Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Menunjang Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat. Kabupaten Minahasa Telly Hetty Isje Kondoj1 . Jeannlly A. Solang 2. Vesty L. Sambeka3. Mercy A. Lumare4. Deby Christine Sendow5 Altje E. Tuwaidan6 Program Studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata. Jurusan Pariwisata. Politeknik Negeri Manado. Manado 1,3 Program Studi D-3 Ekowisata Bawah Laut. Jurusan Pariwisata. Politeknik Negeri Manado. Manado 2 Program Studi D-4 Perhotelan. Jurusan Pariwisata. Politeknik Negeri Manado. Manado 4 Program Studi D-3 Teknik Sipil. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Manado. Manado 5 Program Studi D-3 Pariwisata. Jurusan Pariwisata. Politeknik Negeri Manado. Manado 6 Corresponding E-mail Address kondojt@gmail. ABSTRACT Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat dengan tujuan : . untuk Mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi saat ini terkait dan . Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat dan mendukung partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi. Dengan menggunakan Jenis penelitian kualitatif dan analisis data deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumtasi. Informansi dan ataupun responden ini ditujukan kepada : kelompok sadar wisata,(Pokdarwi. ,pelaku usaha, dan tokoh masyarakat setempat. Penelitian ini dapat memberi manfaat:. Bagi masyarakat dapat bermanfaat dalam upaya mendapatkan informasi untuk pola-pola pengembangan Desa serta strategi pemberdayaan kepada masyarakat . Diharapkan juga dari hasil ini dapat dilakukan beberapa kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam memberikan bimbingan teknis dalam kesinambungan sebagai Desa Wisata yang betul-betul secara komprehensif memenuhi standart Asosiasi Desa Wisata Indonesia . Serta kelanjutan penelitian yang pada tahapan penerapan untuk pembenahan-pembenahan sebagai Desa Wisata. KEY WORDS: Partisipasi. Masyarakat. Desa Wisata. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 BAB I LATAR BELAKANG Globalisasi telah menjadi isu actual bagi seluruh bangsa di dunia, lantaran konskuensi yang harus dihadapi dalam membangun kapasitas bangsa dan dalam konteks hubungan antar bangsa yang tidak mungkin dihindari. Arus lalu lintas ekonomi ,modal, teknologi, manajemen serta budaya mengalir deras tanpa mengenal batas wilayah Hal ini dapat menciptakan peluang , tapi juga dapat menciptakanberbagai kendala. Di era globalisasi saat ini ,masyarakat umumnya ,khusus negara Indonesia tidak dapat menutup diri ,termasuk di berbagi pelosok daerah yang ada baik daerah tingkat provinsi maupun kapubaten /kota dan desa. Percepatan informasi yang begitu cepat memberi dampak yang luas terhadap berbagai aktifitas dan pemikiran-pemikiran untuk perubahan suatu daerah terkait pemanfaatan potensi sumberdaya alam dan lingkungan yang ada, serta berbagai interaksi yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Proses informasi global ini mempertemukan nilai-nilai budaya antar invidu, antar kelompok dan antar daerah. Proses pertemuan ini memberi nilai budaya yang dapat menghasilkan beberapa proses dalam kehidupan masyarakat. Proses itu antara lain . proses penyesuian antar khas identitas dari individu dan ataupun suatu komunitas . Proses lainnya terjadi percampuran dua budaya yang saling bertemu dan saling Kekuatan yang terjadi dengan berbagai proses dan dinamika dalam bermasyarakat memberi warna yang berkarakter untuk kita bisa membuat suatu gagasan, konsep , ide , serta dukungan terhadap suatu pembangunan yang berada di lingkungan dimana kita tinggal. Pariwisata saat ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan diri dari sebuah negara dan ataupun daerah serta wilayah, tetapi menjadi sebuah industry yang mampu mendorong kemajuan ekonomi. Dalam perkembangannya pariwisata telah banyak mengalami perluasan dan telah terdiversifikasi dalam berbagai bentuk sehingga sector wisaata berkembang menjadi sector industry kreatif dan juga menjadi sector ekonomi yang mengalami pertumbuhan paling cepat diantara sector ekonomi lainnya di dunia ( Sukirman,2. Oleh karena itu sektor ini harus dan dijaga dirawat akan keberlanjutannya. Memasuki abad sekarang perhatian terhadap pariwisata sudah sangat meluas, hal ini terjadi karena pariwisata mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi masyarakat setempat yang menerima kedatangan wisatawan . ourist reseving countrie. Desa Kayuuwi secara geografis dapat digambarkan bahwa Letak Wilayah. Desa Kayuuwi berada di tengahtengah tanah Minahasa yang termasuk dalam Wilayah Kecamatan Kawangkoan Barat, berbatasan dengan Desa Kiawa di sebelah Utara. Kelurahan Talikuran dan Kelurahan Sendangen di sebelah Timur. Desa Kanonang Satu di sebelah Selatan dan Desa Tombasian atas di sebelah Barat. Luas Wilayah. Wilayah Desa Kayuuwi seluas 384 Ha yang terdiri dari : Luas Pemukiman sebesar 17 Ha, dengan luas Persawahan sebesar 87 Ha, dan Luas Ladang sebesar 197 Ha, serta wilayah lainnya sebesar 54 Ha. Total wilayah administrasi Desa Kayuuwi 1 sebesar 384 Ha. Penduduk. Berdasarkan data jumlah kependudukan yang didapatkan dari Kantor Hukum Tua Desa Kayuuwi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Kayuuwi 1 sebanyak 573 kepala keluarga (KK) yang terbagi atas 961 jiwa laki-laki dan 961 jiwa perempuan sehingga jumlah total penduduk yang mendiami desa Kayuuwi 1 sebanyak 1. 