SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan ISSN: 3047-8618 (Onlin. | DOI: 10. 31959/js. Volume 3 . No. June 2025 . Homepage: https://ejournal-polnam. id/index. php/JS/index Amanah Ketuhanan dan Kemanusiaan dalam Nilai-Nilai Islam Meyniar Albina1. Sri Aqilah Maulida2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia *Corresponding author email: sriaqilah0301212107@uinsu. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep amanah ilahi dan kemanusiaan dalam Islam sebagai prinsip fundamental yang membentuk identitas serta tanggung jawab spiritual dan sosial setiap Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan, yang menganalisis literatur dan sumber tekstual Islam yang relevan. Sumber data primer diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel terkait yang membahas prinsip-prinsip ketuhanan dan kemanusiaan dalam ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amanah ilahi mencakup hubungan vertikal antara manusia dan Allah SWT melalui ibadah dan ketaatan, sedangkan amanah kemanusiaan mencakup tanggung jawab horizontal dalam interaksi sosial, yang diwujudkan melalui prinsip keadilan, kasih sayang, dan toleransi. Islam menempatkan manusia sebagai pengelola di muka bumi yang memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan spiritual dan sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa moderasi beragama dan kolaborasi lintas agama merupakan kunci untuk menjaga keseimbangan antara amanah ilahi dan kemanusiaan guna menciptakan masyarakat yang adil dan damai. Tantangan utama yang dihadapi dalam menjalankan kedua amanah ini antara lain fanatisme agama, ketidakmampuan memahami pluralisme, dan tekanan sosial yang seringkali mengganggu keseimbangan spiritual dan sosial seorang Muslim. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman etika dan praktis bagi individu Muslim dalam menyelaraskan aspek spiritual dan sosial dalam kehidupan modern. Kata kunci: keilahian, kemanusiaan, islam, kepercayaan Trust of God and Humanity in Islamic Values Abstract: This research aims to analyze the concept of divine and humanitarian trust in Islam as a fundamental principle that shapes the identity and spiritual and social responsibilities of every Muslim. This research uses a qualitative method with a library research approach, which analyzes relevant literature and Islamic textual sources. The primary data sources are obtained from books, journals, and related articles that discuss the principles of divinity and humanity in Islamic teachings. The research results show that the divine trust encompasses the vertical relationship between humans and Allah swt. through worship and obedience, while the human trust includes horizontal responsibilities in social interactions, manifested through the principles of justice, compassion, and tolerance. Islam places humans as stewards on Earth who have the trust to maintain the balance between spiritual and social This research also found that religious moderation and interfaith collaboration are key to maintaining the balance between divine trust and humanity to create a just and peaceful society. The main challenges faced in carrying out these two trusts include religious fanaticism, the inability to understand pluralism, and social pressures that often disrupt the spiritual and social balance of a Muslim. This research makes an important contribution to building ethical and practical understanding for Muslim individuals in harmonizing spiritual and social aspects in modern life. Keywords: divinity, humanity, islam, trust Lisensi Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Albina1. Maulida2. AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan . PENDAHULUAN Islam sebagai agama dan pandangan hidup hadir dengan membawa amanah yang mulia bagi umat manusia. Amanah tersebut tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta . ablum minalla. , tetapi juga mencakup hubungan horizontal antarmanusia dan alam semesta . ablum minanna. Dalam Islam, setiap individu diamanahi untuk menjalankan dua kewajiban besar, yaitu memenuhi hak-hak ketuhanan melalui ketaatan dan ibadah, serta menunaikan hak-hak kemanusiaan dengan menegakkan keadilan, menjaga perdamaian, dan melindungi kesejahteraan masyarakat. Islam sebagai amanah ketuhanan dan kemanusiaan juga menekankan pentingnya moderasi . dalam setiap aspek kehidupan. Moderasi ini tercermin dalam ajaran yang mengajak umat Islam untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, antara hak-hak individu dan hakhak masyarakat, serta antara kepentingan spiritual dan material. Moderasi ini menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat manusia di era modern ini, termasuk tantangan dalam menjaga keberagaman