Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 e-ISSN: 2442-5257 https://doi. org/10. 28932/jmh. Research Article Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Suasana Hati pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Relationship between Sleep Quality and Mood disorders of Medical Students. Universitas Pelita Harapan Merry CR Kadepa1. Wahyuni L Atmodjo1. Shirley I Moningkey2* 1Departemen Anatomi. Fakultas Kedokteran. Universitas Pelita Harapan 2Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Keluarga. Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Jl. Boulevard Jenderal Sudirman no 1688. Lippo Karawaci. Tangerang 15811. Indonesia *Penulis korespondensi Email: smoningkey@yahoo. Received: July 29,2024 Accepted: January 5, 2025 Abstrak Prevalensi global tentang kualitas tidur buruk dilaporkan mencapai 57% pada tahun Kualitas tidur buruk dapat menunjukkan reaktivitas amigdala yang menyebabkan rangsangan emosional sehingga membuat suasana hati buruk. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan mutu tidur dan perasaan hati pada mahasiswa kedokteran dengan metode analisa komparasi kategorik tidak berpasangan secara potong lintang. Kuesioner PSQI dan POMS-A digunakan untuk menilai kedua variabel diatas, dan hubungan keduanya dinilai secara statistik dengan metode Chi-square. Hasil dari kuesioner tersebut, pada 115 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, terdapat 90 orang dengan mutu tidur yang buruk, dan 25 orang dengan mutu tidur yang baik. Pada 90 orang dengan mutu tidur yang buruk, terdapat 72 orang menunjukan perasaan hati negatif dan sisanya 18 orang mempunyai perasaan hati positif. Hubungan kedua variable tersebut menunjukan kebermaknaan dengan nilai p=0,001 dan OR 10,286. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa mahasiswa dengan kualitas tidur yang buruk, akan mengalami 10,2 kali lebih sering merasakan suasana hati negatif dibandingkan dengan mahasiswa dengan suasana hati positif. Kata kunci: mahasiswa kedokteran. mutu tidur. perasaan hati. pittburgh index kualitas tidur. profil status suasana hati remaja How to Cite: Kadepa MCR. Atmodjo WL. Moningkey SI. Hubungan antara kualitas tidur dengan suasana hati pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Pelita Harapan. Journal of Medicine and Health. : 49-58. DOI: https://doi. org/10. 28932/jmh. A 2025 The Authors. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Abstract The global prevalence of poor sleep quality is reported to reach 57% in 2023. Poor sleep quality can indicate amygdala reactivity which causes emotional stimulation, resulting in a bad mood. The aim of this study was to find the relationship between sleep quality and mood in medical students using a cross-sectional unpaired categorical comparison analysis method. The PSQI and POMS-A questionnaires were used to assess the two variables above, and their relationship was assessed statistically using the Chi-square method. The results of the questionnaire, of the 115 students who met the inclusion criteria, were 90 people with poor sleep quality, and 25 people with good sleep quality. Of the 90 people with poor sleep quality, 72 people showed negative feelings and the remaining 18 people had positive feelings. The relationship between these two variables shows significance with a p value = 0. 001 and Odds Ratio (OR) The conclusion of this study states that students with poor sleep quality will experience negative moods 10. 2 times more often than students with positive moods. Keywords. medical students. quality of sleep. pittsburgh sleep quality index. profile of mood states-adolescents Pendahuluan Dilaporkan bahwa prevalensi kualitas tidur buruk di seluruh dunia yang melibatkan 427 peserta sebesar 57%. 1 Menurut penelitian dari 8 negara di Afrika dan Asia menunjukkan bahwa secara keseluruhan, 16,6% peserta mengalami masalah tidur malam yang parah. 2 Lebih lanjut, dilaporkan pula di kalangan mahasiswa kedokteran di kawasan Asia Selatan ditemukan prevalensi masalah tidur sebesar 52,1%. 