Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Analisis Perubahan Tutupan Lahan di Kabupaten Sukoharjo dengan Menggunakan Metode NDVI Tahun 2013 dan 2023 Dika Fitri Amalia1. Sony Nugratama Hijrawadi1 Geografi. Universitas Negeri Jakarta. Jl. Mangun Muka Raya No. Jakarta Timur. DKI Jakarta, 13220 *) Email Korespondensi: fitriamalia1404@gmail. Abstract Sitasi: Amalia. Hijrawadi. Analisis Perubahan Tutupan Lahan di Kabupaten Sukoharjo dengan Menggunakan Metode NDVI Tahun 2013 dan Jurnal Sains Geografi. Vol. No. Sejarah Artikel: Diterima: 22 Oktober 2024 Disetujui: 12 November 2024 Publikasi: 30 November 2024 Cities are places of life and centers of various human activities. The increasing population density and human needs for land use can certainly reduce the density of existing vegetation. This land use change can affect green cover in Sukoharjo Regency. Therefore, it is necessary to analyze land use change from the level of vegetation density in Sukoharjo Regency in 2013 and 2023 using the NDVI (Normalized Difference Vegetation Inde. The use of digital remote sensing data, namely Landsat 8 image data, makes it possible to determine the distribution of vegetation density in each type of land use. The object of this research is vegetation density within 10 years, namely in 2013 and 2023 in Sukoharjo Regency. The variables of this research include vegetation density with NDVI values in Sukoharjo District in 2013 and 2023 and changes in vegetation density in Sukoharjo District. According to the results of the interpretation of Landsat 8 images, in 2013 and 2023 transformed with NDVI and classified into 5 classes of vegetation density, it is known that in 2013-2023 in Sukoharjo District there were changes in vegetation density in each class. Keyword: Sukoharjo Regency. NDVI. Land Change. Abstrak Copyright: A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Kota merupakan tempat hidup dan pusat dari berbagai macam aktivitas manusia. Semakin bertambahnya kepadatan penduduk dan kebutuhan manusia akan pemanfaatan lahan, tentunya dapat mengurangi tingkat kerapatan vegetasi yang ada. Perubahan penggunaan lahan ini mampu mempengaruhi tutupan hijau di Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan dari tingkat kerapatan vegetasi pada Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2013 dan 2023 dengan menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Inde. Penggunaan data digital penginderaan jauh yaitu data citra landsat 8 yang memungkinkan untuk mengetahui sebaran kerapatan vegetasi pada tiap jenis penggunaan lahan. Obyek dalam penelitian ini adalah kerapatan vegetasi dalam kurun waktu 10 tahun yaitu pada tahun 2013 dan 2023 di Kabupaten Sukoharjo. Variabel penelitian ini meliputi kerapatan vegetasi dengan nilai NDVI di Kabupaten Sukoharjo tahun 2013 dan 2023 serta perubahan kerapatan vegetasi di Kabupaten Sukoharjo. Menurut hasil interpretasi citra Landsat 8, pada tahun 2013 dan 2023 yang ditransformasikan dengan NDVI dan diklasifikasi menjadi 5 kelas kerapatan vegetasi diketahui bahwa pada tahun 2013-2023 di Kabupaten Sukoharjo terjadi perubahan kerapatan vegetasi pada masing-masing kelas. Kata Kunci: Kabupaten Sukoharjo. NDVI. Perubahan Lahan. Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Pendahuluan Lahan merupakan sumber daya alam yang memegang peranan penting dalam kehidupan semua makhluk hidup, terutama Lahan yang belum dikelola dan dimanfaatkan oleh manusia biasanya masih berbentuk "tanah". Adapun lahan itu sendiri diartikan sebagai sebidang tanah luas yang digunakan oleh manusia baik berupa pemukiman, perkebunan, pertanian dan keperluan lainnya (Monsaputra, 2. Dapat dikatakan bahwa lahan selalu digunakan untuk kebutuhan ekonomi dan kebutuhan sosial masyarakat. Akibatnya, semua orang ingin lahan tersebut dapat dikelola sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, kebutuhan