dan mewujudkan Islam mengajarkan bahwa manusia harus hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Keberadaan ajaran agama Islam memberikan cahaya dan harapan baru kepada umat manusia untuk dapat menuju ke jalan ketenangan dan kedamaian sebagaimana Pengajaran yang diberikan oleh agama Islam antara lain: mencintai mengasihi seluruh makhluk ciptaan Allah swt. , bersikap dan berbuat dengan adil pada tiap perkara, memberikan kesadaran pada manusia bahwa tiap hal yang dilakukan memiliki konsekuensinya masing-masing . isa saja baik dan bisa saja buru. , dan banyak hal lainnya yang tidak akan bisa dibahas dalam tulisan yang singkat. Hal-hal tersebut yang menjadikan agama Islam disebut sebagai sebuah bentuk amanah dari Sang Pencipta kepada manusia yang bertujuan untuk memberikan kedamaian, rasa cinta, dan pedoman agar hidup manusia dapat terarah sebagaimana semestinya. Penelitian mengenai AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan dalam Nilai-Nilai Islam" memiliki arti penting yang mendalam, baik secara teoretis maupun praktis. Kedua aspek amanah ini juga menjadi semakin penting di tengah tantangan kehidupan modern, di mana keseimbangan antara nilai spiritual dan sosial sering kali terganggu. Dengan memahami amanah ketuhanan dan kemanusiaan, diharapkan individu muslim dapat lebih sadar akan perannya sebagai khalifah di bumi, yang tidak hanya berfokus pada ibadah kepada Allah swt. , tetapi juga pada usaha untuk mewujudkan kehidupan yang damai dan adil dalam masyarakat. Penelitian ini juga berperan dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat, serta memberi landasan yang kokoh bagi pembentukan karakter dan perilaku yang sesuai dengan prinsip Islam. Tulisan ini akan mengupas lebih dalam mengenai bagaimana Islam memandang amanah ketuhanan dan kemanusiaan sebagai dua pilar utama yang membentuk identitas seorang muslim. Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat dipahami bahwa kedua amanah tersebut bukanlah tanggung jawab yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang menyatu dalam praktik kehidupan sehari-hari. Islam, dengan segala ajarannya, berperan sebagai pedoman yang membimbing umat manusia menuju kehidupan yang lebih adil, damai, dan bermakna bagi seluruh makhluk. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Dalam penelitian Muhajir Darwis dkk, yang berjudul AuIslam dan KemanusiaanAy menjelaskan Islam secara harfiah, bermakna kepasrahan dan ketundukan kepada tuhan yang maha esa, kepada siapa semua ciptaan nya mengabdikan dan menghambakan diri. Allah swt. yang diimani oleh kaum muslimin adalah tuhan bagi seluruh ciptaan nya. Dialah Robbul Aoalamin . emelihara alam semest. Islam hadir untuk semua makhluk tuhan, yakni manusia dan alam semesta kapan saja dan kemana saja ia ada dan terus Islam juga berarti keselamatan dan kedamaian . Nilai-nilai kemanusiaan yang sangat ditekankan dalam Islam, diantaranya: kasih sayang, belas kasihan, keadilan, toleransi, penghargaan keberagaman, ketulusan, integritas, saling menolong, dan kemanusiaan. Hak asasi manusia dalam Islam diantaranya hak hidup, hak kebebasan beragama, hak bekerja dan mendapat upah, hak persamaan dan keadilan, hak kebebasan berpendapat, hak atas jaminan sosial dan hak atas harta benda1. Kemudian dalam penelitian Muh. Haras Rasyid, yang berjudul AuMaqasid al-SyariAoah (Telaah dalam dimensi Ketuhanan dan Kemanusiaa. Ay menjelaskan Maqasid al-Syariah adalah pembahasan dalam hukum Islam yang mengkaji tujuan-tujuan syariat, yaitu bahwa segala yang disyariatkan oleh Allah swt. bertujuan untuk kemaslahatan manusia, baik secara nyata maupun yang tidak terjangkau oleh akal manusia. Dimensi Ketuhanan dalam Maqasid al-Syariah bersifat mutlak dan wajib dilaksanakan dengan pendekatan iman . aAoabbud. , sedangkan dimensi Kemanusiaan menekankan aspek muamalah, yang melibatkan akal dan konteks waktu serta tempat, didekati dengan pendekatan rasional . aAoaqqul. Pemikiran manusia yang berkembang melalui akal, meski memiliki kebenaran, juga memiliki kelemahan dan bisa berubah seiring waktu. Apa yang dianggap benar hari ini mungkin berbeda di masa depan2. Sementara penelitian ini lebih terfokus pada amanah ketuhanan dan kemanusiaan dalam nilai-nilai Islam, yang mencakup hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, dengan penekanan pada tugas manusia sebagai khalifah di bumi untuk membangun kehidupan yang harmonis melalui kebaikan, toleransi, dan kesetaraan. Pandangan ini lebih menekankan pada peran praktis manusia dalam menjaga amanah Tuhan, serta bagaimana ajaran Islam harus diterapkan dalam konteks sosial yang abadi. METODE PENELITIAN Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. , guna menjawab pertanyaan serta mengatasi masalah yang terdapat dalam penelitian ini (Sugiyono, 2. Pendekatan ini melibatkan pencarian dan analisis terhadap literatur yang relevan dengan topik penelitian. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber data sekunder yang diperoleh penulis melalui buku, jurnal, dan artikel terkait liannya. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. dipilih dalam penelitian ini karena memberikan pemahaman yang komprehensif tentang topik Selain itu, jenis penelitian kualitatif juga bertujuan untuk menjelajahi dan menggali pemahaman baru atau teori baru dalam bidang penelitian yang relevan. Muhajir Darwis et al. AoISLAM DAN KEMANUSIAANAo. Perspektif Agama Dan Identitas 9, no. : 114. Muh Haras Rasyid. AoMAQASHID AL-SYARIAoAH (Telaah Dalam Dimensi Ketuhanan Dan Kemanusiaa. Ao. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum 10, no. : 118. Albina1. Maulida2. AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan . Ay Melalui pendekatan ini, peneliti berharap dapat menghasilkan pemikiran baru, konsep baru, atau teori yang lebih komprehensif yang dapat berkontribusi terhadap pemahaman dan perkembangan pengetahuan di bidang tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Islam sebagai Amanah Ketuhanan Dalam Islam, amanah adalah salah satu konsep penting yang merujuk pada kepercayaan, tanggung jawab, dan kejujuran dalam menjalankan suatu kewajiban. Kata AuamanahAy sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti kepercayaan atau sesuatu yang Islam sebagai amanah ketuhanan merujuk pada pemahaman bahwa ajaran Islam, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. , adalah tugas atau mandat yang diberikan oleh Allah kepada umat manusia. Amanah ketuhanan ini mencerminkan tanggung jawab yang diemban oleh setiap muslim untuk mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Islam bukan hanya sekadar petunjuk hidup, tetapi juga beban moral dan spiritual yang harus diemban dan dilaksanakan oleh setiap Amanah ini menuntut setiap individu untuk melaksanakan ibadah dengan penuh kesadaran, menjadikan setiap tindakan sebagai ungkapan rasa syukur dan pengabdian kepada Allah. Selain itu, amanah ketuhanan mengimplikasikan bahwa ajaran Islam harus diintegrasikan ke dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam berpikir maupun bertindak, sehingga menciptakan keseimbangan antara tuntutan spiritual dan kebutuhan duniawi3. Implementasi amanah ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya terbatas pada ibadah, tetapi juga mencakup etika dan moralitas dalam berinteraksi dengan Dalam konteks ini, seorang muslim diharapkan untuk menjadi agen perubahan yang positif, dengan menebarkan kebaikan dan membangun solidaritas sosial di tengah Dengan demikian, amanah ketuhanan tidak hanya membentuk karakter pribadi, tetapi juga berperan dalam membangun masyarakat yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan, menciptakan sinergi antara kepentingan individu dan kolektif. Beberapa ayat Al-QurAoan yang menjelaskan tentang konsep Islam sebagai amanah ketuhanan adalah sebagai berikut: Al-Ikhlas Ayat 1-4 AcEEa a aA ACa eE aN aO NA "Katakanlah (Muhamma. Dialah Allah. Yang Maha Esa. AEA aI aA ca a NcEEA AuAllah tempat meminta segala sesuatu. Ay Amiruddin. AoAMANAH DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN (Studi Komparatif Tafsir AlMisbah dan Al-Azha. Ao. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 11, no. December 2. : 833, https://doi. org/10. 22373/jm. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 AaEe OaEa e o aOaEe Oa eOEa eA Au(Alla. tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Ay AaOaEe Oa aE eI EacN aE aA UO a aA AuDan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. Ay Surah Al-Ikhlas menjelaskan konsep Islam sebagai amanah ketuhanan melalui penegasan mengenai keesaan Allah. Ayat pertama menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang tidak memiliki sekutu, yang merupakan landasan utama bagi setiap muslim dalam menjalankan amanah. Ayat kedua menggambarkan Allah sebagai sumber segala kebutuhan, mendorong umat untuk bergantung sepenuhnya kepada-Nya dalam menghadapi berbagai tantangan. Selanjutnya, ayat ketiga menyatakan bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, menunjukkan bahwa eksistensi-Nya tidak tergantung pada makhluk lain, sehingga amanah yang diberikan kepada manusia adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan kesadaran penuh. Terakhir, ayat keempat menegaskan bahwa tidak ada yang setara dengan Allah, mendorong umat untuk menghindari segala bentuk syirik dan menjaga ketuhanan-Nya. Dengan demikian, pemahaman terhadap ayat-ayat ini mengajak setiap muslim untuk mengintegrasikan nilai-nilai tauhid dalam tindakan sehari-hari sebagai wujud nyata pelaksanaan amanah ketuhanan (Masunah, 2. Az-Zariyat Ayat 56 a AeEI uaacE EaO e aA a a AOI aEa eCA AOIA a a a a A e acI aOA aa Artinya: AuDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-KuAy. QS. Az-Zariyat . dari Al-Qur'an, yang menyatakan. AuDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku,Ay menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia dan jin adalah untuk mengabdi kepada Allah. Dalam konteks ini, amanah ketuhanan berarti setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjalankan misi tersebut dengan sebaik-baiknya. Ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada praktik seperti shalat dan puasa, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, di mana setiap tindakan yang baik dapat dianggap sebagai bentuk ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan petunjuk Allah. Kesadaran akan amanah ini mendorong individu untuk berusaha memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Selain itu, amanah ketuhanan juga melibatkan tanggung jawab sosial, di mana setiap individu, sebagai bagian dari komunitas muslim, berkewajiban untuk saling mendukung dalam menerapkan ajaran Islam. Dengan demikian, ayat ini mengajak kita untuk memahami hidup sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berkontribusi positif dalam masyarakat, sehingga menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh berkah4. Islam sebagai Amanah Kemanusiaan Muh. Tang S. AoAmanah Dalam Perspektif Al-QurAoanAo. Azkiya 5, no. : 30Ae39. Albina1. Maulida2. AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan . Ay Islam sebagai amanah kemanusiaan berarti bahwa Islam hadir sebagai agama yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari ajaran dan tanggung jawab bagi setiap muslim. Amanah di sini berarti tanggung jawab moral dan spiritual yang diemban oleh umat Islam untuk menjaga dan memuliakan kehidupan manusia secara menyeluruh. Sebagai agama yang diturunkan untuk menjadi rahmatan lil 'alamin atau rahmat bagi semesta alam. Islam mendorong umatnya untuk menegakkan nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, persamaan derajat, dan kepedulian sosial. Semua ini menjadi dasar dari kehidupan yang harmonis dan damai, baik dalam hubungan antarmanusia maupun dengan alam. Islam bukan sekadar agama pribadi yang hanya berfokus pada ibadah sehari-hari, tetapi memiliki dimensi sosial yang luas, yang menuntut umatnya untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan dan melindungi hak-hak asasi manusia. Dalam konteks ini. Islam sebagai amanah kemanusiaan memanggil setiap muslim untuk tidak hanya memperhatikan kesejahteraan pribadi, tetapi juga ikut serta dalam mewujudkan kebaikan bagi masyarakat dan menjaga keseimbangan alam, sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah serta penghormatan kepada sesama makhluk ciptaan-Nya. Seperti firman Allah swt. dalam Surah al-Baqarah ayat 30: aAOA a AE EaE aeI NEea aE a aacIe a aE a eacEa eA A aEa eO aAU Ca EaeOA AEA ACA ca a a aAE E a aIeA a ae a aE Aa eO aN aI eI Oac eA a a Aa eO aN aOOa e a e a a a aAO eaII IA AE Ca aE aacIe a eEa aI aI acE a eEa aI eO aIA a aA EA a A a aa eI aE aOIa aC A a a a Artinya: AuIngatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: AuSesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumiAy. Mereka berkata: AuMengapa Engkau hendak menjadikan . di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?Ay Tuhan berfirman: AuSesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahuiAy. Dalam ayat ini. Allah menetapkan manusia sebagai khalifah di bumi, yang berarti manusia diberi tanggung jawab atau amanah untuk memelihara, mengelola, dan menjaga bumi beserta isinya. Tugas khalifah ini bukan hanya berfokus pada ibadah kepada Allah secara individu, tetapi juga mencakup kewajiban manusia untuk menjaga tatanan sosial, menerapkan keadilan, melindungi hak-hak sesama, serta memelihara lingkungan dan keseimbangan alam. Dengan demikian, konsep khalifah di muka bumi mengandung makna bahwa manusia, sebagai perwakilan Allah, harus menegakkan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Inilah yang menjadikan ayat ini sebagai dasar kuat bahwa Islam memberikan amanah besar kepada manusia untuk menjaga kemanusiaan dan menciptakan kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh makhluk5. Rahmat Ilyas. AoManusia sebagai Khalifah dalam Persfektif IslamAo. MAWAAoIZH: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan 7, no. June 2. : 169Ae95, https://doi. org/10. 32923/maw. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Setidaknya terdapat tiga hal yang menegaskan Islam sebagai agama yang mengusung visi kemanusiaan, diantaranya: Islam adalah agama yang berpijak pada konsep fitrah. Dengan fitrahnya, manusia berkesiapan untuk mengenal Tuhannya dan mengembangkan kemanusiaanya karena telah dibekali potensi diri sejak lahir. Islam adalah agama yang mempunyai semangat toleransi yang tinggi. Islam bersifat moderat, adil, dan jalan tengah. Prinsip ini hendaknya menjadi fondasi umat Islam dalam membangun tata kehidupan yang harmonis, baik dalam konteks intraagama maupun interagama, dalam lingkup nasional ataupun global. Dengan cara itulah, umat Islam sebagai golongan mayoritas di negeri ini akan menjadi umat yang bisa memberikan harapan untuk lahirnya kehidupan yang lebih mengedepankan dialog dan perdamaian. demikian juga dalam pentas global, umat Islam tidak disalah persepsikan sebagai kaum AuterorisAy. Islam adalah agama yang mengutamakan kemaslahatan dan menghindari Yang dimaksud kemaslahatan di sini adalah kemaslahatan tatanan publik, kemaslahatan bagi segenap manusia tanpa pandang bulu, bukan kemaslahatan segelintir orang dan sekelompok orang saja6. Cara Menyeimbangkan Amanah Ketuhanan dan Kemanusiaan Pentingnya keseimbangan antara amanah ketuhanan dan kemanusiaan tercermin dalam Al-QurAoan dan Hadis, yang menekankan bahwa hubungan seorang muslim dengan Allah tidak dapat terlepas dari tanggung jawabnya terhadap sesama. Dalam surah Al-Baqarah ayat 177, yang artinya AuBukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir . ang memerlukan pertolonga. dan orang-orang yang meminta-minta. hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam Mereka itulah orang-orang yang benar . dan mereka itulah orang-orang yang bertakwaAy, dijelaskan bahwa kebaikan sejati bukan hanya terwujud dalam ibadah ritual semata, melainkan juga dalam kesediaan untuk berbuat baik kepada sesama, mengeluarkan harta bagi orang yang membutuhkan, serta menegakkan keadilan. Demikian pula. Rasulullah saw. menegaskan bahwa AuTidaklah beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri (HR. Bukhari dan Musli. Ay Hadis ini menekankan pentingnya keterkaitan antara hubungan vertikal . engan Alla. dan hubungan horizontal . engan sesama manusi. dalam kehidupan seorang muslim. Menyeimbangkan amanah ketuhanan dan kemanusiaan sering kali dirasa tidak Manusia kerap menekankan salah satu aspek dan mengabaikan yang lain. Kecenderungan berlebihan pada amanah ketuhanan tanpa aspek kemanusiaan bisa menyebabkan keterasingan sosial, sementara terlalu mengutamakan amanah kemanusiaan tanpa iman dan takwa, juga dapat menghilangkan makna spiritual. Karena itu. Islam mendorong keseimbangan antara keduanya agar seorang muslim tidak hanya dekat dengan Allah tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Mahmud Arif. AoPendidikan Agama Islam InklusifmultikulturalAo. Jurnal Pendidikan Islam 1, 1 . : 9. Albina1. Maulida2. AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan . Ay Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang muslim untuk mejaga keseimbangan antara amanah ketuhanan dan kemanusiaan: Moderasi Beragama Prinsip moderasi beragama adalah upaya untuk menjaga keseimbangan dalam menjalankan ajaran agama dengan cara yang tidak berlebihan atau ekstrem. Moderasi ini menjadi landasan penting bagi seorang muslim untuk memenuhi amanah ketuhanan dengan tetap menghormati aspek kemanusiaan. Dengan moderasi beragama, seorang muslim diarahkan untuk menghormati keberagaman keyakinan dan tradisi tanpa kehilangan prinsip ketuhanan yang dianut. Pentingnya moderasi beragama tercermin dalam sikap saling menghormati antarumat beragama, mengedepankan dialog, serta menghindari paham dan praktik Ketika seorang muslim mengedepankan moderasi, ia menciptakan ruang untuk keharmonisan hidup di tengah masyarakat yang plural. Ini sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan hidup berdampingan dalam damai dan harmoni, sebagaimana yang diungkapkan dalam banyak ayat Al-QurAoan. Misalnya, prinsip moderasi ini diakui dalam Surah Al-Baqarah ayat 143, yang menyebut umat Islam sebagai Auumat yang moderatAy . mmatan wasata. yang berperan dalam menjaga keseimbangan hidup. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi cara utama untuk menyeimbangkan amanah ketuhanan dalam menjalankan ajaran agama dengan amanah kemanusiaan yang menjunjung persaudaraan dan kedamaian di antara sesama manusia7. Praktik Altruisme Altruisme, atau sikap peduli terhadap sesama, menjadi bentuk ibadah sosial yang esensial dalam menyeimbangkan amanah ketuhanan dan kemanusiaan. Dalam Islam, altruisme adalah perilaku yang sangat dianjurkan sebagai wujud kasih sayang kepada sesama manusia. Sikap altruisme mendorong seseorang untuk tidak hanya peduli pada kebaikan diri sendiri tetapi juga memberikan manfaat kepada orang lain. Salah satu hadits yang sering dikutip untuk menggambarkan nilai ini adalah