Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia Volume 1. Mei 2024, hlm. e-ISSN: x-x. DOI: https://doi. org/10. 15294/snkpti. TRANSFORMASI TATAKELOLA PASCASARJANA TERINTEGRASI BERBASIS APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI Agus Triyanta1. Nur Kholis2*. Erlina MarAanti3 Universitas Islam Indonesia. Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta Universitas Islam Indonesia. Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta Universitas Islam Indonesia. Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta *E-mail korespondensi: nurkholis@uii. Abstrak Tata kelola knowledge delivery perguruan tinggi perlu dikelola secara profesional berbasis aplikasi teknologi informasi yang terintegrasi. Belum terintegrasinya tata kelola akademik dan riset, keuangan dan sumberdaya di program pascasarjana UII perlu segera ditransformasikan melalui proyek perubahan secara Kegiatan proyek meliputi: . identifikasi persoalan terkait layanan akademik dan administrasi di pasca sarjana, dikomparasi dengan di S1, karena dinilai mapan dan komprehensif. kelayakan kondisi prodi pascasarjana dalam integrasi layanan akademik dan administrasi. merumuskan agenda atau formula untuk integrasi layanan akademik dan administrasi di prodi-prodi pascasarjana, dan kemudian melakukan simulasi untuk diketahui kelayakannya. rekomendasi berbagai langkah untuk mewujudkan integrasi layanan akademik dan administrasi secara Hasil yang diharapkan adalah terjadinya peningkatan layanan akademik dan administrasi bagi prodi-prodi di lingkup pasca sarjana melalui integrasi dengan layanan pada prodi sarjana. Hasil yang diperoleh adalah: . terjadinya pengelolaan administrasi keuangan yang lebih tertata dengan struktur yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan sistem akademik. layanan bagi para mahasiswa juga lebih komprehensif mencakup berbagai aspek, antara lain, penelitian, presentasi pada seminar/ konferensi, dan berbagai kompetisi yang penting untuk diikuti. layanan bagi para dosen diberikan sesuai dengan standar yang berkualitas terbaik berbasis aplikasi TI. Kata kunci: aplikasi TI, pascasarjana, transformasi tata kelola, terintegrasi. Log artikel: Diterima Direvisi Diterima PENDAHULUAN Proyek AuTransformasi Tata Kelola PascasarjanaAy merupakan proyek di bawah bidang Wakil Rektor 1 Universitas Islam Indonesia (UII). Bidang Wakil Rektor 1 meliputi bidang pengembangan akademik dan riset yang sangat penting dalam sistem pendidikan tinggi, khususnya universitas. Hal ini dikarenakan bidang ini berkaitan secara langsung dengan core business, ialah knowledge delivery. Cakupan bidang Bidang Wakil Rektor 1 tidak hanya di Prodi S-1, tetapi juga Prodi S-2. S-3, dan pendidikan Profesi. Hingga kini, tata kelola yang dijalankan lebih berfokus pada S1, sehingga tata kelola akademik dan riset di program S-1 sudah sedemikian sophisticated, termasuk tata kelola keuangan dan sumberdaya. Idealnya, hal serupa juga terjadi di jenjang S-2 dan S3, namun realitasnya tata kelolanya belum terintegrasi dengan program S-1 (Suyadi et. al, 2. , padahal integrasi tatakelola telah diamanatkan lama oleh statuta dan regulasi turunannya, termasuk dalam hal keuangan dan sumberdaya lainnya. Dalam konteks itulah tema proyek ini sangat relevan untuk dialamatkan ke Wakil Rektor 1, ialah Wakil Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 105 n e-ISSN: x-x Rektor yang membidangi pengajaran dan riset, baik dari level Diploma. Strata Satu, maupun Program Magister. Doktor dan Profesi. Masalah yang dibahas dalam proyek ini adalah bagaimana integrasi tata kelola di program pasca sarjana harus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk tujuan peningkatan layanan akademik dan layanan administrasi bagi semua stakeholders berbasis TI (Dong Wook Jeong et. , 2024. Mudzakkir et. , 2. Misalnya dalam berbagai layanan di S-1 sudah menggunakan UII Gateway berbasis aplikasi Teknologi Informasi (TI) (Sandika