Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 139 Ae 152 PENGARUH CONTAINER SHORTAGE BERDAMPAK PADA TRADE BALANCE JAWA TIMUR DAN PEREKONOMIAN NASIONAL Oleh: InAoam Widiarma Program Studi Manajemen / Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya Email: inAoamwidiarma@stiesia. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract East Java's economy has become a benchmark for Indonesia's economic development because it supports the national economy and supports the need for staple goods in eastern Indonesia. In addition. East Java is a logistics hub in the process of sending goods abroad through the TPS Port (Surabaya Container Termina. and Surabaya Teluk Lamong Terminal so that connectivity is needed to strengthen logistics system services for more effective and efficient exporting the products. The scarcity of containers is a major issue in the process of shipping goods outside, which triggers new problems and increased logistics costs such as an increase in ocean freight, shortage of ship space, congention costs and others. This study uses the analytical method with the PLS (Partial Least Squar. program through smartPLS Professional 3. The results of this analysis are to evaluate the influences involved, in this case the impact of the world of logistics, namely international trade related to the regional and national Keyword : East Java Economy. National Economy. International Trade. Logistics PENDAHULUAN Di era globalisasi merupakan masa dimana batasan antar negara akan semakin memudar yakni semakin mudahnya mobilitas antar negara melalui perpindahan barang dan manusia serta didukung oleh kemudahan teknologi yang semakin maju, setiap negara berlomba-lomba untuk membangun infrastruktur yang lebih maju dan memadai terbentuknya konektivitas antar pulau dan bahkan antar negara. Tidak ada satupun negara yang tidak membutuhkan negara lain, karena setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda diantaranya seperti perbedaan kekayaan sumber daya alam, perbedaan selera, perbedaan iklim, prinsip keunggulan komparatif, dan adanya komunikasi dan sarana transportasi. Menurut penulis (Gunanto & Gusti, 2. bahwa pengaruh homogenitas dari globalisasi sebagai akibat dari perdagangan liberalisasi, investasi luar negeri, perkembangan di bidang transportasi dan Permintaan yang sama menimbulkan dependensi terhadap negara lain dan menyebabkan perdagangan antar negara yang disebut perdagangan ini disebut dengan istilah AuimporAy barang dikirim dari negara lain dan sebaliknya suatu negara yang mempunyai kemampuan atau sumber daya dapat menjual kepada negara lain yang disebut AueksporAy Pada dasarnya hubungan kerjasama antar negara yaitu bilateral maupun multilateral biasanya memiliki konsep kerjasama ekonomi internasional merupakan hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi dengan kesepakatan-kesepakatan tertentu, dalam prinsip keadilan dengan tujuan saling menguntungkan. Begitu juga, setiap usaha sebelum melakukan perdagangan internasional pasti telah menghitung aspek ekonomi yakni perbedaan harga pasar domestik dan pasar luar negeri yang merujuk pada keuntungan dan memiliki keunggulan sehingga terjadinya kerjasama dengan mitra dagang yang ada di luar negeri untuk melakukan ekspor dan Indonesia dengan wilayah yang cukup luas terdiri dari 38 provinsi yang masing-masing provinsi memiliki sumber daya alam dan kemampuan ekonomi yang berbeda-beda, salah satu tujuan pembangunan ekonomi suatu daerah adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah sehingga dapat mempercepat pemerataan pembangunan dari hasil-hasil yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan pertumbuhan perekonomian Indonesia (Asiyan. Provinsi Jawa Timur (Jati. adalah satu daerah yang mempunyai peran penting dalam perkembangan ekspor Indonesia, terutama ekspor non-migas (Priambodo et al. , 2. Jawa Timur terletak sangat strategis, di perlintasan wilayah bagian barat dan timur Indonesia dan didukung oleh sumber daya alam yang melimpah serta pemenuhan kebutuhan barang pokok bagi masyarakat Indonesia kawasan timur. Jumlah penduduk yang besar juga menjadi salah satu faktor produksi utama di industri padat karya seperti industri rokok, industri tekstil, industri sepatu dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman (Jaya, 2. Sektor industri masih memberikan kontribusi dominan dalam ekspor Jawa Timur pada bulan Juni 2021, berdasarkan data yang dihimpun melalui BPS Jatim, sektor tersebut berkontribusi sebesar 84,80 persen terhadap peningkatan ekspor Jawa Timur pada bulan Juni 2021 dengan nilai mencapai USD2,06 miliar atau meningkat sebesar 22,46 persen dibandingkan dengan bulan mei 2021 dan meningkat sebesar 48,02 persen dibandingkat bulan Juni tahun sebelumnya serta merupakan nilai tertinggi dibandingkan periode Januari 2019 sampai Juni 2021, disusul oleh sektor migas sebesar 9,08 persen, sektor pertanian sebesar 6,97 persen, dan sektor tambang sebesar 0,17 persen. Peningkatan ekspor tersebut selaras dengan semangat Gubernur Jawa Timur. Khofifah Indar Parawansa untuk terus mendorong percepatan peningkatan transaksi perdagangan luar negeri serta menambahkan devisa melalui ekspor guna menyeimbangkan neraca perdagangan Jawa Timur. Guna memperluas akses pasar ekspor bagi sektor industri, pemerintah provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya