Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Juni, 2025, pp. Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat Desa Mijen. Kabupaten Demak Nurhasmadiar Nandini1*. Berlian Arswendo Adietya2. Nikken Prima Puspita3. Azza Mufliha4. Dinda Widya Hermawati5. Shava Shavia Shabah6. Zaqi Afif Hanifah7 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro, 2 Fakultas Teknik. Universitas Diponegoro, 3 Fakultas Sains dan Matematika. Universitas Diponegoro *Corresponding author E-mail: nurhasmadiar@lecturer. id (Nurhasmadiar Nandin. * Article History: Received: Jun, 2025 Revised: Jun, 2025 Accepted: Jun, 2025 Abstract: Pencegahan penyakit dengue hingga kini bergantung pada pengendalian vektor yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Upaya edukasi untuk peningkatan pengetahuan kepada masyarakat merupakan salah satu strategi yang penting untuk mencegah kasus DBD. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengendalian dan pencegahan DBD serta memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait pembuatan ovitrap. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mijen Kabupaten Demak pada bulan Mei Ae Juni 2025 dengan melibatkan anggota PKK dan Karang Taruna Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memahami upaya pencegahan dan pengendalian DBD serta dapat membuat ovitrap Masyarakat Desa Mijen menunjukkan partisipasi yang baik dalam proses pelatihan dan sudah memahami dengan baik bahwa fogging bukan merupakan upaya pencegahan DBD yang efektif. Diharapkan upaya pengendalian DBD dapat lebih optimal dengan PJN yang lebih menyeluruh dan pemasangan ovitrap di rumah tangga. Keywords: Pencegahan. Demam Berdarah Dengue (DBD). Masyarakat. Desa Mijen. Kabupaten Demak Pendahuluan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi tantangan dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia karena tingkat penyebarannya yang cukup tinggi (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Kasus DBD di Indonesia menjadi salah satu penyebab utama kasus demam yang membutuhkan penanganan medis di rumah sakit. Pada tahun 2020, angka insidensi DBD di Indonesia tercatat 39,9 per 000 penduduk (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Profil Kesehatan Kabupaten Demak mencatat 285 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpws Vol. No. Juni, 2025, pp. pada tahun 2023. Pencegahan dan pengendalian kasus demam berdarah kini bergantung pada upaya pengendalian vektor yang memerlukan keterlibatan masyarakat yang Inisiatif berbasis masyarakat untuk mengelola kasus demam berdarah mencakup Pemantauan Larva Nyamuk (PJN), strategi 3M, dan pendirian perangkap telur nyamuk (Anggraini et al. , 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Banyak penelitian telah menunjukkan korelasi yang signifikan antara kesadaran dan sikap masyarakat terhadap pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk untuk pencegahan demam berdarah (N. Dewi & Azam, 2018. Espiana et al. Nitbani & Siagian, 2. Oleh karena itu, inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat merupakan teknik penting dalam pencegahan kasus demam berdarah. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan demam berdarah dan strategi pencegahan, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pembuatan ovitrap. Metode Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni dan terdiri dari beberapa tahap, antara lain: Perumusan Masalah Analisis situasi untuk perumusan masalah dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dari laporan kesehatan serta data primer melalui wawancara dan FGD bersama dengan perangkat desa dan masyarakat setempat. Persiapan dan Penyusunan Materi Persiapan melibatkan penggunaan Microsoft Teams untuk mengidentifikasi sasaran jangkauan, melaksanakan inisiatif jangkauan, dan menetapkan protokol jangkauan, serta mengatur praktik pembuatan ovitrap pada hari yang telah Langkah ini juga melibatkan pemangku kepentingan, termasuk MC, operator, personel sumber daya untuk persiapan bahan, dan pihak yang bertanggung jawab atas kelompok praktik, sehubungan dengan tema dan tujuan yang telah Publikasi Kegiatan Tahap ini melibatkan koordinasi dengan sasaran program penyuluhan dan Vol. No. Juni, 2025, pp. penyebaran informasi mengenai pelaksanaannya kepada warga Desa Mijen, serta menjelaskan prosedur program penyuluhan yang dijadwalkan pada hari yang telah Pelaksanaan Adapun waktu yang telah ditentukan untuk pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan pembuatan ovitrap pada bulan Juni 2025 yang dihadiri oleh anggota PKK dan Karang Taruna Desa Mijen Kabupaten Demak. Hasil Tingginya kasus demam berdarah di wilayah Desa Mijen. Demak. Jawa Tengah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang mendesak. Warga Desa Mijen masih terlalu mengandalkan fogging untuk penyelesaian masalah, sehingga masih perlu adanya penyuluhan tentang cara pencegahan penyakit demam berdarah dengue, serta alternatif lain