ORIGINAL ARTICLE - AACENDIKIA: Journal of Nursing AACENDIKIA: Journal of Nursing. Volume 4 . Juli 2025, p. https://doi. org/10. 59183/aacendikiajon. Impact of Nutritional Intervention on Health Outcomes among Children with Growth Disorders in the Ratahan Health Center Service Area. Southeast Minahasa Nurlela Hi Baco1*. Kristine Dareda1. Jelly Onsu1 Prodi Ners Fakultas ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Manado. Indonesia *Correspondence: Nurlela Hi Baco. Address: Jl. Raya Pandu. Kel. Pandu. Lingk. Kec. Bunaken Kota Manado-Sulawesi Utara. Email: nurlelabaco1709@gmail. Received: 23 Juni 2025 U Revised: 28 Juni 2025 U Accepted: 29 Juli 2025 ABSTRACT Children with growth disorders are those who, compared to normal children, have lower mental, intellectual, social, and emotional conditions. Meeting nutritional needs is a key factor in achieving optimal growth and development in line with genetic potential. An inappropriate dietary pattern can cause nutritional problems in toddlers, thereby hindering their growth and development. This study aimed to determine the effect of nutritional intervention on the health of children with growth disorders in the Ratahan Community Health Center working area. This research employed an experimental approach using a pre-experimental one-shot case study design. The variables included the independent variable . utritional interventio. and the dependent variable . hildrenAos health/nutritional statu. The population consisted of 30 toddlers aged 1Ae5 years, with a sample of 9 toddlers determined using the Referer formula. Data were collected through questionnaires and observation sheets, processed using SPSS 26, and analyzed using a paired t-test. The results showed that respondents experienced an improvement in health status, as reflected by nutritional status, with 2 toddlers . 2%) improving from undernourished to normal nutritional The study concluded that nutritional intervention had a significant effect on the health of children with growth disorders . = 0. , with p < . , indicating a relationship between nutritional intervention and childrenAos health. Recommendation: Mothers should be more proactive in preparing and providing a variety of nutritious foods to toddlers. ABSTRAK Dokumentasi Anak dengan Gangguan Pertumbuhan merupakan anak yang bila dibandingkan dengan kondisi anak normal memilki kondisi lebih rendah baik secara mental, intelektual, sosial maupun emosional. Pemenuhan kebutuhan gizi . merupakan faktor utama untuk mancapai hasil tumbuh kembang agar sesuai dengan potensial genetik. Pola makan yang tdak sesuai menyebabkn masalah gizi pada balita sehingga akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi nutris terhadap kesehatan anak dengan gangguan perkembangan di wilayah kerja puskesmas ratahan. Metode pada penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian preeksperimen one shoot case study. Variabel dalam penelitian mencakup Variabel Dependen (Intervensi Nutris. dan Variabel dependen ( Kesehatan anak/ Status Giz. Populasi terdiri dari 30 Balita dengan usia 1 Ae 5 tahun dengan jumlah sampel 9 Balita menggunakan rumus Referer. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan SPSS 26. Analisa data menggunakan uji T Berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki peningkatan status kesehatan yang dilihat dari status gizi dengan 2 . ,2%) balita meningkat dari status gizi kurang menjadi status gizi normal. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh intervensi nutrisi terhadap kesehatan anak dengan gangguan pertumbuhan p = 0. nilai p lebih kecil dari nilai = 0,005, terdapat hubungan antara intervensi nutrisi dengan kesehatan anak Saran : ibu harus lebih proaktif dalam menyiapkan dan memberikan variasi makan yang tentu harus bergizi kepada anak balita. Keywords: dietary pattern. nutritional status. food variety Pendahuluan Anak dengan Gangguan Pertumbuhan merupakan anak yang bila dibandingkan dengan kondisi anak normal memilki kondisi lebih rendah baik secara mental, intelektual, sosial Mereka kelainan/keterbatasan yang berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangannya dibandingkan dengan kondisi rata-rata anak 85 | E-ISSN: 2963-6434 normal baik secar fisik, mental, intelektual, sosiail maupun emosiaonal. Anak dengan Gangguan Pertumbuhan merupakan anak yang memiliki kesulitan atau ketidakmampuab belajar yang membuatnya lebih sulit belajar atau mengakses pendidikan dibandingkan kebanyakan anak seusianya dan lebih rentan terkena penyakit infeksi dan daya tahan tubuh menurun. A 2025 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Nurlela Hi Baco et al. AACENDIKIA: Journal of Nursing Fungsi pengarahan idealnya dilakukan setiap saat di ruangan karena tujuan dari pelayanan keperawatan yang berkualitas kepada pasien selama masa perawatan. Fungsi pengarahan kepala ruang yang tidak baik mempunyai pengaruh terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan tidak baik lebih besar dibandingkan dengan persepsi perawat pelaksana tentang fungsi pengarahan kepala ruang yang baik (Warsito, 2. Fungsi pengarahan kepala ruang diharapkan memiliki dampak bagi staf perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Perawat selaku praktisi klinis dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berdampak terhadap pekerjaannya. Siswanto . mengungkapkan bahwa fungsi pengarahan yang dilakukan oleh kepala ruangan pemberian petunjuk, dan instruksi kepada bawahannya mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan (Friandi et al. Gizi atau nutrisi merupakan komponen yang harus ada dan keberadaanya sangat diperlukan oleh tubuh terutama dalam proses tumbuh kembang fisik, sistem saraf dan otak, serta tingkat intelektualitas dan kecerdasan Pemenuhan kebutuhan gizi . merupakan faktor utama untuk mancapai hasil tumbuh kembang agar sesuai dengan potensial Pertumbuhan adalah setiap perubahan tubuh yang dihubungkan dengan bertambahnya ukuran tubuh secara fisik dan struktural. Konsumsi gizi makanan pada anak dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan, atau bisa disebut juga status gizi. Apabila tubuh anak berada dalam tingkat kesehatan pada kondisi terbaik maka tubuh akan terhindar dari dari penyakit dan mempunyai daya tahan yang setinggi-tingginya zat gizi berfungsi untuk memelihara jaringan serta mengatur proses Status gizi baik atau pemenuhan secara optimal terjadi apabila tubuh memperoleh cukup zat gizi yang digunakan secara efisien. Gizi perkembangan otak, kemempuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin (Setiawati,2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi nutrisi terhadap kesehatan anak dengan gangguan perkembangan sehingga bisa membantu pemerintah dalam menurunkan angka anak dengan gangguan perkembangan sehingga masa depan anak Indonesia yang merupakan aset penting bangsa bisa terpenuhi dengan tepat dan benar. Metode Pada penelitian ini peneliti mengunakan Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang Desain penelitian eksperimen ada 3 bentuk yaitu preeksperimental desain, true ekspreimental design, dan quasy expereimental Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian preeksperemental one shoot case Pada desain ini peneliti akan meneliti kelompok anak usia 1-5 tahun dengan gangguan kesehatan dimana peneliti akan memberikan intervensi nutrisi pada anak yang akan di jadikan sampel dan selanjutnya diobservasi hasilnya . ntervensi nutrisi adalah sebagai variabel independen dan hasil berupa status kesehatan anak dengan gangguan perkembangan sebagai varaibel Dalam eksperimen ini anak dengan gangguan perkembangan akan diberikan intervensi nutrisi berupa berbagai jenis makanan, dengan frekuensi dan variasi makan yang tentunya bergizi dan diperlukan anak dalam proses perkembangan lalu diukur hasilnya apakah mempengaruhi pada status kesehatan anak atau tidak. https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 86 Nurlela Hi Baco et al. Hasil Pengaruh intervensi nutrisi pada kesehatan anak dengan gangguan pertumbuhan di Wilayah Kerja Puseksmas Ratahan Kebupaten Minahasa Tenggara . Variabel p-value IMT Pre Intervensi IMT Post Intervensi Berdasarkan hasil di atas menggunakan SPSS 26 dengan metode uji pairet test (Uji T Berpasanga. , di dapatkan hasil signifikan p=0,000. Pengambilan keputusan Ho diterima atau ditolak dengan melihat taraf signifikan. Pada penelitian ini menggunakan taraf signifikan 5% . dengan ketentuan Ho ditolak bila p value < dari nilai alpha. Dari hasil uji SPSS didapatkan taraf signifikan p=0. 