ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. Desember 2025 Hal. e-ISSN: 2723-6269 Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks Berbasis Komunitas pada Muslimat NWDI Ero Ari Angga*1. Arief Rahman1. Andi Nizam Harahap1. Intan Nefia Alamanda1. Lalu Ramadlan1. Raania Amaani1. Faradila2. Hartini Haritani1 ero_ariangga@hamzanwadi. 1Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Hamzanwadi 2Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Received: 27 November 2025 Accepted: 16 Desember 2025 Online Published: 31 Desember 2025 DOI: 10. 29408/ab. Abstrak: Sosialisasi penyakit kanker merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, terhadap deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pengenalan kanker, pentingnya deteksi dini, serta penerapan gaya hidup sehat kepada Muslimat NWDI di Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang disertai diskusi interaktif dan evaluasi pemahaman peserta menggunakan instrumen sederhana. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kanker payudara dan serviks, praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pentingnya pemeriksaan Pap smear, serta faktor gaya hidup yang berperan dalam pencegahan kanker. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pemahaman yang baik hingga sangat baik terhadap materi yang disampaikan. Pemahaman peserta cenderung lebih baik pada kelompok usia pra-lansia dan peserta dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan psikososial berupa rasa malu, takut, serta stigma budaya yang memengaruhi keberanian peserta dalam melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi. Kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya deteksi dini kanker, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan serta peningkatan akses layanan kesehatan untuk mendorong penerapan deteksi dini secara nyata di masyarakat Kata kunci: Deteksi Dini. Kanker. Muslimat NWDI Abstract: Cancer education is an essential effort to improve public awareness and understanding, particularly among women, regarding the early detection of breast and cervical cancer. This community service activity aimed to provide education on cancer awareness, the importance of early detection, and the adoption of healthy lifestyles among Muslimat NWDI in East Lombok. West Nusa Tenggara. The activity was conducted through health education sessions combined with interactive discussions and an evaluation of participantsAo understanding using a simple assessment instrument. The educational materials covered an introduction to breast and cervical cancer, breast self-examination (BSE), the importance of Pap smear screening, and lifestyle-related factors associated with cancer prevention. The results indicated that most participants demonstrated good to very good levels of understanding of the presented materials. Higher levels of understanding were observed among pre-elderly participants and those with a higher educational background. However, psychosocial barriers such as feelings of shame, fear, and cultural stigma related to reproductive health examinations were still identified. This socialization activity contributed positively to increasing participantsAo awareness of the importance of early cancer detection. Nevertheless, continuous assistance and improved access to health services are needed to ensure the practical implementation of early detection behaviors within the community. Keyword: Cancer. Early Detection. Muslimat NWDI ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Desember 2025 | 159 Angga. Rahman. Harahap. Alamanda. Ramadlan. Amaani. Faradila, & Haritani. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan serviks berbasis komunitas pada Muslimat NWDI. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6. , 159Ae https://doi. org/10. 29408/ab. PENDAHULUAN Kanker hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, termasuk di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (Globocan, 2. menunjukkan bahwa Indonesia mencatat lebih dari 000 kasus baru kanker setiap tahunnya. Di antara berbagai jenis kanker tersebut, kanker payudara dan kanker serviks merupakan dua jenis kanker yang paling banyak dialami oleh Kanker payudara menempati urutan pertama dengan lebih dari 66. 000 kasus baru, sedangkan kanker serviks berada pada urutan kedua dengan lebih dari 36. 