Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 09-16 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Pola IKM dan UMKM di Bali Afifahtus Syaleha 1. Muhammad Yasin 2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JL. Semolowaru No. Pumpungan. Kec. Sukolilo. Surabaya. Jawa Timur 60118 Email : syalehaafifah@gmail. com yasin@untag-sb. Abstract. Industry is an economic sector that uses machines and labor to produce goods or services. Manufacturing, mining, construction, energy, and technology are some of the industry subsectors. Each subsector has an important role in economic growth and development of the country. Industry plays an important role in meeting society's needs, creating jobs, increasing national income, and encouraging innovation. Small and Medium Industries (IKM) consist of small and medium enterprises operating in various sectors. SMEs make an important contribution in creating jobs, local economic growth and national industrial development. The government has paid great attention to the development of MSMEs through various programs and policies, as well as support from the private sector and financial institutions. Keywords: Industry. IKM. UMKM Abstrak. Industri adalah sektor ekonomi yang menggunakan mesin dan tenaga kerja untuk memproduksi barang atau jasa. Manufaktur, pertambangan, konstruksi, energi, dan teknologi adalah beberapa subsesktor industri. Setiap subsektor memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pengembangan negara. Industri memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan nasional, dan mendorong inovasi. Industri Kecil dan Menengah (IKM) terdiri dari usaha kecil dan menengah yang beroperasi dalam berbagai sektor. IKM memberikan kontribusi penting dalam menciptakan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan pengembangan industri nasional. Pemerintah telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program dan kebijakan, serta dukungan dari sektor swasta dan lembaga keuangan. Kata Kunci: Industry. IKM. UMKM LATAR BELAKANG Industri adalah sektor ekonomi yang terlibat dalam produksi barang atau jasa menggunakan mesin dan tenaga kerja. Sektor industri dapat dibagi menjadi beberapa subsesktor, termasuk manufaktur, pertambangan, kontruksi, energi, teknologi dan lain-lain. Setiap subsektor memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pengembangan suatu negara. Industri memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan adanya industri, barang dan jasa dapat diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan nasional, dan menggerakan inovasi yang kreatif dan inovatif. Setiap subsektor industri memiliki karakterisitik dan kontribusi yang berbeda, tetapi bersama-sama mereka membentuk pondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Industri Kecil dan Menengah (IKM) adalah sekor industri yang terdiri dari usaha kecil dan menengah, biasanya dengan jumlah karyawan yang relatife kecil dan modal yang terbatas. IKM biasanya memproduksi barang-barang dalam skala yang lebih kecil dibandingkan dengan Received: Februari 29, 2024. Accepted: Maret 28, 2024. Published: Mei 31, 2024 * Afifahtus Syaleha, syalehaafifah@gmail. Pola IKM dan UMKM di Bali perusahaan besar. Mereka sering kali beroperasi di tingkat lokal atau regional dan terlibat dalam berbagai sektor seperti makanan dan minuman, tesktil, kerajinan tangan, serta industri IKM memainkan peran penting dalam perekonomian karena memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan pengembangan industri nasional. UMKM memainkan peran penting dalam perkonomian Indonesia karena mereka menyumbang sebagian besar dari jumlah total usaha dinegara ini dan memberikan kontrbusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah telah memeberikan perhatian besar terhadap pengembangan UMKM dengan bebrbagi program dan kebijakan, termausk penyedian modal, pelatihan keterampilan, bantuan teknis, serta fasilitasi dalam pemasaran dan penetrasi pasar. Selain itu, dukuangan dari sektor swasta dan lembaga keuangan juga memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan UMKM di Indonesia. KAJIAN TEORITIS Ekonomi Industrialisasi mencakup sejumlah konsep dan teori yang membantu menjelaskan proses transformasi ekonomi dan pertanian atau sektor primer ke sektor industri atau manufaktur. Beberapa landasan teori ekonomi industry meliputi toeri pembangunan ekonomi teori