akan lahan semakin meningkat dari waktu ke waktu, disisi lain ketersediaan lahan semakin Dalam perubahan penggunaan lahan tidak bisa Kegiatan merupakan salah satu bentuk pertumbuhan dan perkembangan yang berhubungan dengan meningkatnya kebutuhan akan lahan yang tersedia. Ada dua alasan untuk perubahan lahan yaitu, yang pertama adalah untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus bertambah, dan yang kedua berkaitan dengan meningkatnya tuntutan akan kualitas hidup yang lebih baik. Jumlah penduduk yang bertumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan negara, sehingga menimbulkan masalah terhadap ruang yang dibutuhkan masyarakat untuk hidup dan bekerja. Misalnya, perubahan penggunaan lahan yang tidak teratur dapat berdampak negatif terhadap produktivitas ekosistem bumi. (Alamsyah, 2. Kabupaten Sukoharjo kabupaten terkecil kedua di Provinsi Jawa Tengah. Secara topografis. Kabupaten Sukoharjo terdiri dari wilayah dataran rendah dan perbukitan. Daerah dataran rendah merupakan wilayah utara, dan daerah perbukitan merupakan wilayah selatan dan timur. Kabupaten Sukoharjo secara hidrologi terletak pada aliran Sungai Bengawan Solo dan mengalir melalui beberapa sungai yang relatif besar seperti Sungai Bengawan Solo dan Sungai Proyek Waduk GM, yang merupakan suatu wilayah tempat limpasan debit air sungai dan sering terjadi banjir saat musim hujan. Pola penggunaan lahan Kabupaten Sukoharjo terdiri dari pemukiman, lahan pertanian, perkebunan campuran, sawah, usaha, jasa, industri dan penggunaan lainnya, dengan sebaran sawah sebesar 45,26% dan non sawah sebesar 54,74%, diantaranya adalah sawah Lahan sawah terdiri dari 70,17% irigasi teknis, 8,98% irigasi semi teknis, 9,17% irigasi sederhana, dan 11,67% sawah tadah hujan (Portal Resmi Kab. Sukoharjo, 2. Penggunaan lahan di Kabupaten Sukoharjo didominasi oleh lahan untuk pertanian yang berada di bagian tengah dan selatan. Pemukiman banyak dijumpai di sekitar jalan dengan aksesibilitas yang mudah yaitu bagian utara. Rawa-rawa banyak terdapat di hilir sungai di tengah. Sedangkan hutan dan belukar masih banyak terdapat di bagian Penggunaan lahan untuk area budidaya . awah, tegalan maupun pemukima. mengelompok di bagian utara Kabupaten Sukoharjo, sementara untuk perkebunan maupun hutan dan rawa berada di bagian barat dan selatan. Pembukaan lahan untuk pembangunan cenderung mengakibatkan hilangnya ruang hijau, sehingga menurunkan produktivitas pertanian akibat perubahan iklim. Pemetaan perubahan penggunaan lahan sangat berguna untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2013 hingga tahun 2023 di Kabupaten Sukoharjo dan menganalisis perubahan penggunaan lahan terhadap kerapatan Dalam menganalisis perubahan penggunaan lahan digunakan metode Indeks Vegetasi Perbedaan NDVI (Normalize. Muhaimim, et. Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. menjelaskan bahwa metode NDVI dapat digunakan untuk membandingkan warna hijau vegetasi pada citra satelit. Selain itu, metode NDVI sangat cocok untuk mendeteksi perubahan penggunaan lahan dari bervegetasi menjadi non bervegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis perubahan penggunaan lahan dengan membandingkan tingkat kerapatan vegetasi dan luas kerapatan area vegetasi di Kabupaten Sukoharjo menggunakan citra Landsat 8 pada tahun 2013 dan 2023 dengan menggunakan perhitungan indeks kerapatan vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil dari penelitian ini diharapkan akan menjadi acuan untuk peningkatan area vegetasi, perbaikan ruang terbuka hijau dan pemanfaatan ruang hijau yang sudah ada di Kabupaten Sukoharjo berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo. dengan membandingkan tingkat kehijauan pada vegetasi di suatu lahan. NDVI dapat Semakin banyak daun yang dimiliki suatu tanaman dan semakin tebal