E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 1. Agustus 20 25 . Halaman 218 -22 6 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal . id/index. php/kearifan STRATEGI PEMILAHAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK PEMBERDAYAAN WARGA DESA WANGUNJAYA. KABUPATEN SUKABUMI Strategies for Waste Segregation and Management to Empower the Residents of Wangunjaya Village. Sukabumi Ardilla Jefri Karista . Emelia Sari 2 . Yarra S utadiwiria 3 Prodi S1 Arsitektur. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan . Universitas Trisakti Prodi S1 Teknik Industri. Fakultas Teknologi Industri . Universitas Trisakti Prodi S1 Teknik Geologi . Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi . Universitas Trisakti *Penulis Korespondensi: jk@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel A Diterima Januari 2025 A Revisi Maret 2025 A Disetujui Juni 2025 A Terbit Online Agustus 2025 Kata Kunci: A Pengelolaan A Pemilahan A budidaya A kompos A maggot Desa Wangunjaya merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sukabumi yang terletak di bawah kaki gunung Gede Pangrango. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, dengan tanaman singkong sebagai komoditas utama di sektor pertanian. Dalam keseharian warga desa Wangunjaya, memiliki kebiasaan membakar sampah rumah tangga di halaman atau pekarangan rumah masin g -masing. Hal ini mengakibatkan wilayah di Desa memiliki resiko menghadapi permasalahan lingkungan yang serius akibat pembakaran sampah yang mengakibatkan kerusakan kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Selain itu, sisa pembakaran sampah plastik dapat mencemari tanah dan menurunkan kesuburan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Multidisiplin ini bertujuan untuk meninkatkan kesadaran warga dalam melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sebagai sebuah solusi atas permasalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan yang mencakup edukasi bahaya membakar sampah, pemilahan sampah . norganik dan organi. dan daur ulang sampah organik menjadi kompos dan maggot. Hasil kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan warga terhadap dampak buruk membakar sampah, pemilahan sampah rumah tangga dan alternatif peningkatan ekonomi melalui pembuatan kompos dan budidaya maggot. Program ini berupaya mendorong warga untuk menerapkan perilaku baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga memberikan dampak positif terhadap lingkungan tempat tinggal meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga . Sitasi artikel ini: Karista. AJ. Sari. Sutadiwiria. Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi. Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. 218 -227 . Doi: https://dx. org/10. 25105/ akal. Abstracts Keywords: A waste A waste A cultivation A compost A maggot Wangunjaya Village is located in Sukabumi Regency, at the foothills of Mount Gede Pangrango. The majority of the residents work as farmers, with cassava being the main agricultural commodity in the region. In their daily lives, the villagers commonly burn household waste in their yards or gardens. This practice poses a significant environmental risk, as it deteriorates air quality and affects public health. Furthermore, the residue from burning plastic waste contaminates the soil and reduces its fertility. This Multidisciplinary Community Engagement Program (PKM) aims to raise awareness among residents about waste segregation and processing as a solution to these The methods used include education and training on the dangers of burning waste, waste segregation . rganic and inorgani. , and recycling organic waste into compost and maggots. The results of this PKM activity show increased resident awareness of the harmful effects of burning waste, improved household waste segregation, and alternative economic opportunities through composting and maggot cultivation. This program encourages residents to adopt new behaviors in household waste management, resulting in positive environmental impacts and improved economic welfare for the community Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi Karista. Sari. Sutadiwiria E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 218 -22 6 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. PENDAHULUAN Desa Wangunjaya Gunung Gede P berlokasi di wilayah Kabupaten Sukabumi berada di bawah kaki Wilayah desa berbatasan dengan Taman Nasional Gede Pangrango. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dengan tanaman singkong yang menjadi komoditas utama pada sektor pertanian yang mendukung sebagian besar perekonomian desa. Berdasarkan lokasinya, wilayah desa seharusnya memiliki kualitas udara yang baik. Namun, dalam keseharian nya warga desa memiliki kebiasaan membakar sampah rumah tangga di pekarangan masing -masing pada pagi dan sore hari. Kebiasaan ini menimbulkan beberapa permasalahan lingkungan seperti, penurunan kualitas udara, peningkatan gangguan kesehatan dan pencemaran tanah yang mempengaruhi kesuburan Sampah rumah tangga yang dibakar termasuk diantaranya sampah organik dan Sebagai contoh, bila membakar sampah plastik di lingkungan tempat tinggal dapat mengakibatkan pencemaran tanah dan gangguan kesehatan pernafasan terutama bagi lansia dan anak -anak. Kebiasaan membakar sampah ini masih berlangsung karena minim fasilitas pengolahan sampah