Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Fanatisme. Kualitas Produk dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Merchandise Timnas Indonesia Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih 2. Rizky Eka Febriansah3 Program Studi Manajemen. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia *Email:alexlalasprakoso@gmail. com1,mistihariasih@umsida. mailto:rizkyekafebriyanzah@umsida. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-06-05 Diperbaiki : 2025-07-02 Disetujui : 2025-06-15 ABSTRAK Dalam sepak bola masa kini, sangat penting bagi manajemen tim untuk berkonsentrasi tidak hanya pada kesuksesan atletik tetapi juga berkembang menjadi entitas bisnis yang menguntungkan. Salah satu sumber pendapatan baru yang mulai dikenal adalah penjualan merchandise resmi. Tim nasional Indonesia secara strategis bermitra dengan Espro sebagai pemasok Tujuan Penelitian ini berusaha untuk menguji dampak Fanatisme. Kualitas Produk, dan Desain Produk terhadap Keputusan Konsumen untuk Membeli Merchandise Timnas Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan SPSS v. 26 sebagai alat analisis, penelitian ini melibatkan 96 partisipan yang dipilih melalui metode non-probability sampling. Temuan konklusif menunjukkan bahwa Fanatisme. Kualitas Produk, dan Desain Produk secara signifikan mempengaruhi keputusan yang dibuat terkait pembelian merchandise tim nasional Indonesia. Kata Kunci: Fanatisme. Kualitas Produk. Desain Produk. Keputusan Pembelian ABSTRACT Keywords: Fanaticism. Product Quality. Product Design. Purchase Decision. Alamat Korespondensi In today's soccer, it is imperative for team management to concentrate not only on athletic success but also developing into a profitable business entity. One new source of revenue that is gaining recognition is the sale of official The Indonesian national team has strategically partnered with Espro as a merchandise supplier. The purpose of this study is to examine the impact of Fanaticism. Product Quality, and Product Design on Consumer Decisions to Purchase Indonesian National Team Merchandise. Utilizing quantitative methods and using SPSS v. 26 as an analytical tool, this study involved 96 participants selected through non-probability sampling method. The conclusive findings show that Fanaticism. Product Quality, and Product Design significantly influence the decisions made regarding the purchase of Indonesian national team merchandise. Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Pertandingan sepakbola tidak hanya menyuguhkan performa yang menarik bagi Sektor industri di Indonesia juga ikut serta merasakan dampak positif dari adanya pertandingan tersebut. Salah satu sektor industri yang turut merasakan dampak positifnya yaitu produsen resmi yang mengalami periode peningkatan penjualan selama periode pertandingan berlangsung(Dina Aulia, 2. Saat ini bisa dikatakan bahwa penggunaan merchandise akan memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi masyarakat khususnya pada penggunaan merchandise Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 yang digunakan saat pertandingan bola berlangsung, performa pertandingan sepak bola juga menjadi salah satu faktor meningkatnya penjualan merchandise, hal tersebut sebagai salah satu bentuk upaya suatu dukungan yang diberikan oleh masyarakat pada tim yang di dukung. Salah satu produsen yang merasakan peningkatan performa penjualan adalah Erspo ( Erigo Sport ) yang telah di percaya oleh PSSI untuk memproduksi merchandise Timnas Indonesia. Adapun jenis merchandise yang dijual erigo sport adalah sebagai berikut: Tabel 1. Jenis Merchandise Timnas Erigo Sport . umber: https://erspo. Merchandise Timnas Erigo Sport Jersey Jacket Player Midlayer Replica Parka jacket Supporter Hoodie Vest Long pants Midlayer long pants Formal pants Legging Jogger pants Windrunner Sherpa Short Pants Bag Timnas short 1. Timnas Short pants Timnas Short pants Casual short Socks Long socks Training medium socks Long socks Long socks T-shirt Tshirt Tshirt Tshirt Tshirt Polo shirt Salah satu jenis