ABDI SAMULANG : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT e-ISSN: 2964-7215 (Onlin. Valume. Nomor. Edisi: Januari 2025. PP: 46-55 DOI: https://doi. org/10. 61477/abdisamulang. Abstrak Kegiatan pengabdian ini Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tata bahasa Inggris member New Generation Club (NGC) melalui metode interaktif. Program ini terdiri dari beberapa tahap, termasuk rapat perencanaan, pelatihan terpandu, diskusi kelompok, simulasi praktik, serta pemberian buku referensi yang relevan seperti buku AuThe Art of EnglishAy dan AuGrammar is EasyAy. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya Dahniar1. Suhrah2. Juspaningsih3 peningkatan yang signifikan dalam kemampuan tata bahasa peserta, serta peningkatan kepercayaan diri mereka dalam Program Studi Sastra Inggris. FKIPS, berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Metode Universitas Islam Makassar. Indonesia diskusi interaktif yang diterapkan terbukti efektif dalam Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Sains Islam Al memperdalam pemahaman peserta terhadap struktur tata Mawaddah Warahmah. Kolaka. Indonesia bahasa, sementara pemggunaan buku referensi memberikan yang kuat untuk pembelajaran yang Program Studi Nautika. Politeknik Ilmu landasan Para peserta menunjukkan kemajuan tidak Pelayaran Balikpapan. Indonesia e-mail: uahniar. dty@uim-makassar. hanya dalam aspek pemahaman tata bahasa, tetapi juga e-mail: suhrahkolaka@gmail. dalam kemampuan berbicara dan berinteraksi dalam e-mail: jspningsih@gmail. bahasa Inggris. Pelatihan ini memberikan konstribusi yang positif terhadap pengembangan keterampilan berbahasa Article history Inggris member New Generation Club, dan dengan Received : 2025-01-25 pendekatan yang menyenangkan dan relevan terhadap Revised : 2025-01-28 kebutuhan para peserta, pelatihan ini mendorong peserta Accepted : 2025-01-29 untuk terus belajar dan mengasah keterampilan bahasa mereka secara mandiri *Corresponding author E-mail: uahniar. dty@uim-makassar. Kata Kunci: Tata Bahasa. Diskusi Interaktif. Pelatihan Bahasa. New Generation Club "Grammar Talks: Pelatihan Peningkatan Pemahaman Tata Bahasa melalui Diskusi Interaktif" This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Abstract This community service activity aims to enhance the understanding of English grammar among members of the New Generation Club (NGC) through an interactive The program consists of several stages, including planning meetings, guided training, group discussions, practical simulations, and the provision of relevant reference books such as The Art of English and Grammar is Easy. The results of this training show significant improvements in participants' grammar skills, as well as increased confidence in communicating in English. The interactive discussion method applied has proven effective in deepening participants' understanding of grammar structures, while the use of reference books provides a strong foundation for continuous learning. Participants have shown progress not only in their understanding of grammar but also in their speaking and interaction skills in English. This training has made a positive contribution to the development of English language skills among New Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Generation Club members, and with its enjoyable and relevant approach to participants' needs, the training encourages them to continue learning and independently honing their language skills. Keywords: Grammar. Interactive Discussion. Language Training. New Generation Club A 2025 Author. All rights reserved PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa adalah salah satu skill yang sangat penting di era globalisasi seperti sekarang. Mika and Mardiana . di era globalisasi seperti yang kita rasakan sekarang ini, teknologi terus mengalami kemajuan sehingga penguasaan bahasa menjadi hal yang sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan di era modern ini. Bahasa tidak hanya sekedar alat untuk berkomunikasi tetapi juga menjadi salah satu kunci untuk mengakses informasi, memperluas jejaring, dan meningkatkan mobilitas dalam skala nasional maupun internasional. Suryani