922 jiwa. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Sebuah desa yang terletak dijalur sirkum mediratenia yang menghubungkan salah satunya daerah Sulawesi dengan menghubungkan dua gunung yang cukup terkenal dan masih aktif yaitu gunung Lokon dan Soputan. Dengan beradanya desa ini di antara kedua gunung ini membawa berkah untuk bercocok tanam disektor pertanian, ini dibuktikan dengan kesuburan tanahnya. Kayuuwi dikelilingi oleh perbukitan, yang mana hampir semua dikirikanannya dikelilingi dengan bukit-bukit seperti Kelelondei. Manimporok. Tonderukan yang mengikuti lembah Toang dan Nimanga sehingga menghasilkan udara dan hembusan angin yang sejuk. Tekstur tanah berpasir bercampur tanah liat merupakan tanahnya, udara dingin menjadi ciri khas daerah pegunungan yang menjadi bagian dari desa Kayuuwi. Kayuuwi memiliki sebuah kantor yang permanen dilengkapi dengan balai pertemuannya. Adapun kantor ini dibangun sendiri dengan sumber dana swadaya masyarakat. Juga disetiap jaganya yang terdiri dari enam jaga mempunyai kantor jaganya sendiri dengan bentuk fisik permanen dilengkapi dengan peralatan pesta dan peralatan acara lainnya yang terbilang memadai. Dengan demikian dari segi agroklimatologi Desa Wisata Kayuuwi sangat berpotensin untuk pengembangan berbagai jenisa komoditas. Lokasi sangat strategis untuk mengembangkan potensi-potensi yang di dalam Desa Kayuuwi ,lantaran menjadi salah satu alternatif jalan antar provinsi . Sejak tahun 2017 dalam program desa telah membahas upaya-upaya pemberdayaan optensi lingkungan alam, lantaran di sana terdapat air terjun yang sangat indah yang sangat berdekatan satu dengan yang lain. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan Ketika dalam rapat masyarakat dengan pemerintah desa menjadikan program pariwisata untuk jadi skala prioritas. Sehingga di tahun 2018 disepakati program itu harus direalisasikan. Dari hasil rapat masyarakat desa dengan perangkat pemerintah desa ,ada indikasi kuat peran masyarakat itu memberi dukungan moril kepada pemerintah dan juga berbagai idea dan saran. Masyarakat sangat senang Ketika di tahun 2019 mereka membuka jalur ke lokasi air terjun untuk ditata,dikelolah menjadi tempat tujuan wisata. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan ataupun pengembangan pariwisata bukan hanya berarti pengarahan tenaga kerja masyarakat secara sukarela, akan tetapi justru lebih penting adalah tergeraknya masyarakat untuk mau memanfaatkan kesempatan Ae kesempatan mau memperbaiki kualitas hidupnya. Partisipasi berarti peran serta dalam proses pengelolaan objek wisata yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Pelaku partisipasi sangat tergantung tingkat kemampuan serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan pengembangan pariwisata tersebut Hilyana dalam Dewi . Menurut Undang Ae Undang Nomor. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dalam sebuah pengelolaan pariwisata perlu direncanakan secara matang dengan memperhatikan segala aspek yang saling mempengaruhi agar tidak terjadi kesalahan yang akan berakibat pada objek wisata tersebut untuk memiliki nilai jual yang sangat berharga baik dari sejarahnya ataupun karenah jumlahnya yang terbatas didunia ini. Hal tersebut dapat dimulai dari potensi yang dimiliki suatu wilayah, adat istiadat, perkembangan ekonomi, sampai aspek politik. Mengukur peran serta masyarakat dapat dilakukan dengan mengukur tingkat keterlibatan individu dalam kegiatan bersama yang diukur dengan skala yang dikemukakan oleh Champin dan Goldhamer . alam Riskayana, 2015: . , yaitu: Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Keanggotaan dalam organisasi Kehadiran dalam pertemuan Membayar iuaran/ sumbangan Keanggotaan dalam pengurus Kedudukan keanggotaan dalam pengurus Tujuan dari partisipasi masyarakat untuk menghasilkan ide dan persepsi yang berguna untuk masyarakat yang berkepentingan . ublic interes. dalam rangka meningkatkan kualitas pengambilan keputusan (Center dalam Riskayana, 2. sebab melibatkan masyarakat yang potensial terkena dampak dari kegiatan, cara mengambil keputusan, kebutuhan dari pengharapan kelompok masyarakat, dan kelompok dalam suatu konsep. Reaksi dari pandangan masyarakat saja untuk menentukan prioritas arah dan kepentingan positif dari berbagai factor Pengembangan potensi wisata alam dalam daerah dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan melibatkan peran pemerintah daerah dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat. Dengan demikian pandapatan asli daerah yang merupakan gambaran potensi keuangan pada umumnya mengasakan unsur pajak daerah dan retribusi daerah maka daerah dapat menggali potensi sumber daya alam yang berupa objek Yang sangat tinggi dan dapat menarik minat para wisata lokal maupun wisatawan asing serta dapat membuka peluang bisnis bagi warga setempat yang tinggal disekitar Desa Kayuuwi. Hal itu dikarenakan tidak sesuai antara tujuan denga harapan masyarakat lagi sehingga pengembangan objek wisata pantai tersebut kurang optimal lagi. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai AuPartisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa. Dimana partisipasi masyarakat tersebut sangatlah di perlukan dalam pengembangan objek wisata, hal ini dikarenakan dapat membantu membangun berbagai fasilitas Ae fasilitas yang dibutuhkan dalam objek wisata air Dalam partisipasi masyarakat adanya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengembangan objek wisata pantai maka objek wisata pantai akan berkembang cepat karna adanya partisipasi masyarakat. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas maka yang menjadi rumusan masalah adalah : Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa? Faktor-faktor apa yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi? Tujuan Penelitian Penelitian tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa tujuan penelitian adalah sebagai berikut: . untuk Mendeskripsikan Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi saat . Untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Kayuuwi saat ini terkait. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Partisipasi Masyarakat Pengertian Partisipasi Masyarakat Partisipasi berasal dari bahasa Inggris participation yang berarti mangambil bagian. Participator dimaknai sebagai yang mengambil bagian atau sering disebut dalam bahasa umum sebagai keikusertaan. Selengkapnya partisipasi sering dikatakatan sebagai peran serta atau ikut sertaan mengambil bagian dalam kegiatan tertentu. Partisipasi merupakan keterlibatan mental, pikiran dan emosi atau perasaan di dalam situasi kelompoknya yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta tanggung jawab terhadap mencapai tujuaan bersangkutan (Keith Davis dalam Syarifudin 2. Rahardjo dalam Dewi . mengemukakan partisipasi diartikan sebagai upaya peran serta masyarakat dalam suatu kegiatan baik dalam bentuk pernyataan maupun kegiatan. Lebih lanjut dijelaskan partisipasi merupakan keikutsertaan masyarakat dalam program - program pembangunan. Pada dasarnya partisipasi dibedakan menjadi dua, yaitu partisipasi bersifat swakarsa dan partisipasi yang bersifat Partisipasi swakarsa mengandung arti bahwa keikutsertaan dan peran sertanya atas dasar keasadaran dan kemauan sendiri, sementara partisipasi dimobilisasikan memiliki arti keikutsertaan dan berpera serta atas dasar pengaruh orang lain. Mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan tersebut sejalan dengan pendapat Conyers dalam Purnamasari . yang lebih lanjut mengemukakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan mempunyai sifat sangat penting . Partisipasi informasi mengenai kondisi, kebutuhan dan sikap masyarakat setempat. Masyarakat akan lebih mempercayai program kegiatan pembangunan apabila mereka dilibatkan dalam persiapan dan perencanaan, karena mereka akan lebih mengetahui seluk beluk program kegiatan tersebut dan akan mempunyai rasa memiliki terhadap program kegiatan tersebut. Mendorong partisipasi umum karena akan timbul anggapan bahwa merupakan suatu hak demokrasi bila masyarakat dilibatkan dalam pembangunan. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Partisipasi dalam perencanaa mempunyai segi positif adalah dapat mendorong munculnya keterlibatan secara emosional terhadap program Ae program pembangunan desa yang telah direncanakan bersama. Sedangkan dari segi negatifnya adalah adanya kemungkinan tidak dapat dihindari pertentangan antara kelompok dalam masyarakat yang dapat menunda atau menghambat tercapainya keputusan bersama. Partisipasi secara langsug dalam perencanaan hanya dapat dilaksanakan dalam masyarakat kecil, sedangkan untuk msyarakat besar sukar dilakukan, dan hanya dapat dilakukan dengan sistem perwakilan. Partisipasi sebagaian terbesar dari program . enilaian kebutuhan dan perencanaan progra. telah selesai dikerjakan. Sedangkan segi negatifnya adalah kecenderungan menjadi warga sebagai objek pembangunan , dimana warga hanya dijadikan pelaksanaan pembangunaan tanpa didorong unuk mengerti dan menyadari permasalahan yang mereka hadapi, dan tanpa ditimbulkan keinginan untuk mengatasi masalah. Menurut Geddesian dalam Syarifuddin . mengemukakan bahwa pada dasarnya masyarakat dapat dilibatkan secara aktif sejak tahapan awal penyusunan rencana. Keterlibatan masyarakat berupa: . pendidikan melalui pelatihan, . partisipasi aktif dalam pengumpulan informasi, . partisipasi dalam memberikan alternatif rencana dan usulan kepada pemerintah. Menurut Wardiyanto dalam Susanti . partisipasi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan potensi masyarakat dalam merencanaan pembangunan yang berkaitan dengan potensi sumber daya lokal berdasarkan kajian musyawarah. Musyawarah dilakukan dalam rangka peningkatan aspirasi berupa keinginan dan kebutuhan nyata yang ada dalam masyarakat, peningkatan motivasi dan peran serta kelompok masyarakat dalam proses pembangunan, dan peningkatan rasa memiliki pada kelompok masyarakat terhadap program pembangunan yang telah disusun. Menurut Paul dkk Ife . berpendapat bahwa dalam partisipasi harus mencangkup kemampuan rakyat untuk mempengaruhi kegiatan - kegiatan sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Dengan adanya kondisi yang mendorong masyarakat dalam partisipasi sebagai berikut : Orang akan berpartisipasi apabila mereka merasa bahwa isu atau aktivitas tersebut penting . Orang harus merasa bahwa aksi mereka akan membuat perubahan . Bahwa bentuk partisipasi harus diakui dan dihargai . Bahwa orang harus bisa berpartisipasi dan didukung dalam berpartisi Menurut Slemet dkk dalam Nurdiyanto . menyatakan bahwa tumbuhnya dan berkembangnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sangat ditentukan oleh 3 unsur