selain fogging. Hasil analisis situasi menunjukkan bahwa upaya pengendalian DBD di Desa Mijen yang sudah berjalan adalah Pemantauan Jentik Nyamuk (PJN). Namun belum optimal karena sejauh ini pemeriksaan hanya dilakukan di bak mandi. Sebaiknya, pemeriksaan dilakukan pada seluruh bak penampungan air seperti tempat minum hewan, wadah penampungan pada lemari es, ember, dispenser, dan lain sebagainya. Salah satu faktor penyebab meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat DBD dikarenakan adanya perilaku masyarakat dalam melaksanakan dan menjaga kebersihan lingkungannya yang dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang DBD secara menyeluruh. Upaya untuk mengelola demam berdarah dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui inisiatif 3M Plus, mengenali gejala demam berdarah, dan menerapkan pengobatan yang tepat. 3M Plus adalah inisiatif yang berfokus pada menguras wadah air, menutupnya, dan membuang benda-benda yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Selain melakukan kegiatan 3M plus, terdapat alternatif lain melalui pembuatan jebakan telur nyamuk atau Ovitrap. Ovitrap merupakan perangkap telur nyamuk Aedes yang berfungsi untuk menjebak telur nyamuk sehingga telur tersebut tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa serta dapat berfungsi untuk mengukur populasi/kepadatan nyamuk Aedes. Ovitrap bekerja dengan cara mengundang nyamuk dewasa untuk bertelur di atas permukaan ovitrap, dan nantinya telur akan masuk di dalam air pada botol. Ovitrap merupakan salah satu alternatif dalam pengendalian nyamuk DBD yang mudah dilakukan dan diterapkan dimana saja, sehingga perlu adanya sosialisasi dan demonstrasi mengenai Vol. No. Juni, 2025, pp. tatacara pembuatan ovitrap. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara luring pada tanggal 1 Juni 2025 pada pukul 08. 00 - 12. 00 WIB yang berlokasi di Balai Desa Mijen. Kab. Demak. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua Rukun Tetangga (RT), bapak-bapak masyarakat Desa Mijen, ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan pemuda anggota karang taruna Desa Mijen. Kegiatan sosialisasi tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) memaparkan materi berisi definisi umum demam berdarah dengue, gejala yang perlu diwaspadai, cara pencegahan 3M, peran masyarakat dalam pengendalian DBD, dan alternatif alami untuk mengusir nyamuk. Demam berdarah dengue ditularkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk aedes. Gejala yang perlu diwaspadai apabila terkena penyakit DBD adalah demam naik-turun dalam 3 hari, nyeri sendi, dan muncul ruamruam merah pada kulit. Gejala-gejala tersebut perlu diwaspadai dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diberi penanganan. Peran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD dapat dilakukan 3M (Menguras. Menutup, dan Mengubu. ditambah dengan memasang kelambu, menggunakan spray anti nyamuk, dan lain-lain. Gambar 1. Materi Sosialisasi DBD Setelah melakukan kegiatan sosialisasi tentang Demam Berdarah Dengue dilanjutkan dengan sesi pembagian ABATE dan leaflet yang dibagikan secara bersamaan, setiap orang mendapatkan satu ABATE dan satu leaflet. ABATE merupakan larvasida yang efektif dalam menargetkan larva nyamuk sehingga mencegah perkembangan nyamuk dewasa. Selanjutnya melakukan praktik pembuatan jebakan nyamuk yang dilakukan secara bersama-sama setiap orang membuat satu ovitrap dengan dipandu oleh dinda dan zaqi. Langkah- langkah pembuatan ovitrap yaitu pertama potong botol pada dua sisi lengkung, pastikan kedua sisi botol dapat menyatu dengan benar, kemudian dilakban pada bagian pinggir-pinggir nya. Kedua buat larutan gula pada botol yang sudah dipotong Vol. No. Juni, 2025, pp. dengan komposisi 4 sendok makan, aduk hingga rata. Masukkan ragi 2 sendok makan tanpa diaduk. Ketiga potong bagian atas kresek hitam . lalu masukkan botol dalam kresek hitam dan rapikan dengan lakban, pastikan botol tertutup rapat. Ovitrap siap digunakan. Gambar 2. Praktik Pembuatan Ovitrap Setelah sesi praktik pembuatan ovitrap, pemateri memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hadir untuk mengajukan pertanyaan terkait materi demam berdarah maupun proses pembuatan ovitrap yang telah dipraktikkan. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, seperti berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga nyamuk bertelur di ovitrap, kapan ovitrap perlu diganti, apakah telur nyamuk dapat terlihat dengan jelas pada ovitrap, serta bahan atau zat apa yang digunakan dalam pembuatan spray sereh sebagai solusi Di penghujung kegiatan, salah satu perwakilan masyarakat, yaitu Ketua RT, menyampaikan kesan dan pesannya terhadap pelaksanaan kegiatan upaya pengendalian demam berdarah dengue di Desa Mijen. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pengetahuan baru, dan berencana untuk menyebarluaskan praktik pembuatan ovitrap kepada warga di lingkungan RT yang dipimpinnya. Diskusi