daunnya, maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap hasil pantulan. Jika panjang gelombang radiasi NIR yang dipantulkan lebih besar dari RED, maka wilayah tersebut mempunyai vegetasi yang lebat, kemungkinan berupa hutan. Jika terdapat sedikit perbedaan kecerahan antara panjang gelombang RED dan NIR yang dipantulkan, maka vegetasi mungkin akan jarang atau tipis dan mungkin berupa padang rumput atau sawah selama musim Rumus NDVI sebagai berikut: NDVI = (NIR-RED) / (NIR RED) Keterangan: NIR = Nilai spektral saluran Near Infrared . Metode Penelitian RED = Nilai spektral saluran Red . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Inde. (Winih et. Metode ini merupakan metode Berdasarkan hal tersebut, maka nilai NDVI dapat digunakan untuk klasifikasi vegetasi berdasarkan dominasi tumbuhan. Berikut kelas-kelas klasifikasi yang digunakan. Tabel 1. Klasifikasi Nilai NDVI Citra Landsat 8 Klasifikasi Kerapatan Vegetasi Nilai NDVI Jenis Penggunaan Lahan Non Vegetasi -1 Ae 0,15 Bangunan. Lahan kosong Kerapatan Sangat Rendah 0,15 Ae 0,21 Pemukiman, badan air, industri Kerapatan Rendah 0,21 Ae 0,27 Tegalan, tumbuhan ternak Kerapatan Sedang 0,27 Ae 0,35 Perkebunan, semak belukar Kerapatan Tinggi 0,35 Ae 1 Sawah. Hutan Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Secara geografis. Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 49. Ha atau 1,46 % luas wilayah Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak antara 7A32'17Ay - 7A49'32Ay LS dan garis bujur 110A42'7Ay - 110A57'34Ay BT. Secara administratif. Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 12 Kecamatan, yang memiliki 17 Kelurahan Desa. Wilayahnya berbatasan dengan: Tabel 3. Batas Wilayah Administrasi Kabupaten Sukoharjo Sebelah Utara Sebelah Selatan Gambar 1. Bagan Alir Penelitian Tabel 2. Deskripsi Data Landsat Tahun Jenis Sensor Satelit Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) Path 119 / Row Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) Path 119 / Row Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar Kabupaten Gunung Kidul (DIY) dan Kabupaten Wonogiri Sebelah Timur Kabupaten Karanganyar Sebelah Barat Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten Sumber: sukorhajokab. Dapat dilihat peta administrasi Kabupaten Sukoharjo pada gambar 2. Sumber: Citra Landsat 8 . Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Gambar 2. Peta Administrasi Kabupaten Sukoharjo Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil analisis pengolahan NDVI memiliki perbedaan luasan lahan pada setiap Tutupan penggunaan lahan di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2013 terdapat pada Tabel 4 dan Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2013 terdapat pada Gambar 3. Gambar 3. Peta Tutupan Lahan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2013 Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Tabel 4. Nilai dan luas area masing-masing klasifikasi NDVI Kabupaten Sukoharjo tahun 2013 Klasifikasi Kerapatan Vegetasi Non Vegetasi Kerapatan Sangat Rendah Kerapatan Rendah Kerapatan Sedang Kerapatan Tinggi Total Nilai NDVI - 0,07 Ae 0,14 0,14 Ae 0,21 0,21 Ae 0,27 0,27 Ae 0,35 0,35 Ae 0,51 Luasan Lahan 4559,39 9,25 12214,75 24,77 14206,29 28,81 11838,57 6489,74 13,16 49308,74 Sumber: Hasil Analisis Data . Hasil pengolahan data pada tutupan lahan di Kabupaten Sukoharjo tahun 2013 memiliki sebaran lahan dengan kerapatan rendah . ahan terbuka atau tegala. sebesar 28,81%, . sebesar 24,77%, kerapatan sedang . sebesar 24%, kerapatan tinggi . awah dan huta. sebesar 13,16% dan jumlah luasan non-vegetasi sebesar 9,25%. Hasil analisis NDVI pada tahun 2023 dapat dilihat pada tabel 5 dan sebaran tutupan lahan pada gambar 4. Jika dibandingkan hasil NDVI antara keduanya terlihat bahwa terjadi perubahan luasan kerapatan vegetasi atau penggunaan lahan di Kabupaten Sukoharjo. Pada tahun 2023, tutupan