Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra Diterima Pada 21 Januari 2022 Disetujui Pada 15A September Januari 2022 Vol. No. 2, 2022 E-ISSN : Halaman P-ISSN : E-ISSN PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BERMAIN REYONG GONG KEBYAR DI SMP NEGERI 5 MENGWI. KABUPATEN BADUNG Made Asta Sidhi Dadri1. I Wayan Budiarsa2. I Wayan Diana Putra3 1,2,3Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Petunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar astasidhi88@gmail. Abstrak Penelitian ini membahas topik tentang video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. Materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar dikemas dalam bentuk DVD yang terdiri dari . sejarah Gamelan Gong Kebyar. deskripsi reyong Gong Kebyar. bentuk fisik reyong Gong Kebyar. fungsi reyong Gong Kebyar. teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang mencakup sikap duduk, cara memegang panggul, teknik nekep, serta teknik dasar pukulan kabelet dan norot. Tujuan penelitian ini yaitu . mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. mendeskripsikan hasil validasi ahli materi . eni karawita. , ahli media, dan guru seni karawitan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan . esearch and developmen. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan wawancara. Data kuantitatif dianalisis dengan penskoran, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan komentar dan saran. Penelitian ini menghasilkan . video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. hasil validasi dari uji ahli terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar masuk dalam kategori sangat layak. hasil tanggapan peserta didik melalui uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar masuk kategori sangat layak. hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar masuk dalam kategori sangat layak. Kata Kunci: Video pembelajaran, teknik dasar, reyong. Gong Kebyar. PENDAHULUAN Dewasa ini pengembangan media pembelajaran menjadi lebih variatif dalam kebutuhan proses pembelajaran, salah satunya adalah dengan penggunaan media video Riyana . alam Daryono dkk. 2020: . menyatakan bahwa media video pembelajaran adalah media yang menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran. Penggunaan video sebagai media pembelajaran yang dapat dilihat dan didengar akan dapat menarik perhatian dan motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penggunaan media video pembelajaran, diharapkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran akan lebih meningkat sehingga peserta didik dapat meningkatkan dan mengembangkan hasil belajarnya. Pembelajaran seni budaya dengan media video pembelajaran jarang digunakan oleh tenaga pendidik, khususnya dalam bidang seni karawitan Bali. Seni karawitan adalah sebuah musik tradisi Indonesia yang menggunakan suara manusia . atau Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra alat-alat . nstrumen gamela. sebagai sumber bunyi yang berlaraskan pelog dan slendro (Dibia, 1999: . Gamelan ialah sebuah orkestra yang terdiri dari bermacammacam instrumen yang terbuat dari batu, kayu, bambu, besi, perunggu, kulit, dawai, dan lain-lainnya dengan menggunakan laras pelog dan slendro (Bandem, 2013: . Di Bali, terdapat lebih dari 30 barungan . gamelan seperti Gamelan Selonding. Gamelan Gambang. Gamelan Semara Pegulingan, dan Gamelan Gong Kebyar. Secara musikal. Gamelan Gong Kebyar adalah sebuah orkestra tradisional Bali yang memiliki perangkat keras . oarse sounding Konstruksi harmonis yang melahirkan kesatuan perangkat Gamelan Gong Kebyar ini didominasi oleh alat-alat perkusi, ditambah dengan beberapa alat tiup dan gesek (Sugiartha, 2015: . Gamelan Gong Kebyar biasa digunakan untuk memainkan repertoar-repertoar instrumental ataupun mengiringi suatu tarian, dramatari, dan Barungan gamelan ini menggunakan laras pelog 5 nada dan terdiri dari kurang lebih 30 buah tungguhan atau instrumen seperti kendang, giying, gangsa, kantilan, penyacah, jublag, jegogan, trompong, reyong, kajar, kempli, kemong, suling, ceng-ceng ricik, ceng-ceng kopyak, gong, kempur, dan Tungguhan dengan tingkat kesulitan tinggi untuk dimainkan dalam Gamelan Gong Kebyar umumnya adalah instrumen kendang dan reyong. Reyong adalah instrumen sejenis trompong yang memiliki 12 . ua bela. nada dan dimainkan oleh 4 . orang pemain, serta memiliki teknik pukulan yang unik juga (Bandem, 2013: . Tungguhan reyong Gong Kebyar dibagi ke dalam empat bagian, yaitu penyorog, pengenter, penyelah /ponggang, dan pemetit. Setiap bagian atau pemain memainkan masing-masing 3 sampai 5 pencon atau nada menggunakan 2 buah panggul . lat pemuku. Menurut Mustika , . 