merchandise yang mengalami peningkatan penjualan adalah jersey bola. Tingginya antusiasme masyarakat akan penggunaan jersey seringkali dirasakan oleh produsen sejak pertandingan di umumkan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya data yang menyatakan bahwa penjualan jersey timnas mengalami peningkatan pesat pada tahun 2024 khususnya di awal rilis penjualan di bulan Maret hingga februari 2025 di marketplace tokopedia, shopee dan bli-bli. Berikut merupakan data berupa grafik total penjualan produk merchandise Timnas Indonesia: Gambar 1. Penjualan Merchandise Timnas Erspo Store di marketplace . https://w. com/merchant/erspo-official-store https://shopee. id/erspo. https://w. com/erspo ) Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 Dari data tersebut dilihat dari penjualan Erspo Official Store pada marketplace sejak rilisnya penjualannya pada bulan Maret 2024 hingga Februari 2025 yang menunjukkan dari 28 produk yang ditawarkan, penjualan jersey menyentuh angka penjualan tertinggi di masingmasing marketplace. Total penjualan tersebut belum termasuk kategori offline store yang tersebar di seluruh Indonesia . Dari padatnya jadwal pertandingan timnas indonesia seperti saat ini menjadi kondisi yang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memasarkan produk merchandise bagi masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap produsen merchandise pasti akan memanfaatkan kondisi ini sebagai sarana untuk memasarkan produknya(Rissan Adam. Peningkatan keinginan masyarakat menjadi alasan utama pembelian merchandise jersey mengalami peningkatan pesat. Selain itu penggunaan jersey digunakan sebagai identitas masyarakat dalam mendukung tim kesayangannya. Jersey merupakan sebuah seragam atau kostum yang digunakan oleh anggota tim atau regu olahraga untuk menunjukkan keanggotaannya atau identitasnya, yang dimana dalam jersey tersebut menunjukkan nama atau nomor atlet, menampilkan warna dan logo tim, serta biasanya juga menyertakan logo sponsor tim(Aji Buwana, 2. Jersey adalah elemen penting dalam sepak bola, jersey memiliki fungsi sebagai pembeda tim yang berbentuk kain rajutan atau baju Jersey tidak hanya digunakan oleh anggota atau atlet tim saja. Namun jersey juga dapat dikenakan oleh masyarakat yang mengidolakan sepak bola tersebut. Salah satu sepak bola yang memiliki jersey menarik dan menjadi icon atau identitas adalah jersey sepakbola tim nasional Indonesia , jersey timnas memiliki banyak peminat di kalangan masyarakat karena memiliki kualitas produk serta desain yang menarik. Produsen jersey timnas memasarkan produknya melalui pemanfaatan media sosial yang ada yang diantaranya yaitu adalah instagram dan juga markelplace yang ada, hal ini menjadikan produk jersey mudah di dapatkan dimana saja, peningkatan minat masyarakat terhadap jersey dibuktikan dengan banyaknya pengikut timnas sebesar 211ribu di platform IG dan 82 ribu pengikut di platform Dalam mempertahankan eksistensinnya, jersey timnas berupaya untuk memperhatikan pada proses Keputusan dalam pembelian yang di lakuka oleh konsumen, maka dari itu, dengan demikian nantinya produk ini bisa dengan mudah menarik konsumennya. Saat ini terdapat banyak elemen yang diperhitungkan saat melihat apa yang membentuk pilihan pembelian, salah satunya adalah sikap fanatik yang ada dalam diri seseorang. Fanatisme merupakan sebuah keyakinan yang sangat kuat yang dapat terwujud dalam kesetiaan, pengabdian dan cinta terhadap suatu doktrin, seperti politik, agama, dan sebagainya. Selain itu, fanatisme dapat diartikan sebagai pandangan akan sesuatu yang dianggap positif ataupun negatif tanpa di dukung oleh teori yang jelas sehingga tidak mudah untuk di ubah dan diperbaiki(Larasati et al. , 2. Tingginya antusias penggemar sepak bola di Indonesia dapat dilihat dari berbagai fenomena yang sering terjadi dalam pertandingan sepak bola. Di mana penggemar biasanya memiliki caranya tersendiri dalam menunjukkan dukungan mereka, salah satunya mengenakan jersey atau baju yang melambangkan identitas dari sepak bola tersebut(Yustisia Purwaningtyas