Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KACANG TANAH DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH ANALYSIS OF THE FEASIBILITY OF PEANUT FARMING IN PRINGGARATA DISTRICT CENTRAL LOMBOK REGENCY Aeko Fria Utama FR 1. Dudi Septiadi 2 1, 2 Masuk: 13 Juni 2025 Universitas Mataram aekofr@unram. id, 2 dudi@unram. Penerimaan: 21 Juni 2025 Publikasi: 28 Juni 2025 ABSTRAK Kacang tanah termasuk dalam kelompok tanaman leguminosa yang memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Selain fungsinya sebagai sumber protein nabati, kacang tanah juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan, sehingga dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai bahan baku dalam berbagai industri pengolahan. Namun, di tengah potensi ekonomi tersebut, tingkat kelayakan usahatani kacang tanah di Kabupaten Lombok Tengah belum banyak dikaji secara mendalam, sehingga diperlukan analisis untuk menilai sejauh mana usaha ini memberikan keuntungan secara finansial bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk . Menganalisis kelayakan usahatani kacang tanah di Kabupaten Lombok Tengah. Mengetahui kendala yang dihadapi petani kacang tanah di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik survey. Unit analisis dalam penelitian ini usahatani kacang tanah di Kabpupaten Lombok Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . rata-rata biaya produksi usahatani kacang tanah sebesar Rp 648 /Ha, rata-rata pendapatan usahatani kacang tanah sebesar Rp 4. 360 /Ha dan nilai R/C rasio pada usahatani kacang tanah sebesar . Kendala yang dihadapi oleh petani adalah adanya serangan hama penyakit dan fluktuasi harga. Kata kunci: Kelayakan Usaha. Usahatani. Kacang Tanah ABSTRACT Peanuts are classified as leguminous crops that play a strategic role in fulfilling the food needs of the population. In addition to serving as a source of plant-based protein, peanuts also possess significant economic value, making them useful not only for household consumption but also as raw materials in various processing industries. However, despite this economic potential, the feasibility of peanut farming in Central Lombok Regency has not been extensively studied, highlighting the need for an analysis to assess the extent to which this agricultural activity generates financial benefits for farmers. This study aims to . Analyze the feasibility of peanut farming in Central Lombok Regency. Determine the obstacles faced by peanut farmers in Central Lombok Regency. The research method used in this study is the descriptive method. While the data collection technique in this study uses a survey The unit of analysis in this study is peanut farming in Central Lombok Regency. The types of data used in this study are qualitative data and quantitative data. The data sources used in this study are primary Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 data and secondary data. The results of the study showed that . the average production cost of peanut farming was Rp. 12,459,648 / Ha, the average income of peanut farming was Rp. 4,863,360 / Ha and the R / C ratio value in peanut farming was . The obstacles faced by farmers are pest attacks and price Keywords: Business Feasibility. Farming. Peanuts Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENDAHULUAN Tanaman pangan merupakan salah satu subsektor yang berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia, untuk memenuhi kebutuhan akan gizi masyarakat, pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan merupakan salah satu pilar utama dalam menopang ekonomi nasional yang berkelanjutan. Sistem pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi serta menjaga ketersediaan pangan yang cukup (Rumawas et al. , 2. Tanaman pangan merupakan tanaman utama yang dikonsumsi manusia yang mengandung karbohidrat dan protein didalamnya serta sebagai sumber energi bagi manusia. Jenis tanaman pangan pada umumnya