Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 151 Ae 162 FAKTOR KEBERHASILAN WIRAUSAHA DESA PADA PRODUK KEARIFAN LOKAL Oleh : Elistia Elistia Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Esa Unggul Email: elistia@esaunggul. Lia Amalia Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Esa Unggul Email: lia. amalia@esaunggul. Rojuaniah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Esa Unggul Email: rojuaniah@esaunggul. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract Entrepreneurial success in Small and Medium Industries on local wisdom products is an important asset owned by a region. Sambas songket weaving is a product of local wisdom in West Kalimantan Province since the 16th century. This study aims to analyze the business success factors of the Sambas songket weaving entrepreneurs, totalling 30 respondents in Sumber Harapan Village. Sambas Regency. This research approach is an associative quantitative method with data processing by using hypothesis testing through the Structural Equation Model Ae Partial Least Square (SEM-PLS). The results of the research hypothesis test show that Social Capital (SC) and Innovation Capability (IC) have a positive and significant effect on Business Performance (BP), while Entrepreneurial Orientation (EO) has no positive and significant The average value of respondents' answers sequentially is that the SC is the first, the second is BP, the third is IC, while the last is EO. So, it can be concluded that SC is the strength of sambas songket weaving entrepreneurs. IC is good enough to encourage business capacity, but EO must be a concern that must be increased in efforts to sustain entrepreneurship in local wisdom products. Keywords : Business Performance. Social Capital. Innovation Capabilities. Entrepreneurial Orientation. Rural Entrepreneurship Pada dasarnya sumber daya alam merupakan asset yang dimiliki suatu daerah yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim atau cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut yang sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu daerah maupun negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Dengan adanya sumber daya alam yang melimpah dan PENDAHULUAN Pembangunan suatu daerah tidak terlepas dari peranan sumber daya, baik sumber daya alam . atural resource. maupun sumber daya manusia . uman resource. Kedua sumber daya ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan suatu Sejarah menunjukkan masyarakat bisa mencapai kemakmuran karena berhasil memamfaatkan sumber daya yang dimiliki. pembangunan ekonomi suatu daerah atau Pembangunan ekonomi adalah usaha Ae usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang sering kali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riel perkapita. Potensi kekuatan ekonomi Kabupaten Sambas tidak hanya dari Sumber Daya Alam (SDA), namun juga dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi. Menurut Adam Smith (Arsyad, 2. , sistem produksi suatu negara mengandung 3 komponen faktor produksi yaitu SDA. SDM, dan modal sehingga menghasilkan output dan nilai tambah berupa Produk Domestik Bruto (PDB). PDB keberhasilan pembangunan yang tercermin pada pertumbuhanya (Sukirno, 1. Dalam teori ekonomi selanjutnya. Robert Solow dan Trevor Swan PDB pertumbuhan kualitas maupun kuantitas faktorfaktor produksi seperti tenaga kerja, modal, dan teknologi (Arsyad, 2. Tenaga kerja berperan Oleh sebab itu, jumlah SDM yang banyak dan berkualitas merupakan investasi yang dapat mendorong pertumbuhan Salah satu dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat adalah Kabupaten Sambas. Potensi kekuatan ekonomi Kabupaten Sambas tidak hanya dari SDA, namun juga dari SDM sebagai faktor produksi. Menurut Adam Smith (Arsyad, 2. , sistem produksi suatu daerah/negara mengandung 3 komponen faktor produksi yaitu SDA. SDM, dan modal sehingga menghasilkan output dan nilai tambah berupa Produk Domestik Bruto (PDB) atau PDRB. PRDB menunjukkan kekuatan ekonomi dan keberhasilan pembangunan yang tercermin pada pertumbuhanya (Sukirno, 1. Dalam teori ekonomi selanjutnya. Solow . mengemukakan bahwa pertumbuhan PDRB dipengaruhi oleh pertumbuhan kualitas maupun kuantitas faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, dan teknologi (Arsyad, 2. Tenaga kerja berperan sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian. Oleh sebab itu, jumlah SDM yang banyak dan berkualitas merupakan investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Sambas merupakan daerah strategis dalam perdagangan internasional sejak di buka nya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Aruk. Kecamatan Sajingan Besar. Kabupaten Sambas. Kalimantan Barat. Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. Perbatasan suatu negara memiliki peranan penting dalam penetapan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya alam, menjaga keamanan dan keutuhan Penentuan perbatasan negara dalam banyak hal ditentukan oleh proses historis, politik, hukum nasional dan internasional (Wastl-Walter, 2. Adapun wilayah daratan Indonesia sendiri berbatasan dengan 3 . negara di 3 . pulau dan 4 . provinsi, yaitu: Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur berbatasan darat dengan Malaysia di negara bagian Serawak dan Sabah sepanjang 2004 km. Secara fungsional, kawasan perbatasan memiliki nilai strategis dalam berbagai dimensi: kedaulatan negara, pertahanan, keamanan, dan ekonomi. Dewasa ini kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya penataan dan optimalisasi potensi wilayah perbatasan semakin tinggi, menggantikan kesadaran lama bahwa wilayah perbatasan merupakan halaman belakang negara yang cukup dikelola ala Lahir berbagai kebijakan yang berdimensi kewilayahan maupun sektoral untuk mendukung perwujudan pembangunan kawasan perbatasan sebagai Auhalaman depanAy negara, yaitu sebagai pintu gerbang aktivitas sosial budaya maupun interaksi ekonomi yang saling menguntungkan dengan negara tetangga (Wastl-Walter, 2. Warga negara Indonesia yang tinggal di sekitar perbatasan mengalami permasalahan kehidupan yang kompleks, di samping secara geografis mereka tinggal amat jauh dari ibukota negara, juga terisolir dari ibukota provinsi mereka sendiri. Tidak sedikit WNI di perbatasan hidup serba kekurangan dengan akses terhadap sumber daya-sumber daya ekonomi yang sulit dan terbatas Desa Sumber Harapan merupakan desa wisata budaya tenun di Kabupaten Sambas. Desa ini terkenal sebagai sentra kerajinan kain tenun songket Sambas (Suhendra et al. , 2. Menurut BPS Kab. Sambas . , desa Sumber Harapan memiliki luas wilayah 22,56 km2 terdiri dari 3 Dusun yaitu Dusun Semberang I. Semberang II dan Solor Medan. Berpenduduk sekitar 2. 616 jiwa, sebagian besar mata pencaharian penduduk desa Sumber Harapan adalah bertani dan wiraswasta khususnya sebagai pengrajin tenun songket Sambas. Kondisi geografis Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia serta berdekatan dengan Brunei menyebabkan banyak warga Sambas bekerja Selain itu, banyak pengrajin tenun dari Sambas yang ditawarkan untuk bekerja sebagai penenun di Sarawak (Malaysi. dan Brunei dengan gaji yang lebih menjanjikan. Hal ini menyebabkan banyak ditemui motif yang mirip antara kain tenun songket dari Sambas. Sarawak (Malaysi. dan Brunei. Saat ini kewirausahaan di pedesaan dalam perekonomian desa memiliki perhatian khusus pada kegiatan wirausaha di desa (Steiner and Atterton, 2015. Westgren and Wuebker, 2. Selain itu, ada ikatan yang kuat antara pembangunan ekonomi dan kewirausahaan (Journal and Kasabov, 2016. Bhuiyan and Ivlevs, 2. Daerah pedesaan membutuhkan pengelolaan dalam membangun kewirausahaan untuk mengatasi tantangan yang ada di daerah pedesaan (Lyons. Lyons and Jolley, 2. Perekonomian Indonesia selama ini 50% lebih bertumpu pada konsumsi masyarakat, sektor yang menjadi lokomotif berputarnya roda perekonomian nasional adalah dari pertanian di wilayah perdesaan. Meski perekonomian nasional bertumpu dari suplai desa, kondisi sosial ekonomi masyarakat desa berbanding terbalik dengan masyarakat Kondisi internasionalisasi, lingkungan industri menjadi semakin bergejolak dan dinamis. pelanggan dan teknologi baru cenderung lebih padat