p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 3, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA CAFE JR TEA DI PENFUI TIMUR KOTA KUPANG Kokolia Yuniarni Karim1. I Komang Arthana2. Herly M. Oematan3 1,2,3 Universitas Nusa Cendana. Jl. Adisucipto Penfui. Kupang. NTT. Indonesia Email: kokoliakarim01@gmail. Article History Received: 30-09-2025 Revision: 08-10-2025 Accepted: 01-11-2025 Published: 01-11-2025 Abstract. The purpose of this study was to analyze the management of differential cost information in producing or purchasing raw materials at Cafy JR Tea. The type of research used is qualitative research using a descriptive research The data collection techniques used are observation, interviews, and The results of the study state that the calculation of costs by choosing the alternative of buying raw materials from outside suppliers is more profitable because it generates a greater profit per month than if producing raw materials themselves. In addition, also looking at other factors, namely the availability of time and effective labor to produce products, it is better to choose the alternative of buying raw materials from outside, compared to producing raw materials themselves, because producing raw materials yourself requires a long time to prepare and also process and also greater energy compared to directly buying raw materials. Thus, this research provides valuable insight for Cafe JR Tea in making decisions related to raw material management, as well as contributing to the differential cost management literature in the food and beverage industry. Keywords: Differential Costs. Buying Raw Materials. Self-Production Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan informasi biaya diferensial dalam memproduksi atau membeli bahan baku pada Cafy JR Tea. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai objek Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif membeli bahan baku dari pemasok luar lebih menguntungkan, karena menghasilkan laba bulanan yang lebih besar dibandingkan dengan memproduksi sendiri bahan baku. Hasil penelitian menyatakan bahwa perhitungan biaya dengan memilih alternatif membeli bahan baku dari pemasok luar lebih menguntungkan karena menghasilkan laba yang lebih besar perbulannya dibandingkan jika memproduksi sendiri bahan baku. Selain itu juga melihat faktor- faktor lain yaitu ketersediaan waktu dan tenaga yang efektif untuk menghasilkan produk lebih baik memilih alternatif membeli bahan baku dari luar, dibandingkan produksi sendiri bahan baku, karena memproduksi sendiri bahan baku memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyiapkan dan juga memproses dan juga tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan langsung membeli bahan baku. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi Cafe JR Tea dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan bahan baku, serta kontribusi terhadap literatur manajemen biaya diferensial dalam industri makanan dan Kata Kunci: Biaya Diferensial. Membeli Bahan Baku. Produksi Sendiri How to Cite: Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Pada Cafe Jr Tea Di Penfui Timur Kota Kupang. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7104-7116. 54373/ifijeb. Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A PENDAHULUAN Industri makanan atau kuliner terutama dalam sektor makanan cepat saji, merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian global yang terus berkembang pesat. Salah satu elemen yang memainkan peran sentral dalam keberhasilan bisnis makanan cepat saji adalah pengambilan keputusan yang cerdas terkait pembelian atau produksi sendiri bahan baku yang digunakan dalam menu. Informasi akuntansi diferensial merupakan informasi yang mengenai taksiran pendapatan, biaya, dan atau aktivitas yang berbeda jika suatu tindakan tertentu dipilih, dibandingkan dengan tindakan alterrnatif lain (Sujarweni, 2. Biaya merupakan pengorbanan sumber daya ekonomis yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Dengan demikian, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan atau kos yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva dalam rangka mencapai tujuan tertentu (Ramdani, 2. Secara lebih luas, biaya adalah bentuk pengorbanan sumber ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang, baik yang sudah terjadi maupun yang mungkin akan terjadi, dalam upaya perusahaan memperoleh barang atau jasa. Biaya juga dapat dipahami sebagai nilai dari sumber daya yang digunakan dalam proses produksi barang atau jasa, yang