Hikmah/ Analisis Tingkat Kesehatan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Hikmah Universitas Putera Batam Hikmahupb@gmail. ABSTRAK Tingkat kesehatan bank dianggap sebagai upaya pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan bank dalam melakukan berbagai kegiatan secara terus menerus dan mampu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tingkat kesehatan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data laporan keuangan dengan pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) terhadap kinerja bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa indikator NPL. GCG. ROA. CAR dan seluruh bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berada pada kategori sehat. Kata Kunci: Bank Health Level. RBBR. PENDAHULUAN Dalam situasi saat ini perekonomian Indonesia mengalami penurunan akibat dampak dari Covid-19 diantaranya adalah sektor perbankan itu sendiri, banyak kalangan yang mengeluhkan tanggungannya yang ada dalam perkreditan pada suatu bank karena banyak orang yang sudah kehilangan Dari segi pemerintah sudah memberikan suatu kebijakan bagi nasabah yang tidak mampu untuk membayar kreditnya agar berkonsultasi sama pihak Dalam hal ini bank memberikan nasabahnya yang berdampak Covid-19 agar kredit tetap berjalan semestinya, namun kebijakan ini bermaksud dengan adanya restruktrurisasi dapat menjaga pemulihan kredit nomor 1 dan 2 agar tidak berkurang menjadi pemulihan 3, 4, dan 5 karena hal ini akan mempengaruhi kesehatan bank itu Masyarakat akan percaya ketika lembaga perbankan dapat membuktikan dengan transparasi laporan keuangan serta kondisi kesehatan bank yang telah dipublikasikan. Akibat dari efektifitas penerapan kasus bank century dari lembaga perbankan Indonesia mengalami penurunan bahkan kehilangan kepercayaan dari masyarakat mengenai keraguannya dalam penyimpan uang di bank, sehingga mereka berubah dengan menarik uangnya yang telah di simpan di bank. Berdasarkan kasus itulah dapat dijadikan pembelajaran untuk mendorong sebuah regulasi baru dalam perbankan. Implementasi manajemen risiko dapat menyebabkan sebuah permasalahan mendasar akibat dari sebuah pembaruan atau perubahan dalam produk, jasa dan akitivitas perbankan yang tidak Perlu adanya peningkatan efektivitas penerapan manajemen risiko agar dapat teridentifikasi permasalahan sejak awal dan dapat dilakukan tindakan lanjut Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Hikmah/ Analisis Tingkat Kesehatan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia perbankan yang sesuai dengan cepat sehingga tidak ada perpanjangan masalah serta bank permasalahan internal dan eksternal. Menurut (Saraswati and Raya 2. tingkat kesehatan mempunyai indicator yang dapat berfungsi untuk menilai dari bank Sumber utama indikator dalam evaluasi kesehatan bank yang mendasar adalah informasi keuangan bank. Menurut (Ikatan Bankir : 80 2. Laporan keuangan adalah kegiatan memperlihatkan keadaan keuangan yang ada perusahaan waktu sekarang atau bisa di katakan suatu periode Kesehatan bank yang dinilai sebagai upaya pengontrolan terhadap bank untuk mengenali pada saat mengevaluasi tingkat kesehatan serta kemampuan untuk melakukan aktivitas usaha bank secara normal dan bisa menjalankan kewajiban sesuai dengan kebijakan yang ada. Suatu bank dikatakan sehat atau tidaknya mungkin lebih disebabkan oleh strategi yang Artinya, kesehatan bank tentunya banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal pada bank tersebut. Strategi yang ada biasanya meliputi strategi penerapan sistem Tata Kelola Perusahaan yang baik. Penelitian yang dilakukan untuk berdasarkan faktor Risk Profile. Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, faktor Capital dan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank secara keseluruhan berdasarkan faktor Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning dan Capital. KAJIAN PUSTAKA Kesehatan bank Menurut (Budisantoso : 41 2. tingkat kesehatan bank didefinisikan sebagai kecakapan perbankan untuk menjalankan usaha perbankan secara umum dan perbankan yang berlaku. Kesehatan bank menunjukkan kepercayaan orang-orang yang menginvestasikan uangnya di bank. Tingkat kesehatan bank mendorong perubahan dalam mengarah pada metode pemantauan berbasis (Hamolin 2. Metode Risk Based Bank Rating (RBBR) Perbankan harus mengaplikasikan cara peningkatan berbasis risiko baik secara mandiri maupun komprehensif pada saat menilai dari kesehatan bank . Metode RBBR menekankan pada ketahanan bank yang didasarkan pada prinsip ketelitian yang tinggi dan manajemen risiko. Hal ini sesuai dengan situasi ekonomi saat ini yang faktor risiko harus ditanggung bank seperti kondisi yang tidak kondusif, inflansi yang meningkat, dan perubahan yang signifikan terkait dengan kondisi nasabah merupakan elemen yang harus diwaspadai dalam menjalankan operasional bank (Sunardi 2. Metode RBBR ini mengedepankan evaluasi tingkat kesehatan bank sesuai dengan aturan kewaspadaan dan pengelolaan risiko. Dalam hal sesuai dengan situasi ekonomi pada sekarang ini. elemen risiko yangyang meningkat, dan permasalahan nasabah yang sering terjadi perubahan sehingga menjadi alasan bagi perbankan untuk sangat hati hati dalam menjalankan operasionalnya (Sunardi Profil Risiko (Risk Profil. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Hikmah/ Analisis Tingkat Kesehatan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Menurut (Wayan and Kartika 2. Profil Risiko adalah evaluasi yang dilakukan terhadap kemungkinan terjadi di setiap aktivitas bisnis bank dunia serta kualitas penerapan dalam mengatur risiko yang akan Risk harus dilihat dari 8 . aspek,RisikoayaituaRisikoReputasi,aRisikoa StratejikaRisikoaKredit. Risiko RisikoaPasar,aRisiko Operasional,. Risiko. Likuiditas,a Risiko Kepatuhan Menurut (Yacheva and Zahroh 2. Profil risiko mempunyai gambaran bahwa sebuah risiko yang dialami oleh bank akibat dari strategi bisnis bank. Profil risiko adalah evaluasi atas risiko inheren dan mutu implementasi dalam mengatur segala kemungkinan terhadap 8 . Good Corporate Governance (GCG) Salah satu jenis pengelolaan bank yang menganut aspek transparansi, responsibilitas, independens dan imparsialitas adalah tata kelola yang baik (Siti arbaina 2. Menurut (Franchise 2. GCG didefinisikan sebagai sarana controlling yang bersifat internal pada perusahaan dimana bertujuan dalam meminimalisasi risiko utama dalam mencapai arah bisnisnya dengan cara melindungi aktiva organisasi dalam jangka panjang dan menumbuhkan value investasi dari pemegang saham. Menurut (Widiyanto 2. Berdasarkan SE No. 15/15/DPNP Jakarta, agar memahami cara mereka dalam penerapan GCG agar Bank Umum dapat melakukan evaluasi sendiri (Self Assessmen. melalui metode pendekatan (RBBR), untuk menilai tingkat kesehatan bank umum, ini merupakan evaluasi penerapan GCG yang berdasarkan atas 5 . prinsip dasar, prinsip ini diklasifikasikan sebagai sistem tata kelola yang terdiri dari 3 . aspek tata kelola yaitu, struktur tata kelola, proses tata keloal, dan hasil tata kelola. Menurut (Indonesia and Periode 2. Rentabilitas Rentabilitas merupakan rasio yang menganalisis kompetensi perusahaan yang penjualan, aktiva dan modal tertentu. Ada profitabilitas suatu perusahaan, berdasarkan laba dan aset atau modal untuk dibandingkan satu sama lain. Yang akan dibandingkan adalah keuntungan dari operasi atau usaha membandingkan keuntungan bersih setelah dari pajak dengan total aset, atau membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dengan jumlah modal pribadi. Rentabilitas merupakan suatu perbandingan laba dengan aset/ modal yang dapat digunakan sebagai kemampuan perusahan untuk menentukan efektifitas dari operasional Permodalan (Capita. Permodalan merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan perusahan serta dapat menjalankan kegiatan operasional suatu usaha perusahaan. Permodalan mempunyai kata dasar modal yang dapat diartikan sebagai bagian dari hak milik perusahaan yang memiliki selisih antara aktiva dan Menurut (Frida 2. