Vol. No. Mei 2025, hal, 61-67 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss1. Pelatihan Pelafalan Makharijul Huruf dengan Menggunakan Metode Talqin di Masjid Baitul Mu'tashim. Kalurahan Piyaman. Kabupaten Gunungkidul Gita Devan Lesmana. Rizky Daffa Hendantyo. Nizar Habibullah. Angger Bimantara. 1,2,3,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: . gitadevanlesmana61@gmail. com, . rizkydaffahendantyo@gmail. nizarhabibullah03@gmail. com, . bimantara@stai-ali. Info Artikel Kata kunci : Makharijul Huruf Metode Talqin Kukerta Gunungkidul Penulis Koresponden : Gita Devan Lesmana E-mail: gitadevanlesmana61@gmail. ABSTRAK Pelatihan pelafalan makhrajul huruf dengan metode talqin di Masjid Baitul MuAotashim. Desa Piyaman, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca AlQur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid. Metode talqin dipilih karena efektif dalam melatih pelafalan huruf hijaiyyah melalui pengulangan dan koreksi langsung dari pengajar. Kegiatan ini melibatkan anak-anak sebagai peserta utama, mengingat masih banyak masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur'an dengan baik atau memahami kaidah tajwid secara benar. Pelatihan dilakukan secara rutin dari Senin hingga Kamis, dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca peserta, terutama dalam penguasaan makhraj huruf. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya dukungan orang tua di rumah, perbedaan kemampuan belajar antar anak, dan keterbatasan waktu serta tenaga pengajar. Diharapkan pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an peserta, tetapi juga memotivasi mereka untuk terus memperdalam ilmu tajwid dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu mengajarkan kembali kepada masyarakat sekitar. PENDAHULUAN Membaca Alquran dengan tartil adalah kewajiban Aufardu ainAy bagi seorang muslim, sebagaimana Allah sebutkan dalam QS. al-Muzzammil: 4 AuAdan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahanAy. Oleh karena itu memahami kaidah-kaidah tajwid dan membaca Alquran langsung (Talaqq. dengan guru adalah sebuah keniscayaan. Tilawah yang itqan tidak bisa diraih kecuali langsung Musyafahah dengan guru, hal ini selaras dengan perintah Allah dalam QS. an-Naml : 6, dan al- Qiyamah : 18. Dalam bidang sosial banyak kegiatan yang bisa dilakukan, diantaranya mendirikan dan membangun gedung-gedung tempat pendidikan dan kursus-kursus, menyelenggarakan berbagai bidang pendidikan dalam semua tingkat, baik pendidikan umum, menyelenggarakan kegiatanEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Pelafalan Makharijul Huruf dengan Menggunakana kegiatan seminar, simposium, lokakarya, sarasehan, diskusi panel dalam segala bidang pendidikan, juga pelatihan bagi para pelajar, mahasiswa dan para karyawan serta penelitian-penelitian dalam bidang sosial dan budaya. KUKERTA Al-Mubarak merupakan kegiatan perkuliahan yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan dibangku perkuliahan yang diaplikasikan kepada masyarakat luas. Jauh harapannya adalah memberi kesempatan kepada masyarakat awam yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar di bangku perkulihan dapat merasakan manfaat dari para mahasiswa yang mendapatkan kesempatan tersebut, pun sebaliknya bagi mahasiswa dapat merasakan sebuah pelajaran berupa pengabdian kepada masyarakat serta terjun langsung dalam penyebaran ilmu pengetahuan yang telah ditimba semasa di bangku kuliah, ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat serta belajar untuk menghormati norma dan kode etik di dalam kegiatan sosial secara luas. Kegiatan pengabdian dengan judul Pelatihan Pelafalan Makhrojul Huruf dengan Metode Talqin di TPA Masjid Baitul MuAotashim Desa Piyaman bertujuan untuk melatih serta memperbaiki masyarakat umum dalam melafalkan huruf-huruf Hijaiyyah secara fasih dan sesuai dalam standar pembacaan Al-Quran sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Aoalaihi wa sallam. (Abd. Basid dkk. , 2. Kondisi sosial di Desa Piyaman mayoritas beragama islam, bahkan lebih dari angka sembilan puluh lima persen warga di Desa Piyaman beragama islam. Namun, sayangnya berdasarkan hasil diskusi dengan bapak Suhamin selaku takmir masjid Baitul MuAotashim sekaligus Kamituwa di kelurahan Piyaman, kurangnya SDM di bidang keagamaan terutama dalam pengajaran baca tulis Al-Quran yang kompeten membuat kegiatan belajar dan mengajar baca tulis Al-Quran di desa tidak dapat berjalan sebagaimana semestinya di setiap masjid ataupun mushola. Kondisi permasalahan masyarakat sampai saat sekarang ini masih bermuara pada dua hal. Pertama, banyaknya masyarakat yang belum lancar dalam membaca Al-Quran bahkan ada juga yang belum mengerti huruf Hijaiyyah. Kedua, banyaknya masyarakat yang sudah bisa membaca AlQuran, namun belum mengerti kaidah tata cara membaca Al-Quran sesuai dengan ilmu tajwid dan tartil Al-Quran. Besar harapan penulis dalam melaksanakan pelatihan ini agar dapat diajarkan kembali oleh masyarakat luas dan menjadi bermanfat dalam pembiasaan pelafalan makhrojul huruf tanpa bercampur dengan logat daerah ataupun dialek yang tidak sesuai dengan standar dan kaedah-kaedah dalam membaca Al-Quran. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Gita Devan Lesmana dkk. METODE PENGABDIAN Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. yang bertujuan untuk melakukan pengamatan suatu fenomena dalam keadaan alamiah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data berupa foto dan catatan lapangan kemudian ditarik kesimpulan dari pengamatan dan dinarasikan sesuai data tanpa menghilangkan data real yang didapat. Teknik pengumpulan data yang didapat melalui wawancara secara langsung dengan tokoh agama yang berkaitan kemudian observasi secara langsung berupa proses pembelajaran yang sedang berlangsung selama penelitianyang berada di desa Piyaman padukuhan piyaman 2, kabupaten Gunung Kidul. Metode pengabdian yang digunakan untuk meningkatkan kefasihan huruf Al-Quran, adalah metode Talqin. Metode talqin mengajarkan anak-anak menghafal Al-Qur'an dengan membacakan ayat tertentu berulang kali hingga mereka mahir menghafalnya. Setelah mereka mahir, mereka kemudian beralih ke ayat berikutnya. Dengan meniru, anak dapat meningkatkan perkembangan bahasanya dengan cara ini. Guru memperbaiki kesalahan bacaan siswa ketika mereka salah. Metode ini memerlukan banyak waktu dan kesabaran. Metode ini sangat tepat karena dapat memperbaiki tajwid dan makharijul huruf sehingga siswa dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. Dalam metode talqin ini, ada tiga komponen yang terlibat dalam pelaksanaannya, yaitu: . Pentalqin . , . Ditalqin . , . Orang yang belajar melalui talqin . Berikut ini adalah langkah-langkah yang diambil untuk menerapkan metode talqin untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an: Pembukaan Ini adalah kegiatan untuk membuat siswa siap untuk belajar. Ini dimulai dengan salam pembuka dan membaca serta doa untuk belajar. Maqra yang akan dibacakan telah disiapkan oleh Kegiatan Inti Pentalqin atau guru hafidz mengajarkan siswa atau pihak yang ditalqin membaca. Siswa atau yang ditalqin meniru bacaan dengan cara yang sama seperti yang diberikan kepadanya. Guru atau pengtalqin harus segera memperbaiki kesalahan orang yang ditalqin. Penutupan Pentalqin meminta Mulaqqan untuk melafalkan ayat kembali dari awal sampai akhir. Jika ada kesalahan lagi, guru akan memperbaikinya. Kemudian, untuk mengakhiri pelajaran, membaca tahmid dan doa bersama. Setelah pelajaran selesai, guru mengucapkan salam. Kegiatan ini dilakukan di Masjid Baitul Mu'tashim dan melibatkan anak-anak. Peserta diberikan kesempatan untuk melafalkan dan menerima koreksi langsung dari pengajar. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini dapat membaca AlEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Pelafalan Makharijul Huruf dengan Menggunakana Qur'an dengan lebih baik dan benar. Selain itu, diharapkan mereka akan termotivasi untuk terus memperdalam ilmu tajwid dalam kehidupan sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pembelajaran Al-Qur'an, metode yang tepat harus digunakan untuk membantu siswa menjadi penghafal Al-Qur'an. Sangat penting untuk menggunakan teknik untuk mempelajari AlQur'an karena mempelajarinya tidak mudah tidak mudah. Hal tersebut seperti penggunaannya metode yang kami terapkan di masjid Baitul muAotashim padukuhan piyaman menggunakan metode talqin agar mempermudah anak dalam mempelajari Al-QurAoan, dikarenakan metode talqin merupakan metode yang paling tepat dan efektif dapat membantu siswa dalam mempelajari Al-QurAoan dengan baik dan benar, karena penerapannya Yaitu pada prosesnya guru akan mencontohkan terlebih dahulu ayat yang akan dihafalkan oleh murid dan murid akan menirukanya bawah bimbingan guru. Kegiatan pelatihan membaca Al-Qur'an dengan metode talqin di Masjid Baitul MuAotashim. Desa Piyaman. Gunungkidul, dilaksanakan pada setiap pekan mulai dari hari senin hingga hari kamis dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan anak-anak. Pelatihan pelafalan makhrajul huruf menggunakan metode talqin yang dilakukan di Masjid Baitul Mu'tashim Desa Piyaman menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Peserta, yang mayoritas adalah anak-anak, mampu memperbaiki pelafalan huruf-huruf hijaiyyah secara bertahap. Sebelum pelatihan, banyak dari mereka yang belum bisa melafalkan huruf dengan benar sesuai makhraj . empat keluarnya huru. Setelah beberapa sesi, terlihat peningkatan dalam kefasihan dan ketepatan Metode talqin terbukti efektif dalam pelatihan ini karena: Praktik Langsung: Peserta langsung mendengar dan meniru bacaan guru, sehingga mereka mendapatkan contoh pelafalan yang benar. Koreksi Real-Time: Setiap kesalahan langsung dikoreksi oleh pengajar, sehingga peserta tidak mengulang kesalahan yang