Copyright A 2025 The Author. Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 Transformasi Pengalaman Belajar Peserta Didik Akuntansi melalui Praktik Kerja Lapangan di Dunia Usaha dan Industri Marina Candraningsih1. Nunung Nurjanah2 . Widiyanti3 1,2,3 Universitas Negeri Malang. Indonesia 2405518@students. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi pengalaman belajar peserta didik pada Program Keahlian Akuntansi Keuangan dan Lembaga melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia usaha dan industri (DUDI). Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian menggali bagaimana peserta didik mengaitkan teori akuntansi yang dipelajari di sekolah dengan praktik profesional di lingkungan kerja nyata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap peserta didik, guru pembimbing, dan pembimbing lapangan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat bentuk transformasi utama dalam pengalaman belajar peserta didik selama PKL, yaitu: . transformasi kognitif, berupa penguatan pengetahuan akuntansi dan literasi digital melalui penggunaan perangkat lunak akuntansi. transformasi keterampilan teknis, ditandai dengan peningkatan ketelitian, akurasi pembukuan, serta kemampuan menjalankan prosedur kerja berbasis standar industri. transformasi sikap dan karakter profesional, yang mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, etika kerja, dan kemampuan reflektif dalam menyikapi umpan balik. transformasi adaptasi terhadap budaya dan ritme kerja industri, termasuk kemampuan berkomunikasi profesional, manajemen waktu, dan penyesuaian dengan budaya Keempat transformasi ini menunjukkan bahwa PKL berfungsi sebagai pengalaman belajar transformatif sebagaimana dijelaskan dalam Experiential Learning Theory Kolb, di mana peserta didik bergerak melalui tahapan pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Dengan demikian. PKL menjadi jembatan strategis antara pembelajaran sekolah dan kebutuhan dunia kerja, serta berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi vokasional peserta didik akuntansi. Kata kunci: pengalaman belajar, praktik kerja lapangan, dunia usaha dan industri, akuntansi, experiential learning Pendahuluan Pendidikan vokasi memainkan peran penting dalam menyelaraskan hasil pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang pesat. Seiring meningkatnya tuntutan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis dan pengalaman praktis, pendidikan vokasi hadir sebagai jembatan untuk menutup kesenjangan keterampilan dengan membekali peserta didik kompetensi yang relevan bagi kesiapan kerja. Di Indonesia, integrasi pelatihan vokasi ke dalam sistem pendidikan, khususnya melalui lembaga seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), merupakan respons terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja tersebut. Kurikulum di SMK dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan harapan dunia industri (Yahya & Maydatullaela, 2. Selain itu, berbagai penelitian menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri untuk memastikan program pendidikan tetap relevan serta mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan karier (Sarmila & Saril, 2. https://jurnaldidaktika. Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 ISSN 2302-1330 | E-ISSN 2745-4312 Praktik Kerja Lapangan (PKL) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi profesional peserta didik jurusan akuntansi. Program ini menyediakan pengalaman belajar berbasis praktik . xperiential learnin. yang mendorong pengembangan keterampilan kerja penting seperti pemecahan masalah, kerja sama tim, dan komunikasi (Tan et al. , 2021. Srividhya & Rexy, 2. Melalui penempatan langsung di lingkungan kerja nyata. PKL memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan pengetahuan teoretis dalam konteks praktis, sehingga memperdalam pemahaman mereka terhadap praktik akuntansi dan standar industri (Azizah & Nisaa, 2. Program PKL yang efektif umumnya dirancang dengan sistem bimbingan dan umpan balik yang terstruktur, guna memastikan keterlibatan yang bermakna serta meningkatkan kesiapan profesional peserta didik (Sarmila & Saril, 2. dalam beradaptasi dengan lingkungan industri dan menguasai teknologi digital yang menjadi bagian integral dari praktik akuntansi modern. Banyak peserta didik yang memasuki dunia kerja dengan bekal teori, namun masih kurang dalam keterampilan praktis dan kepercayaan diri untuk menghadapi tuntutan profesional (Azizah & Nisaa, 2. Perkembangan teknologi yang pesat di tempat kerja menambah kompleksitas tantangan ini, karena peserta didik dituntut untuk cepat menguasai berbagai perangkat lunak dan sistem digital yang mendominasi dunia industri (Sudarmini et al. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis tersebut dapat menghambat kemampuan peserta didik dalam memaksimalkan potensi pembelajaran selama PKL, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat kesiapan kerja mereka setelah lulus (Tan et al. , 2. Oleh karena itu, pengembangan strategi yang mampu memfasilitasi transisi dari lingkungan akademik ke dunia industri menjadi sangat krusial. Teori Experiential Learning yang dikemukakan oleh Kolb (ELT) menjadi kerangka dasar yang relevan dalam memahami proses pembelajaran selama pelaksanaan PKL. Menurut Kolb, pembelajaran merupakan siklus yang melibatkan empat tahapan, yaitu pengalaman konkret . oncrete experienc. , refleksi terhadap pengalaman . eflective observatio. , konseptualisasi abstrak . bstract conceptualizatio. , dan eksperimen aktif . ctive experimentatio. (TomsiN. Karima, 2. Kerangka ini menjelaskan bagaimana peserta didik dapat mengolah pengalaman mereka selama PKL untuk mengubah pengetahuan teoretis menjadi kompetensi praktis (Besario, 2. Ketika diterapkan secara strategis dalam pendidikan akuntansi, model Kolb tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan belajar sepanjang hayat (Srividhya & Rexy, 2. Dengan berhadapan langsung pada tantangan dunia kerja, peserta didik belajar merefleksikan pengalaman mereka, mengembangkan konsep baru, dan menerapkannya kembali dalam konteks nyata, sehingga memperkuat proses pembelajaran mereka secara holistik (Snodgrass et al. , 2. PKL memiliki peranan penting dalam pendidikan vokasi, masih terdapat kesenjangan penelitian yang cukup besar terkait pengalaman belajar transformatif peserta didik akuntansi dalam konteks ini. Sebagian besar penelitian berfokus pada manfaat umum dari kegiatan magang, namun masih terbatas bukti empiris yang menjelaskan bagaimana pendekatan pedagogis tertentu, seperti Experiential Learning Theory Kolb, dapat secara unik memberikan dampak pada pembelajaran vokasi akuntansi (Nasichah et al. , 2024. Besario, 2. Seiring dengan terus berkembangnya kebutuhan industri, urgensi untuk mengeksplorasi praktik-praktik transformatif dalam pendidikan vokasi menjadi semakin penting. Upaya untuk menutup kesenjangan ini dapat menghasilkan model PKL yang lebih efektif, tidak hanya dalam meningkatkan pengembangan profesional peserta didik, tetapi juga dalam memperkuat kompetensi mereka agar selaras dengan ekspektasi pasar tenaga kerja (Dewra, 2. Dengan demikian, memahami dan mengoptimalkan pengalaman belajar selama PKL menjadi langkah https://jurnaldidaktika. Copyright A 2025 The Author. Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 esensial dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berkontribusi secara bermakna di bidang profesinya. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan bagaimana transformasi pengalaman belajar peserta didik akuntansi terjadi selama mengikuti PKL di dunia usaha dan industri. Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah membahas manfaat umum PKL, masih terdapat kesenjangan penting terkait bagaimana proses transformasi tersebut berlangsung secara mendalam, khususnya dalam kerangka Experiential Learning Theory Kolb. Belum banyak studi yang menjelaskan secara sistematis bagaimana perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik terbentuk melalui setiap tahapan pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif selama berada di lingkungan kerja nyata. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menutup celah tersebut dengan menghasilkan pemetaan tematik yang menggambarkan bentuk-bentuk transformasi yang muncul dari pengalaman PKL, serta menjelaskan mekanisme bagaimana pengalaman industri mengaktifkan siklus pembelajaran berbasis pengalaman. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi penguatan kurikulum vokasi, khususnya dalam merancang model pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta memperkuat implementasi teori Experiential Learning dalam konteks pendidikan akuntansi di SMK. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami bagaimana peserta didik akuntansi mengalami transformasi pembelajaran melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia usaha dan industri (DUDI). Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan secara mendalam proses belajar yang terjadi secara alami serta memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami makna pengalaman peserta didik dari sudut pandang mereka sendiri. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Nglegok dengan fokus pada Program Keahlian Akuntansi Keuangan dan Lembaga (AKL). Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu peserta didik kelas XI yang telah menyelesaikan kegiatan PKL di beberapa instansi mitra industri. Informan pendukung meliputi guru pembimbing PKL dan pembimbing lapangan dari pihak industri yang terlibat dalam proses bimbingan dan evaluasi peserta didik selama praktik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan sebanyak dua sampai tiga sesi untuk setiap informan, dengan durasi 45Ae90 menit, bertempat di sekolah maupun lokasi industri, untuk menggali pengalaman, refleksi, serta dinamika pembelajaran yang dialami selama PKL. Observasi dilaksanakan secara nonpartisipatif selama kunjungan monitoring di lokasi praktik sebanyak tiga kali, masing-masing selama 1Ae2 jam, untuk mengamati perilaku kerja, interaksi profesional, serta bentuk keterampilan teknis yang ditunjukkan peserta didik. Dokumentasi berupa jurnal harian PKL, laporan kegiatan, dan catatan pembimbing digunakan sebagai data pelengkap untuk memperkuat temuan dan meningkatkan kredibilitas data melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sehingga hasil penelitian memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi. Secara keseluruhan, prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data di lapangan, https://jurnaldidaktika. Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 ISSN 2302-1330 | E-ISSN 2745-4312 analisis tematik berdasarkan hasil wawancara dan observasi, serta penyusunan laporan penelitian yang diintegrasikan dengan teori Experiential Learning dari Kolb sebagai landasan Hasil Penelitian ini mengungkap bahwa kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berperan penting dalam mentransformasi pengalaman belajar peserta didik akuntansi di SMK Negeri 1 Nglegok. Proses pembelajaran yang terjadi di dunia industri tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter profesional yang menjadi ciri khas lulusan pendidikan vokasi. Transformasi Proses Pembelajaran Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa peserta didik mengalami proses pembelajaran yang sangat berbeda dibandingkan dengan kegiatan di kelas. Di lingkungan industri, mereka tidak lagi bergantung pada instruksi guru, melainkan harus memahami alur kerja nyata dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh pembimbing lapangan. Misalnya, beberapa peserta didik ditempatkan di bagian keuangan dan harus menginput data transaksi harian menggunakan perangkat lunak akuntansi seperti MYOB dan Accurate. Proses ini menuntut ketelitian tinggi karena setiap kesalahan input akan berdampak pada ketidaksesuaian laporan keuangan perusahaan. Pengalaman langsung tersebut menjadi bentuk nyata dari concrete experience sebagaimana dijelaskan dalam teori Experiential Learning Kolb, di mana siswa belajar melalui keterlibatan aktif dalam situasi kerja sesungguhnya. Lebih lanjut, hasil refleksi menunjukkan bahwa siswa sering melakukan evaluasi diri terhadap kesalahan yang mereka buat selama praktik, seperti keterlambatan laporan atau ketidaktepatan format pembukuan. Setelah memperoleh umpan balik dari pembimbing industri, siswa mampu memperbaiki kesalahan tersebut pada pekerjaan berikutnya. Proses reflektif ini membantu mereka memahami standar profesional dan pentingnya akurasi dalam pekerjaan Siklus pembelajaran yang melibatkan tahapan reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation berlangsung berulang, menunjukkan bahwa pengalaman di dunia kerja benar-benar menjadi sarana pembentukan pola pikir analitis dan pemecahan masalah yang sistematis. Pembentukan Karakter dan Sikap Profesional Kegiatan PKL juga terbukti berperan besar dalam membentuk karakter dan sikap profesional peserta didik. Berdasarkan pengamatan, banyak siswa yang pada awalnya cenderung pasif dan kurang percaya diri, namun seiring berjalannya waktu menunjukkan perubahan positif dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab. Mereka mulai datang tepat waktu, menyelesaikan tugas sesuai tenggat, serta menjaga komunikasi formal dengan rekan kerja dan atasan. Beberapa siswa bahkan mengaku bahwa pengalaman menerima teguran langsung dari supervisor karena keterlambatan atau kesalahan kerja menjadi