Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PELATIHAN KELOMPOK GURU DALAM PENERAPAN STRATEGI JOYFUL LEARNING DI MADRASAH IBTIDAIYAH Annisa Nidaur Rohmah1. Rofiatun NisaAo2. Mufaizin Prodi PGMI. Universitas Billfath Lamongan, 3STAI Darul Hikmah Bangkalan e-mail: farikhanida93@gmail. com1, fyanisa1214@gmail. faizin@darul-hikmah. ABSTRACT Community service activities aim to provide solutions to teachers in dealing with students who lack interest and enthusiasm in the learning process, provide material to teachers regarding the application of joyful learning in the learning process and assist Madrasas in improving the quality of human resources which previously experienced obstacles by several factors such as the difficulty of carrying out training due to internal funding, limited creative learning training activities for teachers at Madrsah Ibtidaiyah. In this service, the Asset Bassed Community-Driven Development (ABCD) approach is used with preparation, implementation and reporting methods. Based on the results of implementing Community Service activities at MI Aisyatul Wahidah, it can be concluded that this training can provide increased understanding of Joyful Learning, increase Teacher Ability in Designing Joyful Learning and improve the Quality of Learning by Teachers in each Class by implementing the Joyful Learning integrated with media, methods and learning models according to the material to be presented in class. Keywords: Joyful Learning. Teachers. Training Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan solusi pada guru dalam menangani peserta didik yang minat dan antusias dalam proses pembelajaran, memberikan materi pada guru mengenai penerapan strategi joyful learning dalam proses pembelajaran dan membantu Madrasah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sebelumnya mengalami kendala oleh beberapa faktor seperti sulitnya untuk melaksanakan pelatihan dikarenakan pendanaan internal, terbatasnya kegiatan pelatihan pembelajaran kreatif bagi guru di Madrsah Ibtidaiyah. Dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset Bassed Community-driven Development (ABCD) dengan metode persiapan, pelaksanaan dan Pelaporan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di MI Aisyatul Wahidah dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan ini dapat memberikan peningkatan pemahaman tentang Strategi Joyful Learning, peningkatan Kemampuan Guru dalam Merancang Strategi Joyful Learning dan peningkatan Kualitas Pembelajaran oleh Guru dimasing-masing Kelas dengan menerapkan Strategi Joyful Learning yang diintegrasikan dengan media, metode dan model pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan di kelas. Kata Kunci: Guru. Pelatihan. Strategi Joyful Learning Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAHULUAN Problematika dalam masyarakat bisa muncul kapan saja dan hal tersebut diharapkan segera teratasi jika tidak hal tersebut berdampak pada kesejahteraan dan kebahagiaan hidup masyarakat. Dampak dari semakin berkembangnya zaman maka intelektual menjadi hal penting dan hal tersebut berkaitan dengan kualitas hidup. Oleh karena itu peran pendidikan diperlukan dan sebagai alat yang kompleks (Masgumelar & Mustafa, 2. Pendidikan pada umumnya diperoleh melalui proses pembelajaran di sekolah, namun kenyataannya permasalahan dalam belajar sampai saat ini masih tetap ada dan belum sepenuhnya Anggota masyarakat yang berkaitan dengan hal tersebut adalah peserta didik dan guru. Sebagai salah satu upaya dalam membantu menyelesaikan permasalahan di bidang pendidikan yang berkaitan dengan peserta didik dan guru adalah dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dalam hal ini dipelopori LPPM Universitas Billfath Lamongan. Pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di lingkungan sekolah adalah berupa Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah. Strategi Joyful Learning merupakan salah satu strategi dalam pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan/Joyful Learning merupakan suatu proses pembelajaran atau pengalaman belajar yang membuat peserta didik merasakan kenikmatan dalam skenario belajar atau proses