ini mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu Negara, termasuk transformasi struktural dari sektor pertanian ke sektor industri sebagai salah satu tahap penting dalam pembangunan ekonomi. Teori pertumuhan ekonomi mempelajari faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu Negara dalam jangka panjang, termasuk akumulasi modal, inovasi tekologi, efisiensi produksi, dan distribusi pendapatan. Perdagangan internasional mempelajari hubungan antar perdangan internasional dan pertumbuhan ekonomi, termasuk pengaruh indutsriaslisasi terhadap spesialisasi kompratif, pertukaran barang, dan integrasi pasar dunia. Industri Kecil dan Menengah (IKM) mencakup beberapa konsep ekonomi dan manajamen yang berfokus pada karakteristik, peran, dan tantangan yang dihadapi oleh sektor IKM. Teori kewirausahaan dalm pembentukan IKM, termasuk identifikasi peluang usaha, inovasi produk, dan layanan, manajemen risiko dan pengambilan keputusan. Teori pasar dan persaingan menganalisis hubungan IKM dengan pasar dan lingkungan persaingan, termasuk strategi pemasaran, difernsiasi produk, manajemen merk dan prenetrasi pasar. Peran inovasi teknologi dalam meningkatkan daya saing dan pengembangan, kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi. Pembangunan ekonomi lokal termasuk JEPI-Volume. No. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 09-16 penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinann, dan pengembangan komunitas. Landasan teori ini memberikan pemahaman yang luas tentang berbagai aspek yang mempengaruhi kinerja dan pertumbuhan IKM, serta menjadi dasar untuk merancang kebijakan dan startegi pengembangan yang efektif dalam mendukung sektor IKM. Teori untuk Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) di Indonesia mencakup beberapa konsep ekonomi, manajemen dan pengembangan karakteristik, peran dan tantangan yang dihadapi oleh sekyor UMKM. Dalam pembangunan nasional, termasuk kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pendapatan. Menganalisis hubungan Antara UMKM dengan komunitas lokal, termasuk kolaborasi, keitraan, bertanggung jawab, sosial perusahaan dan kontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan tingkat lokal. Pentingnya UMKM dalam pembangunan ekonomi lokal, termasuk penciptaan lapangan kerja, pengentasan, kemiskinan, peningkatan pendapatan, dan pemeberdayaan komunitas di tingkat lokal. Teori memberikan pemahaman yang komprehensif tentang berbagai aspek yang memepengaruhi kinerja dan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dalam pertumbuhan ekonomi industrialisasi IKM dan UMKM daoat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan diversifikasi ekonomi. Mengindentifikasi peran penting IKM dan UMKM dalam pembangunan ekonomi lokal dan nasional, serta upaya pemerintah dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan ekonomi. Peran kewirausahaan dalam pembentukan, pengembangan dan pertumbuhan IKM dan UMKM, termasuk identifikasi peluang usaha, inovasi produk dan layanan, dan manajemen risiko. Pentingnya IKM dan UMKM dalam pembangunan IKM dan UMKM di Indonesia, serta menjadi dasar merancang kebiakan dan strategi pembangunan yang efektif. METODE PENELITIAN Dalam penulisan penelitian ini menggunakan penelitian keperpustakaan yaitu dalam proses pengambilan datanya tidak perlu terjun ke lepangan secara langsung namun tetapi, mengambil berbagai sumber refrensi yang mendukung suatu penelitian ini. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara edukasi data, display data dan gambaran kesimpulan sehingga mendapatkan suatu gambaran kesimpulan mengenai studi literature untuk dikembangkan dalam penelitian ini. Pola IKM dan UMKM di Bali HASIL DAN PEMBAHASAN Pola IKM Dan UMKM Di Bali Pola IKM (Industri Kecil dan Menenga. dan UMKM (Usaha Mikro, kecil, dan Menenga. memiliki ciri khas tersendiri karena bali dikenal sebagai tujuan wisata yang populer dengan beragam produk lokal dan kerajinan tangan yang unik. Beberapa pola yang umum terlihat dalam IKM dan UMKM di Bali termasuk: Kerajinan Tangan Tradisional : Bali terkenal dengan kerajinan tangan tradisional seperti ukiran kayu, patung, anyaman, kain tenun, perhiasan, dan lain-lain. Banyak pelaku UMKM di Bali terlibat dalam produksi kerajinan tangan ini dengan menggunakan keterampilan tradisional yang diturunkan secara turun-temurun. Industri Pariwisata : Sebagai tujuan wisata utama. Bali