dan berubah berulang kali dan tidak terduga (Tan. Zhang and Wang, 2. Lingkungan yang sangat bergejolak sering ditandai dengan layanan pendek dan siklus pengembangan produk, dan modal sosial diperlukan untuk menjaga hubungan eksternal antara manajemen dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja organisasi (Acquaah. Proses akumulasi modal sosial memungkinkan organisasi untuk mengakses sumber pengetahuan eksternal dan untuk mentransfer dan menyesuaikan diri dengan ekosistem komersial (Shrivastava et al. , 2. Modal sosial telah menjadi komponen penting dalam memahami kinerja kewirausahaan (Stam. Arzlanian and Elfring, 2. Inovasi menciptakan sesuatu yang baru atau tidak biasa yang menambah nilai, ada upaya nyata untuk mempertahankan 'keunikan' dan klaim defensif oleh setiap bisnis sehubungan dengan aspek merek produk Karena sifat pasar lokal, mereka mampu membangun penjualan terbatas dengan mengembangkan rangkaian produk baru. Melalui kegiatan inovasi yang dilakukan perusahaan, meskipun dalam persaingan yang ketat, perusahaan akan selalu dapat memberikan ide-ide baru dan keleluasaan dalam menjalankan/mengoperasikan usaha kecil dan menengah. Menurut Naidu. Chand and Southgate . salah satu penentu utama kinerja dalam industri kerajinan tangan adalah tingkat inovasi. Inovasi dalam bisnis kerajinan mengacu pada kemampuan pengusaha untuk memperkenalkan produk unik ke pasar. Naidu. Chand and Southgate . menyatakan Aukeunikan menentukan bakat perajin untuk mencapai keunggulan kompetitif di pasarAy. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir dampak permasalahan dan risiko yang dihadapi oleh UMKM sebagai akibat dari ketatnya persaingan Lebih lanjut, orientasi kewirausahaan merupakan konstruksi tingkat perusahaan organisasi yang menangkap kecenderungan strategisnya untuk melakukan inisiatif bisnis yang berisiko, inovatif, dan proaktif (Covin and Slevin, 1. Dengan penekanan pada kegiatan berani dan eksplorasi, perusahaan dengan EO tinggi berbakat dalam menciptakan konfigurasi industri dan membentuk kembali kondisi pasar untuk keuntungan mereka (Baker and Sinkula, 2. Namun EO juga merupakan orientasi strategis yang memakan sumber daya (Teng, 2. tanpa dukungan sumber daya yang cukup besar, implikasi kinerja EO dapat terhambat (Teng, 2007. Su et al. , 2. Berdasarkan latar belakang diatas Kewirausahaan Desa sangat penting dalam mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sambas, khusunya Desa Sumber Harapan, maka yang dijadikan pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah terdapat pengaruh Social Capital (SC). Innovation Capability (IC). Entrepreneurial Orientation (EO) Business Performance (BP) wirausaha tenun sambas? Uutuk produk UMKM Desa Sumber Harapan, maka perlu di identifikasi dan di uji aspek keberhasilan usaha sebagai berikut Untuk menguji pengaruh SC. IC. EO terhadap BP. yang penting untuk mendukung kerja sama yang efektif daerah pedesaan. Matiaske . menunjukkan fakta bahwa tidak hanya hubungan kepercayaan yang kuat tetapi juga pertukaran pengetahuan dan sumber daya yang sering dapat membuka peluang. Untuk tujuan ini, khususnya penciptaan dan fasilitasi pengaturan penciptaan nilai bersama yang berkelanjutan, mendukung calon wirausahawan untuk mengakses sumber daya yang melengkapi dan untuk memperkuat posisi mereka sendiri dalam jaringan regional dan beserta modal sosial mereka (Leick and Gretzinger, 2. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Teori dan Konsep Kewirausahaan Desa Pertumbuhan berkembang dalam penelitian kewirausahaan menyoroti pentingnya jaringan bisnis dan dengan itu melekat dan modal sosial untuk inisiasi dan pertumbuhan usaha kewirausahaan baru (Elfring and Hulsink, 2. Sullivan and Ford, 2. Porter . menekankan bahwa regional . jaringan/cluster dirancang untuk mengembangkan tempat yang biasa bagi para aktor yang berpartisipasi untuk mengakses vital sumber daya sebagai pengetahuan, informasi khusus pelanggan atau kemampuan teknologi khusus dan motivasi. Menjadi tertanam di tempat umum seperti itu menawarkan wilayah kesempatan untuk terus menerus meningkatkan