8/1. , cara memegang panggul reyong disebut amanggang jatah . eperti orang memanggang sat. Cara memainkan tungguhan ini adalah dengan dua tangan memegang sepasang panggul. Untuk dapat memainkan instrumen gamelan Bali, khususnya reyong Gong Kebyar dengan baik dan benar diperlukan teknik dasar yang Teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar berdasarkan hasil kajian dokumentasi video perlu ditingkatkan kembali sehingga sangat penting untuk diwujudkan dalam bentuk video pembelajaran sebagai penelitian dalam Pengembangaan Video Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar. Terkait hal tersebut di atas. SMP Negeri 5 Mengwi Badung memberikan pembelajaran Gong Kebyar melalui ekstrakurikuler tabuh. Peserta didik yang memiliki minat dan bakat di bidang seni karawitan Bali, khususnya gamelan, diberikan fasilitas untuk menyalurkan dan mengembangkan minat dan bakat melalui ekstrakurikuler tabuh. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru ekstrakurikuler tabuh SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. Bapak I Putu Danika Pryatna. Sn. Sn. , wawancara pada tanggal 20 Juni 2021, menyatakan AuSMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung dalam pembelajaran terdapat ekstrakurikuler tabuh dengan media gamelan, yaitu Gamelan Gong Kebyar. Minat peserta didik mengikuti ekstrakurikuler ini cukup tinggi, namun terdapat beberapa kendala yang dialami. Kendala yang pertama adalah tingkat kesulitan bermain reyong dan kendang bagi beberapa peserta didik. Kendala yang kedua adalah kemampuan atau kemahiran para pemain reyong yang kurang merata. Ay Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dicermati bahwa diperlukan adanya media pembelajaran berupa video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar untuk membantu meningkatkan dan me- Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra ngembangkan kemampuan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler tabuh di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. dan saran, sedangkan teknik data kuantitatif berupa penskoran. HASIL DAN PEMBAHASAN Alasan pengembangan video pembelajaran ini adalah. pembelajaran reyong Gong Kebyar berupa media atau video pembelajaran perlu ditingkatkan kembali. video pembelajaran reyong Gong Kebyar telah tersedia dalam platform berbagi video YouTube, namun belum disajikan secara maksimal dan terperinci. reyong Gong Kebyar sering dilombakan . omba kendang reyong berpasanga. dalam kegiatankegiatan kesenian di Bali yang dominan diminati oleh generasi muda Bali. sepanjang pembuatan video pembelajaran oleh mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Denpasar yang berjumlah kurang lebih sebanyak 42 video pembelajaran, belum ada ditemukan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. Untuk itu sangat penting dikembangkannya Video Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar sebagai upaya peningkatan hasil belajar peserta didik dan dijadikan pedoman bagi guru ekstrakurikuler tabuh di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) Borg dan Gall. Penelitian pengembangan menurut Borg & Gall . alam Setyosari, 2015: 276-. adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk Penelitian pengembangan mengikuti suatu langkah-langkah secara siklus. Dalam metode penelitian ini diuraikan . model pengembangan. prosedur pengembangan. uji coba produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket . dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang berupa komentar Proses Pembuatan Video Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar Proses pembuatan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar melalui beberapa tahapan proses, yaitu . mengidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. memberikan solusi berupa penerapan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar agar peserta didik dapat mengetahui dan memahami teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang baik dan Selanjutnya, pada tahap pengembangan, kegiatan yang dilakukan adalah mengembangkan produk berupa materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar dalam bentuk video pembelajaran. Produk yang dihasilkan merupakan sebuah media