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah analisis pengukuran dapat dipergunakan dalam pengukuran kecukupan modal pada bank. Menurut (Ikatan Bankir : 80 2. faktor permodalan merupakan bentuk penilaian terhadap rasio kecukupan dalam pengelolaan modal. Adapun indikator permodalan . yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR). (Yacheva and Zahroh 2. mendefinisikan CAR Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Hikmah/ Analisis Tingkat Kesehatan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia sebagai digunakan sebagai rasio yang dapat mengukur kinerja pada suatu bank dengan mengunakan modal yang cukup dalam meningkatkan aktiva yang bisa menimbulkan resiko bagi bank. Dengan adanya CAR ini maka bank dapat melihat kecukupan modal yang dimiliki dalam menjalankan operasional permasalahan permalsalahan yang nisa saja muncul dikemudian hari yang bisa menghambat perkembangan dari perbankan itu sendiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Non Performing Loan (NPL) Komponen RBBR Tahun 2017-2019 Tabel 1. Hasil Analisis NPL Komponen RBBR Tahun 2017-2019 METODE PENELITIAN Pada Penelitian ini dilaksanakan pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peneliti mengutip informasi laporan keuangan dari internet w. id dan website Bank. Populasi yang diputuskan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20172019 yang berjumlah 44 bank. Dengan sampel 12 Bank yang memenuhi kriteria. Metode analisis data yaitu Metode deskriptif kuantitatif dimana merupakan metode yang menggambarkan objek yang diteliti berdasarkan hasil analisa data numerik yaitu perhitungan data laporan keuangan yang dibutuhkan dalam penelitian yang Ada beberapa kriteria sehingga sampel pada penelitian yang dilakukan dibatasi hanya perbankan yang listing dibursa efek dan melakukan pelaporan keuangan dari tahun 2017-2019, kemudian data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini tersedia pada laporan keuangan yang ada pada IDX, dan diambil data pada bank-bank yang rutin publish laporan keuangannya. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan metode purposive sampling. Kode Bank Tahun . alam %) 1,30 RataRata 1,24 Sangat Sehat 1,90 2,30 2,44 Sehat 2,16 2,62 2,19 Sehat 2,80 2,70 3,00 2,92 Sehat BJBR 1,51 1,65 1,58 1,86 Sehat BKSW 1,85 2,49 5,63 3,88 Sehat BMRI 3,45 2,79 2,39 2,97 Sehat BNGA 3,75 3,11 2,79 3,37 Sehat BNII 2,81 2,59 3,33 3,16 Sehat BNLI 4,60 4,40 2,80 4,66 Sehat MEGA 2,01 1,60 2,46 2,46 Sehat NISP 1,79 1,73 1,72 1,68 Sangat Sehat BBCA 1,50 1,40 BBNI 2,30 BBRI 2,12 BDMN Ket Berdasarkan hasil analisis NPL pada tabel 6, dapat dilihat bahwa rata-rata keseluruhan nilai Non Performing Loan 12 bank umum di BEI selama tahun 2017-2019 tergolong dalam kategori sehat. Nilai NPL terbaik selama tahun 2017-2019 ditunjukkan oleh PT Bank Central Asia (BBCA) dengan rata-rata sebesar 1,24% diikuti oleh PT Bank OCBC NISP (NISP) dengan rata- rata sebesar 1,68% dan bank-bank umum lainnya yang tergambar dalam tabel di atas. Hasil Analisis Return on Asset (ROA) Komponen RBBR Tahun 2017-2019 Berdasarkan hasil analisis ROA bahwa ratarata keseluruhan nilai Return on Asset 12 bank umum di BEI selama tahun 2017-2019 tergolong dalam kategori sehat. Nilai ROA terbaik selama tahun 2017-2019 diperoleh oleh PT Bank Central Asia (BBCA) dengan rata-rata sebesar 3,94% diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan rata-rata sebesar 3,78% dan bank-bank umum lainnya yang tergambar dalam tabel di PT Bank QNB Indonesia (BKSW) dan PT Bank Permata (BNLI) memperoleh nilai ROA dalam kategori tidak sehat dengan rata-rata masing-masing dengan nilai -1,21% dana -0,40%. Nilai ROA yang