vailable at http://ejournal. id/index. php/sastra P-ISSN 2337-7712 E-ISSN 2598-8271 Volume 7 No. 2, 2019 page 62-71 Article History: Submitted: 27-09-2018 Accepted: 01-01-2019 Published: 17-06-2019 STUDY OF EMOTIONALISM AND EGOISM IN A NOVEL OF LEADERS WHICH HAD SALLY MACKENZIE KAJIAN EMOSIONALISME DAN EGOISME DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG TELANJANG KARYA SALLY MACKENZIE AYU OKTARINA PUTRI1. DIAN NUZULIA ARMARIENA 2 1 UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2 UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Email: ayuoktarina03@gmail. URL: https://ejournal. id/index. php/sastra/article/view/774 DOI: https://doi. org/10. 32682/sastranesia. Abstract The problem in this research is emotionalism and egoism in the novel of the Naked Leader by Sally Mackenzie. This research aims to describe the study of emotionalism and egoism in the literary novel. The method used in this study is a descriptive method. The data source of this study is the Naked Leader novel Sally Mackenzie's work was published by PT Elex Media Komputindo in Jakarta, published in September 2017. Data collection techniques in this study are documentation techniques. Data analysis techniques in this study are content analysis techniques. The results of research and discussion in the novel Naked Leaders by Sally Mackenzie, there are structural analysis results covering themes, plot, setting, setting time, perspective, language and style. The results of the analysis of emotionalism which include sadness, anger, hurt and disappointment and a sense of happiness in the characters of Sarah. James and Richard. The results of the analysis of egoism include how a person experiences himself as himself, how someone thinks of knowing himself, how someone judges himself itself, how does one strive in various ways to perfect and maintain himself. Keyword: Emotionalism. Egoism. Novel Studies. Abstrak Masalah dalam penelitian ini adalah emosionalisme dan egoisme dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian This is an open access article distributed under the Creative Commons 4. 0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. A2018 by author and STKIP PGRI Jombang Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 emosionalisme dan egoisme dalam karya sastra novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo di Jakarta, terbit bulan September 2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian iniadalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian dan pembahasan dalam novelPemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie, terdapat hasil analisis struktural meliputi tema, alur, latar tempat, latar waktu, sudut pandang, amanat dan gaya bahasa. Hasil analisis emosionalisme yang meliputi rasa sedih, rasa marah, rasa sakit hati dan kecewa dan rasa bahagia pada tokoh Sarah. James dan Richard. Hasil analisis egoisme meliputi seseorang mengalami dirinya sebagai dirinya sendiri, seseorang berfikir mengetahui dirinya sendiri, seseorang menilai dirinya sendiri, seseorang berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan dirinya. Kata kunci: Kajian Emosionalisme. Egoisme. Novel. Pendahuluan Karya sastra adalah cerminan masyarakat pada zamannya karena karya ditulis pada suatu kurun waktu tertentu dan langsung berkaitan dengan normanorma dan adat istiadat pada zaman itu. Karya sastra tidak dapat dipisahpisahkan dari kehidupan, karena karya sastra merupakan semua kejadian yang terdapat dalam kehidupan. Hal ini sesuai dengan pendapat Wardani . yang mengemukakan bahwa karya sastra diciptakan oleh pengarang untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kecermatan para sastrawan dalam mengamati berbagai masalah kehidupan dalam masyarakat itu dituangkan dalam bentuk karya sastra. Karya sastra adalah objek