et. , 2. , yang jumlah ragam layanannya terus meningkat, namun program S-2 dan S-3 belum sepenuhnya terintegrasi dengan UIIgateway Ragaan 1: Fitur Layanan UII Gateway Ket: Gambaran UIIGateway, 18 layanan dari total 30 layanan yang dikembangkan Dalam UIIGateway menu UIIAMI, misalnya menu yang muncul di sistem, belum semua prodi di S2 dan S3 ada, sebagaimana tergambar dalam gambar berikut. Ragaan 2: Fitur Layanan UII Gateway Lintas Strata Keadaan ini, akhirnya menjadi temuan terus menerus dalam audit yang dilakukan oleh Lembaga Audit YBW UII, seperti tergambar dalam hasil audit yang merata di berbagai fakultas, yaitu: AuProgram Magister dan Doktor masih belum ada perkembangan signiAkan dalam integrasi fakultas, baik sisi akademik dan keuanganAy. Dalam hal tata kelola keuangan, juga belum sepenuhnya terintegrasi ke sistem, misalnya dalam pemanfaatan UIItagihan. S2 dan S3 belum menggunakan sistem tersebut. Dalam hal pembagian pendapatan dalam mendukung program pendidikan secara keseluruhan di lingkup UII, program S2 dan S3, serta Profesi juga belum sepenuhnya diberlakukan perhitungan Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia, vol. Mei 2024, x-x Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia n106 Dengan kata lain, banyak hal yang perlu diintegrasikan. Dalam konteks itulah tema proyek ini sangat relevan untuk dialamatkan ke Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor 2, sebagai Wakil Rektor yang membidangi pengembangan akademik dan riset, pengajaran dan riset, baik dari level Diploma. Strata Satu, maupun Program Magister. Doktor dan Profesi. Masalah yang dibahas dalam proyek ini adalah bagaimana integrasi tata kelola di program pasca sarjana harus Hal ini dilakukan untuk tujuan peningkatan layanan akademik dan layanan administrasi bagi semua stakeholders. Dari latar belakang di atas, ada dua masalah yang menjadi pokok perhatian dari proyek ini, yaitu: . Bagaimanakah perbaikan tata kelola di prodi-prodi dalam lingkup pasca sarjana harus dilakukan? . Bagaimanakah integrasi tata kelola, khususnya di bidang layanan akademik, riset, dan administrasi keuangan agar selaras dengan layanan di tingkat universitas harus dilakukan? Tujuan disusun mengacu pada rumusan masalah. Perlu dicatat bahwa dampak proyek ini hendaknya signifikan terhadap perubahan di sektor pendidikan tinggi. Harapannya, pada saat hasil proyek ini didiseminasikan, proyek ini dapat menginspirasi pemangku kepentingan baik di level perguruan tinggi maupun di level nasional. Tujuan proyek ini adalah: . Memperbaiki tata kelola integrasi layanan akademik dan riset pasca sarjana, sehingga production of knowledge Memperbaiki tata kelola integrasi keuangan di pasca sarjana sehingga proporsi dan struktur pembiayaan dapat mengakomodasi berbagai kepentingan. METODE Lingkup proyek ini adalah tata kelola Pascasarjana S2 dan S3 dalam bidang administrasi akademik, riset dan keuangan serta sumberdaya agar terintegrasi dengan tata kelola yang ada pada program S-1 sudah sedemikian sophisticated dengan aplikasi TI yang terintegrasi. Proyek di bawah bidang Wakil Rektor 1 Universitas Islam Indonesia (UII) yang membidangi pengembangan akademik dan riset. Bidang ini merupakan core business perguruan tinggi yaitu knowledge delivery. Dalam regulasi yang berlaku di UII, lingkup bidang Bidang Wakil Rektor 1 tidak hanya di Prodi S-1, tetapi juga Prodi S-2. S-3, dan pendidikan Profesi. Dalam perjalanan sejarah UII, tata kelola yang dijalankan lebih berfokus pada S1. Dengan semakin berkembangnya program studi pascasarjana S2 dan S3 di lingkungan UII, maka tata kelolanya yang sudah baik di S1 juga terintegrasi dengan program S2 dan S3 serta profesi. Integrasi tatakelola S1. S2. S3, diploma dan profesi dalam administrasi akademik, riset dan keuangan serta sumberdaya di lingkup UII telah diamanatkan oleh statuta dan regulasi Dalam konteks itulah, aktor-aktor yang terlibat adalah Wakil Rektor 1. Dekan. Wakil Dekan Bidang Sumberdaya. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. Keagamaan, dan Alumni (KKA). Ketua Jurusan. Ketua Prodi. Kepala Divisi Akademik dan Teknologi Informasi. Badan Sistem Informasi. Direktorat Layanan Akademik. PMB UII. KPBW UII. Direktorat Keuangan dan Anggaran (DKA). Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), dan lain-lain. Waktu pelaksanaannya semester ganjil dan genap 2023/2024. Dalam pengembangan proyek perubahan, framework yang diterapkan adalah design thinking (Brown, in Chou, 2. Design thinking adalah metodologi untuk menghasilkan inovasi produk atau layanan. Umumnya, design thinking terdiri atas tiga langkah: . inspiration, sebagai upaya untuk mencari solusi berdasarkan identiAkasi masalah, . ideation, sebagai proses untuk mengidentiAkasi ide, merincinya, dan mensimulasikannya, dan . implementation, untuk merealisasikan ide/solusi. Secara lebih rinci, design thinking juga dapat menggunakan lima langkah, yaitu: . emphatize, untuk mempelajari karakteristik klien, . deAne, untuk membangun sudut pandang berdasarkan kebutuhan klien, . ideate, untuk bertukar pikiran dan merumuskan solusi kreatif, . prototype, untuk membangun representasi ide, dan . test, untuk menguji ide/solusi. Metodologi ini bermanfaat dalam merancang proyek Judul tidak lebih dari 10 kata: Times New Roman 10 Right Pertama. Kedua, & Ketiga 107 n e-ISSN: x-x Design thinking tersebut kemudian diintegrasikan dengan pemetaan menggunakan metode BMC (Business Model Canva. Cara mengukur dampak perubahan adalah dengan mengkonArmasi hasil proyek dengan indikator keberhasilan proyek, yaitu: terwujudnya layanan bidang akademik dan riset di lingkup pascasarjana yang terstandar dan terintegrasi dengan layanan di universitas: meliputi integrasi penelitian, monitoring perkembangan studi, dan layanan pasca studi, dan lain-lain. terwujudnya layanan bidang administrasi dan keuangan di lingkup pascasarjana yang terstandar dan terintegrasi dengan layanan di universitas: meliputi support kegiatan, partisipasi dalam presentasi hasil penelitian/ karya ilmiah, kepesertaan dalam kompetisi-kompetisi yang relevan. Pengukuran ketercapaian indikator dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap implementasi layanan akademik dan administrasi keuangan. Ini dilakukan baik terhadap mahasiswa, dosen, tenaga pendidikan maupun pengelola. HASIL DAN PEMBAHASAN Kerangka Kerja Dalam pengembangan proyek perubahan, framework yang dapat diterapkan adalah design thinking (Brown, in Chou, 2. Design thinking adalah metodologi untuk menghasilkan inovasi produk atau layanan. Umumnya, design thinking terdiri atas tiga langkah: . inspiration, sebagai upaya untuk mencari solusi berdasarkan identifikasi masalah, . ideation, sebagai proses untuk mengidentifikasi ide, merincinya, dan mensimulasikannya, dan . implementation, untuk merealisasikan ide/solusi. Secara lebih rinci, design thinking juga dapat menggunakan lima langkah, yaitu: . emphatize, untuk mempelajari karakteristik klien, . define, untuk membangun sudut pandang berdasarkan kebutuhan klien, . ideate, untuk bertukar pikiran dan merumuskan solusi kreatif, . prototype, untuk membangun representasi ide, dan . test, untuk menguji ide/solusi. Metodologi ini bermanfaat dalam merancang proyek perubahan. Design thinking tersebut kemudian diintegrasikan dengan pemetaan menggunakan metode BMC (Business Model Canva. , hasilnya sebagai berikut: Ragaan 3: Tabel Bussiness Model Canvas Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia, vol. Mei 2024, x-x Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia n108 Implementasi Proyek Dalam implementasi proyek, ada beberapa tahapan kerja yang dilakukan. Hal ini dilakukan mengingat permasalahan tata kelola di pascasarjana memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang kerja. Ada kaitan dengan layanan mahasiswa, administrasi keuangan yang sangat beragam, juga kegiatan akademik yang