et al. , 2. Adanya fanatisme dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dalam meningkatkan penjualan produk jerseynya. Seiring dengan hasrat yang kuat dari seorang individu, kualitas sebuah produk juga dapat memberikan pengaruh pada keputusan seseorang dalam aspek pembelian sebuah produk jersey. Dalam pembelian produk ini pastinya kualitas produk mencerminkan tingkat kemahiran yang Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 memberikan kinerja yang memenuhi atau melampaui apa yang diharapkan dan diantisipasi oleh pelanggan(Cesariana et al. , 2. Kualitas produk juga ditentukan oleh kemampuannya dalam menjalankan berbagai fungsi, seperti daya tahan, keandalan, presisi, keramahan pengguna, serta kemudahan pemeliharaan dan perbaikan, di samping beberapa karakteristik lainnya(Lystia et , 2. Pembeli akan menjadikan Kualitas Produk sebagai Faktor kepuasan mereka. Ketika sebuah produk tidak sesuai dengan harapan, hal ini dapat menyebabkan ketidakpuasana diantara Sebaliknya jika sebuah produk memenuhi atau melampaui harapan konsmen, hal itu dapat menumbuhkan kepuasan(Hadi & Nastiti, 2. Dengan ini maka kualitas produk dapat dimanfaatkan sebagai salah satu faktor untuk menghadirkan keputusan pembelian terhadap Di luar kualitas sebuah produk, desain dari barang tersebut dapat secara signifikan memengaruhi pilihan konsumen saat membeli produk jersey. Desain mencakup semua aspek yang memengaruhi tampilan, rasa, dan cara kerja produk bagi pembeli. Selain itu, penting bagi desain untuk tetap menyadari dan beradaptasi dengan tren saat ini(Hananto, 2. Pembuatan desain produk yang optimal memerlukan proses intelektual yang ketat, yang mecakup wacana, investigasi, dan kolaborasi di antara semua departemen perusahaan(Handayani et al. , 2. Konsep desain yang baik dipahami sebagai pemahaman yang komprehensif tentang kebutuhan dan harapan pelanggan. Ini adalah istilah yang lebih dari sekedar konsepsi dan fabrikasi produk atau layanan. Intinya, desain memiliki kapasitas untuk mempengaruhi dan membentuk pengalaman pengguna akhir suatu produk, sehingga berdampak pada perilaku dan kepuasan konsumen(Vicky Brama Kumbara1, 2. Desain produk dapat dimanfaatkan untuk menarik para konsumen. Pilihan pembelian merupakan proses pengambilan keputusan terkait pembelian, di mana pelanggan memilih barang yang memenuhi kebutuhan mereka(Dwijantoro et al. , 2. Dalam memutuskan apakah akan melakukan pembelian, individu melewati berbagai fase yang dimulai dengan menyadari adanya masalah, yang dipicu oleh dorongan untuk memenuhi kebutuhan yang Pembeli kemudian mencari rincian tentang layanan yang dibutuhkan dan melanjutkan dengan memilih di antara pilihan yang tersedia. Setelah itu, keputusan untuk membeli dibuat, di mana konsumen menentukan apakah mereka akan membeli lagi berdasarkan kepuasan yang mereka alami(Tirtayasa et al. , 2. Lebih jauh lagi, proses pengambilan keputusan mencakup serangkaian tindakan dan pertimbangan yang akan dilakukan oleh pembeli Ketika saat mereka berusaha untuk mengidentifikasi, pemilihan, memanfaatkan, dan menilai produk dan Proses pelayanan yag sesuai dengan kebutuhan Menurut versi mereka(Ramayani Yusuf 1 et al. , 2. Sebuah tinjauan terhadap penelitian yang ada mengungkapkan kesenjangan yang mencolok di lapangan, terutama terkait peran fanatisme dalam keputusan pembelian menurut (Muhamad Agung Irsyad1 & Indri Ferdiani Suarna2, 2. dinyatakan ada pengaruh yang Positif dan signifikan. Tetapi pada penelitian (Khomsiyah & Sanaji, 2. memberi pernyataan mengenai peran Fanatisme tidak terdapatnya pengaruh secara signifikan terhadap keputusan Kemudian penelitian mengenai kualitas produk dari Penelitian(Alfiah et al. , 2. menyatakan hasil yang ada pengaruh yang positif dan signifikan. Namun penelitian(Reinout Adonis et al. , 2. menghasilkan penelitian yang tidak ada pengaruh secara siginifikan terhadap keputusan pembelian. Dan penelitian yang sudah dilaksanakan sebelumnya mengenai variabel desain produk terhadap keputusan pembelian terdapat celah penelitian. Penelitian(Falah Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 