TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Pengaruh Pelatihan Metode Prices Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Penanganan Cedera Strain Pada UKM KNCEmergency Erna Handayani1 Wahyu Rima Agustin2 Innez Karunia Mustikarani3 1,2,3Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta Email: wra. wahyurimaagustin@gmail. Abstract Strain injuries are injuries caused by excessive stretch or tear of the muscles or tendons, calves, groin, hamstring muscles, back and legs. The first 24 hours of treatment can use Protect. Rest. Ice. Compression. Evaluation, and Support for this method (PRICES) will be given as quickly as possible. The type of research conducted is quantitative pre-experimental with the Quasy Experimental method with a one group pretest posttes Without Control Group Design, namely given a pretest then given treatment in the form of material with PPT media and given training in the PRICES method, then given a posttest which serves to analyze the level of knowledge and skill level. This study used a sample of 37 respondents. In this study using Wilcoxon test The results of the study prove that the data obtained have significant changes in knowledge and skills after being given material and training on the PRICES method for KNC-E members with a p value of 0. The conclusion that can be drawn is that providing material and training on the PRICES method can improve the knowledge and skills of KNC-E members. Keyword: PRICES. Strain Injury. Training Abstrak Cedera strain merupakan cedera yang disebabkan karena regangan atau robekan yang berlebihan pada otot atau tendon, betis, selakangan, otot hamstring, punggung dan kaki. Penanganan 24 jam pertama dapat menggunakan Protect. Rest. Ice. Compression. Evaluation, dan Support untuk metode ini (PRICES) akan diberikan secepat mungkin. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif pre eksperimental dengan metode Quasy Experimental dengan rancangan one group pretest Ae posttes Without Control Group Design yaitu diberikan pretest kemudian diberikan perlakuan berupa materi dengan media PPT serta diberikan pelatihan metode PRICES, kemudian diberikan posttest yang berfungsi untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan tingkat keterampilan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 37 responden. Pada penelitian ini menggunakan analisa uji Wilcoxon. Hasil penelitian membuktikkan bahwa data yang diperoleh memiliki perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan sesudah diberikan materi serta pelatihan metode PRICES pada anggota KNC-E dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pemberian materi dan pelatihan metode PRICES dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota KNC-E. Kata Kunci: Cedera Strain. Pelatihan. PRICES Pendahuluan Cedera olahraga adalah yang terjadi selama latihan, olahraga . , atau setelah pertandingan dikenal sebagai cedera olahraga . Cedera dapat terjadi karena tekanan fisik, kekeliruan teknik, hantaman, atau kegiatan fisik yang melampaui beban latihan. Dua jenis cedera adalah internal dan eksternal. Cedera internal terjadi karena latihan yang tidak sesuai, kurangnya stretching, dan kurangnya pendinginan yang tepat, serta menimbulkan nyeri dalam waktu 24 hingga 28 jam setelah latihan. Faktor eksternal termasuk pemakaian alat, kondisi alat, perlengkapan dan lingkungan olahraga yang kurang aman. Strain ialah kerusakan yang terjadi pada otot atau tendon yang berlebihan atau stress. Di Inggris 80% pemain bola mengalami strain dan sprain, sedangkan di Indonesia presentase cedera sejumlah 9,2% dan keseimbangan bagian tubuh yang terkena cedera sebesar 67,9% (Kemenkes RI,2. Sedangkan cedera sprain adalah penguluran atau perobekan pada ligamen sebagai pondasi yang mengelilingi pada sendi . aringan yang menghubungkan tulang dengan tulan. Pelatihan adalah proses pemberian keterampilan dan kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan . Dalam penelitian . pelatihan adalah upaya untuk mengubah pengetahuan tentang kesehatan menjadi tindakan yang baik bagi individu dan masyarakat melalui pendidikan. Sehingga pemberian pelatihan metode PRICES yang baik dan benar diperlukan. Keterampilan TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 seseorang dapat dipengaruhi oleh pegalaman dan pelatihan . Keterampilan merupakan kepandaian melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan benar . Studi yang dilakukan . menemukan bahwasanya pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama cedera olahraga sangat penting dalam dunia kesehatan. Metode Protect. Rest. Ice. Compression. Elevation. Support digunakan pada saat terjadi cedera olahraga. Penanganan cedera membutuhkan waktu baik untuk melakukan tindakan misalnya menangani