pembelajaran berupa video yang berisi narasi menjelaskan tentang reyong Gong Kebyar yang mencakup . sejarah Gamelan Gong Kebyar. deskripsi reyong Gong Kebyar. bentuk fisik reyong Gong Kebyar. fungsi reyong Gong Kebyar. teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar secara keseluruhan. Materi video pembelajaran dikemas ke dalam media DVD . igital video dis. yang dilengkapi dengan gambar, tulisan, musik pengiring, serta suara narator yang akan memperjelas media sehingga mudah dipahami. Untuk dapat mewujudkan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar, perlu dilakukan perancangan Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra flowchart dan storyboard. Tujuan utama penggunaan flowchart adalah untuk menyederhanakan rangkaian proses atau prosedur untuk memudahkan pemahaman pengguna terhadap informasi tersebut (Soeherman dan Marion, 2008: 133-. Salah satu keuntungan menggunakan storyboard adalah dapat membuat pengguna untuk mengalami perubahan dalam alur cerita untuk memicu reaksi atau ketertarikan yang lebih dalam (Nana dkk. , 2020: . Sejarah Gamelan Gong Kebyar Awal Abad XX, tepatnya pada tahun 1914 di Bali Utara muncul sebuah gamelan gaya baru yang dinamakan Gong Kebyar. Kata AukebyarAy adalah sebuah istilah yang digunakan untuk memberi nama kepada ensambel baru dan tari kreasi baru dalam kesenian Bali yang kedua-duanya memiliki ciri-ciri dengan tempo cepat, rumit, keras, dan dinamis. Gong Kebyar semula diciptakan hanya untuk memainkan lagu-lagu instrumental, namun dalam perkembangan berikutnya juga digunakan untuk mengiringi tari (Bandem, 2013: 38-. Rai S. 1: . menjelaskan bahwa salah satu sebab munculnya gamelan ini yaitu adanya Aukebanggaan berkompetisiAy . ompetitive prid. dari masyarakat khususnya para seniman Bali. Bandem . menjelaskan bahwa barungan Gamelan Gong Kebyar menggunakan laras pelog lima nada yang terdiri dari tungguhan berbilah, berpencon, dan berbentuk tabung seperti kendang, giying, gangsa, kantilan, penyacah, jublag, jegogan, trompong, reyong, kajar, kempli, kemong, suling, ceng-ceng ricik, ceng-ceng kopyak, gong, kempur, dan bebende. Bagi masyarakat Hindu Bali. Gong Kebyar memiliki 3 . fungsi, yaitu sebagai sarana upacara keagamaan . , sebagai sarana pelengkap upacara . , dan sebagai sarana hiburan atau pertunjukan . alih-baliha. Gamelan Gong Kebyar memiliki 2 macam bentuk perangkat dan gaya utama yaitu Gong Kebyar Bali Utara dan Bali Selatan. Kedua Gamelan Gong Kebyar tersebut memiliki sedikit perbedaan. Tungguhan gangsa . iying, pemade, kantila. Bali Utara meng-gunakan bentuk bilah belahan penjalin dan dipacek, sedangkan di Bali Selatan menggunakan bentuk bilah kalor/usuk dan digantung (Sukerta, 1998: . Seperti halnya yang dijelaskan Sukerta . 8: . , bentuk bilah belahan penjalin Gong Kebyar Bali Utara juga umum dikenal dengan istilah gangsa pacek, sedangkan bilah kalor Gong Kebyar Bali Selatan juga dikenal dengan istilah gangsa Sejak pemunculannya, ternyata Gong Kebyar telah mampu merebut hati masyarakat karena gamelan ini merupakan salah satu media yang dipergunakan oleh para seniman untuk mengungkapkan kebebasan ekspresi artistiknya baik yang masih mengacu pada tradisi maupun yang benar-benar ingin mendapatkan AusesuatuAy yang baru (Rai S. 2001: . Realitas di lapangan menunjukkan bahwa Gong Kebyar masih menjadi salah satu bentuk kesenian favorit masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan makin semaraknya aktivitas Gong Kebyar yang dapat dijumpai dalam berbagai kegiatan kesenian seperti Pesta Kesenian Bali (PKB). Di antara jenis-jenis barungan gamelan yang ada di Bali, kehidupan barungan Gamelan Gong Kebyar paling subur, jumlahnya 962 barung. Selain di Bali Gong Kebyar juga tersebar di berbagai kota di Indonesia, di antaranya Jakarta. Bandung. Yogyakarta. Surabaya. Medan. Lampung. Semarang, dan Surakarta. Gong Kebyar bahkan menyebar ke luar negeri, antara lain Amerika Serikat. Kanada. Italia. Belgia. Jerman. Inggris. Irlandia Utara. Jepang. Malaysia. Thailand. India, dan Australia (Sukerta, 2009: . Gamelan Gong Kebyar tidak hanya diminati dan dimainkan oleh penabuh pria. Gong Kebyar juga telah dimainkan oleh wanita dewasa maupun Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra remaja, serta dari kalangan anak-anak hingga Deskripsi Reyong Gong Kebyar Reyong adalah tungguhan berpencon sejenis trompong dalam barungan Gong Kebyar yang memiliki 12 . ua bela. nada dan dimainkan oleh 4 . orang pemain (Bandem, 2013: Reyong dibagi menjadi 4 bagian, yaitu penyorog deng . , dung . , dang . , pengenter ding . , dong . , deng . , penyelah/ponggang dung . , dang . , ding . , dan pemetit dong . , deng . , dung . Tenzer . 