000 lebih kecil dari taraf signifikansi ( O 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha di terima. Pembahasan Berdasarkan data dari hasil penelitian anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja puskesmas ratahan ditemukan adanya hubungan antara status gizi dengan pemberian intervensi nutrisi yang baik dan tepat terhadap kesehatan anak dengan gangguan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Workie dkk tahun 2020 dengan judul penelitian AuChild development and nutritional status in 12 Ae 59 monts of age in resource limited setting of EthiopiaAu dengan hasil penelitian didapatkan hasil terdapat hubungan antara tumbuh kembang dan status nutrisi pada anak usia 12-69 bulan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan tutiven dkk pada tahun 2019 didapatkan hasil Penelitian didapatkan ada hubungan antara tumbuh kembang dan status Gizi berarti keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Zat gizi yang dikonsumsi anak akan berpengaruh pada status gizi anak. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa anak yang memiliki status gizi buruk 0,1 % . , gizi kurang 0,9 % 87 | E-ISSN: 2963-6434 . Menurut standar WHO bila prevalensi gizi kurang < - 2 SD diatas 10% menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius dan berhubungan langsung dengan angka kesakitan (Depkes RI. Mengingat responden secara demografi berada di wilayah pinggiran kota dan rata2 orang tua berpendidikan menengah atas sehingga dimungkinkan tidak bisa memberikan nutrisi yang cukup sehingga rentan terhadap kekurangan gizi. Status gizi dalam penelitian ini diukur menggunakan berat badan menurut umur. Berat badan adalah salah satu parameter untuk memberikan gambaran massa tubuh. Massa tubuh sensitif terhadap perubahan mendadak, misalnya terkena penyakit infeksi, menurunnya nafsu makan, dan menurunnya makanan yang Pada keadaan normal ketika terjadi keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan zat gizi, maka berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya, dalam keadaan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lambat dari keadaan Hal ini juga berpengaruh pada 46 Ketika anak kekurangan zat gizi yang terjadi pada pembelahan sel akan mengakibatkan berkurangnya sel otak secara keterlambatan perkembangan. Pemberian gizi yang optimal, maka akan menyebabkan perkembangan juga akan sesuai. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti selama 3 hari dimana pada intervensi di berikan asupan nutrisi yang lengkap dan bervariasi dengan pemberian makanan secara teratur dan Nurlela Hi Baco et al. AACENDIKIA: Journal of Nursing tepat waktu di tambah pemberian makanan tambahan berupa buah2an dan snack yang sehat,sehingga didapatkan pada pengukuran berat badan balita pada hari ke empat adanya pertambahan berat badan meskipun tidak Sehingga dapat di simpulkan adanya pengaruh pemberian intervensi nutrisi terhadap kesehatan anak dengan gangguan pertumbuhan kepada 9 balita dengan status gizi buruk 1 balita dan 8 status gizi kurang. Pada penelitian ini dilakukan intervensi nutrisi dengan pemberian nutrisi melalui pemberian pola makan dan variasi makanan yang berbeda setiap hari dan frekuensi yang sesuai di hasilkan ada 2 anak yang dari satus gizi kurang menjadi status gizi normal dengan nilai signifikan 0,00 . < 0,. Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut. Status gizi dan Nutrisi pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ratahan tahun 2025 pada pada umumnya memiliki status gizi dan nutrisi baik atau status normal. Pertumbuhan anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ratahan tahun 2025 sebagian besar berada pada kategori pertumbuhan yang sesuai. Terdapat hubungan antara intervensi nutrisi terhadap kesehatan anak dengan gangguan pertumbuhan di wilayah kerja puskesmas ratahan. Referensi