mencakup biaya langsung seperti upah tenaga kerja dan bahan baku, serta biaya tidak langsung seperti biaya overhead (Mankiw, 2. Biaya diferensial . ifferential cos. merupakan salah satu komponen dalam informasi akuntansi diferensial, yaitu biaya yang nilainya berbeda pada setiap alternatif keputusan yang dipilih oleh manajemen (Jan dkk, 2. Perubahan harga yang cepat dalam era dinamika industri dewasa ini berpengaruh dalam pengambilan keputusan terkait pembelian atau produksi sendiri bahan baku juga harus mempertimbangkan faktor risiko. Fluktuasi harga bahan baku dan perubahan dalam lingkungan pasar dapat mempengaruhi biaya produksi dan profitabilitas bisnis secara signifikan. Oleh karena itu, analisis biaya diferensial juga memainkan peran penting dalam membantu pemilik bisnis mengantisipasi risiko-risiko ini dan mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka. Dengan menganalisis kasus studi konkret dan merinci faktorfaktor biaya yang terlibat, penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana keputusan bisnis yang cerdas dapat diambil berdasarkan analisis biaya Pengambilan keputusan dalam bisnis merupakan proses yang dipengaruhi oleh ambiguitas dan kompleksitas organisasi, di mana manajer harus menghadapi ketidakpastian serta keterbatasan informasi untuk menghasilkan keputusan yang efektif (Alvesson & Sveningsson. Lebih lanjut, pengambilan keputusan dapat dipahami sebagai proses mental dalam Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A memilih di antara berbagai alternatif tindakan, yang hasilnya sering kali dipengaruhi oleh bias maupun noise . ariabilitas acak yang tidak diinginkan dalam penilaian manusi. (Kahneman dkk, 2. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pemilik bisnis makanan cepat saji dalam mengambil keputusan yang tepat terkait pembelian atau produksi sendiri bahan baku untuk produk pada objek penelitian ini yaitu Cafe JR Tea Kupang melalui proses analisis biaya diferensial. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiani dkk . yang menunjukkan bahwa membeli bahan baku dari luar menghasilkan laba yang lebih besar bagi Hal-hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini untuk dilakukan, untuk melihat apakah jika memperoleh bahan baku dari pemasok maka Cafe JR Tea akan mendapatkan bahan baku dengan lebih efisien, dan keuntungan-keuntungan yang akan diterima perusahaan akan terasa lebih maksimal, ataukah justru dengan memproduksi sendiri maka perusahaan lebih untung. Berdasarkan rangkaian di atas, peneliti tertarik ingin meneliti terkaitbagaimana pengambilan keputusan oleh manajer khususnya dalam mengelola informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan membeli atau memproduksi sendiri bahan baku, dengan melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Biaya Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Pada Cafe JR Tea di Penfui Timur Kota KupangAy. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan mix method . ualitatif dan kuantitati. Data diperoleh dari wawancara dengan manajer serta karyawan Cafy JR Tea sebagai data primer, dan dari catatan biaya produksi, laporan keuangan, serta dokumen pendukung lainnya sebagai data sekunder. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi komponen biaya, analisis biaya diferensial, serta penilaian laba diferensial dan kualitas produk. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah Yuni sebagai Owner sekaligus Manajer. Ito sebagai Chef Burger. Adi sebagai Cleaning Staff, dan Rosa sebagai Pelayan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengorganisasikan serta mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dirumuskan hipotesis kerja sesuai dengan data (Moleong, 2. Tahapan analisis data kualitatif mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. HASIL Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A Alternatif dalam hal ini membeli bahan baku dari pemasok luar atau memproduksi sendiri bahan baku. Tujuannya adalah untuk menilai alternatif manakah yang menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dalam pengambilan keputusan, biaya diferensial dibandingkan dengan membandingkan laba atau keuntungan dari masing- masing alternatif. Dalam hal ini, manajer berperan untuk melakukan analisis dalam mengambil keputusan yang tepat demi mewujudkan tujuan perusahaan, karena keputusannyalah yang akan dijalankan. Kesalahan dalam pengambilan keputusan oleh manajer dapat menimbulkan kerugian, baik kerugian finansial ataupun kerugian citra bisnis. Biaya Membeli Bahan Baku dari Pemasok