MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO Peran Roa Dalam Memoderasi Pengaruh Csr. Firm Size Dan Der Terhadap Pbv Pada Perusahaan Property And Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Ahmad Sani FEB Universitas Harapan Medan ind@gmail. ABSTRAK Kata Kunci : PBV. CSR. Firm Size. DER. ROA Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ROA dalam memoderasi pengaruh CSR. Firm Size, dan DER terhadap PBV. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Metode Purposive sampling dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 23 perusahaan dengan pengamatan 5 tahun dan total pengamatan sebanyak 115. Teknik dokumentasi sebagai dasar pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan SEM dengan metode Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian membuktikan CSR Firm Size, dan DER berpengaruh terhadap PBV. ROA mampu memoderasi hubungan CSR. Firm Size dan DER terhadap PBV pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023 ABSTRACT Keywords: PBV. CSR. Firm Size. DER. ROA. This study aims to measure ROA in moderating the influence of CSR. Firm Size, and DER on PBV. This type of research is quantitative research with a causality approach. The population in this study are property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. The purposive sampling method was carried out by taking a sample of 23 companies with a 5-year observation and a total of 115 Documentation techniques served as the basis for data collection. Data were analyzed using SEM with the Partial Least Square (PLS) method using SmartPLS. The results of the study prove that CSR Firm Size and DER have an effect on PBV. ROA is able to moderate the relationship between CSR. Firm Size and DER on PBV in Property and Real Estate Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. DOI : https://doi. org/10. 30596/maneggio. MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO Published by Manegio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen. Indonesia | Copyright A 2020 by the Author. |This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License http://creativecommons. org/licenses/by/4. , which permitsunrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Cara Sitasi : Sani. A . Peran Roa Dalam Memoderasi Pengaruh Csr. Firm Size Dan Der Terhadap Pbv Pada Perusahaan Property And Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Manegio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 8. , 59- 69 PENDAHULUAN Baik maupun buruknya nilai suatu perusahaan dapat digambarkan dengan PBV (Price to Book Valu. Jika PBV semakin meningkat, artinya pasar percaya akan prospek perusahaan PBV juga menggambarkan seberapa jauh suatu perusahaan dapat menciptakan nilai perusahaan yang relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan (Prasetia dkk, 2. PBV menawarkan pendekatan yang efektif untuk menemukan perusahaan yang dinilai terlalu Sehingga untuk menemukan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi yang dijual dengan harga pertumbuhan rendah, rasio PBV juga dapat membantu untuk mengidentifikasi dan menghindari perusahaan yang dinilai terlalu tinggi . Dengan demikian PBV diprediksi dapat menjadi indikator utama kesehatan keuangan perusahaan dan memiliki kemampuan untuk penciptaan nilai di masa depan. PBV juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan investor. PBV membandingkan kapitalisasi pasar suatu perusahaan dengan nilai bukunya, dengan kata lain PBV menunjukkan bagaimana pasar menilai aset perusahaan relatif terhadap nilai akuntansinya. Jika PBV tinggi maka pasar optimis terhadap pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di masa depan, sementara PBV rendah menunjukkan indikasi penilaian rendah terhadap aset perusahaan. Untuk meningkatkan kekayaan dalam jangka panjang, berinvestasi saham menjadi strategi yang diminati. Tetapi yang menjadi tantangan bagi para investor adalah untuk menentukan apakah suatu saham layak dibeli sangat sulit. Oleh karena itu PBV menjadi salah satu metode untuk menilai apakah suatu saham dianggap terlalu mahal atau dianggap layak untuk dibeli. Namun demikikan dipandang perlu untuk mencapai PBV yang maksimal, faktor-faktor lain yang mendukung sangat PBV yang tinggi sebagai tanda bahwa pasar memiliki ekspektasi positif terhadap prospek