untuk melakukan identifikasi komoditas potensial yang mampu menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi. Sejumlah strategi terus diupayakan untuk meningkatkan ekspor di Jawa Timur diantaranya adalah stimulus kepada pelaku usaha, baik disektor industri maupun pendampingan, bantuan melalui konsultasi, pelatihan dan sosialisasi. Untuk menggenjot ekspor tidak hanya terbatas pada sektor industri besar saja, namun juga pelaku industri kecil dan menengah seperti peran UMKM dalam ekonomi Jatim mencapai sekitar 57% artinya ini berpengaruh signifikan bagi peningkatan ekspor Jawa Timur. sisi lain. Khofifah menambahkan bahwa dengan Jawa Timur yang menduduki peringkat kedua sebagai provinsi dengan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional turut menjadi bukti bahwa Jawa Timur mempunyai peranan signifikan bagi penerimaan devisa negara yang berasal dari kinerja perdagangan luar negeri khususnya ekspor. Dari total Rp7,290 triliun, provinsi Jawa Timur mengirimkan ekspor senilai Rp1,3 triliun yang Terminal Petikemas. Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya. Ekspor ke negara-negara tujuan tradisional seperti Amerika Serikat masih menjadi AuprimadonaAy sebagai negara sasaran pasar ekspor utama Jawa Timur disusul dengan Jepang. Tiongkok. Malaysia dan India. Secara keseluruhan negara Cina dan Amerika Serikat adalah dua negara sebagai mitra dagang Indonesia yang cukup besar atas pemintaan barang dari Indonesia, apabila merujuk data dari CNBC terdapat lima peringkat besar tujuan ekspor non migas RI seperti: Cina. Amerika Serikat. Jepang. India dan Malaysia. Pada tahun 2018, terjadi konflik antara Amerika serikat dan Cina terkait perang dagang dengan istilah AuTrade WarAy bagi Indonesia ini menjadikan peluang positif terhadap pengalihan bisnis yang biasanya dilakukan oleh kedua belah pihak tetapi dengan kejadian ini permintaan beralih ke Indonesia. Dampak pengalihan ini dapat meningkatkan kegiatan perdagangan ekspor dan impor Indonesia Berkaitan dengan pengiriman barang dari suatu negara ke negara lain tentu membutuhkan media AuwadahAy untuk mempermudah pemindahan dari satu tempat ke tempat lain dengan jarak tempuh yang menghubungkan kedua negara yang cukup jauh dan penuh hambatan baik itu melalui jalur darat, udara maupun laut. Media yang saat ini digunakan oleh para negara pengekspor dan pengimpor adalah container atau yang sering kita sebut dengan peti kemas. (Permatasari et al. , 2. Container memiliki daya angkut yang lebih besar serta waktu penanganan bongkar dan muat barang lebih cepat dibandingkan dengan cara penaganan bongkar muat secara konvensional. Container atau peti kemas harus memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan International Standardization Organization terkait ukuran dan syarat lainnya (ISO) (Marsudi & Arifin, 2. Pada tahun 2020 merupakan tahun yang sangat menantang bagi industri transportasi laut, mobilitas yang tinggi di industri transportasi laut sangat kontras dengan dampak pandemi Covid-19, memaksakan pemerintah diberbagai negara untuk membatasi dan menekan pergerakan arus orang dan barang menjadi lebih lambat atau bahkan menghentikan sama sekali padahal disisi lain permintaan akan transportasi laut sangatlah tinggi, oleh karena itu pembatasan ini menimbulkan dampak domino bagi sektor logistik sebagai contoh dengan kelangkaan kontainer baik di dalam negeri maupun luar negeri (Widyanto et al. , 2. Kelangkaan kontainer ini sering terjadi apabila ketidakseimbangan ketersediaan kontainer akibat permintaan ekspor semakin tinggi dibandingkan permintaan importasi dan semakin parah dengan keadaan beberapa pelabuhan besar melakukan lockdown untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 sehingga terjadinya kontainer yang AuterdaparAy diberbagai negara kemudian tidak bisa dilakukan pergerakan atau sirkulasi untuk pemindahan kontainer. Berawal dari kelangkaan kontainer inilah yang akhirnya berdampak pada beberapa faktor seperti keterbatasan space kapal dan harga ocean freight yang mengalami kenaikan, di pelabuhan-pelabuhan utama seperti di China dan Amerika mengalami shutdown atau penutupan karena Covid-19, alhasil terjadinya congestion di beberapa palabuhan yang mempengaruhi antrian kapal dan pastinya merubah schedule kapal hingga terjadi blank sailing. Main Liner Operator (MLO) internasional mengurangi jadwal pelayaran dan jumlah armada dan kontainer yang telah masuk ke beberapa negara tujuan ekspor tertahan dan menumpuk, hal ini menimbulkan tarif logistik semakin mahal, menyebabkan kegiatan ekspor impor di berbagai negara mengalami penurunan dan merugikan semua pihak baik itu seller maupun Dampak kenaikan ocean freight meluas ke hampir semua lini bisnis terutama bagi usaha kecil dan menengah, ada 3 komoditi ekspor unggulan RI yang sangat terganggu atas kenaikkan ocean freight seperti furniture, makanan dan minuman, garment atau sepatu. Biaya transportasi yang meningkat lebih tinggi secara signifikan dapat menghalangi perdagangan antar negara, terutama di sektor yang bernilai tambah tinggi karena berperan penting dalam menyediakan rantai pasok untuk mendukung aktivitas kunci sehingga memerlukan pengelolahan transportasi yang efektif dan efisien (QoniAoah & Moddilani, 2. Biaya ekonomi tinggi adalah salah satu penyebab tingginya biaya logistik. Maka Indonesia kalah dari sisi harga dan output