000 kasus baru. Tingginya angka kejadian ini mengindikasikan bahwa kanker pada perempuan masih menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian serius. Pada dasarnya, kanker payudara dan kanker serviks memiliki peluang pencegahan dan deteksi dini yang cukup tinggi apabila dilakukan pemeriksaan secara rutin, seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan Pap smear. Namun, dalam praktiknya, angka kematian akibat kedua jenis kanker tersebut masih tergolong tinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari rendahnya partisipasi perempuan dalam melakukan deteksi dini, yang dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan, stigma sosial, serta hambatan budaya dan akses terhadap layanan kesehatan (Nugroho & Wijaya, 2020. Friedman & Tanner, 2. Salah satu upaya yang dinilai efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat adalah melalui edukasi dan sosialisasi berbasis komunitas. Pendekatan ini memungkinkan penyampaian informasi kesehatan dilakukan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari Santoso . menyebutkan bahwa sosialisasi kesehatan yang bersifat langsung dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, termasuk kanker. Selain itu, edukasi berbasis komunitas juga lebih mudah menyesuaikan diri dengan nilai sosial dan budaya setempat, sehingga berpotensi mengurangi resistensi dan stigma terhadap pemeriksaan kesehatan reproduksi (Hafiz & Suryani, 2. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan yang cukup menonjol. Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB . menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tinggi pada perempuan. Meskipun demikian, partisipasi perempuan dalam program deteksi dini kanker masih tergolong rendah, terutama di wilayah dengan karakteristik sosial dan budaya yang kuat. Stigma terhadap pemeriksaan reproduksi, rasa malu, serta ketakutan terhadap hasil pemeriksaan masih menjadi faktor utama yang menghambat perempuan untuk melakukan skrining kanker secara rutin (Puspitawati et al. , 2. Muslimat NWDI sebagai salah satu organisasi perempuan berbasis komunitas keagamaan memiliki peran sosial yang cukup kuat di Lombok Timur. Ikatan sosial yang erat serta aktivitas rutin yang melibatkan anggota menjadikan komunitas ini sebagai mitra yang strategis dalam pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan. Melalui pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung dan partisipatif, informasi mengenai deteksi dini kanker diharapkan dapat diterima dengan lebih baik, sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan perempuan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi mengenai deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks kepada Muslimat NWDI. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta terkait ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Desember 2025 | 160 Angga. Rahman. Harahap. Alamanda. Ramadlan. Amaani. Faradila, & Haritani. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan serviks berbasis komunitas pada Muslimat NWDI. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6. , 159Ae https://doi. org/10. 29408/ab. kanker, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan melalui penerapan gaya hidup sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan melakukan deteksi dini kanker secara tepat waktu. METODE PELAKSANAAN Waktu dan Lokasi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Minggu, 7 November 2025, bertempat di ruang Pascasarjana Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 76 orang peserta yang merupakan anggota Muslimat NWDI. Pemilihan lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan kemudahan akses, ketersediaan fasilitas pendukung, serta kenyamanan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi. Prosedur Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap persiapan diawali dengan melakukan koordinasi bersama pengurus Muslimat NWDI untuk menentukan waktu, lokasi, dan jumlah peserta kegiatan. Pada tahap ini juga dilakukan penyusunan materi edukasi yang mencakup pengenalan kanker payudara dan kanker serviks, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan melalui penerapan gaya hidup sehat. Selain itu, tim pelaksana menyiapkan media pendukung berupa bahan presentasi dan alat bantu visual untuk memudahkan penyampaian materi kepada peserta. Tahap Pelaksanaan Sosialisasi Tahap pelaksanaan dimulai dengan pembukaan kegiatan dan penyampaian tujuan sosialisasi kepada peserta. Selanjutnya, materi edukasi mengenai kanker payudara dan kanker serviks disampaikan oleh narasumber yang memiliki kompetensi di bidang Penyampaian materi dilakukan melalui metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga peserta dapat berpartisipasi aktif dan menyampaikan pertanyaan maupun kekhawatiran terkait kanker dan deteksi Penyampaian