perusahaan dan didukung oleh kinerja perusahaan yang positif dan faktor-faktor eksternal yang kondusif. Salah satu faktor yang sangat mendukung adalah profitabilitas karena perusahaan yang mampu mencetak laba secara konsisten dan berkelanjutan akan menarik minat investor dan meningkatkan nilai PBV. Laba bersih yang stabil dan terus meningkat sebagai tanda kinerja perusahaan yang sehat dan baik, oleh karena itu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanam modal. Sehingga berdampak positif pada harga saham perusahaan, yang pada akhirnya akan meningkatkan PBV. Hal ini didukung oleh penelitian Maukonda et al . Martini . Rismawandi . yang membuktikan profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dalam hal ini Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. ROA adalah rasio yang menggambarkan pengembalian jumlah aset yang diterapkan dalam perusahaan. ROA menjelaskan ukuran profitabilitas perusahaan yang lebih baik karena menggambarkan efektivitas manajemen dalam mengimplementasikan aset untuk memperoleh pendapatan (Kasmir, 2. Dalam kaitan dengan PBV penelitian ini berprediksi bahwa PBV akan lebih baik jika ROA sebagai variabel yang menguatkan pengaruh diantara Corporate Social Responsibility (CSR). Firm Size . kuran perusahaa. dan Debt to Equity Ratio. MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO CSR dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang merupakan konsep di mana perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan di luar kepentingan bisnis intinya. CSR mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi sosial dan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan CSR dituntut tidak hanya sekadar kegiatan amal tetapi menjadi komitmen perusahaan yang berkontribusi kepada pembangunan ekonomi berkelanjutan, dapat meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan, dan bermanfaat bagi perusahaan, masyarakat, dan komunitas. Penerapan CSR tidak lagi dianggap sebagai cost, melainkan investasi perusahaan (Sutopoyudo, 2. Hal ini di dukung oleh Setiawati dan Lim . Wulandari et al . yang menyatakan bahwa CSR berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan, dalam konteks bisnis, diukur dengan skala atau besarnya operasi perusahaan yang mencerminkan ukuran dan kapasitas perusahaan. Total asset merupakan salah satu faktor yang menentukan ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan yang lebih besar dapat menggambarkan kekuatan keuangan yang lebih besar dan dapat menarik lebih banyak investor. Ukuran perusahaan dapat menentukan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan dana dari pasar pasar modal. Perusahaan dengan skala besar biasanya lebih mudah mempublikasikan informasi secara luas dibandingkan dengan perusahaan kecil, karena nilai perusahaan yang baik yang dimiliki perusahaan besar akan menarik banyak investor sehingga akan mempertahankan kualitas perusahannya (Septriana dan Mahaeswari, 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa firm size mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) dapat mengukur besarnya utang yang ditanggung perusahaan relatif terhadap nilai asetnya dikurangi liabilitas. Utang tersebut harus dilunasi atau dibiayai ulang, dan membebankan beban bunga yang biasanya tidak dapat ditangguhkan. Hal ini dapat menurunkan atau menghancurkan nilai ekuitas jika terjadi gagal bayar. DER yang tinggi biasanya dikaitkan dengan risiko investasi yang tinggi. Hal ini menunjukkan perusahaan sangat bergantung pada pembiayaan utang. DER yang semakin tinggi berbanding lurus dengan komposisi utang perusahaan dibandingkan dengan modal sendiri sehingga berdampak pada beban perusahaan terhadap pihak luar, utang yang tinggi juga akan meningkatkan risiko pada perusahaan (Nelwan et al. , 2020. Anggraini & MY, 2. Pertumbuhan yang dibiayai utang dapat meningkatkan pendapatan, dan pemegang saham diharapkan mendapatkan keuntungan jika peningkatan laba tambahan melebihi kenaikan biaya layanan utang terkait . Hal ini menunjukkan bahwa DER berpengaruh terhadap PBV (Aryani & Laksmiwati, 2021. Ilham et al. , 2021. Pratiwi et al. , 2. Kajian literatur Price To Book Value (PBV) Price to Book Value (PBV) adalah ukuran keuangan yang membandingkan nilai pasar perusahaan dengan nilai bukunya, yang merupakan nilai semua asetnya