pembelajaran berharga dalam membangun mental kerja yang tangguh. Nilai-nilai seperti kejujuran, ketelitian, dan kerja sama tim tumbuh secara alami melalui rutinitas kerja harian dan interaksi dengan pegawai perusahaan. Selain itu, peserta didik juga belajar beradaptasi dengan etika dan budaya organisasi yang berlaku di tempat praktik. Misalnya, mereka harus menyesuaikan diri dengan sistem hierarki, tata krama komunikasi profesional, serta kebijakan perusahaan yang menuntut tanggung jawab dan integritas tinggi. Proses adaptasi ini menumbuhkan rasa memiliki terhadap profesi akuntansi dan membentuk kebiasaan kerja yang berorientasi pada kualitas. Temuan ini sejalan dengan pandangan Sari dan Nugroho . bahwa pendidikan vokasi harus https://jurnaldidaktika. Copyright A 2025 The Author. Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 menanamkan nilai profesionalisme melalui pengalaman langsung di tempat kerja, bukan hanya melalui pengajaran teoretis di ruang kelas. Adaptasi terhadap Teknologi dan Lingkungan Industri Salah satu temuan penting di lapangan adalah tantangan peserta didik dalam menghadapi kesenjangan antara pembelajaran manual di sekolah dengan sistem digital yang digunakan oleh dunia industri. Sebagian besar siswa mengaku awalnya kesulitan menggunakan aplikasi akuntansi berbasis komputer karena di sekolah mereka lebih sering menggunakan metode pencatatan manual. Namun, setelah beberapa minggu mengikuti bimbingan dari staf perusahaan, siswa mampu memahami fitur-fitur dasar seperti journal entry, ledger posting, dan financial statement report. Proses adaptasi ini menunjukkan bahwa kegiatan PKL menjadi wadah aktualisasi pembelajaran digital sekaligus sarana peningkatan literasi teknologi peserta didik. Selain penguasaan teknologi, peserta didik juga dihadapkan pada lingkungan kerja yang memiliki ritme cepat dan tekanan tinggi. Mereka harus beradaptasi dengan target pekerjaan, koordinasi antarbagian, serta pola komunikasi profesional yang berbeda dari suasana akademik di sekolah. Misalnya, beberapa siswa ditempatkan di bagian audit internal dan dituntut menyelesaikan pengecekan dokumen keuangan dalam batas waktu ketat. Tantangan ini justru membentuk ketahanan mental dan kemampuan manajemen waktu yang lebih baik. Dengan demikian, adaptasi terhadap teknologi dan dinamika industri tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kesiapan psikologis dan emosional siswa untuk terjun ke dunia kerja modern. Kolaborasi Sekolah dan Dunia Industri Keberhasilan kegiatan PKL tidak dapat dilepaskan dari sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan dunia industri. Berdasarkan dokumentasi dan wawancara, guru pembimbing PKL dari SMK Negeri 1 Nglegok secara rutin melakukan kunjungan monitoring ke lokasi praktik untuk memastikan peserta didik mendapat bimbingan yang optimal. Guru berkoordinasi dengan pembimbing lapangan di perusahaan untuk menilai perkembangan kompetensi siswa serta memberikan umpan balik terhadap kesulitan yang mereka hadapi. Bentuk kolaborasi ini memungkinkan adanya sinkronisasi antara kurikulum sekolah dan kebutuhan industri sehingga materi pembelajaran di sekolah menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Dari sisi dunia industri, pembimbing lapangan aktif memberikan pelatihan teknis dan non-teknis kepada siswa, seperti penggunaan spreadsheet, penyusunan laporan pajak, dan simulasi audit sederhana. Hubungan kerja sama yang harmonis ini membentuk ekosistem belajar yang autentik dan berorientasi pada hasil kerja nyata. Kolaborasi semacam ini mencerminkan implementasi kebijakan link and match sebagaimana diamanatkan oleh Permendikbud No. 50 Tahun 2020 tentang kerja sama SMK dengan IDUKA. Temuan di lapangan menegaskan bahwa semakin erat hubungan antara sekolah dan industri, semakin besar pula peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan kompetitif. Makna Transformasi Pengalaman Belajar Secara keseluruhan, peserta didik menilai bahwa PKL merupakan pengalaman yang sangat berharga karena memberikan pemahaman nyata tentang dunia kerja profesional. Mereka menyadari bahwa teori yang dipelajari di sekolah hanya menjadi dasar, sedangkan kemampuan sebenarnya dibentuk melalui praktik langsung di lapangan. Beberapa siswa menyampaikan bahwa pengalaman menghadapi kendala kerja, seperti kesalahan input data atau tekanan waktu laporan, membuat mereka lebih tangguh dan bertanggung jawab. Proses ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketelitian, etika kerja, dan kemampuan reflektif sebagai bagian dari kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh seorang tenaga akuntansi. Transformasi ini tidak hanya terjadi pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada cara pandang siswa terhadap profesi dan masa depan mereka. Banyak peserta didik https://jurnaldidaktika. Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 ISSN 2302-1330 | E-ISSN 2745-4312 yang setelah mengikuti PKL menjadi lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau merencanakan karier di bidang akuntansi. Mereka memahami bahwa dunia kerja menuntut kombinasi antara kemampuan teknis, karakter profesional, dan sikap adaptif. Dengan demikian, kegiatan PKL terbukti menjadi proses pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan teori, praktik, dan refleksi diri dalam satu kesatuan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik vokasi. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Praktik Kerja Lapangan (PKL) memiliki peran penting dalam mentransformasi pengalaman belajar peserta didik akuntansi di SMK Negeri 1 Nglegok. Melalui PKL, peserta didik tidak hanya memperoleh keterampilan teknis akuntansi, tetapi juga mengembangkan sikap profesional, kemampuan reflektif, dan kesiapan kerja yang sesuai dengan tuntutan dunia industri. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya pergeseran yang bersifat transformatif dalam proses pembelajaran peserta didik akuntansi yang mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dengan mengacu pada Experiential Learning Theory Kolb . , penelitian ini menganalisis bagaimana siklus pembelajaran berbasis pengalamanAiyang terdiri atas empat tahap, yaitu concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentationAiterimplementasi secara nyata selama pelaksanaan PKL. Melalui keterlibatan langsung dalam praktik akuntansi di dunia kerja, peserta didik memperoleh pengalaman konkret yang memperkuat pemahaman akademik sekaligus mendorong mereka untuk melakukan refleksi kritis terhadap tugas-tugas yang diberikan. Proses refleksi tersebut kemudian mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi strategi baru dalam menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan konsep atau pemahaman yang lebih matang mengenai prosedur akuntansi. Misalnya, ketika menghadapi tantangan nyata yang menuntut kemampuan berpikir analitis, peserta didik mulai menginterpretasikan pengalaman tersebut dan menghubungkannya dengan konsep akuntansi yang telah dipelajari di sekolah (Subiyantoro et , 2. Tahapan-tahapan ini menunjukkan bahwa praktik PKL tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan konseptualisasi dan penerapan teori secara lebih mendalam. Teori pembelajaran kontekstual juga memperkuat pandangan ini dengan menekankan pentingnya menempatkan proses belajar dalam konteks dunia nyata. Melalui situasi tersebut, peserta didik dapat memahami relevansi pengetahuan akademik yang telah mereka pelajari serta mengamati bagaimana teori-teori akuntansi diterapkan secara langsung di lingkungan profesional (Anisah, 2. Integrasi kegiatan PKL ke dalam sistem pembelajaran tidak hanya memperkuat penguasaan konsep akuntansi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja (Farell et , 2. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa PKL merupakan strategi pendidikan yang efektif dalam menghubungkan fondasi teoretis dengan penerapan praktis, sehingga mendorong proses pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna bagi peserta didik vokasi. Peran PKL dalam membentuk karakter dan sikap profesional peserta didik akuntansi tidak dapat diabaikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan nilai-nilai profesional utama seperti disiplin, integritas, dan tanggung jawab kerja (Sucipto et al. , 2. Dengan berinteraksi langsung di lingkungan kerja, siswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai etika profesi dan standar perilaku yang berlaku di dunia akuntansi. Pengalaman langsung ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan etos kerja yang menjadi landasan penting bagi kesiapan https://jurnaldidaktika. Copyright A 2025 The Author. Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 karier mereka di masa depan. Temuan ini sejalan dengan hasil studi Wahjusaputri dan Bunyamin . , yang menyatakan bahwa pengalaman lapangan yang imersif seperti PKL dapat memperkuat komitmen siswa terhadap norma dan standar profesional yang berlaku di dunia Selain aspek teknis. PKL juga berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kemampuan interpersonal siswa, yang sama pentingnya dengan keterampilan akademik dalam dunia kerja profesional. Selama proses magang, siswa berinteraksi dengan rekan kerja, supervisor, dan klien, sehingga mereka belajar mengasah kemampuan komunikasi, empati, serta kerja sama tim (Saputri et al. , 2. Implikasi dari temuan ini bagi pendidikan vokasi adalah perlunya menanamkan pembentukan karakter profesional secara terintegrasi dalam kegiatan PKL, sehingga lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepribadian profesional yang matang dan etika kerja yang kuat. Dengan demikian. PKL dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk tenaga kerja yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi kompleksitas dunia kerja modern. Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi merupakan aspek penting dalam pengalaman belajar peserta didik selama mengikuti PKL, terutama terkait dengan penggunaan sistem akuntansi digital dan budaya kerja industri. Integrasi teknologi dalam praktik akuntansi telah menjadi kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan dan kesiapan profesional di era digital (Sucipto et al. , 2. Paparan terhadap perangkat lunak akuntansi modern dan alat digital selama magang memberikan pengalaman langsung yang membantu siswa menguasai keterampilan teknologi yang esensial untuk kesuksesan mereka di masa depan. Namun demikian, banyak peserta didik yang menghadapi tantangan adaptasi, terutama karena adanya perbedaan signifikan antara metode pembelajaran teoretis di sekolah dengan praktik berbasis teknologi di industri (Saputri et al. , 2023. Effendi et al. , 2025 ). Lebih jauh, kemampuan adaptasi yang diasah melalui PKL turut membentuk ketangguhan dan fleksibilitas siswa dalam menghadapi perubahan teknologi yang cepat di bidang akuntansi. Dengan menghadapi situasi kerja yang menuntut penggunaan perangkat digital secara intensif, siswa belajar mengembangkan pola pikir terbuka dan keterampilan belajar mandiri (Saputri et al. , 2. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan teknologi sebelum pelaksanaan PKL serta pendampingan berkelanjutan selama magang agar proses adaptasi siswa dapat berlangsung optimal. Jika strategi ini diterapkan secara sistematis, pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang mahir dalam praktik akuntansi konvensional, tetapi juga yang mampu beroperasi secara efisien dalam ekosistem kerja berbasis teknologi modern. Kebijakan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri merupakan inisiatif strategis yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan pasar tenaga kerja. Implementasi kebijakan ini diwujudkan melalui kolaborasi aktif antara sekolah dan dunia industri, yang di Indonesia dikenal dengan istilah IDUKA (Industri dan Dunia Kerj. Kolaborasi ini memungkinkan penyusunan kurikulum yang lebih relevan serta pelaksanaan kegiatan PKL yang selaras dengan tuntutan industri (Anisah, 2. Temuan ini sejalan dengan arah reformasi pendidikan nasional di Indonesia yang menekankan pentingnya responsivitas kurikulum terhadap dinamika industri agar lulusan siap bekerja segera setelah menyelesaikan pendidikan mereka (Cahyadi et al. , 2022. Effendi et al. , 2. Pembentukan kemitraan yang kokoh antara sekolah dan industri menghasilkan peluang pembelajaran berbasis pengalaman yang lebih kontekstual, seperti kegiatan PKL. Melalui kemitraan ini, siswa dapat terlibat langsung dalam praktik bisnis terkini yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja (Ariyani et al. , 2. Selain itu, adanya umpan balik langsung dari pembimbing industri mengenai kinerja siswa selama magang menciptakan siklus evaluasi https://jurnaldidaktika. Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 ISSN 2302-1330 | E-ISSN 2745-4312 berkelanjutan yang meningkatkan kualitas proses pendidikan (Nadeak, 2. Implikasi dari kolaborasi ini sangat besar bagi pendidikan vokasi, karena tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan Dengan demikian, sinergi antara sekolah dan IDUKA berperan penting dalam menciptakan pendidikan vokasi yang dinamis, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja masa kini. Secara keseluruhan, transformasi pengalaman belajar melalui PKL berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan identitas profesional peserta didik serta mendukung reformasi pendidikan vokasi di Indonesia. Kombinasi antara pengalaman langsung dan pembelajaran teoretis menghasilkan identitas