Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) Volume 10. Nomor 2 . : 746-751 ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP TINGKAT HARGA RATA-RATA KOPI ROBUSTA DOMESTIK DI INDONESIA TAHUN 2023 THE INFLUENCE OF EXTERNAL FACTORS ON THE AVERAGE DOMESTIC PRICE LEVEL OF ROBUSTA COFFEE IN INDONESIA IN 2023 Eva Desi Lia Wijayanti1*. Septian Maulana Purnama2 Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya Email: evadesilia@student. Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya Email: septianmp@ub. Penulis korespondensi: evadesilia@student. ABSTRACT Coffee is a strategic Indonesian commodity that is vulnerable to price fluctuations due to global and national market dynamics. The average price level represents the price of acommodity over a specific period . uch as monthly or annuall. , reflecting the general trend of market dynamics. This study aims to analyze the influence of external factors on domestic robusta coffee prices in Indonesia in 2023. The research employs a descriptive quantitative approach using secondary data and linear regression analysis. The variables examined include export volume, import volume, the rupiah exchange rate against the USD, and national coffee production. The results show that all four variables simultaneously have a significant effect on coffee prices (RA = 0. Partially, export volume has a significant positive effect, while the exchange rate has a significant negative effect. Import volume and national production do not show significant These findings indicate that domestic coffee prices are more influenced by export activity and exchange rate fluctuations, highlighting the need for responsive policies in trade and monetary stability to maintain price stability. Keywords: Export . External Factors . Coffee. Production. Average price level. ABSTRAK Kopi merupakan komoditas strategis Indonesia yang rentan terhadap fluktuasi harga akibat dinamika pasar global dan nasional. Tingkat harga rata-rata merupakan representasi harga komoditas dalam suatu periode tertentu . isalnya bulanan atau tahuna. yang mencerminkan kecenderungan umum dari dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal terhadap harga kopi robusta domestik di Indonesia tahun 2023. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan data sekunder. Variabel yang dianalisis meliputi volume ekspor, volume impor, nilai tukar rupiah terhadap USD, dan produksi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga kopi (RA = 0,. Secara parsial, volume ekspor berpengaruh positif signifikan, sedangkan nilai tukar rupiah berpengaruh negatif signifikan. Volume impor dan produksi nasional tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa harga kopi domestik lebih dipengaruhi https://doi. org/10. 21776/ub. Eva Desi Lia Wijayanti Ae Pengaruh Faktor Eksterna oleh aktivitas ekspor dan fluktuasi nilai tukar, sehingga diperlukan kebijakan yang responsif terhadap dinamika perdagangan dan stabilitas moneter untuk menjaga kestabilan harga. Kata kunci: Ekspor. Eksternal. Kopi. Produksi. Tingkat harga rata-rata. PENDAHULUAN Kopi memiliki peran strategis bagi perekonomian Indonesia sebagai sumber devisa, lapangan kerja, dan pendapatan petani di daerah sentra seperti Aceh. Lampung. Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Namun, fluktuasi harga menjadi tantangan, terutama bagi petani. (Julianto et al. , 2. Tingkat harga rata-rata merupakan representasi harga komoditas dalam suatu periode tertentu . isalnya bulanan atau tahuna. yang mencerminkan kecenderungan umum dari dinamika pasar. Penelitian Putra dan Sandria . menunjukkan bahwa tingkat harga secara signifikan memengaruhi volume produksi dan kinerja perdagangan, meskipun bersifat fluktuatif. Dengan cara yang serupa, penelitian ini mengkaji faktor-faktor eksternal yang memengaruhi tingkat harga kopi robusta domestik sepanjang tahun 2023. Kajian terhadap perubahan harga serta tingkat harga rata-rata pada komoditas pangan strategis kerap dikaitkan dengan analisis dampaknya terhadap inflasi di Indonesia. Namun demikian, pasar kopi domestik tidak lepas dari tantangan perubahan harga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, baik di pasar global maupun nasional. Volatilitas harga ini menimbulkan ketidakpastian yang berdampak pada pengambilan keputusan ekonomi petani, pedagang, maupun perumus kebijakan (Azhimah et al. , 2. Data dari Badan Pusat Statistik . mencatat bahwa pada tahun 2023, produksi kopi nasional mengalami penurunan sebesar 2,09%, yaitu dari 774. Penurunan ini beriringan dengan turunnya volume ekspor sebesar 36,03%, dari 437. 