and Thamrin . untuk menjembatani interaksi dan komunikasi lintas bahasa dan budaya, penguasaan bahasa asing . hususnya bahasa Inggri. menjadi suatu kebutuhan utama. Seiring peningkatan terhadap penguasaan bahasa Inggris, maka pemahaman terhadap aspekaspek dasar pembelajaran bahasa seperti pemahaman terhadap tata bahasa menjadi hal yang sangat penting. Tata bahasa adalah elemen inti dalam pembelajaran bahasa karena pemhaman tentang tata bahasa yang baik tidak hanya membantu dalam penyusunan kalimat yang benar tetapi juga untuk memastikan agar pesan yang kita sampaikan jelas, tepat dan bisa dipahami. Santosa . pesan-pesan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa seperti bahasa Inggris kadang-kadang sulit tersampaikan karena beberapa faktor misalnya adanya gangguan dan keterbatasan kemampuan bahasa yang mencakup tata bahasa dan kosakata. Oleh karena itu kemampuan dan pemahan tata bahasa sangat dibutuhkan bukan hanya dari segi memahami dan membuat kalimat sederhana tetapi membuat orang lain memahami dengan baik pesan-pesan yang kita sampaikan dan juga kemampuan kita untuk merespon balik pesan yang disampaikan oleh lawan bicara. Munibi . untuk merespon lawan bicara dan memahami sebuah pesan tulisan dengan baik maka diperlukan penguasaan tata bahasa yang baik. Tata bahasa seperti struktur penyusunan kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, obyek dan keterangan jika disusun sesuai dengan urutan dan fungsinya maka akan menghasilkan kalimat yang mudah dipahami sebaliknya jika susunan struktur kalimat tersebut saling bertukar tempat dan tidak sesuai dengan urutannya maka kalimat yang dihasilkan bisa menjadi sulit dipahami dan bahkan tidak bisa disebut sebagai sebuah kalimat karena salah satu definisi dari kalimat adalah bisa dipahami dengan baik, dengan kata lain pemahaman tentang tata bahasa mempengaruhi kemampuan berbahasa. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, penguasaan tata bahasa memainkan peran penting sebagai fondasi untuk membentuk kalimat yang benar dan menyampaikan pesan dengan jelas. Namun tata bahasa seringkali menjadi sesuatu yang sulit dan bahkan membosankan oleh sebagian pembelajar bahasa yang akhirnya menjadi faktor penghambat dalam proses pembelajaran mereka. Kesulitan tersebut lebih banyak disebabkan oleh aturan tata bahasa yang sering kali tidak terlihat langsung dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan struktur tata bahasa antara bahasa lokal mereka dengan baha Inggris, mereka juga kesulitan mengingat berbagai aturan pembentukan kalimat, ketidakpahaman mereka dalam menerapkan aturan-aturan tersebut dalam praktik membuat kalimat. Pengalaman sehari-hari juga menunjukkan bahwa Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang dalam percakapan informal, tata bahasa seringkali tidak dipatuhi secara ketat, sehingga pembelajar merasa bingung ketika harus mengikuti aturan yang berbeda saat berbicara dalam konteks formal, selain itu kemampuan individu dalam memahamai konteks materi, dan juga kemampuan mengajar para fasilitator juga menjadi faktor. Pramono . menegaskan bahwa tingkat penguasaan tata bahasa Inggris umumnya masih rendah yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perbedaan latarbelakang kemampuan individu, kecepatan belajar, motivasi, minat, kemampuan mengajar guru, metode dan teknik pengajaran, serta kesulitan materi pelajaran, dan lebih jauh lagi secara umum para pembelajar selalu merasa bahwa bahasa Inggris selalu mejadi pelajaran yang sulit. Tambunsaribu and Galingging . mengungkapkan bahwa mempelajari bahasa Inggris bagi sebagain pembelajar masih tetap menjadi momok menakutkan, sebagian besar menganggap bahasa Inggris itu sulit, sehingga sebagian pembelajar merasa enggan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif dan interaktif untuk membuat pembelajaran bahasa Inggris, terutama pembelajaran tata bahasa menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, serta mampu meningkatkan keterlibatan para pembelajar dalam proses belajar. Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan pembelajaran tata bahasa yang sering dianggap membosankan, dan sulit maka pendekatan yang lebih praktis dan interaktif menjadi sangat penting seperti yang selama ini diterapkan dalam pembelajaran bahasa di berbagai English Meeting Club seperti New Generation Club Makassar (NGC). Meeting club merupakan salah satu sarana yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa melalui praktik langsung. Salmiati. Amri et al. tujuan utama English Club/Meeting club adalah untuk meningkatkan kemampuan para pembelajara dalam bahasa Inggris terutama kemampuan tata bahasa dan berbicara didepan umum. Efendi . English Club adalah sebuah kegiatan ekstrakulikuler, sebuah inovasi kampus untuk menambah dan meningkatkan kemampuan para mahasiswa dalam menguasai bahasa Inggris sebagai hard skill dan soft skill Dalam kegiatan-kegiatan English Club, para peserta dimotivasi untuk aktif berbicara, berdiskusi dan bertukar ide seperti di meeting club New Generation Club, para pembelajar tidak hanya belajar teori tentang tata bahasa tetapi juga mengaplikasikan tata bahasa tersebut secara langsung melalui small group discussion, speaking practice, one day with English. English camp. English area, games, role play, dan juga berbagai bentuk aktifitas yang Maharani and Widiastuty . kegiatan non formal seperti English Club/Meeting Club dapat meningkatkan minat dan kemampuan para pembelajar bahasa Inggis dengan cara yang lebih santai karena mereka menggabungkan pengajaran formal dengan pendekatan yang lebih kreatif, memberikan para pembelajar ruang untuk mengeksplorasi minat mereka melalui diskusi, permainan peran dan proyek kolaboratif lainnya. New Generation Club menjadi salah satu wadah yang memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Club meeting ini terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang memiliki minat untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka, baik kemampuan speaking dan juga pemahaman tata bahasa. New Generation Club atau lebih dikenal dengan nama popular NGC adalah sebuah English Meeting Club yang didikan sejak tahun 2000 an. Yahrif and Lahmady . New Generation Club didirikan pada tanggal 23 Oktober 2003 oleh seorang mahasiswa jurusan Sastra Inggris di UIN Alauddin Makassar yang bernama Muh. Ruslan S. S atau biasa dipanggil Mr. Rainbow. NGC adalah salah satu dari English Meeting Club yang masih eksis sampai sekarang dengan ribuan anggota yang tersebar diseluruh Indonesia yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Sejak awal Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang berdiri. NGC berkomitmen untuk menjadi tempat pengembangan bahasa yang tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis/teori bahasa tetapi juga membangun rasa percaya diri anggotanya dalam menggunakan bahasa Inggris melalui berbagai macam program kerja seperti English Camp. One Day with English. Workshop. Seminar, kerjasama lembaga pendidikan . ekolah, kampus, bimbingan belaja. , dan juga dengan motto AuSay Ok for EverythingAy NGC terus mengembangkan keterampilan berbahasa para anggotanya melalui kegiatan yang lebih menarik seperti diskusi interaktif, simulasi, pelatihan-pelatihan seperti public speaking sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih santai namun tetap produktif. METODE PELAKSANAAN Waktu Pelatihan ini diikuti oleh member New Generation Club (NGC) yang memiliki latar belakang kemampuan bahasa Inggris yang berbeda-beda dengan tingkat menengah dan dilaksanakan selama tiga hari, dimulai tanggal 12 s/d 14 Desember 2024 dengan alokasi waktu dua jam setengah per sesi, dimulai dari pukul 15. 00 hingga 17. 30 di Sekretarian NGC. Kegiatan Metode Metode pelaksanaan pelatihan ini dirancang untuk mendukung pembelajaran tata bahasa secara interaktif dan struktur, dengan tahan sebagai berikut Penyampaian Materi Pada hari pertama para peserta pelatihan diberikan penjelasan tentang teori tata bahasa secara singkat yang mencakup tentang materi-materi dasar seperti eight part of speech, word, sentence, phrase, dan clause. Penjelasan diberikan dengan lebih banyak fokus pada contoh kalimat-kalimat dan penggunaannya, sedangkan rumus pembentukan kalimat dasar tersebut diberikan sesingkat dan sesederhana mungkin Latihan Terpandu Pada hari kedua, peserta berlatih membuat kalimat sederhana