dalam 24 jam pertama dapat menggunakan Protect. Rest. Ice. Compression. Elevation. Support untuk metode ini (PRICES) akan diberikan secepat mungkin ketika pemain mengalami cedera untuk mencegah cedera yang tidak terselesaikan pemberian pertolongan. BEM FKUI mebuat modul penanganan cedera yang disebut Protect. Rest. Ice. Compression. Elevation. Support (PRICES). Metode PRICES menyempurnakan metode sebelumnya dengan menambahkan proteksi utama pencegahan dan dukungan berkelanjutan untuk mencegah cedera olahraga terjadi kembali . Berdasarkan hasil studi pendahuan pada tanggal 4 Januari 2024 yang dilakukan peneliti dengan wawancara pada KNC-E bahwa sejumlah 17 orang terdapat 15 orang belum mengetahui mengenai penanganan cedera menggunakan metode PRICES. Sedangkan 2 orang lainnya sudah mengenal secara teori tetapi belum pernah mempraktekkannya pada kasus cedera strain. Ratarata pada anggota KNC-E dalam menangani cedera masih menangani cedera masih menggunakan mtode RICE (Rest. Ice. Compression. Elevatio. Dari keterampilan pada penanganan cedera strain selama ini KNC-E kurang terampil dalam menangani cedera secara langsung. Berdasarkan uraian tersebut peneliti mengambil judul Pengaruh Pelatihan Metode PRICES Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Cedera Strain Pada UKM KNC-Emergency. Metode Penelitian ini sudah dilakukan pada bulan Maret 2024 yang berjumlah 37 responden dengan menggunakan rumus slovin. Penelitian ini menggunakan kuantitatif Quasy Experimental dengan rancangan one group pretest Ae posttest Without Control Group Design. Sebelum memberikan perlakuan responden melakukan pretest untuk menganalisis pengetahuan dan keterampilan, selanjutnya responden diberikan intervensi dengan memberikan materi PRICES terkait penanganan cedera strain melalui media power point (PPT) dan dilanjutkan dengan pelatihan metode PRICES dalam penanganan cedera strain, kemudian dilanjutkan dengan posttest untuk menganalisis pengetahuan dan keterampilan. Alat penelitian ini menggunakan lembar kuisioner berupa pertanyaan tentang PRICES terkait penanganan cedera strain yang berfungsi untuk menganalisis pengetahuan, lembar observasi: yang berisi cheklist tools sesuai dengan langkah keterampilan penanganan cedera strain, lembar Standar Operasional Prosedure (SOP) dan media PPT untuk pemaparan materi atau pemberian intervensi serta mempraktekkan secara langsung kepada responden dengan menggunakan alat dan bahan sesuai dengan SOP. Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan seperti distribusi frekuensi, jenis umur. Analisa Bivariat pada penelitian ini dilakukan pada variabel keterampilan cedera strain dengan bertujuan untuk mengetahui skor pengetahuan dan keterampilan penggunaan metode PRICES, mengetahui pengaruh pelatihan metode PRICES terhadap pengetahuan dan keterampilan penanganan cedera strain pada UKM KNC-Emergency. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk mengukur pre dan post. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisa Univariat Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia (Tahu. Jumlah Presentase (%) Jumlah TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Berdasarkan Tabel 1. Diperoleh hasil dengan kategori usia mayoritas responden dengan usia 19 tahun sejumlah 19 responden . ,4%) dan paling sedikit usia 17 tahun sejumlah 1 orang . ,7%). Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%) Laki-laki 18,9% Perempuan 81,1% Jumlah (Tota. Berdasarkan tabel 2. Diperoleh hasil dengan kategori jenis kelamin mayoritas perempuan sejumlah 30 responden . ,1%) dan jumlah responden laki-laki sebanyak 7 orang . ,9%). Analisa Bivariat Tabel 3. Pretest Pengetahuan Tingkat Pengetahuan Jumlah Presentase (%) Baik Sedang Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 3. Diperoleh hasil dari 37 responden sebelum diberikan materi PRICES rata-rata memiliki pengetahuan pada kategori kurang sejumlah 31 responden . ,8%) dan yang memiliki pengetahuan sedang sebanyak 5 orang . ,5%). Tabel 4. Pretest Keterampilan Tingkat Keterampilan Jumlah Presentase (%) Terampil Cukup Terampil Kurang Terampil Jumlah Berdasarkan tabel 4. Diperoleh hasil dari 37 responden sebelum diberikan pelatihan ratarata memiliki keterampilan pada kategori kurang terampil sejumlah 32 responden . ,5%) dan memiliki keterampilan cukup terampil sebanyak 5 orang . ,5%). Tabel 5. Posttest Pengetahuan Tingkat Pengetahuan Jumlah Presentase (%) Baik Sedang Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 5. Didapatkan hasil dari 37 responden setelah diberikan materi PRICES rata-rata memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 orang . ,3%) dan memiki pengetahuan sedang sebanyak 11 orang . ,7%). Tabel 6. Posttest Keterampilan Tingkat Keterampilan Jumlah Presentase (%) Terampil Cukup Terampil Kurang Terampil Jumlah Berdasarkan Tabel 6. Didapatkan hasil dari 37 responden setelah diberikan pelatihan sebagian memiliki keterampilan pada kategori terampil sebanyak 25 orang . ,6%) dan memiki keterampilan cukup terampil sebanyak 12 orang . ,4%). TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Tabel 7. Analisa Pengaruh Pelatihan Metode PRICES Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Cedera Strain Pada UKM KNC-Emergency Rata-rata Jumlah Signifikan Pretest Posttest 0a Pengetahuan Pretest Posttest 0a Keterampilan Hasil penelitian berdasarkan Uji Wilcoxon signed rank test didapatkan pengetahuan dan keterampilan sebelum serta sesudah diberikan perlakuan nilai asymp sig. =0,000. Dikarenakan nilai p value <0,05 maka dari itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan metode PRICES terhadap pengetahuan dan keterampilan cedera strain pada UKM KNC-E Pembahasan Berdasarkan tabel 1. Diperoleh hasil dengan kategori usia mayoritas responden dengan usia 19 tahun sejumlah 19 responden . ,4%) dan paling sedikit usia 17 tahun sejumlah 1 orang . ,7%). Sejalan dengan penelitian . bahwa rata-rata usia 14-24 tahun dengan presentase . ,2%) dengan perbedaan biologis mencakup perkembangan fisik seperti perkembangan otak, perubahan kognitif seperti perkembangan pemikiran dan kecerdasan khusunya mahasiswa menggunakan kemampuan kognitif. Menurut asumsi peneliti remaja akhir mempunyai kemampuan kognitif yang sangat baik, dapat beradaptasi dengan baik terhadap aspek praktis dan juga menunjukan kemampuan berfikir logis yang baik. Kondisi tersebut memungkinkan responden dengan mudah memperoleh dan memiliki materi pelatihan yang sesuai dengan bidang Berdasarkan tabel 2. Diperoleh hasil dengan kategori jenis kelamin mayoritas perempuan sejumlah 30 responden . ,1%) dan jumlah responden laki-laki sebanyak 7 orang . ,9%). Dalam hal tersebut mayoritas mahasiswa keperawatan banyak diminati pada jenis kelamin perempuan dibandingkan laki-laki berdasarkan hal tersebut sering kali dijumpai khusunya pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta yang jumlah mahasiswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sejalan dengan penelitian . yang menyatakan bahwa mayoritas perawat adalah perempuan karena keperawatan secara historis muncul sebagai peran perawatan di dalam keluarga dan masyarakat. Hasil penelitian ini lebih diminati perempuan dari pada laki-laki dikarenakan proposinya tidak sama karena responden paling banyak adalah perempuan. Peneliti beramsumsi jika perawat sebagian besar identik dengan jenis kelamin perempuan, maka sebagian besar mahasiswa keperawatan dalam proses pendidikan adalah perempuan. Berdasarkan Tabel 3. Diperoleh hasil dari 37 responden sebelum diberikan materi PRICES rata-rata memiliki pengetahuan pada kategori kurang sejumlah 31 responden . ,8%) dan yang memiliki pengetahuan sedang sebanyak 5 orang . ,5%). Hal ini sejalur dengan . yang mengungkapkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sejumlah tiga belas responden pengetahuannya termasuk dalam kategori kurang, tiga belas responden pengetahuannya dalam kategori cukup, dan hanya satu responden pengetahuannya dalam kategori baik. Peneliti mempunyai asumsi bahwa harus diberikan materi penanganan cedera strain menggunakan metode PRICES supaya pengetahuannya bisa meningkat. Berdasarkan tabel 4. Diperoleh hasil dari 37 responden sebelum diberikan pelatihan ratarata memiliki keterampilan pada kategori kurang terampil sejumlah 32 responden . ,5%) dan memiliki keterampilan cukup terampil sebanyak 5 orang . ,5%). Dari hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat 3 orang anggota KNC-E senior yang memiliki keterampilan cukup terampil karena sudah memiki pengalaman dan memiliki level lebih tinggi. Penelitian ini sejalan dengan . mengatakan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menerima informasi baru. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi mungkin lebih mengerti dalam menerima informasi baru. Berdasarkan asumsi peneliti bahwa terdapat 32 TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 responden yang memiliki keterampilan kurang terampil dikarenakan responden tersebut belum melakukan tindakan penanganan cedera strain menggunakan metode PRICES belum sempurna. Berdasarkan tabel 5. Didapatkan hasil dari 37 responden setelah diberikan materi PRICES rata-rata memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 orang . ,3%) dan memiki pengetahuan sedang sebanyak 11 orang . ,7%). Hal ini sama dengan penelitian . yang mengatakan simulasi pendidikan kesehatan bisa meningkatkan pengetahuan responden tentang pertolongan pertama cedera olahraga dengan metode PRICES. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Febrina dkk . menemukan bahwa individu yang memiliki pengetahuan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memberikan bantuan awal dibandingkan dengan individu yang tanpa pengetahuan memberikan bantuan pertama. Berdasarkan tabel 6. Didapatkan hasil dari 37 responden setelah diberikan pelatihan sebagian memiliki keterampilan pada kategori terampil sebanyak 25 orang . ,6%) dan memiki keterampilan cukup terampil sebanyak 12 orang . ,4%). Kemampuan responden telah berkembang dari pretest dan posttest setelah diberikan pelatihan yaitu telah meningkat. Pengetahuan yang mencakup semua yang diketahui seseorang tentang sesuatu dan disimpan pala ingatan adalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan tertentu . Penelitian ini sejalan dengan . bahwa setelah pelatihan 25 responden . ,3%) dari kelompok intervensi masuk dalam kategori cukup terampil dengan nilai 61-89 dan 3 responden . masuk dalam kategori terampil dengan nilai 90-100 dan setelah pelatihan dengan cara praktek langsung dibuktikan dengan nilai setalah pelatihan adalah 67,6%. Peneliti berpendapat bahwa pelatihan PRICES dapat meningkatkan keterampilan respoden dalam menangani cedera strain. Hasil penelitian berdasarkan Uji Wilcoxon signed rank test didapatkan pengetahuan dan keterampilan sebelum serta sesudah diberikan perlakuan nilai asymp sig. =0,000. Dikarenakan nilai p value <0,05 maka dari itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan metode PRICES terhadap pengetahuan dan keterampilan cedera strain pada UKM KNC-E. Hal ini sejalan dengan Magfiroh dkk . menunjukkan nilai pengetahuan pada pretest vs post test nilai p value = 0,000, pretest vs post test 2 minggu nilai p value = 0,000, post test vs post test 2 minggu nilai p value = 0,003. Hal ini sama dengan penelitian . mereka di sekolah kejuruan tentang pelatihan bagaimana pertolongan pertama mempengaruhi penilaian variabel pengetahuan dan keterampilan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada perbedaan setelah pelatihan, dengan nilai p = 0,001. Keterampilan ini sesungguhnya meningkat karena adanya pemberian dalam melakukan tindakan adalah pelatihan. Dalam . faktor yang mempengaruhi keterampilan dalam melakukan tindakan adalah pengetahuan, pengalaman, keinginan atau sejalan dengan penelitian . pelatihan RICE diberikan selama satu kali dalam satu pertemuan dengan menggunakan alat ukur lembar observasi penanganan cedera strain. Peningkatan keterampilan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pelatihan yang baik karena pelatihan dan pendidikan merupakan proses jangka pendek untuk menyeimbangkan teori dan praktik dalam sistem pembelajaran . Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan penanganan cedera strain pada KNC-E dipengaruhi oleh pemberian materi dan pelatihan metode PRICES, dalam hal ini menunjukan bahwa anggota KNC-E dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam penanganan cedera strain. Kesimpulan Karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas barusia 19 tahun sebanyak 19 Karakteristik responden berdasarkan kategori jenis kelamin mayoritas perempuan sebanyak 30 responden . ,1%) dari 37 responden. Sebelum diberikan materi PRICES rata-rata memiliki pengetahuan pada kategori kurang sejumlah 31 responden . ,8%) dan yang memiliki pengetahuan sedang sebanyak 5 orang . ,5%). Sebelum diberikan pelatihan rata-rata memiliki keterampilan pada kategori kurang terampil sejumlah 32 responden . ,5%) dan memiliki keterampilan cukup terampil sebanyak 5 orang . ,5%). TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Setelah diberikan materi PRICES rata-rata memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 orang . ,3%) dan memiki pengetahuan sedang sebanyak 11 orang . ,7%). Setelah diberikan pelatihan sebagian memiliki keterampilan pada kategori terampil sebanyak 25 orang . ,6%) dan memiki keterampilan cukup terampil sebanyak 12 orang . ,4%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test didapatkan pengetahuan dan keterampilan sebelum serta sesudah diberikan perlakuan nilai asymp sig. =0,000. Dikarenakan nilai p value <0,05 maka dari itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan metode PRICES terhadap pengetahuan dan keterampilan cedera strain pada UKM KNC-E. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan penanganan cedera strain pada KNC-E dipengaruhi oleh pemberian materi dan pelatihan metode PRICES, dalam hal ini menunjukan bahwa anggota KNC-E dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam penanganan cedera strain. Ucapan Terima Kasih Penulis sangat berterimakasih kepada pihak Universitas Kusuma Husada Surakarta dan pihak dari UKM KNC-Emergency atas izin yang telah diberikan, sehingga dalam penelitian ini dapat berjalan lancar. Daftar Pustaka