yang tersedia di desa. Beberapa hal tersebut dikategorikan dalam tindakan melanggar karena bertentangan dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pasal 29 ayat . huruf g, meyebutkan mengenai larangan membakar sampah tidak sesuai dengan persyaratan teknis, tindakan tersebut melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi untuk memberikan efek jera dan melindungi lingkungan Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, 2. Untuk mengatasi permasalah (Undang -Undang an tersebut. PKM Multidisiplin dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah bagi warga desa. Program yang dilakasanakan adalah edukasi mengenai dampak membakar sampah terhadap lingkungan pemisahan sampah anorganik dan tempat tinggal dan kesehatan, organik, serta pembuatan kompos dan budidaya maggot. Program ini juga termasuk didalamnya mengenai pengenalan strategi pemasaran produk daur ulang seperti kompos, maggot dan kerajinan plastik daur ulang yang memiliki potensi peningkatan pendapatan warga desa. Pengolahan sampah dengan cara pengomposan dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan lebih efektif dari pada pengolahan secara konvensional Sampah organik dicacah untuk dijadikan makanan bagi maggot, menghasilkan fresh maggot 2. Maggot yang dapat dijual kembali merupakan biokonversi yang baik terhadap (Utomo & Nurdiana, 2. rangkaian kegiatan tersebut (Wulandari. Sunarti, & Marginingsih, limbah organik dan Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi Karista. Sari. Sutadiwiria E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 218 -22 6 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. ramah lingkungan (Basuki. Arif, & Mahmud, 2. Maggot juga memiliki kemampuan menguraikan sampah organik hingga tiga kali lipat dari berat tubuhnya dalam waktu 24 jam, yang artinya dapat mengurangi jumlah sampah organik yang harus dibuang ke TPA. Budidaya maggot bernilai ekonomis dengan nilai Rp. -/kg untuk dijadikan alternatif pakan ternak dan pupuk yang dimanfaatkan untuk pertanian Syafaruddin, & Mattanete, 2. (Bibin. Haryono. Pengomposan dan budidaya maggot dapat dilakukan dengan perlengkapan sederhana, sehingga dapat diterapkan dengan mudah dan Pengelolaan sampah anorganik fokus pada penyortiran melalui pengepul dan bank sampah, kemudian disalurkan kepada pabrik tersetifikasi sesuai dengan kategorinya (Larasati & Santoso, 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa Wangunjaya terhadap arti penting pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan dan Melalui program kegiatan ini diharapkan masyarakat secara bersangsur mengurangi praktik membakar sampah, melakukan pemilahan sampah dan mendapatkan pemahaman mengenai keterampilan mengolah sampah menjadi produk yang bernilai Sehingga warga desa Wangunjaya mendapatkan manfaat berupa peningkatan kualitas lingkungan desa, praktik pertanian ramah lingkungan dan peningkata kesejahteraan melalui penjualan produk daur ulang sampah. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan PKM Multidisiplin pada tanggal 14 November 2024 dilak ukan di Desa Wangunjaya. Kecamatan Ciambar. Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat yang terletak di bawah kaki gunung Gede Pangrango. Lokasi ini dipilih karena desa Wangunjaya memiliki permasalahan lingkungan yang terkait dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Sebagian besar warga desa melakukan praktik pembakaran sampah rumah tangga di halaman atau pekarangan rumah yang dapat memberikan dampak kesehatan dan permasalahan lingkungan. Peserta kegiatan adalah warga Desa Wangunjaya yang tidak terlibat dalam kegiatan Peserta dipilih melalui koordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan kriteria dapat diwakili oleh 25 warga peserta kegiatan yaitu warga yang melakukan praktik membakar sampah rumah tangga di halaman atau pekarangan rumah Metode yang digunakan mencakup beberapa tahapan, yaitu persiapan, penyuluhan dan pelatihan yang mencakup demonstrasi langsung. Tahap persiapan mencakup survey awal Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi Karista. Sari. Sutadiwiria E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 218 -22 6 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. untuk mengidentifikasi permasalahan mendasar, koordinasi dan penyusunan materi Tahap penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa mengenai bahaya membakar sampah dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Materi yang disampaikan termasuk didalamnya mengenai dampak negatif membakar sampah, teknik pemilahan sampah, pengolahan sampah menjadi produk daur ulang yang bernilai ekonomis dan rantai pasok pengelolaan sampah rumah tangga. Pelatihan dilakukan terkait keterampilan pengolahan sampah dengan mendemonstrasikan langsung untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri warga peserta dalam praktik pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan. Indikator keberhasilan program diukur melalui hasil pretest dan post test penyuluhan. Evaluasi dilakukan melalui kuisioner untuk mengetahui tingkat kesadaran dan pengetahuan warga peserta. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan pada program selanjutnya. HASIL KEGIATAN Kegiatan PKM Multidisiplin fokus dalam mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Wangunjaya, khususnya mengenai ketidaksesuaian dengan peraturan dan dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan kualitas lingkungan. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan terkait pemilahan sampah dan organik , serta pengolahan sampah menjadi produk daur ulang seperti kompos, maggot dan kerajinan tangan. Selain itu masyarakat diberikan pengetahuan mengenai rantai pasok pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan. Tabel 1. Permasalahan Dan Potensi Dalam Konteks Mewujudkan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Aspek Pendukun Kesadaran Masyarakat Fasilitas Potensi Partisipasi Identifikasi Kondisi Relevan Potensi Permasalahan Pemahaman pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah Terdapat lahan untuk pengembangan komposter dan kandang maggot Masyarakat belum terbiasa memilah sampah Kompos digunakan sebagai pupuk dana tau Maggot dijual sebagai pakan ternak antusias masyarakat yang baik terhadap pengelolaan sampah rumah tangga Tidak terdapat TPA dan Bank Sampah. Minim akses teknologi pengolahan sampah secara Kurangnya akses pasar untuk menjual produk pengolahan sampah Keberlanjutan pendampingan dan penerapan Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi Karista. Sari. Sutadiwiria E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 218 -22 6 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan diperlukan beberapa strategi untuk mengoptimalkan potensi yang ada, mencakup: . kesadaran m asyarakat, . fasilitas pengolahan sampah, . potensi ekonomi, . partisipasi masyarakat. Kebiasaan belum terbangun dalam masyarakat menjadi kendala mendasar, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran untuk membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah di lingkungan rumah tangga masing -masing. TPA yang terintegrasi dengan bank sampah menjadi stasiun pertama dalam upaya penyediaan bahan daur ulang sampah untuk diolah lebih lanjut. Beberapa referensi menunjukkan hasil dari pengelolaan sampah dengan metode pengomposan, budidaya maggot dan kerajinan tangan memiliki potensi ekonomi yang baik. Kurangnya akses pasar menjadi kendala untuk menjadikan metode tersebut berkembang dalam masyarakat. Keberlanjutan program menjadi tantangan dalam praktik pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat, sehingga perlu adanya pendampingan dan pengenalan melalui sebuah komunitas dalam masyarkat. Evaluasi melalui kuisioner yang berfokus pada . pemilahan sampah rumah tangga, . pengolahan sampah rumah tangga, . dampak membakar sampah, . rantai pasok pengelolaan sampah, . daur ulang sampah organik. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil dalam meningkatkan kesadaran warga peserta mengenai pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal Hal ini terlihat dalam distribusi jawaban benar dari test awal . dan test akhir ( post test ) sebagai berikut: Gambar 1 . Distribusi Jawaban Benar pada test awal . dan test akhir . ost tes. Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi Karista. Sari. Sutadiwiria E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 218 -22 6 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 2 . Distribusi Jawaban Benar pada test awal . dan test akhir . ost tes. pada Masing - Masing Pertanyaan D iagram diatas menunjukkan peningkatan secara signifikan dari jumlah jawaban benar dalam test akhir . ost tes. yang menunjukkan keberhasilan penyuluhan dalam peningkatan pemahaman warga peserta. Pada fokus pembahasan . mengenai pemilahan sampah rumah tangga, pemahaman peserta meningkat dari 29. 2% menjadi 92%. Fokus pembahasan . mengenai pengolahan sampah rumah tangga, pemahaman peserta sudah sangat baik dari awal yaitu 100% jawaban benar. Pada fokus pembahasan . mengenai dampak membakar sampah, pemahaman meningkat dari 29. 4% menjadi 100%. Fokus pembahasan . mengenai rantai pasok pengelolaan sampah, meningkat dari 0% menjadi 100%. Pada fokus pembahasan . mengenai daur ulang sampah organik, meningkat dari 76. 2% menjadi 100%. Sehingga, penyuluhan dapat memberikan dampak positif mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan. Strategi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Warga Desa Wangunjaya. Kabupaten Sukabumi Karista. Sari. Sutadiwiria E-ISSN 2747 -1128. Volume 6 Nomor 2. Agustus 20 25. Halaman 218 -22 6 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 3 . Chamber Sederhana untuk Pemilahan Sampah Faktor pendorong keberhasilan program terkait dengan dukungan dari pemerintah desa, partisipasi masyarakat yang aktif, dan potensi penyediaan bahan baku sampah organik oleh warga peserta. Kendala dalam pelaksanaan program mengenai kebiasaan memilah sampah masyarakat yang belum terbangun, serta potensi akses pasar yang masih perlu di gali lebih lanjut lagi. Kendala tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan selanjutnya. KESIMPULAN Kegiatan PKM Multidisiplin berhasil dalam meningkatkan kesadaran warga Desa Wangunjaya melalui penyuluhan, pelatihan pemilahan sampah rumah tangga. Edukasi mengenai keterampilan pembuatan produk daur ulang seperti kompos, maggot dan kerajinan tangan diharapkan mampu menambah kesejahteraan ekonomi warga Desa. Keberlanjutan program diperlukan pengembangan infrastruktur seperti bank sampah untuk sampah bahan baku daur ulang secara kolektif oleh warga desa. Akses pasar perlu dibangun dan diperluas untuk dikembangkan dalam kegiatan selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA