JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 4. Nomor 3. Oktober 2024 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DESA TESABELA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN TEKNIK PENANGANAN IKAN YANG BAIK DAN BENAR GUNA MEMINIMALISIR KEMUNDURAN MUTU Irandha CM. Siahaan*1. Ali Ulat1. Ganang D. Prasetyo1. Resky A. Rajab1. Charlens Polin1. Sugiono1 1 Program Studi Teknik Budidaya Perikanan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. JalanKampung Baru. Pelabuhan Ferry Bolok. Kec. Kupang Barat. Kab. Kupang. NTT *Korespondensi email : irandha47@gmail. Kata kunci: Pemberdayaan. Nelayan. Mutu. Tesabela. NTT. Abstrak: Desa tesabela berada di Kabupaten Kupang Barat. Penduduk desa Tesabela terdiri 170 orang, dengan persentase penduduk berdasarkan mata pencaharian tertinggi berasal dari laut yaitu pembudidaya rumput laut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan sarana mengenai teknik penanganan ikan yang baik dan benar kepada nelayan di Desa Tesabela. Kabupaten Kupang Barat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 melalui kegiatan pelatihan tentang sarana dan teknik penanganan ikan yang baik dan benar yang berlokasi di Desa Tesabela. Kegiatan dimulai dengan kegiatan sosialisasi prosedur penanganan ikan yang baik dan benar, sarana penanganan ikan bagi nelayan skala kecil. Peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah 20 orang yang terdiri dari nelayan gill net. Kegiatan monitoring dilaksanakan dua bulan setelah kegiatan Hasil yang didapatkan yaitu Penanganan ikan yang telah dilakukan oleh nelayan gillnet dengan menggunakan coolbox dengan perbandingan es dan ikan yang benar juga menghasilkan hasil yang signifikan yaitu terjadi perubahan kualitas mutu ikan hasil tangkapan nelayan gillnet di Desa Tesabela. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Siahaan. Ulat. A Widagdo. Prasetyo. Rajab. Polin. Sugiono . Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Desa Tesabela Dalam Mengimplementasikan Teknik Penanganan Ikan Yang Baik Dan Benar Guna Meminimalisir Kemunduran Mutu. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 4. PENDAHULUAN Potensi perikanan tangkap di provinsi Nusa Tenggara Timur cikup besar, namun yang dikelola masih rendah, baru sekitar 40 % dari potensi lestari yaitu sebesar 388,7 ton per tahun dengan tangkapan utama berupa ikan pelagis, yaitu ikan Tuna. Cakalang. Tenggiri. Selar. Kembung dan ikan domersil yaitu berupa ikan Kerapu. Kakap. Lobster. Cumi. Kerang dll. (DJP2HP, 2. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Siahaan et a Salah satu daerah yang memiliki potensi perikanan di Nusa Tenggara Timur yaitu desa Tesabela. Desa tesabela berada di Kabupaten Kupang Barat. Penduduk desa Tesabela terdiri dari 1. 170 orang, dengan persentase penduduk berdasarkan mata pencaharian tertinggi berasal dari laut yaitu pembudidaya rumput laut dan nelayan gill Alat tangkap mayoritas Gillnet yang digunakan yaitu berukuran mesh size 2 Ae 3 inch . kala keci. dan hasil tangkapannya yaitu ikan dusun . kan lenca. dan ikan lada . kan Namun mutu hasil tangkapan dapat mengalami penurunan. Untuk mengantisipasi hal tersebut nelayan harus paham mengenai penanganan ikan sejak Tujuan pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah sebagai berikut : Memberikan sosialisasi tentang teknik penanganan ikan yang baik dan benar kepada nelayan gill net di Desa Tesabela. Memberikan bantuan sarana penanganan ikan berupa coolbox kepada nelayan gill net di Desa Tesabela. METODE KEGIATAN Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Oktober Ae Desember 2023 dengan melibatkan Dosen Program Studi Teknik Penangkapan Ikan. Taruna. Perangkat Desa Tesabela, dan Nelayan Gill Net di Desa Tesabela. Metode pelaksanaan kegiatan PkM AuPemberdayaan Masyarakat Nelayan Desa Tesabela Dalam Mengimplementasikan Teknik Penanganan Ikan Yang Baik Dan Benar Guna Meminimalisir Kemunduran MutuAoAo adalah sebagai berikut : Sosialisasi Sosialisasi dilakukan dengan tujuan menyalurkan informasi berupa proses pemilihan sarana penanganan ikan yang sesuai dengan ukuran kapal dan jumlah ahri berlayar, jumlah penggunaan es sebagai bahan pendingin yang tepat, dan teknik penanganan ikan yang mencakup 3C 1 Q . ool, clean, carefull, quic. Kegaitan sosialisasi ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya rantai dingin bagi usaha Pemberian Bantuan Pemberian bantuan sarana penanganan ikan diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima bantuan PKM dan dilanjutkan dengan dokumentasi penyerahan bantuan. Monitoring Monitoring merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan PKM, karena monitoring memberikan gambaran terhadap apa yang telah disalurkan saat sosialisasi dan Kegiatan ini dilakukan sebanyak 1 kali. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui Tahap Persiapan. Pelaksanaan, dan Monitoring. Kegaitan persiapan yang dilakukan yaitu studi literatur dan survey lokasi. Dari tahapan persiapan penetapan lokasi telah melalui beberapa kajian dan survey sebagai berikut : Komparasi Penilaian Pemilihan Lokasi berdasarkan Kajian Literatur Desa No Potensi Tesabela Sulamu Lifuleo Sumberdaya Rumput Laut Tinggi Tinggi Cukup Sangat Aktivitas Perikanan Tangkap Cukup Tinggi Kurang Jarak/Akses Lokasi dari Kampus A16 km A 74 km (A A 21 km Waktu temput ke lokasi dari A 32 menit A 1 jam 58 A 48 menit Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Siahaan et a kampus Lantamal VII Apakah sudah dilakukan Klaim Kupang Belum Ada atas Lokasi sebagai Binaan (Kampung Bahar. Ada . erjarak Ada (Namun dekat dengan berjarak jauh Potensi Wisata Mangrove Pusat Perikanan dan Aktivitas Pemukima. Perikana. BKKPN Kupang Tidak (Namun Wisata Pantai telah ad. Setidaknya terdapat 6 . yang menjadi penilaian awal untuk dilakukan survey lokasi. Berdasarkan Tabel 2. Desa Tesabela belum dilakukan klaim oleh siapapun dan juga memiliki potensi sumberdaya rumput laut serta wisata. Namun demikian, potensi perikanan tangkap masih kurang karena dominasi aktivitas skala tradisional. Dengan demikian, maka dilakukan survey ke Lokasi Desa Tesabela yang paling memungkinkan. Kegiatan survei ini dengan melakukan observasi secara langsung ke lapang terhadap beberapa potensi. Beberapa hasil kegiatan . dilapangan antara lain: Desa Tesabela berlokasi di Kecamatan Kupang Barat. Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur dengan koordinat 121A30Ao - 124A11Ao BT, 9A19Ao - 10A57Ao LS dengan jarak temput 16 km dari Kampus Politeknik KP Kupang. Desa Tesabela merupakan salah satu Desa yang memiliki potensi rumput laut tinggi dengan produksi per panen per pembudidaya rata-rata mencapai 2 Ae 10 ton. Adapun jenis rumput laut yaitu Euchema cottonii sakul. Desa Tesabela juga memiliki potensi beberapa komoditas perikanan penting salah satunya ikan baronang. Namun demikian, teknologi penangkapan masih skala tradisional dan belum terlalu berkembang. Desa Tesabela memiliki hutan mangrove jenis R. stylosa dimana dari seluruh Kabupaten Kupang, hanya ditemukan di Desa Tesabela. Dengan demikian juga memiliki potensi dijadikan eco-mangrove tourism park. Desa Tesabela juga memiliki potensi terkait Timun Laut (Teripan. Hasil wawancara kepada masyarakat bahwasanya menyetujui atas diversifikasi produk sebagai bentuk upaya penambahan pendapatan. Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan PKM. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuPemberdayaan Masyarakat Nelayan Desa Tesabela Dalam Mengimplementasikan Teknik Penanganan Ikan Yang Baik Dan Benar Guna Meminimalisir Kemunduran MutuAy dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Siahaan et a Sosialisasi penanganan ikan yang baik dan benar dilakukan kepada nelayan gillnet. Bahan bantuan yang diberikan berupa sarana penanganan ikan seperti coolbox yang dapat digunakan untuk menyimpan ikan. Pada sosialisasi tersebut kami dari tim pengabdian kepada masyarakat memberikan sosialisasi tentang perbandingan penggunaan es dan ikan untuk penyimpanan ikan didalam coolbox. Materi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat nelayan Desa Tesabela terkait bagaimana melakukan penanganan ikan yang baik dan benar. Dalam hal ini juga dijelaskan bagaimana tahapan kebutuhan pendinginan ikan yang terdiri dari dua tahapan yaitu tahap penurunan suhu mencapai suhu penyimpanan yang diinginkan . AC untuk ikan basah atau 3AC untuk ikan olaha. , dan kedua tahap pemeliharaan suhu pada suhu penyimpanan dan distribusi. Setelah kegiatan ini diharapkandapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait penanganan ikan agar mutu hasil tangkapan nelayan Desa Tesabela tetap Menurut Nugroho dkk . bahwa Kebutuhan pendinginan ikan ,dapat dihitung melalui dua tahap pertama, tahap penurunan suhu mencapai suhu penyimpanan yang diinginkan . AC untuk ikan basah atau 3AC untuk ikan olaha. , dan kedua tahap pemeliharaan suhu pada suhu penyimpanan dan distribusi. Tahapan selanjutnya yaitu monitoring. Kegiatan monitoring pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknik Penangkapan Ikan dilaksanakan 1 bulan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegatan monitoring dilakukan berrtujuan untuk melihat apakah sosialisasi dan pelatihan yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknik Pennagkapan Ikan telah diterapkan oleh masyarakat Desa Tesabela dan apa dampak yang diberika kepada masyarakat dalam kurun waktu 1 bulan setelah kegiatan tersebut terlaksana. Pengaruh penggunaan bantuan coolbox Daya tahan (Ja. Tanpa Media Box Styrofoam Coolbox Fiber Media Penanganan Grafik Pengaruh Penggunaan Bantuan Coolbox Dari hasil monitoring diketahui bahwa pemberian bantuan sarana penanganan ikan berupa coolbox sangat menjadi harapan bagi nelayan Desa Tesabela. Nelayan penerima bantuan menyatakan bahwa selama ini mereka hanya menggunakan box styrofoam sebagai sarana penanganan ikan diatas kapal, bahkan ada beberapa nelayan yang masih sama sekali tidak menggunakan sarana penanganan dengan alasana hanya melakukan penangkapan one day Penanganan ikan yang telah dilakukan oleh nelayan gillnet dengan menggunakan coolbox dengan perbandingan es dan ikan yang benar juga menghasilkan hasil yang signifikan yaitu terjadi perubahan kualitas mutu ikan hasil tangkapan nelayan gillnet di Desa Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2024. Siahaan et a Tesabela. Hasil tersebut dapat dilihat dari grafik diatas bahwa dengan penggunaan bahan bantuan Pengabdian Kepada Masyarkat dapat membantu memperpanjangn daya simpan ikan sampai 36 jam. Monitoring juga dilakukan bersamaan dengan pengisian survey kepuasan pengguna. Nelayan Desa Tesabela berikutnya yang menerima bantua coolbox sebagai sarana penanganan ikan juga memberikan respon yang positif, yaitu ukuran coolbox yang diberikan sesuai dengan ukuran kapal yang mereka miliki, sehingga para nelayan tidak mengalami kendala pada proses penyimpanan coolbox diatas kapal. Menurut Tani et al . , mutu ikan yang baik diatas kapal sangat dipengerahui oleh bagaimana cara penanganan ikan diatas kapal. Penanganan ikan setelah penangkapan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai yang maksimal. Tahap penanganan ini memang menentukan nilai jual dan proses pemanfaatan selanjutnya serta mutu produk. KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan PkM ini adalah kegiatan PkM merupakan bagian dari Program Smart Fisheries Village Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Kegiatan Kegiatan sosialisasi teknik penanganan ikan yang baik dan benar dan pemberian bantuan sarana penanganan ikan berupa coolbox dapat membantu nelayan untuk meningkatkan daya simpan ikan hasil tangkapan dan mempertahankan nilai jual ikan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Perangkat Desa Tesabela, serta Masyarakat Desa Tesabela yang telah turut serta dalam program PkM ini. DAFTAR PUSTAKA