et al. , 2. menyatakan mengenai desain produk terdapat pengaruh positif dan signifikan sedangkan menurut(Rika Hubbina et al. , 2. dengan judul bahwa Desain Produk itu tidak ada pengaruh terhadap proses Keputusan pembelian. Dari ulasan peneliti sebelumnya, disimpulkan bahwa terdapat kekurangan dalam penelitian yang ditemukan dari hasil dan tinjauan terhadap penelitian yang saling bertentangan atau terdapat ketidakcocokan dalam hasil studi sebelumnya. Oleh karena itu, dari kekurangan yang telah dijelaskan, diperlukan ulasan lebih lanjut untuk memperbanyak informasi dan mendukung temuan mengenai AuFanatisme. Kualitas Produk dan Desain Produk terhadap Keputusan Pembelian Merchandise Tim Nasional IndonesiaAy. KAJIAN PUSTAKA Fanatisme Menurut penelitian yang ada sebelumnya, fanatisme diartikan sebagai keyakinan atau kepercayaan yang kuat terhadap sesuatu. Hal ini di tandai dengan perilaku yang ekstrem atau berlebihan dalam menanggapi sesuatu tertentu. Perilaku ini seringkali mengarah pada sikap yang di tandai dengan pengabdian yang bersemangat atau kepatuhan yang tidak perlu di pertanyakan lagi terhadap suatu keyakinan atau tujuan tertentu. Fanatisme dapat dilihat sebagai penyebab dan konsekuaensi dari tindakan atau hasil tertentu(Wardani & Dermawan, 2. Fanatisme biasanya tidak rasional, sehingga argumen rasional tidak mampu meluruskan sifat fanatisme. fanatisme dapat dikatakan sebuah orientasi yang ada pengaruh terhadap seseorang dalam berpikir, memutuskan, dalam memahami persepsi, serta mempengaruhi perasaan(Misbah & Jubaedah, 2. Fanatisme dapat didefinisikan sebagai hasrat yang kuat yang diarahkan pada entitas tertentu, yang dapat mencakup merek, produk, individu . eperti selebrit. , acara tertentu, dan banyak lagi(Theosofi et al. , 2. Indikator fanatisme yaitu(Wardani & Dermawan, 2. Antusiasme, merupakan kondisi mental yang menggambarkan semangat, dorongan positif, dan minat besar terhadap sesuatu. Semangat, merupakan perasaan kuat yang mendorong seseorang untuk meraih keinginan dan tujuannya. Berlebihan, sikap tidak sewajarnya yang ditunjukkan seseorang, cenderung di lebihlebihkan Kesetiaan, merupakan sikap yang berpegang teguh pada janji dan prinsip hidup, tidak melanggar janji atau berkhianat Kepuasan pribadi, merupakan kondisi perasaan ketika mencapai sesuatu yang di inginkan Kualitas Produk Kualitas produk dapat di definisikan sebagai totalitas barang dan jasa yang berhubungan dengan keinginan konsumen. Dalam hal ini, sebuah produk dianggap unggul dan layak dijual jika memenuhi harapan pelanggan(Rozaky Akbar, 2. Kualitas sangat penting bagi produsen yang sedang berusaha bersaing di pasar, karena konsumen menginginkan produk yang berkualitas sebanding dengan harga yang Produsen yang ingin sukses di pasar harus memprioritaskan kualitas, karena pembeli mencari produk yang sesuai dengan biaya yang mereka keluarka(Vicky Brama Kumbara1, 2. Dengan ini kualitas produk merupakan bentuk fisik yang berupa barang yang berdasar kepada aspek keunggulan yang sejalan dengan daya Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 tahan, kepercayaan, kemudahan penggunan, dan kecocokan(Salvara Tyara Aruna et al. , 2. Kualitas produk menunjukkan fungsi utama untuk proses pengambilan keputusan bagi konsumen ketika mereka memilih dalam membeli suatu barang. Berbagai elemen memengaruhi kualitas produk, seperti daya tahan dan ketergantungan pada produk atau suku cadang tambahan, serta atribut fisiknya seperti warna dan desain, dan cara pengemasannya(Puspitasari et al. , 2. Adapun beberapa indikator kualitas produk yaitu(Mariansyah & Syarif, 2. Kinerja, merupakan hasil usaha atau kerja maupun prestasi yang telah di capai baik seseorang ataupun dalam lingkup organisasi. Fitur, performa produk yang berguna untuk menambah daya tarik suatu produk. Spesifikasi, pernyataan atau informasi mengenai produk Estetika, merupakan keindahan citarasa, seni yang dilihat dan dirasakan Desain Produk Desain produk merupakan gambaran terhadap suatu produk, dengan memiliki desain yang bagus