dikurangi kewajibannya, yang membantu investor mengidentifikasi saham yang dinilai rendah. PBV untuk membandingkan kapitalisasi pasar suatu perusahaan dengan nilai bukunya dan menemukan perusahaan yang undervalued. Rasio ini dihitung dengan membagi harga saham per lembar saham perusahaan saat ini dengan nilai buku per lembar saham . ook value per share/ BVPS) (Fernando et al, 2. Standar PBV yang baik adalah > 1 (Rivai dan Veithzal Rumus yang digunakan untuk mengukur PBV adalah sebagai berikut: PBV = Harga Pasar Per Lembar Saham MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO Nilai Buku Per Lembar Saham Sumber : Brigham dan Houston, 2018 Corporate Social Responsibility (CSR) Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah model bisnis yang mendorong perusahaan untuk beroperasi dengan cara yang dapat meningkatkan masyarakat dan lingkungan serta bertanggung jawab kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Dengan mempraktikkan tanggung jawab sosial perusahaan, perusahaan menyadari dampaknya terhadap berbagai aspek masyarakat, termasuk ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berpartisipasi dalam CSR berarti perusahaan beroperasi dengan cara yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, bukan malah berkontribusi negatif terhadapnya (Fernando et al, 2. Pengungkapan informasi CSR dalam laporan tahunan merupakan salah satu cara perusahaan untuk membangun, mempertahankan, dan melegitimasi kontribusi perusahaan dari sisi ekonomi dan politis. Pengungkapan CSR perusahaan dilaksanakan untuk meningkatkan citra perusahaan dan ingin dilihat sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan perusahaan akan mengungkapkan informasi tertentu jika ada aturan yang menghendakinya (Rahmawati. Indikator CSR mengacu pada GRI (Global Reporting Initiativ. Standar GRI dipilih karena lebih memfokuskan pada standar pengungkapan sebagai kinerja, ekonomi, sosial dan lingkungan perusahaan. Saat ini standar GRI versi terbaru, yaitu G4 . Dalam standar GRI G-4, indikator kinerja dibagi menjadi tiga komponen utama, yaitu ekonomi, lingkungan hidup dan sosial. Pada kategori sosial mencakup hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan dan lingkungan kerja, tanggung jawab produk dan Sehingga, total indikator yang terdapat dalam GRI-G4 mencapai 91 item dengan rumus sebagai berikut : CSRIj = CSRIj Xij Xij Sumber : w. org, 2025 = Corporate Social Responsibility Index perusahaan = dummy variabel: 1 = jika item i diungkapkan. 0 = jika item i tidak diungkapkan = jumlah item perusahaan, nj = 91 Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Ukuran Perusahaan adalah ukuran dari besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukan atau dinilai oleh total asset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain-lain (Brigham dan Houston 2. Pengertian aset dapat berupa segala sesuatu yang bernilai moneter yang menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya atau yang dapat menghasilkan pendapatan jika digunakan atau dijual. Aset dianggap sebagai barang berharga yang dapat dikonversi menjadi uang tunai di masa mendatang dan berpotensi menghasilkan pendapatan atau nilainya terus meningkat hingga saat itu. Aset dapat berupa aset keuangan seperti saham, obligasi, dan reksa dana, atau aset fisik seperti rumah atau koleksi seni. Aset suatu perusahaan terbagi sebagai aset lancar, seperti persediaan, yang ditujukan untuk penggunaan segera. tetap, seperti pabrik dan peralatannya. aset keuangan, seperti investasi saham, dan aset tidak berwujud, seperti niat baik (Kindness dan Li, 2. Total asset adalah jumlah keseluruhan dari asset perusahaan. Ukuran perusahaan . irm siz. merupakan besar kecilnya perusahaan dapat diukur dengan total aktiva atau besarnya harta perusahaan dengan menggunakan MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO perhitungan nilai logaritma total aktiva. Dalam penelitian ini, ukuran perusahaan dapat diproksikan ke dalam logaritma natural dari total aktiva (Hartono, 2. Logaritma natural adalah fungsi matematika yang mengubah skala nilai, dalam hal ini, nilai total Penggunaan Ln membantu mengurangi dampak nilai aset yang sangat besar pada analisis statistik. Rasio ukuran perusahaan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Size = Ln. otal asse. Sumber: Harahap, 2015 Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas adalah perhitungan total kewajiban perusahaan dan ekuitas pemegang saham yang mengevaluasi ketergantungannya pada utang. DER digunakan untuk mengevaluasi leverage keuangan perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membagi total liabilitas perusahaan dengan ekuitas pemegang sahamnya. DER merupakan metrik penting dalam keuangan perusahaan karena merupakan ukuran sejauh mana perusahaan membiayai operasinya dengan utang, daripada sumber dayanya sendiri. DER bervariasi berdasarkan industri dan paling baik digunakan untuk membandingkan pesaing langsung atau untuk mengukur perubahan ketergantungan perusahaan pada utang dari waktu ke waktu. DER yang lebih tinggi di antara perusahaan sejenis menunjukkan risiko yang lebih besar (Fernando, et al. , 2. Riyanto . menyatakan bahwa penggunakan utang yang terlalu besar melebihi aktiva akan berdampak pada penurunan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, namun apabila utang dapat dikelola dengan baik dan digunakan untuk proyek investasi yang produktif, hal tersebut dapat memberikan pengaruh positif yang berdampak pada peningkatan profitabilitas. Rata-rata industri untuk DER adalah 90% atau 0,9. Jika rata-rata industri suatu perusahaan diatas 90% atau 0,9 maka perusahaan dianggap kurang baik hal ini menunjukkan komposisi tingkat hutang perusahaan . angka pendek dan jangka panjan. semakin besar dibandingkan dengan modal sendiri yang akan berdampak pada semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar. Besarnya beban hutang perusahaan mengakibatkan kecilnya jumlah laba yang diterima perusahaan (Kasmir, 2. DER dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: DER = Total Liabilities Total ShareholdersAo Equity Sumber: Fernando, et al. , 2025 Return on Asset (ROA) Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aset. Standar ROA yang baik yaitu harus di atas nilai 30% yang menandakan bahwa jika ROA di atas rata-rata dapat dikategorikan baik (Kasmir, 2. Return on Asset (ROA) atau rasio pengembalian aset menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba. Rasio ini menunjukkan berapa banyak laba yang dihasilkan dari modal yang diinvestasikan. ROA yang lebih tinggi menunjukkan perusahaan lebih efisien dan produktif dalam mengelola neraca untuk menghasilkan laba. ROA yang lebih rendah menunjukkan adanya ruang untuk Angka ROA memberikan gambaran kepada investor tentang seberapa efektif perusahaan dalam mengkonversi investasinya menjadi laba bersih. Semakin tinggi angka ROA, semakin baik, karena perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO investasi yang lebih kecil. ROA yang lebih tinggi berarti efisiensi aset yang lebih tinggi (Hargrave et al. ,2. ROA dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan total Rumusnya seperti ini: Return on Assets= Total Assets Net Income Sumber: Hargrave, 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan tingkat eksplanasinya penelitian yang dilakukan bersifat kausal komparatif. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sektor Property and Real Estate. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah dikemukakan, dan dilakukan berdasarkan asosiatif untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 sejumlah 63 Sampel penelitian ditetapkan secara purposive dengan kriteria tertentu. Berdasarkan kriteria dalam pengambilan sampel, maka perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 perusahaan manufaktur sub sector Property and Real Estate yang terdaftar di BEI periode 2019-2023, dengan total 23 x 5 = 115 data pengamatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian dengan alternatif Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS. Hasil Penelitian Hasil Penelitian Statistic descriptive dilakukan dengan bantuan alat analisis SPSS. Statistic descriptive atas variabel exogen . ndependent variabl. CSR dengan jumlah data 23. Dalam kurun waktu 5 tahun. CSR Property and Real Estate di Indonesia mengalami kenaikan yang dibuktikan dengan nilai rata-rata adalah sebesar 0. 1720 naik ke angka 0. 1873 dengan standard deviation yang cenderung meningkat dari 0. 