inovasi mereka. Terutama para wirausahawan dan startup di daerah pedesaan dan / atau negaranegara kecil berjuang mengatasi kekurangan tersebut sumber daya dan pasar domestik / regional untuk pertumbuhan dan meningkatkan infrastruktur (Li et al. , 2. Di luar aktor, sumber daya dan interaksi secara umum (Hyukansson and Johansson, 2. , khususnya agenda kebijakan, lembaga pendukung daerah serta perantara kewirausahaan faktor penentu yang signifikan dalam proses mengganti sumber daya yang kurang dan menemukan yang baru pelanggan dan / atau pasar (Farinha. Ferreira and Gouveia, 2. Terutama di daerah pedesaan, perantara sangat penting karena mereka mengalokasikan informasi yang berharga dan terkadang saling melengkapi dan pengetahuan antara dan di antara aktor yang ikut menciptakan (Leick and Gretzinger, 2. Alokasi, pertukaran dan limpahan pengetahuan di dalam dan di antara jaringan / cluster . berdampak pada kinerja inovasi produk daerah. untuk tujuan ini, merupakan prasyarat penting untuk menempatkan pengetahuan mekanisme transfer, perantara dan / atau lembaga yang ditunjuk, tersedia. Wirausaha perantara, taman teknologi dan / atau spin-off akademis adalah aktor kunci dalam proses mengembangkan dan meningkatkan pertukaran pengetahuan dan daya saing regional . jaringan (Farinha. Ferreira and Gouveia, 2016. Howells, 2. Tregear and Cooper . menyoroti hal itu terutama modal sosial berbasis keterampilan dari para pelaku utama, bahkan jika mereka terhubung secara longgar dengan mereka mitra bisnis, dapat dipandang sebagai fitur fasilitasi Pengaruh Social Capital (SC) terhadap Business Performance (BP) Modal sosial dijelaskan melalui identifikasi jaringan dan hubungan jaringan, kadang-kadang ditentukan oleh seberapa kuat ikatan jaringan, atau oleh frekuensi pertemuan dan interaksi formal lainnya, serta kumpulkumpul santai dan acara sosial lainnya serta Membangun mengembangkan hubungan dengan pelanggan, teman, dan kenalan memungkinkan pengusaha untuk mengakses informasi strategis utama untuk bisnis. Dengan demikian, memudahkan bisnis menjadi menguntungkan (Davidsson and Honig, 2. Dalam pandangan teori modal sosial, jaringan memberikan banyak manfaat kepada anggotanya karena memberi mereka akses ke sumber daya sosial yang ada di dalam jaringan, manfaat ini termasuk akses ke informasi, akses ke sumber daya keuangan atau material serta visibilitas dan legitimasi dalam suatu jaringan struktur sosial (Seibert and Kraimer, 2. Modal sosial pengusaha keuangan, sehingga mendorong pengusaha jaringannya (Boohene, 2. Membangun modal sosial dan kapasitas kewirausahaan pengusaha pedesaan harus menjadi area fokus baru bagi pembuat kebijakan. Langkah-langkah ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan pengusaha petani pedesaan, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kinerja mereka (Udimal, 2. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka hipotesis penelitian ini adalah: H1: Apakah Social Capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap Business Performance? Koperasi Rantai Mawar. Desa Sumber Harapan yang berjumlah 30 . iga pulu. Teknik analisis data menggunakan analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Strucural Equation Model Ae Partial Least Square (SEM-PLS). Dalam model analisis Structural Equation Modeling (SEM), hubungan regresi model pengukuran adalah analisis faktor konfirmatori, yang mengeksplorasi hubungan sebab akibat antara variabel laten dan variabel yang diamati. Hubungan regresi model struktural setara dengan analisis jalur mengeksplorasi hubungan kausal antara variabel laten. Untuk penilaian validitas, perlu dipenuhi pengukuran Convergent Validity (Average Variance Extracted-AVE) dan Construct Validity. Penelitian ini menggunakan kriteria pengukuran reliabilitas yaitu nilai Composite Reliability sebesar 0,5. Pengaruh Innovation Capability (IC) terhadap Business Performance (BP) Inovasi penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan persaingan di era ketidakpastian saat ini (Ali and Iskandar, 2. Organisasi bisnis dengan kemampuan inovasi yang tinggi dapat membantu perusahaan merespon dengan cepat peluang bisnis yang ada dan dapat memanfaatkan produk dan peluang pasar baru dibandingkan organisasi bisnis noninovatif lainnya. Kajian penelitian terkait kapabilitas inovasi terhadap kinerja telah dilakukan oleh (Atalay. Anafarta and Sarvan. Saunila, 2014. Purwati and Hamzah. Thomas Lane et al. , 2. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka hipotesis penelitian ini adalah: H2: Apakah Innovation Capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap Business Performance? Pengaruh Entrepreneurial Orientation (EO) terhadap Business Performance (BP) Studi menunjukkan bahwa aktor dengan tingkat EO tinggi lebih berhasil ketika berpartisipasi dalam aliansi vertical (Li et al. Jiang et al. , 2. Dengan demikian, adanya kemitraan rantai nilai kolaboratif dan cenderung bersedia memberikan sumber daya mereka untuk mempertahankan hubungan ini. Berbagi Ausumber daya berharga dari aktor jaringan sekitarAy melalui ikatan bisnis dan politik dengan perilaku EO tinggi dalam rantai nilai meningkatkan kinerja (Jiang et al. , 2. Sebagian besar ahli telah menemukan dampak positif EO pada kinerja perusahaan (Covin and Miller, 2014. Lomberg et al. , 2. , dan pengaruh ini dapat meningkat seiring waktu (Wiklund, 1. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka penelitian ini adalah: H3: Apakah Entrepreneurial Orientation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Business Performance? Social Capital Innovation Capability Business Performance Entrepreneurial Orientation Gambar 1. Model Penelitian Hipotesis yang diusulkan untuk konstruksi yang menentukan hubungan jalur dalam model structural menggunakan PLSSEM, karena memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis ini secara statistik dan dengan demikian secara empiris mendukung keberadaan hubungan jalur yang diusulkan. Pengujian signifikansi adalah proses pengujian apakah hasil tertentu mungkin terjadi secara Nilai kritis yang digunakan 1,96, untuk tingkat signifikansi 5%. Hipotesis Penelitian: H1: Terdapat pengaruh antara Social Capital (X. terhadap Business Performance (Y) H2: Terdapat pengaruh antara Innovation (X. terhadap Business Performance (Y) H3: Terdapat Entrepreneurial Orientation (X. terhadap Business Performance (Y) METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif yang menjelasakan hubungan kausalitas/sebab akibat dalam bentuk pengaruh antar variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi penelitian juga merupakan sampel penelitian adalah wirausaha tenun di Desa Sumber Harapan yang juga sebagai anggota . indikator yang diadaptasi dari Bonney & Miles . dan Thanh et al . Sedangkan. BP diukur dengan 6 . indikator yang diadaptasi dari Bonney & Miles . dan Udimal . Responden memilih jawaban mereka dengan setiap item pada skala Likert enam poin . = sangat tidak setuju sampai 6 = sangat setuj. Instrumen Penelitian SC diukur dengan 6 . indikator yang diadaptasi dari Subramaniam and Youndt . dan Thanh et al. Untuk IC diukur dengan dengan 6 . indikator yang diadaptasi dari Goldsby et al . dan (Kim. Kim and Jeon, 2. EO diukur dengan 6 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Penelitian Tabel 1. Profil Responden No. Deskripsi 31 Ae 40 tahun 41 Ae 50 tahun 51 Ae 60 tahun 61 tahun lebih Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan Tingkat SLTP Pendidikan SLTA Lama Usaha 1 Ae 3 tahun 4 Ae 6 tahun 7 Ae 10 tahun Lebih dari 10 tahun Usia Dari tabel 1 profil responden mayoritas usia wirausaha tenun sambas adalah usia 41 Ae 50 tahun, dan wirausaha perempuan lebih dominan dibandingkan dengan laki Ae laki. Lama usaha mayoritas adalah lebih dari 10 Tingkat pendidikan mayoritas adalah lulusan SLTA. Latent Variable Modal Sosial (Social Capita. Kapabilitas Inovasi (Innovation Capabilit. Orientasi Kewirausahaan (Entrepreneurial Orientatio. Keberhasilan Usaha (Business Performanc. Indicator SC1 SC2 SC3 SC5 SC6 IC1 IC2 IC3 EO6 Factor Loading 0,656 0,844 0,787 0,723 0,937 0,715 0,908 0,613 1,000 BP1 BP2 BP3 BP4 BP5 BP6 0,972 0,950 0,969 0,895 0,782 0,604 Jumlah Analisis Validitas dan