3 Sebuah studi survei terhadap mahasiswa kedokteran Malaysia mengungkapkan bahwa kualitas tidur yang buruk dilaporkan sebanyak 16%. 4 Pada salah satu penelitian yang dilakukan di Bandar Lampung dilaporkan bahwa angka prevalensi mahasiswa kedokteran yang mengalami kualitas tidur buruk sebanyak 62,3%. Tidur didefinisikan sebagai keadaan periodik makhluk hidup yang alami dan mudah berbalik arah yang ditandai dengan tidak adanya kewaspadaan dan hilangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. 6 Balita membutuhkan waktu 11-14 jam tidur, anak yang berumur 3-5 tahun butuh 10 sampai 13 jam, anak umur 6-12 tahun butuh 9-12 jam, remaja 13 - 18 tahun butuh 8-10 jam, sedangkan orang dewasa di atas 18 tahun butuh waktu tidur 7 jam dalam 7 Kualitas tidur merupakan kepuasan seseorang terhadap seluruh aspek pengalaman 8 Laporan dari sebuah riset di Duke University. Amerika, menyatakan bahwa subjek yang J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article menyelesaikan Duke Neurogenetics Study, dan mengalami kurang tidur selama satu malam menunjukkan adanya gangguan suasana hati yang berlebihan. Amigdala memiliki peranan penting dalam mekanisme tidur. Ketika seseorang mengalami kurang tidur, terjadi defisit fungsional antara amigdala dan ventral anterior cingulate cortex (VACC). Hal ini dapat menyebabkan penurunan suasana hati dan cenderung lebih mudah marah. Amigdala merupakan salah satu komponen sistem limbik yang bertanggung jawab mengendalikan emosi dan perilaku, mengatur kecemasan, agresi, pengkondisian rasa takut, memori emosional dan kognisi sosial, serta memainkan peran penting dalam respon fisiologis terhadap pemicu stres. 9 Apabila seseorang mengalami kurang tidur maka kemampuan medial prefrontal cortex (MPFC) menjadi berkurang dalam menekan aktivitas amigdala, sehingga terjadi emosi yang tidak stabil. 10 Kurang tidur pada fase rapid eye movement (REM) untuk waktu yang lama berkaitan dengan fungsi di berbagai area otak sehingga menyebabkan perubahan dalam aktivitas reseptor serta neurotransmitter di otak seperti serotonin yang menyebabkan perubahan suasana hati menjadi negatif. Suasana hati dapat didefinisikan sebagai perasaan yang menyebar dan berkelanjutan yang bertahan secara internal dan berdampak pada hampir semua aspek perilaku seseorang di dunia eksternal. 12 Suasana hati terdiri dari perasaan hati positif dan perasaan hati negatif. Penyebab umum perasaan hati negatif setiap hari antara lain yaitu stres, depresi, kecemasan, kurang tidur, kelelahan dan terlalu banyak bekerja, berita buruk, cuaca, perubahan hormon . enstruasi, pubertas, menopause, atau kehamila. , dan kurang berolahraga. 13 Yassin dkk melaporkan bahwa kejadian emosi yang terganggu pada mahasiswa kedokteran lebih tinggi dibandingkan pada populasi umum. Total prevalensi stres sebesar 63%, dan stres berat sebesar Dilaporkan beberapa penelitian tentang asosiasi diantara mutu tidur dengan suasana Triantafillou dkk, melakukan pengumpulan data secara random pada 208 peserta berusia lebih dari 18 tahun, mereka menggunakan Likert Scale yang dikirimkan melalui ponsel kepada peserta untuk melaporkan suasana hati harian dan kualitas tidur selama 6 minggu dan menemukan adanya asosiasi yang bermakna diantara mutu tidur dan perasaan hati. 15 Selain itu. Adizah menemukan hubungan yang bermakna diantara mutu tidur dan suasana hati menggunakan kuesioner Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI) serta Four Dimension Mood Scale (FDMS) pada para pemain sepak bola. 16 Telah dilaporkan dalam beberapa penelitian J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article mengenai hubungan kualitas tidur dan suasana hati dengan menggunakan berbagai kuesioner dan sampel yang berbeda. Tujuan penelitian adalah mencari hubungan kualitas tidur dengan suasana hati dengan menggunakan kuesioner POMS-A, sebuah kuesioner yang khusus dipakai untuk mengukur suasana hati pada remaja dan dewasa muda, pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Metode Studi ini telah lolos kaji etik setelah di periksa oleh Komite Etika Fakultas Kedokteran di Universitas Pelita Harapan pada 19 Februari 2024, dan nomor 