0547 sampai ke 0. Selisih nilai rata-rata dengan standard deviation yang kecil . untuk tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan bahwa sebaran data CSR yang lebih seragam dengan tingkat variasi yang relatif lebih kecil. Nilai CSR menunjukkan tidak ada nilai terendah masing-masing memiliki angka yang sama berada di tahun 2016-2023 dengan nilai sebesar 0,0330 dan tertinggi berada di tahun 2022-2023 sebesar 0. Statistic descriptive dilakukan dengan bantuan alat analisis SPSS. Statistic descriptive atas variabel exogen . ndependent variabl. Firm Size dengan jumlah data 23. Dalam kurun waktu 5 tahun. Firm Size Property and Real Estate di Indonesia mengalami kenaikan yang dibuktikan dengan nilai rata-rata adalah sebesar 29. 1460 naik ke angka 29. 1460 dengan standard deviation yang cenderung menurun dari 1. 5089 sampai ke 1. Selisih nilai rata-rata dengan standard deviation yang kecil . untuk tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan bahwa sebaran data Firm Size yang lebih seragam dengan tingkat variasi yang relatif lebih kecil. Nilai Firm Size terendah berada di tahun 2019 dengan nilai sebesar 8134 dan tertinggi berada di tahun 2023 sebesar 31. Statistic descriptive dilakukan dengan bantuan alat analisis SPSS. Statistic descriptive atas variabel exogen . ndependent variabl. DER dengan jumlah data 23. Dalam kurun waktu 5 tahun. DER Property and Real Estate di Indonesia mengalami fluktuasi yang dibuktikan dengan nilai rata-rata adalah sebesar 0. terus menurun ke angka 0. kemudian naik kembali ke angka 0. dengan standard deviation yang cenderung e-ISSN 2623-2634 MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO meningkat dari 0. 6371 sampai ke 0. Selisih nilai rata-rata dengan standard deviation yang kecil . untuk tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan bahwa sebaran data DER yang lebih seragam dengan tingkat variasi yang relatif lebih kecil. Nilai DER terendah berada di tahun 2019 dengan nilai sebesar 0. 0299 dan tertinggi berada di tahun 2023 sebesar 4. Statistic descriptive dilakukan dengan bantuan alat analisis SPSS. Statistic descriptive atas variabel exogen . ndependent variabl. PBV dengan jumlah data 23. Dalam kurun waktu 5 tahun. PBV Property and Real Estate di Indonesia mengalami kenaikan yang dibuktikan dengan nilai rata-rata adalah sebesar 29. 1460 naik ke angka 29. 1460 dengan standard deviation yang cenderung menurun dari 1. 5089 sampai ke 1. Selisih nilai rata-rata dengan standard deviation yang kecil . untuk tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan bahwa sebaran data PBV yang lebih seragam dengan tingkat variasi yang relatif lebih kecil. Nilai PBV terendah berada di tahun 2019 dengan nilai sebesar 0. 0021 dan tertinggi berada di tahun 2019 sebesar 3. Statistic descriptive dilakukan dengan bantuan alat analisis SPSS. Statistic descriptive atas variabel moderating ROA dengan jumlah data 23. Dalam kurun waktu 5 tahun. ROA Property and Real Estate di Indonesia mengalami kenaikan yang dibuktikan dengan nilai rata-rata adalah sebesar 29. 1460 naik ke angka 29. 1460 dengan standard deviation yang cenderung menurun dari 1. 5089 sampai ke 1. Selisih nilai ratarata dengan standard deviation yang kecil (-0. untuk tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan bahwa sebaran data ROA yang lebih seragam dengan tingkat variasi yang relatif lebih kecil. Nilai ROA terendah berada di tahun 2019 dengan nilai 0002 dan tertinggi berada di tahun 2019 sebesar 0. UJI HIPOTESIS Uji Outer Model (Uji Indikato. Untuk penelitian keuangan dengan satu indikator tidak perlu dilakukan uji indikator . uter mode. , karena loading-nya sudah pasti bernilai satu dan indickator berbentuk formatif (Wiyono, 2. Inner Model Dievaluasi dengan R-square. Stone-Geisser Q-square test dan uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural. Nilai R Square Tabel 1. : Hasil Evaluasi Model (Goodness-of-Fit - GoF) Square Comm. Redund. Red. CSR 1,000 Firm Size 1,000 DER 1,000 PBV 0,068 1,000 0,000 -0,067 0,000 -0,067 ROA 1,000 Average 0,068 1,000 -0,067 0,000 -0,067 GoF = Ooaverage R2 x average communality = Note: H2 = CV-Communality Index. F2 = CV-Redundancy Index (Tenenhaus et al. , 2. Com. 1,000 0,261 Sumber : Output data sekunder SmartPLS diolah, 2025 Besarnya nilai R square (R. pada Tabel 1. Adalah 6,8% pada PBV menunjukkan besarnya pengaruh variabel-variabel eksogen CSR. Firm Size. DER. ROA terhadap variabel