Luar Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Cafy JR Tea, diketahui bahwa pihak Cafy JR Tea melakukan teknik pencatatan keuangan sederhana untuk mencatat segala jenis biaya baik pengeluaran dan pemasukan serta 52 laba ruginya. Pernyataan ini sesuai yang disampaikan oleh Ibu Yuni selaku pemilik sekaligus manajer cafenya. AuUntuk pencatatan keuangan kami tidak melakukan teknik pencatatan khusus, hanya dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan saja, kalau ada pengeluaran misalnya beli bahan baku, bayar listrik, beli gas, beli air. Begitu pula dengan pemasukan jika ada yang Ay Pernyataan ini juga didukung oleh Kak Ito selaku karyawan Cafy JR Tea: AuPencatatan keuangan dilakukan langsung oleh pemilik, kami hanya menjalankan tugas masing- masing. Ay Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. Cafy JR Tea Kupang belum menerapkan pencatatan keuangan maupun perhitungan biaya diferensial, melainkan mengestimasikan atau memperkirakan biaya dan harga jual burger berdasarkan biaya-biaya produksi yang dikeluarkan, seperti : biaya bahan baku, biaya tenaga, biaya overhead pabrik dan intuisi dari pemilik sekaligus pengelola perusahaan. Pernyataan di atas juga kemudian dibuktikan dengan pernyataan Ibu Yuni selaku pemilik Cafy JR Tea Kupang. AuSaya belum melakukan pencatatan keuangan khusus, hanya melakukan perkiraan biaya- biaya saja untuk tau mana yang lebih menguntungkan. Ay Hal ini dikarenakan ketidaktahuan pemilik sekaligus manajer tentang ilmu akuntansi dan bagaimana manfaat dari perhitungan biaya diferensial yaitu bisa memberikan pedoman kepada manajemen terkait bagaimana menentukan metode atau alternatif yang lebih memberikan keuntungan, sehingga memungkinkan mereka memiliki langkah yang tepat dalam menjalankan usaha, yang pastinya tetap mempertimbangkan beberapa faktor. Selain itu, dalam melakukan pembelian bahan baku dari luar, pihak Cafy JR Tea juga harus mempertimbangkan, memantau ataupun mengevaluasi bagaimana memperoleh bahan baku yang tetap terjaga Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A Cafe JR Tea dapat melakukan beberapa langkah untuk memantau dan mengevaluasi bahan baku burger yang diterima dari pemasok eksternal guna memastikan kualitas, keamanan, dan Mulai dari menetapkan standar kualitas yang jelas untuk bahan baku burger, termasuk kriteria seperti kesegaran, kebersihan, dan kesesuaian dengan spesifikasi yang Petugas pengadaan atau manajer kafe atau chef dapat secara rutin melakukan pemeriksaan visual terhadap setiap pengiriman bahan baku yang diterima untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Pihak cafy juga dapat melakukan pengujian kualitas secara acak terhadap sampel bahan baku yang diterima, seperti pengujian untuk mencoba rasa, aroma, dan tekstur. Cafe JR Tea juga dapat menyimpan catatan yang akurat tentang setiap pemasok bahan baku burger mereka, termasuk informasi tentang riwayat pemesanan, kinerja pengiriman, dan masalah yang mungkin timbul. Dan juga menilai secara teratur kinerja pemasok berdasarkan kriteria seperti kualitas produk, waktu pengiriman, layanan pelanggan, dan harga. Seperti kata Ibu Yuni selaku manajer cafy: AuUntuk perolehan bahan baku dari luar, kita pasti selalu memastikan supaya bahanbahannya berkualitas dan punya standar kualitas sendiri. Harus bersih, segar, dan tidak rusak. Chef berperan disini dalam menjaga kualitas bahan baku. Ay Pernyataan ini didukung oleh Ito selaku chef: AuUntuk memastikan kualitas bahan baku apalagi dari pemasok luar, adalah tugas saya untuk memastikan kualitas dan kesegaran bahan baku. Kalau membeli behan baku kita memastikan bahan baku yayng terbaik. Ay Dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko terkait dengan pengambilan keputusan bahan baku burger dengan menerapkan strategi dan praktik manajemen risiko yang efektif, pihak Cafy JR Tea harus bisa mengidentifikasi kemungkinan fluktuasi harga bahan baku burger, terutama untuk bahan baku yang memiliki harga pasar yang tidak stabil seperti daging, terigu, atau sayur- sayuran. Meskipun dalam menjalankan usaha, pastinya tidak luput dari berbagai macam hambatan atau kendala seperti keterangan Ibu Yuni selaku manajer: AuKendala atau hambatannya dilihat dari banyaknya pesaing saat ini yang juga memasarkan produk yang sejenis, sebagai saingan bisnis. Bisnis minuman sekarang banyak sekali bermunculan dan ini termasuk pesaing, mulai dari bisnis minuman yang sudah lama terkenal diluar mulai dari yang sudah lama berkembang sampai yang baru memulai, ini yang kami lihat dan kita juga tidak mau kalah