The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Efektivitas Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi1. Abdul Rahman2 1IAIN CURUP . 24mhs@iaincurup. 2IAIN CURUP . abdulrahman@iaincurup. Abstract . Educational transformation through the implementation of the JSTAF : Merdeka Curriculum demands not only teacher readiness but also Siddiq. Tabligh. Amanah, effective academic supervision. Academic supervision plays a vital role Fathonah in ensuring that teachers are capable of implementing differentiated instruction, formative assessment, and student-centered learning Vol 04 No 2 July 2025 This study aims to analyze the effectiveness of academic supervision in supporting the implementation of the Merdeka Hal : 441-451 Curriculum at SD Negeri 44 Rejang Lebong and to identify the https://doi. org/10. 62515/staf. challenges and supports involved in its implementation. The research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document Received: 10 July 2025 Informants were selected purposively, consisting of the Accepted: 22 July 2025 principal, supervisor, and teachers involved in the curriculum Published: 31 July 2025 Data analysis was conducted using thematic PublisherAos Note: Publisher: Lembaga analysis with triangulation of sources, methods, and theories. The Penelitian dan Pengabdian Masyarakat findings reveal that academic supervision is still largely (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran, administrative and lacks focus on pedagogical aspects. Identified Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps barriers include insufficient training for supervisors, limited teacher and institutional affiliations. understanding of differentiated learning, and minimal follow-up after However, reflective, continuous, and needs-based Copyright: A 2023 by the authors. supervision has proven to enhance teacher competence and the Submitted for possible open access effectiveness of the Merdeka Curriculum implementation. The publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC limitation of this study lies in its scope, which is confined to a single BY) school, yet it provides significant implications for developing . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. contextual academic supervision practices. This research offers an original contribution by proposing a reflective supervision approach that aligns with teachersAo needs and the challenges of implementing a new curriculum in elementary schools. Keywords . Academic Supervision. Independent Curriculum. Competency Development Abstrak . Transformasi pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menuntut kesiapan guru dan supervisi akademik yang efektif. Supervisi akademik berperan penting dalam memastikan guru mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, dan strategi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manjemen supervisi akademik dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 44 Rejang Vol 04 No 2 July 2025 | 441 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi . Abdul Rahman2 Lebong serta mengidentifikasi tantangan dan dukungan dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi kepala sekolah, pengawas, dan guru. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik masih bersifat administratif dan kurang menyentuh aspek Hambatan yang ditemukan mencakup kurangnya pelatihan bagi supervisor, rendahnya pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi, serta minimnya tindak lanjut pasca supervisi. Meskipun demikian, supervisi yang bersifat reflektif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan guru terbukti meningkatkan kompetensi guru dan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkupnya yang hanya mencakup satu sekolah, namun tetap memberikan implikasi penting bagi pengembangan supervisi akademik yang kontekstual. Penelitian ini menawarkan kontribusi orisinal dengan pendekatan supervisi reflektif yang sesuai dengan kebutuhan guru dan tantangan kurikulum baru di sekolah dasar. Kata Kunci . Supervisi Akademik. Kurikulum Merdeka. Pengembangan Kompetensi Pendahuluan Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa, di mana kualitasnya sangat bergantung pada berbagai aspek, salah satunya adalah supervisi Supervisi akademik merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, supervisi akademik memiliki peran strategis dalam memastikan efektivitas penerapan kurikulum, khususnya dalam mendorong pembelajaran yang lebih fleksibel, berbasis kompetensi, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Transformasi kurikulum menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi perkembangan zaman. Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons terhadap tuntutan pendidikan abad ke-21 dengan penekanan pada pembelajaran berbasis kompetensi, kemandirian, dan kebutuhan peserta didik. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada peran strategis supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas. Supervisi akademik dalam manajemen pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai kontrol, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan profesional bagi guru agar lebih siap dalam menghadapi perubahan kurikulum. Menurut Sergiovanni dan Starratt . , supervisi akademik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui observasi, evaluasi, dan bimbingan yang bersifat konstruktif (Azzam, 2. Hal ini sejalan dengan konsep pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian, kreativitas, serta asesmen formatif untuk memastikan ketercapaian kompetensi peserta didik. Dengan demikian, supervisi akademik yang baik akan 442 | Vol 04 No 2 July 2025 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi1. Abdul Rahman2 mampu membentuk ekosistem pembelajaran yang kondusif, kreatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan sistem pendidikan yang lebih adaptif, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai alternatif pembelajaran yang lebih fleksibel. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi kurikulum ini di berbagai sekolah masih menghadapi tantangan yang cukup besar, terutama dalam aspek kesiapan guru dan sistem supervisi akademik yang mendukung. SD Negeri 44 Rejang Lebong sebagai salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Beberapa tantangan tersebut berdiferensiasi, pemanfaatan asesmen formatif dalam mengevaluasi perkembangan belajar siswa, serta dukungan kepala sekolah dan pengawas dalam membimbing serta mengevaluasi penerapan kurikulum. Guru-guru di sekolah ini perlu mendapatkan bimbingan yang tepat agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang selaras dengan konsep Kurikulum Merdeka. Jika supervisi akademik tidak berjalan optimal, maka guru akan mengalami kesulitan dalam mengadaptasi metode pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang baru Beberapa penelitian sebelumnya juga telah membahas efektivitas supervisi akademik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian yang dilakukan oleh Mulyasa . menyatakan bahwa supervisi akademik yang dilakukan secara efektif dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru serta mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa (Nazir, 2. Studi lain yang dilakukan oleh Sudjana . menegaskan bahwa supervisi akademik yang berbasis reflektif mampu meningkatkan kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran yang inovatif. 3 Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi . menunjukkan bahwa supervisi akademik yang sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Oleh karena itu, supervisi akademik yang baik sangat diperlukan dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk memastikan bahwa Vol 04 No 2 July 2025 | 443 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi . Abdul Rahman2 guru memiliki kompetensi yang memadai dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dan asesmen formatif. Dalam beberapa kasus, supervisi akademik sering kali masih bersifat administratif dan kurang menyentuh aspek pedagogis yang dibutuhkan oleh guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Menurut hasil studi yang dilakukan oleh Suharsimi Arikunto . , efektivitas supervisi akademik sangat dipengaruhi oleh kompetensi pengawas atau kepala sekolah dalam memberikan bimbingan teknis kepada Jika supervisi akademik hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi sekolah tanpa memberikan pendampingan yang bermakna bagi guru, maka tujuan utama dari supervisi akademik, yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran, tidak akan tercapai. Oleh sebab itu, pengawas dan kepala sekolah sebagai supervisor akademik harus mampu memberikan arahan yang sesuai dengan kebutuhan guru dalam menghadapi tantangan implementasi kurikulum baru. Kondisi di SD Negeri 44 Rejang Lebong menunjukkan bahwa supervisi akademik masih perlu dioptimalkan agar dapat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara maksimal. Tantangan yang dihadapi sekolah ini mencakup kurangnya pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi, minimnya pelatihan terkait asesmen formatif, serta keterbatasan dalam monitoring dan evaluasi implementasi kurikulum. Dalam situasi seperti ini, supervisi akademik yang terstruktur dan berbasis kebutuhan menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Supervisi akademik yang efektif juga harus dilakukan secara kontinu dan berbasis Model supervisi akademik yang berbasis reflektif memungkinkan guru untuk mengevaluasi dan mengembangkan praktik pembelajaran mereka secara mandiri dengan bimbingan dari pengawas atau kepala sekolah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Glickman. Gordon, dan Ross-Gordon . , supervisi akademik yang berbasis refleksi mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam proses pembelajaran dan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pengajara. 6 Oleh karena itu, supervisi akademik yang diterapkan di SD Negeri 44 Rejang Lebong perlu berfokus pada mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. 444 | Vol 04 No 2 July 2025 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi1. Abdul Rahman2 Dalam rangka memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif, diperlukan supervisi akademik yang optimal. Supervisi akademik yang efektif dapat membantu guru dalam memahami perubahan kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi akademik dalam mendukung penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 44 Rejang Lebong. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi supervisi akademik yang lebih efektif dalam membantu guru dalam menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, terutama dalam bidang supervisi akademik dan implementasi Selain itu, temuan dari penelitian ini juga dapat menjadi rekomendasi bagi para pemangku kebijakan pendidikan, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam mengembangkan strategi supervisi akademik yang lebih inovatif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami bagaimana supervisi akademik mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 44 Rejang Lebong. Studi kasus dipilih karena penelitian ini berfokus pada fenomena tertentu dalam suatu konteks spesifik dengan tujuan menggali informasi secara mendalam mengenai praktik supervisi akademik, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap kompetensi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan pengawas sekolah yang terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 44 Rejang Lebong. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan subjek penelitian secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan penelitian. Kriteria informan dalam penelitian ini mencakup kepala sekolah, pengawas sekolah, serta guru yang telah berpartisipasi dalam supervisi akademik terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Vol 04 No 2 July 2025 | 445 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi . Abdul Rahman2 Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih, observasi terhadap proses supervisi akademik, serta dokumentasi terkait kebijakan supervisi akademik di sekolah. Data sekunder diperoleh dari literatur, laporan supervisi akademik, serta dokumen kurikulum sekolah yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan dengan menggunakan panduan wawancara semi-terstruktur agar tetap terarah namun tetap memungkinkan eksplorasi lebih lanjut terhadap informasi yang diberikan oleh informan. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana supervisi akademik dijalankan di sekolah, serta bagaimana guru merespons dan menerapkan hasil supervisi dalam proses pembelajaran. Studi dokumentasi dilakukan dengan mengkaji dokumen kebijakan supervisi akademik, laporan hasil supervisi, serta dokumen kurikulum Instrumen penelitian yang digunakan dalam wawancara adalah pedoman wawancara yang disusun berdasarkan fokus penelitian. Untuk memastikan validitas data, dilakukan triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara dari berbagai informan, triangulasi metode dengan membandingkan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta triangulasi teori dengan membandingkan temuan penelitian dengan teori-teori supervisi akademik yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah perencanaan, di mana dilakukan identifikasi informan serta penyusunan instrumen penelitian. Tahap kedua adalah pelaksanaan wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen. Tahap ketiga adalah analisis data secara bertahap dengan mencatat dan mengelompokkan data yang diperoleh sesuai dengan tema penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik, yaitu metode analisis yang berfokus pada identifikasi pola atau tema utama yang muncul dari data yang dikumpulkan. Proses analisis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: transkripsi hasil wawancara, . pembacaan berulang untuk memahami data, . pengkodean data untuk mengidentifikasi tema utama, . interpretasi dan penyusunan 446 | Vol 04 No 2 July 2025 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi1. Abdul Rahman2 hasil analisis dalam bentuk naratif yang menggambarkan temuan penelitian. Dalam penelitian ini, etika penelitian dijaga dengan beberapa langkah. Pertama, informan diberikan penjelasan mengenai tujuan penelitian serta diberikan kebebasan untuk berpartisipasi atau menolak wawancara. Kedua, kerahasiaan informan dijaga dengan tidak mencantumkan nama secara langsung dalam laporan penelitian. Ketiga, data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian akademik dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan lain. Dengan metodologi ini, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana supervisi akademik mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas supervisi dalam meningkatkan kompetensi guru di SD Negeri 44 Rejang Lebong. Diskusi dan Pembahasan Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini mengungkap sejumlah temuan penting terkait implementasi supervisi akademik dalam mendukung Kurikulum Merdeka di SD Negeri 44 Rejang Lebong. Secara umum, pola supervisi akademik yang diterapkan di sekolah ini masih bersifat konvensional, di mana pengawasan lebih banyak difokuskan pada pemenuhan administrasi dan observasi rutin di dalam kelas. Meskipun terdapat upaya dari kepala sekolah dan pengawas untuk melakukan pembinaan melalui diskusi kelompok dan pelatihan internal, pendekatan ini belum sepenuhnya menyentuh aspek reflektif dan kolaboratif yang menjadi ciri utama supervisi akademik berbasis Kurikulum Merdeka. Dampak dari pelaksanaan supervisi akademik terhadap keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi juga menunjukkan variasi. Sebagian guru mengalami peningkatan dalam memahami pentingnya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individual siswa, namun implementasi strategi pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka masih belum optimal. Hal ini tampak dari kurangnya variasi metode pembelajaran dan terbatasnya penggunaan asesmen formatif secara konsisten dalam proses belajar-mengajar. Dalam hal faktor pendukung, kepemimpinan kepala sekolah yang terbuka dan komunikatif menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendorong perubahan praktik supervisi di sekolah. Kepala sekolah berupaya menyediakan ruang diskusi dan refleksi Vol 04 No 2 July 2025 | 447 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi . Abdul Rahman2 bersama bagi guru, serta mendukung partisipasi guru dalam pelatihan-pelatihan Selain itu, beberapa guru yang memiliki inisiatif tinggi juga menjadi agen perubahan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di kelas masing-masing. Namun demikian, terdapat pula sejumlah faktor penghambat yang signifikan. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi waktu, sarana pendukung pembelajaran, maupun akses terhadap pelatihan yang relevan. Guru merasa terbebani dengan tugas administratif yang cukup banyak, sehingga waktu untuk mengembangkan strategi pembelajaran berdiferensiasi menjadi terbatas. Selain itu, pengawas sekolah belum sepenuhnya menerapkan pendekatan supervisi yang berbasis kebutuhan guru, sehingga bimbingan yang diberikan cenderung bersifat umum dan kurang kontekstual. Temuan-temuan ini sejalan dengan teori supervisi pendidikan seperti model supervisi reflektif Glickman, yang menekankan pentingnya pemberdayaan guru melalui dialog terbuka, refleksi, dan pembinaan yang berkelanjutan. Juga terlihat bahwa teori kepemimpinan transformasional relevan dalam konteks ini, di mana kepemimpinan kepala sekolah yang inspiratif dan mendukung mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif terhadap perubahan kurikulum. Dengan demikian, efektivitas supervisi akademik sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antara supervisor dan guru, keterpaduan program supervisi dengan kebutuhan guru, serta dukungan sistemik dari lingkungan sekolah. Kesimpulan Supervisi akademik memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka karena melalui proses ini, guru mendapatkan bimbingan, pendampingan, dan evaluasi yang sistematis terkait pelaksanaan pembelajaran yang berbasis kompetensi, berdiferensiasi, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, peran supervisi tidak dapat lagi terbatas pada pengecekan administratif seperti kelengkapan perangkat ajar atau laporan pembelajaran, tetapi harus berkembang menjadi proses pembinaan profesional yang bersifat reflektif, kolaboratif, dan adaptif terhadap realitas lapangan. Model supervisi yang bersifat reflektif berarti memberikan ruang kepada guru 448 | Vol 04 No 2 July 2025 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi1. Abdul Rahman2 untuk mengevaluasi praktik pembelajarannya secara mandiri dan terbimbing. Ini dapat dilakukan melalui forum diskusi setelah observasi kelas, pemberian umpan balik konstruktif berbasis data nyata dari praktik mengajar, serta penyusunan rencana tindak lanjut berdasarkan refleksi tersebut. Supervisi reflektif ini memungkinkan guru mengenali kekuatan dan kelemahan mereka sendiri serta memicu perbaikan Selain itu, supervisi juga harus bersifat kolaboratif, artinya dilakukan dengan pendekatan kemitraan antara supervisor dan guru, bukan dalam posisi hierarkis yang Kepala sekolah dan pengawas sebaiknya bekerja bersama guru dalam merancang strategi pembelajaran, menyusun perangkat ajar, serta mengembangkan asesmen yang Misalnya, dengan mengadakan sesi lesson study atau peer coaching yang melibatkan guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi bersama terhadap praktik pengajaran. Model supervisi yang adaptif juga sangat diperlukan, yakni mampu menyesuaikan pendekatan dan strategi dengan karakteristik guru, lingkungan sekolah, serta tingkat kesiapan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka. Sebagai contoh, guru pemula membutuhkan supervisi dengan pendekatan mentoring intensif, sementara guru berpengalaman mungkin lebih memerlukan tantangan dalam bentuk eksplorasi inovasi pembelajaran atau pelatihan pengembangan diri lanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar pengawas dan kepala sekolah mengembangkan strategi supervisi akademik yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis pada pemetaan kebutuhan guru. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan asesmen awal terhadap kompetensi dan pemahaman guru mengenai prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, yang kemudian dijadikan dasar dalam merancang program supervisi yang sesuai, baik dalam bentuk workshop, pendampingan kelas, maupun diskusi terarah. Selain itu, diperlukan intervensi kebijakan dari pemerintah daerah atau dinas pendidikan untuk meningkatkan kapasitas pengawas sekolah melalui pelatihan profesional berkelanjutan, penyediaan modul supervisi yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, serta penguatan regulasi yang mendorong pengawas untuk lebih fokus pada aspek peningkatan mutu pembelajaran daripada hanya administrasi sekolah. Dengan demikian, supervisi akademik akan benar-benar menjadi instrumen pengungkit perubahan budaya belajar di sekolah dasar menuju arah yang lebih merdeka, kreatif, dan Vol 04 No 2 July 2025 | 449 Efektivitas Manajemen Supervisi Akademik dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 44 Rejang Lebong Winda Sari Dewi . Abdul Rahman2 berorientasi pada peserta didik. Referensi