memiliki banyak UMKM yang bergerak di sektor pariwisata, termasuk restoran, kafe, toko suvenir, dan penyedia jasa tur. Mereka menciptakan produk dan layanan yang khas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan lokal dan internasional. Produk Kuliner Lokal : Bali juga terkenal dengan beragam produk kuliner lokal seperti kopi, kue tradisional, makanan ringan, dan makanan organik. Banyak UMKM di Bali yang terlibat dalam produksi dan penjualan produk kuliner ini, baik secara tradisional maupun Penggunaan Teknologi : Meskipun masih banyak UMKM di Bali yang menggunakan metode produksi tradisional, ada juga peningkatan penggunaan teknologi seperti pemasaran online, aplikasi pemesanan, dan manajemen inventaris untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Kolaborasi Komunitas : Di Bali, sering terjadi kolaborasi antara pelaku UMKM dalam bentuk koperasi atau komunitas untuk saling mendukung dalam produksi, pemasaran, dan distribusi produk mereka. Hal ini menciptakan sinergi dan meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Pola-pola ini mencerminkan karakteristik unik dari IKM dan UMKM di Bali, yang tidak hanya berkontribusi pada ekonomi lokal, tetapi juga memperkaya budaya dan warisan lokal pulau tersebut. Struktur Dan Pengaruh Terhadap IKM Dan UMKM Di Bali Struktur dan pengaruh terhadap IKM dan UMKM di Bali dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang mencakup kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Berikut adalah beberapa faktor struktural dan pengaruhnya: JEPI-Volume. No. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 09-16 Pariwisata : Sebagai destinasi wisata utama, industri pariwisata memiliki dampak besar terhadap IKM dan UMKM di Bali. Permintaan akan produk suvenir, kerajinan tangan, makanan dan minuman, serta layanan pariwisata memberikan peluang bisnis yang besar bagi pelaku UMKM di pulau ini. Ketersediaan Bahan Baku Lokal : Bali memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang menjadi bahan baku bagi banyak produk IKM dan UMKM, seperti bambu, kayu, batik, dan bahan-bahan alami lainnya. Ketersediaan bahan baku lokal ini mempengaruhi jenis produk yang diproduksi dan juga memberikan ciri khas pada produk-produk tersebut. Budaya dan Tradisi Lokal : Budaya dan tradisi Bali yang kaya dan unik juga memengaruhi struktur IKM dan UMKM di pulau ini. Kerajinan tangan tradisional, upacara adat, dan festival budaya memberikan inspirasi bagi banyak pelaku usaha untuk menciptakan produk-produk yang mencerminkan warisan budaya Bali. Infrastruktur dan Aksesibilitas: Infrastruktur yang baik dan aksesibilitas yang memadai ke pasar domestik dan internasional memainkan peran penting dalam memfasilitasi pertumbuhan dan distribusi produk IKM dan UMKM di Bali. Ketersediaan akses transportasi dan teknologi informasi juga memungkinkan pelaku usaha untuk terhubung dengan pasar yang lebih luas. Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah, baik di tingkat lokal maupun nasional, dapat mempengaruhi kondisi dan pertumbuhan IKM dan UMKM di Bali melalui insentif pajak, bantuan finansial, pelatihan keterampilan, serta dukungan dalam pemasaran dan promosi. Struktur dan pengaruh ini secara keseluruhan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan IKM dan UMKM di Bali, sambil tetap mempertahankan warisan budaya dan lingkungan yang unik di pulau tersebut. Faktor Pendukung Dan Penghambat Ikm Dan Umkm Di Bali Terdapat sejumlah faktor pendukung bagi IKM dan UMKM di Bali. Pariwisata: Industri pariwisata yang berkembang di Bali memberikan pasar yang besar bagi produk dan jasa UMKM, seperti kerajinan tangan, suvenir, dan layanan pariwisata. Kebijakan Pemerintah: Adanya kebijakan dan program dari pemerintah, baik di tingkat lokal maupun nasional, yang mendukung pengembangan IKM dan UMKM, seperti insentif pajak, pelatihan keterampilan, dan bantuan finansial. Keterlibatan Komunitas: Kolaborasi antara pelaku usaha dalam bentuk koperasi atau komunitas dapat memberikan dukungan dan memfasilitasi pertukaran sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman. Pola IKM dan UMKM di Bali Teknologi : Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran online, dan akses ke pasar yang lebih luas bagi IKM dan UMKM di Bali. Warisan Budaya: Budaya dan tradisi Bali yang kaya memberikan inspirasi bagi banyak pelaku usaha untuk menciptakan produk-produk yang unik dan