dari negara-negara lain dengan biaya logistiknya rendah dan dampak lainnya banyak investor tidak tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terkait ketidakpastian waktu pengurusan perizinan dan regulasi mengenai tenaga kerja sehingga perlu sebuah trobosan yaitu digitalisasi sebagai kunci untuk menyelesaikan permasalahan tata niaga, infrastruktur logistik yang memadai dan langkah konkrit dari pemerintah daerah maupun pusat untuk saling bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan industri logistik di tanah air agar berdaya saing tinggi. Penelitian ini akan difokuskan pada pengaruh kelangkaan kontainer dari jumlah throughput kontainer di kedua pelabuhan besar di Surabaya terhadap neraca perdagangan Jawa Timur dan berdampak kepada perekonomian Indonesia secara Nasional. Kemudian, memberikan masukan terkait permasalahan logistik yang ada di Indonesia terutama pada kelangkaan kontainer dan aktifitas ekspor dan impor dapat mempengaruhi pergerakan perekonomian di Jawa Timur serta perekonomian Indonesia pembendaharaan data valuta asing yang terdapat pada neraca pembayaran, cadangan devisa negara dan neraca transaksi berjalan KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Hubungan Perekonomian Jawa Timur dan Indonesia Pemerintah daerah di Indonesia telah otonomi daerah, mendekatkan pembuatan keputusan ke daerah . , memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah baik untuk mengatur urusan pembangunan ekonominya sendiri. Pemberlakuan otonomi daerah juga berarti pemerintah daerah harus memiliki rencanan ekonomi daerah yang baik UU No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, akan membawa angin segar bagi daerah untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri sehingga ketimpangan antar penduduk, antar daerah dan antar sektor secara bertahap dapat diperkecil (Arifin, 2. Provinsi Jawa Timur merupakan penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Indonesia dengan tingkat pertumbuhan setara dengan tingkat nasional dan provinsi-provinsi besar lainnya di Jawa. Secara geografis, provinsi Jawa Timur memiliki karakteristik wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan karena letaknya yang strategis, yakni di tengah-tengah antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur, bahkan Jawa Timur sebagai pusat industri, keuangan dan hub perdagangan di kawasan timur Indonesia untuk melakukan perdagangan ke pasar ekspor maupun domestik melalui pelabuhan Tanjung Perak di kota Surabaya. Selain itu. Jawa Timur memiliki berbagai objek wisata yang ditawarkan mulai dari gunung, pantai, gua hingga air terjun yang hampir terdapat pada setiap kabupatan/kota di Jawa Timur (Assidikiyah et al. , 2. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur. Budi Hanoto menyampaikan bahwa terdapat 4 strategi utama dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, pertama Jatim harus jadi lead ekspor di industri menufaktur termasuk UMKM. Kedua. Jatim harus menjadi lumbung pangan nusantara, termasuk ada UMKM didalamnya yang berkecimpung di sektor pangan. Ketiga, digitalisasi setiap pengadaan, pembayaran, pemasaran dan pemesanan semuanya digital agar lebih efisien dan keempat adalah ekonomi inklusif Jatim untuk pengembangan UMKM yang berperan dibidang pariwisara dan ekonomi syariah Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Wilayah Provinsi Jawa Timur berbatasan dengan laut jawa di sebelah utara, selat bali di seblah timur, samudera hindia di sebelah selatan, serta provinsi Jawa Tengah di sebelah Jawa Timur dikenal sebagai pusat industri dan keuangan kawasan tengah dan timur Indonesia, yang memiliki signifikansi perekonomian cukup tinggi, yakni berkontribusi sekitar 15% terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jatim Difi Ahmad Johansyah mengatakan bahwa potensi Jatim merupakan penyangga dari kawasan timur Indonesia, ada 3 faktor yang melandasi argumen itu: pertama. Jatim memproduksi hampir seluruh makanan yang didistribusikan di indonesia. Kedua. Jatim menyangga 40 persen dari kebutuhan barang pokok di kawasan timur Indonesia. Ketiga, industri rumah tangga Jatim cukup tangguh terbukti di setiap pertumbuhan e-commerce diikuti oleh peningkatan produksi di Jatim Ekonomi Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu ekonomi pasar berkembang. Seabagai negara berpenghasilan menengah dan anggota G-20, indonesia tergolong ke dalam negara industri baru. Indonesia adalah ekonomi terbesar ke 17 di duni berdasarkan PDB nominal dan terbesar ke 7 dalam hal PDB keseimbangan kemampuan berbelanja (KKB). Pada tahun 2019, ekonomi internet Indonesia mencapai US$40 miliar diperkirakan akan mencapai US$130 miliar pada Indonesia bergantung pada pasar domestik dan pembelanjaan anggaran pemerintah dan kepemilikannya atas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pemerintah pusat memiliki 141 BUMN. Administrasi harga berbagai barang pokok . ermasuk beras dan listri. juga memainkan peran penting dalam ekonomi pasar. Namun, sejak 1990- an matoritas perekonomian Indonesia di kuasai secara perorangan dan oleh perusahaan asing Setelah krisis moneter 1997, pemerintah mengambil alih sebagian besar aset sektor swasta melalui akuisis pinjaman bank bermasalah dan aset perusahaan melalui proses restrukturisasi utang dan perusahaan yang ditahan dijual untuk privatisasi beberapa tahun kemudian. Sejak 