Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pes at Vol. No. Februari 2024, pp. Pengembangan Bisnis Dalam Mempercepat Pertumbuhan Ketenagakerjaan Kewirausahaan Pemuda Refdi1. Subari2 1,2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai E-mail: 1Refdi00@gmail. Abstrak Kata Kunci Inkubator Bisnis Pemuda Kewirausahaan Kewirausahaan pemuda adalah suatu konsep yang mengacu pada kegiatan wirausaha yang dilakukan oleh para pemuda atau generasi muda. Dengan itu, beberapa konsep penting dalam kewirausahaan yang menjadi fokus dalam pengembangan inkubator bisnis desa yaitu 8P yaitu Place . People . enaga kerj. Process . Partnership . Profit . Promotion . Product . , dan Price . Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pengetahuan dan bimbingan kepada kelompok pemuda di RT 013 Kel. Lubuk Gaung Kec. Sungai Sembilan, agar kelompok pemuda mempunyai pengetahuan mengenai prinsip dan pengembangan bisnis bagi mendorong kewirausahaan pemuda. Dalam mencapai pengembangan bisnis ini pula pemuda membutuhkan mentor dan pendamping bisnis yang dapat membantu mereka dalam menjalankan bisnis. Inkubator bisnis perlu menyediakan mentor dan pendamping bisnis yang berkualitas dan dapat membantu para pemuda dalam mengembangkan bisnis mereka. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih meningkatkan pemberdayaan pemuda dalam pengembangan bisnis. Abstract Keywords Business Incubator Youth Entrepreneurship Youth entrepreneurship is a concept that refers to entrepreneurial activities carried out by youth or the younger generation. With that, several important concepts in entrepreneurship that are the focus indeveloping village business incubators are 8P, namely Place . People . Process . Partnership . Profit . Promotion . Product . and Price . To achieve this goal, knowledge and guidance is needed for the youth group at RT 013 Kel. Lubuk Gaung Kec. Sungai Sembilan, so that youth groups have knowledge of principles and business development to encourage youth entrepreneurship. In achieving this business development, youth also need mentors and business partners who can assist them in running a business. Business incubators need to provide quality business mentors and mentors who can assist young people in developing their businesses. Therefore, this Community Service (PKM) activity is carried out as one of the active roles of lecturers to plunge into the community in dedicating their knowledge and constructive expertise to further enhance youth empowerment in business development. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pes at Vol. No. Februari 2024, pp. Latar Belakang Ketenagakerjaan merupakan aspek yang amat mendasar dalam kehidupan manusia karena mencakup dimensi sosial dan ekonomi. Tenaga kerja sebagai salah satu dari faktor produksi merupakan unsur yang penting dan paling berpengaruh dalam mengelola dan mengendalikan sistem ekonomi, seperti produksi, distribusi, konsumsi maupun investasi. Keterlibatan dalam proses menginginkan pendapatan yang memadai, tingkat keamanan dan kenyamanan kerja serta keuntungan lain yang dapat diperoleh. Penyerapan tenaga kerja adalah jumlah atau banyaknya orang yang bekerja di berbagai sektor. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya demografi. Proporsi pekerja menurut lapangan pekerjaan merupakan salah satu ukuran untuk melihat potensi sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Hal ini dapat pula mencerminkan struktur perekonomian suatu Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda Tenaga kerja bukan berarti jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian, tetapi tenaga kerja juga meliputi keahlian dan keterampilan yang mereka Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 27 ayat 2, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Artinya setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan dan memperoleh upah untuk mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama maupun aliran politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan. Seiring dengan berubahnya lingkungan makro ekonomi Masalah yang terjadi di negara-negara berkembang antara