ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Penerapan Prinsip Arsitektur Ekologi pada Rancangan Resort di Pulau Gili Iyang Application of Ecological Architecture Principles in the Design of a Resort on Gili Iyang Island Syd Muhammad Hamzah Cherid1. Ir. Vippy Dharmawan2. Ars. Dr. Zuraida. AArsitektur. Teknik. Universitas Muhammadiyah Surabaya AArsitektur. Teknik. Universitas Muhammadiyah Surabaya AArsitektur. Teknik. Universitas Muhammadiyah Surabaya Asydmuhammadhamzahcherid@gmail. Avippydharmawan@um-surabaya. Azuraida@umsurabaya. Abstract Gili Iyang Island in Sumenep Regency is known as one of the regions with the highest oxygen levels in the world and has great potential to be developed as a health-based tourism destination. However, the limited availability of adequate and environmentally friendly accommodation facilities remains a major constraint in supporting tourism development in the area. Therefore, the design of a resort on Gili Iyang Island is considered important as an effort to provide comfortable lodging facilities while preserving the islandAos environmental sustainability. This resort design applies an ecological architecture approach that emphasizes harmony between buildings, humans, and nature. The approach is implemented through the utilization of local natural potential, the use of environmentally friendly local materials, optimization of natural lighting and ventilation, efficient water and energy management, and site planning that responds to contour conditions and coastal ecosystems. The design method is carried out through several stages, including the collection of primary and secondary data, site analysis, analysis of functions, users, activities, and spaces, and the formulation of design concepts. The design outcome is a resort area divided into public, semi-public, private, and service zones, with building orientations facing the sea to maximize air quality and natural thermal comfort. This resort is expected to support the development of healthy and sustainable tourism, enhance the quality of visitorsAo experiences, and contribute positively to the local community and environmental conservation of Gili Iyang Island. Keywords: resort. Gili Iyang Island, ecological architecture, sustainable tourism, health tourism. Abstrak Pulau Gili Iyang di Kabupaten Sumenep dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kadar oksigen tertinggi di dunia dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam. Namun, keterbatasan fasilitas akomodasi yang layak dan ramah lingkungan menjadi kendala utama dalam mendukung perkembangan pariwisata di kawasan tersebut. Perancangan resort ini menggunakan pendekatan arsitektur ekologi yang menekankan keselarasan antara bangunan, manusia, dan alam. Pendekatan tersebut diterapkan melalui optimalisasi pemanfaatan potensi alam setempat, penerapan material lokal yang ramah lingkungan pencahayaan dan penghawaan alami, serta penataan tapak yang mengikuti kondisi kontur dan ekosistem Proses perancngan dilakukan melalui tahapan pengumpulan data primer dan sekunder, analisis tapak, analisis fungsi, pengguna, aktivitas, dan ruang, hingga perumusan konsep rancangan. Hasil konsep rancangan berupa orientasi bangunan mengarah ke laut untuk memaksimalkan kualitas udara dan kenyamanan termal alami. Resort ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata yang dapat Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 melestarikan alam dan lingkungan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan Pulau Gili Iyang. Kata kunci: resort. Pulau Gili Iyang, arsitektur ekologi, pariwisata berkelanjutan, wisata kesehatan. Pendahuluan Pulau Gili Iyang di Kabupaten Sumenep dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kadar oksigen tinggi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan lingkungan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya ketertarikan terhadap karakter lingkungan pulau yang masih alami. Namun, pengembangan pariwisata di kawasan ini belum diimbangi dengan penyediaan fasilitas akomodasi yang memadai dan berstandar kenyamanan. Fasilitas penginapan yang tersedia masih terbatas dan belum sepenuhnya mendukung citra Gili Iyang sebagai destinasi wisata sehat dan berkelanjutan. Pengembangan resort di kawasan pulau kecil memerlukan pendekatan perancangan yang sensitif terhadap kondisi ekologis. Karakter tanah kapur, ekosistem pesisir, paparan angin laut, serta menjadi faktor kontekstual yang harus direspons melalui strategi desain yang adaptif. Berbagai studi mengenai arsitektur ekologis menekankan pentingnya integrasi antara bangunan, manusia, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal, efisiensi energi, serta pengurangan dampak ekologis. Namun, penerapan prinsip arsitektur ekologi pada konteks pulau kecil dengan orientasi wisata alam masih relatif terbatas dalam kajian akademik, khususnya pada wilayah kepulauan di Madura. Berdasarkan kondisi tersebut, perancangan resort di Pulau Gili Iyang dilakukan dengan pendekatan arsitektur ekologi sebagai upaya menjawab kebutuhan akomodasi sekaligus menjaga keseimbangan Tujuan perancangan adalah menerapkan konsep arsitektur ekologi dalam penyelesaian rancangan tapak resort di pulau Gili Iyang. Pembahasan dibatasi hanya pada