dibagi menjadi tiga yaitu serelia . eperti: padi, jagung dan gandu. , kacang-kacangan . eperti: kacang tanah, kedelai dan kacang hija. dan umbi-umbian . ubi kayu, ubi jalar, dan tala. (Febrizki, 2021 . Sitepu et al. , 2. Kacang tanah merupakan salah satu tanaman leguminose yang sangat berperan penting bagi kebutuhan pangan, selain itu memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga banyak yang menjadikan kacang tanah selain bahan pangan juga sebagai bahan industri. Kacang tanah merupakan komoditas agrobisnis yang bernilai ekonomi cukup tinggi dan merupakan salah satu sumber protein dalam pola pangan penduduk Indonesia (Gunari et al. , 2. Dari perspektif pembangunan pertanian, hal yang paling penting terkait usahatani kacang tanah adalah bahwa usahatani kacang tanah harus terus mengalami perubahan, baik dari segi skala maupun struktur. Penggunaan metode usahatani yang sesuai untuk kondisi pertanian yang masih bersifat tradisional tidak akan menjadi cara yang paling efektif apabila tujuannya adalah untuk memaksimalkan produksi pangan guna memenuhi kebutuhan dasar keluarga petani (Soedarto dan Ainiyah, 2. Provinsi Nusa Tenggara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berpotensi untuk pengembangan Usahatani kacang tanah karena memiliki jenis tanah, kondisi iklim, dan topografi yang mendukung. Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu kabupaten yang memproduksi kacang tanah. Kecamatan Pringgarata merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Tengah, dengan keadaan wilayah dan pengairan yang sangat mendukung menyebabkan banyak jenis tanaman pangan yang dapat budidayakan di kecamatan ini, seperti padi, jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Namun yang paling banyak ditanam setelah padi yaitu kacang tanah. Pada tahun 2020 produksi kacang tanah di Kecamatan Pringgarata mencapai 3. 479,5 ton dengan luas panen sebanyak 677 Ha (Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industri pakan dan makanan di Indonesia (Sembiring et al. , 2. Tanaman kacang tanah memiliki peranan yang sangat penting bagi petani yang mengusahakannya di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Usahatani kacang tanah Sudah dilakukan sejak lama dan turun-temurun tujuannya adalah sebagai sumber pendapatan utama bagi petani. Hal ini dikarenakan tanaman kacang tanah mampu memberikan pendapatan yang relatif lebih tinggi, karena harga jual kacang tanah mentah maupun kering yang diterima petani rata-rata relatif tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sangat diperlukan upaya untuk mengetahui besarnya produksi besarnya biaya produksi dan harga jual produksi usahatani kacang tanah, terutama untuk dapat mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dari suatu usahatani kacang tanah. Sehingga tujuam dari penelitan ini adalah untuk menganalisis kelayakan usahatani kacang tanah dan mengetahui kendala yang dihadapi petani kacang tanah di Kabupaten Lombok Tengah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif (Surakhmad, 2. , dan pengumpulan data dilakukan melalui metode survei (Nazir, 2017. Sugiyono, 2. Penelitian dilakukan pada tahun 2024 di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Daerah ini dipilih secara purposive sampling, atas pertimbangan bahwa kecamatan tersebut adalah salah satu kecamatan dengan areal dan produksi kacang tanah terbesar. Desa Sisik dan Desa Sintung dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan kedua desa tersebut adalah Desa yang melakukan usahatani kacang tanah terbanyak dibandingkan desa lainnya Unit analisis adalah pelaku usahatani kacang tanah di Kecamatan Pringgarata. Ditetetapkan sebanyak 30 responden yang dipilih melalui quota sampling, dengan rincian 15 responden di Desa Sisik dan 15 responden di Desa Sintung. Data dianalisis secara deskriptif. Rumus yang digunakan sebagai berikut: Analisis biaya usahatani manggis dengan menggunakan rumus berikut (Soekartawi, 2. TC = IC OC Keterangan: TC = Total Cost (Biaya tota. (R. IC = Investment Cost (Biaya Investas. (R. OC = Operational Cost (Biaya oparesiona. (R. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Untuk menganalisis keuntungan usahatani manggis, meggunakan rumus (Suratiyah, 2. A= TR Ae TC Keterangan: A = Profit (Keuntunga. (Rp/h. TR = Total Revenue (Total Penerimaa. (Rp/h. TC = Total Cost (Total Pengeluara. (Rp/h. Analisis Kelayakan (R/C rasi. Menurut Soekartawi . R/C adalah singkatan dari Return Cost Ratio atau perbandingan antara penerimaan dan biaya. Untuk menganalisis kelayakan suatu usahatani digunakan analisis R/C rasio denagn rumus sebagai berikut: ycU y ycEyc R/C = yaya ycOya Keterangan: R = Penerimaan C = Biaya Y = Jumlah Produksi (Outpu. Py = Harga Output FC = Biaya Tetap VC = Biaya Variabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Umur Responden Berdasarkan tabel 1 dapat di lihat bahwa rata-rata umur petani kacang tanah paling banyak berada pada kisaran 15 Ae 64 tahun yaitu sebanyak 29 orang . %). Sedangkan umur responden petani kacang tanah paling sedikit berada pada kisaran > 64 tahun 1 orang . %). Tabel 1. Umur Responden Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah. Petani Kacang Tanah Umur Responden (Tahu. Jumlah (Oran. Persentase (%) <15 15 Ae 64 > 64 Jumlah Rata-rata Sumber: Data primer diolah, 2024. Klasifikasi umur dikelompokkan menjadi 3 yaitu, . kelompok anak dibawah usia 15 tahun, . usia produktif dimulai dari umur 15 Ae 65 tahun, dan . kelompok lanjut usia yaitu umur 65 ke atas (Subri, 2. Sehingga dapat di simpulkan bahwa rata-rata umur responden petani kacang tanah masih tergolong usia produktif. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Tingkat Pendidikan Responden Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat tingkat pendidikan Petani Kacang tanah terbanyak yaitu Tamat SD sebanyak 13 orang . 33%) dan tingkat pendidikan paling sedikit yaitu SLTA sebanyak 1 orang . 33%). Menurut Irianto . semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima dan menyerap berbagai bentuk teknologi, sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya dalam menghasilkan suatu produk. Tabel 2. Tingkat Pendidikan Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah . Petani Kacang Tanah No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Oran. Persentase (%) Tidak Sekolah Tidak Tamat SD Tamat SD SLTP SLTA Sarjana (S. Jumlah Sumber:Data primer diolah, 2024. Jumlah Tanggungan Keluarga Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa jumlah tanggungan petani kacang tanah terbanyak berada pada kisaran 1 - 2 orang yaitu sebanyak 15 orang . %) dan jumlah tanggungan terendah berada pada kisaran 5 - 6 orang yaitu sebanyak 2 orang . 67%). Tabel 3. Jumlah Tanggungan Keluarga Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Petani Kacang Tanah Jumlah Tanggungan (Oran. Jumlah (Oran. Persentase (%) 1Ae2 3Ae4 5Ae6 Jumlah Rata-rata Sumber: Data primer diolah, 2024. Pengalaman Berusahatani Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa rata-rata pengalaman berusahatani petani kacang tanah terbanyak berada pada kisaran 10 Ae 20 tahun . 67%) dan pengalaman berusahatani paling sedikit berada pada kisaran 31 Ae 40 tahun . %). Artinya berdasarkan data ini menunjukkan bahwa petani memiliki pengalaman usahatani yang sangat panjang, sehingga telah banyak melewati berbagai kendala dalam menjalankan usahatani. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Tabel 4. Pengalaman Berusahatani Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Petani Kacang Tanah No. Lama Berusahatani (Tahu. Jumlah (Oran. Persentase (%) 10 Ae 20 36,67 21 Ae 30 33,33 31 Ae 40 Jumlah Rata-rata Sumber: Data primer diolah, 2024. Luas Lahan Garapan Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa rata-rata luas lahan responden petani kacang tanah yaitu sebesar 0. 15 Ha. Luas lahan responden petani kacang tanah berada pada kisaran <0. 