J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025, hal. Peer Education : Pemberian Modul Pemeriksaan Pap Smear untuk Meningkatkan Pengetahuan Majelis Taklim/Kelompok Pengajian Al MarAoatus Sholeha Lingkungan RW. 12 Kelurahan Citrodiwangsan Lumajang Umi Sukowati a Univeritas Dr. Soebandi. Jember. Indonesia Prodi Ners Univeritas Dr. Soebandi . Jl. Dr. Soebandi No. 99 Jember Email: umisukowati@uds. Nomer HP: 082 234 309 637 Article Hystory Abtrak: Received: 14-04-2025 Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling umum di Revised: 24-04-2025 kalangan wanita, menjadi yang keempat terbanyak setelah kanker Accepted: 28-04-2025 payudara, kolorektal, dan paru-paru. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera melakukan tindakan deteksi dini setelah melakukan Kata kunci: hubungan seksual. Partisipasi ibu dalam pemeriksaan pap smear Wanita Usia Subur, dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor perilaku yang Keterlambatan, dipengaruhi oleh pengetahuan. Melalui media modul diharapkan akan Pemeriksaan Pap Smear meningkatkan pengetahuan dan motivasi dalam upaya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Pap smear Keywords: Women of childbearing Abstract: age, delays. Pap smear Cervical cancer is one of the most common cancers among women, being the fourth most common after breast, colorectal, and lung Therefore, it is very important to immediately carry out early detection measures after sexual intercourse. Maternal participation in pap smear examinations is influenced by many factors, including behavioral factors that are influenced by knowledge. Through the media module, it is hoped that it will increase knowledge and motivation in efforts to detect cervical cancer early through Pap smear examination. visual inspection with acetic acid (VIA) (Bhatla , 2. PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling umum di kalangan wanita, menjadi yang keempat terbanyak setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2020. Indonesia mendapat peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah penderita baru kanker serviks tertinggi di dunia, setelah India dan China (Bhatla dkk. , 2021. Sung dkk. , 2. Skrining merupakan strategi penting dalam pemberantasan kanker serviks secara Beberapa strategi skrining serviks telah digunakan secara efektif dalam berbagai pengaturan: sitologi konvensional (Pap smea. Pap pemeriksaan sitopatologi sederhana yang morfologi sel epitel serviks yang biasa terlihat pada kondisi prakanker dan kanker. Pap smear mempunyai sensitivitas 84,2% dan spesifitas 62,1. Semua aktivitas seksual rentan terkena kanker serviks, bahkan mereka yang menikah di usia muda. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera melakukan tindakan deteksi dini setelah melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan ini bukanlah suatu peristiwa tunggal, melainkan prosedur rutin yang harus dilakukan setiap https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025, hal. tahun hingga usia 70 tahun (Tetelepta dkk. Hingga kabupaten/kota di Jawa Timur yang mencapai target skrining serviks. Pada tahun 2016, hanya dua kabupaten/kota yang mencapai target 10% dalam satu tahun. Antara tahun 2015 hingga 2017, tidak ada satupun Puskesmas Kabupaten Lumajang yang mencapai target skrining serviks (Nailufar, 2. Partisipasi ibu dalam pemeriksaan pap smear dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan, niat dan perilaku ibu. Wanita dengan pengetahuan baik mempunyai peluang lebih tinggi untuk melakukan pap smear dibandingkan wanita dengan pengetahuan kurang baik. Edukasi kesehatan memainkan peran penting dalam mendorong perubahan perilaku dan mendorong gaya hidup yang lebih sehat. Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan, disarankan menggunakan alat atau media. Alat bantu visual ini berfungsi sebagai representasi yang dapat memperjelas konsep-konsep yang belum jelas dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik. Di antara berbagai alat bantu visual, video, leaflet, dan booklet/ modul biasanya digunakan untuk menyampaikan (Komite Penanggulangan Kanker Nasional. , 2017. Raidanti dan Wijayanti, 2. Oleh karena itu, penelitian mengenai Efektivitas Modul terhadap Pengetahuan dan Motivasi Pemeriksaan Pap Smear pada Kelompok Pengajian Ibu-ibu AuAl MarAoatus SholehaAy RW. 12 Kelurahan Citrodiwangsan Lumajang motivasinya melalui pre test. Kegiatan pendidikan kesehatan, dilakukan dengan pemberian ceramah dan modul. Setelah kegiatan pendidikan kesehatan, komunitas pengajiann akan kembali diukur pengetahuan dan motivasinya dengan post test pada pengajian minggu depannya. HASIL Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jumlah Prosentase . (%) Total Islam Kristen/Katolik Hindu Budha Total Umur Responden Agama Responden Pendidikan Responden METODE Pengabdian Majelis Taklim/Kelompok Pengajian Ibu-ibu AuAl MarAoatus SholehaAy RW. 12 Kelurahan Citrodiwangsan Lumajang dengan