METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. PERANCANGAN APLIKASI E-COMMERCE MENGGUNAKAN CLOUD COMPUTING DAN ARSITEKTUR SEVERLESS LAMBDA Liem Margareth Santoso*. Frederik Samuel Papilaya Program Studi Sistem Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia Email: 682020119@student. DOI: https://doi. org/10. 46880/jmika. Vol8No2. ABSTRACT E-commerce applications are a rapidly growing field within the digital industry. The use of cloud computing technology and Serverless Lambda has provided numerous benefits in the development and management of ecommerce applications. However, the need for flexibility, scalability, and operational efficiency is increasingly driving the adoption of serverless architecture as an approach to building adaptive and cost-effective e-commerce This application enables sellers to market products, receive orders, and manage inventory efficiently, while customers can easily browse product catalogs, add items to their shopping cart, and complete Through performance analysis and evaluation, we demonstrate that serverless Lambda architecture can automatically scale according to application traffic needs. Additionally, the serverless approach reduces infrastructure management overhead, allowing developers to focus on developing features and functionalities that directly impact the user experience. The methods used in this research are UML (Unified Modeling Languag. and serverless Lambda-based Cloud Computing architecture. Keyword: Cloud Computing. Arsitektur Serverless. Severless Lambda. Unified Modeling Language. ABSTRAK Aplikasi e-commerce merupakan salah satu bidang yang terus berkembang dengan pesat dalam industri digital. Penggunaan teknologi cloud computing dan Serverless Lambda telah memberikan banyak keuntungan dalam pengembangan dan pengelolaan aplikasi e-commerce. Namun, kebutuhan akan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi operasional semakin mendorong adopsi arsitektur serverless sebagai pendekatan untuk membangun aplikasi e-commerce yang adaptif dan hemat biaya. Aplikasi ini memungkinkan penjual untuk memasarkan produk, menerima pesanan, dan mengelola inventaris secara efisien, sementara pelanggan dapat dengan mudah menjelajahi katalog produk, menambahkan item ke keranjang belanja, dan menyelesaikan pembayaran. Melalui analisis kinerja dan evaluasi, kami menunjukkan bahwa arsitektur serverless lambda mampu memberikan skalabilitas secara otomatis sesuai dengan kebutuhan lalu lintas aplikasi. Selain itu, pendekatan serverless juga mengurangi beban administrasi infrastruktur, memungkinkan pengembang untuk fokus pada pengembangan fitur dan fungsionalitas yang berdampak langsung pada pengalaman pengguna. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah UML (Unified Modeling Languag. dan Arsitektur Cloud Computing berbasis serverless Kata Kunci: Cloud Computing. Arsiterktur Severless. Severless Lambda. Unified Modeling Language. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi tentu berdampak signifikan dalam dunia bisnis (Aprianto. Khususnya dalam perpindahan perdagangan yang sebelumnya menggunakan sistem tradisional berganti menjadi sistem modern. Bila dulu pembeli harus ke toko untuk membeli atau melihat suatu barang atau produk sekarang dengan adanya kemudahan teknologi kita dapat membeli barang melalui internet. Seiring dengan perkembangan teknologi persaingan perdagangan juga tidak bisa dihindari. Pada persaingan global ini bukan hanya kualitas barang saja yang harus diperhatikan namun pemberian sistem pelayanan jasa juga harus menjadi suatu pertimbangan. E-Commerce saat ini telah menjadi salah satu elemen kunci dalam transformasi bisnis global. Transaksi perdagangan tidak lagi terbatas pada interaksi fisik antara pembeli dan penjual, melainkan terjadi secara virtual melalui platform online. Baik untuk bisnis kecil maupun besar, e-commerce menawarkan berbagai manfaat, termasuk akses pasar yang lebih luas, biaya operasional yang lebih rendah (Sugiarti et al. , 2. , kemampuan untuk menjangkau Halaman 155 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. pelanggan di seluruh dunia, dan fleksibilitas dalam pengelolaan inventaris dan proses transaksi. Teknologi cloud computing dan arsitektur serverless telah membuka pintu bagi inovasi baru dalam berbagai bidang, termasuk dalam pembangunan Aplikasi berbasis cloud computing memberikan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi yang tinggi dalam menyediakan layanan kepada pengguna (Alfarizi & Ikasari, 2. Sementara