lain angka pengangguran yang meningkat pesat terutama disebabkan oleh permintaan tenaga kerja yang terbatas, faktor-faktor eksternal seperti memburuknya kondisi neraca pembayaran, meningkatnya utang luar negeri, dan belum optimalnya kebijakan dalam menyediakan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja yang terus bertambah. Masalah lainnya adalah kualitas tenaga kerja yang rendah akibat minimnya tingkat pendidikan penduduk yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas tenaga kerja itu sendiri, serta budaya dan etos kerja yang sering menyebabkan tenaga kerja kalah bersaing. Pertumbuhan penduduk yang diiringi dengan pertambahan angkatan kerja telah menimbulkan masalah Dengan adanya ketidakseimbangan jumlah penduduk yang terus bertambah hingga menumpuk pada usia produktif dan peningkatan jumlah angkatan kerja tanpa diikuti dengan penyediaan lapangan kerja akan mengakibatkan kesempatan kerja berkurang dan jumlah pengangguran semakin bertambah. Bekerja bagi seseorang merupakan satu upaya untuk bisa memenuhi kebutuhan Semakin besar kebutuhan hidup yang dirasakan oleh seseorang semakin tinggi pula kecenderungan orang tersebut untuk mencari pekerjaan. Semakin banyak penyerapan terhadap tenaga kerja yang dibutuhkan dalam permintaan pasar tenaga kerja, maka dapat mengurangi jumlah pengangguran. Seperti halnya di Kota Dumai, permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi banyak wilayah di Indonesia adalah ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan lapangan kerja baru. Hal ini menyebabkan tingginya angka pengangguran, baik pengangguran terbuka maupun pengangguran terselubung. Mirisnya, tenaga kerja pada tingkat tinggi seringkali terjerumus dalam lingkaran pengangguran. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penumpukan tenaga kerja terdidik di suatu tempat yang tidak bisa terakomodir oleh lapangan usaha yang tersedia. Akibatnya, banyak tenaga kerja terpaksa bekerja di lapangan usaha atau jenis usaha yang tidak sesuai dengan pendidikan yang dimiliki. Bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan pendidikan oftentimen berarti menerima upah yang tidak sesuai dengan standar pendidikannya. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan motivasi dan produktivitas, serta meningkatkan risiko frustrasi dan depresi. Kondisi seperti ini juga dialami oleh pemuda di RT 013 Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Banyak pemuda di wilayah ini yang memiliki pendidikan tinggi namun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini menyebabkan tingginya angka pengangguran terdidik di wilayah Oleh karena itu, diperlukan perhatian dari berbagai pihak termasuk dari akademisi untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui penyuluhan Pengembangan Bisnis dalam Mempercepat Pertumbuhan Ketenagakerjaan Kewirausahaan Pemuda. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pemuda di RT 013 Kelurahan Lubuk Gaung dalam mengembangkan bisnis mereka sendiri. Diharapkan melalui kegiatan ini, pemuda di wilayah tersebut dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang kewirausahaan, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan mengurangi angka pengangguran terdidik. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi: Pemuda di RT 013 Kelurahan Lubuk Gaung: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang kewirausahaan, sehingga dapat menciptakan Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pes at Vol. No. Februari 2024, pp. lapangan pekerjaan sendiri dan mengurangi angka pengangguran terdidik. Meningkatkan jumlah pengusaha muda dan lapangan kerja yang tersedia, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Dumai serta membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan, khususnya pengangguran terdidik. Metode Penelitian Metode kegiatan PKM di RT 013 Kel. Lubuk Gaung Kec. Sungai Sembilan menggunakan metode penyuluhan yang mencakup materi 8P dalam bisnis. Produk: Materi ini menjelaskan tentang jenis produk atau layanan yang akan ditawarkan. Price (Harg. : Materi ini membahas tentang cara menentukan harga produk atau layanan yang sesuai dengan