanjutnya apakah variabel X memiliki peran terhadap Pendekatan pembelajaran whole variabel Y. Dalam hal ini peneliti ingin melihat pengaruh whole language terhadap membaca membaca permulaan siswa kelas rendah . , 2, . Jakarta. pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Guru dapat Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis mengintegrasi seluruh keterampilan berbahasa dan regresi sederhana. Berdasarkan hasil pengujian materi pembelajaran yang dapat ditampilkan tersebut didapat hasil sebagai berikut. Tabel 2. Uji Regresi Variable Whole Language Terhadap Membaca Permulaan di Sekolah Dasar. hipotesis dalam penelitian ini adalah untuk melihat berulang-ulang Pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen maupun kontrol tidak dibedakan dari segi materi maupun sumber belajarnya. Kelas eksperimen maupun kontrol sama-sama dibelajarkan dengan Hasil dari perhitungan yang dilakukan, mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan antar diperoleh hasil pengaruh whole language terhadap huruf secara alfabetis. Dengan mempergunakan kemampuan membaca permulaan anak sekolah sumber belajar baik buku maupun LKS dibuat dasar di Jakarta (F= 13. 305, p= 0,. Sehingga sama, namun karena teknik yang dipergunakan hipotesis penelitian ini diterima. Selain itu dalam menyampaikan materi mengenal huruf Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Whole Language di Sekolah Dasar- Siti Aisyah. Gusti Yarmi. Mohamad Syarif Sumantri. Vina Iasha DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. dengan sempurna, mengidentifikasi karakteristik vocabulary, and it strengthen their language and dan perbedaan antar huruf secara alfabetis berbeda, communication skills (Dixon. , & Wu, 2. hal tersebut mempengaruhi hasil belajar siswa. Pembelajaran konvensional membuat siswa jenuh KESIMPULAN dan bosan dalam pembelajaran karena sebagian Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat besar waktu dihabiskan untuk mendengarkan, terlihat adanya peningkatan pada kemampuan mencatat dan mengerjakan soal secara individu. membaca permulaan tema berbagai kegiatanku. Pendekatan subtema kegiatan pagi hari melalui pendekatan language pada siswa kelas I yang pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan dilaksanakan di SDN Guntur 03 Pagi. Setiabudi, model pembelajaran konvensional. Dari simpulan Jakarta Selatan. Hal ini dapat terlihat dari refleksi tersebut ada suatu perbedaan yang terlihat selama tes kemampuan membaca permulaan pada siklus I penelitian berlangsung. Perbedaan tersebut adalah dan siklus II. kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan berbantuan video pembelajaran yang memiliki skor rata-rata hasil belajar yang lebih besar dari kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan REFERENSI