PBV secara gabungan sedang sisanya, pengaruh sebesar 93,2% disebabkan oleh variabel-variabel lain diluar penelitian ini. Nilai R square untuk variabel struktur modal sebesar 0,068 menunjukkan model kategori yang lemah. Q-Square (Q. statistik mengukur relevansi prediksi model. Pada Tabel dapat dilihat nilai communality memiliki nilai predictive relevance, dimana lebih besar e-ISSN 2623-2634 MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO dari 0 berarti model semakin kuat. menunjukkan semua blok memiliki nilai F2 dan H2 nol, prediktor variabel laten memiliki pengaruh yang kecil dengan omission distance (OD) = 5 dan hasilnya ditunjukkan pada Tabel Analisis Pengaruh dengan nilai signifikansi t-value Tabel 1. menyajikan hasil . estimasi untuk pengujian model struktural . nner mode. Untuk menghitung besarnya angka T-tabel atau taraf signifikansi 5% . wo-taile. adalah 1,96. Quality Indexes Untuk menilai fit model secara keseluruhan maka dilakukan Goodness-of-Fit (GoF) (Tenenhaus et al. , 2. Untuk model ini indeks GoF adalah 0,261 pada Tabel 1. masuk dalam kategori GoF medium (GoF yang dianggap cuku. UJI STRUKTURAL /UJI HIPOTESIS DAN PEMBAHASAN Pada sub-bab ini dilakukan pengujian efek regresi. Pengujian statistik yang digunakan adalah T-tabel sebesar 1,96 . ignificance level = 5%). Tabel 1. memperlihatkan nilai koefisien parameter dan nilai T-statistik. Koefisien Determinasi Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan R-Square yang dihasilkan sebesar 0,068 berarti bahwa pengaruh variabel CSR. Firm Size. DER terhadap PBV dengan ROA sebagai variabel moderator adalah sebesar 6,8% dan sisanya 93,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Hal in menunjukkan pengaruh yang sangat kecil terhadap PBV. Hal ini diprediksi karena manfaat CSR tidak dirasakan langsung oleh investor atau jika pengungkapan CSR dianggap tidak efektif. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap PBV tidak selalu signifikan atau kuat. Meskipun perusahaan besar cenderung memiliki PBV yang lebih tinggi, perbedaan PBV antara perusahaan besar dan kecil mungkin tidak terlalu besar. DER yang terlalu tinggi juga bisa menjadi beban keuangan, meningkatkan risiko dan menurunkan nilai perusahaan, yang pada akhirnya menurunkan PBV. ROA yang tinggi belum tentu menjamin nilai perusahaan yang tinggi, terutama jika kenaikan ROA tidak diikuti oleh peningkatan laba yang signifikan. Koefisien Jalur dan T-Statistik Pengaruh CSR Terhadap PBV Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa CSR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,345 karena t-statistik 0,945 < t-tabel 1,96. Artinya semakin tinggi CSR maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Artinya, semakin baik perusahaan dalam menjalankan program CSR, semakin tinggi pula nilai perusahaan di mata investor, yang tercermin dari PBV. CSR merujuk pada tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan lingkungan. Ketika perusahaan secara aktif menjalankan program CSR, hal ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan, menarik investor, dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham. Tabel 2. : Path Coefficients (Mean. STDEV. T-Value. Mean. STDEV. T-Values. P-Values Original Sample (O) CSR -> PBV 0,103 DER -> PBV -0,008 FIRM SIZE -> PBV -0,091 ROA -> PBV -0,015 X1*Z -> PBV -0,075 X2*Z -> PBV 0,228 Sample Mean (M) 0,124 -0,069 -0,048 0,018 0,051 0,342 Standard Deviation (STDEV) 0,109 0,164 0,176 0,249 0,264 0,363 T Statistics (|O/STDEV|) Values 0,945 0,047 0,520 0,059 0,284 0,628 0,345 0,962 0,604 0,953 0,776 0,530 e-ISSN 2623-2634 MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO X3*Z -> PBV -0,118 -0,235 0,276 0,428 0,669 Sumber : Output data sekunder SmartPLS diolah, 2025 Pengaruh Firm Size Terhadap PBV Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa Firm Size berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,604 karena t-statistik 0,520 < t-tabel 1,96. Artinya semakin besar Firm Size maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Hal ini menunjukkan bahwa investor cenderung memberikan nilai lebih tinggi pada perusahaan yang lebih besar. Ketika perusahaan menjadi lebih besar, harga sahamnya cenderung naik lebih tinggi dibandingkan dengan nilai buku per sahamnya. Pengaruh DER Terhadap