yang sesuai dengan rumus tata bahasa yang disebutkan, kemudian dilanjutkan dengan latihan dan pembahasa soal untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan Diskusi Kelompok Pada hari ketiga, peserta dibagi dalam bentuk kelompok kecil untuk membahas tentang topik tertentu yang melibatkan penggunaan tata bahasa. Dalam diskusi ini, para peserta diajak untuk berbagi pemahaman dan memperbaiki kesalahan tata bahasa bersama-sama. Simulasi Praktik Pada hari yang sama . ari ketig. , peserta mempraktikkan tata bahasa yang telah dipelajari melalui simulasi percakapan sehari-hari. Situasi yang digunakan dirancang menyerupai kondisi nyata, seperti memperkenalkan diri . elf introductio. , kegiatan sehari-hari . aily activit. , pengalaman tidak terlupakan . nforgetable experienc. , dan berbagai topik umum lainnya. Refleksi dan Umpan Balik Sebagai penutup diakhir sesi hari ketiga, peserta diajak untuk merefleksikan pengalaman belajar mereka. Pemateri memberikan umpan balik terhadap kemajuan peserta, termasuk saran untuk perbaikan di masa yang akan datang. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang HASIL PEMBAHASAN Rapat Pemantapan Para Tutor Langkah awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah diadakannya rapat pemantapan para tutor dengan tujuan untuk membuat dan menyusun format kegiatan pelatihan tata bahasa yang dirancang dengan model diskusi interaktif untuk menstimulasi para peserta untuk berbicara tentang tata bahasa yang akan dipelajari. Setiap rapat dilaksanakan dengan tema rapat yang berbeda. Rapat Pertama: Penentuan Topik dan Tujuan Pembelajaran Pada pertemuan pertama ini, para tutor berdiskusi tentang topik-topik tata bahasa yang akan diajarkan seperti eight part of speech, word, sentence, phrase, dan clause. Pemilihan topik-topik ini didasarkan pada observasi awal terhadap terhadap kebutuhan dan kesulitan para peserta dalam pembelajaran tata bahasa. Selain itu, rapat pertama ini juga membahasa tujuan utama kegiatan pelatihan ini yaitu meningkatkan pemahaman tata bahasa dan mendorong aplikasi praktis dalam komunikasi sehari-hari Rapat Kedua: Metode Pembelajaran Rapat kedua ini difokuskan untuk menyusun metode yang akan digunakan dalam pelatihan ini. Para tutor sepakat untuk menggunakan metode diskusi interaktif, simulasi percakapan, dan latihan kelompok kecil untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif Rapat Ketiga: Penyusunan Jadwal dan Pembagian Tugas Rapat terakhir ini bertujuan untuk memfinalisasi jadwal kegiatan pelatihan serta pembagian tugas para tutor. Setiap tutor diberikan tanggung jawab seperti menyampaikan materi, memandu diskusi kelompok, memberikan umpan balik kepada peserta, dll. Jadwal kegiatan disusun dengan mempertimbangkan waktu yang optimal bagi peserta. Hasil dari rapat ini berupa format kegiatan pelatihan tata bahasa yag terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Diskusi interaktif dipilih sebagai metode pelatihan karena hal tersebut akan memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk terlibat aktif mempraktekkan secara langsung tata bahasa kedalam percakapan bersama peserta lain. Kegiataan rapat tersebut terlihat dalam gambar 1 berikut ini. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang . Gambar 1. Tim PKM melakukan Penentuan Topik dan Tujuan Pembelajaran, . Menentukan metode pembelajaran, . Penyusunan Jadwal dan Pembagian Tugas Kegiatan Pelatihan Tahapan selanjutnya, pelatiah dilaksanakan yang terdiri dari beberapa tahapan utama yaitu pelatihan terpandu, diskusi kelompok, simulasi praktik, dan refleksi umpan balik dari para peserta pelatihan. Pelatihan terpandu diawali dengan penyampaian materi oleh para tutor tentang konsep dasar pengenalan part of spech, word, sentence, phrase, dan clause dan contoh penerapannya dalam berbagai konteks komunikasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman secara teori kepada para peserta sebelum memasuki tahap praktik. Selanjutnya, diskusi kelompok dilakukan dengan membagi para peserta menjadi beberapa small group yang terdiri dari 4-8 peserta. Dalam diskusi ini, para peserta akan diberikan kesempatan untuk memberikan contoh kalimat terkait dengan materi