ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MADU DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK) TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) SECARA MAKROSKOPIS Muhammad Azmi Fanany1. Andi Ipaljri Saputra2. Wifa Nur Yasmin3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, muhamadazmi@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, andiipaljri@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, wifanuryasmin31@gmail. ABSTRACT Background: Burns are damage to the skin or other tissues caused by high temperatures, radiation, electricity, or contact with chemicals. Healing by maintaining resistance that has potential to kill bacteria at affordable prices is to use the active substances contained in honey and Moringa leaf. Methods: Research with True Experimental design by giving honey and ethanol extract of moringa leaves in gel preparation to affect the acceleration of second degree burn wound healing in rats With the design of "Post Test Only Control Group Design". The data were analyzed using the Mann Whitney nonparametric test. Result: Analysis of data on the average diameter of wound healing and percentage of wound reduction on day 7 between honey and ethanol extract of moringa leaves with a significance value of 000, on day 14 a significance value of 0. 000 was obtained which means sig. <0. 005 It can be concluded there is a significant difference between the treatment groups. Conclusion: Ethanol extract of moringa leaves has a smaller wound diameter value, which is an average of 12. 09 mm compared to honey which has a wound diameter of 14. 54 mm. Based on the percent reduction value, moringa leaf ethanol extract has a percent wound reduction of 39. compared to honey which has a percent wound reduction value of 27. Keywords : Burns. Wound Healing. Honey. Moringa Leaf ABSTRAK Latar Belakang: Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan lainnya yang disebabkan suhu yang tinggi, radiasi, listrik, atau kontak dengan zat kimia. Penyembuhan dengan mencegah resistensi yang memiliki potensi yang membunuh bakteri dengan harga yang terjangkau adalah memanfaatkan zat aktif yang terkandung dalam madu dan tanaman daun kelor. Metode: Penelitian dengan rancangan True Eksperimental dengan memberikan madu dan ekstrak etanol daun kelor dalam sediaam gel untuk mempengaruhi percepatan penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus secara makroskopis. Dengan rancangan AuPost Test Only Control Group DesignAy. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Nonparametrik uji Mann Whitney. Hasil: Analisis data rata-rata diameter penyembuhan luka dan persentase reduksi luka pada hari 7 antara madu dan ekstrak etanol daun kelor dengan nilai signifikansi sebesar 0. 000 ,Pada hari 14 didapatkan nilai signifikansi sebesar 0. 000 yang artinya sig. < 0. 005 Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kelor memiliki nilai diameter penyusutan luka lebih kecil yaitu rata-rata 12. 09 mm dibandingkan madu yang memiliki diameter penyusutan luka 14. 54 mm. Berdasarkan nilai persentase reduksi luka. Ekstrak etanol daun kelor memiliki persentase reduksi luka sebesar 39,90% dibandingkan dengan madu yang memiliki nilai persentase reduksi luka 27,26%. Kata kunci: Luka Bakar. Penyembuhan Luka. Madu. Daun Kelor Universitas Batam Page 181 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 PENDAHULUAN Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan yang disebabkan oleh suhu tinggi, radiasi, listrik, atau zat kimia (Arif. Prevalensi luka bakar di Indonesia pada tahun 2013 adalah 0,7% (Depkes, 2. Studi menunjukkan bahwa cairan panas dan api adalah penyebab paling umum dari luka bakar di rumah (Intansari, 2. Penyembuhan luka bakar melibatkan langkah-langkah mencegah infeksi dan memberi kesempatan bagi sel epitel berkembang dengan menutupi luka. Proses ini melibatkan fase inflamasi, proliferasi, dan Infeksi dapat mengganggu penyembuhan dengan bakteri (Larissa, 2. Terdapat berbagai obat seperti hidrogel, silver sulfadiazine. MEBO, dan lainnya untuk penanganan luka bakar. Silver sulfadiazine adalah terapi topikal standar dengan harga yang relatif mahal. Penggunaan antibiotik sebagai pengobatan luka bakar dapat menimbulkan resistensi obat (Persada, dkk. Diperlukan alternatif obat yang efektif dan terjangkau untuk mengobati luka bakar dan mencegah resistensi antibiotik. Salah satunya adalah memanfaatkan zat aktif dalam madu dan daun kelor (Moringa Oleifera Lam. yang memiliki potensi tinggi dalam membunuh bakteri. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan desain "Post Test Only Control Group Design" dengan tikus putih yang memiliki luka bakar derajat II sebagai alat uji. Tiap kelompok perlakuan terdiri dari 18 ekor, sehingga total sampel adalah 36 ekor tikus Penelitian mengaklimatisasi tikus dengan lingkungan selama 7 hari, lalu dibuat luka bakar derajat II dengan menempelkan lempengan besi berdiameter 2x2 cm yang dipanaskan suhu 110AeC selama 30 detik, kemudian ditempelkan Universitas Batam pada punggung tikus selama 10 detik. Sebelumnya dilakukan persiapan sampel yaitu madu dan daun kelor. Daun kelor dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Hasil dibuat dalam sedian gel dengan formularium sebagai Tabel 1. Formularium Gel Ekstrak Etanol Daun Kelor Bahan Fungsi Kontrol Posisitf II Ektrak Etanol Bahan aktif Daun Kelor Karbopol 940 Gelling agent (Basi. 1 g Trietanolamin Zat Pengemulsi dan 25 ml Pengalkali Gliserin Humektan 10 ml Metilparaben Pengawet Aquadest Pelarut ad 100 g Total Luka pada tikus diberikan perawatan berdasarkan kelompoknya. Dioleskan sekali sehari pada area luka mulai dari hari pertama hingga hari ke-14. Data diuji menggunakan uji Nonparametrik (Mann Whitne. Untuk mengukur diameter luka dengan Rumus sebagai berikut : yccycu = . 1Ad2Ad3Ad. /4 dan presentase reduksi luka bakar dengan rumus sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil menunjukkan bahwa formula gel ekstrak etanol daun kelor memiliki warna kecoklatan, berbau khas, dan berbentuk semi padat yang mudah dioleskan. Kemudian pH sediaan menunjukan pH Berikut merupakan tabel hasil uji fitokimia Tabel 2. Hasil Uji Fitokimia No. Uji Hasil Alkaloid (-) Flavonoid ( ) Saponin ( ) Tannin ( ) Steroid/Triterpen ( ) Fenol ( ) Page 182 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Perbandingan efektivitas madu dan ektrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam. terhadap percepatan penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain wista. Secara Makroskopis Tabel 3. Hasil Uji Non Parametrik diameter luka hari ke 7 Kelompok Mean Asymp. Sig. Madu (N=. Ekstrak Etanol 14. Daun Kelor (N=. Tabel 5. Hasil Uji Non Parametrik persentase reduksi luka hari ke 7 Kelompok Mean Asymp. (%) Sig. Madu (N=. 82% 1. Ekstrak Etanol 37% 0. Daun Kelor (N=. Tabel 4. Hasil Uji Non Parametrik diameter luka hari ke 14 Kelompok Mean Asymp. Sig. Madu (N=. Ekstrak Etanol 12. Daun Kelor (N=. Tabel 6. Hasil Uji Non Parametrik persentase reduksi luka hari ke 14 Kelompok Mean Asymp. (%) Sig. Madu (N=. 26% 0. Ekstrak Etanol 90% 1. Daun Kelor (N=. Pengamatan (Har. Gambar 1 (Luka Makroskopi. (Madu ) (Ekstrak etanol daun kelor 40%) Hari ke-1 Hari ke Ae 3 Hari ke-7 Hari ke-14 Hasil Uji Mann-Whitney pada diameter luka hari ke-7 dan ke-14 menunjukkan nilai signifikansi 0. 000 (Sig. , menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata diameter luka yang diberikan madu dan ekstrak etanol daun kelor. Hasil untuk data persentase reduksi luka pada hari ke-7 dan ke-14. Universitas Batam nilai signifikansi sebesar 0. 000 (Sig. < 0. Hal ini juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Dari hasil pengamatan didapatkan Ekstrak etanol daun kelor dengan konsentrasi 40% paling efektif dalam percepatan penyembuhkan luka bakar yang menunjukkan diameter luka paling kecil, persentase Page 183 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 penyembuhan yang paling tinggi, serta waktu pembentukan keropeng yang lebih cepat. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan dalam kandungan ekstrak etanol daun kelor dapat mempengaruhi kecepatan penyembuhan luka pada tikus. Ekstrak etanol daun kelor memiliki kandungan senyawa di dalamnya seperti flavonoid, tanin, dan triterpenoid sebagai anti inflamasi dan antioksidan. Antioksidan mengurangi radikal bebas yang merusak membran sel, serta mengurangi pelepasan mediator peradangan, yang mempercepat penyembuhan luka (Ruswanti,2. Senyawa alkaloid dan terpenoid dapat mengganggu proses pembentukan dan penyususnan lapisan dinding sel bakteri yang dapat menyebabkan kematian bakteri itu sendiri (Isramilda, 2. Adapun Penggunaan madu untuk proses penyembuhan luka bakar pada penelitian ini menggunakan madu kemasan atau Madu Nusantara, berdasarkan Dalam RSCM membandingkan potensi antibakterial madu lokal Indonesia (Madu Murni Nusantar. dan madu manuka, disimpulkan bahwa madu lokal Indonesia Pseudomonas aeruginosa. MRSA, dan Staphylococcus aureus. KESIMPULAN Terdapat perbedaan efektivitas dalam mempercepat penyembuhan luka bakar pada tikus antara madu dan ekstrak etanol daun Ekstrak etanol daun kelor menunjukkan diameter penyusutan luka rata-rata 12. 09 mm, lebih kecil dari madu yang mencapai 14. Persentase reduksi luka ekstrak etanol daun kelor juga lebih tinggi, yakni 39,90% dibandingkan dengan madu yang hanya 27,26% DAFTAR PUSTAKA