Volume 9 No. Page 71-75 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. https://journal. id/index. php/jcps/index Preferensi dan Kepuasan Pasien terhadap EasyhalerEe: Implikasi Klinis dari Tinjauan Literatur Salsabela1* Kathina Deswi Aqsa2 Kharina Anisya3 Ade Wirastuti4 Sri Rahmat Molidia5 Fortunata Saesarria Deisberanda6 Rommy7 Muhammad Nur Ajwad8 Fakhruddin9 AbdurraafiAo Maududi Dermawan10 1-10Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia *email: salsabela@pharm. Kata kunci: EasyhalerA Inhaler Preferensi pasien Kepuasan terapi Abstract Effective inhalation therapy depends not only on drug efficacy but also on the suitability of the inhaler device. EasyhalerA, a dry powder inhaler, has been developed to provide a user-friendly and convenient option for patients with asthma and COPD. This integrative review, based on studies published between 2015 and 2025, examined patient preference, satisfaction, and clinical outcomes related to EasyhalerA The findings consistently demonstrate improved preference and satisfaction among patients. Alvarez-Gutiyrrez et al. reported that 38% of patients favored Easyhaler, while Galffy et al. and Rytily et al. showed significant benefits in symptom control and quality of life. High compliance was highlighted by Heikkily et al. , and Tamysi et al. confirmed dose stability even at low inspiratory flow. Lavorini et al. emphasized the favorable design, while Sandler et al. 8% of patients chose Easyhaler over other devices. Overall. EasyhalerA improves adherence, symptom control, and quality of life through its ergonomic design, ease of use, and stable dosing. Further research is warranted to evaluate its applicability in special populations, such as children and patients experiencing acute bronchoconstriction. Received: Agustus 2025 Accepted: September 2025 Published: September 2025 A 2025. The Authors. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). adalah metered-dose inhaler (MDI) dan dry powder inhaler LATAR BELAKANG Asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan dua penyakit respiratori kronis dengan beban kesehatan global yang signifikan. Menurut WHO. PPOK menempati peringkat ketiga penyebab kematian secara global, sementara asma berdampak pada ratusan juta individu di seluruh dunia. Terapi inhalasi menjadi pilihan utama dalam pengelolaan kedua kondisi ini, eksaserbasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien1. Keberhasilan terapi inhalasi sangat ditentukan oleh perangkat yang digunakan. Dua jenis inhaler yang umum (DPI). DPI memiliki keunggulan berupa kemudahan penggunaan karena tidak memerlukan koordinasi antara aktivasi alat dan inspirasi seperti pada MDI2. Namun, efektivitas DPI sangat bergantung pada teknik inhalasi yang tepat dan kesesuaian karakteristik alat dengan Ketidaksesuaian menyebabkan rendahnya kepatuhan dan hasil terapi yang suboptimal3. EasyhalerA merupakan salah satu DPI generasi baru yang kenyamanan penggunaan. Beberapa studi menunjukkan bahwa pasien cenderung lebih menyukai perangkat ini Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 71-75 e-ISSN: 2598-2095 karena desainnya yang ergonomis, ringan, dan intuitif Pertanyaan klinis dalam tinjauan ini disusun dibandingkan DPI lain seperti TurbuhalerA. DiskusA, dan menggunakan kerangka PICO untuk memastikan fokus GenuairA3,4. Preferensi dan kepuasan terhadap perangkat dan relevansi kajian. inhalasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan Kriteria Inklusi dan Eksklusi terhadap kepatuhan dan kontrol gejala6. Kriteria inklusi yang digunakan dalam pencarian . Dalam praktik farmasi klinis, pemilihan perangkat Artikel yang mengevaluasi preferensi, kepuasan, atau inhalasi seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek farmakologis, tetapi juga faktor psikososial dan didiagnosis asma dan/atau PPOK . Studi klinis . cak, perilaku pasien. Ini mencakup kenyamanan, pemahaman observasional, atau komparati. dipublikasikan