manusiawi, fakta kemanusiaan, atau fakta kultural, sebab merupakan hasil ciptaan manusia (Faruk, 2014:. Karya sastra merupakan apresiasi dari pengalaman dan dunia imajinasi pengarang, ia merupakan kompleksitas lika-liku kehidupan manusia. Karya sastra sering dinilai sebagai objek yang unik, dan seringkali sukar diberikan rumusan yang jelas dan Oleh karena itu, seluruh situasi yang berhubungan dengan karya sastra itu haruslah diperhatikan dalam kongkretisasi atau pemaknaan karya sastra (Wardarita, 2015:. Wellek dan Weren . ikutip Emzir dan Rohman, 2015:. Karya sastra adalah AupemanisAy dalam kehidupan masyarakat sebab memberikan fantasi-fantasi yang ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 menyenangkan bagi pembaca. Karena sebagai hiburan, dampak yang diperoleh adalah rasa senang. Karya sastra sebagai media untuk merenungkan nilai-nilai terdalam dari pembaca. Karena karya sastra berisi pengalaman-pengalaman manusia, maka pengalaman itu diungkapkan sedemikian rupa untuk memperoleh sari pati yang diinginkan. Berhadapan dengan karya sastra maka seseorang akan diajak untuk dapat mengetahui, memahami, dan mengerti dengan keindahan dalam cipta sastra serta makna yang terkandung dalam karya sastra tersebut melalui bahasa yang digunakannya. Boulton . ikutip Aminuddin, 2013:. , mengungkapkan bahwa cipta sastra, selain menyajikan nilai-nilai keindahan serta paparan peristiwa yang memberikan kepuasan batin pembacanya, juga mengandung pandangan yang berhubungan dangan renungan atau kontemplasi batin, baik berhubungan dengan masalah keagamaan, filsafat, politik maupun berbagai macam problema yang berhubungan dengan kompleksitas kehidupan. E Kellet . ikutip Aminuddin, 2013:. , mengungkapkan bahwa pada saat ia membaca karya sastra, dalam kegiatan tersebut ia selalu berusaha menciptakan sikap serius, tetapi dengan suasana batin riang. Penumbuhan sikap serius dalam membaca cipta sastra itu terjadi karena sastra bagaimana pun lahir dari daya kontemplasi batin pengarang sehingga untuk memahaminya juga membutuhkan pemilikan daya kontemplatif pembacanya. Membaca sebuah karya fiksi berarti menikmati cerita, menghibur diri untuk memperoleh kepuasan batin. Betapa pun saratnya pengalaman dan permasalahan kehidupan yang ditawarkan. Sebuah karya fiksi tetap merupakan cerita yang menarik, tetap merupakan bangunan struktur yang koheren, dan tetap mempunyai tujuan estetik (Wellek dan Werren dikutip Nurgiyantoro, 2015:. Fiksi pertama-tama menyaran pada prosa naratif, yang dalam hal ini adalah novel dan cerpen, bahkan kemudian fiksi sering tertuju pada novel. Novel merupakan dunia bagi sastrawan yang berisi kehidupan yang diidealkan, dunia imajinatif, yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya seperti plot, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang dan lainnya. Namun kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sama . an berart. dan memang tak perlu disamakan dengan kebenaran di dunia nyata. Dalam setiap rangkaian cerita atau peristiwa yang dialami oleh kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya menonjolkan watak dan sifat Proses kreatif pengarang ikut mempengaruhi dalam karya fiksi terutama novel khususnya masalah emosionalisme dan egoisme tokoh dalam ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 KBBI . mengungkapkan emosionalisme adalah peragaan emosi secara berlebihan dan kecendrungan meninjau sesuatu secara Suryabrata . mengungkapkan emosionalitas adalah mudah atau tidaknya perasaan seseorang terpengaruh oleh kesan-kesan untuk menghayati suatu perasaan. Ahmadi . mengungkapkan perasaan . termasuk gejala jiwa yang dimiliki oleh semua orang, hanya corak dan tingkatannya yang tidak sama, sedangkan egoisme adalah segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri (KBBI, 2013:. Menurut Freud . alam Taupik, 