http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian The Effect Of Giving Green Tea (Camellia Sinensis L. ) on Leukocyte Counts of Smokers Arina Novilla1. Fini Ainun Qolbi Wasdili1. Novalia Rachma Suseno 1 Abstrak Latar Belakan g: Asap rokok terdi ri dari asap utama . ain strea. yang mengandung 25% kadar bahan berbahaya dan asap sampi ngan . ide strea. yang mengandung 75% kadar bahan berbahaya. Asap rokok men gandun g l ebi h dari 4000 bahan kimi a berbahaya, di antaran ya nikotin, tar, timbal , karbonmonoksi da (CO) dan berbagai radi kal bebas l ainn ya yang bersi fat karsi nogenik. Seti ap hembusan asap rokok men gandung 1015 radikal bebas oksi datif yang merupakan sumber utama pen yebab stres oksi datif yang berpoten si sebagai medi ator disfungsi endotel i al , penin gkatan trombogenesi tas darah, dan respon i nfl amasi . Seseorang yang merokok dal am jangka waktu yan g l ama secara terus men erus diketahui memiliki juml ah l eukosi t 20-25% l ebih ti nggi dibandi ngkan oran g yan g ti dak Diketahui masuknya ni kotin ke dal am tubuh yang menyebabkan terjadi nya l eukosi tosi s aki bat bersi rkulasinya catechol amine karen a kenaikan hormon seperti epi nephri ne dan korti sol ol eh nikotin. Tujuan: Mel i hat nil ai hi tung jeni s l eukosi t pada perokok yang mengonsumsi teh hijau (Camelli a si nensi s L). Metode: Berdasarkan hasi l pen eli tian di dapatkan nil ai sig pada eosi nofil sebesar . neutrofi l segmen . n eutrofil batang . l imfosi t . dan nil ai pada monosi t yang l ebi h kecil . Kesimpulan : Berdasarkan pen eli ti an i n i di simpulkan bahwa dari 28 sampel perokok akti f di dapatkan responden yang memiliki penin gkatan pada monosi t seban yak 17 orang . ,7%) dapat di simpulkan bahwa teh hi jau memiliki pengaruh namun ti dak signifikan terhadap nil ai hi tun g jeni s l eukosi t untuk men etral i si r radikal bebas yang di sebabkan ol eh rokok. Kata Kunci: Teh Hijau. Hitung Jenis Leukosit. Perokok Aktif Abstract Background: Cigarette smoke consi sts of the mai n smoke . ain strea. whi ch contai ns 25% l evel s of hazardous materi al s and si de streams whi ch contain 75% level s of hazardous materi al s. Ci garette smoke contai ns more than 4000 harmful chemi cal s, i ncludin g ni cotine, tar, l ead, carbon monoxi de (CO) and vari ous other free radicals whi ch are carci nogeni c. Each puff of cigarette smoke contai ns 1015 oxi dati ve free radicals which are the mai n source of oxi dati ve stress whi ch has the poten ti al as a medi ator of endothel i al dysfunction, i ncreased blood thrombogenei ty, and infl ammatory response. Someon e who smokes continuousl y for a l on g time i s known to have a leukocyte count 20-25% hi gher than peopl e who don't smoke. It is known that the entry of nicoti n e i nto the body causes l eukocytosi s due to the ci rcul ation of catechol amines due to the i ncrease i n hormones such as epi nephri ne and corti sol by ni cotine. Objecti ve: Seei ng the l eukocyte count val ues i n smokers who consume green tea (Camelli a si nen si s L). Methods : Thi s research method uses descri pti ve method. The research sampl es were taken from active smokers in the Unjani FITKES envi ron ment as many as 28 sampl es. Data col l ecti on was carri ed out by fillin g out questi onn ai res and consen t forms. Then an examin ati on of the l eukocyte count was carri ed out i ncl udi ng the value of eosin ophi l s, segment neutrophils, stem neutrophil s, l ymphocytes and monocytes. Data anal ysi s is reported as a percentage. Results : Based on the resul ts of the study, the si g val ue for eosi nophi l s was . , segmen t n eutrophi l s . stem neutrophi l s . , l ymphocytes . an d monocytes were smal ler . i t can be concl uded that green tea has an effect but not si gnifi can t on the l eukocyte count val ue to neutral i ze free radi cals caused by smoki ng. Con clusi on : Based on thi s study, i t was concl uded that from 28 samples of acti ve smokers, it was foun d that 17 peopl e . 