pemeriksaan Pap smear pada 27 Mei 2024 dan 1 Juni 2024, kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu AuAl MarAoatus SholehaAy RW. 12 Kelurahan Citrodiwangsan Lumajang dalam upaya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Pap smear. Edukasi yang diberikan berupa Modul Deteksi Dini Kanker serviks melalui Pap Smear. Sebelum kegiatan pendidikan kesehatan dengan media modul, komunitas pengajian diukur terlebih dahulu pengetahuan dan SMP SMA/SLA S1/DIPLOMA Total Pekerjaan Responden https://jurnal. id/index. php/JHIC/index IRT Buruh tani Tani Pedagang PNS TNI/Polri Swasta E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025, hal. Nikah Janda Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Baik Kurang baik Total Total Total Status Responden Jumlah . Prosentase (%) Jumlah anak / Paritas Responden Total Diagram 1 : Pengetahuan Tentang Pap Smear Sebelum dan Sesudah 1 minggu diberi Modul Pengetahuan Tentang Pap Smear Sebelum dan Sesudah 1 minggu diberi Modul Pap Smear Sudah Belum Total Berdasarkan Tabel 1 diatas, diketahui bahwa umur WUS terbanyak pada rentang usia 44 Ae 50 tahun sebanyak 26 orang . ,3%) disusul pada rentang usia 36 Ae 43 tahun . ,1%). Seluruh responden . %) beragama Islam. Mayoritas pendidikan responden adalah SLA yaitu sebanyak 42 orang . ,7%). Pekerjaan responden didominasi sebagai ibu rumah tangga sebanyak 33 orang 52,4% disususl sebagai pedagang dan PNS masing-masing 11 orang . ,5%). Status pernikahan responden yaitu 42 orag . ,7%) menikah dan 21 orang . ,3%) janda. Paritas responden didominasi memepunyai 2 anak sebanyak 37 orang . ,7%). Dari seluruh responden, hanya 2 orang . ,2%) yang sudah pernah menjalani pemeriksaan Pap Smear. Kurang Sebelum diberi modul 1 mg setelah diberi modul Setelah pemberian 1 minggu diberikan modul untuk dipelajari, terjadi perubahan pengetahuan pemeriksaan pap smear, yang awalnya terdapat 20 responden . ,41%) berpngetahuan kurang baik, menjadi 100% berpengetahuan baik. Dengan hasil tersebut, diharapkan akan juga memotivasi untuk melakukan deteksi dini pemeriksaan kanker Tabel 2 : Pengetahuan sebelum diberikan modul (Pre tes. Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Baik Kurang baik Total Jumlah . Prosentase (%) 70,59 29,41 Baik PEMBAHASAN Pada dasarnya Pengetahuan seluruh responden . %) tergolong baik. Seperti yang terjadi dalam penelitian ini, hanya 2 orang dari seluruh responden yang memiliki motivasi untuk melakukan pap smear. Sebesar 96,82% responden masih takut dan ragu untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Kondisi tingkat pengetahuan yang telah baik pada Tabel 3: Pengetahuan setelah 1 minggu diberikan modul (Post tes. https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025, hal. responden untuk melakukan Pap Smear, hal ini disebabkan karena perilaku seseorang dalam tindakan pencegahan agar tidak terjadi sakit seringkali tidak dilaksanakan dan menjadi prioritas dikarenakan kondisi dirinya merasa Jika seseorang merasa sehat maka untuk melakukan perilaku deteksi dini yang tidak langsung dapat dirasakan manfaatnya hanya untuk menghindari penyakit belum menjadi tujuan (Fauziyah dkk. , 2. Diperlukan adanya intervensi berupa promosi dan penyuluhan kesehatan salah satunya melalui pemberian modul. Modul dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan dikarenakan kemampuan menyerap informasi berbeda, untuk itu diperlukan waktu untuk mengulang kembali materi yang telah dipelajari sehingga dapat diingat dengan baik. Hal ini sesuai dengan penggunaan media belajar menggunakan modul dapat memberikan kemudahan dalam penerimaan pesan-pesan kesehatan oleh masyarakat. Modul yang dibaca dan dipahami dengan baik disertai penjelasan akan memberikan suatu informasi pengetahuan yang lebih banyak kepada seseorang (Tetelepta dkk. , 2. DAFTAR PUSTAKA Kementrian Kesehatan. AuBeban Kanker di Indonesia,Ay Pus. Data Dan Inf. Kesehat. Kementeri. Kesehat. RI, pp. 1Ae16. Suartini. Marhaeni, and N. Suindri. AuHubungan Tingkat Motivasi Wanita Usia Subur Dengan Keikutsertaan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat di Desa Bajera,Ay J. Ilm. Kebidanan (The J. Midwifer. , vol. 9, no. 2, pp. 190Ae197, 2021, doi: 33992/jik. Fitriah. Alam, and H. Idris. AuDeterminant Of Participation In Visual Inspection with Acetic Acid ( VIA ) Test Among Productive Age Women In Palembang,Ay Ilmu Kesehat. Masy. , vol. 10, no. March, pp. 32Ae40, 2019 Widayanti. Irawandi, and M. Qomaruddin. AuMotherAos knowledge and attitudes towards visual acetate acid inspection test in Surabaya,Ay J. Public health Res. , vol. 9, no. 2, pp. 113Ae116, 2020, doi: 10. 4081/jphr. KESIMPULAN Didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi tentang pap smear setelah diberikan modul tentang Pap Smear, dimana penigkatan motivasi lebih tinggi dibanding peningkatan pengetahuan. Glanz. Rimer, and K. Viswanath. Health and Health. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. UCAPAN TERIMAKASIH