0: . menjelaskan bahwa tungguhan reyong dapat menghasilkan beberapa warna suara. Ketika memukul pencon pada bagian usuk . agian pencon yang letaknya melingkar di bawa. menghasilkan bunyi ceng dan kecek. pencon dipukul dan dibiarkan berdering disebut dengan byong. ketika pencon dipukul dan segera ditutup disebut dengan byot dan Reyong tergolong ke dalam instrumen idiofon karena bunyi yang dihasilkan berasal dari instrumen itu sendiri. Setiap bagian atau pemain memainkan masing-masing 3 sampai 5 pencon atau nada menggunakan sepasang panggul . lat pemuku. Dalam lontar Prakempa, cara memegang panggul reyong disebut dengan amanggang jatah . eperti orang memanggang sat. Cara memainkan reyong adalah dengan dua tangan memegang sepasang panggul. Beberapa teknik yang digunakan dalam memainkan reyong antara lain ubit-ubitan, kabelet, dan norot. Gambar 1. Reyong Gong Kebyar (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Bentuk Fisik Reyong Gong Kebyar Pelawah Pelawah merupakan suatu bagian tungguhan yang berfungsi untuk meletakkan pencon atau bilah yang dibuat dari kayu (Sukerta, 1998: . Pelawah Gong Kebyar Bali Selatan umumnya memiliki ukiran yang berfungsi sebagai hiasan untuk menambah nilai estetika. Pencon reyong dipasang di atas sebuah pelawah yang berbentuk memanjang serta memiliki ukuran terpanjang setelah trompong dalam Gamelan Gong Kebyar. Pelawah ini berfungsi sebagai penyangga dan pemegang pencon yang ditaruh di atas tali yang dibentangkan pada bagian atas pelawah. Semua pencon reyong diikat dengan tali pada lubang gegorok . ubang kecil yang ada pada bagian bawah penco. Penempatan pencon reyong berjejer dari nada terendah hingga tertinggi, sesuai dengan ukuran terbesar hingga terkecil. Gambar 2. Pelawah Reyong Gong Kebyar (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Pencon Pencon merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan jenis tungguhan gamelan yang berbentuk cekungan dan pada bagian tengahnya dibuat menonjol untuk ditabuh atau dipukul. Pencon reyong umumnya berwarna keemasan dan terbuat dari kerawang . ampuran timah dan tembag. Sukerta . 8: . menjelaskan bahwa tungguhan reyong Gong Kebyar menggunakan pencon yang disebut dengan moncol tegeh . Sesuai dengan namanya, bentuk pencon ini adalah yang paling tinggi di antara bentuk pencon atau moncol yang ada. Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra AuFungsi daripada reyong dalam ensambel Gong Kebyar adalah membuat aksen-aksen atau angselangsel dari tabuh atau lagu yang dimainkan. Angselangsel yang dibuat atau dimainkan terkadang sama dengan pukulan kendang, baik dalam iringan tari maupun gending-gending instrumental. Ay Gambar 3. Pencon Reyong Gong Kebyar (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Panggul Panggul merupakan alat yang digunakan untuk memukul atau memainkan gamelan. Panggul yang digunakan dalam memainkan reyong adalah panggul yang serupa dengan panggul trompong, namun berukuran lebih Setiap pemain reyong menggunakan sepasang . Panggul reyong umumnya terbuat dari kayu cemara, eboni, bentawas, dan kemuning. Tali yang digunakan untuk membuat panggul reyong adalah tali benang wol putih. Gambar 4. Panggul Reyong Gong Kebyar (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Fungsi Reyong Gong Kebyar Dalam konteks Gamelan Gong Kebyar, reyong memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pemangku irama dan sebagai pembawa lagu (Bandem, 2013: . Sukerta . 9: . menjelaskan bahwa reyong juga berfungsi sebagai tungguhan pepayasan, yaitu pemberi hiasan-hiasan pada lagu atau gending yang Dipertegas lagi dari hasil wawancara dengan Bapak I Wayan Bagiada. Sn. seniman Gong Kebyar Kota Denpasar, pada tanggal 30 Oktober 2021 menyatakan bahwa: Berdasarkan pernyataan di atas, penggunaan angsel-angsel reyong dalam iringan tari dapat dijumpai misalnya dalam iringan Tari Pendet versi pendek pada bagian pepeson dan pekaad. Sedangkan angsel-angsel reyong dalam gending atau repertoar instrumental dapat ditemui dalam tabuh lelambatan seperti tabuh telu dan tabuh pat pada bagian untuk menandai jatuhnya pepayasasan oncangoncangan. Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak I Wayan Bagiada. Sn. , seniman Gong Kebyar Kota Denpasar, pada tanggal 30 Oktober 2021, menyatakan bahwa: AuTeknik dasar dalam memainkan reyong Gong Kebyar dimulai dengan cara memegang panggul. Pada lontar Prakempa, cara memegang panggul disebut dengan amanggang jatah . eperti orang memanggang sat. Ibu jari, jari tengah, jari manis, dan kelingking menggenggam panggul, kemudian jari telunjuk lurus ke depan selaras dengan panggul. Dalam menggunakan panggul, perlu diperhatikan benang yang terdapat pada panggul karena benang tersebut dapat memengaruhi warna suara yang dihasilkan ketika memukul reyong. Jika dipukul terlalu ke ujung panggul, maka suara yang dihasilkan agak keras . Jika sudah mengenai bagian tengah benang, maka suara yang dihasilkan akan jelas dan bagus. Beberapa teknik yang digunakan dalam memainkan reyong antara lain ubit-ubitan, kabelet, norot, dan nyilih asih. Setiap bagian reyong mulai dari penyorog, pengenter, penyelah, dan pemetit memiliki daerah nadanya masing-masing. Jika seluruh bagian reyong dimainkan akan menghasilkan suatu jalinan atau Nada yang dimainkan reyong berpedoman pada melodi yang dimainkan oleh tungguhan jublag dalam Gong Kebyar. Ay Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat dicermati bahwa teknik dasar bermain reyong dimulai dari cara memegang panggul. Posisi Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra panggul sangat menentukan kualitas dan warna suara yang dihasilkan ketika memukul reyong. Tiap bagian reyong memiliki wilayah nada masing-masing sesuai dengan teknik yang dimainkan. Tungguhan jublag memiliki peran penting sebagai penuntun melodi dalam nada yang dimainkan tungguhan reyong. Sikap Duduk Dalam Bermain Reyong Gong Kebyar Sikap duduk dalam bermain reyong Gong Kebyar adalah duduk bersila dengan badan posisi tegap menghadap ke depan. Posisi kedua tangan memegang panggul dan dibuka selebar bahu. Ketika memainkan tungguhan reyong, setiap pemain dapat sesekali melihat satu sama lain agar suasana permainan menjadi lebih indah dan menarik. Gambar 5. Sikap Duduk Dalam Bermain Reyong Gong Kebyar (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Cara Memegang Panggul Reyong dimainkan dengan sepasang panggul menggunakan dua tangan. Sukerta . 8/ 1979: . menjelaskan bahwa cara memegang panggul reyong dalam lontar Prakempa disebut dengan amanggang jatah . eperti orang memanggang sat. Posisi tangan adalah dengan keempat jari menggenggam masingmasing panggul, kemudian jari telunjuk lurus ke depan selaras dengan panggul. Ketika memukul pencon, posisi tali pada panggul harus tepat di tengah-tengah agar suara yang dihasilkan jelas dan bagus. Jika terlalu ke ujung panggul, maka suara yang dihasilkan akan agak keras . Gambar 6. Cara Memegang Panggul Reyong Gong Kebyar (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Teknik Nekep Dalam memainkan teknik kabelet dan norot, pemain reyong terlebih dahulu harus memahami dan menguasai teknik nekep: sistem buka-tutup dalam bermain gamelan Bali. Tujuan dari penggunaan teknik nekep adalah sebagai pengolahan reng . dalam memainkan sebuah tungguhan. Keindahan jalinan atau bunyi yang dihasilkan tungguhan reyong akan muncul ketika teknik permainan buka-tutup . dimainkan dengan bagus. Ketika memainkan tungguhan reyong, setiap pemain menggunakan kedua tangan untuk memukul pencon secara bergantian. Teknik nekep pada tungguhan reyong adalah dengan menekan atau menutup pencon secara halus setelah dipukul, namun tidak ditutup secara penuh, agar suara yang dihasilkan tidak cepat hilang gemanya. Teknik Dasar Pukulan Kabelet Istilah kabelet berasal dari kata AobeletAo mendapat awalan ka berarti terhalang, kehabisan akal atau tak menemui jalan keluar. Ubitan kabelet berpangkal pada lagu gagaboran Legong Keraton merupakan se-buah ostinato 4 . ketukan yang mana lagu-lagu itu dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan (Bandem, 2013: . Teknik kabelet dalam tungguhan reyong terbagi menjadi 2, yaitu kabelet polos dan kabelet sangsih. Kabelet polos dimainkan oleh bagian penyorog dan penyelah/ponggang, sedangkan kabelet sangsih dimainkan oleh bagian pengenter dan pemetit. Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra Gambar 7. Pembagian Wilayah Pencon Reyong Dalam Teknik Kabelet (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Gambar 8. Pembagian Wilayah Pencon Reyong Dalam Teknik Norot (Sumber: Dok. Asta Sidhi, 2. Kabelet polos merupakan pukulan yang dominan jatuh pada ketukan . n bea. dan pola pukulannya lebih banyak kena dengan tema lagu atau melodi pokok. Teknik kabalet polos dimainkan oleh penabuh pada bagian penyorog dan penyelah/ponggang. Penotasian pada teknik kabelet polos pada bagian penyorog dan penyelah/ponggang sebagai berikut. Norot pada bagian penyorog menggunakan 4 pencon atau nada yaitu deng, dung, dang, serta Berikut penotasian teknik norot bagian penyorog pada melodi jublag ding, dong, deng, dung, serta dang. Kabelet sangsih merupakan sistem pukulan penyelubit atau penyelag dari tema lagu atau melodi pokok yang umumnya tidak jatuh pada ketukan . ff bea. Teknik kabalet sangsih dimainkan oleh pemain . pada bagian pengenter dan pemetit. Penotasian pada teknik kabelet sangsih pada bagian pengenter dan pemetit sebagai berikut. Teknik Dasar Pukulan Norot Norot merupakan jenis pukulan yang menggunakan 2 nada yang dipukul secara silih berganti sesuai dengan melodi gending. Sebelum memainkan teknik norot dengan lagu atau gending, pemain reyong hendaknya memahami dan menguasai dasar dari teknik norot itu sendiri. Nada yang dimainkan tungguhan reyong mengacu pada pukulan nada yang dimainkan oleh tungguhan jublag dalam barungan Gong Kebyar. Dalam teknik norot, tiap bagian reyong memiliki pola pukulannya masing-masing. Norot pada bagian pengenter menggunakan 3 pencon atau nada yaitu ding, dong, serta deng. Terdapat persamaan pola pukulan saat memainkan nada deng serta dang pada bagian Berikut penotasian teknik norot bagian pengenter pada melodi jublag ding, dong, deng, dung, serta dang. Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra Keterangan: Norot pada bagian penyelah/ponggang menggunakan 3 pencon atau nada yaitu dung, dang, serta ding. Berikut penotasian teknik norot bagian penyelah/ponggang pada melodi jublag ding, dong, deng, dung, serta dang. Norot pada bagian pemetit menggunakan 4 pencon atau nada yaitu ding, dong, deng, serta Berikut penotasian teknik norot bagian pemetit pada melodi jublag ding, dong, deng, dung, serta dang. dibaca ding dibaca dong dibaca deng dibaca dung dibaca dang tanda pukulan gong tanda pukulan ditutup Setelah mempersiapkan dan mematangkan materi video pembelajaran, langkah selanjutnya adalah pembuatan video pembelajaran. Tahap pembuatan adalah tahap untuk mempersiapkan dan menyusun materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang kemudian diedit atau disunting menggunakan software Adobe Premiere Pro CC Dalam tahap ini dilakukan penggabungan berbagai elemen media visual, audio, maupun audiovisual seperti teks, video, foto, dan musik pengiring agar menjadi sebuah media video pembelajaran yang edukatif, menarik, dan informatif. Materi video pembelajaran dikemas ke dalam media DVD . igital video dis. yang dilengkapi dengan gambar, tulisan, musik pengiring, serta suara narator yang akan memperjelas media sehingga mudah dipahami. Hasil Validasi Video Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar Melalui Uji Ahli Materi. Ahli Media, dan Guru Seni Karawitan Uji Ahli Materi (Seni Karawita. Draf I pengembangan sebagai produk awal pengembangan terdiri atas materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar dalam bentuk tertulis dan media DVD. Produk pengembangan tersebut diserahkan untuk dinilai kepada seorang ahli materi . eni karawita. , yaitu I Ketut Suandita. Sn. Beliau merupakan seorang ahli seni karawitan dan seniman Gong Kebyar Kota Denpasar. Tinjauan dari ahli seni karawitan Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra dilaksanakan pada tanggal 12 Desember Data diperoleh melalui kegiatan konsultasi, diskusi, dan angket A. Hasilnya adalah data berupa angka, komentar, dan Hasil penilaian ahli seni karawitan terhadap materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar diperoleh total skor 33 dan persentase 92%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat layak dan tidak perlu direvisi. Komentar dan saran tertulis ahli seni karawitan dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang dikembangkan. Uji Ahli Media Produk pengembangan yang diserahkan kepada ahli media pembelajaran adalah paket materi berupa media DVD. Ahli media pembelajaran yang diminta kesediaannya untuk mereviu produk pengembangan ini adalah Ayu Gde Chrisna Udayanie. Pd. Pd. Beliau merupakan seorang ahli media pembelajaran dan dosen di STIKI (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikas. Indonesia. Reviu dari ahli media pembelajaran