7%) had an i ncrease i n monocytes. It can be concl uded that green tea has an effect, but not signifi cantl y, on the l eukocyte count val ue to neutrali ze free radi cal s caused by smoking. Keywords: Green Tea. Leukocyte Count. Active Smoker Submitted : 9 August 2023 Revised: 22 December 2023 Affiliasi penulis : 1 Program Studi D3-Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi. Korespondensi : Novalia Rachma Suseno novilla73@gmail. com Telp: 628122180284 Accepted: 27 June 2024 PENDAHULUAN Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70-120 mm dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Rokok dapat dibuat dari Nicotina tobacum. Nicotiana rustica, spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan Rokok di bakar ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya di hisap dan dihirup melalui mulut ujung lain . Merokok kematian terbesar di seluruh dunia, serta merupakan penyebab utama Penyakit arteri koroner yang terjadi 2-4 kali lebih tinggi pada perokok dibandingkan yang bukan Masalah kesehatan lain juga seperti kanker paru, emfisema dan bronkitis kronik juga terjadi akibat merokok yang disebabkan karena keterpaparan bahan kimia dalam rokok terutama zat nikotin. Diketahui terdapat lebih dari 4000 zat terkandung di dalam rokok. Zat kimia yang paling besar dan berbahaya yang terkandung pada asap rokok yaitu nikotin, tar dan karbon monoksida . Berdasarkan data World Health Organization 2019, tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang per tahun di seluruh dunia. Lebih dari 8 juta kematian tersebut dihasilkan dari penggunaan tembakau secara langsung, sementara sekitar 1,2 juta kematian itu dialami oleh perokok pasif. Negara pada Association of South East Asian Nations (ASEAN) merupakan kawasan dengan 10% dari seluruh perokok di dunia dan kawasan dengan 20% penyebab kematian global akibat tembakau. Data tersebut juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan terbanyak di negara ASEAN . ebih dari 50%) . Tanaman teh (Camellia sinensis L. pertama kali ditemukan di Asia Tenggara oleh kaisar Shen Nung pada 2737 SM dan telah dikonsumsi oleh orang Tiongkok sejak ribuan tahun lalu yang saat ini hampir setiap negara di dunia telah memanfaatkan Berdasarkan fermentasinya, terdapat empat jenis teh yaitu teh hijau, teh oolong, teh hitam, dan teh Teh hijau merupakan jenis teh non fermentasi yang diperoleh dengan proses pengukusan daun teh segar pada suhu tinggi sehingga menginaktivasi enzim pengoksidasi dan menjaga kandungan polifenol tetap utuh. Sedangkan, teh oolong diperoleh melalui proses fermentasi sebagian daun teh, teh hitam melalu proses fermentasi seluruh daun teh, dan teh putih pengeringan tunas dan daun teh muda yang belum hijau . Keempat jenis teh tersebut berasal dari tanaman yang sama (Camellia sinensis L. namun memiliki perbedaan yang signifikan pada senyawa bioaktifnya yaitu polifenol. Senyawa polifenol memiliki khasiat bagi merupakan golongan terbesar dari senyawa tersebut yang memiliki efek kardioprotektif, yaitu antioksidan kuat. Salah satu senyawa golongan flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang tinggi yaitu Katekin dalam teh hijau terdiri atas (EGCG), epigallatocatechin (EGC), epicatechin-3gallate (ECG), dan epicatechin (EC). Senyawa flavonoid ini merupakan suatu antioksidan yang sangat banyak memliki manfaat bagi kebutuhan tubuh makhluk hidup dan dapat bermanfaat untuk memperbaiki sel rusak yang diakibatkan oleh adanya radikal bebas . Leukosit adalah sel darah yang mengandung inti, disebut juga sel darah Jika dilihat dalam mikroskop cahaya maka sel darah putih mempunyai granula spesifik . mempunyai bentuk inti yang bervariasi dan yang tidak memiliki granula . inti berbentuk bulat atau bentuk ginjal. Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap zat-zat asing . Pemeriksaan leukosit dilakukan untuk mengetahui kelainan sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas tubuh, evaluasi infeksi bakteri dan virus, proses metabolik toksik dan keganasan sel darah putih . Hitung jenis leukosit . eukocyte menghitung persentase jenis-jenis leukosit di dalam darah tepi. Leukosit yang dihitung dari apusan darah tepi sebanyak 100 sel. Lima jenis leukosit yang dihitung, yaitu neutrofil . atang dan segme. , monosit, eosinofil, dan basophil . Asap rokok mengandung radikal bebas dalam jumlah yang sangat tinggi. Diperkirakan dalam satu kali hisapan rokok terdapat 1014 molekul radikal bebas atau oksigen yang reaktif Reactive Oxygen Species (ROS) . yang mengakibatkan peningkatan hitung jenis leukosit sehingga diperlukan antioksidan. Peningkatan kadar hitung jenis leukosit disebabkan oleh rokok Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 dapat dicegah dengan cara berhenti menghisap rokok dan mengonsumsi salah satu antioksidan alami yang terdapat pada tumbuhan yaitu teh hijau. Dalam teh hijau terdapat antioksidan alami yang bersifat menangkal reaksi berantai radikal bebas. Efek antioksidan berasal dari kemampuan teh hijau untuk membatasi jumlah radikal bebas dengan mengikat reactive oxygen species (ROS) . METODE Metode penelitian yang digunakan pemberian teh hijau selama dua minggu pada 28 responden perokok. Responden mengonsumsi teh hijau sebanyak 2 kali dalam sehari, setiap kali minum sebanyak 3 gr,diseduh dalam 200 ml air panas. Sebelum pemberian teh hijau dilakukan pemeriksaan nilai hitung jenis leukosit, setelah 2 minggu pemeriksaan nilai hitung jenis leukosit. Penelitian dilakukan pada Februari sampai dengan Maret 2023. Dimulai dengan pengisian informed consent. Dilanjutkan pemeriksaan hitung jenis leukosit, hasil dicatat di log book kemudian data diolah menggunakan perangkat lunak HASIL Tabel 1 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Pertan yaan Rent ang <2 tahun 2-4 thn 4-6 thn 8-10 thn >10 thn Juml ah Persentase (%) 21,4% 25,0% 14,3% 10,7% 28,6% Berapa lama si rokok Berapa rokok yan g di konsumsi per hari 32,1% 50,0% 14,3% 3,6% Usia 71,4% 10,7% 10,7% 7,1% Pada tabel 1 di atas menunjukan karakteristik responden berdasarkan lama merokok, responden yang paling banyak ditemukan pada rentang >10 sebanyak 8 0rang . ,6%) kategori perokok sedang dan yang paling sedikit ditemukan pada yang merokok 8-10 tahun sebanyak 3 orang . ,7%) kategori perokok ringan. Karateristik responden berdasarkan berapa batang rokok yang dikonsumsi perhari, responden yang paling banyak ditemukan pada rentang 6-10 batang sebanyak 14 orang . ,0%) dan yang paling sedikit ditemukan pada rentang 16-20 batang sebanyak 1 orang . ,6%). berdasarkan usia di dapatkan hasil terbanyak yaitu berusia sekitar 18-25 tahun sebanyak 20 orang . ,4%) dan paling sedikit berusia sekitar 42-50 tahun yaitu 2 orang . ,1%). Tabel 2 Uji Beda Nilai Eosinofil Mi n imum Maximum Medi an Sebelum 1,50 Sesudah P Value 0,191 Berdasarkan tabel 2 