2016:. Auego terbentuk dengan diferensiasi dari id karena kontaknya dengan ligkungan. Kegiatannya mengarahkan id untuk dapat bergerak guna memenuhi kebutuhan id. Dalam hal ini ego jugalah yang menggerakkan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan secara nyata guna memenuhi kebutuhan id itu. Selanjutnya ego jugalah yang menjadi perantara . antara id dengan lingkungan. Kajian emosionalisme dan egoisme terhadap karya sastra novel merupakan dua sisi yang selalu berdampingan. Disamping itu, lahirnya emosionalisme biasanya disertai dengan ego yang tinggi. Manusia tidak pernah bebas dari pengaruh emosional yang bisa mendatangkan kesenangan atau kesusahan. Dibalik kesenangan ini dan kesusahan itu akan lahir rasa egoisme. Melihat kondisi tersebut, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul. AuKAJIAN EMOSIONALISME DAN EGOISME DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG TELANJANG KARYA SALLY MACKENZIEAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan sisi emosionalisme dan egoisme para tokoh dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, pembelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti lain. Masalah dalam penelitian ini adalah menelalah kajian emosionalisme dan egoisme tokoh serta struktur novel dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang beberapa orang tokoh (Kosasi, 2012:. Novel adalah karya prosa fiksi yang panjangnya cukupan, tidak terlalu panjang, namun juga tidak terlalu pendek (Nurgiyantoro, 2015:. Novel adalah cerita dalam bentuk prosa yang agak panjang. Panjangnya tidak kurang dari 50. Aspek dari novel adalah menyampaikan cerita. Forster . ikutip Wardani, 2009:. Berdasarkan beberapa pendapat di atas disimpulkan bahwa novel adalah karya imajinatif yang panjangnya tidak kurang dari 50. 000 kata, mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang dan merupakan karangan prosa ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 fiktif yang cukup panjang yang mengemukakan rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam suatu alur. Sarwono . menggungkapkan bahwa ada beragam emosi yang kita rasakan setiap hari. Ada rasa senang, sedih, gembira, marah, benci, takut, khawatir, tidak peduli, bosan, dan lain sebagainya. Emosi tersebut dapat dirasakan oleh manusia akibat adanya beberapa hal berikut ini. Pengalaman subjektif, misalnya putus pacaran, mSendapatkan hadiah dari orang tua, dan sebagainya. Perilaku overt, misalnya menangis, tertawa, mengumpat, dan sebagainya. Motivasi, misalnya keinginan untuk mencapai tujuan tertentu, keinginan untuk menghindar atau mendekati sesuatu, dan sebagainya. Proses fisiologi, misalnya tekanan darah, hormon adrenalin yang meningkat, dan sebagainya. Proses belajar, misalnya takut terhadap benda berbulu akibat kondisioning yang dialaminya. Kondisi sistem-sistem saraf seseorang, misalnya orang yang selalu marah karena saraf di otaknya tergangu. Egois adalah orang yang selalu mementingkan diri sendiri. Dan egoisme adalah tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri Sigmund Freud (Taufik, 2016:. mengungkapkan bahwa ego itulah yang tumbuh dan menjadi kepribadian seseorang. Ego tidak dibawa sejak lahir, tetapi berkembang seiring dengan hubungan individu dengan lingkungannya (Prayitno, 1998:. Suryabrata . mengungkapkan bahwa ego sebagai suatu kelompok proses, yaitu proses-prose mengamati, mengingat dan berfikir. Yang perlu dilakukan dalam membuat dan melaksanakan rencana tindakan untuk mencapai kepuasan sebagai respon terhadap dorongan dari dalam. Dari pengertian tersebut egoisme dapat dikaji dalam empat aspek yaitu: Bagaimanakah seseorang mengalami dirinya sebagai dirinya sendiri. Bagaimana seseorang berfikir mengetahui dirinya sendiri. Bagaimanakah seseorang menilai dirinya sendiri, dan. Bagaimanakah seseorang berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan dirinya. ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 Metode Penelitian Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, legger, ageda dan sebagainya (Arikunto, 2014:. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pembacaan novel yang berjudul Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie, kajian emosionalisme dan egoisme serta struktur novel. Kemudian dilakukan pencatatan informasi dan data yang berkenaan dengan kajian emosionalisme dan egoisme serta struktur novel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi . ontent analysi. Analisis isi . ontent analysi. menurut Vredenberg . ikutip Ratna, 2010: . berkaitan dengan . Jabrohim . mengemukakan bahwa teknik analisis isi . ontent analysi. adalah penelitian yang berusaha menganalisis dokumen untuk diketahui isi dan makna yang terkandung di dalam dokumen tersebut. Endraswara . mendefinisikan analisis isi adalah strategi untuk menangkap pesan karya sastra. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis karya sastra sebagai berikut: Membaca novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Membuat sinopsis Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Menganalisis sifat emosionalisme para tokoh serta struktur dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Menganalisis sifat egoisme para tokoh dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Menganalisis struktur novel dalam novel Pemimpin Yang Telanjang karya Sally Mackenzie. Membuat pembahasan. Membuat kesimpulan Hasil dan Pembahasan Analisis Data Emosionalisme ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 Kajian emosionalisme adalah perasaan yang dialami seseorang atau luapan perasaan batin yang keras berkembang dalam waktu singkat. Kajain emosionalitas dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie menunjukkan bahwa rasa emosionalisme adalah yang terjadi pada diri pelaku cerita mulai dari rasa sedih, marah, sakit hati, dan kecewa serta bahagia. Rasa Sedih Pada kutipan AuSarah menahan air mata yang tiba-tiba merebak. Dia tidakkan melupakan senyum ayahnya ketika ia berjanji. Saat sang ayah menghembuskan nafas terakhirAAy Terlihat bahwa tokoh Sarah benar-benar merasakan kesedihan teramat dalam kepada sosok ayah kandungnya. Sarah tidak dapat lagi membendung air mata yang telah jatuh membasahi pipinya. Marah Pada kutipan AuDIA SUDAH MENIKAH!AyRichard melempar surat kabarnya ke meja sarapan, membuat wadah krim tumpah. AyTerlihat bahwa tokoh Richard sangat emosi dan ledakan amarahnya tak tertahankan mendengar berita bahwa James dan Sarah telah menikah. Pada kutipan AuRichard menamparnya keras-keras. AyMenjelaskan bahwa tokoh Richard sangat membenci dan marah terhadap Sarah sampai menampar Sarah. Pada kutipan AuBrengsek!Ay James sangat marah dan mencari-cari keberadaan Richard karena telah berani membawa Sarah dan dia tahu akan ada yang terjadi pada Sarah. Sakit Hati atau Kecewa Dari kutipan AuSarah melihat keterkejutan dan sakit hati dimata James. Ay Menjelaskan James sangat sakit hati dan marah melihat apa yang dilakukan Richard terhadap Sarah sangatlah kejam dan tidak pantas. James sangat kecewa tentang apa yang di lakukan Richard kepada Sarah. Bahagia Bahagia merupakan perasaan yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap Perasaan bahagia ini terkadang bisa membuat orang melupakan masalah yang pernah dialami. Dalam novel ini perasaan bahagia terlihat dalam kutipan sebagai berikut. Pada kutipan AuDia akan senang hati menjadi bagian dari keluarga James. AyMenjelaskan betapa bahagianya jika Sarah menerima tawaran James dan memiliki keluarga kecil bersamanya. Analisis Data Egoisme ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 Analisis data egoisme dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie dapat