saing makanya kita aktif terus adakan promosipromosi, mulai dari potongan harga, atau event-event dibuat, terus juga kita bikin promosi kalau ada hari-hari tertentu termasuk juga promo- promo menarik, termasuk di dalam aplikasi grabfood juga. Tujuannya itu semua supaya bisa bersaing dengan brand-brand lain. Ay Selain itu juga risiko terkait dengan ketidaktersediaan bahan baku, baik karena masalah pasokan dari pemasok eksternal, perubahan musiman, atau faktorfaktor lain seperti bencana alam atau kejadian yang tidak terduga. Seperti pernyataan Ibu Yuni terkait bagaimana Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A mengidentifikasi dan mengelola resiko yang terkait dengan pengambilan keputusan bahan baku burger, seperti fluktuasi harga . erubahan harga pasara. atau ketidaktersediaan bahan baku. AuKalau untuk fluktuasi atau perubahan harga pasar, cafy kami selalu mengecek kenaikan harga di pasaran dan juga kalua bahan baku tidak tersedia di tempat biasa kami membeli, atau karena tidak musim, kami mencari alternatif tempat lain untuk memperoleh bahan bakunya. Kalau sedang kosong, terpaksa harus menghilangkan komponen bahan baku yang tidak ada , diganti dengan alternatif bahan baku lain. Misalnya kalau keju mozzarellakosong, kami pakai keju biasa saja dan menurunkan harganya. Ay Proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan, di bidang apapun, membutuhkan berbagai elemen untuk menghasilkan satu produk yang akan dijual. Mulai dari tenaga manusia, peralatan yang ada di pabrik, sumber daya, hingga bahan baku. Semua diperlukan dalam jumlah tertentu, sehingga dapat menghasilkan barang yang sesuai dengan standar. Bahan baku utama dalam pembuatan burger adalah roti dan daging ayam atau sapi. Untuk membuat burger. Cafy JR Tea memerlukan beberapa bahan baku yang dibeli dari pemasok luar, yaitu dibeli di toko. Biaya overhead pabrik (BOP) di Cafe Burger Cafe Jr Tea merupakansejumlah biaya tetap dan variabel yang terkait dengan pengelolaan dan operasional dapur tempat burger diproduksi. Berdasarkan tabel di atas, terdapat beberapa komponen biaya overhead pabrik, termasuk di dalam biaya utilitas berupa air, listrik, gas , dan lainnya yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memastikan adanya pasokan energi yang memadai untuk menjalankan peralatan dan mesin yang digunakan dalam proses produksi burger. Biaya- biaya tersebut di atas merupakan sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk burger sebanyak 1. 200 pcs per bulannya, apabila bahan baku diperoleh dengan membeli dari pemasok luar. Harga jual 1 . pcs burger adalah Rp 15. Maka, untuk perhitungan laba/ margin keuntungan penjualan burger dalam sebulan dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1. Laporan Laba Rugi . er bula. Membeli Bahan Baku Dari Luar Cafy JR Tea Kupang Pendapatan: Penjualan ( 1. 200 pcs x Rp 15. Total Pendapatan Rp 18. Rp 18. Beban: Biaya Bahan Baku Rp 5. Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 5. Biaya Overhead Pabrik Total Beban Rp 905. Rp 11. Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A Laba Sebelum Pajak Pajak ( 10% x Rp 6. Laba Bersih Rp 6. 190,000 Rp 619. Rp 5. Berdasarkan tabel perhitungan laba rugi di atas, diketahui bahwa besaranrata- rata laba atau keuntungan yang diterima Cafy JR Tea Kupang per bulan dengantotal penjualan per bulan 200 pcs burger dengan harga jual Rp 15. 000, dan total beban mulai dari beban biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, sampai dengan biaya overhead pabrik , maka keuntungannya adalah senilai Rp 5. 000 setelah dipotong pajak. Biaya Memproduksi Sendiri Bahan Baku Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada manajer Cafy JR Tea Kupang yangmenyatakan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, mereka pernah melakukan proses produksi dengan memproduksi sendiri bahan baku, namun sudah tidak diterapkan lagi karena menurut manajer, dengan memproduksi sendiri bahan baku yaitu roti, dan daging olahan burger, lebih memakan banyak waktu dan tenaga. Dimana waktu buka cafy akan diundur, dan juga tenaga yang dikeluarkan juga butuh lebih banyak, mengingat karyawan atau chef dan pelayan burger hanya 2 orang, sisanya adalah cleaning staff. AuDalam memproduksi bahan baku, kami lebih memilih melakukan pemasokan bahan baku dengan membeli di toko. Karena sekarang sudah ada yang gampang ,daging olahan jadi yang dijual di toko. Jadi bikinnya juga lebih mudah. Walaupun rasanya tidak sama dengan saat kami membuat sendiri daging dan rotinya, tapi pelanggan tetap suka. Dulu pernah bikin roti