di atas sebelum dan sesudah mengonsumsi teh hijau (Camellia sinensis L. ) didapatkan hasil yang memiliki nilai normal sebanyak 23 orang . ,1%) yang memiliki nilai tidak normal sebelum pemberian teh hijau sebanyak 4 orang . ,2%) dan yang memiliki nilai tidak normal sesudah pemberian teh hijau sebanyak 1 orang . ,6%). Nilai minimum sebelum pemberian teh hijau 0,0% dan sesudah pemberian teh hijau 1,0%. Nilai maximum sebelum pemberian teh hijau 9,0% dan sesudah pemberian teh hijau 7,0%. Nilai median sebelum pemberian teh hijau 1,50% dan sesudah pemberian teh hijau 3,0%. Hasil menunjukan p-value 0,191 yang lebih dari alpha (>0,. maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap nilai hitung jenis leukosit pada eosinofil. Tabel 3 Uji Beda Nilai Neutrofil Segmen Mi n imum Maximum Medi an Sebelum Sesudah P Value 0,876 Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Berdasarkan tabel 3 di atas sebelum dan sesudah mengonsumsi teh hijau (Camellia sinensis L. ) didapatkan hasil yang memiliki nilai normal sebanyak 27 orang . ,4%) yang memiliki nilai tidak normal sebelum pemberian teh hijau sebanyak 1 orang . ,6%). Nilai minimum sebelum pemberian teh hijau 31,0% dan sesudah pemberian teh hijau 36,0%. Nilai maximum sebelum pemberian teh hijau 67,0% dan sesudah pemberian teh hijau 67,0%. Nilai median sebelum pemberian teh hijau 56,0% dan sesudah pemberian teh hijau 57,0%. Hasil menunjukan p-value 0,876 yang lebih dari alpha (>0,. maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap nilai hitung jenis leukosit pada neutrofil segmen. Berdasarkan tabel 5 di atas sebelum dan sesudah mengonsumsi teh hijau (Camellia sinensis L. ) didapatkan hasil yang memiliki nilai normal sebanyak 20 orang . ,4%) yang memiliki nilai tidak normal sebelum pemberian teh hijau sebanyak 3 orang . ,7%) dan yang memiliki nilai tidak normal sesudah pemberian teh hijau sebanyak 8 orang . ,5%). Nilai minimum sebelum pemberian teh hijau 26,0% dan sesudah pemberian teh hijau 0,0%. Nilai maximum sebelum pemberian teh hijau 63,0% dan sesudah pemberian teh hijau 55,0%. Nilai median sebelum pemberian teh hijau 37,0% dan sesudah pemberian teh hijau 35,5%. Hasil menunjukan p-value 0,333 yang lebih dari alpha (>0,. maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap nilai hitung jenis leukosit pada limfosit. Tabel 4 Uji Beda Nilai Neutrofil Batang Tabel 6 Uji Beda Nilai Monosit Mi n imum Maximum Medi an Sebelum Sesudah P Value 0,080 Berdasarkan tabel 4 di atas sebelum dan sesudah mengonsumsi teh hijau (Camellia sinensis L. ) didapatkan hasil yang memiliki nilai normal sebanyak 25 orang . ,2%) yang memiliki nilai tidak normal sebelum pemberian teh hijau sebanyak 2 orang . ,1%) dan yang memiliki nilai tidak normal sesudah pemberian teh hijau sebanyak 1 orang . ,6%). Nilai minimum sebelum pemberian teh hijau 0,0% dan sesudah pemberian teh hijau 0,0%. Nilai maximum sebelum pemberian teh hijau 7,0% dan sesudah pemberian teh hijau 8,0%. Nilai pemberian teh hijau 1,0% dan sesudah 1,0%. Hasil menunjukan p-value 0,080 yang lebih dari alpha (>0,. maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap nilai hitung jenis leukosit pada neutrofil Tabel 5 Uji Beda Nilai Limfosit Mi n imum Maximum Medi an Sebelum Sesudah P Value 0,333 Mi n imum Maximum Medi an Sebelum Sesudah P Value 0,003 Berdasarkan tabel 6 di atas sebelum dan sesudah mengonsumsi teh hijau (Camellia sinensis L. ) didapatkan hasil yang memiliki nilai normal sebanyak 23 orang . ,1%) yang memiliki nilai tidak normal sebelum pemberian teh hijau sebanyak 5 orang . ,8%). Nilai minimum sebelum pemberian teh hijau 0,0% dan