yaitu. Adanya kesempatan yang diberikan oleh masyarakat, untuk berpartisipasi. Kemauan untuk berpartisipasi yaitu adanya kesempatan yang disediakan atau ditumbuhkan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, tidak akan berarti jika masyarakatnya tidak memiliki kemampuan untuk berpartisipasi. Kemauan untuk berpartisipasi yaitu ditentukan oleh sikap mental yang dimiliki oleh masyarakat untuk membangun atau memperbaiki kehidupannya Dalam pembangunan tumbuhnya partisipasi masyarakat Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 sering mengalami berbagai kendala dan hambatan tumbuhnya antara lain menurut Slamet ddk dalam Nurdiyanto . Kurangnya partisipasi yang murni terhadap persamaan social . Kekawatiran terhadap aksi Bersama . Kurangnnya akses kemampuan rakyat. Pendekatan pembangunan yang terpecah pecah Penjelasan mengenai partisipasi yang telah dijabarkan diambil dari para ahli yang kemudian dapat disimpulkan bahwa partisipasi adalah keterlibatan seseorang secara mental dan emosional baik fisik maupun non fisik kepada setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh swasta maupun Negara persatuan ikut tanggung jawab serta mendukung keberadaannya. Indikator yang digunakan untuk mengukur partisipasi ini adalah : Kelibatan warga sekitar obyek dalam kegiatan wisata. Sikap warga pada keberadaan obyek wisata. Mamfaat yang dirasakan warga dari obyek wisata. Kebutuhan rangka pengembangan obyek wisata. Pusic dalam Dewi . menyatakan bahwa perencanaan pembangunan tanpa memperhatikan partisipasi masyarakat akan menjadi perencanaan diatas kertas. Berdasarkan pandangannya, partisipasi atau keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dapat dilihat dari 2 hal yaitu : Partisipasi dalam perencanaan segi positif dari partisipasi dalam perencanaan adalah program - program pembangunan direncakan bersama sedangkan segi negatifnya adalah adanya kemungkinan tidak dapat dihindari antar kelompok dalam masyarakat yang dapat menundah atau bahkan menghambat menghambat tercapainya keputusan bersama. Disini dapat ditambahkan bahwa dapat dilaksanakan dalam masyarakat kecil sedangkan untuk masyarakat besar sukar dilakukan. Namun dapat dilakukan dengan sistem perwakilan. Masalah yang perlu dikaji adalah apakah yang duduk didalam perwakilan benar benar mewakili masyarakat. Partisipasi dalam pelaksanaan Segi positif dari partisipasi dalam pelaksanaan adalah bahwa bagian terbesar dari program . enilaian kebutuhan dan perencenaan progra. telah selesai dikerjakan. Tetapi segi negatifnya adalah kecenderungan menjadikan warga Negara sebagai obyek pembangunan, dimana warga hanya dijadikan pelaksanaan tanpa pembangunan tanpa dorongan untuk mengerti dan menyadari permasalahan yang mereka hadapi dan tanpa ditimbulkan keinginan untuk mengatasi masalah. Sehingga warga masyarakat tidak secara emosional terlibat dalam program, yang berakibat kegagalan seringkali tidak dapat dihindari. Keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat mutlak harus dilakukan dalam partispasi dan bukan hanya keterlibatan mental semata, tetapi harus disertai dengan keterlibatan mulia dari perencanaan sampai pelaksanaan. Satropoerto dalam Riskayana . mengemukakan ada tiga buah unsur penting yang harus diperhatikan dalam Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 melaksanakan partisipasi,yaitu: Bahwa partisipasi, keikutsertaan, keterlibatan atau peran serta sesunggunya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan lebih dari semata mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah. Unsur kedua adalah kesedian memberi suatu sumbangan kepada usaha untuk mencapai suatu tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa kesukarelaan untuk membantu kelompok. Seseorang menjadi anggota dengan segala lainnya. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Diakui sebagai anggota artinya ada rasa . ense of belongingnes. Adanya proses politik melalui negosiasi yang pada akhirnya mengarah pada pembentukan kesepakatan bersama . ollective agreemen. Adanya usaha pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pembelajaran kolektif yang merupakan bagian dari proses demokratisasi. Pengertian tentang partisipasi dikemukakan oleh Fasli Djalal dkk dalam Setiyawan, . partisipasi dapat juga berarti bahwa pembuat keputusan menyerankan kelompok atau masyarakat ikut terlibat dalam bentuk penyampaian saran dan pendapat, barang, keterampian, bahan dan jasa. Partisipasi berarti bahwa kelompok mengenal masalah meraka sendiri, membuat keputusan, mengkaji pilihan mereka, membuat keputusan, dan memecahkan masalah. Menurut Isbandi dalam Setiyawan . partisipasi masyarakat dalam keikutsertaan masyarakat dalam proses pengindentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat. Pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi. Menurut Verhange dalam Murniati . mengatakan bahwa partisipasi merupakan suatu bentuk khusus komunikasi yang kewenangan, tanggung jawab dan manfaat. Sehubungan dengan hal itu, berbagai kegiatan partisipasi akan . Menjadi anggota masyarakat . Melibatkan diri dalam kegiatan diskusi kelompok . Melibatkan diri pada kegiatan Ae kegiatan organisasi untuk menggerakan partisipasi masyarakat lain. Menggerakan sumber daya masyarakat SDM . Mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan . Memanfaatkan hasil Ae hasil yang dicapai Partisipasi adalah