lahan presentase luasan lahan lebih tinggi dibandingkan dengan lahan hijau. Hal ini Pertumbuhan jumlah penduduk terlihat dikarenakan wilayah di Kabupaten Sukoharjo berupa perkotaan. Gambar 4. Peta Tutupan Lahan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023 Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Tabel 5. Nilai dan luas area masing-masing klasifikasi NDVI Kabupaten Sukoharjo tahun 2023 Klasifikasi Kerapatan Vegetasi Nilai NDVI Non Vegetasi Kerapatan Sangat Rendah Kerapatan Rendah Kerapatan Sedang Kerapatan Tinggi Total - 0,05 Ae 0,15 0,15 Ae 0,21 0,21 Ae 0,27 0,27 Ae 0,34 0,34 Ae 0,50 Luasan Lahan 7109,58 14,41 15032,71 30,48 13023,61 26,41 8487,89 17,21 5655,62 11,46 49309,41 Sumber: Hasil Analisis Data . Pembahasan Berdasarkan hasil pengolahan data sebaran nilai NDVI di Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat pada tabel 5 bahwa tutupan lahan Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2013 berada pada rentang -0,07 sampai 0,51 dengan klasifikasi vegetasi kerapatan rendah seluas 14206,29 Ha, vegetasi kerapatan sangat rendah seluas 12214,75 Ha, vegetasi kerapatan sedang 11838,57 Ha, vegetasi kerapatan tinggi seluas 6489,74 Ha, dan non-vegetasi seluas 4559,39 Ha. Untuk sebaran nilai NDVI di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2023 berada pada rentang -0,05 sampai 0,50 dengan klasifikasi kerapatan sangat rendah seluas 15032,71 Ha, vegetasi kerapatan rendah seluas 13023,61 Ha, vegetasi kerapatan sedang seluas 8487,89 Ha, nonvegetasi seluas 7109,58 Ha, dan vegetasi kerapatan tinggi seluas 5655,62 Ha. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa luasan lahan terbuka di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2023 memiliki luasan lahan tertinggi dibandingkan dengan luasan lahan hijau. Pada tahun 2023 lahan terbuka memiliki luasan sebesar 30,48% di Kabupaten Sukoharjo. Vegetasi kerapatan dibandingkan dengan penggunaan lahan Hal sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk pada tahun 2023 di Kabupaten Sukoharjo yang Tabel 6. Perubahan luas klasifikasi NDVI Kabupaten Sukoharjo tahun 2013 dan 2023 NDVI Tahun 2013 NDVI Tahun 2023 Klasifikasi Kerapatan Vegetasi Jenis Tutupan Lahan Perubahan Persentase Lahan Perubahan . (%) Luas . Luas . Non Vegetasi Bangunan 4559,39 9,25 7109,58 14,41 2550,19 5,16% Kerapatan Sangat Rendah Pemukiman 12214,75 24,77 15032,71 30,48 2817,96 5,71% Kerapatan Rendah Tegalan 14206,29 28,81 13023,61 26,41 - 1182,68 - 2,4% Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Kerapatan Sedang Perkebunan, 11838,57 8487,89 17,21 - 3350,68 - 6,79% Kerapatan Tinggi Sawah, 6489,74 13,16 5655,62 11,46 - 1998,15 - 1,7% Sumber: Hasil Analisis Data . Kesimpulan Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan yang cukup signifikan untuk klasifikasi kerapatan sangat rendah yang mengalami peningkatan sebesar 2817,96 Ha atau sekitar 5,71%, dan klasifikasi non-vegetasi yang meningkat sebesar 2550,19 Ha atau sekitar 5,16%. Kemudian terjadi penurunan klasifikasi pada vegetasi kerapatan tinggi sebesar 1998,15 Ha atau sekitar 1,7%, vegetasi kerapatan rendah juga menurun sebesar 1182,68 Ha atau sekitar 2,4%, dan vegetasi kerapatan sedang yang juga mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 3350,68 Ha atau sekitar 6,79%. Dari nilai ini dapat diketahui bahwa selama 10 tahun di Kabupaten Sukoharjo terjadi perubahan penggunaan lahan yang cukup besar dari yang sebelumnya berupa perkebunan, semak belukar, sawah, hutan dan tegalan menjadi kawasan permukiman, industri, dan bangunan lainnya. Perubahan fungsi lahan yang cukup besar ini harus menjadi perhatian khususnya bagi pemerintah mengingat bahwa vegetasi berfungsi sebagai penghasil oksigen dan dapat mengurangi emisi gas karbon monoksida maupun gas karbondioksida di udara yang secara tidak langsung akan meningkatkan suhu permukaan Daftar Pustaka