1999, ekonomi Indonesia telah pulih. Pertumbuhan telah meningkat menjadi lebih dari 4-6% dalam beberapa tahun terakhir Pada tahun 2012. Indonesia menggantikan India sebagai ekonomi G-20 dengan pertumbuhan tercepat kedua, dibelakang tiongkok. Sejak itu, tingkat pertumbuhan tahunan berfluktuasi sekitar Namun. Indonesia menghadapi resesi pada tahun 2020, ketika pertumbuhan ekonomi anjlok hingga -2,07% akibat pandemi COVID-19. Ini adalah pertumbuhan terburuk sejak krisis moneter Kemudian pada tahun 2021, produk domestik bruto Indonesia mulai tumbuh 3,69%, karena penghapusan pembatasan COVID-19 serta rekor ekspor tertinggi yang didorong oleh harga komoditas yang lebih kuat Indonesia diprediksi manjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2045. Joko Widodo telah menyatakan bahwa perhitungan kabinetnya menunjukkan bahwa pada tahun 2045. Indonesia akan memiliki penduduk sebanyak 309 juta jiwa. Menurut perkiraan Jokowi, akan ada pertumbuhan ekonomi 5-6% dan PDB sebesar US$9,1 triliun. Pendapatan per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$29. Pandemi Covid-19 Berpengaruh Perekonomian Nasional Awal mula Covid-19 terjadi di daratan China pada akhir tahun 2019 dan pada Juni 2021, telah menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan lebih dari 178 juta kasus yang dikonfirmasi dan 3,9 juta Beberapa kasus awal terkait dengan pasar basah di Kota Wuhan, tempat klaster pertama Covis-19 tercatat. Akibat dari pandemi Covid-19 pastinya berdampak perekonomian global, tiongkok merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia mengalami perlambatan ekonomi akibat dari dampak covid-19, pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi di tiongkok sebesar 6,1% menjadi sekitar 3,8% pada tahun 2020 dan keadaan semakin memburuk ini bisa mencapai 0,1% bahkan negatif (Yamali & Putri, 2. Hubungan Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi Perdagangan didefinisikan sebagai pertukaran barang dan jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat dan didasarkan atas kehendak sukarela dari masing142 masing Sedangkan internasional dapat didefinisikan sebagai transaksi bisnis antara pihak-pihak dari lebih daripada satu Transaksi bisnis ini contohnya adalah ekspor produk dari suatu negara ke negara lain, investasi pembangunan pabrik di negara asing, pembelian bahan baku dari luar negeri, memproduksi salah satu bagian produk di luar negeri dan merakitnya di dalam negeri, dan peminjaman dana dari bank di suatu negara untuk membiayai operasi bisnis di negara lain. Negara sebetulnya tidak berdagang atau berbisnis dengan negara lain, yang melakukan perdagangan atau bisnis adalah penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. Penduduk bisa seorang warga negara biasa, sebuah perusahaan, sabuah lembaga pmeerintah, atau sebuah organisasi (Wahono, 2. Pertumbuhan ekonomi yang baik harus didukung dari sektor perdagangan luar negeri, yaitu ekspor dan impor. Kegiatan perdagangan terjadi karena meningkatnya taraf ekonomi Mengenai hubungan ekspor terhadap pertumbuhan terdapat teori export base dan Teori export base dan resource yaitu sektor ekspor yang dapat menjadi penggerak dalam pembangunan ekonomi. Kontribusi yang diberikan oleh sektor ekspor dalam pembangunan dibedakan menjadi kontribusi langsung dan kontribusi tidak Kontribusi langsung dari sektor ekspor dalam pembangunan yakni: kenaikan dalam jumlah ekspor memungkinkan sesuatu negara untuk menikkan jumlah impor, termasuk impor barang modal yang penting peranannya dalam pembangunan ekonomi, dengan mengembangkan sektor ekspor maka dana pembangunan yang tersedia akan dialirkan ke dalam sektor yang paling efisien, yaitu sektor panghasilan barang ekspor yang dapat bersaing dengan industri-industri lain di luar negeri, memperluas pasar untuk produksi dalam negeri dan memungkinkan perluasan skala produksi industri-industri dan selanjutnya menciptakan skala ekonomi dan karena perusahaan-perusahaan mempertahankan kedudukan yang kompetitif dalam pasar dunia maka mereka harus berusaha untuk menekan ongkos produksi dan mempertinggi efisiensi kegiatannya Kontribusi tidak langsung dari sektor ekpsor dalam pembangunan dapat menjadi tiga golongan. Pertama, meningkatkan perkembangan penanaman modal dari dalam maupun luar negeri, hal ini dikarenakan banyak industri mengalami perluasan pasar sebagai akibat dari perkambangan sektor ekspor. Kedua, perkembangan sektor ekspor dalam pembangunan akan memudahkan masuknya inovasi dalam teknologi, pasar dan keahlian usahawan. Industriindustri akan terdorong untuk mengimpor teknologi baru dari luar negeri dalam menghadapi persaingan luar negeri. Ketiga, dengan adanya barang-barang yang dapat di impor dari luar negeri variasi barang yang menjadi semakin banyak dan akan mendorong pertambahan dalam konsumsi. Sektor ekspor begitu banyak memiliki manfaat oleh karena itu harus didorong pertumbuhannya (Priyono & Wirathi, 2. Ekspor dan Impor Dalam praktiknya istilah perdagangan internasional sama dengan kegiatan ekspor-impor, dimana ekspor adalah kegiatan transaksi penjualan atas barang dan jasa dari dalam negeri atau daerah pabean keluar negeri atau daerah pabean, serta impor adalah sebaliknya. Istilah Daerah Dalam Pabean adalah Wilayah Republik Indonesia yang Meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusi. dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UU