negatif mengindikasikan bahwa Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Hikmah/ Analisis Tingkat Kesehatan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia bank tersebut tidak memperoleh laba . selama tahun 2017-2019. Berdasarkan hasil analisis CAR bahwa rata-rata keseluruhan kondisi permodalan 12 bank umum yang terdaftar di BEI selama tahun 20172019 tergolong dalam kondisi sangat sehat. Tabel di atas menggambarkan bahwa rata-rata keseluruhan bank umum yang terdaftar di BEI memiliki rasio CAR yang melebihi baats ketentuan Bank Indonesia yakni 12%. Tabel 2. Hasil Analisis GCG Komponen RBBR Tahun 2017-2019 Kode Bank Tahun . alam Ratarata Ket BBCA 1,00 1,00 2,00 1,20 Sangat Baik BBNI 2,00 2,00 2,00 2,00 Baik BBRI 2,00 2,00 2,00 1,63 Baik BDMN 2,00 2,00 2,00 2,00 Baik BJBR 2,00 2,00 2,00 2,00 Baik BKSW 1,27 1,36 1,36 1,43 BMRI 1,00 1,00 1,00 1,00 BNGA 2,00 2,00 2,00 2,00 Baik BNII 2,00 2,00 2,00 2,00 Baik BNLI 2,00 2,00 1,80 2,16 Baik MEGA 2,00 2,00 2,00 2,00 Baik NISP 1,00 1,00 1,00 1,00 Sangat Baik 1,70 Baik Total Rata-rata Sangat Baik Sangat Baik Sesuai hasil analisis ROA bahwa rata-rata keseluruhan nilai Return on Asset 12 bank umum di BEI selama tahun 2017a-2019 tergolong dalam kategori sehat. Nilai ROA terbaik selama tahun 2017-2019 diperoleh oleh PT Bank Central Asia (BBCA) dengan rata-rata sebesar 3,94% diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan rata-rata sebesar 3,78% dan bank-bank umum lainnya yang tergambar dalam tabel di atas. Bank QNB Indonesia (BKSW) dan PT Bank Permata (BNLI) memperoleh nilai ROA dalam kategori tidak sehat dengan rata-rata masingamasing sebesar -1,21% dan -0,40%. Nilai ROA yang negatif mengindikasikan bahwa bank tersebut tidak memperoleh laba . selama tahun 2017-2019. Hasil Analisis Secara Keseluruhan Komponen RBBR Tahun 2017-2019. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan di atas, hasil dari keseluruhan kondisi komponen RBBR diperoleh kategori sangat sehat. Hal ini menggambarkan bahwa rata-rata tingkat kesehatan bank pada perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019 dinilai mampu mengatasi dampak dari perubahan terkait dengan situasi dan permasalahan perbankan dan beberapa hambatan-hambatan eksternal lainnya KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk menganalisis tentang penilaian Kesehatan perbankan yang ada pada Bursa Efek Indonesi pada tahun 2015-2019 dengan menggunakan metode RBBR sehingga dapat dilakukan penarikan kesimpulan yaitu: CAR pada tahun 2017-2019 berada pada peringkat sangat sehat. Begiupun. NPL & ROA pada tahun 2017-2019 berada pada peringkat Lalu. GCG pada tahun 2017-2019 berada pada peringkat baik. Dan. Keselurahan NPL. GCG. ROA. CAR, bank umum yang terdaftar di BEI pada tahun 2017-2019 berada peringkat sangat sehat yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 1. Setelah disimpulkan hasil penelitian oleh peneliti, ada beberapa masukan yang perlu dimasukkan dalam penelitian di masa mendatang, yaitu: Bank-bank yang tidak sehat dari segi kualitas aktivanya maupun perolehan manajemennya agar berjalan kelangsungan usaha bank tetap berjalan. Penelitian ini masih mempunyai beberapa keterbatasan antara lain hanya menggunakan populasi bank konvensional yang terdaftar di Bank Indonesia pada periode Penelitian direkomendasikan agar memperpanjang periode DAFTAR PUSTAKA Budisantoso : 41. Hukum Perbankan Dan Surat Berharga. Dwi Novidiantoko. Yogyakarta. Corporate Governance Pada Perbankan Di Indonesia. Ay Jurnal Akuntansi Unesa 1. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Hikmah/ Analisis Tingkat Kesehatan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Franchise. AuPengaruh Rasio-Rasio RiskBased Bank Rating (RBBR) Terhadap Peringkat Obligasi. Ay : 65Ae84. Frida, . :2. Manajemen Perbankan. Jakarta: Garudhawaca. Ikatan Bankir : 80. Menguasi Fungsi Kepatuhan Bank. Jakarta: Gramedia Pustaka.