099/K-LKJ/II/2024. Desain studi menggunakan analisis komparatif kategorikal tidak berpasangan secara potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara online dengan mengirimkan google form satu minggu setelah ujian yaitu pada tanggal 19-25 Februari 2024 kepada mahasiswa kedokteran secara bersamaan. Studi ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pittsburg Index Kualitas Tidur untuk mengevaluasi mutu tidur yang memiliki 10 pertanyaan yang dibagi dalam 7 kompon yaitu kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi tidur, disturbansi tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi siang hari. Respon dari setiap komponen akan diberi nilai 0 . idak terdapat kesulita. hingga 3 . esulitan bera. sehingga jumlah skor adalah 0-21, kemudian dibagi dua grup dengan skor < 5 menunjukkan mutu tidur yang baik dan skor Ou 5 menunjukkan mutu tidur yang buruk18 Pertanyaan yang digunakan untuk menilai suasana hati adalah Profile of Mood StatesAdolescents (POMS-A). Kuesioner ini memiliki 40 pertanyaan mengenai deskripsi suasana hati yang positif dan negatif. Dari 40 pertanyaan akan dibagi dalam 7 kategori suasana hati yang terdiri dari 5 kategori suasana hati negatif dan 2 kategori suasana hati positif. Suasana hati negatif terbagi dalam lima bagian yang terdir dari tense (TEN), depression (DEP), anger (ANG), fatigue (FAT), dan confusion (CON). Suasana hati positif dibagi dalam dua bagian yaitu vigour (VIG) dan esteem-related affect (ERA). Hasil dari setiap pertanyaan akan dinilai mengunakan scoring key dan akan diberikan poin 0 . idak merasakan suasana hat. , 1 . edikit merasakan suasana hat. , 2 . edang merasakan suasana hat. , 3 . ukup banyak merasakan suasana hat. , dan 4 . angat merasakan suasana hat. Jawaban dari masing-masing mahasiswa menunjukkan jumlah skoring suasana hati dari 0 sampai 4. Jawaban mahasiswa dengan kategori Autidak merasakanAy dan AusedikitAy akan dikelompokkan dalam kategori suasana hati J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article positif karena memiliki skor yang rendah. Sedangakan jawaban dengan kategori AusedangAy. AucukupAy, dan AusangatAy akan digabungkan menjadi kategori suasana hati negatif. Studi ini memiliki kriteria inklusi, yaitu mahasiswa kedokteran, dan bersedia mengisi persetujuan penelitian. Kriteria eksklusi adalah mahasiwa yang mengkonsumsi obat-obatan antidepressant, dan tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Kepada seluruh mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, dan mengisi persetujuan penelitian, akan dibagikan secara online yaitu kuesioner Pittsburg Index Kualitas Tidur (PSQI) untuk menilai kualitas tidurnya, dan kuesioner POMS-A untuk mendapatkan data suasana hati negatif dan positif. Hasil penelitian ini akan diolah menggunakan Ms Excel dan program Statistic Package for the Social Sciences-25 (SPSS-. yang kemudian akan diuji statistiknya dengan metode Chi-square. Independent variable dalam studi ini adalah mutu tidur yang diukur dengan kueisoner PSQI, sedangkan dependent variable yaitu suasana hati yang diukur menggunakan kuesioner POMS-A. Confounding variable atau variabel perancu yang tidak terkontrol antara lain yaitu gaya hidup, lingkungan serta aktivitas dari mahasiswa sebagai responden. Data kualitas tidur dan suasana hati akan dianalisa memakai Micrsoft Excel 365 dengan uji Pearson Chi-Square pada Statistic Package for the Social Science (SPSS-. dengan derajat kepercayaan 95% . < 0,. Hasil Dibagikan 400 lembar pertanyaan secara online dengan google form kepada mahasiswa kedokteran tahun akademik 2021-2023 selama 19 hingga 25 Februari 2024. Dari 400 kuesioner yang dibagikan, terdapat 115 mahasiswa dengan kriteria inklusi. Karakter mahasiswa pada penelitian ini akan dijabarkan menurut jender, tahun akademik, dan umur pada Mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 27 laki-laki dan 88 perempuan. Responden diambil dari tiga angkatan yang berbeda yaitu 2021-2023 dengan responden terbanyak berasal dari angkatan 2021 dengan kisaran usia 20 hingga 22 tahun. Pada penelitian ini dibagikan