SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Analisis Proses Pembelajaran Daring di Kelas Rendah SD IT Adzkia pada Masa Pandemi Covid-19 Riri Marfilinda1. Mila Suswani2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Adzkia e-mail: riri. m@adzkia. Abstrak Covid-19 membeikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dalam aspek pendidikan. Pemerintah didorong untuk menangani perubahan arus pendidikan tersebut, sehingga adanya kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia 2 Padang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia 2 Padang kurang efektif. Penggunaan aplikasi zoom dan pemanfaatan media pembelajaran yang hanya berbentuk Powerpoint (PPT) dan berbantuan video pembelajaran saja tidak cukup, karenanya perlu ditingkatkan lagi performa guru dalam mengajar, agar mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Evaluasi pembelajaran daring yang berlangsung di SDIT Adzkia 2 mengalami beberapa kendala, diantaranya adalah pihak sekolah menjadi kesulitan untuk memantau perkembangan karakter siswa selama daring, guru merasa kesulitan dalam mengukur pencapaian pembelajaran siswa, dan orang tua merasa kewalahan saat pembelajaran daring. Kata kunci: Analisis. Proses pembelajaran Daring. Kelas Rendah Abstract Covid-19 has had a considerable impact on the lives of Indonesian people, one of which is in the aspect of education. The government is encouraged to deal with changes in the flow of education, so that there is a policy regarding the implementation of online learning. This study aims to describe the implementation of the online learning process in the lower grades of SDIT Adzkia 2 Padang. The approach used in this study is a qualitative approach with the type of research being descriptive qualitative, while the data collection techniques in this study used interviews and documentation. The results of the study illustrate that the online learning process in the lower grades of SDIT Adzkia 2 Padang is less effective. The use of zoom applications and the use of Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 learning media that are only in the form of Powerpoint (PPT) and assisted by learning videos are not enough, therefore it is necessary to improve the performance of teachers in teaching, in order to achieve the desired learning objectives. The evaluation of online learning that took place at SDIT Adzkia 2 encountered several obstacles, including the schools being difficult to monitor the character development of students while online, teachers finding it difficult to measure student learning achievement, and parents feeling overwhelmed when learning online. Keywords : Analysis. Online Learning Process. Low Class PENDAHULUAN Covid-19 masih menjadi topik perbincangan utama sejak kemunculannya pada awal Desember 2019. Bagaimana tidak, virus yang pertama kali ditemukan di China ini, telah menginfeksi jutaan orang di dunia. Terhitung Maret 2020 organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi . alam Rigianti 2020:. , sebanyak 213 negara telah terjangkit Covid-19, 839 diantaranya terkonfirmasi positif dan 182. 100 meninggal dunia. Penularan wabah Covid-19 sangat cepat dan sulit untuk mengenali ciri-ciri orang yang sudah Penyebaran virus ini bisa secara langsung maupun tidak langsung, dari satu orang ke orang lain. Kondisi ini menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Covid-19 ini menimbulkan dampak yang luar biasa, karena hampir dirasakan oleh seluruh negara. Berbagai sektor yang menerima dampak dari wabah virus tersebut, salah satunya yaitu pada sektor pendidikan. Indonesia menjadi salah satu negara yang berimbas Covid-19. Sehingga proses pembelajaran di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan, mulai dari waktu, cara pembelajaran, dan Adanya wabah virus Corona atau Covid-19 mengharuskan para pendidik, orang tua, ataupun masyarakat lebih gencar lagi dalam menangani perubahan arus pendidikan tersebut. Karena, semua pihak yang terlibat dalam pendidikan ini harus tetap semangat mengejar dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Karena akibat dari pandemi ini, maka menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 memutuskan proses belajar mengajar harus dilaksanakan dari rumah masing-masing atau disebut dengan Belajar Dari Rumah (BDR). Di Indonesia. Sumatera Barat. Kota Padang menjadi salah satu daerah yang berimbas oleh Covid-19. Dilansir dalam Website Corona Sumbar. Kota Padang s/d 28 september 2021 tercatat sebanyak 1. 