dalam 10 terhadap instruksi penggunaan, serta preferensi terhadap tahun terakhir . Artikel yang ditulis dalam bahasa perangkat yang digunakan. Oleh karena itu, memahami Inggris atau Indonesia . Artikel dengan teks lengkap persepsi pasien terhadap EasyhalerA merupakan langkah Kriteria eksklusi artikel adalah pasien TB dan Hepatitis. Pencarian literatur (Gambar . menggunakan Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur terkini SpringerLink dengan batasan literatur tahun 2015 Ae 2025. Teknik pengumpulan literatur dengan kata kunci EasyhalerA, serta mengkaji implikasi klinisnya dalam AuEasyhalerAy AND AupreferenceAy OR AusatisfactionAy OR AuacceptabilityAy AND AuasthmaAy OR AuCOPDAy AND Audry pengambilan keputusan terapeutik dan peran edukatif Meskipun sejumlah studi telah mengevaluasi efektivitas dan preferensi beberapa jenis DPI, tinjauan EasyhalerA PubMed. ScienceDirect, powder inhalerAy dan memperoleh hasil 154 artikel. HASIL DAN PEMBAHASAN sistematis yang secara khusus membahas EasyhalerA dari Tabel 1 menyajikan ringkasan karakteristik dan temuan utama dari sepuluh studi yang dianalisis, meliputi desain penggunaan, dan dampak klinis masih terbatas. Hal ini penelitian, populasi pasien, jenis perangkat pembanding, menunjukkan adanya kebutuhan akan analisis literatur serta luaran terkait preferensi dan kepuasan terhadap yang lebih terfokus dan menyeluruh. EasyhalerA. Mayoritas observasional prospektif atau cross-sectional pada pasien METODE dewasa dengan asma dan/atau PPOK. Secara umum. Studi ini merupakan tinjauan integrative review yang hasil menunjukkan bahwa EasyhalerA memberikan disusun secara sistematis untuk mengevaluasi preferensi tingkat preferensi dan kepuasan yang tinggi, didukung dan kepuasan pasien terhadap penggunaan EasyhalerA oleh kemudahan penggunaan, desain ergonomis, dan sebagai dry powder inhaler (DPI) pada penderita asma kebutuhan pelatihan yang minimal. Studi-studi tersebut dan/atau juga melaporkan perbaikan klinis, termasuk peningkatan kontrol gejala dan kualitas hidup setelah beralih ke PPOK. Tinjauan faktor-faktor penerimaan pasien serta menelaah implikasi klinis Easyhaler. penggunaan perangkat tersebut dalam praktik terapi Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 71-75 termasuk survei menemukan bahwa sekitar 60% lebih Preferensi Pasien Penelitian DPI PREFER melaporkan bahwa 38% pasien secara eksklusif memilih EasyhalerA, sedangkan 46% e-ISSN: 2598-2095 Hasil ini konsisten dengan studi lain, menyukai Easyhaler daripada Turbuhaler2. prospektif oleh Rytily et al. di menilai dampak peralihan dari budesonide/ TurbuhalerA ke EasyhalerA pada pasien asma dewasa elama 12 minggu7. Gambar 1. Tahapan Seleksi Jurnal Tabel 1. Karakteristik Penelitian Penulis (Tahu. Negara Desain Studi Populasi Inhaler Alvarez-Gutiyrrez et Spanyol Observasional, cross-sectional 502 pasien asma Easyhaler vs DPI Galffy et al. Hungaria 961 pasien asma dan PPOK Easyhaler . Heikkily et al. Finlandia Lavorini. et al. Multinegara Narrative review Data sekunder Sandler. et al. Multinegara Cross-over, simulasi 120 peserta inhaler-nayve Tamysi et al. Hungaria Observasional teknis Pasien dengan Easyhaler Wille. et al. Jerman Observasional 258 pasien asma Easyhaler vs Turbuhaler Rytily et al. Swedia Observasional prospektif multicenter 117 pasien asma Switching dari Turbuhaler ke Easuhaler Observasional prospektif, realworld Observasional reallife 187 pasien dewasa Easyhaler . anpa Easyhaler. Genuair. Turbuhaler Easyhaler. Spiromax. Turbuhaler Hasil Utama 38% memilih Easyhaler. kepuasan meningkat. untuk pergantian dari DPI lain Kontrol gejala (ACT). FEVCA, dan kualitas hidup meningkat dalam 12 minggu Pasien cepat belajar. teknik inhalasi baik Easyhaler termasuk DPI yang desain sederhana dan mudah digunakan Spiromax lebih disukai . %). Easyhaler dipilih oleh 16,8% Memberikan dosis stabil bahkan saat PIFR rendah (<60 L/mi. baik untuk kondisi akut Easyhaler meningkatkan kontrol gejala & kepatuhan. lebih baik oleh pasien Peningkatan kualitas hiudp dan kepuasan menggunakan Easyhaler Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 71-75 Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor perangkat ini sesuai digunakan oleh pasien anak-anak mencerminkan perbaikan kontrol gejala dan kualitas atau individu dengan kondisi bronkokonstriksi akut10. Lebih dari 85% pasien menyatakan preferensi Pasien asma yang beralih ke EasyhalerA dari inhaler terhadap EasyhalerA, terutama karena kemudahan penggunaan, desain ergonomis, dan kejelasan instruksi. meningkatkan kontrol gejala sesuai dengan skor ACT Berdasarkan Device Preference Questionnaire (PASAPQ), yang membalik pasca-switch9. Control Test pada aliran inspirasi rendah (>30 L/mi. , sehingga mini-AQLQ. Asthma (ACT) e-ISSN: 2598-2095 Spiromax dianggap paling mudah digunakan . ,1%), diikuti Easyhaler . ,6%) dan Turbuhaler . ,3%). Sekitar (TurbuhalerA DiskusA) Faktor yang Mempengaruhi Preferensi 16,8% responden menyatakan mereka akan memilih Preferensi pasien terhadap EasyhalerA dipengaruhi oleh Easyhaler jika diresepkan, sedangkan Turbuhaler hanya mendapat sekitar 11,8%8. penggunaan dan pelatihan yang singkat di mana sebagian besar pasien mampu menguasai teknik inhalasi Kepuasan dan Kemudahan Penggunaan dengan benar setelah satu kali instruksi portabilitas serta Skor FSI-10 (Feeling of Satisfaction with Inhale. dalam studi DPI PREFER menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap Easyhaler A lebih tinggi dibandingkan dengan inhaler yang sebelumnya digunakan4. Secara konsisten, studi real-world di Hungaria juga melaporkan desain ergonomis seperti bobot ringan, ukuran yang nyaman, dan keberadaan penghitung dosis yang jelas serta konsistensi dosis yang tidak bergantung pada aliran inspirasi, yang meningkatkan rasa percaya pasien terhadap efektivitas terapi5,4. peningkatan signifikan dalam kepuasan dan kontrol Budesonide/Formoterol EasyhalerA5. Implikasi Farmasi Klinis Studi Hasil studi ini menegaskan bahwa pemilihan inhaler dilakukan oleh Wille S. dan von Fircks menyatakan pengalaman pasien. Peran apoteker menjadi penting mencerminkan nilai praktis dan pengalaman pengguna monitoring lanjutan untuk meminimalkan kesalahan yang baik9. penggunaan dan meningkatkan kepatuhan. EasyhalerA Dampak terhadap Kepatuhan dan Kontrol Terapi Bukti menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dan menunjukkan sinergi antara desain perangkat dan pengalaman penggunaan yang mendukung hasil klinis optimal jangka panjang. preferensi yang tinggi terhadap perangkat inhalasi berdampak positif terhadap kepatuhan pasien dan kontrol penyakit6. Selain itu, studi prospektif melaporkan adanya peningkatan skor kontrol penyakit (ACT/CAT), kualitas hidup . ini-AQLQ), dan fungsi paru setelah 12 minggu penggunaan EasyhalerA5,10. Penelitian teknis lebih lanjut juga menyimpulkan bahwa EasyhalerA mampu memberikan dosis yang konsisten meskipun KESIMPULAN Tinjauan ini menunjukkan bahwa EasyhalerA merupakan salah satu perangkat inhalasi dry powder inhaler (DPI) yang paling disukai dan memberikan tingkat kepuasan tinggi pada pasien dengan asma maupun PPOK. Faktorfaktor Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 71-75 ergonomis, kejelasan penghitung dosis, dan kebutuhan pelatihan minimal berkontribusi terhadap preferensi tersebut serta berdampak positif pada kepatuhan dan hasil klinis. Mengingat temuan ini, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan EasyhalerA pada populasi khusus seperti anak-anak, lansia, dan pasien dengan keterbatasan fungsional, serta mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap kontrol penyakit dan kontribusinya dalam menurunkan beban kesehatan masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan artikel ini, khususnya kepada rekan-rekan akademisi di Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Tanjungpura atas dukungan intelektual dan masukan ilmiah yang konstruktif. DAFTAR PUSTAKA