PBV Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa DER berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,962 karena t-statistik 0,047 < t-tabel 1,96. Artinya semakin meningkat DER maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Hal ini menunjukkan bahwa pasar melihat penggunaan utang oleh perusahaan sebagai hal positif. Mungkin karena perusahaan menggunakan utang untuk mendanai investasi yang menguntungkan atau ekspansi yang meningkatkan nilai perusahaan. Pengaruh ROA Terhadap PBV Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,953 karena t-statistik 0,059 < t-tabel 1,96. Artinya semakin tinggi ROA maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan laba dipandang positif oleh investor dan berkontribusi pada peningkatan nilai perusahaan. Pengaruh Interaksi CSR dengan ROA Terhadap PBV Interaksi CSR dengan ROA berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,776 karena t-statistik 0,284 < t-tabel 1,96. Artinya semakin tinggi CSR*ROA maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Hal ini berarti bahwa ROA justru berdampak positif bagi PBV. Pengaruh Interaksi Firm Size dengan ROA Terhadap PBV Interaksi Firm Size dengan ROA berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,530 karena t-statistik 0,284 < t-tabel 1,96. Artinya semakin tinggi Firm Size*ROA maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Hal ini berarti bahwa ROA justru berdampak positif bagi PBV. Pengaruh Interaksi DER dengan ROA Terhadap PBV Interaksi DER dengan ROA berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PBV sebesar 0,669 karena t-statistik 0,428 < t-tabel 1,96. Artinya semakin tinggi Firm Size*ROA maka menyebabkan semakin tingginya PBV. Hal ini berarti bahwa ROA justru berdampak positif bagi PBV. Analisis Korelasi Tabel 3. : Latent Variable Correlations Latent Variable Correlations CSR CSR 1,000 DER 0,177 FIRM SIZE 0,152 PBV 0,082 ROA 0,032 DER 0,177 1,000 0,117 0,030 -0,223 FIRM SIZE 0,152 0,117 1,000 -0,055 -0,064 PBV 0,082 0,030 -0,055 1,000 -0,035 ROA 0,032 -0,223 -0,064 -0,035 1,000 Sumber : Output data sekunder SmartPLS diolah, 2025 Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa : Korelasi positif tertinggi adalah antara DER dengan CSR yaitu dengan koefisien 0,177. Artinya Perusahaan dengan DER yang tinggi memiliki beban keuangan yang lebih MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO besar karena harus membayar bunga atas utang. Hal ini bisa membuat perusahaan lebih fokus pada pengelolaan keuangan internal dan mengurangi pengeluaran untuk kegiatan CSR, termasuk pengungkapannya dalam laporan keuangan. Korelasi positif yang kedua adalah antara Firm Size dengan CSR yaitu dengan koefisien 0,152. Artinya Perusahaan besar cenderung memiliki sumber daya yang lebih besar untuk melaksanakan program CSR yang lebih luas dan terstruktur, serta lebih transparan dalam Korelasi negatif tertinggi adalah antara ROA dan DER yaitu dengan koefisien -0,223. Artinya semakin menurunnya ROA apabila DER semakin semakin tidak terpenuhi. Korelasi negatif kedua adalah antara ROA dan Firm Size yaitu dengan koefisien -0,064. Artinya ROA tidak sesuai dengan harapan Firm Size. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi atau pengujian dan pembahasan sebagaimana yang telah disajikan pada bagian sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan : Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara CSR Terhadap PBV. Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara Firm Size Terhadap PBV. Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara DER Terhadap PBV. Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara ROA Terhadap PBV. Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara Interaksi CSR dengan ROA Terhadap PBV. Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara Interaksi Firm Size dengan ROA Terhadap PBV. Terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara Interaksi DER dengan ROA Terhadap PBV. Sebagaimana lazimnya suatu penelitian empiris, hasil penelitian ini juga tidak terlepas dari keterbatasan, yang antara lain adalah dilihat dari besarnya nilai R square (R. yang hanya 6,8% pada PBV pada penelitian ini yang menunjukkan masih banyak lagi variabel-variabel eksogen lain yang harus ditambahkan mengingat masih ada 93,2% variabel yang belum terdeteksi. DAFTAR PUSTAKA