AuKhairu an-nas anfaAouhum li an-nas,Ay yang berarti AuSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ay Praktik altruisme sejalan dengan amanah ketuhanan yang mendorong setiap muslim untuk berbuat kebaikan, namun juga tidak melupakan peranannya dalam kehidupan Dengan menjalankan altruisme, seorang muslim dapat mewujudkan aspek ketuhanan dalam perbuatan sehari-hari yang berdampak positif pada masyarakat. Ini dapat terlihat dalam berbagai bentuk, seperti membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, atau berkontribusi dalam kegiatan sosial. Altruisme bukan hanya bentuk pengabdian kepada sesama tetapi juga sebagai bukti penghambaan kepada Tuhan yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Dengan kata lain, melalui sikap altruisme, amanah ketuhanan dan amanah kemanusiaan dapat berjalan beriringan8. Kerjasama Antarumat Beragama Kerjasama antarumat beragama adalah contoh nyata dari penerapan nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara bersamaan. Dalam konteks kehidupan sosial, menjalin Kementerian Agama RI, ed. Moderasi beragama (Jakarta: Badan Litbang dan Diklat. Kementerian Agama RI, 2. Fina Hidayati. AoKonsep Altruisme dalam Pers Ektif Ajaran Aga Islam (ITSAR)Ao. Jurnal Psikoislamika 13, no. : 59Ae63, https://doi. org/10. 18860/psi. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 kerjasama dengan umat agama lain dalam aktivitas kemanusiaan dapat mempererat ikatan antarkomunitas dan mempromosikan kehidupan yang harmonis. Kerjasama ini mencerminkan nilai-nilai universal kemanusiaan yang selaras dengan prinsip ketuhanan yang mengajarkan kasih sayang dan kedamaian. Contoh nyata dari praktik ini bisa dilihat di Surakarta, di mana masjid dan gereja bergandengan tangan dalam kegiatan kemanusiaan, seperti penggalangan dana untuk korban bencana. Kerjasama ini menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap sesama tidak mengenal batas agama dan budaya. Dengan demikian, melalui kolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan, umat beragama dapat mewujudkan amanah kemanusiaan sekaligus menjalankan amanah ketuhanan. Ini adalah bentuk ibadah yang menyatukan umat manusia dalam tujuan bersama untuk memperkuat rasa solidaritas, kesejahteraan dan memperjuangkan kebaikan kolektif9. Implementasi Amanah dalam Kehidupan Sehari-hari Amanah ketuhanan dan kemanusiaan dalam perspektif Islam merupakan fondasi etis yang membimbing umat muslim dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Kedua amanah ini menuntut komitmen nyata untuk menyeimbangkan aspek spiritual dan sosial dalam berbagai aktivitas. Implementasi dari amanah ini tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi individu itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak yang luas bagi pembangunan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera. Sebagai manusia yang diciptakan sebagai khalifah di muka bumi, amanah ketuhanan dan kemanusiaan ini membentuk dasar etis yang mendalam dan berkelanjutan, sehingga memberikan kerangka bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan bermanfaat bagi semua. Implementasi Amanah Ketuhanan Amanah ketuhanan merupakan tanggung jawab individu muslim terhadap Allah, yang diwujudkan melalui ketaatan dalam menjalankan ibadah, serta menjaga integritas Amanah ini melibatkan komitmen untuk selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta menumbuhkan rasa syukur, ikhlas, dan ketulusan dalam beribadah. Implementasi amanah ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari beberapa aspek berikut: Ketaatan dalam Beribadah Implementasi amanah ketuhanan . ablum minalla. tercermin dalam ketaatan seorang muslim dalam menjalankan perintah-perintah Allah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Melalui pelaksanaan ibadah seperti shalat lima waktu, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu, seorang muslim memperlihatkan komitmennya dalam melaksanakan amanah ketuhanan ini. Namun, implementasi amanah ketuhanan tidak hanya sekadar menjadi kewajiban, melainkan lebih dalam, yakni membangun ketulusan dalam setiap ibadah untuk menghindari sifat riya atau keinginan akan pujian. Dengan menekankan keikhlasan dalam setiap amalan, seorang muslim tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban, tetapi juga menjadikan ibadah sebagai sarana untuk Lilam Kadarin Nuriyanto. AoSocial Integration Management Of Places Of Worship For Islam And Christian SurakartaAo. Analisa June https://doi. org/10. 