sama. Pengulangan: Dengan pengulangan yang konsisten, peserta lebih mudah mengingat cara pelafalan yang benar. Namun ada juga beberapa problematika dalam mempelajari Al-QurAoan dengan menggunakan metode talqin yang mana hal tersebut mempelajari Al-QurAoan: Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Gita Devan Lesmana dkk. Kemampuan belajar yang berbeda-beda Kemampuan dalam mempelajari Al-QurAoan yaitu kecakapan orang dalam membaca Al-QurAoan dan juga mampu melafalkannya di luar kepala dengan tepat dan benar . Setiap anak memiliki kapasitas dalam belajar dan berpikir yang berbeda. Kemampuan anak-anak pun tergantung dari kapasitas mereka dalam belajar, sehingga keberhasilan mempelajari dalam satu TPQ juga berbeda antar satu anak dengan lainnya. Bagi siswa yang memiliki kemampuan belajar rendah, ia akan tertinggal dengan siswa lainnya yang kemampuan belajarnya lebih bagus. Meskipun ustad mengajar dengan cara yang sama dalam satu TPQ, tapi hasilnya tetap tergantung dari kemampuan siswa dalam menangkapnya. Anak yang kurang konsentrasi dalam mempelajari Al-QurAoan Faktor yang dapat mempengaruhi hasil dalam belajar yaitu salah satunya karena siswa yang kurang konsentrasi. Konsentrasi merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian kepada pelajaran, pemusatan perhatian tertuju pada isi materi pembelajaran ataupun proses memperolehkannya dan sebagian besar penyebab dari rendahnya prestasi dalam belajar anak yaitu lemahnya anak dalam berkonsentrasi. Keterbatasan waktu dan jumlah tenaga pengajar Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Warak dapat secara perlahan mengatasi hambatan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur akademik dan keterampilan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pelatihan pelafalan makhrajul huruf dengan metode Talqin yang dilaksanakan di Masjid Baitul MuAotashim. Desa Piyaman, memberikan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar sesuai dengan kaidah tajwid. Metode Talqin terbukti efektif karena melibatkan proses mendengarkan, meniru, dan pengulangan yang dilakukan secara langsung di bawah bimbingan guru. Peserta, yang mayoritas adalah anak-anak, menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelafalan huruf Hijaiyyah setelah beberapa sesi pelatihan. Sebelumnya, banyak peserta yang belum mampu melafalkan huruf dengan benar sesuai makhraj-nya. Namun, setelah pelatihan, mereka mulai menunjukkan peningkatan dalam kefasihan dan ketepatan pelafalan. Keberhasilan pelatihan ini didukung oleh beberapa faktor, seperti praktik langsung di hadapan guru yang memungkinkan koreksi real-time atas kesalahan pelafalan, serta pengulangan yang konsisten yang membantu peserta mengingat cara pelafalan yang benar. Selain itu, antusiasme anak-anak dalam mengikuti pelatihan juga menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan program Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Pelafalan Makharijul Huruf dengan Menggunakana Namun, pelaksanaan pelatihan ini juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diperhatikan untuk pengembangan ke depan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya dukungan orang tua dalam mendampingi anak-anak saat belajar di rumah. Tanpa adanya muroja'ah atau pengulangan pelajaran di rumah, kemampuan anak-anak cenderung menurun atau stagnan. Selain itu, perbedaan kemampuan belajar setiap anak juga mempengaruhi hasil pelatihan. Ada anak yang cepat memahami dan menghafal, namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Faktor konsentrasi anak selama belajar juga menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak yang mudah teralihkan perhatiannya. Keterbatasan jumlah tenaga pengajar dan waktu pelatihan yang terbatas turut menjadi hambatan dalam mencapai hasil yang maksimal. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak di Desa Piyaman. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, dengan melibatkan lebih banyak tenaga pengajar dan dukungan dari orang tua. Dengan demikian, kualitas bacaan Al-Qur'an masyarakat, khususnya anak-anak, dapat terus meningkat sesuai dengan standar tajwid yang benar. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen Masyarakat Padukuhan Piyaman 2 desa Piyaman Kabupaten Gunungkidul Yogjakarta yang telah bersedia menerima kami dalam melakukan perguruan tinggi yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025. Tak lupa juga kami ucapkan kepada Bapak Suhaimin selaku kepala taAomir masjid Baitul muAotashim yang memberikan kami izin dalam menjalankan program ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar. Terimakasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan, ustad Angger Bimantara. Pd. Sos. , yang senantiasa membimbing kami selama berkegiatan KKN 2025 hingga bisa tersusun laporan KKN ini. Kami kepada pak lurah desa Piyaman. Bapak Tugino. Pd. beserta jajarannya yang menerima kami dengan baik. DAFTAR PUSTAKA