semua keadaan dimana seseorang atau kelompok orang memperlihatkan keikut sertaannya dalam suatu program atau kegiatan, dan dalam kegiatan itu menampilkan rasa kebersamaan tim atau kelompok. Menurut Sundariningrum dalam Setiyawan . menklasifikasikan partisipa si menjadi dua berdasarkan cara keterlibatan, yaitu : Partisipasi langsung Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Partisipasi yang terjadi apabila individu menampilkan kegiatan tertentu dalam proses partisipasi. Partisipasi ini terjadi apabila setiap orang dapat mengajukan pandangan, membahas pokok permasalahan, mengajukan keberatan terhadap keinginan orang lain atau ucapannya . Partisipasi tidak langsung Partisipasi apabila individu mendelegasikan hak partisipasinya. Cohen dkk yang dikutip oleh Setiyawan . membedakan partisipasi menjadi empat. jenis yaitu: partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam pengambilan pemanfaatan dan partisipasi dalam evaluasi. Pertama partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi ini terutama berkaitan dengan penentuan alternatif dengan masyarakat atau berkaitan dengan gagasan atau ide yang menyangkut kepentingan bersama. Untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan ini anatara lain ikut menyumbangkan gagasan atau pikiran, kehadiran dalam rapat, diskusi atau tanggapan penolakan tarhadap program yang ditawaran. Kedua, partisipasi dalam pelaksanaan meliputi menggerakan sumberdaya dana, kegiatan administrasi, koordinasi dan penjabaran program. Partisipasi dalam pelaksanaan merupakan kelanjutan dalam rencana yang telah digagas sebelumnya baik yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanan maupun tujuan. Ketiga, partisipasi dalam pengambilan manfaat, partisipasi dalam pengambilan manfaat tidak lepas dari hasil pelaksanaan yang telah dicapai baik yang berkaitan degan kualitas maupun kuantitas. Dari segi kualitas dapat dilihat dari output, sedangkan dari kuantitas dapat dilhat dari proses persentase keberhasilan program. Keempat, partisipasi dalam evaluasi, partisipasi dalam evaluasi ini berkaitan dengan pelaksanaan program yang sudah direncanakan. Partisipasi dalam evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian program yang telah direncanakan sebelumnya. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi adalah tingkat keikutsertaan atau keterlibatan suatu individu atau kelompok dalam masyarakat utnuk pencapaian tujuan dan adanya pembagian kewenangan atau tanggung jawab bersama dalam proses pengindentivikasian masalah dan potensi yang ada Sedangkan partispasi masyarakat seringkali dianggap bagian yang tidak terlepas dalam upaya lain proses pemberdayaan masyaraakat, akan dapat diketahi bahwa akar dari perkembangan pemikiran tentang pengdekatan partisipatif dalam pembangunan akan terkait dengan wacana, komunitas. Salah satu asumsi dari pendekatan partisipatif adalah suatu komunitas telah mencapai taraf dimana iya berada saat ini sebenarnya melalui proses pemetangan yang berjalan cukup panjang sehingga hampir setiap komunitas telah mengembangkan kearifan lokal sejalan dengan upaya mereka mengatasi permasalahan yang ada. Dengan demikian partisipasi merupakan sebuah pemberdayan masyarakat. Bentuk - Bentuk Partisipasi Masyarakat Bentuk partisipasi dalam masyarakat dalam pembangunan menurut Slamet dalam Suwandi . dapat dilakukan mulai dari proses perencanaan sampai pelaksanaan proyek pembangunan tersebut. Partisipasi Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 dalam perencanaan merupakan pelibatan masyarakat yang paling tinggi karena masyarakat turut serta dalam membuat keputusan. Bentuk - bentuk partisipasi masyarakat dapat dilihat sebagai berikut: Partisipasi buah pikiran, yang diberikan partisipan dalam pertemuan atau rapat. Partisipasi tenaga, yang diberikan partisipan dalam berbagai kegiatan untuk perbaikan atau pembangunan desa, pertolongan bagi orang lain dan sebagainya Partisipasi harta benda, yang diberikan orang lain dalam berbagai kegiatan untuk perbaikan atau pembangunan desa, pertolongan berupa uang makanan dan sebagainya. Partisipasi keterampilan dan kemahiran, yang diberikan orang untuk mendorong aneka ragam bentuk usaha industri. Partisipasi sosial, yang diberikan orang sebagai tanda keguyuban. Partisipasi pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata karena dengan masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengelolaan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan potensi wisata di daerah tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. Partisipasi yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan keikutsertaan masyarakat secara individu maupun dalam upaya pengelolaan kawasan desa wisata Kayuuwi. Tingkatan partisipasi menurut Prety, j dalam Purbahtin Hadi . ada tujuh karateristik partisipasi masyarakat yang berturut Ae turut semakin dekat kepada bentuk yang ideal, . Partisipasi pasif atau manipulasi Merupakan bentuk partisipasi yang paling lemah. Karateristiknya adalah masyarakat menerima pemberitahuan apa yang sedang dan telah terjadi. Partisipasi informatif Merupakan bentuk partisipasi dimana masyarakat hanya menjawab pertanyaan Ae pertanyaan proyek, namun tidak berkesempatan untuk terlibat dan mempengaruhi proses keputusan . Partisipasi konsultatif Merupakan bentuk partisipasi masyarakat diamana masyarakat berkesempatan untuk