50 Ha yaitu sebanyak 30 orang . %). Hasil ini menunjukkan petani kacang memang memiliki lahan yang sempit dan masuk kepada kategori petani gurem, yaitu petani yang memiliki lahan kurang dari 1 hektar. Tabel 5 Luas Lahan Garapan Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Usahatani Kacang Tanah No. Luas Lahan (H. Jumlah (Oran. Persentase (%) < 0. 50 Ae 1. >1. Jumlah Rata-rata Sumber: Data primer diolah, 2024. Status Kepemilikan Lahan Berdasarkan tabel 6 dapat di lihat bahwa status kepemilikan lahan pada petani kacang tanah lahan milik sendiri sebanyak 30 orang . %). Meski memiliki lahan yang relatif sempit, akan tetapi petani kacang pada penelitian ini memiliki lahannya secara mandiri. Akan tetapi perlu ditingkatkan dari aspek manajemen usahataninya agar lahan yang sempit tersebut tetap efisien dalam berproduksi. Tabel 6. Status Kepemilikan Lahan Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Usahatani Kacang Tanah No. Status Kepemilikan Lahan Jumlah (Oran. Persentase (%) Milik Sendiri Sewa Jumlah Sumber: Data primer diolah 2024. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Analisis Biaya Produksi Usahatani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Biaya produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh biaya yang di keluarkan oleh petani kacang tanah dalam satu kali proses produksi atau dalam satu musim tanam. Biaya produksi meliputi biaya variabel . ariabel cos. dan biaya tetap . ixed cos. Tabel 7. Biaya Sarana Produksi dan Biaya Lainnya pada Usahatani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Usahatani Kacang Tanah Per Ha No. Biaya Variabel Satuan Fisik Fisik Nilai Benih 83,41 Jumlah 83,41 Pupuk Pestisida - Roudup Liter 1,33 - Gramoxone Liter 0,77 - Amistartop Liter 0,02 - Dharmabas Liter 0,35 - Score Liter 0,50 Jumlah 2,97 Lainnya - Karung Buah 53,32 - Tali Rafia 6,42 - Biaya pengairan Jumlah 59,74 Tenaga Kerja TKDK HKO 49,03 TKLK HKO 61,06 Jumlah 110,09 Total Sumber: Data primer diolah, 2024. Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata biaya sarana produksi dan biaya lainnya pad a usahatani kacang tanah sebesar Rp 7. 881 /Ha. Pada usahatani kacang tanah penggunaan benih sebanyak 83,41 Kg /Ha dengan nilai sebesar Rp 2. 947 /Ha. Pada usahatani kacang tanah tidak terdapat biaya sarana produksi pupuk karena petani kacang tanah dalam penelitian ini tidak ada yang menggunakan pupuk. Pemupukan pada usahatani kacang tanah bisa tidak dilakukan karena tanaman kacang tanah merupakan salah satu tanaman yang memiliki bintil akar (Soviani et al. , 2. Bintil akar pada kacang tanah mengandung bakteri rhizobium yang dapat mengikat unsur N (Nitroge. yang ada di udara. Namun pemupukan juga bisa dilakukan pada tanaman kacang tanah dengan memberikan pupuk yang mengandung unsur Fosfat dan Kalium, sehingga pupuk yang cocok diberikan untuk tanaman kacang tanah yaitu pupuk NPK (Damanik et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, alasan petani tidak melakukan pemupukan yaitu karena jika dilakukan Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 pemupukan maka hanya akan berpengaruh pada pertumbuhan daun dan batang tanaman serta tidak memperbanyak polong, sehingga petani lebih memilih menggunakan score karena menurut petani responden dengan menggunakan score maka dapat memperbanyak polong kacang tanah. Pada usahatani kacang tanah rata-rata biaya sarana produksi pestisida sebesar Rp 713. /Ha. pada usahatani kacang tanah rata-rata biaya lainnya sebesar Rp 397. 014 /Ha terdiri dari pembelian karung sebesar Rp 144. 248 /Ha, pembelian tali rafia sebesar Rp 38. 717 /Ha dan biaya pengairan sebesar Rp 214. 049 /Ha. Biaya penggunaan tenaga kerja dalam keluarga pada usahatani kacang tanah sebanyak 49,03 HKO/Ha dengan rata-rata biaya sebesar Rp 172/Ha. penggunaan tenaga kerja luar keluarga pada usahatani kacang tanah sebanyak 61,06 HKO/Ha dengan rata-rata biaya sebesar Rp 1. 