penerapan konsep arsitektur ekologi tidak sampai pada rancangan gambar DED. Menghasilkan konsep rancangan kawasan resort yang mampu mendukung pengembangan wisata kesehatan secara berkelanjutan melalui strategi desain yang responsif terhadap iklim, kontur, dan ekosistem pesisir. Metode Penelitian Metode perancangan arsitektur dengan empat tahapan sebagai berikut: Tahap pertama adalah pengumpulan data primer melalui observasi tapak serta data sekunder berupa literatur arsitektur ekologi, standar perancangan resort, dan regulasi setempat. Tahap kedua adalah analisis tapak yang meliputi kondisi kontur, jenis tanah, arah angin, orientasi matahari, aksesibilitas, dan potensi visual pantai. Tahap ketiga adalah analisis kebutuhan ruang berdasarkan fungsi kawasan resort, meliputi zona publik, semi publik, privat, dan servis. Tahap keempat perumusan konsep berdasarkan prinsip arsitektur ekologi, mencakup orientasi bangunan, sistem ventilasi alami, pemilihan material lokal. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Hasil dan Pembahasan Konsep Kawasan Gambar 1 Konsep Penataan Tapak Kawasan resort dirancang dengan sistem zonasi yang membagi area menjadi zona publik di bagian depan tapak, zona semi publik di area tengah, zona privat untuk unit hunian di bagian belakang yang lebih tenang, serta zona servis yang terpisah dari sirkulasi utama tamu. Penempatan massa bangunan mengikuti kontur alami untuk meminimalkan pemotongan tanah dan menjaga stabilitas tapak pesisir. Penerapan Prinsip Arsitektur Ekologi Prinsip Solution Grows from Place diterapkan dengan memahami karakter tanah kapur dan angin laut dominan. Massa bangunan diorientasikan untuk memaksimalkan ventilasi silang alami. Prinsip Design with Nature diwujudkan melalui penggunaan struktur panggung pada zona pesisir guna menjaga ekosistem pasir dan aliran air tanah. Prinsip Ecological Accounting diterapkan melalui pengelolaan air hujan dan sistem resapan untuk menjaga keseimbangan hidrologi tapak. Prinsip Make Nature Visible diwujudkan dengan menampilkan sistem drainase terbuka dan pemanfaatan vegetasi lokal sebagai elemen lanskap peneduh. Konsep Bentuk Gambar 2 Konsep Bentuk Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Konsep bentuk bangunan terinspirasi dari perahu tradisional dan arsitektur lokal Madura. Bentuk lengkung dan ujung runcing diolah kembali ke dalam desain modern sebagai simbol kedekatan masyarakat dengan Massa bangunan dibentuk mengikuti kebutuhan ruang dan kondisi tapak, lalu dikembangkan melalui pengolahan lengkung dan komposisi yang seimbang. Atap dirancang bertingkat untuk memberi kesan ringan serta mendukung pencahayaan dan penghawaan alami. Pendekatan ini tidak meniru secara langsung, tetapi mengolah nilai lokal menjadi arsitektur yang kontekstual dan sesuai dengan iklim setempat. Konsep Vegetasi Gambar 3 Konsep Vegetasi Vegetasi peredam kebisingan ditempatkan pada bagian depan tapak yang berbatasan langsung dengan jalan Jenis vegetasi yang digunakan adalah pohon tanjung, yang berfungsi mereduksi kebisingan akibat aktivitas kendaraan serta meningkatkan kenyamanan akustik di dalam kawasan. Untuk mendukung dan memperjelas sistem sirkulasi pejalan kaki, digunakan vegetasi pengarah berupa pohon cemara yang ditata mengikuti jalur pergerakan sehingga membantu orientasi pengguna secara visual dan fungsional. Pada area yang berbatasan dengan pantai, ditanam vegetasi peneduh berupa pohon kelapa yang sesuai dengan karakter kawasan pesisir. Vegetasi ini berfungsi sebagai peneduh, penahan angin laut, serta mendukung kenyamanan termal dan visual kawasan. Selain itu, pada beberapa bagian tapak ditambahkan tanaman ornamental seperti pohon pucuk merah untuk memperkuat nilai estetika dan memperkaya tampilan lanskap kawasan. Konsep Material Gambar 4 Konsep Material Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Struktur bangunan menggunakan kombinasi pondasi umpak dan batu kali pada bangunan rendah, serta beton bertulang pada bangunan utama untuk stabilitas terhadap angin laut. Material yang digunakan meliputi kayu lokal sebagai elemen sekunder, batu alam sebagai finishing, serta atap berkemiringan untuk mendukung ventilasi dan penghawaan alami. Pemilihan material mempertimbangkan ketahanan terhadap kadar garam udara serta kemudahan perawatan dalam iklim tropis pesisir. Kenyamanan Termal dan Energi Gambar 5 Konsep Orientasi Bangunan Bangunan diorientasikan menghadap laut untuk memaksimalkan kualitas udara alami. Bukaan lebar dan kisikisi kayu digunakan sebagai elemen shading untuk mengurangi radiasi matahari langsung. Strategi ini mengurangi ketergantungan terhadap pendingin buatan dan meningkatkan efisiensi energi. Kesimpulan Perancangan resort di Pulau Gili Iyang dengan pendekatan arsitektur ekologi menghasilkan konsep kawasan yang responsif terhadap kondisi iklim, kontur, dan ekosistem pesisir. Penerapan zonasi terstruktur, orientasi bangunan terhadap angin dan laut, penggunaan material lokal, serta strategi ventilasi alami menjadi elemen utama dalam menjaga keseimbangan antara fungsi wisata dan kelestarian lingkungan. Rancangan ini diharapkan mendukung pengembangan wisata kesehatan yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan tanpa merusak karakter ekologis pulau. Ucapan Terima Kasih