937 ton . Sementara itu, volume impor justru meningkat, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada kisaran rata-rata Rp 15. 300/USD sepanjang tahun, yang turut memengaruhi harga input dan ekspor kopi. Dalam kondisi seperti ini, harga rata-rata kopi robusta domestik tercatat berada di sekitar Rp 23. 500/kg, turun dari rata-rata sebelumnya sebesar ARp 25. 000/kg (BPS, 2. Mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir kopi utama dunia, dinamika harga kopi domestik sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi ekspor kopi Indonesia, salah satunya adalah faktor produksi. Menurut Sitanini et al. , tingkat produksi kopi tidak secara langsung memengaruhi peningkatan atau penurunan volume ekspor. Selain produksi, faktor lain yang turut berperan dalam ekspor kopi adalah nilai tukar . dan tingkat inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal terhadap tingkat rata-rata komoditas kopi robusta domestik di Indonesia pada tahun 2023. Fokus kajian diarahkan pada sejauh mana variabel eksternal seeprti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, volume ekspor dan impor kopi, serta total produksi nasional memengaruhi pergerakan harga kopi di pasar Dengan memahami hubungan antara faktor-faktor tersebut dan tingkat harga kopi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris bagi penyusunan kebijakan stabilisasi harga dan perdagangan komoditas perkebunan strategis di Indonesia, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian pasar global. METODE PENELITIAN Sumber utama penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung melalui pihak lain. Data dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan mencakup informasi hasil produksi kopi di tahun 2023. Kedua variabel ini, yaitu produksi kopi dan volume JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 746-751 ekspor kopi, berperan sebagai variabel independen yang memengaruhi variabel dependen, yakni harga rata-rata kopi robusta domestik pada periode yang sama. Selain itu, terdapat laporan ekspor-impor dari Ditjen Bea Cukai, dan data kurs tengah dari Bank Indonesia. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linier, uji T, uji F, dan uji koefisien determinasi. Model regresi linier berganda digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu produksi kopi. Analisis ini juga bertujuan untuk menentukan arah hubungan antarvariabel, apakah positif atau negatif. Analisis data dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 23, menggunakan model regresi linier untuk melihat pengaruh simultan dan parsial dari variabel-variabel tersebut terhadap tingkat harga rata-rata kopi. Kode Variabel Volume Ekspor Kopi Volume Impor Kopi Nilai Tukar Rupiah terhadap USD Produksi Kopi Nasional Harga Rata-Rata Kopi Robusta Domestik Jenis Nilai Tahun 2023 Independen 937 ton Independen 30. 000 ton . Independen Rp 15. Independen 725 ton Dependen Rp 23. 500/kg . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beberapa faktor eksternal terhadap tingkat harga rata-rata kopi robusta domestik di Indonesia pada tahun 2023. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi volume ekspor kopi, volume impor kopi, nilai tukar rupiah terhadap USD, dan produksi kopi nasional. Sumber: Diolah data penelitian SPSS 23 Dari hasil pengolahan data, diperoleh bahwa secara keseluruhan keempat variabel independen tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dengan harga kopi domestik. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,78. Artinya, 78% perubahan harga kopi domestik dapat dijelaskan oleh perubahan pada keempat faktor tersebut, sementara 22% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model ini, seperti biaya distribusi, kebijakan pemerintah, atau kondisi cuaca. Pengaruh Masing-Masing Variabel Volume Ekspor Kopi (X. Volume ekspor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga kopi. Hal ini berarti bahwa ketika ekspor meningkat, harga kopi di dalam negeri cenderung naik. Ini disebabkan karena semakin banyak kopi yang dijual ke luar negeri, maka pasokan di dalam negeri berkurang, sehingga harganya naik. Volume Impor Kopi (X. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Eva Desi Lia Wijayanti Ae Pengaruh Faktor Eksterna Volume impor berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap harga. Artinya, meskipun secara teori impor yang meningkat bisa menurunkan harga karena pasokan bertambah, dalam kenyataannya efeknya tidak terlalu terlihat secara statistik. Nilai Tukar Rupiah terhadap USD (X. Nilai tukar rupiah memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga kopi. Ini berarti bahwa jika nilai rupiah melemah . urs nai. , maka harga kopi cenderung turun. Hal ini bisa terjadi karena pelemahan rupiah membuat ekspor kopi lebih kompetitif di pasar internasional, sehingga lebih banyak kopi diekspor dan pasokan dalam negeri berkurang. Produksi Kopi Nasional (X. Produksi kopi menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga. Artinya, peningkatan produksi tidak secara langsung menurunkan harga. Bisa jadi karena peningkatan produksi diimbangi dengan peningkatan permintaan, atau karena peningkatan kualitas produksi. Uji Simultan dan Parsial Sumber: Diolah data penelitian SPSS 23 Uji simultan atau Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari 05, maka secara simultan variabel idependen berpengaruh terhadap variabel dependen (Siburian & Anggrainie, 2. Uji Simultan (F-tes. menunjukkan bahwa secara bersamasama, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga kopi domestik. Sumber: Diolah data penelitian SPSS 23 Uji parsial atau uji T bertujuan untuk mengetahui signifikan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, apakah variabel x berpengaruh terhadap variabel Y secara terpisah. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari 0. 05, maka secara parsial variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen (Siburian & Anggrainie, 2. Uji Parsial . -tes. menunjukkan bahwa hanya volume ekspor dan nilai tukar rupiah yang secara signifikan berpengaruh secara individu terhadap harga kopi. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 746-751 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis regresi linier terhadap data tahun 2023, dapat disimpulkan bahwa tingkat harga rata-rata kopi robusta domestik di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh faktor-faktor eksternal, khususnya volume ekspor kopi dan nilai tukar rupiah terhadap USD. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,78 menunjukkan bahwa 78% variasi harga kopi dapat dijelaskan oleh keempat variabel yang dianalisis: volume ekspor, volume impor, nilai tukar, dan produksi nasional. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga kopi. Namun secara parsial, hanya volume ekspor yang berpengaruh positif signifikan dan nilai tukar rupiah yang berpengaruh negatif signifikan. Sementara itu, volume impor dan produksi kopi nasional tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat harga kopi domestik cenderung lebih dipengaruhi oleh dinamika ekspor dan fluktuasi nilai tukar, sehingga kebijakan perdagangan luar negeri dan stabilitas moneter memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan harga komoditas kopi di dalam negeri Saran Bagi pemerintah dan otoritas perdagangan, disarankan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ekspor kopi melalui diversifikasi pasar tujuan dan penguatan daya saing produk kopi Indonesia. Hal ini penting karena volume ekspor terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kenaikan harga kopi di pasar domestik. Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS perlu menjadi perhatian dalam kebijakan moneter, karena fluktuasi kurs secara nyata memengaruhi harga kopi. Intervensi moneter yang tepat dapat membantu menekan ketidakpastian harga di tingkat produsen maupun konsumen. Pelaku usaha dan asosiasi petani kopi disarankan untuk lebih aktif memantau perkembangan pasar global dan nilai tukar, serta melakukan kontrak jualbeli yang lebih adaptif terhadap kondisi harga, guna mengurangi kerugian akibat gejolak pasar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan data harga kopi secara bulanan atau harian agar analisis terhadap volatilitas harga bisa dilakukan secara statistik . isalnya dengan metode standar deviasi atau GARCH). Penambahan variabel lain seperti harga internasional kopi atau indeks biaya produksi juga dapat memperkaya hasil analisis. Dengan adanya sinergi antara kebijakan perdagangan, moneter, dan pemberdayaan petani, diharapkan stabilitas harga kopi domestik dapat terjaga dan berkontribusi positif terhadap kesejahteraan petani serta daya saing komoditas kopi Indonesia di pasar internasional DAFTAR PUSTAKA