itu, pengembang untuk fokus pada kode bisnis mereka tanpa harus mengelola infrastruktur, telah menjadi pendekatan yang populer dalam pengembangan aplikasi modern. Dengan e-commerce meningkatkan skalabilitas dan elastisitas infrastruktur, yang memungkinkan untuk menangani lonjakan lalu lintas tanpa meningkatkan biaya secara signifikan. Selain itu, fleksibilitas yang ditawarkan oleh cloud memungkinkan untuk integrasi yang lebih mudah dengan layanan lain, memungkinkan pemilik bisnis untuk menyediakan pengalaman pengguna yang lebih responsif dan terjangkau. Dalam penelitian sebelumnya yang berjudul "Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Berbasis Website Menggunakan Metode Waterfall" fokus utamanya adalah pada pengembangan aplikasi ecommerce berbasis website dan Android. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah proses transaksi dengan memanfaatkan teknologi elektronik seperti smartphone atau komputer dan tidak lagi menggunakan metode jual beli manual (Al Ghani et al. , 2. Kesimpulan dari penelitian tersebut menyoroti kesamaan dalam topik, yaitu perancangan aplikasi ecommerce. Penelitian tersebut menjelaskan tujuan pembuatan aplikasi e-commerce yang dirancang, dengan fokus pada aplikasi berbasis website dan Android. Dengan memanfaatkan cloud computing untuk e-commerce. Anda dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, dan menyediakan pengalaman pengguna yang lebih baik. Ini memungkinkan bisnis e-commerce untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan kebutuhan Sebagai perbedaan, penulis penelitian ini mengambil pendekatan yang berbeda dengan mengeksplorasi perancangan aplikasi e-commerce menggunakan teknologi Cloud Computing dan ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. serverless architecture. Pendekatan ini bertujuan untuk memanfaatkan keunggulan teknologi cloud dan arsitektur serverless dalam meningkatkan efisiensi dan skalabilitas aplikasi e-commerce, yang berbeda dari metode konvensional yang telah dibahas sebelumnya. Melalui memberikan kontribusi dalam pengembangan aplikasi E-commerce yang lebih efisien, terjangkau, dan dapat Dengan memanfaatkan kekuatan cloud computing dan arsitektur serverless Lambda, perusahaan dapat memperluas jangkauan bisnis mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. TINJAUAN PUSTAKA E-commerce . lectronic commerc. E-commerce atau perdagangan elektronik, adalah sistem yang memungkinkan individu dan perusahaan untuk melakukan transaksi jual beli barang dan jasa secara online melalui internet. Dengan ecommerce, pelanggan dapat membeli produk atau layanan secara digital dan melakukan pembayaran elektronik tanpa harus berkunjung ke toko fisik. Hal ini telah mengubah lanskap bisnis secara global, membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan kenyamanan serta E-commerce menghubungkan penjual dan pembeli dari berbagai penjuru dunia, memungkinkan mereka untuk bertransaksi secara digital dari mana saja selama terhubung dengan internet. Teknologi EFT (Electronic Funds Transfe. juga memfasilitasi pengiriman dana antara pelaku ekonomi di berbagai belahan dunia dengan cepat (Hanim, 2. Cloud Computing Menurut (Scale, 2. cloud computing dapat didefinisikan sebagai penggunaan dan berbagi aplikasi serta sumber daya dalam suatu lingkungan jaringan untuk melakukan pekerjaan tanpa perlu khawatir tentang kepemilikan dan pengelolaan sumber daya dan aplikasi jaringan tersebut. Dengan cloud computing, sumber daya komputer untuk melakukan pekerjaan dan data mereka tidak lagi disimpan di komputer pribadi seseorang, tetapi di-hosting di tempat lain untuk dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Serverless Architecture Serverless architecture adalah pengembangan perangkat lunak di mana pengembang tidak perlu Halaman 156 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. memikirkan infrastruktur server fisik secara langsung. Dalam arsitektur serverless, penyedia layanan cloud mengelola infrastruktur server untuk menjalankan kode aplikasi, sehingga pengembang hanya perlu fokus pada penulisan kode aplikasi dan tidak perlu memikirkan tentang manajemen server, provisioning, atau Dengan komputasi tanpa server, tugas manajemen infrastruktur seperti penyediaan kapasitas dan patching ditangani oleh penyedia layanan, sehingga pengembang hanya perlu fokus pada penulisan kode yang melayani pelanggan. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi biaya pengeluaran tambahan dan juga dapat menghemat waktu dan energi bagi pengembang (Oktaviani et al. , 2. AWS Lambda AWS Lambda adalah layanan komputasi tanpa server yang ditawarkan oleh Amazon Web Services (AWS). Dengan AWS Lambda, pengembang dapat mengeksekusi kode tanpa perlu memikirkan manajemen infrastruktur server secara langsung. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk pemrograman, seperti Python. Node. Java, dan lainnya, sebagai respons terhadap peristiwa atau panggilan API. Lambda berperan dalam penelitian ini dengan melakukan kueri ke database setiap jangka waktu tertentu, kemudian mengirimkan notifikasi melalui layanan AWS SNS (Simple Notification Servic. ketika terdeteksi kondisi suhu yang tidak normal (Mulyani & Oktiawati, 2. Amazon DynamoDB Amazon DynamoDB adalah layanan database NoSQL yang di-host yang menyediakan penyimpanan data yang cepat dan fleksibel. DynamoDB dirancang untuk menyimpan dan mengakses data terstruktur secara terdistribusi. Ini dapat menangani jumlah data besar dengan cepat dan dapat diandalkan. DynamoDB mendukung berbagai model data, termasuk key-value dan document data models. Ini juga menyediakan fitur seperti dukungan transaksi, indexing, dan autoscaling untuk menangani beban kerja yang berfluktuasi DynamoDB tanpa server menghilangkan kebutuhan untuk mengelola infrastruktur server secara Dengan pendekatan ini, tidak perlu khawatir tentang penyediaan atau pemeliharaan server, serta proses pemasangan dan pengelolaan perangkat lunak. Sebagai gantinya. DynamoDB tanpa server memungkinkan fokus pada pengembangan aplikasi ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. tanpa terganggu oleh tugas administratif yang berkaitan dengan server. Layanan ini secara otomatis menangani penalaan tabel, menyesuaikan kapasitas untuk mempertahankan kinerja yang optimal, sehingga mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan aplikasi tanpa harus melakukan pengaturan manual (Sitompul et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan informasi yang akan digunakan dalam menulis penelitian ini digunakan metode pengumpulan data yang melalui beberapa tahap, sebagai berikut: Kajian Pustaka Informasi diperoleh dengan meninjau berbagai literatur dari berbagai jurnal ilmiah melalui situssitus internet, serta mempelajari konten dari jurnal tersebut dan situs web yang relevan dengan topik Observasi Data diperoleh melalui pengamatan langsung di Sebagai contoh, mengamati aktivitas yang terjadi di restoran yang berkaitan dengan masalah Wawancara Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan sumber informasi Metode Pengembangan Perangkat Lunak Gambar 1. Tahapan Prototyping Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian prototyping dengan tahapan sebagai berikut: Mendengarkan Pelanggan: Langkah pertama dalam tahap prototype adalah mendengarkan pelanggan secara aktif. Dalam tahap ini melibatkan pengumpulan umpan balik. Halaman 157 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. kebutuhan, dan harapan dari calon pengguna atau pelanggan terhadap prototype yang akan dibangun. Membangun dan memperbaiki prototype: Setelah mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan pelanggan, tim pengembangan mulai membangun prototype produk atau layanan. Prototype adalah versi awal dari produk atau layanan yang dirancang untuk mendemonstrasikan fitur-fitur utama dan fungsionalitasnya. Prototipe ini biasanya tidak sepenuhnya sempurna, tetapi fokus pada merepresentasikan ide-ide inti produk. Setelah prototype pertama dibangun, tim pengembangan memperbaiki dan meningkatkannya berdasarkan umpan balik yang diterima dari pelanggan atau pengujian internal. Proses ini melibatkan iterasi, di mana prototipe diperbaiki, diuji lagi, dan kemudian diperbaiki lagi untuk mencapai tingkat kualitas dan fungsionalitas yang Uji Coba oleh Pelanggan: Setelah prototipe telah diperbaiki sebanyak mungkin, tahap selanjutnya adalah menguji coba prototipe tersebut oleh pelanggan yang Uji coba dilakukan untuk memastikan bahwa prototipe dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan secara efektif. Umpan balik yang diterima dari uji coba pelanggan dapat digunakan untuk memperbaiki prototipe lebih lanjut sebelum produk akhir diluncurkan ke pasar. Analisis Kebutuhan Hak Akses Deskripsi Customer Registrasi data customer diperlukan untuk melakukan login, melihat produk, melakukan pemesanan dan melakukan pembayaran. Admin Registrasi data admin yang diperlukan untuk login, mengelola data produk seperti menambah, mengubah, dan menghapus produk, menerima pemesanan dan pembayaran dari customer. Membangun Prototype