Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN JARAK TEMPAT TINGGAL DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN PADA IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TAHUN 2025 Hasbullah1. Nuryanti Thahir2. Suandi3. 1,2,3 Prodi S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Patria Artha. Indonesia E-mail: hasbullah@gmail. com, nuryantithahir. nt@gmail. Suandipratama74@gmail. Abstrak Penelitian ini adalah ibu pasca persalinan yang berada pada wilayah kerja puskemas buki. Kriteria respodan pada penelitian ini adalah ibu pasca persalinan. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan antara pengetahuan dan jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Buki. Kabupaten Kepulauan Selayar. Apakah terdapat hubungan antara Pengetahuan dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Pemilihan Penolong Persalinan pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Buki. Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Cross-Sectional, di mana peneliti mencari hubungan antara variabel independen . dengan variabel dependen . dengan melakukan pengukuran Berdasarkan hasil penelitian, dari 43 responden terdapat 17 . ,5%) yang memiliki penegtahuan baik tentang persalinan. Dari jumlah tersebut. Sebagian besar yaitu 16 . ,2%) responden memilih tenaga Kesehatan sebagai penolong persalinan dan 1 . ,3%) responden masih memilih dukun sebagai penolong persalinan. memilih penolong persalinan ke dukun bayi dan tidak ada . %) yang memilih tenaga kesehatan. Sementara itu, responden yang memiliki jarak tempat tinggal 1Ae5 km sebanyak 16 . ,2%) sampel. Dari 16 . ,2%) sampel memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dan tidak ada . %) yang memilih dukun bayi Puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025. Kata Kunci: Tingkat Pengtahun Pemilihan Penolong Persalinan. Status pekerjaan. Jarak Tempat Tinggal PENDAHULUAN Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi . anin dan ur. yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan . ekuatan sendir. Pemilihan penolong mengetahui dalam memilih tenaga penolong saat melahirkan pada persalinan terakhir baik tenaga kesehatan maupun tenaga non Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin merupakan Hasbullah. Nuryanti Thahir. Suandi masalah yang besar dinegara miskin dan berkembang seperti di Indonesia (Darwizar. Ketidak berkepanjangan pada ibu hamil dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Ibu yang sedang hamil dan mengalami kekurangan energi kronis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kelelahan yang terus-menerus, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, dan penurunan kekuatan fisik. Tambahan pula, kekurangan energi kronis juga dapat menimbulkan Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 masalah pada sistem kekebalan tubuh ibu, memengaruhi kemampuan tubuh untuk pulih setelah proses persalinan. Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu masyarakat sangat besar peranannya mengingat kawasan Indonesia sangat luas. Adanya perbedaan yang besar dalam bidang pencapaian target persalinan oleh tenaga kesehatan utamanya di pedesaan tidak seperti yang diharapkan (Suprapto, 2. Masalah kamatian dan masalah kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah Angka kematian ibu (AKI) menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesi. tahun 2023 dan 2023 sebesar 248 000 kelahiran hidup dan target pada tahun 2023 menjadi sebesar 125 dari 000 kelahiran hidup. Angka ini merupakan angka 3 sampai 6 kali lebih besar dari Negara di Wilayah ASEAN dan lebih dari 50 kali lebih besar dari negara maju (Depkes RI, 2. Kondisi AKI dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perdarahan, hipertensi, infeksi, partus lama dan komplikasi Namun, yang sering terlupakan adalah adanya penyebab secara tidak kematian ibu, seperti rendahnya taraf kurangnya kemampuan ekonomi, lemahnya kedudukan dan peran perempuan dalam pelayanan kesehatan yang memadai (Depkes RI, 2. Di Indonesia persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sebanyak 66 % sedangkan 34 % oleh dukun anak (Survei Demografi Kesehatan Indonesia, 2. Nurwahyuh. Nur hikmah. Freddy Chandra Di Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2022 cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 42207 orang atau 80,36 %, tahun 2022 sebanyak 39473 orang atau 80, 36 % dan pada tahun 2024 sebanyak 33901 orang 88,76 % (Dinkes Provinsi Sulsel. Data yang diperoleh dari dinas kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2022 cakupan pesalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 84, 26%, pada tahun 2022 sebanyak 81, 94%, pada tahun 2023 sebanyak 84, 76% dan pada tahun 2024 sebanyak 65, 53% (Dinkes Kab. Kepulauan Selayar, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Buki pada tahun 2024 sebanyak 67,39% persalinan ditolong oleh nakes dan 32,61 % persalinan ditolong oleh dukun, sedangkan untuk tahun 2025 periode Januari sampai Juni tercatat sebanyak 62,76% persalinan oleh nakes dan 37,24% persalinan oleh dukun dari 43 persalinan (Puskesmas Buki, 2. Pemilihan penolong persalinan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keselamatan ibu dan bayi. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, seperti bidan atau dokter, terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, bahkan kematian ibu dan bayi. Sebaliknya, persalinan yang ditolong oleh penolong nonmedis, seperti dukun beranak, masih menyumbang angka kematian ibu dan bayi, terutama di wilayah dengan akses kesehatan yang terbatas. Oleh karena itu, pemilihan penolong persalinan menjadi isu yang sangat penting untuk diteliti, khususnya di daerah pedesaan dan Salah satu faktor yang adalah pengetahuan ibu. Pengetahuan terbentuknya sikap dan perilaku seseorang. Menurut Notoatmodjo . , perilaku kesehatan sangat erat kaitannya dengan pengetahuan, di mana ibu dengan pengetahuan yang baik akan lebih sadar Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 terhadap pentingnya pelayanan persalinan yang aman dan profesional. Beberapa penelitian juga membuktikan hal ini. Misalnya, penelitian Adinugraha et al. di wilayah kerja Puskesmas Padarincang menemukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dan pemilihan penolong persalinan . = 0,. Demikian pula penelitian Nuraini et . menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan yang lebih baik lebih memilih pengetahuannya rendah. Selain pengetahuan, faktor jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan juga berperan Teori Andersen . menyatakan bahwa aksesibilitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh faktor ketersediaan layanan dan jarak ke fasilitas kesehatan. Semakin dekat jarak rumah ibu dengan kemungkinan ibu memanfaatkan pelayanan Sebaliknya, ibu yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan lebih cenderung memilih persalinan di rumah dengan penolong nonmedis karena keterbatasan transportasi, biaya, maupun waktu tempuh. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Ningsih et al. di Prabumulih yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jarak dengan pemilihan penolong persalinan . = 0,. Khususnya di wilayah kepulauan seperti kepulauan selayar diwilayah kerja puskesmas Buki kondisi jalannya berbukit, terjal atau rusak, waktu tempuh akan Panjang sebernanya relative dekat. Hal ini membuat transportasi yang cukup berat, terlebih pada situasi darurat persalinan yang Meskipun elevasi wilayah kecamatan Buki relative rendah . -207mpd. , kondisi jalan di bebrapa rute masih dibayang-banyangi infrastuktur yang rusak artinya keadaan praktis di lapanagan jalan berlubang, tanah bergelombang atau tidak dapat dilalaui Hasbullah. Nuryanti Thahir. Suandi dengan roda empat mengakibatkan waktu tumpuh yang jauh lebih lama dan risiko selama perjalanan lebih tinggi. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Cross-Sectional, di mana peneliti independen . dengan variabel dependen . dengan melakukan pengukuran sesaat. Artinya setiap subjek hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat pemeriksaan. HASIL Deskripsi Responden Penelitian Responden pada penelitian ini adalah ibu pasca persalinan yang berada pada wilayah kerja puskemas buki. Kriteria respodan pada penelitian ini adalah ibu pasca Jumlah berpartisipiasi pada penelitian ini sebanyak 43 orang. Usia Distribusi Frekuensi Usia Sampel Di Wilayah Kerja Puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025 Tabel memberikan gambaran bahwa dari 43 sampel terdapat usia terbanyak adalah antara 26-30 tahun yaitu sebanyak 15 . %) orang, sampel berusia antara 15-20 tahun sebanyak 12 orang . %), sampel berusia antara 21-25 tahun sebanyak 7 orang . %), sampel berusia antara 36-40 tahun sebanyak 6 . %) dan sampel yang berusia antara 3135 tahun sebanyak 3 . %) orang. Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Distribusi Frekuensi Pendidikan Distribusi Frekuensi Pendidikan Sampel Di Wilayah Kerja Puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025 Jarak Tempat Tinggal Ibu Distribusi Sampel Menurut Jarak Tempat Tinggal Di Wilayah Kerja Puskesmas Buki. Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025 Tabel memberikan gambaran bahwa dari 43 terdapat pendidikan terbanyak adalah SMP yaitu sebanyak 21 orang . %), sampel berpendidikan SMA sebanyak 10 orang . %), sampel berpendidikan SD sebanyak 5 orang . %), sampel yang berpendidikan S1 sebanyak 3 orang . %), sampel yang berpendidikan Diploma 2 orang . %) dan sampel yang tidak pernah sekolah sebanyak 2 orang . %). Pada tabel 5. 5 menunjukan bahwa dari 43 sampel terdapat 27 . %) tempat tinggal sampel berjarak > 5 Km dari tempat pelayanan kesehatan dan sebanyak 16 . %) tempat tinggal sampel berjarak 1 s/d 5 Km dari tempat pelayanan kesehatan. Penolong Persalinan Distribusi Menurut Pemilihan Persalinan Penolong Tabel diatas menunjukan bahwa dari 43 sampel terdapat 27 . %) sampel memilih persalinan dan sebanyak 16 . %) sampel memilih dukun sebagai penolong persalinan. Pengetahuan Sampel Tentang Persalinan Distribusi Sampel Menurut Penegtahuan Ibu Tentang Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buki. Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025 Pada tabel menunjukan bahwa dari 43 sampel terdapat 26 . %) orang yang berpengetahuan kurang tentang persalinan dan sebanyak 17 sampel . %) yang berpengetahuan baik tentang persalinan Nurwahyuh. Nur hikmah. Freddy Chandra Analisis Brivariat Analisis mengetahui hubungan antara variabel bebas . engetahuan dan jarak tempat tingga. dengan variabel terikat . emilihan penolong Pengujian hipotesis data penelitian ini menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan = 0,05 yang diperoleh hasil analisis. Hubungan Pengetahuan Pemilihan Penolong Ibu Berdasarkan tabel 5. 6 menunjukan dari 43 pengetahuan baik tentang persalinan sebanyak 17 . ,5%) sampel, terdapat 16 . ,2%) sampel yang memilih penolong persalinan ke tenaga kesehatan dan 1 . ,3%) yang memilih dukun sebagai penolong Dari 43 sampel, bahwa yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 26 . ,5%) sampel, terdapat 11 . ,6%) yang memilih penolong persalinan ke tenaga kesehatan dan terdapat 15 . ,9%) sampel yang memilih dukun sebagai penolong Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh nilai A= 0,002 (A < 0,. , maka Ho ditolak dan H1 diterima dengan demikian ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Buki. Hubungan Jarak Tempat Tinggal Ibu dengan Pemilihan Penolong Persalinan Hasil menyatakan hubungan jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah Kerja Puskesmas Buki dapat dilihat pada tabel di bawah ini Berdasarkan tabel 5. 7 menunjukkan bahwa dari 43 responden bahwa yang berjarak tempat tinggal >5 km sebanyak sebanyak 27 . ,8%) sampel, terdapat 27 . ,8%) responden juga yang memilih penolong persalinan ke dukun dan tidak ada . %) sampel yang memilih tenaga kesehatan. Dari 43 sampel bahwa yang berjarak tempat tinggal 1 s/d 5 Km sebanyak 16 . ,2%) sampel, terdapat 16 . ,2%) yang memilih penolong persalinan ke petugas kesehatan dan tidak ada . %) yang memilih dukun. Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh nilai A= 0,000 (A < 0,. , maka Ho ditolak dan H1 diterima dengan demikian ada hubungan antara jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Buki. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemilihan Penolong Persalinan Pengetahuan merupakan hasil dari proses kognitif Ketika seseorang menerima, memahami, dan mengingat informasi Dalam konteks penelitian ini, penegtahuan ibu yang dimaksud adalah kemampuan responden untuk menjawab Hasbullah. Nuryanti Thahir. Suandi pertanyaan terkait persalinan dengan Berdasarkan hasil penelitian, dari 43 responden terdapat 17 . ,5%) yang memiliki penegtahuan baik tentang Dari jumlah tersebut. Sebagian besar yaitu 16 . ,2%) responden memilih tenaga Kesehatan sebagai penolong persalinan dan 1 . ,3%) responden masih memilih dukun sebagai Hal penegtahuan baik cenderung memilih tenaga Kesehatan, walaupun masih terdapat Sebagian kecil yang tetap memilih dukun. Alasan ibu dengan penegtahuan baik tetap memilih dukun kepercayaan terhadap tenaga Kesehatan yang masih muda, adanya ikatan kekeluargaan dan kepercayaan dengan Sementara itu dari 43 responden sebanyak 26 . ,5%) responden yang memiliki pengetahuan kurang, terdapat 11 . ,6%) responden yang memilih tenaga Kesehatan sebagai penolong persalinan dan terdapat 15 . ,9%) responden yang memilih dukun sebagai penolong persalinan. Menurut hasil berpengetahuan kurang tetapi tetap memilih tenaga Kesehatan sebagai penolong persalinan. Hal ini disebabkan adanya jaminan persalinan ( misalnya Akses. Jamkesmas. Jampersal, maupun BPJS Kesehata. yang meringankan biaya serta persepsi ibu untuk meurangi