dilakukan pada tanggal 14 Desember 2021. Data diperoleh melalui kegiatan konsultasi, diskusi, dan angket B. Hasilnya adalah data berupa angka, komentar, dan saran. Hasil penilaian ahli media pembelajaran terhadap materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar diperoleh total skor 35 dan persentase 97,2%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat layak. Komentar dan saran tertulis ahli media pembelajaran dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang di-kembangkan. Peneliti melakukan beberapa revisi atau perbaikan pada video pem-belajaran sesuai dengan komentar dan saran yang diberikan oleh ahli media, antara lain . pada bagian pembuka, tulisan AupenelitiAy diubah menjadi AupengembangAy. beberapa bagian penjelasan materi ditambahkan dubbing untuk menghindari siswa . eserta didi. yang lebih suka dengan . tulisan judul-judul deskripsi durasinya dibuat menjadi lebih singkat sehingga tidak mengganggu tampilan video. Penilaian Guru Seni Karawitan Produk pengembangan berupa media DVD diserahkan kepada seorang guru seni karawitan di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung, yaitu I Wayan Sutama Yasa. Sn. Penilaian guru seni karawitan bertujuan untuk mendapatkan tanggapan tentang DVD pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar karena nantinya guru seni karawitan adalah pengguna . dari produk yang dikembangkan. Penilaian guru seni karawitan dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021. Data diperoleh melalui kegiatan konsultasi, diskusi, dan angket C. Hasilnya adalah data berupa angka, komentar, dan saran. Hasil penilaian guru seni karawitan terhadap materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar diperoleh total skor 33 dengan persentase 92%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat layak dan tidak perlu direvisi. Komentar dan saran tertulis guru seni karawitan dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan materi teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang dikembangkan. Hasil Uji Coba Perorangan Terhadap Video Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar Pada Peserta Didik di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung Sesuai dengan rancangan pengembangan, draf II adalah produk pengembangan yang telah mengalami revisi berdasarkan saran dan masukan dari ahli materi . eni karawita. dan ahli media. Produk tersebut kemudian diserahkan kepada tiga orang peserta didik yang dijadikan responden dalam uji coba perorangan. Peserta didik yang menjadi responden uji coba perorangan ini adalah peserta didik anggota ekstrakurikuler tabuh di SMP Negeri 5 Mengwi. Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra Kabupaten Badung. Pelaksanaan uji coba perorangan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2021, bertempat di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. Hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar, dari responden nomor 1 diperoleh total skor 35 dengan persentase 97,2%, responden nomor 2 diperoleh total skor 34 dengan persentase 94,4%, dan responden nomor 3 diperoleh total skor 33 dengan persentase 92%. Berdasarkan hasil uji coba perorangan, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan masuk ke dalam kategori sangat layak dan tidak perlu Komentar dan saran dari peserta didik dalam uji coba perorangan tidak mengarah ke arah revisi, tetapi berupa masukan untuk peningkatan kualitas video Hasil Uji Coba Kelompok Kecil Terhadap Video Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Reyong Gong Kebyar Pada Peserta Didik di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung Pada prosedur pengembangan, langkah selanjutnya yang dilakukan setelah uji coba perorangan adalah uji coba kelompok kecil. Peserta didik yang menjadi responden uji kelompok kecil berjumlah 9 orang anggota ekstrakurikuler tabuh di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2021 di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. Hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar, dari responden nomor 1 diperoleh total skor 31 dengan persentase 86,1%, responden nomor 2 diperoleh total skor 36 dengan persentase 100%, responden nomor 3 diperoleh total skor 36 dengan persentase 100%, responden nomor 4 diperoleh total skor 35 dengan persentase 97,2%, responden nomor 5 diperoleh total skor 35 dengan persentase 97,2%, responden nomor 6 diperoleh total skor 31 dengan persentase 86,1%, responden