tidak homogen dalam berbagai program pascasarjana di satu universitas. Adapun kegiatan tersebut adalah: Kegiatan 1: IdentiAkasi berbagai persoalan terkait dengan layanan akademik dan administrasi di pasca sarjana Dalam kegiatan 1 ini sumber daya yang dilakukan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan para pengelola pascasarjana dan program profesi. BSI. Wakil Dekan, dan stakeholder terkait di UII untuk menjaring sumber persoalan yang ada dan harapan untuk penyelesaian Hasil FGD sebagai berikut: Belum ada kesepakatan terkait pola pembayaran mahasiswa S2 dan S3, komponen apa saja yang dimasukkan, dan tarif-tarif yang terstandarisasi, sehingga UIITagihan belum bisa dibangun untuk Program S2 dan S3 . Wadek KKA seharusnya mewadahi untuk seluruh mahasiswa S1 S2 dan S3, tetapi saat ini belum bisa mengakomodasi layanan untuk mahasiswa S2 dan S3, karena dana yang masuk untuk program KKA, hanya dari S1. Struktur pembayaran biaya pendidikan untuk S2 dan S3 masih belum memberikan alokasi yang jelas untuk pos pelayanan kepada mahasiswa dalam menunjang aktivitas . Struktur pembayaran biaya pendidikan untuk S2 dan S3 juga belum memberikan alokasi yang jelas untuk biaya laboratorium, biaya IT dan lain-lain. Perlu ada restrukturisasi komponen biaya pendidikan di S2 dan S3, agar sesuai dengan struktur komponen biaya pendidikan yang telah disistemkan dalam IT UII . Dalam hal pengelolaan akademik, telah terlihat progres integrasinya, dibuktikan dengan semakin banyaknya prodi S2 dan S3 yang menggunakan UIIgateway utk presensi dan berbagai aktivitas akademik terkaitnya (UIIPerkuliahan. UIIAkademi. PMB S2 dan S3 belum dilaksanakan secara terintegrasi dengan standar kualitas yang Dalam kegiatan 1 ini, juga dilaksanakan wawancara dengan Wakil Rektor 1 Universitas Islam Indonesia, hasilnya sebagai berikut: Dalam hal akademik, belakangan program pascasarjana lebih semakin terintegrasi . Adanya peraturan swakelola YBW di awal, berimplikasi ke adanya raja-raja kecil. Terdapat spread keuangan dari berbagai program pascasarjana yang ada, hal itu terjadi karena pembakuan proses dan tarif yang berlaku hanya di lingkup tertentu, yang kadang berbeda dengan tarif di universitas. Ini mengesankan program pascasarjana berada di luar system. Dari sisi sistem akademik, juga banyak problem Ae di FH. FIAI. Ada info-info yang beredar menunjukkan ada problem akademik yang sulit teridentiAkasi dan tersolusikan ketika tidak terintegrasi . Data akademik sudah harus terintegrasi di gateway. Masalahnya, tidak semua unit pascasarjana aktif mengupdate, karena hal ini tergantung kinerja masing-masing. Kadang terjadi, data di gateway dan di feeder berbeda, karena proses entri mahasiswa baru masih manual. Ini akan diundang warek 1 utk konArmasi dan validasi data, dan validasi proses akademik. Ini harus disesuaikan dengan AMI dan Standar mutu. Untuk itu integrasi program pascasarjana ke sistem sebagaimana yang berlaku di program sarjana menjadi keniscayaan. Selain itu, belakangan semua program pascasarjana harus Judul tidak lebih dari 10 kata: Times New Roman 10 Right Pertama. Kedua, & Ketiga 109 n e-ISSN: x-x lapor ke PD DIKTI, sebagaimana program sarjana, hal ini menjadi faktor pemaksa eksternal yang membuat pascasarjana harus cepat terintegrasi. Yang menarik itu justru dari rencana penelitian utk terintegrasi dengan roadmap. Ini yang mengawal DPPM, jurusan, pusat studi, prodi, . asca, rumah besarnya di jurusan, ada level S1. S2 S. Penelitian pasca in line dengan roadmap, maka akan berkoneksi dengan dosennya. Peluang hibah pascasarjana, bisa diakses dengan pola ini. Kalau dari administrasi keuangan, ini bidang 2 yang akan menindaklanjuti Kegiatan 2: Pemetaan kelayakan kondisi terkini pada Program Studi di pascasarjana. Hal ini khususnya terkait dengan kekuatan daya dukung . arana dan prasaran. di pascasarjana terkait dengan layanan akademik, riset dan administrasi keuangan. Ragaan 4 : Pemetaan Layanan