dianalisis dalam empat aspek, yaitu bagaimana orang menilai dirinya sendiri, bagaimana orang berfikir dirinya sendiri, bagaimana orang menilai dirinya sendiri dan bagaimana orang berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri Bagaimana Orang Mengalami Dirinya Sendiri AuSarah menggelengkan kepala, memikirkan kenangan yang tidak menyenangkan itu. Sudah sangat terlambat untuk menyesal. Dia sudah berada disini. Dia berharap pamannya mau menerimanya. Ay (Mackenzie, 2017: . Kutipan di atas menjelaskan rasa ego yang dialami Sarah adalah perasaan sedih dan menyesal kenapa dia harus pergi ke Inggris untuk mencari pamannya. Bagaimana Orang Berpikir Dirinya Sendiri Sarah menahan air mata yang tiba-tiba merebak. Dia tidak akan pernah melupakan senyum ayahnya ketika dia berjanji. Saat sang ayah menghembuskan nafasnya yang terakhir. (Mackenzie, 2017: Pada kutipan AuDia tidak akan pernah melupakan senyum ayahnya ketika dia berjanji. Saat sang ayah menghembuskan nafasnya yang terakhirAAy Menjelaskan bahwa Sarah akan menepati janjinya kepada mendiang ayahnya, agar sang ayah bisa menemukan kedamaian. Bagaimana Orang Menilai Dirinya Sendiri Orang menilai dirinya sendiri dilakukan oleh tokoh Sarah yang menilai bahwa dirinya sangat kekurangan rasa cinta dari kelurganya. AuDia pernah memiliki keluarga kecil. Ibu dan adik lakilakinya yang baru saja lahir meninggal ketika Sarah masih Ayahnya sangat sibuk dengan pekerjaan dan pasienpasiennya, hingga membiarkan Abington bersaudari yang merupakan perawan tua merawat Sarah. Itu kehidupan yang sangat kurang rasa cinta. Ay (Mackenzie, 2017: . Bagaimana Orang Berusaha dengan Berbagai Cara untuk Menyempurnakan dan Mempertahankan Diri Seseorang selalu berusaha agar ia selalu sempurna dengan cara mempertahankan dirinya melalui sikapnya yang ditunjukkan kepada orang lain. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut. ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 No. 2, 2019 AuBunuh gadis itu ada kemungkinan suatu hari nanti James akan menemukan gadis yang lain. Bunuh James aku akan menjadi Duke of Alvord yang sekarang. Ay (Mackenzie, 2017: . Kutipan di atas, menjelaskan bahwa Richard ingin mempertahankan dirinya dan menjadi seorang duke yang sekarang, dengan cara membunuh James. Conclusion Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapathasil analisis emosionalisme dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie menunjukkan bahwa rasa emosionalisme yang terjadi pada tokoh Sarah. James dan Richard terdiri dari, rasa bahagia rasa sedih, rasa marah, rasa sakit hati dan Hasil analisis egoisme dalam novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie menunjukkan bahwa rasa egoisme yang terjadi pada tokoh Sarah. James dan Richard terdiri dari Bagaimanakah seseorang mengalami dirinya sebagai dirinya sendiri. Bagaimana seseorang berfikir mengetahui dirinya sendiri. Bagaimanakah seseorang menilai dirinya sendiri. Bagaimanakah seseorang berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan Hasil analisis sruktural pada novel Pemimpin yang Telanjang karya Sally Mackenzie yaitu temanya tentang ambisi dan keserakahan. Alur terdiri atas pengenalan situasi cerita, pengungkapkan peristiwa, menuju pada adanya konflik, puncak konflik dan penyelesaian. Latar tempat yang terdapat dalam novel ini adalah di kereta, penginapan, kamar, taman, ruang musik, ruang tamu, ruang makan, ruang dansa, koridor, kastel dan kamar mandi. Latar waktu yang terdapat dalam novel ini adalah besok, pagi hari, dan malam hari. Tokoh yang terdapat dalam novel ini adalah Tokoh Sarah. James. Richard. Davit. Philip, lizzie. Jakes dan Kusir. Sudut pandang orang ketiga. Amanat atau pesan yang disampaikan adalah janganlah kita memiliki sifat yang serakah dan terlalu Gaya bahasanya majas metefora dan majas hiperbola. Referensi