Materi Deteksi Dini Pada tahap ini, peserta diberikan penjelasan mengenai langkah-langkah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai pemeriksaan Pap smear sebagai metode deteksi dini kanker serviks, termasuk tujuan, manfaat, dan waktu pelaksanaan pemeriksaan. Penyampaian dilakukan secara sederhana dan kontekstual agar dapat dipahami oleh peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Tahap Evaluasi Kegiatan Setelah seluruh materi disampaikan, dilakukan evaluasi kegiatan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen berupa lembar penilaian pemahaman yang diisi oleh peserta setelah kegiatan sosialisasi selesai. Hasil pengisian instrumen tersebut kemudian dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Desember 2025 | 161 Angga. Rahman. Harahap. Alamanda. Ramadlan. Amaani. Faradila, & Haritani. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan serviks berbasis komunitas pada Muslimat NWDI. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6. , 159Ae https://doi. org/10. 29408/ab. untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta terhadap materi yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi mengenai pengenalan kanker dan deteksi dini, dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen penilaian pemahaman yang diisi oleh peserta setelah kegiatan sosialisasi selesai. Hasil pengisian instrumen tersebut memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta terkait penyakit kanker, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Gambar 1: dr. Ero Ari Angga. Sp. Pd sedang mengisi materi kenali kanker sejak dini dalam kegiatan sosialisasi kepada Muslimat NWDI. Tingkat Pemahaman Peserta Berdasarkan hasil pengisian instrumen, sebagian besar peserta menunjukkan tingkat pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan. Grafik di bawah ini menggambarkan tingkat pemahaman peserta mengenai kanker secara keseluruhan. Grafik 1. Tingkat Pemahaman Peserta Tentang Kanker Berdasarkan Grafik 1, terlihat bahwa mayoritas peserta berada pada kategori pemahaman sangat baik dan baik. Sebanyak 39 orang memiliki tingkat pemahaman dalam kategori ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Desember 2025 | 162 Angga. Rahman. Harahap. Alamanda. Ramadlan. Amaani. Faradila, & Haritani. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan serviks berbasis komunitas pada Muslimat NWDI. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6. , 159Ae https://doi. org/10. 29408/ab. sangat baik, 33 orang berada pada kategori baik, 3 orang berada pada kategori sedang, dan 1 orang berada pada kategori sangat kurang. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami materi sosialisasi mengenai kanker dan deteksi dini yang telah diberikan. Pemahaman Berdasarkan Kelompok Pendidikan Pemahaman peserta juga dianalisis berdasarkan latar belakang tingkat pendidikan. Hasil analisis tersebut ditampilkan pada grafik berikut: Grafik 2. Pemahaman Berdasarkan Kelompok Pendidikan Peserta Berdasarkan Grafik 2, peserta dengan latar belakang pendidikan sarjana (S. menunjukkan tingkat pemahaman yang paling baik dibandingkan kelompok pendidikan Peserta dengan latar belakang pendidikan SMA/MA/sederajat juga menunjukkan pemahaman yang cukup baik, meskipun masih terdapat sebagian kecil peserta yang berada pada kategori pemahaman sedang atau kurang. Pemahaman Berdasarkan Kelompok Usia Selain tingkat pendidikan, pemahaman peserta juga dianalisis berdasarkan kelompok Hasil analisis tersebut ditunjukkan pada grafik berikut: Grafik 3. Pemahaman Berdasarkan Kelompok Usia Peserta Berdasarkan Grafik 3, kelompok usia pra-lansia . Ae59 tahu. menunjukkan tingkat pemahaman yang sangat baik terhadap materi kanker dan deteksi dini. Sementara itu. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Desember 2025 | 163 Angga. Rahman. Harahap. Alamanda. Ramadlan. Amaani. Faradila, & Haritani. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan serviks berbasis komunitas pada Muslimat NWDI. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6. , 159Ae https://doi. org/10. 