pembelajaran. Sebagaimana yang diungkapkan. Wei, dkk. 1: . Aujoyful Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 learning as a kind of learning process or experience which could make learners feel pleasure in a learning scenario/processAy. Berdasarkan hasil observasi MI Aisyatul Wahidah merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Agama yang beralamatkan di jalan Ahmad Yani No. 03 RT. 07 RW. 02 Dusun Turi Desa Banjaran Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan. Dapat digambarkan bahwa MI AAoisyatul Wahidah mempunyai letak yang sangat strategis dan juga berada pada daerah persawahan sehingga dapat menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman dari kebisingan bagi para peserta didik karena jauh dari keramaian jalan raya, sehingga membuat KBM yang Tenaga pendidik rata-rata telah menempuh jenjang pendidikan Strata 1 sesuai dengan kualifikasi masing-masing dan masih berstatus sebagai guru swasta. Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kepenididikan terdiri dari Kepala madrasah berjumlah 1 orang, tenaga pendidik berjumlah 10 orang dan Staf terdiri 1 orang. Jumlah peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Aisyatul Wahidah Maduran Lamongan Tahun Pelajaran 2023/2024 yakni berjumlah 83 peserta didik yang terdiri dari 32 peserta didik laki Ae laki dan 51 peserta didik Jumlah peserta didik pada madrasah tersebut rata-rata 11 peserta didik dalam satu kelas karena peserta didik madrasah tersebut hanya bersumber pada masyarakat dusun setempat yang mana dusun tersebut merupakan dusun di Kecamatan Maduran. Disisi lain, ketersediaan sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen penting yang harus terpenuhi dalam menunjang pencapaian tujuan pendidikan, namun fasilitas, sarana dan prasarana masih kurang dan belum memadai. Selain sarana Kendala yang dihadapi guru adalah seperti sulitnya untuk melaksanakan pelatihan dikarenakan pendanaan internal, terbatasnya kegiatan pelatihan pembelajaran kreatif bagi guru Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan demikian tujuan dari kegiatan pengabdian masayarakat adalah untuk membantu guru dalam mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa tema yang relevan dengan kegiatan ini diantara Penelitian yang dilakukan Junadatul Munawaroh dengan judul Implementasi Joyful Learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi di SD Alam Ar-Ridlo Bukit Kencana Semaran. Persamaan dengan tema pengabdian ini adalah strategi yang digunakan dalam pembelajaran sama yaitu joyful learning. Perbedaannya jika dalam tema pengabdian ini sasarannya pada semua mata Pelajaran sedangkan peneliti sebelumnya focus hanya pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain itu ada pengbdidan yang dilakukan oleh Hermanto dkk dengan judul Pelatihan Pembelajaran Kreatif dengan Strategi Joyful Learning Bagi Guru di MI Muhammadiyah Sawangan Magelang. Dari hasil pengabdian ini diketahui bahwa berdampak besar bagi peningkatan SDM yang ada di Madrasah tersebut. Dari penjelasan di atas maka penting dilakukan pelatihan kepada guru-guru tentang pelatihan Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah dengan tujuan memberikan pemahaman tentang Strategi Joyful Learning, mendampingi Guru dalam Merancang Strategi Joyful Learning dan membantu guru dalam menerapkan strategi joyful learning yang diintegrasikan dengan media, metode dan model pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan di kelas. PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset Bassed Community-driven Development (ABCD) yaitu model pemberdayaan Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 masyarakat yang menekankan pada pemanfaatan sumber daya alam (SDA), infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), serta aset budaya yang ada di MI Aisyatul Wahidah Banjaran. Asset Bassed Community Development (ABCD) ialah metode pendampingan komunitas masyarakat untuk memberdayakan mereka sebagai bentuk mewujudkan dinamika kehidupan sosial. Harapannya masyarakat akan mengetahui apa yang menjadi kekuatan untuk kemudian bisa dimanfaatkan dengan proses identifiksi, diketahui, difahami, diinternalisasi, untuk