resiko komplikasi persalinan. Sedangkan pada ibu yang meilih dukun sebagai penolong persalinan karena adanya beberapa Pendidikan, pengalaman pribadi dan Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan penolong persalinan tidak berdasarkan tingkat Pendidikan ibu. Beberapa responden mengaku Keputusan tersebut dipengaruhi oleh faktor nonkognitif, seperti kedekatan emosional dengan bidan yang sudah memeriksa Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 sejak awal kehamilan atau pengalaman persalinan sebelumnya yang ditolong oleh tenaga Kesehatan yang sama. Temuan ini sejalan dengan penelitian Wulandari et al . yang menyatakan bahwa keberlanjutan layanan antenatal care (ANC) berhubungan erat dengan Kesehatan sebagai penolong persalinan. Namun, rendahnya Pendidikan formal resiko persalinan non medis, terutama di wilayah pedesaan dengan akses informasi terbatas (Yaya et al,2. Ibu yang melahirkan di wilayah kerja puskesmas Buki memiliki pengetahuan yang masih kurang, hal ini diakibatkan karena rendahnya penegtahuan dan Pendidikan Sebagian Masyarakat di wilayah penelitian juga menikaah pada usia muda. Hal ini dipicu oleh kehamilan saat masih bersekolah sehinggaa mereka harus berhenti menempuh Pendidikan formal. Penelitian Dewi et al . menemukan bahwa hubungan signifikan dengan rendahnya pengetahuan ibu tentang Kesehatan menghadapi persalinan. Demikian pula. Rahman menyatakan bahwa pernikahan dini seringkali berimplikasi pada rendahnya akses Pendidikan dan keterbatasan informasi Kesehatan, yang akhirnya mempengaruhi pengambilan Keputusan dalam pemilihan penolong persalinan. Rendahnya penegtahuan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor Pendidikan formal, tetapi juga kondisi sosial budaya. Selain itu, jarak tempat tinggal yang cukup jauh dari pusat keramaian dan tentang pentingnya Kesehatan ibu dan Hubungan jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan Jarak tempat tinggal dalam penelitian ini dimaknai sebagai jarak rumah responden ke fasilitas/ tenaga Kesehatan terdekat. Secara operasional, jarak di bagi menjadi 2 kategori yaitu dekat (<5 k. dan jauh (>5 k. Berdasarkan hasil penelitian dari 43 sampel, diketahui bahwa responden dengan jarak tempat tinggal > 5 km sebanyak 27 sampel . ,8%). Dari 27 sampel . ,8%) memilih penolong persalinan ke dukun bayi dan tidak ada . %) yang memilih tenaga kesehatan. Sementara itu, responden yang memiliki jarak tempat tinggal 1Ae5 km sebanyak 16 . ,2%) sampel. Dari 16 . ,2%) sampel memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dan tidak ada . %) yang memilih dukun bayi. Menurut hasil penelitian ini , ibu memilih pertolongan merupakan Masyarakat yang jarak rumahnya lebih dekat dengan Lokasi dukun. Banyak ibu memilih dukun karena dianggap lebih dekat secara emosional, ramah, sering menjenguk dan membantu merawat bayi hingga usia tertentu. Lebih nyaman melahirkan di rumah sendiri dengan memanggil dukun bayi. Rumah dukun bayinya dekat sehingga lebih cepat datang dari pada harus ke tempat lain yang lebih jauh. Sebaliknya, responden yang memiliih pertolongan persalinan oleh tenaga Kesehatan membutuhkan waktu untuk mendapatkan pelayanan karena jaraknya lebih jauh. Kondisi Puskesmas Buki turut mempengaruhi akses tersebut. Jalan menuju fasilitas Kesehatan tidak selalu mudah dilalui karena harus melewati jalan berliku, naik turun gunung . Sebagian jalan masih rusak, ada yang melalui kebun. Selain itu, terdapat jalur melewati perkampungan yang tidak memiliki lampu jalan dengan rumah warga yang berjauhan bahkan ada tidak berpenghuni sepanjang jalan. Situasi ini membuat perjalan pada malam hari menjadi gelap, sepi dan berisiko tinggi. Keadaan Nurwahyuh. Nur hikmah. Freddy Chandra Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 tersebut mendorong keluarga memilih penolong persalinan yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Wulansari dan Apriliastuti . yang menyatakan bahwa jarak tempuh . =0,. terhadap pemilihan penolong persalinan. Dimana ibu dengan jarak rumah lebih jauh dari fasilitas Kesehatan cenderung memilih penolong non tenaga Kesehatan. Penelitian oleh kirana candra sari & yunita . juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jarak ke fasilitas Kesehatan dengan pemilihan penolong persainan . =0,. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik beberapa Kesimpulan sebagai Terdapat hubungan antara penegetahuan persalinan di wilayah kerja puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar tahun Terdapat hubungan antara jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar tahun DAFTAR PUSTAKA