Setelah memperhatikan kebutuhan pelanggan melalui pendekatan prototyping, langkah selanjutnya adalah merancang aplikasi berdasarkan analisis dan interaksi di SCA. ID. Desain ini mencakup struktur dan fungsionalitas aplikasi yang diusulkan, yang diperlihatkan melalui diagram UML seperti Use Case ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Diagram. Activity Diagram, dan Class Diagram, bersama dengan tampilan antarmuka pengguna (UI) Use Case Diagram Diagram Use Case menjelaskan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Ini membantu dalam pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan pengguna dan skenario penggunaan sistem. Berikut adalah perancangan Use Case diagram: Gambar 2. Use Case Diagram Pada gambar 2. Use Case Diagram menunjukkan bahwa terdapat 2 aktor yaitu customer dan admin yang memiliki peran tersendiri dalam menjalankan kebutuhan mereka. Customer dan admin diharuskan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan hak akses yang akan digunakan Customer memiliki hak akses untuk melihat produk ,melakukan pemesanan dan melakukan Dan admin memiliki hak akses untuk mengelola data produk seperti produk seperti menambah, mengubah, dan menghapus produk, menerima pemesanan dan pembayaran dari customer Activity Diagram Activity diagram adalah representasi visual dari alur kerja atau aktivitas di dalam suatu proses. Kegunaannya untuk menggambarkan urutan langkahlangkah dan aktivitas yang perlu dilakukan di suatu proses atau skenario tertentu. Activity diagram membantu dalam memodelkan proses bisnis, alur kerja perangkat lunak, atau interaksi sistem dengan sistem lain atau pengguna. Activity diagram membantu dalam memahami logika operasional suatu sistem atau proses secara visual. Halaman 158 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. bagian dari sistem perangkat lunak, termasuk pewarisan, asosiasi, agregasi, dan komposisi. Gambar 4. Class Diagram Pada gambar 4 dapat dilihat tampilan atribut serta field yang digunakan di database aplikasi SCA. Gambar 3. Activity Diagram Pada gambar 3 Activity Diagram dapat dilihat untuk customer dapat melakukan pemesanan, customer akan diinta untuk melkaukamn registrasi atau login terlebih dahulu lalu sistem akan menyimpan data Saat login berhasil maka customer bisa melihat dan memilih produk yang telah ditampilkan oleh sistem dan customer bisa melakukan pemesanan dan pembayaran dan sistem akan menampilkan nota pembayaran dari pesanan customer. Dalam proses bisnis ini admin memiliki peran untuk menambah detail dan data produk,mengubah produk menghapus produk dan melihat transaksi yang telah dilakukan oleh customer. Class Diagram Class diagram adalah ilustrasi bagaimana bagian-bagian dari suatu sistem perangkat lunak bekerja bersama-sama dan saling berhubungan. Dalam diagram ini menunjukkan jenis informasi apa yang disimpan oleh bagian-bagian tersebut, apa yang dapat mereka lakukan, dan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Class diagram membantu dalam memahami struktur data dan hubungan antar bagian- HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Tampilan UI (User Interfac. Pada Sistem Aplikasi Android Implementasi tampilan User Interface pada sistem aplikasi android yang akan digunakan oleh customer dan admin dalam menjalankan kebutuhannya sesuai dengan hak akses sistem masing-masing Tampilan Halaman Login Customer Gambar 5. Halaman Login Customer Halaman 159 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Pada gambar 5 merupakan implementasi tampilan login di aplikasi android SCA. ID. Customer mengisi email dan password yang sah untuk dapat masuk ke dalam aplikasi SCA. ID. Tampilan Halaman Menu Utama Customer Saat customer berhasil login maka halaman menu uatma customer ditampilkan seperti pada gambar Pada halaman ini customer dapat mencari produk yang diinginkan dan dapat melihat produk yang ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Saat customer menekan sebuah produk pada halaman utama maka akan dialihkan pada halaman detail produk. Pada gambar 7 dapat dilihat halaman detail produk yang berisi informasi prosuk seperti nama produk, ukuran produk, harga produk dan tombol masukan produk ke dalam keranjang. Tampilan Halaman Detail Pemesanan Customer Setelah customer memilih produk yang akan dibeli maka akan dialihkan halaman detail pemesanan. Pada gambar 8. dapat dilihat halaman detail pemesanan yang berisi alamat pengiriman pesanan, produk yang akan dibeli oleh customer dan pilihan metode pembayaran yaitu melalui OVO. DANA atau