profesional yang utuh, di mana siswa tidak hanya memahami konsep akuntansi tetapi juga mampu menerapkannya dengan tanggung jawab dan integritas tinggi (Watrianthos et al. , 2. Melalui keterlibatan langsung di dunia kerja, siswa memperkuat kompetensi teknis sekaligus memperoleh pemahaman baru mengenai peran dan tanggung jawab mereka sebagai calon profesional akuntansi (Muharam & Afrilia, 2. Dengan demikian. PKL berfungsi sebagai wahana pembentukan diri yang komprehensif, mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai profesional. Penelitian ini juga menegaskan urgensi bagi pendidikan vokasi untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar tenaga kerja yang dinamis. Walaupun kerangka pendidikan tradisional tetap menjadi fondasi penting, integrasi PKL dan pendekatan experiential learning terbukti lebih efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompleksitas dunia kerja modern (Rahayu et , 2. Seiring dengan semakin berkembangnya globalisasi dan digitalisasi industri, pendidikan vokasi di Indonesia perlu berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang memperkaya pengalaman akademik sekaligus profesional. Dengan strategi tersebut, lembaga pendidikan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif dan inovatif untuk menghadapi tantangan masa depan secara Temuan penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dengan memperjelas bagaimana transformasi pengalaman belajar peserta didik akuntansi selama PKL berlangsung melalui mekanisme siklus Experiential Learning Kolb. Penelitian ini melampaui studi terdahulu yang umumnya hanya menyoroti manfaat umum PKL, dengan menghadirkan pemetaan tematik yang lebih terstruktur mengenai perubahan kognitif, teknis, sikap profesional, dan adaptasi budaya industri. Selain itu, temuan ini memperkaya literatur pendidikan vokasi dengan menunjukkan bahwa proses refleksi dan umpan balik di tempat kerja memiliki peran kunci dalam mengubah cara pandang dan kompetensi peserta didik. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi sekolah, guru pembimbing PKL, serta dunia industri (IDUKA) dalam merancang mekanisme pendampingan yang lebih efektif. Sekolah dapat memperkuat integrasi teknologi akuntansi digital sebelum PKL, sementara industri dapat memperluas ruang bimbingan reflektif untuk mempercepat pemahaman profesional siswa. Bagi pembuat kebijakan, temuan ini mendukung penguatan kebijakan link and match melalui perencanaan PKL yang lebih terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan industri. Walaupun penelitian ini memberikan gambaran mendalam tentang transformasi pembelajaran, terdapat beberapa batasan yang perlu diperhatikan. Penelitian hanya berfokus pada satu sekolah dan jumlah informan terbatas, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati. Selain itu, data diperoleh dalam periode PKL tertentu, sehingga belum mengakomodasi variasi pengalaman di instansi industri yang berbeda. Oleh karena itu, riset lanjutan disarankan untuk melibatkan lebih banyak sekolah, lintas kompetensi keahlian, serta https://jurnaldidaktika. Copyright A 2025 The Author. Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember 2025 pendekatan longitudinal untuk menelusuri perubahan kompetensi peserta didik dari awal hingga akhir PKL secara lebih komprehensif. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berperan penting dalam mentransformasi pengalaman belajar peserta didik akuntansi di SMK Negeri 1 Nglegok. PKL memungkinkan siswa mengalami pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akuntansi dengan praktik nyata di dunia industri. Proses ini selaras dengan tahapan dalam Experiential Learning Theory (Kolb, 1. yang melibatkan pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami transformasi pada empat aspek utama, yaitu: . penguatan pengetahuan dan literasi digital. peningkatan keterampilan teknis akuntansi berbasis standar industri. pembentukan sikap dan karakter profesional. kemampuan beradaptasi dengan budaya dan dinamika kerja industri. Selain itu. PKL terbukti memberikan kontribusi besar terhadap kesiapan kerja siswa dengan menumbuhkan kedisiplinan, etika kerja, ketelitian, serta kemampuan komunikasi Keberhasilan program ini ditopang oleh kolaborasi efektif antara sekolah dan IDUKA dalam mengimplementasikan kebijakan link and match. Dengan demikian. PKL menjadi strategi kunci dalam pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global dan digital di dunia profesi akuntansi. References