No. 17 Tahun 2006 tentang (Edi, 2. Penggunaan mata uang lokal dapat mendiversifikasi ketergantungan perdagangan internasional terhadap mata uang dolar amerika serikat, dengan melakukan bilateral swap, untuk memitigasi nilai tukar yang begitu fluktuasi, local currency settlement Ekspor Migas dan Non Migas Migas merupakan barang hasil tambang berupa minyak dan gas. Non migas merupakan barang hasil perkebunan, perikanan, industri dan barang tambang selain migas Adapun barang-barang yang termasuk nonmigas sebagai berikut: untuk hasil industri misal kayu lapis, konfeksi, kelapa sawit, peralatan kantor, bahan-bahan kimia, pupuk dan kertas. Hasil pertanian dan perkebunan misal gila, kelapa, karet, kopi dan kopra. Hasil laut dan danau misal ikan, udang dan kerang. Serta hasil tambang non migas misal bijih emas, bijih nikel, bijih tembaga dan Minyak dan gas bumi . merupakan komoditas vital yang menguasai hajat hidup orang banyak dan memepunyai peran penting dalam perekonomian nasional sehingga pengolaannya harus dapat secara maksimal memberikan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sektor migas merupakan salah satu andalan untuk mendapatkan devisa dalam rangka kelangsungan pembangunan negara. Hingga kini peranan sektor migas sangat penting dalam perekonominan Indonesia karena porsinya sangat besar dalam penerimaan negara. Barang atau komoditi yang termasuk kelompok barang migas adalah minyak tanah, bensin, solar dan elpiji. Selain itu, ada barang-barang tambang non migas berikut merupakan barang tambang yang bukan minyak dan gas antara lain timah, batubara, emas, tembaga dan besi Neraca Perdagangan Neraca Perdagangan adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui perbandingan antara ekspor dan impor di suatu negara, apabila jumlah nilai ekspor lebih besar dari nilai impor maka disebut nerasa surplus, sebaliknya apabila nilai eskpor lebih kecil dari nilai impor maka disebut nerasa defisit Pentingnya neraca perdagangan sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara dan sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan. Perdagangan internasional tidak hanya melibatkan aliran barang dan jasa, tetapi juga mata uang yang berbeda untuk Oleh mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik, posisi neraca perdagangan juga mempengaruhi nilai tukar Neraca Pembayaran Neraca pembayaran yaitu catatan yang sistematis tentang transaksi ekonomi internasional antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lainnya dalam jangka waktu tertentu. Perkembangan neraca pembayaran memiliki keterkaitan yang erat dengan perkembangan sektor riil, fiskal dan moneter Neraca Pembayaran indonesia terdiri dari: transaksi berjalan, transaksi modal, transaksi finansial, selisih perhitungan dan neraca Manfaat neraca pembayaran bagi negara ada bebrapa hal, antara lain: Untuk menunjukkan struktur dan kompossi transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional suatu negera Sebagai indikator lembaga keuangan internasional untuk mempertimbangkan pemberian bantuan keunagan kepada suatu Sebagai salah satu indikator fundamental perekonomian suatu negara Sebagai cerminan baik tidaknya proses transformasi ekonomi di suatu negara Memberi informasi tentang hubungan internasional suatu negara Memebantu pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan Mendapatkan gambaran tentang pengaruh transaksi ekonomi luar negeri terhadap pendapatan nasional Memperkuat posisi ekonomi nasional terhadap perekonomian internasional Sebagai bahan evaluasi Neraca Transaksi Berjalan Neraca transaksi berjalan yang biasa disebut current account merupakan neraca yang meliputi perdagangan barang dan jasa, penghasilan serta transfer berjalan antar negara Menurut Bank Indonesia . transaksi berjalan . urrent accoun. mengukur penerimaan dan pengeluaran Indonesia yang berasal dari transaksi barang dan jasa . oods and service. , pendapatan . , dan transfer berjalan . urrent transfe. dengan bukan penduduk. Komponen transaksi berjalan adalah neraca perdagangan, jasajasa, pendapatan, dan transfer berjalan Kinerja neraca transaksi berjalan yang dikaitkan dengan posisi surplus atau defisit selalu menjadi perhatian serius pemerintah karena jika terjadi tekanan pada neraca transaksi berjalan akan mempengaruhi posisi cadangan devisa yang pada giliranya bisa mengganggu stabilitas nilai tukar Pencatatan neraca transaksi berjalan ini penting untuk mempegaruhi penerimaan atau pengeluaran neto sisa devisa jadi bisa surplus atau defisit tanpa ada kewajiban dikemudian hari, untuk disederhanakan bahwa neraca transaksi berjalan ini untuk mencatat transaksi jual dan beli barang maupun jasa Cadangan Devisa Cadangan devisa adalah aset yang disimpan pada cadangan oleh bank sentral dalam mata uang Cadangan ini digunakan untuk mendukung kewajiban dan mempengaruhi kebijakan moneter, sering disebut dengan international reserves and foreign currency liquidity (IRFCL) atau official reserve asset didefinisikan sebagai seluruh aktiva luar negeri yang dikuasi oleh otoritas moneter dan dapat digunakan setiap waktu, guna membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran atau dalam rangka stabilitas moneter dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing dan untuk tujuan (International Monetary Fun. Berdasarakan definisi tersebut manfaat cadangan devisa yang dimiliki