Reliabilitas Analisis validitas dan reliabilitas dibuat dalam tabel 2 dan digambarkan dalam outer model . Tabel 2. Validitas dan Reliabilitas CronbachAos Alpha 0,850 Composite Reliability 0,894 Average Variance Extracted (AVE) 0,632 0,608 0,795 0,570 1,000 1,000 1,000 0,941 0,949 0,761 tujuan eksplorasi. Koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha berkisar antara 0 sampai 1. Hasil Cronbach's Alpha menunjukkan bahwa SC1. SC2. SC3. SC3. SC5, dan SC6 lebih besar Alpha Cronbach Hasil menggunakan Cronbach's Alpha ditunjukkan pada tabel 2. Menurut Hair et al. skala yang dapat diterima dan 0,60 untuk skala untuk dari 0,6, dengan demikian, indikator-indikator tersebut telah memenuhi yang dipersyaratkan. Composite Reliability Composite reliability adalah alternatif yang lebih disukai untuk alpha Cronbach sebagai uji validitas konvergen dalam model Keandalan komposit bervariasi dari 0 hingga 1, dengan 1 menjadi perkiraan keandalan yang sempurna. Dalam model yang memadai untuk tujuan eksplorasi, keandalan komposit harus sama dengan atau lebih besar dari 0,6 (Chin, 1998. Hock. Ringle dan Sarstedt, 2. sama dengan atau lebih dari 0,70 untuk model yang memadai untuk tujuan konfirmasi (Henseler. Ringle dan Sarstedt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Composite reliability SC. IC. EO, dan BP lebih besar dari 0,70 membuktikan bahwa semua paradigma reflektif memiliki tingkat reliabilitas konsistensi internal yang lebih Gambar 2. Outer Loading Model (Model Pengukura. Average Variance Extracted (AVE) Penilaian model pengukuran reflektif membahas validitas konvergen dari setiap ukuran konstruk. Validitas konvergen adalah sejauh mana konstruk konvergen untuk menjelaskan varians item-itemnya. Metrik yang digunakan untuk mengevaluasi validitas konvergen konstruk adalah rata-rata varians diekstraksi (AVE) untuk semua item pada setiap konstruk. Untuk menghitung AVE, kita harus mengkuadratkan pemuatan setiap indikator pada sebuah konstruk dan menghitung nilai rata-rata. AVE yang dapat diterima adalah 0,50 atau lebih tinggi yang menunjukkan bahwa konstruk menjelaskan setidaknya 50 persen varians itemnya (Hair et , 2. Gambar 3. Model Persamaan Struktural (Bootstrappin. Discriminant Validity Untuk menilai validitas diskriminan, yaitu sejauh mana suatu konstruk secara empiris berbeda dari konstruk lain dalam model Fornell and Larcker . menyarankan bahwa setiap konstruksi AVE harus dibandingkan dengan korelasi antarkonstruksi kuadrat . ebagai ukuran varians bersam. dari konstruksi yang sama dan semua konstruksi yang diukur secara reflektif lainnya dalam model struktural. Varians bersama untuk semua konstruksi model tidak boleh lebih besar dari AVE konstruknya, jadi penelitian ini telah memenuhi syarat validitas diskriminan . abel Tabel 3. Discriminant Validity Construct 0,872 0,276 0,575 0,554 1,000 0,468 0,324 0,755 0,402 0,795 Model struktural pada penelitian ini digambarkan pada Gambar 2 dan Gambar 3, di mana R2 mewakili nilai untuk setiap variabel laten endogen dan diprediksi. R2 sebesar 0,458. R2 berkisar dari 0 hingga 1, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan kekuatan penjelas yang lebih besar. Hal ini berarti bahwa dua variabel bebas yaitu SC. IC, dan EO menjelaskan 45,8% terhadap BP. atau aktivitas kewirausahaan membantu mengubah modal sosial menjadi hasil kinerja yang positif (Udimal, 2. Selanjutnya, pentingnya kemampuan inovasi menunjukkan keberhasilan usaha. Inovasi mungkin bersifat inkremental atau radikal dan datang dalam berbagai bentuk seperti hasil baru, proses baru, atau bahkan pola pikir baru (Kahn, 2. Kinerja usaha dipengaruhi oleh kemampuannya untuk menciptakan nilai pelanggan yang unggul dan mengejar peluang wirausaha (Buli, 2. , tetapi untuk melakukannya. UMKM harus menggunakan pendekatan EO dan orientasi pasar yang integratif. Akan tetapi, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa EO tidak berpengaruh signifikan terhadap BP, oleh karena itu ini merupakan temuan penelitian kami dan menjadi perhatian pemangku kepentingan wirausaha tenun sambas untuk di tindak lanjuti melalui