berbeda, menarik minat wisatawan lokal dan internasional. Faktor Penghambat: Keterbatasan Akses Modal : Salah satu tantangan utama bagi IKM dan UMKM di Bali adalah keterbatasan akses terhadap modal untuk pengembangan usaha, pembelian peralatan, dan ekspansi pasar. Infrastruktur yang Terbatas : Keterbatasan infrastruktur, seperti jaringan transportasi dan aksesibilitas ke sumber daya, dapat membatasi pertumbuhan dan distribusi produk IKM dan UMKM di Bali. Persaingan yang Ketat : Persaingan yang ketat, baik dari pelaku usaha lokal maupun dari luar Bali, dapat menjadi hambatan bagi UMKM untuk bersaing dalam pasar yang semakin Perubahan Iklim dan Bencana Alam : Bali rentan terhadap perubahan iklim dan bencana alam, yang dapat mengganggu produksi, distribusi, dan operasional UMKM di pulau ini. Regulasi dan Birokrasi : Beberapa aturan dan birokrasi yang kompleks dapat menghambat pertumbuhan UMKM dengan mempersulit proses pendirian usaha, perizinan, dan kepatuhan regulasi lainnya. Dengan memahami faktor pendukung dan penghambat tersebut, upaya dapat dilakukan untuk memperkuat sektor IKM dan UMKM di Bali dengan memaksimalkan potensi pendukung dan mengatasi hambatan yang ada. Strategi Pengembangan Dan Peningkatan Daya Saing Ikm Dan Umkm Di Bali Berikut beberapa strategi pengembangan dan peningkatan daya saing IKM dan UMKM di Bali: Pemberian Pelatihan dan Pendampingan: Memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan kepada pelaku IKM dan UMKM untuk meningkatkan manajemen usaha, teknik produksi, pemasaran, dan keuangan. Penggunaan Teknologi : Mendorong penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran online, dan akses ke pasar yang lebih JEPI-Volume. No. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 09-16 Penguatan Keterlibatan Komunitas: Memfasilitasi kolaborasi antara pelaku usaha dalam bentuk koperasi atau komunitas untuk saling mendukung dan berbagi sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman. Peningkatan Akses Modal : Membuat program-program pinjaman yang mudah diakses dan terjangkau bagi pelaku IKM dan UMKM untuk membantu mereka mengembangkan usaha dan memperluas skala produksi. Diversifikasi Produk dan Layanan : Mendorong diversifikasi produk dan layanan yang ditawarkan oleh IKM dan UMKM di Bali untuk menciptakan nilai tambah, memenuhi permintaan pasar yang beragam, dan mengurangi risiko usaha. Pemasaran dan Promosi : Mendukung pemasaran dan promosi produk dan jasa UMKM Bali melalui berbagai saluran, termasuk pameran, acara seni dan budaya, platform online, dan kerjasama dengan agen perjalanan. Pengembangan Ekosistem Bisnis : Membangun ekosistem bisnis yang kuat dengan melibatkan pelaku usaha, pemerintah, lembaga akademis, dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan inovasi UMKM di Bali. Peningkatan Kualitas dan Standar: Mendorong pelaku usaha untuk mematuhi standar kualitas produk dan layanan yang tinggi serta mempromosikan label kualitas dan sertifikasi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Pemberdayaan Wanita dan Masyarakat Lokal : Mendorong partisipasi wanita dan masyarakat lokal dalam pengembangan UMKM dengan memberikan pelatihan keterampilan, dukungan finansial, dan akses ke pasar. Perlindungan Lingkungan : Mendorong praktik produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta mempromosikan produk-produk UMKM Bali yang berbasis ekologi. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, diharapkan IKM dan UMKM di Bali dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di pulau ini. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Sektor IKM dan UMKM memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Bali, serta berperan penting dalam diversifikasi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Untuk mencapai potensi penuhnya, diperlukan dukungan yang lebih besar dari pemerintah, lembaga keuangan, sektor swasta, dan masyarakat dalam hal pelatihan, akses modal, teknologi, pasar, dan infrastruktur. Pola IKM dan UMKM di Bali Kolaborasi antar pemangku kepentingan serta penerapan kebijakan yang mendukung, inovatif, dan inklusif akan menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan dan pengembangan sektor IKM dan UMKM di Bali. Dengan pengembangan yang tepat, sektor IKM dan UMKM di Bali memiliki potensi untuk menjadi motor utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkokoh ketahanan ekonomi regional. Saran