dan menarik dapat menjadi sarana untuk menunjang persaingan(Rehansyah et al. , 2. Desain merupakan bagian terpenting dalam sebuah produk barang atau jasa, karena desaindapat menjadi pembeda dengan produk lainnya dengan karakteristik yang unik(Ogy Irvanto & Sujana. Desain produk adalah proses yang digunkan perusahaan untuka mengembagkan produk yang memiliki karakteristik yang dimaksudkan untuk meningkatkan fungsionalitas, daya tahan, atau atribut lainnya, dengan tujuan untuk menarik konsumen(ABDUS SALAM et al. , 2. Indikator desain produk terdiri dari(Ongky Hermawan & Fauzi, 2. Bentuk fisik, merupakan ciri khas fisik pada suatu produk seperti bentuk, warna, model, dan Kenyamanan produk, merupakan kondisi dimana produk dapat dengan mudah digunakan dan memenuhi kebutuhan konsumen. Keunikan produk, merupakan suatu nilai tambah yang menjadikan produk terlihat tidak serupa terhadap produk lainya. Ramah lingkungan, merupakan produk yang tidak mempunyai dampak negatif bagi lingkungan alam. Keputusan Pembelian Keputusan pembelian dimaknai sebagai proses kognitif dengan terlihat pada pemilihan, perolehan, dan kepuasan barang atau jasa yang diinginkan(Dwijantoro et al. , 2. Tindakan membeli produk atau layanan adalah contoh perilaku konsumen, yang didefinisikan sebagi proses pengambilan keputusan yang dilakukan individu ketika memilih barang atau jasa(Debby Cynthia1 et al. , 2. Keputusan pembelian merupakan tahapan penentuan pada dua atau lebih opsi, yang berarti seseorang dapat mengambil keputusan ketika terdapat beberapa pilihan yang tersedia(Putri & Marlien, 2. Keterkaitan keputusan pembelian didalam transaksi berperan penting untuk menilai pilihan atau opsi secara sstemasi dan objektif(Arul Maulana et al. , 2. Adapun beberapa indikator dari keputusan pembelian yaitu(Nel Arianty & Ari Andira, 2. Pembelian produk, tindakan menukarkan barang atau jasa dengan alat transaksi yang sah antara pembeli dan penjual. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 Pembelian merek, merupakan proses Pembelian barang yang mempunyai merk tertentu yang Dimana kita mempunyai daya Tarik untuk membeli barang dengan berbagai merk tersebut. Penentu waktu untuk melakukan pembelian, waktu yang dibutuhkan konsumen dalam memilih pilihan untuk menghasilkan keputusan. jumlah pembelian, banyaknya jumlah pembelian sesuai dengan kebutuhan Kerangka Konseptual Kerangka konseptual didefinisikan sebagai representasi visual yang menggambarkan hubungan antara berbagai variabel. Kerangka pemikiran ini dirumsuskan oleh peneliti setelah mempelajati berbagai teori yang digunakan sebagai dasr penelitiannya(Dhonna Anggreni. Penelitian ini akan menguji tiga variabel: fanatisme (X. , kualitas produk (X. , dan desain produk (X. Variabel dependen. Y, adalah keputusan pembelian. Dengan dimikian, kerangka kerja konseptual yang dimanfaatkan untuk penelitian ini mampu dideskripsikan seperti di bawah ini: Fanatisme (X. Kualitas Produk (X. Keputusan Pembelian (Y) Desain Produk (X. Gambar 2. Kerangka Konseptual Berdasarkan kerangka konseptual diatas, langkah selanjutnya yaitu merumuskan sebuah Hipotesis yaitu jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian yang harus diuji benar atau tidaknya. Hipotesis ini menjelaskan hubungan yang ingin kita teliti atau cari tahu. Dengan kata lain, hipotesis adalah sebuah deskripsi sementara mengenai hubungan antara fenomena kompleks(Dodiet Aditya Setyawan, 2. Oleh sebab itu dalam sebuah penelitian perumusan hipotesis menjadi hal yang sangat vital. Adapun hipotesis yang tertera pda penelitian ini ialah: H1 : Fanatisme ada pengaruh terhadap keputusan pembelian merchandise Timnas Indonesia H2 : Kualitas produk berengaruh terhadap keputusan pembelian merchandise Timnas Indonesia H3 : Desain produk ada pengaruh terhadap keputusan pembelian merchandise Timnas Indonesia METODE Untuk penelitian ini metode yang dimanfaatkan merupakan metodologi kuantitatif. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 Metodologi kuantitatif mengacu pada strategi penelitian yang menggunakan berbagai sampel dan data statistik, yang biasanya ditampilkan dalam bentuk angka(Santosa et al. , 2. Penelitian kuantitatif berkaitan dengan metode investigasi yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan mengikuti prinsip-prinsip ilmiah, yang secara khusus didasarkan pada bukti empiris, dapat diukur secara obyektif, logis, dan metodis, dengan data yang dikumpulkan direpresentasikan secara numerik dan diperiksa melalui teknik statistik(Dhonna Anggreni. , 2. Adapun cara yang dilakukan dalam metode penelitian kuantitatif yaitu dengan penyebaran kuisioner, hal tersebut dilakukan guna memperoleh data yang akurat antara variabel fanatisme. Dengan melihat kuliatas pada produk tersebut dan juga Desain atau cover pada luar produk dalam mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian merchandise Timnas Indonesia. Adapun beberapa investigasi yang di muat dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji t, analisis regresi berganda, dan koefisien determinasi dengan menggunakan Statistic Program for Social Science (SPSS) v. 26 untuk analisa data. ANALISA DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Pengujian validitas ditetapkan dengan menggunakan persamaan df = . , yang untuk hal ini menghasilkan df = 96-2 = 94. Selanjutnya, dalam tabel vertikal untuk r, nilai untuk 94 pada tingkat signifikansi 5% adalah 0,200. Dengan demikian, ini dianggap valid. Fanatisme (X. Kualitas Produk(X. Desain Produk (X. Keputusan Pembelian (Y. Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. Y1. Y1. Y1. Y1. Tabel 2. Hasil uji validitas R hitung R Tabel 0,557 0,200 0,620 0,200 0,567 0,200 0,645 0,200 0,710 0,200 0,524 0,200 0,352 0,200 0,492 0,200 0,422 0,200 0,587 0,200 0,555 0,200 0,541 0,200 0,538 0,200 0,565 0,200 0,620 0,200 0,551 0,200 0,588 0,200 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan temuan yang ditunjukkan tersebut, di mana semua R hitung melebihi yang tercantum dalam R tabel, memiliki hasil yang Dimana Kesimpulan penilaian ini dapat dikatakan validitas dan hasilnya mampu diandalkan dalam mengevaluasi data penelitian. Analisis Regresi Linear berganda Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 Tabel 3. Hasil Uji Analisis Linear Berganda Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients 2,810 Std. Error 1,248 Fanatisme ,167 ,032 Kualitas Produk ,429 ,072 Desain produk ,168 ,011 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Standardized Coefficients Sig. Beta ,264 ,304 ,726 2,252 ,027 5,143 5,922 14,631 ,000 ,000 ,000 Dari hasil pada table tersebut uji regresi linier ganda ini dapat dirumuskan pada persamaan ycU = yca yca1 ycU1 yca2 ycU2 yca3 ycU3 e ycU = 2,693 0,436 X1 0,016 X2 0,279 X3 e Pada persamaan yang sudah dirumuskan tersebut, mampu dideskripsikan seperti di bawah ini. Konstanta . Nilai konstanta bernilai positif sebesar 2. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa adanya pengaruh dari variabel independen seperti fanatisme, kualitas produk, dan desain produk, maka nilai dari variabel dependen yaitu keputusan pembelian akan tetap konstan sebesar Fanatisme Nilai koefisien antara variabel fanatisme dengan keputusan pembelian adalah sebesar 0,167. Hal ini berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang positif. Hal ini terlihat jelas bahwa jika variabel fanatisme mengalami kenaikan satu satuan maka variabel keputusan pembelian juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,167. Kualitas Produk Angka tersebut menunjukkan adanya hubungan antara variabel kualitas produk dengan keputusan pembelian. Dapat dikatakan bahwa kualitas produk naik satu tingkat, maka keputusan pembelian akan naik sebesar 0,429. Desain Produk Angka 0,168 secara definitif menunjukkan hubungan antara variabel desain produk dan keputusan pembelian. Jelas mengenai peningkatan satu unit desain produk akan menghasilkan peningkatan 0,168 unit. pada unit keputusan pembelian. Uji Hipotesis Uji T Prosedur eksperimental yang dimanfaatkan untuk penelitian ini, yang disebut menjadi ujit, memerlukan analisis signifikansi nilai-t di samping nilai t-hitung. Untuk