oleh suatu negara dapat dipergunakan untuk menjaga kestabilan nilai tukar dan dapat dipergunakan untuk membiayai defisit pada neraca pembayaran. Cadangan devisa suatu negara biasanya di kelompokkan menjadi dua atas: Pertama, cadangan devisa resmi atau official foreign exchange reserve, yaitu cadangan devisa milki negara yang dikelola, dikuasi, diurus dan ditatausahakan oleh Bank Sentral atau Bank Indonesia. Kedua, cadangan devisa nasional atau country foreign exchange reserve, yaitu seluruh devisa yang dimiliki oleh perorangan, badan atau lembaga, terutama perbankan yang secara moneter merupakan kekayaan nasional . ermasuk milik bank umum Cadangan devisa bertambah ataupun berkurang tampak dalam neraca lalu lintas moneter, cadangan devisa lazim di ukur dengan rasio cadangan resmi terhadap impor, yakni jika cadangan devisa cukup menutupi impor suatu negara selama tiga bulan, lazim dipandang sebagai tingkat yang aman dan jika hanya dua bulan atau kurang makan akan menimbulkan tekanan terhadap neraca pembayaran (Asyaria et al. , 2. Kelangkaan Kontainer dan Space Kapal Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi kaena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa tersedia. Selain itu, kelangkaan akan berdampak besar dalam kegiatan ekonomi, sebab semua alat pemenuhan kebutuhan manusia membuthkan sumber daya untuk dioah. Dampak ekonomi kelangkaan sumber daya adalah produksi menurun, harga barang meningkat, dan pendapatan masyarakat menurun. Kerangka Konseptual Rantai pasokan dan industri logistik kontainer akan tetap suram apabila masih di tengah-tengah gangguan seperti penguncian Covid-19 dan perang Ukaraina akan terus berdampak pada ekonomi global secara signifikan Pandemi covid-19 banyak negara melakukan kebijakan lockdown dan melakukan pembatasan kegiatan di pelabuhan, akibatnya: kegiatanekspor dan impor di berbagai negara mengalami penurunan. MLO internasional mengurangi jadwal pelayaran dan jumlah armada . lank sailin. , kontainer yang telah masuk ke beberapa negara tujuan ekspor tertahan dan menumpuk Kelangkaan kontainer dan ruang kapal di Indonesia internasional mengurangi jadwal pelayaran ke Indonesia sehingga ketersediaan kontainer ekspor menjadi langka, turunnya volume impor Indonesia, shipping liner mereposisi kontainer kosong dari pelabuhan Indonesia ke luar negeri dikarenakan tingginya permintaan kontainer kosong dari negara lain dengan kemampuan membayar . illingness to pa. tarif lebih tinggi, serta harga ocean freight ditentukan oleh mekanisme pasar . upply and demand B2B) Gambar 1 Kerangka Konseptual Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini beberapa indicator data seperti neraca dapat dianalisa sebagai berikut: pembayaran, cadangan devisa negara dan Throughput kontainer ekspor yaitu jumlah neraca transaksi berjalan (H1,H2,H. kontainer muat di TPS dan Teluk Lamong dapat mempengaruhi Neraca Dagang Jawa METODE PENELITIAN Timur (A. Menurut Sugiyono . penelitian Neraca Dagang Jawa Timur dapat kuantitatif dapat diartikan sebagai metode mempengaruhi Neraca Dagang Nasional (A. penelitian yang berlandaskan pada filsafat Neraca Dagang Nasional positivisme, digunakan untuk meneliti pada mempengaruhi data perekonomian Indonesia populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data dengan melihat lalu lintas valuta asing dari menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Mengacu pada Sugiyono . 4: . tersebut, maka jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sebab data-data dalam penelitian ini dianalisis secara statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara mengambil data primer dan sekunder. Beberapa data diambil melalui direct responden via telepon dan email, kemudian ada beberapa yang di collect dari informasi yang telah di publikasi sepeti website, jurnal, majalah dan buku Variabel TPS Lamong ExportJatim ImportJatim ExportNas ImportNas NeracaPembayaran CadanganDevisa NeracaTransaksi Kurs HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder. Data diperoleh dari Biro Pusat Statistik. Bank Indonesia, dan Pelindo i. Kelangkaan kontainer dari jumlah throughput kontainer diperoleh dari dua Pelabuhan yaitu Terminal Petikemas Surabaya dan Teluk Lamong. Kelangkaan kontainer terjadi pada pertengahan 2020 Ae 2021. Data penelitian yang digunakan adalah data bulanan dari tahun 2020 sampai dengan September 2022. Hasil selengkapnya data penelitian dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 1 Deskripsi Data Penelitian Minimum Maximum Mean Std. Deviation 570,20 261,779 576,93 523,655 682,10 267. 843,390 120,57 502. 651,688 000,00 4. 662,484 000,00 3. 525,583 333,33 2. 784,593 666,67 5. 135,084 000,00 927. 883,836 721,48 710,60 414,9705 393,45550 besar dibandingkan variable lain. Nilai standard factor loading lebih besar atau sama dengan 0,5. Reliabilitas. Reliabilitas pada penelitian diukur dengan menggunakan composite reliability. Nilai reliabilitas yang dikatakan baik adalah jika lebih dari 0,6. Tahap kedua adalah melakukan pengujian inner model, dalam tahap ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh antar variabel. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji t. Tahap Pengujian Outer Model Berikut adalah gambar hasil pengujian PLS pada tahap outer model pada variabel. Pengujian dilakukan secara dilakukan pada seluruh masing Ae masing variabel. Pada penelitian ini variabel laten yang memiliki jumlah variabel obserb lebih dari 1 adalah throughput, neraca Jawa Timur dan neraca Kriteria indikator dari variabel dikatakan valid dan reliabel secara konstrak apabila mempunyai nilai faktor loading lebih besar atau sama dengan 0,5. Berikut adalah pengujian outer model pada penelitian ini : Analisis Pengujian Hipotesis Tes PLS atau partial least square merupakan metode analisis yang tidak bergantung pada banyak asumsi baik normalitas, maupun fit model. Data yang dapat diolah dengan uji PLS kategori skala nominal, ordinal, interval dan rasio. Dalam penelitian ini data disajikan dalam skala interval. PLS dapat digunakan untuk mengkonfirmasi suatu teori dan menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variabel laten. Program PLS yang digunakan adalah smartPLS Professional 3. Ada dua tahapan dalam uji SEM PLS Tahap pertama adalah melakukan pengujian outer model, didalam tahap ini adalah menguji: Validitas konvergen. Indikator dikatakan valid apabila mempunyai nilai faktor loading lebih besar atau sama dengan 0,5. Validitas konstrak. Nilai validitas konstrak diukur dengan menggunakan nilai Average Variance Extracted (AVE). Nilai AVE dikatakan baik jika mempunyai nilai lebih dari 0,5. Validitas deskriminan. Indikator dikatakan valid apabila mempunyai nilai faktor loading dalam satu variable lebih Gambar 2 Hasil Outer Model Uji SEM PLS dikatakan valid, harus bernilai lebih dari 0,5. Validitas Konvergen Hasil pengujian outer model pada tahap Berikut hasil uji validitas konvergen selengkapnya pertama adalah nilai validitas konvergen. Hasil validitas konvergen dapat dilihat dari nilai loading Tabel 2 factor dan nilai t hitung. Nilai loading factor Uji Validitas Konvergen Variable Lamong TPS Cadangan Devisa Export Jatim Import Jatim Import Nas Export Nas Kurs Neraca Pembayaran NeracaTransaksi Cadangan Devisa Kurs Neraca Jatim Neraca Nasional Neraca Pembayaran Neraca Transaksi Throug Hasil perhitungan menunjukkan seluruh variabel memiliki nilai factor loading yang lebih besar dari 0,5. Pada beberapa variable yang hanya memiliki satu pengukuran mutlak bernilai 1. Dengan hasil ini maka seluruh variabel dan dimensi variable memiliki validitas konvergen yang sudah memenuhi standar. Validitas Deskriminan Dalam validitas deskriminan dapat diukur dengan menggunakan nilai cross loading. Nilai cross loading yang tinggi lebih dari 0,5 pada variabel atau dimensi dibandingkan nilai dimensi dari variabel lain maka validitas konstrak dari variabel dan dimensi laten tersebut baik. Berikut adalah nilai cross loading selengkapnya Variabel Lamong TPS Cadangan Devisa Export Jatim Import Jatim Export Nas Import Nas Kurs Neraca Pembayaran Neraca Transaksi Cadangan Devisa Tabel 3 Uji Validitas Deskriminan Neraca Neraca Neraca Kurs Jatim Nasional Pembayaran Tabel di atas menunjukkan bahwa pengujian validitas deskriminan dengan cross loading untuk pada masing Ae masing variabel lebih besar dibandingkan variable lain. Ini berarti variabel memenuhi validitas deskriminan. Neraca Transaksi Through Model pengukuran berikutnya adalah nilai Avarage Variance Extracted (AVE), yaitu nilai menunjukkan besarnya varian indikator yang dikandung oleh variabel latennya. Nilai AVE lebih besar 0,5 juga menunjukkan kecukupan validitas yang baik bagi variabel laten. Validitas Konstrak Variabel Cadangan Devisa Kurs Neraca Jatim Neraca Nasional Neraca Pembayaran Neraca Transaksi Throughput Tabel 4 Uji Validitas Konstrak Average Variance Extracted (AVE) Hasil perhitungan menunjukkan nilai AVE seluruh variable lebih besar dari 0,5. Dengan hasil ini maka seluruh variabel variable memiliki validitas konstrak yang sudah memenuhi standar. Pada beberapa variable yang hanya memiliki satu pengukuran mutlak bernilai 1. Reliabilitas Reliabilitas konstruk yang diukur dengan nilai composite reliability, konstruk reliabel jika nilai composite reliability di atas 0,70 maka indikator disebut konsisten dalam mengukur variabel Berikut hasil selengkapnya : Tabel 5 Hasil Pengujian Reliabilitas Konstrak Composite Variable Reliability Cadangan Devisa Kurs Neraca Jatim Neraca Nasional Neraca Pembayaran Neraca Transaksi Throughput Hasil pengujian menunjukkan bahwa konstruk variabel seluruh variabel memiliki nilai cronbach alpha dan composite reliability dan cronbach alpha lebih besar dari 0,7. Sehingga seluruh variabel dinyatakan reliabel. Inner Model Setelah dilakukan uji outer model maka selanjutnya adalah tahap inner model atau Tahap structural model ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar Pengujian menggunakan uji t. Variabel dikatakan memiliki pengaruh apabila nilai signifikansi t lebih kecil dari 0,05. Hasil perhitungan yang dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 3 Hasil Inner Model Uji SEM PLS Berikut adalah nilai estimate, nilai t dan p value dari masing Ae masing hubungan antar variabel penelitian Tabel 6 Nilai Koefisien Estimate dan Uji t pada Hipotesis Original Hubungan antar variable T Statistics Sample Throughput -> Neraca Jatim Throughput -> Cadangan Devisa Throughput -> Neraca Pembayaran Throughput -> Neraca Transaksi Throughput -> Kurs Neraca Jatim -> Neraca Nasional Neraca Nasional -> Cadangan Devisa Neraca Nasional -> Kurs Neraca Nasional -> Neraca Pembayaran Neraca Nasional -> Neraca Transaksi Hasil penelitian menunjukkan hubungan antar