No. Jenis Layanan Layanan akademik Layanan administrasi keuangan Ketersediaan sarana prasarana, termasuk IT Layanan riset Hasil pemetaan Sudah mendukung untuk integrasi Perlu ada restrukturisasi komponen biaya yang mengikuti pola dalam sistem yang dijalankan UII (S. Sudah mendukung untuk tercapainya integrasi layanan akademik dan administrasi seluruh jenjang pendidikan Perlu ada layanan terpadu di level DPPM maupun kantor WR 3 dan WR 4 yang mengakomodasi mahasiswa S2 dan S3 Kegiatan 3: Merumuskan panduan tata kelola dan prototype layanan. Dalam hal ini, layanan yang dimaksud adalah layanan di bidang akademik, riset dan administrasi keuangan pascasarjana yang integratif dan komprehensif melalui workshop dan conceptual writing. Adapun hasil dari kegiatan ini dirumuskan dalam pokok-pokok permasalahan. Panduan tata kelola Integrasi Pengelolaan Prodi Strata Pascasarjana, secara garis besar meliputi ketentuan sebagai berikut: Bidang Akademik Integrasi sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, dilakukan dengan menyamakan: Desain promosi . Standar materi seleksi dan passing grade . Masa/ periode PMB . Model seleksi . Dilakukan dengan sistem yang terpusat di Universitas Integrasi standar kualitas pembelajaran . Dibuat ketentuan basedline internasionalisasi prodi di lingkungan pascasarjana . tudent exchange/ double degree/credit transfer/dl. Ketentuan tentang kelas daring dan penyelenggaraan kelas kerjasama dengan lembaga eksternal . elas khusu. Penyelenggaraan fastrack Dalam integrasi ini. Rektorat harus menginisiasi dan menegendalikan semua program di atas. Sehingga prodi, yang hanya bekerja seorang diri, tidak terlalu terkuras untuk program inovasi dan pembangunan sistem. Karena Prodi sendiri sudah kewalahan dengan program Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia, vol. Mei 2024, x-x Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia n 110 akreditasi-sertiAkasi, agenda rutin, baik administratif dan kemahasiswaan yang menyita waktu sangat tinggi. Bidang Administrasi keuangan . Penyeragaman nomenklatur item beaya pendidikan. Pricing . enentuan biaya pendidika. harus dilakukan dengan klakulasi yang standar, sehingga jumlah beaya memang mencerminkan beneAt yang didapat. Untuk urusan beaseswa harus ditangani secara terpusat, karena beaya pemerintah memerlukan admin yang terpadu, admin tunggal untuk satu perguruan tinggi. Metode pembayaran menggunakan sistem yang dibuat oleh Rektorat Layanan Mahasiswa . Bidang kemahasiswaan di universitas memeiliki kebijakan dan regulasi yang mengatur mahasiswa level pascasarjana. Fasilitas mahasiswa . tudent welfar. untuk mahasiswa pascasarjana harus diseragamkan . isalnya insentif kompetisi , publikasi, diseminas. Prototype layanan akademik, riset dan administrasi keuangan pascasarjana yang integratif dan komprehensif Standarisasi penerimaan mahasiswa baru, proses pengurusan berbagai administrasi akademik (NIM, akses ke sistem akademik, dan lain-lai. , proses pembinaan ke-UII-an Standarisasi proses pendidikan dan pengajaran, baik dari sisi layanan IT dan proses perkuliahan hingga kelulusan DPPM maupun kantor WR 3 dan WR 4 menambah layanan akademik dan riset untuk mahasiswa S2 dan S3 yang terintegrasi dengan layanan yang telah berjalan di S1 Disiapkan kesempatan bagi mahasiswa S2 dan S3 untuk mengadakan event akademik atau ilmiah yang dapat melengkapi apa yang belum didapatkan di kelas perkuliahan. Restrukturisasi pembayaran biaya pendidikan untuk S2 dan S3 agar memberikan alokasi yang jelas untuk pos pelayanan kepada mahasiswa dalam menunjang aktivitas Restrukturisasi pembayaran biaya pendidikan untuk S2 dan S3 yang memberikan alokasi yang jelas untuk biaya laboratorium, biaya IT dan lain-lain. Restrukturisasi komponen biaya pendidikan di S2 dan S3, agar sesuai dengan struktur komponen biaya pendidikan yang telah disistemkan dalam IT UII Restrukturisasi layanan Wadek KKA agar mewadahi untuk seluruh mahasiswa S1 