menetapkan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 hubungan yang signifikan secara parsial antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y), nilai t-value harus berada di bawah 0,05 akan tetapi untuk nilai t-hitung harus melampaui nilai t-tabel. Tabel 4. Hasil Uji t Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients 2,810 Std. Error 1,248 Fanatisme ,167 ,032 Kualitas Produk ,429 ,072 Desain produk ,168 ,011 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Standardized Coefficients Beta ,264 ,304 ,726 Sig. 2,252 ,027 5,143 5,922 14,631 ,000 ,000 ,000 Hasil Uji T diatas mampu dianalisis seperti di bawah ini: Fanatisme (X. terhadap keputusan Pembelian (Y) Signifikansi statistik dari nilai T terbukti, karena berada di bawah ambang batas 0,000, yang lebih rendah dari 0,05. Maka dari itu, kami menolak hipotesis nol. H0, dan menerima hipotesis alternatif. H1. Temuan ini membuktikan mengenai antusiasme memainkan peran utama dalam mempengaruhi keputusan pembeli. Nilai t-value secara nyata berada di atas 1. 98609, dengan nilai yang tercatat sebesar 5. yang menegaskan hal ini. Sebagai hasilnya, kami membuang hipotesis nol. H0, dan memilih hipotesis alternatif. H1. Hasil ini menyiratkan mengenai antusiasme memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku konsumen, terutama dalam kaitannya dengan keputusan pembelian Kualitas Produk (X. terhadap keputusan Pembelian (Y) Nilai T-value menunjukkan signifikansi statistik pada tingkat 0,000, yangterdapat kurang dari 0,05. Maka dari itu, hipotesis nol. H0, ditolak, dan sebagai gantinya, hipotesis alternatif. H1. Hasil ini membuktikan mengenai kualitas produk secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Terlihat jelas bahwa nilai t-value melebihi 1. 98609, seperti yang tercermin dari angka 5. Hasilnya, hipotesis nol. H0, ditolak, dan hipotesis alternatif. H1, diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk secara signifikan mempengaruhi perilaku konsumen, terutama mengenai pilihan pembelian mereka. Desain Produk (X. terhadap keputusan Pembelian (Y) Jelas bahwa nilai T-value menunjukkan signifikansi statistik pada ambang batas 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol. H0, ditolak, serta hipotesis alternatif. H1, diterima. Temuan ini membuktikan mengenai desain produk memiliki dampak yang besar pada pilihan pembelian Telah ditetapkan bahwa nilai t berada pada 14,631, angka yang melampaui ambang batas kritis 1,98609. Hasil ini membuktikan mengenai hipotesis nol. H0, ditolak dan hipotesis alternatif. H1, didukung. Temuan ini menunjukkan mengenai desain produk memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumen, terutama dalam hal pilihan pembelian. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 Koefisien determinasi (R. Uji koefisien determinasi pada penelitian ini dilakukan melihat besarnya nilai R square Tabel 5. Hasil Uji r2 Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate ,880a ,775 ,767 1,040 Predictors: (Constan. Desain produk. Fanatisme. Kualitas Produk Uji koefisien determinasi membuktikan mengenai nilai R2 yang dihitung mencapai 0,775, yang berarti 77,5%. Hal ini membuktikan terkait faktor antusiasme, kualitas produk, dan desain produk dapat menjelaskan sekitar 77,5% dari variabel yang berhubungan dengan keputusan Sisa 22,5% disebabkan oleh variabel-variabel tambahan yang bukan merupakan bagian dari penelitian ini. Pembahasan Hasil olahdata yang telah dilakukkan diatas dengan alat bantu SPSS, maka didapatkan hasil dari setiap variabel dari Fanatisme. Kualitas Produk, dan Desain Produk terhadap keputusan pembelian adalah sebagai berikut: Pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Menurut temuan analisis, faktor fanatisme menunjukkan dampak yang positif dan signifikan terhadap pilihan pembelian. Maka dari itu, hipotesis awal telah dikonfirmasi. Hasil terkuat untuk faktor ini muncul dari semangat, khususnya pernyataan. AuMerchandise timnas indonesia memiliki daya tarik yang membuat saya selalu ingin membeliAy. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh fanatisme karena hal tersebut berperan sebagai media pemasaran yang dapat dimanfaatkan oleh para produsen di industri sepak bola. Erspo, misalnya, bekerja sama dengan tim nasional Indonesia yang memiliki suporter dengan tingkat fanatisme yang tinggi. Dengan demikian. Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan-temuan yang dihasilkan oleh para peneliti sebelumnya(Taufan & Azhari, 2. yang mengindikasikan bahwa hal tersebut memiliki dampak positif dan substansial terhadap pilihan pembelian, dan tidak sejalan dengan penelitianpenelitian sebelumnya(Khomsiyah & Sanaji, 2. dengan menjelaskan mengenai fanatisme tidak ada pengaruh dengan keputusan pembelian. Pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Temuan dari analisis mengungkapkan dampak yang substansial dan bermanfaat pada pilihan pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua telah divalidasi. Volume tanggapan terbesar mengenai variabel ini berasal dari indikator Estetika. Pernyataan Autampilan estetika dengan motif budaya indonesia membuat merchandise timnas indonesia menarik dan memuaskan secara visualAy mendapatkan jumlah tanggapan tertinggi. Dalam hal ini. Kualitas sebuah produk mempengaruhi pilihan pembelian karena hal ini membentuk cara pandang pembeli terhadap produk tersebut. Espro menggunakan strategi ini untuk menarik konsumen. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Alexsis Lalas Prakoso1*. Misti Hariasih . Rizky Eka Febriansah3 khususnya para penggemar atau pendukung tim nasional Indonesia. Penelitian ini mencerminkan investigasi yang dilakukan oleh para peneliti lain(Ongky Hermawan & Fauzi, 2. yang mengemukakan jika kualitas produk mempengaruhi Keputusan pembelian secara positif serta signifikan, dan tidak sejalan dengan peneliti terdahulu(Reinout Adonis et al. , 2. yang mengimplikasikan mengenai kualitas suatu produk tidak mempengaruhi keputusan yang dibuat saat membeli. Pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Temuan dari pemeriksaan menunjukkan bahwa elemen desain produk memainkan peran yang bermanfaat dan penting dalam pilihan konsumen. Dengan demikian, hipotesis ketiga dianggap valid. Yang memimpin hasil penelitian merupakan faktor bentuk fisik, disertai dengan pernyataan. AuMerchandise timnas Indonesia memiliki desain yang inovatif dan mengikuti tren. Ay Dalam hal ini, desain produk berdampak pada pilihan pembelian karena desain yang kreatif dan sesuai dengan tren saat ini dapat menarik perhatian konsumen. Espro secara efektif membuat produk yang ditujukan untuk para pendukung tim nasional Indonesia, yang selaras dengan wawasan dari penelitian sebelumnya(Ongky Hermawan & Fauzi, 2. Hal ini mengindikasikan bahwa desain sebuah produk secara positif mempengaruhi pilihan pembelian dengan cara yang berarti, bertentangan dengan temuan dari penelitian sebelumnya(Rika Hubbina et al. , 2. yang mengklaim bahwa desain produk tidak mempengaruhi pilihan pembelian. SIMPULAN Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel Fanatisme. Kualitas Produk, dan Desain Produk memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Merchandise Tim Nasional Indonesia. Dari yang telah dihasilkan, penelitian ini dapat menjadi informasi bermanfaat sebagai salah satu kajian yang menyempurnakan variabel Fanatisme. Kualitas Produk, dan Desain Produk. Untuk peneliti di masa depan, disarankan agar mereka mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang juga berpotensi mempengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, cakupan responden bisa diperluas agar hasil penelitian lebih representatif, misalnya dengan melibatkan penggemar dari berbagai wilayah di Indonesia atau kelompok usia yang Peneliti masa depan juga dapat mempertimbangkan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam motivasi emosional atau psikologis di balik fanatisme terhadap tim nasional Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih beragam dan komprehensif, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku konsumen dalam konteks pembelian merchandise olahraga. REFERENSI