nomor 7 diperoleh total skor 35 dengan persentase 97,2%, responden nomor 8 diperoleh total skor 32 dengan persentase 88,9%, dan responden nomor 9 diperoleh total skor 36 dengan persentase 100%. Dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan masuk ke dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. Komentar dan saran dari peserta didik dalam uji coba kelompok kecil berupa masukan dan harapan agar produk yang dikembangkan dapat disempurnakan lagi dan segera digunakan sebagai media Dengan demikian, produk pengembangan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar ini layak untuk dijadikan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru atau pendidik dalam proses pembelajaran reyong Gong Kebyar. PENUTUP Proses pembuatan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar melalui beberapa tahapan, yaitu . mengidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. memberikan solusi berupa penerapan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar agar peserta didik dapat mengetahui dan memahami teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar yang baik dan benar. Produk yang dihasilkan merupakan sebuah media pembelajaran berupa video yang berisi narasi menjelaskan tentang reyong Gong Kebyar yang mencakup . sejarah Gamelan Gong Kebyar. deskripsi reyong Gong Kebyar. bentuk fisik reyong Gong Kebyar. fungsi reyong Gong Kebyar. teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar. video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar secara Made Asta Sidhi Dadri. I Wayan Budiarsa. I Wayan Diana Putra Setelah video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar terbentuk, kemudian dilakukan uji ahli materi . eni karawita. kepada I Ketut Suandita. Sn. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi seni karawitan diperoleh total skor 33 dengan persentase 92%, dan masuk dalam kriteria sangat layak. Selanjutnya, dilaksanakan uji ahli media pembelajaran oleh Ayu Gde Chrisna Udayanie. Pd. Pd. Berdasarkan hasil penilaian ahli media pembelajaran, diperoleh total skor 35 dengan persentase 97,2%, dan masuk dalam kriteria sangat Setelah melaksanakan uji ahli media pembelajaran, dilakukan penilaian guru seni karawitan oleh I Wayan Sutama Yasa. Sn. Dari penilaian guru seni karawitan, diperoleh total skor 33 dengan persentase 92%, dan masuk kategori sangat layak. Setelah melakukan revisi uji ahli materi . eni karawita. , media pembelajaran, dan guru seni karawitan, selanjutnya video pembelajaran tersebut diuji coba pada peserta didik anggota ekstrakurikuler tabuh di SMP Negeri 5 Mengwi. Kabupaten Badung. Pada uji coba perorangan, dari ketiga responden diperoleh rata-rata total skor 34 dengan persentase 94%, dan masuk ke dalam kategori sangat layak. Tahap kedua dilakukan uji coba kelompok kecil dengan 9 orang peserta didik. Dari 9 responden, diperoleh rata-rata total skor 34,1 dengan persentase 94,7%, dan masuk dalam kategori sangat Dengan demikian, produk pengembangan video pembelajaran teknik dasar bermain reyong Gong Kebyar ini layak untuk dijadikan sebagai media pembelajaran untuk membantu guru atau pendidik dalam proses pembelajaran reyong Gong Kebyar. Dibia. I Wayan. 1977/1978. AuPengantar Karawitan BaliAy. Denpasar: Proyek Peningkatan/Pengambangan ASTI. Mustika. Pande Gd dkk. 1978/1979. AuMengenal Beberapa Jenis Sikap dan Pukulan Dalam Gong KebyarAy. Denpasar: Proyek Normalisasi Kehidupan Kampus Jakarta Sub Proyek ASTI Denpasar. Nana dkk. Pengembangan Bahan Ajar. Klaten: Lakeisha. Rai S. Wayan. Gong. Denpasar: Bali Mangsi Press. Setyosari. Punaji. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Prenadamedia Group. Soeherman. Bonnie dan Marion Pinontoan. Designing Information System. Jakarta: Elex Media Komputindo. Sugiartha. I Gede Arya. Lekesan: Fenomena Seni Musik Bali. Denpasar. UPT Penerbitan ISI Denpasar. Sukerta. Pande Made. Gong Kebyar Buleleng: Perubahan dan Keberlanjutan Dalam Tradisi Gong Kebyar. Surakarta: Program Pascasarjana & ISI Press Surakarta. Sukerta. Pande Made. Ensiklopedi Mini Karawitan Bali. Bandung: SastratayaMasyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI). Sukerta. Pande Made. Tetabuhan Bali I. Surakarta: ISI Press Solo. Narasumber I Wayan Bagiada, 46 tahun. Seniman Gong Kebyar Kota Denpasar. Jalan Noja Jalan Noja XXVII No. 1 Denpasar Timur. DAFTAR RUJUKAN Bandem. I Made. Gamelan Bali di Atas Panggung Sejarah. Denpasar: Badan Penerbit STIKOM Bali.