p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 6, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS KOMPREHENSIF HARGA POKOK PENJUALAN TENUN IKAT LEPO LORUN DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING Maria Trappistin Ose krowin1. Theresia Vitriana Manise2. Constantia Natalia Londa3. Maria Oktaviana Dua Nurak4. Maria Claudia Mongang Teluma5 1,2,3,4,5 Universitas Nusa Nipa Maumere. Jl. Kesehatan No. Beru. Maumere. Indonesia Email: mariatrappistin@gmail. Article History Received: 17-01-2025 Revision: 07-02-2025 Accepted: 08-02-2025 Published: 09-02-2025 Abstract. The ikat weaving craft industry is one of the sectors that has the potential to be developed in Indonesia. However, there are still challenges faced. One of the main challenges in this industry is the inaccurate determination of the Cost of Production (COGS). This research uses a qualitative approach. The researcher used semi-structured interviews that belong to the category of indepth interviews whose principles are flexible. The data that has been obtained is then verified using the source triangulation technique. This explanation provides a clear picture of how effective the use of cost per activity is during the production process. By using the ABC method. Lepo Lorun studio (Weaving Hous. found and divided production overhead costs more accurately and This allows them to set more precise and competitive selling prices and improve cost management throughout the overall production process. The results of the analysis show that ABC method provides a more accurate and comprehensive calculation of production costs than conventional methods. With ABC, all overhead costs associated with various production activities, from yarn manufacturing to weaving and sales, can be allocated more precisely. This method helps Lepo Lorun studio set a more competitive selling price by improving overall cost management efficiency. Keywords: Activity based costing. Ikat Weaving. Cost of Goods Sold Abstrak. Industri kerajinan tenun ikat merupakan salah satu sektor yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Namun demikian masih ada tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan utama dalam industri ini adalah penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) yang kurang akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur yang termasuk dalam kategori wawancara mendalam yang prinsipnya bersifat fleksibel. Data yang telah didapat kemudian diverifikasi menggunakan teknik triangulasi sumber. Penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas tentang, seberapa efektif penggunaan biaya per aktivitas selama proses produksi. Dengan menggunakan metode ABC membantu sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun menemukan dan membagi biaya overhead produksi secara lebih akurat dan efisien. Ini memungkinkan mereka menetapkan harga jual yang lebih tepat dan kompetitif serta meningkatkan manajemen biaya selama proses produksi secara keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ABC memberikan perhitungan biaya produksi yang lebih akurat dan komprehensif dibanding metode konvesional. Dengan ABC semua biaya overhead yang terkait dengan berbagai aktivitas produksi mulai pembuatan benang hingga penenunan dan penjualan dapat dialokasikan secara lebih tepat. metode ini membantu sanggar Lepo Lorun menetapkan harga jual yang lebih kompetitif dengan meningkatkan efisinsi manajemen biaya secara keseluruhan. Kata Kunci: Activity Based Costing. Tenun Ikat. Harga Pokok Penjualan How to Cite: Krowin. et al . Analisis Komprehensif Harga Pokok Penjualan Tenun Ikat Lepo Lorun Dengan Pendekatan Activity Based Costing. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 4 . , 3492-3500. 54373/ifijeb. Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A PENDAHULUAN Industri kerajinan tenun ikat merupakan salah satu sektor yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Tenun ikat merupakan selembar kain atau sehelaian kain yang dibuat dari benang-benang yang diikat membentuk motif kemudian ditenun. Tenun ikat merupakan salah satu produk budaya dalam kain tradisional indonesia yang dibuat hampir diseluruh daerah salah satunya didaerah kabupaten sikka. Masyarakat Sikka dan tenun ikat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, tenun ikat sebagai materi utama dalam kegiatan adat, sumber mata pencaharian, juga menjadi bagian yang selalu hadir dalam aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu kelompok tenun ikat di kabupaten sikka yang sudah mendunia saat ini adalah tenun ikat Lepo Lorun. Kelompok ini memiliki cara yang unik dalam menjual hasil tenun ikat yang dihasilkan. Kelompok ini dalam sekali membuat produk dapat menghasilkan empat sampai lima lembar kain dan salah satu kain akan dijual dengan harga yang dapat menutupi biaya dari kainkain yang tidak dijual, namun demikian masih ada tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan utama dalam industri ini adalah penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat. Harga pokok penjualan adalah salah satu konsep yang merujuk pada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan dijual kepada pelanggan. HPP yang tepat diperlukan untuk menentukan harga jual yang kompetitif dan memastikan keberlangsungan usaha. Metode Activity Based Costing (ABC) dapat menjadi solusi dalam menganalisis biaya yang lebih akurat berdasarkan aktivitas yang dilakukan. Menurut (Ariyanti dkk. ,2. Penentuan harga pokok penjualan sangat penting bagi setiap bisnis, terutama yang bergerak di bidang logistik. Nilai HPP digunakan untuk menetukan harga menjual suatu produk dalam perolehan keuntungan yang diharapkan. selain itu besaran perhitungan HPP bisa dinjadikan sebagai patokan dalam peman tauan realisasi biaya suatu bagi pihak manejemennya. sehingga pentingya suatu entitas dalam penetapan harga pokok penjualannya, guna mencegah kerugian yang tidak diharapkan entitas. seperti biasa setiap usaha memiliki tujuan dalam pencarian labanya yang maksimal. Setiap usaha memiliki strategi untuk menetukan harga barang yang di jual (HPP) yang unik untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas Menurut (Novieta et al,2. , harga pokok penjualan (HPP) adalah sejumlah pengeluaran dan beban yang secara langsung atau pula tidak langsung dikeluarkan oleh perusahaan dengan maksud untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Setiap usaha haruslah mampu dalam menentukan harga pokok penjualannya bagi seluruh produk atau barang yang di jualkan agar memaksimalkan dalam perhitungan laba yang akan dicapai. Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A HPP sendiri dapat diubah untuk mencapai target pasar yang ditetapkan oleh produsen atau Meskipun HPP dapat dikatakan sebagai aspek yang cukup sederhana, namun jika ada masalah dalam penentuannya, kerugian dapat terjadi. Setiap biaya yang muncul dalam harga pokok penjualan atau HPP adalah biaya yang terkait langsung dengan produk tertentu yang ditawarkan oleh suatu usaha. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan harga pokok penjualan adalah metode Activity Based costing. metode ini merupakan sistem yang digunakan untuk membuat alok asi dari keseluruhan total biaya berdasarkan sumber daya yang ada untuk menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa. Menurut Mulyadi . 3 : . Activity based costing merupakan metode penentuan HPP ( produk costin. yang ditujukan untuk menyajikan informasi harga pokok secara cermat bagi kepentingan manajemen, dengan mengukur secara cermat konsumsi sumber daya alam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk. Sistem ABC (Activity-Based Costin. dapat memberikan informasi biaya yang lebih baik dan dapat membantu manajemen untuk mengelola bisnis secara efektif dan lebih memahami kekuatan, kelemahan dan keunggulan kompetitif perusahaan. Sehingga metode ABC dapat menyajikan informasi biaya barang manufaktur secara cermat dan akurat untuk kepentingan manajemen (Nugraha, 2. Adapun penelitian sebelumnya yang dilakukan Adi . meneliti tentang Au penerpan Activity Based Costing terhadap Kinerja PerusahaanAy telaah literatur. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ABC tidak hanya dapat mengukur Kos produk dengan tepat tetapi juga dapat menghasilkan informasi yang berguna. Tandiontong dan Lestari . meneliti tentang Au Peranan Activity Based Costing System Perhitungan Harga Pokok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dan mengukur pencapaian prifitabilitas perusahaan dengan menggunakan activity-based costing. Susanto . melalukan penelitian mengenai AuPeran Activity Based Costing untuk Menetapkan Harga Pokok Produk yang Akurat Ay. Tujuan penelitian ialah untuk memahami penentuan harga pokok dengan menggunakan metode Activity Based Costing. Astuti . meneliti tentang Au Pengaruh Activity Based Costing System dalam Penetapan Harga Pokok Produksi dan Dampaknya terhadap Harga Jual ProdukAy studi kasus pada Perusahaan Genteng beton Rengganis Talsimalaya. Tujuan dari penelitian untuk menjelajahi pengaruh aktivitas. Sistem penentuan harga berbasis biaya dalam menetapkan biaya produksi dan pengaruhnya terhadap harga penjualan barang. Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena mengenai apa yang dialami oleh subjek penelitian dalam hal perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain sebagainya secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata kata dan bahasa, pada suatu konteks alamiah dengan memanfaatkan metode alamiah Moleong (Rossa, 2. dengan pendekatan etnografi. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumetasi untuk mengumpulkan data terkait biaya dan proses produksi yang dilakukan di sanggar Lepo Lorun (Rumah Tenu. yang terletak di Jln. Suverdi Kav. 1- 15, kampung Nita, wilayah Sikka yang berlangsung di tanggal 6 November 2024. Populasi penelitian adalah seluruh anggota kelompok tenun, dengan sampel diambil secara purposive dari anggota yang terlibat langsung dalam proses produksi. Data yang telah didapat kemudian diverifikasi menggunakan teknik triangulasi sumber. Sugiyono . menyatakan bahwa Triangulasi adalah teknik yang digunakan untuk memverifikasi kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari sudut pandang yang Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif Data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dianalisis dengan menggunakan metode analisis yang diuraikan oleh Miles & Huberman (Sugiyono, 2. Metode ini melibatkan tiga aktivitas utama dalam analisis data . reduksi data . ata merupakan proses penilaian dan penyederhanaan data untuk menghilangkan informasi yang tidak relevan . penyajian data . ata displa. yang mengolah informasi dibutuhkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang hasil penelitian dan . penarikan kesimpulan atau verifikasi . onclusion drawing/verificatio. merupakan tahap dimana data yang dikumpulkan di analisis untuk mencapai kesimpulan yang diperlukan. HASIL Berikut data yang dikumpulkan mencakup biaya bahan baku tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik per aktivitas terkait dengan produksi kain tenun ikat di sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun yang terletak di Jln. Suverdi Kav. 1- 15, kampung Nita. Kabupaten Sikka. Tabel 1. Data Biaya Per Aktivitas Keterangan Gambar Biaya Biaya Biaya Unit Bahan Tenaga Overhead Produksi Baku Pabrik Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A Kerja Langsung Pembuatan Pembelian Benang Pewarnaan Benang Penggulungan Rp 50. Benang Rp. Bentang Ikat Benang Pelepasan Rp 25. Ikatan Benang Pembentangan Benang untuk Rp 50. Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A Penenunan Tabel diatas menunjukkan detail biaya per aktivitas mulai dari pembuatan benang sampai pada penenunan. Produksi kain tenun pada setiap aktivitas mulai dari pembuatan atau pemebelian benang Rp. 000 untuk biaya bahan baku. Pada aktivitas pewarnaan benang Rp. 000 untuk biaya bahan baku dan Rp. 000 untuk biaya tenaga kerja langsung. Pada aktivitas penggulungan benang Rp. 000 untuk biaya tenaga kerja langsung, pada aktivitas bentang dan ikat benang Rp. 000 untuk biaya tenanga kerja langsung, pada aktivitas pelepasan benang Rp. 000 untuk biaya tenanga kerja langsung untuk aktivitas pembentangan benang untuk membuat motif Rp. 000 untuk biaya tenanga kerja langsung dan terakhir pada aktivitas penenunan Rp. 000 untuk biaya tenanga kerja langsung dan Rp. 000 untuk Biaya overhead pabrik. Penjelasan ini, menunjukkan bahwa biaya per unit produk misalnya lembar kain dapat dihitung dengan membagi biaya keseluruhan dengan jumlah unit produk yang dibuat. Oleh karena itu, biaya pada aktivitas ini untuk setiap lembar kain adalah Rp 523. 000 (Rp 2. untuk lima lembar kai. dan seberapa efektif penggunaan biaya per aktivitas selama proses Dengan menggunakan metode ABC membantu sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun menemukan dan membagi biaya overhead produksi secara lebih akurat dan efisien. Ini memungkinkan mereka menetapkan harga jual yang lebih tepat dan kompetitif serta meningkatkan manajemen biaya selama proses produksi secara keseluruhan. Singkatnya, metode ABC membantu membuat keputusan bisnis yang lebih baik untuk sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun, kampung Nita. Kabupaten Sikka dengan membuat penentuan HPP yang lebih akurat dari pada metode konvesional. DISKUSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok penjualan tenun ikat Lepo lorun dengan menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ABC memberikan informasi biaya yang lebih akurat dan komprehensif dibandingkan dengan metode konvensional yang mungkin selama ini digunakan oleh pengrajin. Dalam metode konvensional, biaya overhead pabrik seringkali dialokasikan ke produk berdasarkan volume produksi atau alokasi yang kurang tepat. Hal ini dapat Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A menyebabkan distorsi biaya produk, di mana produk dengan volume tinggi cenderung dibebani biaya overhead yang terlalu rendah, sementara produk dengan volume rendah dibebani biaya overhead yang terlalu tinggi. Akibatnya, harga jual yang ditetapkan berdasarkan metode konvensional dapat menjadi tidak akurat dan tidak mencerminkan biaya produksi yang Pendekatan ABC mengatasi masalah ini dengan mengidentifikasi dan membebankan biaya overhead pabrik ke produk berdasarkan aktivitas yang menyebabkan timbulnya biaya tersebut. Dengan demikian, biaya overhead pabrik dialokasikan ke produk secara lebih akurat dan proporsional. KESIMPULAN Kesimpulan menunjukkan bahwa. Harga pokok produksi sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun, kampung Nita. Kabupaten sikka ditetapkan dengan menggunakan metode Activity Based Costing ( ABC ). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ABC memberikan perhitungan biaya produksi yang lebih akurat dan komprehensif dibandin metode konvesional. Dengan ABC semua biya overhead yang terkait dengan berbagai aktivitas produksi mulai dari pembuatan benang hingga penenunan dan penjualan dapat dialokasikan secara lebih tepat. Total biaya overhead produksi mencapai Rp 2. 000 dengan harga pokok produksi per unit kain tenun adalah Rp 523. Penerapan metode ABC ini membantu sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun menetapkan harga jual yang lebih kompetitif dengan meningkatkan efisinsi manajemen biaya secara keseluruhan. Dengan demikian, metode ABC tebukti efektif dalam membantu sanggar (Rumah Tenu. Lepo Lorun mencapai efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis yang baik serta memberikan nilai tambah dalam pengelolaan biaya produksi yang lebih akurat dan komprehensif. REKOMENDASI Penyelenggaraan pelatihan berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan karyawan rumah sanggar Lepo Lorun terkait penentuan harga pokok penjuan dengan pendekatan Activity Based Costing. Pengrajin perlu memahami secara mendalam konsep Activity-Based Costing (ABC), termasuk bagaimana cara mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam proses produksi, menentukan cost driver untuk setiap aktivitas, dan menghitung biaya untuk setiap aktivitas tersebut. Untuk setiap aktivitas yang telah diidentifikasi, tentukan cost driver yang paling relevan. Cost driver adalah faktor yang menyebabkan timbulnya biaya pada aktivitas tersebut. Kumpulkan data biaya yang terkait Krowin. et al. Analisis Komprehensif Harga Pokok A dengan setiap aktivitas. Data ini dapat berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya overhead pabrik, dan biaya-biaya lain yang relevan. Hitung harga pokok penjualan untuk setiap produk tenun ikat Lepo Lorun dengan menjumlahkan biaya-biaya yang telah dialokasikan ke produk tersebut dan Bandingkan hasil perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan pendekatan ABC dengan metode konvensional yang mungkin selama ini digunakan oleh pengrajin. Analisis perbedaan antara kedua metode tersebut dan berikan penjelasan mengenai dampaknya terhadap harga jual dan keuntungan pengrajin. Lakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem ABC yang telah Jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki, lakukan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan bahwa sistem ABC tetap relevan dan efektif dalam memberikan informasi biaya yang akurat. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini tidak dapat terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Wilhelmina Mitan. SE. Ak. Ak. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan yang tak ternilai selama proses penelitian ini. Bimbingan beliau sangat membantu dalam memahami dan menerapkan pendekatan ABC dalam analisis HPP tenun ikat Lepolorun. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dalam rumah sanggar Lepo Lorun, atas kesediaan dan partisipasinya dalam memberikan informasi terkait proses produksi dan biaya-biaya yang terkait dengan pembuatan tenun ikat Lepolorun. REFERENSI