578 jumlah spesimen, 209 suspect, 86. sembuh, 89. 200 positif, dan sebanyak 2. 117 kematian. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Gambar 1. Data Kasus Covid-19 Website Corona Sumbar Pembelajaran daring atau dalam jaringan merupakan terjemahan dari istilah online yang berarti tersambung ke jaringan komputer. Dengan kata lain adalah pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan melalui jaringan internet dari tempat yang berbeda-beda. Menurut Handarini . alam Rahmawati dkk, 2020:. menyebutkan bahwa pembelajaran di rumah secara online mampu membuat peserta didik menjadi lebih mandiri dan kreatif, dan pembelajaran daring merupakan wujud keberhasilan menciptakan Social Distancing dan meminimalisir keramaian yang di anggap berpengaruh besar terhadap Covid-19. Manusia merupakan makhluk sosial yang cenderung memiliki sifat ingin tahu yang lebih tinggi. Karena dalam hal ini manusia dituntut untuk berproses baik secara fisik maupun non fisik. Dengan adanya proses tersebut manusia membutuhkan pedoman dan pembelajaran guna untuk melanjutkan kehidupannya dilingkungan masyarakat yang ada. Sekolah merupakan salah satu contoh dari pembelajaran fisik dan non fisik yang ada di Indonesia. Karena di dalam sekolah tersebut merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Menurut Trianto . alam Pane & Dasopang, 2017: . menjelaskan Pembelajaran adalah aspek kegiatan yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya. Pada hakikatnya, pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan peserta didiknya agar tujuannya tetap dapat tercapai. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Dalam pendidikan di sekolah dasar, guru berperan penting untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar pembelajaran tersebut lebih Guru adalah manusia terdidik dan pelopor terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Guru mempunyai tugas penting bagi peserta didik secara mental, emosional, psikis, dan non psikis. Dalam keadaan pembelajaran dengan situasi seperti ini, guru dituntut untuk lebih aktif memahami cara berkomunikasi dengan siswa dengan bahasa dan alat yang berbeda. Pemanfaatan media pembelajaran dan metode pembelajaran secara online harus digunakan guru secara maksimal. Hal ini untuk menunjang jalannya pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi dalam kurun waktu yang belum ditentukan kapan akan berakhir penerapan pembelajaran daring ini. Penelitian berbasis analisis pembelajaran daring ini bukan pertama kali Sebelumnya juga sudah ada, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh Novi Rosita Rahmawati, dkk, 2020 tentang Analisis Pembelajaran Daring Saat Pandemi di Madrasah Ibtidaiyah. Yaitu menggunakan aplikasi whatsapp group dan google doc. Penelitian ini dilakukan di MI Miftahul Huda Ngreco. Dari penelitian ini masih ditemukan faktor penghambat pembelajaran daring, sama halnya juga dengan yang ditemui oleh penulis, diantaranya adalah guru tidak bisa menjelaskan secara Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode wawancara dan angket melalui media whatsapp, sedangkan penulis menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Salah satu sekolah yang melaksanakan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 di Kota Padang adalah SDIT Adzkia 2 Padang. Berdasarkan hasil observasi. SDIT Adzkia 2 Padang menerapkan pembelajaran daring selama lebih kurang 1 Penulis sudah mewawancarai salah satu guru di kelas rendah, yaitu Ustadzah YN bahwa di SDIT Adzkia 2 sendiri menerapkan pembelajaran daring