seperti membuat simple sentence yang memuat beberapa part of spech dll. Diskusi ini bertujuan untuk mendorong para peserta kesempatan untuk bertukar pemahaman serta saling memberi masukan . Selanjutnya, simulasi praktik dilaksanakan untuk mengintegrasikan pemahaman teori para peserta dengan situasi nyata, para peserta berlatih menggunakan tata bahasa yang telah dipelajari sebelumnya kedalam percakapan sehari-hari dengan tema memperkenalkan diri . elf introductio. , kegiatan sehari-hari . aily activit. , pengalaman tidak terlupakan . nforgetable experienc. , lebih lanjut lagi peserta tidak hanya diberikan kesempatan untuk melakukan percakapan tetapi juga melakukan presentasi singkat dengan tema yang sama. Simulasi ini tidak hanya membantu para peserta meningkatkan kemampuan praktis mereka, tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam menggunakan tata bahasa dengan benar. Sebagai penutup, sesi umpan balik diberikan oleh tutor untuk mengevaluasi kemampuan para peserta selama diskusi dan simulasi. Umpan balik ini berupa koreksi kesalahan, penguatan terhadap penggunaan tata bahasa yang benar, serta saran untuk perbaikan. Lebih lanjut lagi, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pengalaman, dan tantangan yang mereka hadapi selama pelatihan, sehingga kegiatan ini menjadi lebih reflektif dan bermamfaat bagi pengembangan kemampuan mereka. Tahapan ini secara keseluruhan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, terstruktur, dan mendukung peningkatan pemahaman tata bahasa para peserta. Kegiatan pelatihan ini terlihat melalui gambar 2 berikut ini. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang . Gambar 2. Pemamparan Materi oleh Tim PKM, . Sesi Diskusi, dan . Sesi tanya Pemberian Buku Referensi Tahapan selanjutnya dari pelatihan ini adalah pemberian buku referensi kepada perwakilan Buku-buku adalah ini adalah karya para tutor yang terlibat dalam pelatihan ini, dengan judul AuThe Art of EnglishAy dan AuThe Grammar is EasyAy. Buku-buku ini dibuat khusus untuk mendukung para pembelajar bahasa Inggris yang sangat praktis dan mudah dipahami. Selain berisi penjelasan mendalam tentang tata bahasa, kedua buku ini juga memberikan materi tambahan berupa contoh percakapan, tema dan panduan diskusi, dan berbagai contoh kegiatankegiatan yang bisa menstimulasi speaking. Materi percakapan yang dibuat dalam ini mencerminkan situasi sehari-hari yang sangat relevan dengan kebutuhan para peserta, seperti percakapan dalam konteks profesional, akademik, maupun sosial. Sementara itu materi berupa pandua diskusi memberikan topik yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang kritis sekaligus memperkuat penerapan tata bahasa dalam percakapan. Penyerahan buku refernsi ini terlihat dalam gambar 3 berikut ini. Gambar 3. Tim PKM menyerahkan handbook kepada peserta pelatihan, . Penyerahan Handabook ke-2 KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Proses pelatihan diawali dengan rapat pemantapan oleh para tutor untuk merancang format pelatiahn sesuai dengan kebutuhan peserta dan hasilnya adalah program pelatihan yang berbasis diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memahami dan mempraktekkan tata bahasa dalam percakapan sehari-hari. Pelatihan ini terdiri dari serangkaian kegiatan terpandu seperti diskusi kelompok, simulasi praktik, dan umpan balik langsung dari para tutor. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan, dengan kepercayaan diri dan kemampuan mereka dalam menerapkan tata bahasa secara tepat. Simulasi dan diskusi terbukti memberikan mereka pemahaman dan juga kemampuan berkomunikasi. Dalam pelatihan ini jugs, para tutor memberikan buku referensi kepada peserta sebagai panduan untuk belajar kelompok dan belajar mandiri selanjutnya. Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya memberikan dampak positif teerhadap kemampuan tata bahasa para peserta, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri mereka dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Metode pelatihan berbasis diskusi interkatif dan pemberian referensi belajar mandiri terbukti efektif menjawab kebutuhan pembelajaran bahasa member New Generation club (NGC). PUSTAKA