sesudah pemberian teh hijau 1,0%. Nilai maximum sebelum pemberian teh hijau 10,0% dan sesudah pemberian teh hijau 9,0%. Nilai median sebelum pemberian teh hijau 2,0% dan sesudah pemberian teh hijau 3,0%. Hasil menunjukan p-value 0,003 yang kurang dari alpha (>0,. maka dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap nilai hitung jenis leukosit pada monosit. PEMBAHASAN Berdasarkan dilakukan hitung jenis leukosit pada eosinofil mengalami peningkatan yang pemberian teh hijau yaitu 1,50, sedangkan sesudah pemberian teh hijau didapatkan nilai median yaitu 3,0, sehingga pemberian teh hijau terhadap eosinofil terdapat Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 peningkatan namun tidak signifikan yang ditandai dengan nilai p-value > 0,05. Pada neutrofil segmen mengalami peningkatan yang ditandai dengan median sebelum pemberian teh hijau yaitu 56,0, sedangkan sesudah pemberian teh hijau didapatkan nilai median yaitu 57,5, sehingga pemberian teh hijau terhadap neutrofil segmen terdapat peningkatan namun tidak signifikan yang ditandai dengan nilai p-value > 0,05. Pada neutrofil batang didapatkan hasil stabil yang pemberian teh hijau yaitu 1,0, sedangkan sesudah pemberian teh hijau didapatkan nilai median yaitu 1,0, sehingga pemberian teh hijau terhadap neutrofil batang tidak terdapat peningkatan maupun penurunan. Hal sebelumnya yaitu pada neutrofil batang didapatkan hasil stabil Pada limfosit mengalami penurunan yang ditandai dengan median sebelum pemberian teh hijau yaitu 37,0, sedangkan sesudah pemberian teh hijau didapatkan nilai median yaitu 35,5, sehingga pemberian teh hijau terhadap limfosit terdapat penurunan namun tidak signifikan yang ditandai dengan nilai p-value > 0,05. Pada monosit mengalami peningkatan yang ditandai dengan median sebelum pemberian teh hijau yaitu 2,0, sedangkan sesudah pemberian teh hijau didapatkan nilai median yaitu 3,0, sehingga pemberian teh peningkatan yang signifikan yang ditandai dengan nilai p-value < 0,05. Peningkatan jumlah leukosit atau leukositosis adalah kondisi ketika jumlah sel darah putih terlalu banyak. Leukosit tinggi biasanya terjadi karena tubuh sedang sakit dan jenis leukosit ini bisa meningkat jumlahnya karena beberapa kondisi seperti infeksi virus, campak, cacar, herpess, rubella, cytomegalovirus dan hantavirus. Infeki bakteri seperti batuk rejan . dan tuberkulosis, kanker seperti multiple myeloma, leukemia, dan limfoma (Rahman. Penurunan jumlah lekosit . Leukosit rendah umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang mengganggu kerja sumsum tulang dan memengaruhi jumlah sel darah putih, seperti HIV dan hepatitis. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kelainan bawaan yang menyebabkan menurunnya fungsi sumsung tulang . Dengan pemberian teh hijau 2x1 dengan dosis 3 gram perhari selama 2 minggu atau 14 hari juga dianggap masih kurang atau belum bisa mempengaruhi hasil nilai hitung jenis leukosit, hal ini dikarenakan banyak faktor salah satunya kurang teratur dalam mengkonsumsi teh hijau di pagi dan malam hari. SIMPULAN Berdasarkan uji statistik menggunakan Uji konsumsi teh hijau terhadap nilai hitung jenis leukosit pada perokok sebelum dan sesudah mengonsumsi teh hijau (Camellia sinensis L. ) dapat ditarik kesimpulan bahwa teh hijau (Camellia sinensis L. ) memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap menetralisir radikal bebas yang disebabkan oleh rokok. Saran dari penelitian ini yaitu agar penelitian selanjutnya dilakukan dalam jangka waktu lebih dari 14 hari dan lebih asupan nutrisi menghindari hasil pemeriksaan yang bias. DAFTAR PUSTAKA