18784/analisa. Albina1. Maulida2. AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan . Ay mendekatkan diri kepada Allah dan memperdalam nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari10. Memelihara Akhlak Mulia Implementasi amanah ketuhanan atau hubungan dengan Allah adalah fondasi penting dalam kehidupan seorang muslim, yang mencakup upaya untuk memelihara akhlak mulia. Mempraktikkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan kesabaran merupakan manifestasi nyata dari akhlak mulia yang diperintahkan oleh Allah swt. Rasulullah saw. adalah contoh teladan utama dalam membina akhlak mulia ini, sehingga meneladani sifat-sifat beliau menjadi bagian penting dari amanah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap-sikap seperti menjaga janji, berkata benar, menjauhi fitnah, dan mengedepankan kebaikan dalam setiap tindakan merupakan bentuk implementasi konkret dari amanah ketuhanan. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai tersebut, seorang muslim tidak hanya menunjukkan ketaatan kepada Allah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang penuh dengan kedamaian, keadilan, dan kasih sayang. Implementasi Amanah Kemanusiaan Amanah kemanusiaan merupakan tanggung jawab individu muslim terhadap sesama manusia dan lingkungan sosialnya. Dimensi ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang lain, berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, dan menjaga keharmonisan dengan sesama. Beberapa bentuk implementasi amanah kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari meliputi: Berperilaku Jujur dan Adil dalam Berinteraksi Implementasi amanah kemanusiaan mencakup perilaku jujur dan adil dalam setiap interaksi sosial, suatu prinsip penting yang sangat ditekankan dalam Islam. Kejujuran dan keadilan bukan hanya tuntutan moral, tetapi juga dasar utama yang menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam masyarakat. Dalam konteks transaksi bisnis, misalnya, seorang muslim diharuskan untuk menghindari segala bentuk kecurangan dan manipulasi yang dapat merugikan orang lain. Kejujuran adalah nilai fundamental yang membangun integritas, sehingga menjaga kepercayaan dan kerukunan di tengah Dengan berlaku jujur dan adil dalam segala aspek interaksi baik dalam urusan pribadi, bisnis, maupun sosial seseorang tidak hanya memenuhi amanah kemanusiaan, tetapi juga turut menciptakan lingkungan yang penuh dengan rasa saling percaya dan harmonis11. Menunaikan Tanggung Jawab Sosial Amanah kemanusiaan juga diwujudkan melalui tanggung jawab sosial, seperti membantu sesama yang membutuhkan melalui sedekah, zakat, dan infak. Dalam Islam, hal ini dipandang sebagai bentuk ibadah yang tidak hanya menumbuhkan kesadaran sosial, tetapi juga sebagai manifestasi dari cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Dengan menunaikan tanggung jawab sosial, seorang muslim turut berperan dalam Iwan Hermawan and Nurwadjah Ahmad. AoKonsep Amanah dalam Perspektif Pendidikan IslamAo. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama 12, no. 2 (November 2. , https://doi. org/10. 37680/qalamuna. Andriani Novi and Subiyantoro. AoImplementasi Nilai-Nilai Ketuhanan Dan Kemanusiaan Dalam Upaya Meningkatkan Karakter Toleransi Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Negeri 1 RimoAo. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah 7, no. July 2. : 27Ae33, https://doi. org/10. 54892/jmpialidarah. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan Menghargai Perbedaan dan Menjaga Toleransi Implementasi amanah kemanusiaan dalam konteks menghargai perbedaan dan menjaga toleransi sangat penting dalam kehidupan beragama, terutama dalam Islam, yang menekankan kasih sayang dan persatuan. Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati setiap individu, terlepas dari latar belakang agama, suku, atau budaya yang berbeda. Toleransi bukan hanya sekadar sikap, tetapi merupakan bentuk amanah kemanusiaan yang krusial untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat diwujudkan melalui sikap terbuka terhadap perbedaan, di mana kita harus berusaha untuk memahami perspektif orang lain dan menjunjung tinggi hak-hak setiap individu. Menghindari sikap diskriminatif dan memperlakukan setiap orang dengan adil adalah langkah penting dalam menjaga Tantangan dalam Menjalankan Amanah Ketuhanan dan Kemanusiaan Menjalankan amanah adalah tanggung jawab individu sebagai bentuk kepercayaan dari Tuhan maupun sesama, mencakup tanggung jawab pribadi, sosial, moral, dan Namun, pelaksanaannya sering menghadapi tantangan yang menguji integritas dan komitmen, seperti tekanan lingkungan, dilema moral, dan godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi. Di tengah arus perubahan sosial dan kemajuan zaman, amanah semakin sulit dijalankan tanpa adanya kepekaan, kebijaksanaan, dan keteguhan hati. Perubahan nilai dan norma dalam masyarakat juga menambah tantangan, menyebabkan ketidakjelasan mengenai apa yang seharusnya dipahami sebagai amanah. Berikut beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam menjalankan amanah ketuhanan dan kemanusiaan: Fanatisme Agama Fanatisme agama adalah bentuk keberagamaan ekstrem yang menganggap keyakinan dan nilai-nilai kelompoknya sebagai satu-satunya kebenaran, tanpa memberi ruang bagi pandangan atau keyakinan yang berbeda. Dalam konteks ini, fanatisme yang tidak diimbangi dengan sikap toleransi dapat memperburuk situasi, tidak hanya pada tingkat individu tetapi juga dalam kehidupan sosial dan politik. Ketika seseorang atau sekelompok orang berpegang teguh pada pandangan yang ekstrem, mereka sering kali menolak untuk berdialog atau bahkan sekadar mendengarkan perspektif lain. Sikap seperti ini berpotensi memicu konflik, meningkatkan ketegangan, dan menghancurkan upaya untuk membangun masyarakat yang damai dan inklusif. Ketidakmampuan Memahami Pluralitas Pluralitas adalah konsep yang menggambarkan keberagaman atau kemajemukan dalam suatu masyarakat, yang mencakup perbedaan dalam agama, budaya, etnis, bahasa, dan pandangan hidup. Dalam konteks sosial, pluralitas merujuk pada kenyataan bahwa sebuah masyarakat terdiri dari berbagai kelompok dengan identitas dan nilai Muntohar Zayyan. AoImplementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan Dalam Pendidikan Islam (Kajian Surat Al-Insa. Ao. HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam 4, no. January 2. , https://doi. org/10. 35706/hw. Nabila Islami. Rizma Nur Fitria, and Thalita Nurul Azizah. AoNilaiAenilai Kemanusiaan dalam IslamAo 1, no. : 1038Ae43, https://doi. org/10. 55606/religion. Albina1. Maulida2. AuAmanah Ketuhanan dan Kemanusiaan . Ay yang beragam, yang hidup berdampingan dalam satu kesatuan. Pluralitas bukan hanya sekadar keberadaan perbedaan, tetapi juga mengakui bahwa perbedaan tersebut adalah bagian integral dan alami dari kehidupan bersama yang harus dihargai. Ketidakmampuan memahami pluralitas agama dan budaya adalah salah satu faktor utama yang dapat menimbulkan disharmoni dalam masyarakat yang majemuk. Ketika seseorang atau kelompok gagal memahami keberagaman sebagai elemen penting kehidupan sosial, mereka cenderung melihat perbedaan agama atau budaya melalui perspektif yang sempit dan bias. Akibatnya, terjadi sikap yang eksklusif terhadap kelompok lain dan menimbulkan segregasi sosial yang bisa menghambat harmoni dan kedamaian dalam masyarakat. Tekanan Lingkungan Sosial Tekanan Lingkungan Sosial merupakan salah satu tantangan utama dalam menjalankan amanah. Lingkungan yang kompetitif dan materialistis dapat mengguncang keyakinan individu terhadap nilai-nilai spiritual. Dalam masyarakat yang sering kali lebih menghargai pencapaian materi dibandingkan dengan integritas moral, individu sering kali terjebak dalam dilema antara memenuhi ekspektasi sosial dan tetap setia pada amanah ketuhanan. Tekanan ini dapat muncul dari berbagai sumber, seperti keluarga, teman, dan rekan kerja, yang mendorong individu untuk mencapai standar tertentu, sering kali di luar batasan etika dan spiritual. Misalnya, untuk mendapatkan pengakuan atau status sosial, seseorang mungkin merasa terpaksa melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti berbohong atau berkorupsi. Dalam konteks ini, tantangan yang dihadapi individu bukan hanya untuk memenuhi ekspektasi sosial, tetapi juga untuk menjaga keteguhan dalam menjalankan amanah ketuhanan di tengah arus budaya yang sering kali tidak sejalan dengan nilai-nilai Menghadapi tekanan ini memerlukan kepekaan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk tetap setia pada ajaran agama, serta dukungan dari komunitas yang KESIMPULAN DAN SARAN Amanah ketuhanan dan kemanusiaan dalam Islam merupakan dua dimensi yang saling melengkapi dan membentuk fondasi etis bagi seorang muslim. Islam sebagai amanah ketuhanan mengharuskan setiap muslim untuk menjalankan kewajiban spiritual, yaitu mengabdikan diri kepada Allah dengan keimanan yang konsisten dalam ibadah dan perilaku sehari-hari. Sementara itu. Islam sebagai amanah kemanusiaan mendorong setiap muslim untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya, seperti menegakkan keadilan, berbuat kasih sayang, dan menjaga hubungan harmonis dengan sesama dan alam. Keseimbangan antara kedua amanah tersebut menjadi kunci bagi terciptanya kehidupan yang adil, damai, dan berkelanjutan. Untuk mencapai keseimbangan ini, diperlukan pendekatan moderasi beragama, sikap altruisme, serta kerjasama lintas agama yang membangun. Namun, ada tantangan yang dihadapi, seperti kecenderungan fanatisme, ketidakpahaman terhadap pluralitas, dan pengaruh tekanan sosial, yang dapat menghambat komitmen dalam menjalankan amanah secara seimbang. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 DAFTAR PUSTAKA