kemudian dieksekusi oleh masyarakat itu sendiri (Salahudin, dkk. , 2015: . Adapun tahapan dari metode ini adalah tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Untuk tahap persiapan tim Pengabdian akan mengurus segala keperluan pelaksanaan pengabdian dan juga observasi awal dengan mitra dampingan. Setelah itu peneliti akan lanjut pada tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan inkulturasi, discovery, design, define, dan refleksi dalam bahasa lain sering disebut monitoring dan evaluasi (Afandi, dkk. 2022: . Jika dibuat alur, maka diperoleh gambaran seperti gambar di bawah ini: Inkulturasi (Perkenala. A Melakukan A Membangun komunitas mitra Discovery Design Define Refleksi A Menemukan A Melakukan pemetaan aset A Mengetahui aset yang dimiliki A Mengidentifikasi A Merencanakan program kerja A Memfasilitasi program dengan menjadi pemateri A Melakukan Gambar 1. Alur Tahap Pelaksanaan Metode ABCD Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Persiapan Tahap persiapan tim Pengabdian akan mengurus segala keperluan pelaksanaan pengabdian mulai dari observasi awal dengan mitra dampingan, melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah sebagai pemberi izin pelaksanaan dan melakukan penyusunan materi pelatihan strategi joyful learning bagi guru di MI Aisyatul Wahidah. Pelaksanaan Adapun Kegiatan pelaksanaan sebagai berikut: Inkulturasi dengan melakukan interview dan membangun kepercayaan komunitas mitra. Discovery dengan menemukan potensi dan melakukan pemetaan asset. Design dengan mengetahui aset yang dimiliki, mengidentifikasi peluang dan merencanakan program kerja Define dengan memfasilitasi pelaksanaan program dengan menjadi Refleksi dengan melakukan monitoring kegiatan. Pelaporan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diterapkan melalui Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di MI Aisyatul Wahidah Banjaran setelah pelaksanaan selanjutnya dilakukan pelaporan guna untuk mencatat hasil pendampingan selama dilapangan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di MI Aisyatul Wahidah Banjaran diikuti dilakukan secara tatap muka yang bertempat di Aula Madrasah, berikut pemaparan hasil dan pembahasannya: Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Pemahaman tentang Strategi Joyful Learning Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MI Aisyatul Wahidah telah dilakukan secara tatap muka yang diikuti sebanyak 10 orang, pada hari Rabu 17 Januari 2024 pukul 11. 00 WIB. Penyampaian materi dilakukan tim pengbadian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra tentang Strategi Joyful Learning. Pada tahapan ini tim pengabdian kepada masyarakat terlebih dahulu mengajak guru untuk mengungkapkan permasalahan yang sering dialami dalam pembelajaran dikelas. Gambar 2. Guru mengungkapkan permasalahan pada pembelajaran Selain permasalahan pembelajaran yang diungkapkan guru juga harapan-harapan Gambar 3. Guru mengungkapkan harapan untuk pembelajaran kedepannya Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Setelah guru mengungkapkan permasalahan yang sering terjadi pada pembelajaan dikelas dan menuliskan harapan-harapan untuk pelajaran dikelas selanjutya tim pengabdian kepada masyarakat menyajikan materi tentang konsep Strategi Joyful Learning selama 60 menit. Gambar 4. Penyajian materi tentang Strategi Joyful Learning Gambar 5. Materi tentang Strategi Joyful Learning Materi tentang konsep Strategi Joyful Learning telah disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat kemudian ditindaklanjuti melalui Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 kegiatan tanya jawab dan diskusi bersama dengan Guru MI Aisyatul Wahidah. Gambar 6. Diskusi/tanya jawab oleh Guru Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh data sebagai berikut : Tingkat pemahaman mengenai Strategi Joyfull Learning Gambar 7. Diagaram Tingkat Pemahaman Peserta Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa bahwa sebesar 87% dari total yang peserta yang berjumlah 14 menyatakan bahwa mereka telah tahu dan paham akan materi yang telah dipelajari yakni tentang strategi Joyful Learning, kemudian sebesar 7% peserta menyertakan bahwa