S2 dan S3 Kegiatan 4: Simulasi implementasi dan evaluasi. Diterapkan implementasi di Prodi lingkup pascasarjana yang paling memungkinkan, untuk menjadi pilot project. Untuk kemudian dapat diketahui kelebihan dan kekurangan. Apa yang sudah terlaksana di fakultas di mana anggota tim menjadi bagian dari manajemen fakultas: Fakultas Hukum dan FIAI, sisi kelebihan . pa yang sudah berjala. Penggunaan UIIgateway untuk perkuliahan seluruh kelas S2 dan S3 . Integrasi pengelolaan keuangan dengan sistem SPMU dan RKAT terintegrasi . Tidak ada pembedaan dalam status karyawan yang sebelumnya ada karyawan pasca dan S1, kini menjadi terintegrasi Evaluasi sementara terhadap integrasi pengelolaan keuangan dengan sistem SPMU dan RKAT terintegrasi di Fakultas Hukum dan FIAI, dari sisi kekurangan: Judul tidak lebih dari 10 kata: Times New Roman 10 Right Pertama. Kedua, & Ketiga 111 n e-ISSN: x-x . Tim-tim menjadi lebih besar jumlah orangnya, berdampak pada peningkatan biaya . Jalur koordinasi di level S2 dan S3 lebih panjang . Tidak ada bawahan langsung kaprodi S2 dan S3, sehingga cenderung apa-apa itu dilaksanakan berbasis tim. Kegiatan 5: Perbaikan Panduan dan Rekomendasi. Berbagai program/ langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan integrasi layanan akademik, riset dan administrasi keuangan. Perlu ada kriteria yang jelas terkait dengan kelayakan sebuah pekerjaan ditangani oleh sebuah tim, selain itu dikerjakan berbasis wewenang dan tugas (WT). Perlu pemetaan aktivitas yang cukup pada level prodi, tanpa perlu melibatkan Kepala Divisi atau Kepala Urusan, agar tidak terlalu overload pekerjaan Kepala Divisi karena harus terlibat pada kegiatan S1-S3. KESIMPULAN DAN SARAN Pengelolaan program studi Pascasarjana . trata 2 dan strata 3 serta Program Profes. di Universitas Islam Indonesia pada awal eksistensinya adalah berbasis otonom . Implikasi dari swakelola melahirkan keragaman atau ketidakseragaman dalam berbagai aspek, baik bidang akademik, administrasi keuangan, maupun layanan umum lainnya. Hal itu berdampak pada kondisi yang menyulitkan untuk terintegrasi dengan sistem akademik, riset, pengelolaan sumberdaya dan keuangan yang dibangun secara terstruktur di prodi sarjana Universitas Islam Indonesia. Kondisi yang demikian menimbulkan ineAsiensi dalam banyak hal, padahal tuntutan regulasi dan administrasi pelaporan oleh negara mengarah pada kesamaan perlakuan bagi program sarjana maupun pascasarjana. Keadaan yang tidak menguntungkan tersebut harus segera diakhiri, diantaranya dengan upaya integrasi bidang akademik, administrasi keuangan, maupun layanan umum dengan sistem berbasis aplikasi TI yang telah berlaku efektif di program sarjana, melalui proyek perubahan. Kegiatan proyek meliputi: . identiAkasi persoalan terkait layanan akademik dan administrasi di pasca sarjana, dikomparasi dengan di S1, karena dinilai mapan dan memetakan kelayakan kondisi prodi pascasarjana dalam integrasi layanan akademik dan administrasi. merumuskan agenda atau formula untuk integrasi layanan akademik dan administrasi di prodi-prodi pascasarjana, dan kemudian melakukan simulasi untuk diketahui kelayakannya. memberikan rekomendasi berbagai langkah untuk mewujudkan integrasi layanan akademik dan administrasi secara komprehensif. Hasil yang diharapkan adalah terjadinya peningkatan layanan akademik dan administrasi bagi prodi-prodi di lingkup pasca sarjana melalui integrasi dengan layanan pada prodi sarjana. Hasil yang diperoleh adalah: . terjadinya pengelolaan administrasi keuangan yang lebih tertata dengan struktur yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan sistem akademik. layanan bagi para mahasiswa juga lebih komprehensif mencakup berbagai aspek, antara lain, penelitian, presentasi pada seminar/ konferensi, dan berbagai kompetisi yang penting untuk diikuti. layanan bagi para dosen diberikan sesuai dengan standar yang berkualitas terbaik berbasis aplikasi TI. UCAPAN TERIMA KASIH