nilai dan target pasar. Promosi: Materi ini menjelaskan tentang strategi dan teknik promosi yang efektif untuk menjangkau target pasar. Place (Lokas. : Materi ini membahas tentang pemilihan lokasi bisnis yang strategis dan mudah diakses oleh target pasar. Proses: Materi ini menjelaskan tentang alur kerja dan prosedur bisnis, termasuk standar operasional dan kontrol kualitas. People: Materi ini membahas tentang pentingnya memiliki karyawan yang kompeten dan bermotivasi tinggi. Physical Evidence: Materi ini menjelaskan tentang strategi membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Productivity and Quality : Materi ini membahas tentang cara menghitung keuntungan dan strategi meningkatkan profitabilitas bisnis. Prinsip 8P Prinsip 8P sangat penting untuk memastikan keberhasilan bisnis. Bisnis harus memperhatikan setiap prinsip 8P agar: Produk atau layanan yang ditawarkan berkualitas: Produk atau layanan yang berkualitas akan menarik minat konsumen dan meningkatkan loyalitas mereka. Harga yang ditetapkan sesuai dengan nilai produk atau layanan: Harga yang terlalu tinggi akan membuat konsumen enggan membeli, sedangkan harga yang terlalu rendah akan membuat bisnis rugi. Promosi yang dilakukan efektif: Promosi yang efektif akan meningkatkan awareness dan minat konsumen terhadap produk atau layanan. Lokasi bisnis mudah diakses: Lokasi bisnis yang mudah diakses akan memudahkan konsumen untuk mengunjungi dan membeli produk atau layanan. Proses yang dilakukan efisien: Proses yang efisien akan meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Karyawanmemiliki pengetahuan yang cukup: Karyawan yang kompeten dan bermotivasi tinggi akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada Kemitraan menguntungkan: Kemitraan yang saling menguntungkan akan membantu bisnis untuk berkembang dan mencapai tujuannya. Keuntungan yang dihasilkan cukup untuk membiayai operasional bisnis dan memberikan keuntungan yang layak bagi pemilik bisnis: Keuntungan yang cukup akan memastikan keberlangsungan bisnis dan memberikan reward bagi pemilik bisnis. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan PKM bagi pemuda di RT 013 mencakup tiga agenda yaitu identifikasi masalah dan kebutuhan, penyampaian materi oleh narasumber, dan penyerahan bantuan alat untuk kewirausahaan. Materi Pengembangan Bisnis dalam Mempercepat Pertumbuhan Ketenagakerjaan Kewirausahaan Pemuda berkaitan dengan masalah yang dihadapi tenaga kerja dan peluang tenaga kerja menciptakan usaha secara Hal ini terjadi karena jumlah dan proporsi penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat potensi sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Jika penduduk tersebut dapat memperoleh pekerjaan maka hal ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan bangsanya, tetapi jika tidak memperoleh pekerjaan berarti mereka akan menganggur dan justru akan menekan standar hidup bangsanya menjadi lebih Sehingga penduduk khususnya golongan muda mengembangkan sayap untuk bisa berinovasi bekerja dalam menciptakan suatu lapangan kerja yang menghasilkan income terutama untuk dirinya atau keluarganya, dengan menciptakan sesuatu yang baru yang menghasilkan. Dengan menciptakan inovasiinovasi baru akan melahirkan kewirausahaankewirausahaan yang tinggi dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan khususnya bagi generasi muda. Penyampaian materi dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Gambar 1. Penyampaian Materi Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pes at Vol. No. Februari 2024, pp. Kesimpulan Pertumbuhan penduduk yang diiringi dengan pertambahan angkatan kerja telah menimbulkan masalah Dengan adanya ketidakseimbangan jumlah penduduk yang terus bertambah hingga menumpuk pada usia produktif dan peningkatan jumlah angkatan kerja tanpa diikuti dengan penyediaan lapangan kerja akan mengakibatkan kesempatan kerja berkurang dan jumlah pengangguran semakin bertambah. Semangat inovasi serta penguasaan teknologi terus dipacu demi pertumbuhan dan pengembangan usaha yangberkelanjutan yang menghasilkan produkprodukyang bermutu dan bernilai tambah tinggi. Daftar Pustaka