Bank BCA. Gambar 6. Halaman Menu Utama Tampilan Halaman Detail Produk Customer Gambar 8. Halaman Detail Pemesanan Tampilan Halaman Pemberitahuan Pembayaran Berhasil Pada gambar 9 merupakan halaman pemebritahuan bahwa pembayaran pemesanan yang dilakuakn oleh customer telah berhasil. Lalu aplikasi customer akan kembali ke halaman utama. Gambar 7. Halaman Detail Produk Halaman 160 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Gambar 9. Halaman Pemberitahuan Pembayaran Berhasil Gambar 11. Halaman Tambah,Hapus dan Edit Produk Admin Tampilan Halaman Login Admin Pada gambar 10 merupakan implementasi tampilan login di aplikasi android SCA. ID. Admin mengisi email dan password yang sah untuk dapat masuk ke dalam aplikasi SCA. ID. Tampilan Halaman Order Admin Pada gambar 12. Merupakan halaman orders dinama admin dapat melihat pesanan baru beserta detail pesanan seperti tipe baju, ukuran baju, jumlah pesanan, nama customer, alamat pengiriman, dan pesanan yang harus dikirimkan ke customer. Gambar 10. Halaman Login Admin Setelah Admin berhasil login maka pada Admin dapat menambah produk baru,menghapus produk yang diinginkan dan mengedit informasi produk pada halaman tambah ,hapus dan edit produk seperti pada Gambar 12. Halaman Orders Admin Tampilan Halaman Laporan Transaksi Admin Pada Gambar 13 merupakan halaman laporan transaksi yang berisi jumlah pengunjung customers, total pesanan yang dilakukan customers, total berapa Halaman 161 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. kali produk dilihat, persentase percakapan dilakukan dengan customers, dan diagram pendapatan toko. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Riwayat kejadian eksekusi. Setiap langkah eksekusi akan terlihat bagaimana Step Functions memanggil fungsi Lambda dan meneruskan data di antara fungsi yang sudah dibuat. Gambar 15. Ekseskusi Alur Kerja Gambar 13. Halaman Laporan Transaksi Admin Alur Kerja dengan Menggunakan AWS Lambda Fungsi AssignCaseFunction, bertanggung jawab atas penetapan kasus serta Sementara WorkOnCaseFunction berperan dalam memberikan pemberitahuan mengenai status penyelesaian kasus dan mengembalikan nilai bersamaan dengan pesan Fungsi terakhir. CloseCaseFunction, digunakan untuk menutup kasus. Ketika alur kerja dieksekusi oleh step function, setiap langkah akan diperiksa, dan ID kasus yang dimasukkan akan diteruskan dari langkah satu ke langkah berikutnya. Terdapat juga pembaruan pesan setiap fungsi lambda menyelesaikan tugasnya, seperti yang diilustrasikan dalam Gambar 14. Gambar 14. Fungsi AWS Lambda Pada gambar 15. menunjukkan langkah eksekusi alur kerja, termasuk input dan output setiap Yang awalnnya sebuah kotak dialog di isi ID untuk inputcaseID Au001Ay, yang kemudian dieksekusi. Setelah tereksekusi gulir ke bawah di bagian Riwayat eksekusi bagaimana step function memanggil fungsi Riwayat Eksekusi menunjukkan bagian Gambar 16. Arsiterktur Sistem Sistem aplikasi E-commerce direncanakan dengan menggunakan arsitektur serverless Lambda di AWS. Klien akan berinteraksi melalui browser untuk menjalankan fungsi-fungsi aplikasi. Antarmuka aplikasi akan di-hosting menggunakan Amazon S3 untuk menyajikan sumber daya statis aplikasi web. Fungsi-fungsi dinamis akan diimplementasikan melalui AWS Lambda, yang akan dipanggil melalui Amazon API Gateway sebagai RESTful API. Pengaturan akses yang aman akan ditangani oleh layanan AWS Identity and Access Management (IAM), memastikan izin yang sesuai untuk interaksi antar Data yang diproses oleh aplikasi akan disimpan dan diakses menggunakan Amazon DynamoDB. Dengan demikian, sistem E-commerce dibangun sepenuhnya dengan menggunakan layanan AWS Lambda. KESIMPULAN Dalam penelitian ini, beberapa perancangan dan prototipe aplikasi E-Commerce telah dihasilkan. Ini mencakup tampilan antarmuka pembelian pengguna dan antarmuka pengelolaan penjualan. Selain desain tampilan, penelitian ini juga mencakup desain sistem menggunakan diagram Use Case, diagram Activity, dan diagram Class untuk memahami proses bisnis aplikasi Analisis menunjukkan bahwa sistem Halaman 162 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. penjualan online yang efisien memerlukan metode yang terintegrasi, termasuk proses pemesanan oleh pelanggan, pengelolaan oleh admin, serta pembayaran yang mudah. Dalam hal arsitektur. Cloud Computing berbasis serverless lambda diusulkan sebagai solusi yang baik. Hal ini akan mendukung aplikasi ECommerce dengan skalabilitas yang memadai untuk pemasaran global, serta mengurangi biaya operasional. DAFTAR PUSTAKA