program dan strategi penguatan sikap dan perilaku wirausaha. Dalam studi yang dilakukan oleh Elistia . EO kemandirian usaha. Faktor kemandirian usaha sangat menuntut kemandirian dalam berbisnis serta memiliki komitmen dan daya juang yang kuat untuk menjaga kelangsungan usaha. Pengujian Hipotesis Penelitian Tabel 4. Hasil Hipotesis Penelitian Hypotesized Path (Inner Mode. SC E BP IC E BP EO E BP T Statistic (IO/STDEVI) Values Kesimpulan 2,265 2,385 0,354 0,024 0,017 0,723 Signifikan Signifikan Tidak Signifikan Ketentuan hipotesis yang diterima jika sig (P value. < 0,05 dan T-statistik > 1,96 (Hair. Hult. Ringle. , & Sarstedt, 2. , artinya SC dan IC berpengaruh positif dan signifikan terhadap BP, sedangkan EO tidak berpengaruh signifikan terhadap BP, sehingga hipotesis ke-3 ditolak . SC berpengaruh positif dan signifikan terhadap BP, hal ini menggambarkan proses Analisis Rata Ae Rata Jawaban Responden Tabel 5. Rata Ae Rata Jawaban Responden No. SC1 SC2 SC3 SC4 SC5 SC6 Average 5,23 5,37 5,30 4,57 5,53 5,30 5,22 IC1 IC2 IC3 IC4 IC5 IC6 Average 5,27 5,17 4,93 4,47 4,83 4,77 4,91 Dari hasil rata Ae rata SC pada tabel 5 menunjukkan bahwa yang tertinggi adalah SC5 ernyataan: dalam hubungan kerjasama saya dengan mitra usaha, kedua belah pihak selalu menepati janji satu sama lai. , untuk nilai factor loading tertinggi adalah SC6 ernyataan: melalui mitra usaha, saya mendapatkan, kontak pelanggan baru, kontak EO1 EO2 EO3 EO4 EO5 EO6 Average 5,13 4,37 3,80 4,03 4,47 4,97 4,46 BP1 BP2 BP3 BP4 BP5 BP6 Average 5,37 5,33 5,33 5,20 5,07 4,93 5,20 pesaing baru di industri yang sama, kontak pemasok baru, kontak individu dan institusi Namun rata Ae rata yang terendah adalah SC4 . pengetahuan dari satu area usaha ke masalah dan peluang yang muncul di area usaha lai. , artinya wirausaha sebaiknya dapat melihat lingkungan usaha lain yang dapat saling mendukung. Untuk nilai factor loading terendah adalah SC1 . ernyataan: saya terampil dalam berkolaborasi satu sama lain untuk mendiagnosis dan memecahkan masala. , dalam hal ini diperlukan kegiatan rutin untuk membahas permasalahan dan solusi bersama kelompok wirausaha. Untuk nilai rata - rata IC pada tabel 5 menunjukkan bahwa yang tertinggi adalah IC1 . ernyataan: saya melakukan inovasi dan percepatan untuk mengembangkan jumlah produk atau layanan bar. , untuk nilai factor loading tertinggi adalah IC2 . ernyataan: saya melakukan inovasi dan percepatan untuk menjual produk atau layanan saya ke pasa. Namun rata Ae rata terendah adalah IC4 . ernyataan: saya mampu untuk mendahului pesaing dalam merespon pasar atau perkembangan teknolog. , oleh karena itu respon cepat dalam perkembangan pesaing produk terhadap perkembangan teknologi. Untuk factor loading terendah adalah IC3 . ernyataan: saya mampu dalam merespon dengan cepat pasar atau perkembangan teknolog. , dalam hal ini respon cepat wirausaha dalam perkembangan teknologi di Hasil rata Ae rata tertinggi untuk EO pada tabel 5 adalah EO1 . ernyataan: saya sering mencoba metode baru untuk meningkatkan kinerja bisnis say. , untuk nilai factor loading tertinggi adalah EO6 . ernyataan: saat menghadapi situasi yang tidak pasti, saya yakin dapat menghadapiny. Sedangkan untuk rata Ae rata terendah adalah EO3 . ernyataan: saya selalu melakukan tindakan yang membuat pesaing saya juga merespo. , bagaimana merespon pesaing dampak positifnya adalah kompetisi untuk saling membangun untuk mendorong perilaku orientasi kewirausahaan yang baik. Lebih lanjut, untuk nilai rata Ae rata BP pada tabel 5 adalah BP1 . ernyataan: berkat kolaborasi dengan rantai mitra usaha saat ini, saya dapat menjual lebih banyak produk, sekaligus BP1 merupakan nilai factor loading tertinggi pula. Namun, untuk nilai rata Ae rata terendah adalah BP6 . ernyataan: sejumlah produk baru telah dikembangkan oleh usaha saya selama tiga tahun terakhi. , pernyataan ini juga merupakan factor loading terendah, varian/jenis/model meningkatkan pertumbuhan pasar dan peningkatan penjualan. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejalan dengan hasil penelitian (Gretzinger et al. Elsafty. Abadir and Shaarawy . Purwati and Hamzah . Udimal . Thanh et al. Michael G. Goldsby et al. , 2. , yaitu SC berpengaruh positif dan signifikan terhadap BP, artinya juga pemahaman tentang mekanisme di mana modal sosial diubah menjadi kinerja perusahaan, oleh karena itu pentingnya modal sosial dalam memfasilitasi kegiatan kewirausahaan untuk meningkatkan kinerja usaha (Thanh et al. Begitu pun sama halnya dengan pengaruh IC terhadap BP terdapat pengaruh positif sinifikan, hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Purwati and Hamzah, 2021. Thomas Lane et al. , 2. Kapabilitas inovasi mengacu pada pengakuan dan penciptaan peluang baru, yang akan merangsang cara-cara baru dalam melakukan bisnis, praktik baru, produk/layanan baru, atau pasar baru untuk meningkatkan dan meningkatkan kemakmuran jangka panjang bagi individu, keluarga, dan masyarakat (Dunn. Liang and Su, 2013. Brown et al. , 2. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh EO terhadap BP tidak signifikan, hal ini tidak sejalan dengan penelitian Bonney and Miles . Udimal . Thanh et al. Jika dilihat dari hasil rata Ae rata jawaban responden bahwa EO menunjukkan nilai yang terendah. Nilai rata Ae rata jawaban responden secara berurutan bahwa SC pertama yang tertinggi, kedua BP, ketiga IC, sedangkan yang terakhir EO. Jadi, dapat disimpulkan bahwa SC merupakan kekuatan dari wirausaha tenun songket sambas. IC cukup baik mendorong kapasitas usaha, namun EO harus menjadi perhatian yang harus ditingkatkan dalam upaya keberlanjutan wirausaha pada produk kearifan lokal. Berdasarkan kendala dan permasalahan yang disampaikan oleh wirausaha tenun bahwa yang terpenting adalah modal yang kurang memadai, sehingga penjualan turun, disamping itu juga perlu strategi pemasaran efektif melalui digital marketing dan social media. Lebih lanjut dalam hal stabilitas harga perlu standar harga, sehingga terdapat pemerataan dan kepastian harga yang kompetitif. Dalam hal kemitran, keterampilan tenaga kerja, dan bahan baku diperlukan tindak lanjut penguatan sebagai upaya mengatasi ancaman dan kelemahan wirausaha tenun songket sambas. Buli. AoEntrepreneurial orientation, market orientation and performance of SMEs in the manufacturing industry: Evidence from Ethiopian enterprisesAo. Management Research Review. Chin. AoThe partial least squares approach to structural equation modelingAo. Modern methods for business research, 295. , pp. 295Ae336. Covin. and Miller. AoInternational entrepreneurial orientation: Conceptual measurement issues, and future research directionsAo. Entrepreneurship Theory and Practice, 38. , pp. 11Ae44. Covin. and Slevin. AoA conceptual model of entrepreneurship as firm behaviorAo. Entrepreneurship theory and practice, 16. , pp. 7Ae26. Davidsson. and Honig. AoThe role of social and human capital among nascent entrepreneursAo. Journal of business venturing, 18. , pp. 301Ae331. Dunn. AoExamining Four Dimensions EntrepreneursAoperceptions SpousesAoreactions To New Venture Creation-Realistic Optimism. Pessimism. Other Entrepreneurial Characteristics. And ExpectationsAo. Journal of Business and Entrepreneurship, 22. , p. Elfring. and Hulsink. AoNetworking by entrepreneurs: Patterns of tieAi formation in emerging organizationsAo. Organization studies, 28. , pp. 1849Ae Elistia . AoAnalysis of Entrepreneurial Knowledge . Achievement Motives and Business Independence Entrepreneurial Behavior in Joint Business GroupsAo. Journal of Reseacrh in Business. Economics, and Education, 2. , pp. 766Ae Elsafty. Abadir. and Shaarawy. AoHow Does the Entrepreneurs Ao Financial . Human . Social and Psychological Capitals Impact Entrepreneur Ao S Success ?Ao, 6. , 55Ae71. doi: 10. 11114/bms. Farinha. Ferreira. and Gouveia. AoNetworks competitiveness: a triple helix case studyAo. Journal of the knowledge economy, 7. , 259Ae275. Fornell. and Larcker. AoEvaluating structural equation models Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal variabel yang di uji, oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang relevan melalui studi kuantitatif maupun kualitatif. REFERENSI