variable yang berpengaruh signifikan adalah: Pengaruh throughput terhadap cadangan devisa adalah positif artinya semakin meningkat throughput maka semakin Sedangkan nilai p value diperoleh 0,020 . < 0,. Karena nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka pengaruh throughput terhadap cadangan devisa adalah signifikan atau nyata. Pengaruh neraca jatim terhadap neraca nasional adalah positif artinya semakin meningkat neraca jatim maka semakin Sedangkan nilai p value diperoleh 0,000 . < 0,. Karena nilai signifikansi kurang dari 0,020 maka pengaruh neraca jatim terhadap neraca nasional adalah signifikan atau nyata. Pengaruh neraca nasional terhadap cadangan devisa adalah positif artinya semakin meningkat neraca nasional maka Values semakin meningkat cadangan devisa, dan Sedangkan nilai p value diperoleh 0,000 . < 0,. Karena nilai signifikansi kurang dari 0,000 maka pengaruh neraca nasional terhadap cadangan devisa adalah signifikan atau Pengaruh neraca nasional terhadap neraca transaksi adalah positif artinya semakin meningkat neraca nasional maka semakin Sedangkan nilai p value diperoleh 0,000 . < 0,. Karena nilai signifikansi kurang dari 0,000 maka pengaruh neraca nasional terhadap neraca transaksi adalah signifikan atau nyata. Koefisien Determinasi Koefisien besarnya pengaruh atau kontribusi dari variable eksogen terhadap perubahan endogen. Nilai koefisien determinasi hasil uji SEM PLS adalah sebagai berikut : Tabel 7 Nilai Koefisien Determinasi Hubungan antar variable Throughput dan neraca nasional -> Cadangan Devisa Throughput dan neraca nasional -> Kurs Throughput -> Neraca Jatim Neraca Jatim -> Neraca Nasional Throughput dan neraca nasional -> Neraca Pembayaran Throughput dan neraca nasional -> Neraca Transaksi Nilai koefisien determinasi terbesar adalah hubungan antara neraca jatim terhadap neraca R Square nasional yaitu 90,9 %, sedangkan urutan kedua adalah pengaruh throughput dan neraca nasional terhadap cadangan devisa sebesar 50 %. Dan urutan ketiga adalah hubungan throughput dan neraca nasional terhadap neraca transaksi sebesar 33 %. Nilai koefisien determinasi maksimal 100 %. Sehingga jika koefisien determinasi yang tidak mencapai 100 % dipengaruhi factor lain yang tidak Saat Terjadi Pandemi Covid-. Jambura Economic Education Journal, 3. , 102Ae115. https://doi. org/10. 37479/jeej. Asyaria. Budiantoro. , & Herianingrum. Analisis Neraca Perdagangan Migas dan Non Migas Terhadap Volatilitas Cadangan Devisa Di Indonesia, 1975-2016. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 6. , 38Ae45. https://doi. org/10. 32528/jmbi. Edi. Ekspor Impor Perdagangan Internasional (Ekspor-Impo. MasalahMasalah Di Dalam Kegiatan (EksporImpo. Para Pihak Yang Terlibat Dalam Kegiatan Ekspor-Impor. Metode Pembayaran Dalam Perdagangan Internasional dan Incoterms (Pertam. Deepublish. Gunanto. , & Gusti. Pengaruh Lintas Budaya Pada Pemasaran Internasional Dengan Pendekatan Perilaku Konsumen. Jurnal Riset Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Program Magister Manajemen, 1. , 168Ae176. https://doi. org/10. 32477/jrm. Jaya. Gladis Kusuma Jaya. 21Ae29. Mahyus. Ekonomi Internasional (S. Novietha . )). Penerbit Erlangga. Marsudi. , & Arifin. Kajian Operasional Terminal Peti Kemas Pelabuhan Laut Menggunakan Software ARENA. Prosiding Hasil-Hasil Penelitian Tahun 2019 Dosen-Dosen Universitas Islam Kalimantan, 463Ae469. Nuraini. Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten/Kota Di Jawa Timur. FEB Unikama, 79Ae93. Permatasari. Pelayaran. , & Surakarta. MUARA : Jurnal Manajemen Pelayaran Nasional Vol 2 . No 2 . Oktober 2. , 83Ae92. Priambodo. Tn. , & Budiarto. Dhimas Akbar Priambodo. Ahmad Zafrullah Tn. Bambang Budiarto. 67Ae74. Priyono. , & Wirathi. Analisis Hubungan Ekspor. Pertumbuhan Eekonomi , dan Kesempatan Kerja di Provinsi Bali: Pengujian Vector Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unversitas Udayana. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 5. , 1408Ae1434. QoniAoah. , & Moddilani. Dampak Kenaikan Tarif Kontainer Terhadap Kinerja Perdagangan Indonesia. JEMMA (Journal of Economic. Management and Accountin. , 5. , https://doi. org/10. 35914/jemma. KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua variable saling berpengaruh dan bergerak selaras yaitu meningkat atau sebaliknya, artinya apabila nilai throughput meningkat maka neraca perdagangan Jawa Timur dan neraca perdagangan Nasional serta indikator data-data ekonomi yang lain juga ikut meningkat, walaupun terjadi kelangkaan kontainer namun tidak menyurutkan permintaan pengiriman barang untuk ekspor maupun impor, sehingga pertumbuhan perekonomian tetap berjalan, agar tidak terjadi kendala ini kemudian hari, pemerintah sebagai kelangkaan kontainer yang berdampak pada sektor logistik sehingga perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: Pemerintah dan BUMN terkait, bekerjasama untuk menjaga ketersedian kontainer dengan memproduksi kontainer atau mereposisi kontainer kosong agar perputaran kontainer menjadi lancar Pemerintah BUMN menyediakan kapal nasional sebagai MLO pengiriman barang ke luar negeri, kondisi urgensi untuk menghindari penumpukan dan kurangnya space kapal Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Keuangan, memberikan insentif dan subsidi terkait biaya logistik yang tinggi, dikarenakan biaya yang timbul tidak REFERENSI