berkonsulatsi, sedangkan orang luar mendengarkan, serta menganalisis masalah dan pemecahan . Partispasi insentif Dimana masyarkat memberikan korbanan dan dan jasa untuk memperoleh imbalan intensif berupa upah, walau tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran atau eksprimen Ae eksprimen yang dilakukan . Partisipasi fungsional Masyarakat membentuk kelompok sebagai bagian proyek, setelah ada keputusan Ae keputusan utama dan disepakati. Partisipasi intraktif Masyarkat berperan dalam proses analisis untuk perencanaan kegiatan dan pembentukan atau penguatan kelembagaan, pola ini cenderung melibatkan metode interdisipliner yang mencari keragaman prespektif Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 dalam proses belajar yang terstuktur dan sistematis. Partisipasi mandiri Masyarakat mengambil inisiatif sendiri secara bebas . idak dipengaruhi oleh lua. untuk merubah sistem atau nilai Ae nilai yang mereka junjung. Partisipasi masyarakat juga bentuk, menurut Rusidi dalam Siregar . mengatakan ada empat dimensi berpartisipasi yaitu : Sumbangan pikiran . dea tau gagasa. Merupakan semua jenis partisipasi yang diberikan dalam bentuk pendapat. Pandangan atau saran mengenai pembangunan yang diberikan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang warga masyarakat, yang biasanya kesempatan pertemuan atau rapat yang diselenggarakan atau untuk membahas masalah pembangunan. Sumbangan materi . ana,barang dan ala. Merupakan semua jenis partisipasi yang diberikan dalam bentuk sumbangan yang berupa uang atau barang, baik barang jadi maupun barang baku untuk membangun atau memperbaiki fasilitas bersama. Sumbangan tenaga . ekerja atau memberi kerj. Merupakan semua jenis kegiatan dalam bentuk tenaga, biasanya dilakukan kegiatan-kegiatan bersama seperti perbaikan jalan desa, perbaikan jembatan, perbaikan rumah, yang pemiliknya tidak mampu. Secara gotong . Memanfaatkan dan melaksanakan pelayanan pembangunan. Davis dalam Setyawan . mengemukakan bentuk dan jenis partisipasi masyarakat sebagai berikut. Bentuk partisipasi: . konsultasi, jasa . sumbangan spontan dalam bentuk barang dan jasa. mendirikan proyek yang bersifat dan dibiayai seluruhnya oleh komunikasi . apat des. sumbangan dalam bentuk kerja biasanya dilakukan dilakukan oleh tenaga ahli setempat. aksi swasta . mengadakan pembangunan dikalangan sendiri. Jenis- jenis partisipasi: . pikiran dan tenaga . hychological and physical participatio. , . oney participatio. Menurut Allport . alam menyatakan bahwa: Seseorang yang berpartisipasi mengalami keterlibatan dirinya/egonya yang sifatnya lebih daripada keterlibatan dalam pekerjaan atau tugas saja, dengan keterlibatan dirinya berarti keterlibatan pikiran dan perasaannya. Berdasarkan pernyataan tersebut di atas, maka ada tiga buah unsur penting dalam partisipasi yaitu : Partisipasi merupakan suatu lebih dari semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah Ketersediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok, ini berarti terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok. Dalam partisipasi harus ada tanggung jawab, unsur tanggung jawab ini merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Dari uraian di atas jelaslah bahwa partisipasi menyangkut keterlibatan diri/ego dan tidak semata-mata keterlibatan fisik dalam pekerjaan atau tugas saja, dan ketiga unsur partisipasi tersebut di dalam realitanya tidak akan terpisahkan satu sama lain, tetapi akan saling menunjang. BAB i METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi Pustaka . Selanjutnya dianalisis secara deskriptif . Metode ini untuk menguraikan dan menggambarkan secara deskriptif mengenai tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan sebagai Desa wisata di Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat. Kabupaten Minahasa. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Desa Kayuuwi yang terlibat langsung dalam Menyusun formulasi perancangan pembvangunan desa wisata. Untuk memperoleh data guna penelitian, maka diambil sampel. Penentuan sampel dalam dalam penelitian ini dengan purposive sampling. Purposive Sampling diambil dengan maksud dan tujuan tertentu, yang mana menganggap bahwa subjek penelitian yang diambil tersebut memiliki informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. Penentuan Sampel untuk dijadikan responden ,dilakukan sesuai tujuan , dan permasalahan penelitian tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan pengembangan desa wisata, di Desa Kayuuwi Kecamatan kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa. Yang berjumlah 20 responden yang terdiri dari : Kepala Desa Sekretaris Desa Lembaga Pemberdayaan Desa kayuuwi Tokoh Masyarakat (Kepala Jaga/Lingkunga. Masyarakat Umum Adapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah : Partisipasi masyarakat dimana yang dimaksud adalah kontribusi masyarakat terhadap kepentingan dan tujuan kelompok dalam hal pembangunan. Perencanaan pembangunan Desa adalah suatu usaha sistematik dari berbagai pelaku , baik swasta ,maupun kelompok masyarakat lainnya pada tingkatan yang beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Desa Wisata di Deaa Kayuuwi Kecamatan kawangkoan Barat dapat dioperasionalkan dengan beberapa indicator yaitu : Faktor pendukung yang adalah segala sesuatu yang sifatnya membantu atau mendukung peran serta masyarakat dalam pembangunan yang ada di Desa Kayuuwi Kecamatan kawangkoan Barat, agar berjalan lancer sesuai yang diharapkan. Faktor penghambat yang adalah segala sesuatu yang menjadi pengganjal atau yang menghalangi keikutsertaan masyarakat di dalam pembangunan pengembangan Desa Wisata di Desa kayuuwi. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tingkat Partisipasi Masyarakat Dengan meningkatkan kinerja pembangunan adalah salah satu upaya yang dicapai oleh setiap pemerintah baik daerah bahkan di pemerintahan Desa. Dalam meningkatkan kinerja maka dapat mempengaruhi kesejahteraan Oleh sebab itu, menunjang kinerja pembangunan,perlu ditunjang dengan adanya perencanaan Perencanaan pembangunan adalah strategis yang disusun dan diatur oleh pemerintah desa yang melibatkan sektor swasta, maupun kelompok masyarakat dalam merencanakan dan mengelola program pembangunan desa. Ini dilakukan guna pencapaian yang sesuai dengan visi dan misi yang direncanakan. Melakukan pembangunan salah satu faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya visi dan misi dalam pembangunan desa adalah tingkat partisipasi masyarakat yang berperan secara langsung, sebab tanpa keterlibatan langsung pihak masyarakat dan swasta ,maka visi dan misi yang direncanakan tidak akan terlaksana sesuai Betapi pentingnya partisipasi masyarakat terhadap perencaan pengembangan pembangunan desa wisata ,sehingga perlu disusun suatu formulasi kebijakan perencanaan desa. Formulasi kebijakan perencanaan desa untuk merumuskan program kegiatan pembangunan yang efektif ,efisien,tepat sasaran,tepat waktu,tepat lokasi serta membangun kepercayaan dan akselerasi keterpaduan aspirasi masyarakat, dengan minjung tinggi nilai budaya ,norma-norma ,etika,moral sesuai visi dan misi pembangunan. Desa Kayuuwi adalah Desa yang saat ini memiliki kondisi ekonomi sosial yang masih bagus . Kondisi Dalam kaitan dengan partisipasi masyarakat ,kondisi masih baik dalam memberikan kontribusi dalam perencaan pengembangan khusu sebagai Desa Wisata. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat sebagi berikut : Tabel 1. Keterlibatan langsung Masyarakat Dalam Menghadiri Pertemuan-Pertemuan Perencanan Pengembangan Pengembangan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat Jawaban Orang Responden Persentase (%) Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif Jumlah Sumber: Data Primer, 2022 Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Berdasarkan tabel 1 mengenai keterlibatan langsung masyarakat dalam menghadiri pertemuan-pertemuan dalam perencanaan pembangunan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat, menunjukkan bahwa dari 20 orang yang menjadi responden, nampak bahwa jumlah responden yang memberikan jawaban sangat terlibat adalah 10 orang . %), responden yang memberikann jawaban aktif sebanyak 6 orang . %) dan yang memberikan jawaban cukup aktif yaitu sebanyak 4 orang . %). Adapun tanggapan responden mengenai keaktifan masyarakat dalam pembahasan perencanaan pembangunman Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Keaktifan Masyarakat Dalam Pembahasan Perencanan Pengembangan Desa Wisata Jawaban Orang Persentase(%) Responden Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang aktif Tidak Aktif Jumlah Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan tabel 2 mengenai keaktifan masyarakat dalam pembahasan perencanaan pembangunan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat, menunjukkan bahwa dari 20 orang yang menjadi responden, dapat dilihat bahwa jumlah responden yang memberikan jawaban sangat aktif yaitu sebanyak 9 orang . %), yang memberikan jawaban aktif sebanyak 7 orang . %), yang memberikan jawaban cukup aktif sebanyak 2 orang . %) dan yang memberikan jawaban kurang aktif yaitu sebanyak 2 orang . %). Tabel3. Keaktifan Masyarakat Dalam Pemberian Informasi Yang Dibutuhkan Dalam Menyusun Perencanaan Pembangunan Desa Jawaban Orang Persentase(%) Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Jumlah Sumber: Data Primer,2022 Berdasarkan Tabel 3mengenai keaktifan masyarakat dalam pemberian informasi yang dibutuhkan dalam Menyusun perencanan pembangunan Pengembangan Desa wisata Kayuuwi Kecamatan kawangkoan Barat menunjukkan, dari 20 orang respponden menunjukkan jawaban sangat aktif 35% . Jawan aktif 25%. Jawaban cukup aktif 30% dan kurang aktif 10%. Dari Jawaban di atas menunjukkan masih lemah keaktifan pemberian informasi yang dibutuhkan dalam penyusuanan perencanan pengembangan Desa Wisata . Tabel 4. Keterlibatan Masyarakat Dalam Pemberian Fasilitas Dan Bantuan Pemikiran Dalam Penyusunan Perencanaan Pengembangan Pembangunan Desa Wisata Jawaban Orang Persentase(%) Responden Sangat Aktif Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Tidak Aktif Jumlah Sumber: Data Primer,2022 Berdasarkan Tabel 4menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam pemberian fasiltas dan bantuan pemikiran dalam penyusunan perencanaan pengembangan pembangunan Desa Wisata Kayuuwi Kecamatan kawangkoan Barat bahwa responden sangat aktif 35%, responden aktif 30%, responden cukup aktif 25%. dan kurang aktif 10% Dari data ini menunjukkan bahwa masih lemah motivasi masyarakat dalam pengembangan pembangunan Desa Wisata. Adapun tujuan pengembangan wisata bagi masyarakat desa menurut Suleman, dkk antara lain sebagai berikut:8 Meningkatkan partisipasi masyarakat desa mulai dari perumusan kebijakan desa, perencanaan pembangunan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masayrakat desa dalam mengambil keputusan yang penting dalam menyelesaikan permasalaha-permasalahan yang ada di desa Meningkatkan kemampuan berusaha dan menangkap peluang- peluang usaha untuk selanjutnya diterapkan dalam pembangunan desa Dari beberapa pendapat peneliti tersebut di atas, sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar, pada dasarnya memiliki maksud dan tujuan yang sama. Lebih singkatnya, tujuan pengembangan desa wisata adalah untuk Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 local dalam membangun dan mengembangkan Adapun alasan pengembangan desa wisata bagi masyarakat menurut Dian antara lain sebagai berikut:11 Bagian dari pelesatrian nilai tradisi/ budaya Bagian dari pengembangan potensi baik itu sumber daya alam, nilai budaya maupun sumber daya Kebijakan untuk membuka lapangan pekerjaan. Mendorong akselerasi pembangunan desa Adanya dorongan eksternal, seperti tingginya minat masyarakat untuk melihat keunikan objek wisata yang ada di desa yang bersangkutan. Marwan Jafar dalam keterangan pers di Jakarta melihat ada tiga alasan penting dalam pengembangan pariwisata pedesan, yaitu diantara: Pariwisata pedesaan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, dengan memanfaatkan sumber daya setempat yang dikelola dalam bentuk usaha pariwisata. fakta bahwa pariwisata pedesaan bisa mencakup berbagai jenis dan bentuk usaha, baik dari skla kecil maupun sampai pada skala besar dan informal hingga yang formal. Karakteristik pariwisata pedesaan selalu melibatkan usaha-usaha yang dikelola oleh masyarakat setempat, mulai dari penyediaan akomodasi, atraksi dan fasilitas transportasi. Gambaran Umum Desa . Letak Wilayah. Desa Kayuuwi berada di tengah-tengah tanah Minahasa yang termasuk dalam Wilayah Kecamatan Kawangkoan Barat, berbatasan dengan Desa Kiawa di sebelah Utara. Kelurahan Talikuran dan Kelurahan Sendangen di sebelah Timur. Desa Kanonang Satu di sebelah Selatan dan Desa Tombasian atas di sebelah Barat . Luas Wilayah. Wilayah Desa Kayuuwi seluas 384 Ha yang terdiri dari : Luas Pemukiman sebesar 17 Ha, dengan luas Persawahan sebesar 87 Ha, dan Luas Ladang sebesar 197 Ha, serta wilayah lainnya sebesar 54 Ha. Total wilayah administrasi Desa Kayuuwi 1 sebesar 384 Ha. Penduduk. Berdasarkan data jumlah kependudukan yang didapatkan dari Kantor Hukum Tua Desa Kayuuwi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Kayuuwi 1 sebanyak 573 kepala keluarga (KK) yang terbagi atas 961 jiwa laki-laki dan 961 jiwa perempuan sehingga jumlah total penduduk yang mendiami desa Kayuuwi 1 sebanyak 1. 922 jiwa. Sebuah desa yang terletak dijalur sirkum mediratenia yang menghubungkan salah satunya daerah Sulawesi dengan menghubungkan dua gunung yang cukup terkenal dan masih aktif yaitu gunung Lokon dan Soputan. Dengan beradanya desa ini di antara kedua gunung ini membawa berkah untuk bercocok tanam disektor pertanian, ini dibuktikan dengan kesuburan tanahnya. Kayuuwi dikelilingi oleh perbukitan, yang mana hampir semua dikiri-kanannya dikelilingi dengan bukit- Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 bukit seperti Kelelondei. Manimporok. Tonderukan yang mengikuti lembah Toang dan Nimanga sehingga menghasilkan udara dan hembusan angin yang sejuk. Tekstur tanah berpasir bercampur tanah liat merupakan tanahnya, udara dingin menjadi ciri khas daerah pegunungan yang menjadi bagian dari desa Kayuuwi. Kayuuwi memiliki sebuah kantor yang permanen dilengkapi dengan balai pertemuannya. Adapun kantor ini dibangun sendiri dengan sumber dana swadaya masyarakat. Juga disetiap jaganya yang terdiri dari enam jaga mempunyai kantor jaganya sendiri dengan bentuk fisik permanen dilengkapi dengan peralatan pesta dan peralatan acara lainnya yang terbilang memadai. Berdasarkan data kependudukan Kabupaten Minahasa desa Kayuuwi adalah : Pekerjaan C Petani = 725 orang C Tukang = 239 orang C Peternak = 94 orang C Pegawai negeri sipil / TNI = 49 orang C Pegawai swasta = 343 orang Jumlah = 1. 450 orang Gambar 1. Daerah Persawahan Desa Kayuuwi (Sumber tell. Gambar 2. Air terjun Ranosem tampak samping Sumber: Telly,2020 Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Air terjun Ranosem Kayuuwi (Water fall Ranosem Ae Kayuuw. itulah namanya yang terletak di perkebunan Adapun arti dari Pararangen dalam Bahasa Tountemboan AuraraAy yang artinya jalan yang bertanggatangga. Jadi untuk sampai ke air terjun Ranosem maka pengunjung harus melewati jalan yang bertangga-tangga. Namun sekalipun pengunjung harus melewati jalan yang bertangga-tangga ada saja orang yang mengunjungi Air Terjun Ranosem BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Partisipasi langsung dari masyarakat rerata secara umum menunjukkan belum terlalu kuta memberikan kontribusi dalam pengembangan pembangunan desa wisata. Tingkatan partisipasi masyarakat masih kategori lemah ,ini menunju pada jawaban terkait beberapa peran partisipasi berdasarkan kebutuhan dalam proses pengembangan Desa Wisata. Saran Pembangunan Desa merupakan pilar kuat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat . Maka perlu adanya dorongan dan motivasi serta bimbingan teknis terkait peran dan fungsi Desa Wisata sebagai salah satu pendapatan asli Desa yang menjanjikan , tapi komponen lapisan masyarakat harus secara aktif melaksanakannya. DAFTAR PUSTAKA