cukup Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 tahu dan paham akan materi yang telah dipelajari, sedangkan sisanya yakni sebesar 6% peserta mengaku kurang tahu dan paham akan materi yang telah Berdasarkan data tersebut secara umum pengetahuan peserta kegiatan telah ini telah mengalami peningkatan, dari analisis situasi Sehingga dapat dikatakan kegiatan ini telah berhasil, dimana peserta yang sebelumnya belum mengetahui menjadi mengetahui dan memahami tentang Startegi Joyful Learning, sehingga pada waktunya diharapkan akan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Mendampingi Guru dalam Merancang Strategi Joyful Learning Pada tahapan ini tim pengabdian kepada masyarakat melatih dan mendampingi guru untuk merancang strategi pembelajaran Joyful Learning. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang strategi Joyful Learning sebagaimana sesuai dengan teori bahwa langkah-langkah penerapan Strategi Joyful Learning diantaranya Guru Motivasi/ice Pembelajaran mengembangkan permasalahan untuk membuka wawasan, menggunakan Metode atau teknik yang bervariasi selain itu dapat menggunakan media, video, musik dll kaitkan dengan dunia nyata/materi atau kebutuhan peserta (Darmansyah, 2. Kegiatan melatih dan mendampingi Guru merancang Strategi Joyful Learning berlangsung kurang lebih selama 90 menit, setelah mitra terampil maka dilanjutkan dengan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yakni tim pengabdian kepada masyarakat memberikan tugas kepada guru untuk menerapkan Strategi Joyful Learning pada masing-masing kelas yang diampu oleh guru. Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Penerapan Strategi Joyful Learning oleh masing-masing Guru Kegiatan ini dengan melakukan penerapan Strategi Joyful Learning oleh masing-masing Guru kelas sebagai tugas Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diberikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, tugas ini dilaksanakan oleh masing-masing guru kelas mulai tanggal 18 Januari 2024. Pada kegiatan ini. Guru diberikan kesempatan untuk menerapkan strategi Joyful Learning yang telah dirancang dengan menggunakan media, metode dan model pembelajaran yang bervariatif tentunya disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian dengan menggunakan tiga indikator dengan tiga kriteria, yakni sesuai/ baik, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan terkait dengan pembelajaran berbais proyek dapat terlihat seperti pada tabel Tabel 1. Hasil Penilaian Penguasaan Peserta Indikator dan Sub Indikator Penilaian Baik/ Aspek Pengetahuan A Keunggulan model pembelajaran 88% berbasis proyek A Melibatkan siswa A Menyediakan pengalaman pada Aspek Pemahaman A Meningkatkan motivasi belajar siswa A Meningkatkan memecahkan masalah A Meningkatkan ketrampilan siswa A Meningkatkan kolaborasi Kriteria Kurang Tidak Sesuai Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Aspek Ketrampilan A Memilih topik A Menyusun rencana proyek A Menyusun jadwal A Memonitor perkembangan proyek A Menguji hasil A Mengevaluasi Berdasarkan tabel di atas merupakan hasil penilaian terkait penerapan pembelajaran dengan Staretgi Joyfull Learning diketahui bahwa dari 14 peserta yang mengikuti kegiatan ini, pada aspek pengetahuan mengenai pembelajaran dengan Strategi Joyfull Learning adalah sebesar 88% telah mengetahui mengenai pembelajaran dengan Startegi Joyfull Learning sedangkan sebesar 6% masih kurang sesuai pengetahuan mengenai pembelajaran dengan Strategi Joyfull Learning dan sisanya sebesar 6% dari peserta masih kurang mengetahui pembelajaran dengan menerapkan Joyful Learning. Kemudian kriteria berikutnya adalah dilihat dari aspek pemahaman pembelajaran dengan Startegi Joyful Learning yaitu: sebesar 82% berada pada kategori baik dalam aspek pemahaman pembelajaran berbasis proyek, sedangkan 10% peserta berada pada kategori kurang dalam pemahaman pembelajaran dengan Startegi Joyful Learning dan hanya sebesar 8% dari peserta yang belum sesuai dalam memahami pembelajaran dengan Startegi Joyful Learning. Pada kriteria aspek ketrampilan, sebagian besar peserta telah trampil dalam pembelajaran dengan Startegi Joyful Learning yaitu: sebesar 81% dari total peserta, sedangkan sisanya sebesar 112% kurang trampil dalam pembelajaran dengan Startegi Joyful Learning dan 7 % berada pada kategori kurang dan tidak trampil dalam pembelajaran dengan Startegi Joyful Learning. Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 8. Penerapan Strategi Joyful Learning dengan menggunakan Media Puzzel pada materi Agama dan Tempat Ibadahnya di Kelas 1 Gambar 9. Penerapan Strategi Joyful Learning dengan menggunakan Metode Hasta Karya pada materi Seni Rupa (Kolas. di Kelas II Gambar 10. Penerapan Strategi Joyful Learning dengan menggunakan Metode Projek pada materi SBdP di Kelas i Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 11. Penerapan Strategi Joyful Learning dengan menggunakan Metode Diskusi pada Mata Pelajaran PKN di Kelas IV Gambar 12. Penerapan Strategi Joyful Learning dengan menggunakan Metode Tutor Seabaya pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Kelas V Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 13. Penerapan Strategi Joyful Learning dengan menggunakan Metode Praktik pada Mata Pelajaran SBdP di Kelas VI Pada saat Guru menerapkan Strategi Joyful Learning di masingmasing kelas diminta untuk mengamati dan mencatat masalah yang muncul pada waktu kegiatan pembelajaran berlangsung, perilaku dan aktivitas peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran untuk dilaporkan pada tim pengabdian kepada masyarakat guna mengidentifikasi solusi atau tindak lanjut dari masalah yang dihadapi oleh Guru. Kegiatan Evaluasi Penerapan Strategi Joyful Learning oleh masingmasing Guru dilakukan pada hari kamis, 25 Januari 2024, pukul 10. 00 WIB secara tatap muka di MI Aisyatul Wahidah. Pada tahapan ini. Guru diberikan kesempatan untuk menceritakan dan berbagi pengalaman terbaiknya selama mengajar dengan menerapkan Strategi Joyful Learning serta berdiskusi dan tanya jawab bersama tim pengabdian kepada Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan saran dan masukan yang konstruktif sehingga penerapan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Strategi Joyful Learning dapat lebih optimal dimasing-masing Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Diakui bahwa masih ada tantangan yang dialami oleh Guru ketika melakukan pembelajaran dengan menerapkan Strategi Joyful Learning karena guru dituntut untuk memiliki kreativitas, inovasi dan keahlian dalam memilih media, metode dan model pembelajaran. Sehingga tim pengabdian kepada masyarakat memberikan beberapa solusi untuk menghadapi kendala tersebut dengan melakukan kolaborasi dengan guru kelas dan guru mata pelajaran lainnya yakni meningkatkan intensitas komunikasi dengan sharring keilmuan. Tentunya tantangan untuk menerapkan Strategi Joyful Learning di MI Aiayatul Wahidah tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diatasi, tetapi membutuhkan suatu proses dilakukan secara terencana dan bertahap. Selain itu, juga dibutuhkan komitmen dan ikthiar dari guru untuk senantiasa melakukan perbaikan dan inovasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi pedagogiknya demi mewujudkan misi suci pendidikan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di MI Aisyatul Wahidah dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan ini dapat memberikan Peningkatan Pemahaman tentang Strategi Joyful Learning, peningkatan Kemampuan Guru dalam Merancang Strategi Joyful Learning dan peningkatan Kualitas Pembelajaran oleh Guru dimasing-masing Kelas dengan menerapkan Strategi Joyful Learning yang diintegrasikan dengan media, metode dan model pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan di kelas. Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pengabdian mengucapkan terimakasih kepada Kepala Madrasah. Waka Kurikulum dan dewan guru MI Aisyatul Wahidah Banjaran telah menyambut baik, menyediakan tempat, sangat responsif antusias mengikuti kegiatan demi kegiatan dan semangat dalam mengerjakan tugas dari tim pengabdian dari kontribusi mitra tersebut sehingga kegiatan pengabdian dapat berjalandenganlancar. Annisa Nidaur Rohmah. Rofiatun NisaAo, dan Mufaizin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 DAFTAR PUSTAKA