29408/ab. kelompok usia dewasa muda . Ae35 tahu. cenderung memiliki tingkat pemahaman yang relatif lebih rendah dibandingkan kelompok usia lainnya PEMBAHASAN Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang diterapkan pada Muslimat NWDI memperoleh respons yang positif. Tingginya tingkat pemahaman peserta terhadap materi kanker dan deteksi dini mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi mampu menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan Temuan ini sejalan dengan Santoso . yang menyatakan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat meningkatkan pemahaman masyarakat secara signifikan, terutama pada kelompok perempuan. Tingkat pemahaman yang lebih tinggi pada peserta dengan latar belakang pendidikan sarjana menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masih berperan dalam kemampuan individu untuk menyerap informasi kesehatan. Namun demikian, hasil yang cukup baik pada kelompok peserta dengan pendidikan menengah menunjukkan bahwa penyampaian materi yang sederhana, kontekstual, dan interaktif mampu menjembatani perbedaan latar belakang Hal ini mendukung temuan Hafiz dan Suryani . yang menekankan pentingnya pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya Berdasarkan kelompok usia, peserta pra-lansia menunjukkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan kelompok dewasa muda. Kondisi ini dapat dikaitkan dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan seiring bertambahnya usia, khususnya terkait risiko penyakit tidak menular seperti kanker. Sementara itu, rendahnya pemahaman pada kelompok usia dewasa muda menunjukkan perlunya strategi edukasi yang lebih spesifik dan menarik bagi kelompok usia tersebut, agar kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dapat ditanamkan sejak usia produktif. Meskipun tingkat pemahaman peserta tergolong tinggi, hasil diskusi dan sesi tanya jawab menunjukkan bahwa stigma sosial dan hambatan budaya terkait pemeriksaan kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan yang signifikan. Beberapa peserta menyampaikan rasa malu dan ketakutan terhadap pemeriksaan Pap smear, yang masih dianggap sebagai hal tabu dalam konteks sosial tertentu. Temuan ini sejalan dengan penelitian Puspitawati dkk. dan Friedman dan Tanner . yang menyebutkan bahwa stigma sosial merupakan salah satu faktor utama rendahnya partisipasi perempuan dalam skrining kanker serviks. Selain faktor stigma, keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan deteksi dini kanker juga menjadi kendala yang dihadapi peserta. Sebagian peserta mengungkapkan kesulitan dalam mengakses layanan Pap smear secara rutin di wilayah tempat tinggal mereka. Kondisi ini mencerminkan permasalahan yang juga diungkapkan oleh WHO . , bahwa akses terhadap layanan deteksi dini kanker di daerah pedesaan masih terbatas, meskipun manfaatnya telah terbukti dalam menurunkan angka kematian akibat kanker. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kanker dan deteksi dini, tetapi juga mengungkap adanya kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan serta peningkatan akses layanan kesehatan. Kegiatan edukasi berbasis komunitas seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Desember 2025 | 164 Angga. Rahman. Harahap. Alamanda. Ramadlan. Amaani. Faradila, & Haritani. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan serviks berbasis komunitas pada Muslimat NWDI. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6. , 159Ae https://doi. org/10. 29408/ab. diintegrasikan dengan dukungan layanan kesehatan agar perubahan pengetahuan dapat diikuti oleh perubahan perilaku secara nyata. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi kanker payudara dan kanker serviks pada anggota Muslimat NWDI telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respons positif dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis kanker yang sering dialami perempuan, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan praktis mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan informasi dasar terkait pemeriksaan Pap Smear sebagai langkah deteksi dini kanker serviks. Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta dalam menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukatif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan perempuan tentang kanker payudara dan kanker Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas serta dikombinasikan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara langsung agar dampak yang dihasilkan semakin optimal. PERNYATAAN PENULIS Penulis menyatakan bahwa artikel pengabdian kepada masyarakat ini merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik pada jurnal ilmiah, prosiding, maupun media publikasi lainnya. Artikel ini juga tidak sedang dalam proses penilaian atau pengajuan pada jurnal atau penerbit mana pun. Seluruh isi naskah disusun berdasarkan kegiatan pengabdian yang dilakukan secara langsung dan disajikan tanpa rekayasa data. Penulis bertanggung jawab penuh atas keaslian karya ini dan memastikan bahwa naskah bebas dari plagiarisme serta mematuhi kaidah etika akademik. DAFTAR PUSTAKA