sendiri dan masak daging olahan sendiri, tapi sangat makan waktu dan tenaga. Ay Hal tersebut dinyatakan oleh Ibu Yuni selaku manajer Cafy JR Tea Kupang. Pernyataan ini juga didukung dengan pernyataan Kak Rosa selaku karyawan yang mengatakan bahwa: AuUntuk proses pembuatan burger dulu pernah kita produksi sendiri bahan baku roti dan daging sapi dan ayam olahannya, tetapi karena sedikitmemakan waktu dan tenaga jadi Ibu Yuni juga mengubah perolehan bahan baku jadinya kita membeli jadi saja , mungkin karena lebih mudah juga. Au Berdasarkan data, biaya bahan baku burger, apabila roti dan patty sapi maupun ayam diolah sendiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Ibu Yuni selaku manajer cafy yang menyatakan bahwa apabila memproduksi sendiri, akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak dan juga tenaga yang lebih banyak. Berikut pernyataan Ibu Yuni: Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A AuDulu pernah produksi sendiri mulai dari roti, dan patty burgernya, tetapi tidak lama setelah itu langsung ganti metode, karena sudah tau kalua harga roti jadi dan patty atau daging olahan jadinya itu lebih murah. Ay Pernyataan tersebut juga didukung oleh Kak Ito selaku juru masak atau chef burger , yang menerangkan tata cara produksi burger: AuWaktu awal- awal dibuka memang kami masih melakukan produksi sendiri bahan baku, mulai dari bikin roti dan pattynya semua kami produksi sendiri. Au Alternatif pilihan membeli bahan baku dari luar dan memproduksi sendiri ditentukan oleh seorang manajer. Oleh karena itu, seorang manajer harus mampu mengambil keputusan yang paling tepat, demi terwujudnya tujuan perusahaan atau bisnisnya. Maka, dalam pengambilan keputusan tersebut harus menelaah perbandingan biaya yang dikeluarkan dari berbagai macam alternatif, mulai biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Untuk biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik memiliki kesamaan rincian biaya antara kedua alternatif. Jadi, perhitungan laba atau keuntungan apabila memilih alternatif memproduksi sendiri bahan baku dapat dihitung pada tabel berikut: Tabel 2. Laporan Laba Rugi . er bula. Memproduksi Sendiri Bahan Baku Cafy JR Tea Kupang Pendapatan: Penjualan ( 1. 200 pcs x Rp Total Pendapatan Beban: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Total Beban Laba Sebelum Pajak Pajak ( 10% x Rp 3. Laba Bersih Rp 18. Rp 18. Rp 8. Rp 5. Rp 905. Analisis Biaya Diferensial Antara Membeli Bahan Baku Rp 14. Rp 3. Rp 302. Rp 2. dari Luar atau Memproduksi Sendiri Bahan Baku Biaya diferensial sebagai salah satu acuan manajer dalam menentukan atau mengambil keputusan terkait perolehan bahan baku, membeli bahan baku dari luar atau memproduksi sendiri bahan baku manakah yang lebih efektif dan menguntungkan untuk dijalankan Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A Berdasarkan beberapa data di atas, dapat dilakukan perbandingan biaya diferensialnya, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Analisis Perbandingan Dilihat dari Laba Diferensial Menggunakan LaporanLaba/Rugi Cafy JR Tea Kupang Keterangan Membeli Bahan Baku Penjualan Memproduksi Sendiri Rp 18. Biaya Bahan Baku Rp 5. Rp 8. Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 5. Rp 5. Biaya Overhead Pabrik Rp 905. Rp 905. Total Biaya Diferensial (Rp 11. (Rp Laba Bersih/ Pendapatan Diferensial Rp 5. Rp 2. Laba Diferensial Rp 2. Berdasarkan Tabel 4. 9, terlihat penjualan dalam sebulan Rp 18. 000, jika perusahaan atau Cafy JR Tea membeli bahan baku dari pemasok luar, maka dari penjualan tersebut dikurangi biaya produksi senilai Rp 11. 000, dan akan mendapatkan laba/ pendapatan diferensial senilai Rp 5. Apabila Cafy JR Tea memproduksi sendiri bahan baku, maka dari penjualan tersebut dikurangi biaya produksi sendiri yaitu Rp14. 250 dan akan mendapatkan laba/ pendapatan diferensial senilai Rp2. Jadi, untuk mengetahui besaran laba diferensialnya, maka dihitung dari perbedaan laba pada alternatif membeli bahan baku dengan alternatif lain yaitu memproduksi sendiri bahan baku , atau laba diferensial dinyatakan dengan rumus: Laba Diferensial= Pendapatan Diferensial Ae Biaya Diferensial Laba Diferensial= Rp 5. 000 Ae Rp 2. 475= Rp 2. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan oleh peneliti di atas, dapat diketahui bahwa lebih baik membeli bahan baku dari luar, karena memiliki laba diferensial Karim. Arthana. , & Oematan. Analisis Biaya Diferensial Dalam A yang lebih tinggi dibandingkan jika harus memproduksi sendiri bahan baku. Perbedaan biayanya mencapai Rp 2. DISKUSI