031 /Ha. Tabel 8. Biaya Tetap Pada Usahatani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah . No. Biaya Tetap Usahatani Kacang Tanah/Ha/MT (R. Penyusutan Alat Sewa Lahan Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2024. Berdasarkan tabel 8 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata biaya tetap pada usahatani kacang tanah sebesar Rp 5. 768 /Ha. Rata-rata biaya penyusutan alat pada usahatani kacang tanah sebesar Rp 381. 883 /MT. Rata-rata biaya sewa lahan pada usahatani kacang tanah sebesar Rp 4. 885 /MT. Analisis Kelayakan Usahatani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Berdasarkan tabel 10 dapat dilihat bahwa rata-rata produksi usahatani kacang tanah 474 Kg /Ha dengan rata-rata harga Rp 4. 983 /Kg. Rata-rata penerimaan usahatani kacang tanah yaitu sebesar Rp 17. 009 /Ha. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani kacang tanah yaitu sebesar Rp 12. 648 /Ha. Rata-rata pendapatan usahatani kacang tanah yaitu Rp 4. 360 /Ha. Suatu usahatani dapat dikatakan layak untuk diusahakan apabila nilai R/C > 1. Nilai R/c rasio diperoleh dari hasil pembagian antara total penerimaan dengan total Tabel 10. Nilai Biaya. Penerimaan. Pendapatan, dan R/C rasio Pada Usahatani Kacang Tanah Kabupaten Lombok Tengah No. Rincian Usahatani Kacang Tanah (Per H. Produksi (K. Harga (R. Penerimaan (R. Biaya (R. Pendapatan (R. R/C rasio 1,39 Sumber: Data primer diolah, 2024. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Berdasarkan tabel 10 dapat dilihat bahwa nilai R/C rasio usahatani kacang tanah diperoleh R/C rasio sebesar . > 1 yang artinya setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,39. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Bulu et al. , 2. di Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa nilai R/C ratio usahatani kacang tanah di sebesar 2,65. Berdasarkan nilai R/C tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa usahatani kacang tanah layak untuk diusahakan di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Kendala Yang Dihadapi Petani Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Tengah Hama Penyakit Tanaman Hama tikus menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh petani kacang tanah. Hama tikus umumnya menyerang tanaman kacang tanah saat polong tanaman kacang tanah sudah Selain tikus, hama ulat juga menjadi salah satu hama yang banyak merugikan petani karena ulat merupakan salah satu hama yang banyak menyerang berbagai tanaman terutama pada bagian daun. Pada tanaman kacang tanah ulat menyerang pada bagian daun. Daun tanaman yang terserang hama ulat menjadi bolong-bolong bahkan hanya tersisa tulang daunnya saja karena habis di makan ulat. Fluktuasi harga Fluktuasi merupakan suatu gejala turun naiknya harga yang terjadi pada pasar. Fuktuasi ini banyak dialami oleh produk pertanian. Pada saat panen raya biasanya harga akan turun karena jumlah penawaran lebih banyak daripada permintaan. Untuk komoditas pertanian yang tahan lama biasanya petani akan menunggu harga yang relative mahal untuk menjual hasil Namun beberapa petani juga memilih untuk langsung menjual hasil pertaniannya dengan harga yang murah dikarenakan kebutuhan ekonomi yang harus segera dipenuhi. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Rata-rata biaya produksi usahatani kacang tanah yaitu sebesar Rp 12. 648 /Ha. Rata-rata pendapatan usahatani kacang tanah yaitu sebesar Rp 4. 360 /Ha. Nilai R/C rasio usahatani kacang tanah sebesar . artinya setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,39. Kendala yang dihadapi petani jagung maupun kacang tanah yaitu adanya serangan hama penyakit tanaman dan fluktuasi harga. Saran: Untuk petani diharapkan lebih intensif dalam Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 pemeliharaan tanaman jagung maupun kacang tanah dengan cara melakukan sanitasi lahan seperti pembersihan gulma secara rutin agar tanaman tidak mudah terserang penyakit DAFTAR PUSTAKA