yang dibantu dengan menggunakan Aplikasi whatsapp, google classroom, dan zoom. Menurut narasumber sendiri di awal proses pembelajaran daring, ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu para guru kurang mengerti menggunakan aplikasi, pada saat zoom berlangsung masih ada beberapa siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran, karena terkendala handphone satu berdua dengan adik atau kakaknya, begitu juga dengan aplikasi google classroom, sehingga penyampaian materi pembelajaran menjadi tidak efektif. Selain itu, pada saat pembelajaran daring ini juga tidak semua orang tua siswa bisa ikut mendampingi pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul AuAnalisis Proses Pembelajaran Daring Di Kelas Rendah SDIT Adzkia Padang Di Masa Pandemi Covid-19Ay. Penelitian ini diharapkan agar mampu menjadi evaluasi pembelajaran daring di SDIT Adzkia Padang. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia Padang selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini hanya memfokuskan pada proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia Padang saja. Karena, selama pelaksanaan pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia Padang masih banyak kendala yang Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 ditemukan pada saat proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi dan mendeskripsikan tentang proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia Padang mengenai dampak Covid-19 terhadap pembelajaran METODE Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan dalam penelitian yang meneliti tentang fenomena atau kasus-kasus tertentu secara langsung dan mendalam terhadap suatu Pendekatan kualitatif bersifat mendeskripsikan data atau fenomena yang ditemukan oleh peneliti. Menurut Bog dan Taylor . alam Madagi, 2020: . menyebutkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan prilaku orang-orang yang diamati. Melalui teknik-teknik penelitian kualitatif seperti wawancara dan dokumentasi akan memudahkan untuk mendapatkan hasil penelitian yang mendalam tentang analisis proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia 2 Padang. Karena untuk mengetahui bagaimana proses dari pembelajaran daring tersebut akan lebih baik jika dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk mengetahuinya. Jadi, dalam penelitian kualitatif ini data yang disajikan bergantung dari hasil pengamatan, wawancara, serta proses analisa yang dilakukan oleh penulis di kelas rendah SDIT Adzkia 2 Padang tanpa adanya data statistik atau cara kuantifikasi. Pada situasi sosial atau obyek penelitian ini penulis dapat mengamati secara mendalam mengenai aktivitas proses pembelajaran daring yang dilakukan di kelas rendah di SDIT Adzkia 2 Padang. Pada penelitian ini, penulis memasuki situasi sosial di kelas rendah SDIT Adzkia 2 dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi kepada orang-orang yang tahu tentang situasi sosial tersebut. Dalam penelitian ini ada beberapa narasumber yang diwawancarai dikelas rendah SDIT Adzkia 2 Padang, yaitu kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Dalam hal ini penulis membatasi sebanyak 3 orang siswa per kelas dalam pengambilan narasumber untuk di 3 orang dikelas I beserta orang tua, 3 orang dikelas II beserta orang tua, dan 3 orang dikelas i beserta orang tua. Alasan penulis membatasi dengan teknik purposive sampling yaitu karena melihat situasi dan kondisi di SDIT Adzkia 2 Padang yang rata-rata orang tuanya adalah sebagai pekerja, oleh karena itu penulis harus bekerja sama dengan wali kelas untuk memilih waktu dan narasumber sebelum melakukan wawancara tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pembelajaran daring di SDIT Adzkia 2 Padang pada saat observasi awal. SDIT Adzkia 2 sendiri menerapkan pembelajaran daring lebih kurang 1 semester pada tahun ajaran semester ganjil 2020, dimana pembelajaran memang full dilakukan secara daring. Berbeda dengan waktu penelitian, saat melakukan penelitian, penulis mendapati bahwa di SDIT Adzkia 2 sendiri sudah melakukan pembelajaran luring atau tatap muka yang dilakukan dengan memberlakukan shift A dan shift B. Dimana antara Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 shift A dan shift B secara bergantian untuk masuk pagi dan masuk siang, itu berlaku untuk semua kelas dari kelas I sampai kelas VI, sehingga saat penelitian dilakukan, penulis bisa langsung mewawancarai narasumber untuk mendapatkan data dan informasi yang diinginkan, itupun atas dasar persetujuan narasumber sendiri ingin diwawancarai secara langsung oleh penulis. Pelaksanaan Pembelajaran Daring Pelaksanaan pembelajaran daring di SDIT Adzkia 2 sendiri para guru kelas rendah menggunakan RPP biasa yang ditambahkan dengan prokes didalam RPP tersebut, serta buku guru dan buku siswa. Untuk media pembelajaran berupa powerpoint dan berupa video yang ditampilkan melalui zoom. Meskipun demikian sudah difasilitasi oleh sekolah jaringan internet yang memadai untuk para guru, tetapi guru hanya mampu menyiapkan media pembelajaran berupa powerpoint dan video pembelajaran saja, karena salah satu guru dikelas rendah ini juga menjelaskan bahwa untuk menyiapkan media berupa powerpoint dan mencari video pembelajaran saja sudah menyita waktu, permasalahan gagap teknologi ditingkat para guru juga menjadi kendala, para guru juga menjelaskan bahwa diawal pembelajaran daring merasa kurang memahami dengan penggunaan aplikasi pembelajaran daring tersebut. Para orang tua siswa juga menyebutkan, jika hanya menggunakan aplikasi zoom, penayangan video, dan powerpoint saja itu tidak cukup untuk membelajarkan siswa kelas rendah selama daring, dengan dunia siswa kelas rendah yang akrab dengan bermain, jika dihadapkan dengan pembelajaran daring yang berupa zoom saja, siswa akan mudah bosan, meskipun diawal pembelajaran terlihat semangat semua, tetapi setelah 2 jam menatap layar zoom siswa-siswa sudah merasa bosan. Menurut keterangan dari guru, sesekali juga diadakan berupa game di aplikasi quezees untuk memancing semangat siswa, namun meskipun sudah diadakan game, para siswa juga tetap merasa bosan kalau terlalu lama ketika zoom tersebut. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru kelas rendah dalam proses pembelajaran daring yaitu menggunakan metode ceramah dan penugasan melalui aplikasi zoom dan google classroom. Guru juga menjelaskan bahwa penugasan bisa berbentuk pengiriman video kegiatan sehari-hari yang dikirim ke guru melalui Ashari . alam Dewi: 2020:. menjelaskan hal yang sama, bahwa banyak implementasi tentang pembelajaran daring, ada yang berupa konsep ceramah online yang disajikan oleh guru, ada juga seperti mengajar dikelas tetapi divideokan dan dikirim ke whatsapp siswa, serta pemanfaatan konten-konten gratis dari berbagai sumber yang mampu menunjang pembelajaran daring. Kendala Pembelajaran Daring Kendala yang pertama adalah siswa merasa bosan saat menatap layar zoom, sehingga guru harus senantiasa memikirkan strategi agar siswa bisa keluar dari zona kebosanan tersebut. Peran guru sangat penting saat pembelajaran daring, ia harus mampu kreatif dalam memberikan pembelajaran yang menarik selama daring. Menurut (Rigianti, 2020:. menjelaskan bahwa, guru harus mampu melihat ketercapaian Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kompetensi dasar yang dukuasai oleh siswa, sehingga ketika guru membuat materi pembelajaran daring, harus dilakukan dengan maksimal. Selanjutnya kendala yang kedua adalah orang tua mengeluhkan bahwa mereka tidak bisa menjelaskan pembelajaran dengan detail kepada siswa seperti yang diajarkan oleh guru disekolah, siswapun menjelaskan demikian, bahwa mereka lebih mengerti ketika guru langsung menjelaskan materi jika dibandingkan orang tuanya. Kendala yang ketiga adalah masalah sinyal yang tidak lancar yang mengakibatkan zoom menjadi bermasalah dan suara guru saat menjelaskan menjadi putus-putus sehingga siswa tidak mendengar pembelajaran yang disampaikan guru secara efektif. Selanjutnya kendala keempat adalah pendampingan orang tua, karena bagi orang tua yang bekerja dari pagi sampai sore tidak bisa ikut mendampingi anak saat belajar daring. Selanjutnya kendala kelima adalah guru tidak bisa memantau proses pembelajaran siswa secara langsung, hanya melalui zoom saja, itupun tidak efektif karena saat zoom berlangsung, masih ada juga siswa yang tidak menghidupkan videonya, dengan demikian guru tidak bisa memantau aktivitas apa saja yang dilakukan siswa, dan terbukti bahwa saat video zoom tidak dihidupkan bisa saja siswa tidak berada di layar zoom tersebut, dan bahkan ada yang kedapatan oleh guru saat zoom berlangsung siswa tertidur. Siswapun menjelaskan demikian, bahwa ketika mereka merasa bosan saat zoom mereka terkadang bermain, membuka youtube dan melakukan berbagai kegiatan lainnya. Gambar 2. Pembelajaran daring melalui aplikasi zoom Guru merasa kesulitan dalam mengukur pencapaian pembelajaran siswa. Hal tersebut terbukti ketika proses pembelajaran daring dilaksanakan, para siswa diberikan penugasan berupa soal-soal latihan oleh guru dan para siswa pun bisa menjawab soalsoal latihan yang diberikan oleh guru tersebut dengan baik, jadi secara tidak langsung dapat dilihat bahwa para siswa mampu memahami pembelajaran daring dengan baik, tetapi setelah dilaksanakan pembelajaran tatap muka, terlihat perbedaannya bahwa para siswa tidak mengerti pembelajaran selama daring, karena dengan ditanyakan lagi oleh guru mengenai materi pembelajaran daring sebelumnya para siswa tidak Kelebihan Pembelajaran Daring Pertama adalah pembelajarannya lebih fleksibel bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, yang kedua adalah pembelajaran daring lebih santai jika dibandingkan Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14174-14182 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 pembelajaran tatap muka, yang ketiga adalah penyampaian informasi yang disampaikan oleh guru bisa langsung di akses oleh siswa dimanapun berada, kelebihan yang keempat adalah secara langsung siswa bisa dipantau dan didampingi oleh orang tua ketika belajar daring, kelebihan yang kelima adalah adanya pengalaman baru yang akan didapatkan oleh guru ataupun siswa mengenai pembelajaran daring. Kekurangan Pembelajaran Daring Kekurangan dalam pembelajaran daring yaitu, pada saat proses pembelajaran daring siswa kurang terlibat dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan pemahaman siswapun menjadi menurun jika dibandingkan antara daring dan tatap muka. SIMPULAN Pertama, perencanaan pembelajaran daring yang dilakukan di SDIT Adzkia 2 Padang sudah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik, meskipun awalnya ada sedikit kendala dalam pemakaian wi-fi, namun hal tersebut bisa di atasi dengan adanya pemasangan kabel LAN, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh kepala sekolah SDIT Adzkia 2. Selain itu, mengenai RPP dan media pembelajaran juga sudah dipersiapkan dengan baik oleh wali kelas, demi tercapainya tujuan pembelajaran yang Kedua, proses pembelajaran daring di kelas rendah SDIT Adzkia 2 Padang kurang efektif. Penggunaan aplikasi zoom dan pemanfaatan media pembelajaran yang hanya berbentuk powerpoint (PPT) dan berbantuan video pembelajaran saja tidak cukup, karenanya perlu ditingkatkan lagi performa guru dalam mengajar, agar mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Karena hampir semua narasumber yang diwawancarai menjelaskan hal yang sama, mulai dari guru, orang tua, bahkan Menurut orang tua, pembelajaran daring tersebut membuat anak-anak merasa bosan dan terkesan monoton. Ketiga, evaluasi pembelajaran daring yang berlangsung di SDIT Adzkia 2 mengalami beberapa kendala, diantaranya adalah pihak sekolah menjadi kesulitan untuk memantau perkembangan karakter siswa selama daring, guru merasa kesulitan dalam dalam mengukur pencapaian pembelajaran siswa, yang ketiga adalah pembelajaran daring membuat guru kerepotan dan membutuhkan waktu lebih lama saat menyiapkan media pembelajaran daring, yang keempat yaitu orang tua merasa kewalahan saat pembelajaran daring. DAFTAR PUSTAKA