kuesioner Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur kepada 115 mahasiswa kedokteran. Berdasarkan distribusi data kualitas tidur di atas, terdapat 25 mahasiswa . ,7%) yang memiliki mutu tidur yang baik J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article dengan nilai PSQI < 5. dan 90 mahasiswa . ,3%) memiliki mutu tidur yang buruk dengan nilai PSQI > 5, dapat dilihat pada Tabel 2 Kuesioner yang digunakan untuk menilai suasana hati adalah Profile of Mood StatesAdolescents (POMS-A) yang dibagikan kepada mahasiswa Kedokteran secara online. Kuesioner ini memiliki 40 pertanyaan mengenai deskripsi suasana hati yang positif dan negatif (Tabel . Pada hasil POMS-A, dari 115 mahasiswa terdapat 5 kriteria suasana hati, yaitu 12 orang tidak merasakan, 24 orang merasakan sedikit, 35 orang merasakan sedang, 20 orang merasakan cukup dan 24 orang merasakan sangat. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 1 Karakter Mahasiswa Kedokteran Variabel Gender Pria Wanita Angkatan Usia Responden 23,5% 76,5% 59,1% 17,4% 23,5% 37,4% 61,7% 0,9% Tabel 2 Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran Kualitas Tidur (%) Baik (<. 21,7% Buruk (Ou. Total 78,3% Tabel 3 Suasana Hati Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Suasana Hati Tidak merasakan Sedikit Sedang Cukup Sangat Total J Med Health. :49-58 10,4% 20,86% 30,43% 17,39% 20,86% Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Asosiasi antara kualitas tidur dan suasana hati akan dianalisis dengan uji statistik chi Variabel kualitas tidur akan dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok mahasiswa yang memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 90 mahasiswa dan kelompok mahasiswa dengan mutu tidur yang baik sebanyak 25. Variable suasana hati akan dikelompokkan menjadi dua kelompok kategori, yaitu kelompok suasana hati positif sebanyak 36 responden yang terdiri dari tidak merasakan dan sedikit merasakan suasana hati, sedangkan kelompok suasana hati negatif sebanyak 79 responden terdiri dari merasakan suasana hati sedang, cukup dan sangat. Nilai odd ratio pada penelitian ini adalah 10,286 dan nilai p = 0,001. Hasil metode Pearson chi-square hubungan kualitas tidur dan suasana hati dapat dilihat dalam tabel 4. Tabel 4 Asosiasi Kualitas Tidur dan Suasana Hati Kualitas Tidur Buruk Baik Suasana Hati Negatif Positif Odd Ratio 95% Cl P-Value 10,286 3,730-28,364 < 0,001 Diskusi Dari 115 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 27 mahasiswa pria dan 88 mahasiswa wanita. Mahasiswa wanita berjumlah lebih dari pria. Hasil tersebut mungkin dikarenakan jumlah mahasiswa wanita di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan lebih banyak daripada mahasiswa laki-laki. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Triantafillou dkk dimana jumlah responden perempuan lebih banyak yaitu 82,5%. Responden diambil dari 3 angkatan yaitu angkatan 2021-2023 dengan mayoritas responden yang menjawab adalah angkatan 2021 yaitu sebanyak 71 responden. Hal ini kemungkinan karena mereka juga lebih tertarik dalam penelitian sehingga lebih berpartisipasi dalam menjawab kuesioner agar dapat memberikan hasil penelitian yang baik. Usia responden terbanyak adalah 20-22 tahun sebesar 61,7%, hal tersebut menunjukkan bahwa responden terbanyak berasal dari tahun akademik 2021 yaitu mahasiswa semester 6, sesuai jika dihitung dari usia ketika awal masuk kuliah yaitu sekitar 18 tahun. Berdasarkan distribusi data kualitas tidur, dari 115 mahasiswa didapatkan 25 orang dengan mutu tidur yang baik dan 90 orang mahasiswa dengan mutu tidur yang buruk. Hasil J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article pada studi disini sama dengan laporan jurnal oleh Yassin dkk yang menyatakan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur buruk dari pada populasi umum yang lain. Persamaan dari kedua penelitian di atas disebabkan adanya kecenderungan mutu tidur yang buruk pada mahasiswa kedokteran. Hal ini diduga karena beberapa faktor termasuk sikap mahasiswa kedokteran, pengetahuan tentang tidur, gaya hidup, sosial, dan tuntutan akademis yang tinggi terutama seperti saat akan mengadapi ujian yang mempengaruhi kualitas tidur melalui REM (Rapid Eye Movemen. Dari 115 mahasiswa yang mengisi pertanyaan mengenai suasana hati didapatkan suasana hati positif sebanyak 36 orang, dan 79 orang memiliki suasana hati negatif. Hal ini didukung hasil penelitian Brandon Maser dkk yang menemukan bahwa mahasiswa kedokteran cenderung mengalami gangguan suasana hati negatif lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa lainnya. 20 Dua penelitian ini memiliki persamaan yaitu mahasiswa kedokteran yang cenderung mengalami gangguan suasana hati negatif lebih tinggi. Hal tersebut diduga karena pendidikan kedokteran dikenal sebagai stressful environment, dimana ketika terdapat suatu stresor dapat berpengaruh pada produktivitas neurotransmitter seperti serotonin dan norepinefrin di brainstem yang akibatnya akan menurunkan produksi serotonin dan menyebabkan suasana hati menjadi negatif. Hasil hubungan kualitas tidur dan suasana hati pada studi ini, menunjukkan mutu tidur buruk dan suasana hati buruk sebanyak 72 orang, sedangkan mahasiswa dengan mutu tidur buruk dan suasana hati baik hanya 18 orang. Penelitian oleh Triantafillou dkk pada populasi acak dari 37 negara bagian di Amerika dengan rentang usia 18-66 tahun menunjukkan hasil yang bermakna pada hubungan antara mutu tidur dan perasaan hati. 15 Kedua penelitian diatas melaporkan adanya hubungan bermakna diantara kedua variable tersebut. Saghir dkk menyatakan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi suasana hati seseorang karena berkontribusi terhadap kerja amigdala yang memainkan peran penting dalam mekanisme tidur. Apabila seseorang mengalami tidur yang kurang maka akan menurunkan kerja dari medial prefrontal cortex (MPFC) untuk mensupres kerja amigdala, sehingga produksi serotonin menurun, akibatnya terjadi ketidakstabilan emosi dan suasana hati memburuk, merasa sedih, cemas, marah, dan yang lain sebagainya. Pada sebuah studi oleh Carmala dkk menyatakan bahwa hubungan mutu tidur dan suasana hati bersifat dua arah, dimana suasana hati negatif bukan hanya dirasakan karena mutu J Med Health. :49-58 Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 7 No. 1 February 2025 Hubungan antara Kualitas TidurA e-ISSN: 2442-5257 Research Article tidur yang buruk tapi juga sebaliknya. 22 Meskipun hasil disini menunjukkan kebermaknaan, namun masih terdapat masalah yang berdampak pada kualitas tidur dan suasana hati antara lain yaitu olahraga yang kurang, tertekan karena beban akademik yang tinggi, kegiatan organisasi yang banyak, kebiasaan merokok, serta mengkonsumsi alkohol, atau kafein yang tinggi. 23 Bagi anak remaja saat ini, terutama pada mahasiswa yang sering menggunakan perangkat elekronik seperti komputer, tablet dan smartphone yang berlebihan sebelum istirahat malam akan beresiko terhadap mutu tidurnya. Faktor penting lainnya yang terkait dengan tidur dan suasana hati adalah hubungan dan interaksi sosial dengan keluarga dan orang di sekitarnya. Ditemukan pula pada mahasiswa kedokteran, yang mana nilai akademis juga berkorelasi secara signifikan dengan skor kualitas tidur. Nilai odd ratio pada asosiasi antara mutu tidur dengan perasaan hati sebesar 10,286, menunjukan bahwa mahasiswa dengan mutu tidur yang buruk mempunyai kecenderungan merasakan suasana hati yang negatif sebesar 10,3 kali lebih besar daripada mahasiswa dengan mutu tidur yang baik. Adanya keterbatasan waktu sehingga penelitian saat ini tidak dapat menjangkau populasi yang lebih luas dan bervariasi. Simpulan Disimpulkan adanya asosiasi yang bermakna diantara mutu tidur dengan perasaan hati dimana mahasiswa dengan kualitas tidur buruk cenderung mempunyai perasaan hati yang Hasil penelitian yang dipblikasikan ini diharapkan dapat dibaca dan memberikan informasi kepada seluruh mahasiswa agar mengetahui akibat dari kualitas tidur yang buruk terhadap suasana hati. Dengan demikian mereka dapat mengatur waktu tidur yang cukup. Pada penelitian yang akan datang diharapkan dilakukan dengan jumlah sampel yang tidak terbatas pada usia dan mahasiswa. Daftar Pustaka