Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Pengaruh Profitabilitas. Capital Intensity, dan Leverage Terhadap Aktivitas Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Selama Periode 2016 -2020 The Effect of Profitability. Capital Intensity and Leverage On Tax Avoidance Activities On The Pharmaceutical Sub Sector Manufacturing Companies Listed On IDX During The 2016 - 2020 Period Amelia Ramadhani Perbanas Institutue Jakarta ameliaarmdn@gmail. DOI: 10. 55963/jraa. Abstak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, capital intensity dan leverage, terhadap penghindaran pajak. Pengukuran penghindaran pajak dalam penelitian ini menggunakan Effective Tax Rate (ETR). Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020. Jumlah sampel penelitian sebanyak tujuh perusahaan yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda data panel. Hasil analisis menunjukkan bahwa profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Untuk capital intensity hasil analisis menunjukan pengaruh terhadap penghindaran pajak. Semakin tinggi capital intensity maka penghindaran pajak semakin tinggi. Hal ini menjelaskan semakin banyak perusahaan menginvestasikan asetnya pada aset tetap, maka berpotensi terjadinya penghindaran pajak. Kata kunci: penghindaran pajak, profitabilitas, leverage, capital intensity Abstract - This study aims to analyze the effect of profitability, capital intensity and leverage on tax The measurement of tax avoidance in this study uses the Effective Tax Rate (ETR). This study uses pharmaceutical sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in The number of research samples as many as seven companies obtained by purposive sampling The analytical technique used in this research is multiple linear regression analysis of panel data. The results of the analysis show that profitability and leverage have no effect on tax avoidance. For the results of the analysis of capital intensity shows the effect on tax avoidance. The higher the capital intensity, the higher the tax avoidance. Keyword: tax avoidance, profitability, leverage, capital intensity PENDAHULUAN Penghindaraan pajak sering disebut sebagai agresivitas pajak perusahaan, adalah tindakan pengurangan laba kena pajak yang dirancang melalui perencanaan pajak . ax plannin. baik secara legal dan illegal. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi penghindaran pajak, beberapa faktor ini adalah profitabilitas, capital intensity, dan leverage. Fenomena penghindaran pajak di Indonesia mungkin terlihat dari rasio pajak Indonesia. Rasio pajak menunjukkan potensial pihak berwenang dalam mengumpulkan pendapatan pajak. Semakin banyak rasio pajak suatu negara, semakin tinggi kinerja keseluruhan dari pengumpulan pajak negara. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Adiputri & Erlinawati, 2. Dalam daftar perusahaan manufaktur kimia di BEI 2016-2020 mengatakan bahwa profitabilitas menunjukan pengaruh pada Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 penghindaran pajak perusahaan. Profitabilitas bertindak sebagai penentu beban pajak, semakin besar pendapatan yang diperoleh perusahaan maka pajak yang dihasilkan juga lebih besar. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk melakukan aktivitas penghidaran pajak dengan tujuan meminimalisir pajak. Menurut (Rodriguez & Arias, 2. mengatakan bahwa capital intensity merupakan tolak ukur yang dapat memperlihatkan seberapa besar keinginan organisasi untuk melakukan investasi pada aktiva atau aset perusahaan yang mampu secara signifikan untuk menekan beban pajak perusahaan melalui penyusutan aset dalam suatu periode. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Andhari, 2. bahwa capital intensity memiliki pengaruh terhadap penghindaran Leverage adalah rasio yang menunjukkan jumlah utang yang digunakan oleh organisasi untuk melakukan aktivitas yang sedang berjalan dengan maksud untuk mencapai nilai perusahaan. Hal ini akan menjadi celah bagi perusahaan untuk mengambil hutang agar dapat menghasilkan beban bunga yang dapat mengurangi beban pajak perusahaan. Fenomena ini telah diteliti oleh (Hidayat & Fitiria, 2. yang menunjukan hasil penelitian bahwa leverage berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Hasil riset tentang variabel yang mempengaruhi aktivitas penghindaran pajak telah banyak diobservasi oleh banyak peneliti. Oktamawati (Oktamawati, 2. Jamaludin (Jamaludin, 2. Jasmin. Zirman dan Paulus (Jasmine. Zirman, & Paulus, 2. Dharma (Dharma, 2. Sandra (Sandra, 2. Safitri (Safitri, 2. Barli (Barli, 2. Windasari Merkusiwati (Windasari & Merkusiwati, 2. Junensie. Trisnadewi dan Saputra Rini (Junensie. Trisnadewi, & Saputra Rini, 2. Hasil temuan adalah berbeda Ae beda. Hasil riset yang berbeda Ae beda dan adanya perkembangan peraturan perpajakan peneliti kembali untuk mengonfirmasi hasil Ae hasil yang berbeda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, capital intensity dan leverage terhadap penghindaran pajak. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori yang mendasari penghindaran pajak adalah Theory of Planned Behavior (TPB). TBP adalah perilaku yang disengaja, yaitu pola pikir yang berdampak pada perilaku dimana pada prosedur pengambilan keputusan yang tepat dan berdasar sebagai penghubung dan mungkin berpengaruh pada hal-hal yang spesifik (Ajzen, 1. Kaitan teori TBP ini dengan penghindaran pajak adalah keputusan perbuatan penggelapan pajak wajib pajak akan dipengaruhi dari pertimbangan berlandaskan rasionalitas (Bobek & Hatfield, 2. Teori lain yang mendasari penghindaran pajak yaitu teori Atribusi yang dikemukakan oleh (Kelley & Harold , 1. Konsep ini jika terkait dengan perilaku penghindaran pajak terutama didasarkan pada atribusi wajib pajak akan melihat semua situasi di sekitarnya. Setelah memahami situasi di sekitarnya wajib pajak akan meninjau kembali dalam mengambil keputusan. Apabila wajib pajak menemukan di lingkungan sekitarnya ada yang melakukan kecurangan tetapi sanksi yang dikenakan tidak signifikan, maka hal tersebut akan mungkin pertimbangan dalam mengambil keputusan wajib pajak tersebut. Teori persepsi menurut (Gaspersz, 1. , adalah hasil dari informasi yang diolah dari suatu aktivitas dimana hal tersebut mengaitkan individu dengan lingkungannya. Hubungan konsep persepsi dengan penelitian ini adalah individu akan mempertimbangkan pada saat melakukan penghindaran pajak bersumber pada pengalaman yang telah dilalui oleh individu lain. Sehingga akan membentuk persepsi bahwa penghindaran pajak melalui kenaikan laba, memperbesar investasi pada aset tetap dan meningkatkan tingkat hutang adalah perilaku yang wajar. Penghindaran Pajak Penghindaran pajak suatu cara untuk mengurangi pajak yang berada dalam ketentuan Pedoman Undang-Undang Perpajakan dan dapat dipertanggungjawabkan, khususnya melalui perencanaan pajak (Mardiasmo, 2. Definisi penghindaran pajak terbagi menjadi dua yaitu melalui sarana penghindaran pajak . ax avoidanc. dan penggelapan pajak . ax evasio. Penghindaran pajak . ax avoidanc. yaitu melalui pemanfaatan kekurangan ketentuan Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 perpajakaan sehingga dipandang oleh fiskus tidak melanggar aturan pajak Penggelapan pajak . ax evasio. merujuk pada perbuatan yang salah terkait tanggung jawab dalam membayar pajak (Zain, 2. Profitabilitas Profitabilitas adalah kapabilitas dari perusahaan bisnis dalam menghasilkan pendapatan sepanjang rentang waktu tertentu dalam meningkatnya aset, dan modal. Profibilitas dalam perusahaan bisnis mungkin terlihat dari berbagai pendekatan yang mengandalkan pendapatan dan barang-barang atau modal untuk dibandingkan satu sama lain. Menurut (Sartono, 2. menyatakan bahwa profibabilitas perusahaan bisnis dalam mengembangkan pendapatan berkaitan dengan pendapatan dan modal sendiri. Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur kapasitas perusahaan dalam mencari laba (Kasmir, 2. Capital Intensity Penelitian yang dilakukan (Adisamartha & Noviari, 2. dan (Rodriguez & Arias, 2. mengatakan bahwa, capital intensity rasio yang menggambarkan aset tetap organisasi terhadap total aset yang dimiliki suatu organisasi. Aset tetap suatu perusahaan memberikan dampak timbulnya beban depresiasi yang berpotensi mempengaruhi tingkat beban pajak organisasi. Rasio Leverage Leverage adalah gambaran perusahaan meningkatkan laba dengan menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan sehingga menimbulkan biaya konstan (Sartono, 2. Oleh karena itu, leverage dapat dijadikan alat yang untuk melakukan penilaian keuangan perusahaan . inancial measuremen. khususnya berkaitan tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan perusahaannya. Hubungan Profitabilitas dengan Penghindaran Pajak Profitabilitas adalah tolak ukur yang menampilkan kinerja keuangan organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh (Apriani, 2. pendapatan bersih yang dihasilkan perusahaan berbanding terbalik dengan beban pajaknya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Jasmine. Zirman, & Paulus, 2. dan (Oktamawati, 2. ) profitabilitas memiliki pengaruh pada penghindaran pajak. Sementara penelitian dilakukan dengan bantuan penggunaan (Jamaludin, 2. profitabilitas tidak berdampak pada penghindaran pajak. Berdasarkan teori dan riset tersebut diajukan dugaan sebagai berikut : H1 : Profitabilitas berpengaruh positif pada penghindaran pajak. Hubungan Capital Intensity dengan Penghindaran Pajak Sherly (Sherly, 2. memberikan penjelasan jika perusahaan memiliki jumlah aset tetap yang cukup signifikan maka beban penyusutannya akan besar. Jika perusahaan memiliki beban penyusutan yang besar akan berdampak pada penurunan laba. Pernyataan ini telah diuji oleh (Dharma, 2. dan (Sandra, 2. yang membuktikan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak perusahaan. Tetapi penelitian (Sandra, 2. tidak sependapat dengan pernyataan diatas. Berdasarkan teori dan riset tersebut diajukan dugaan sebagai berikut : H2 : Capital Intensity berpengaruh positif pada penghindaran pajak Hubungan Leverage dengan Penghindaran Pajak Leverage adalah salah satu penilaian untuk menilai apakah sebesar apa perusahaan mengandalkan kewajiban sebagai operasionalnya. (Pasaribu & Mulyani, 2. mengatakan bahwa rasio leverage yang tinggi menggambarkan bahwa perusahaan tersebut sebagian besar sumber pembiayaannya berasal dari hutang. Peningkatan kewajiban berbanding lurus dengan tingkat beban bunga. Beban bunga yang timbul yang diakibatkan dari tingginya hutang akan berefek pada penurunan laba. Sehingga, beban pajak yang dimiliki perusahaan juga akan turun. Penelitian dilakukan dengan dengan (Barli, 2. menunjukkan leverage yang mempengaruhi penghindaran pajak. Dalam studi yang dilakukan (Windasari & Merkusiwati, 2. dan (Junensie. Trisnadewi, & Saputra Rini, 2. mengonfirmasi bahwa leverage tidak memiliki pengaruh terhadap penghindaran pajak. Berdasarkan teori dan riset tersebut diajukan dugaan sebagai H3 : Leverage tidak berpengaruh pada penghindaran pajak Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Keterkaitkan Gambar 1. Kerangka Penlitian METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Sampel merupakan bagian dari sekian banyak yang dapat dimiliki melalui populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive random sampling. Purposive Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel ini dibuat khusus agar sampel yang dipilih merepresentasi populasi yang sebenarnya. Kriteria purposive random sampling ini adalah yang mempublikasikan laporan keuangan telah diaudit dan selama tahun 2016 Ae 2020. Kriteria lain yaitu laporan keuangannya menggunakan mata uang Rupiah. Selain itu perusahaan yang menghasilkan laba bersih berturut turut selama periode 2016-2020 Berdasarkan w. id daftar perusahaan manufaktur sub sektor farmasi selama tahun 2016 sampai dengan 2020 tersebut berjumlah 10. Berdasarkan standar di atas, maka perusahaan yang memenuhi standar adalah tujuh. Hasil pilihan dari pendekatan purposive random sampling terbukti pada Tabel 1: Tabel 1. Daftar Sampel Penelitian Kriteria No. Kode Nama Perusahaan Sampel DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk INAF Indofarma (Perser. Tbk KAEF Kimia Farma (Perser. Tbk KLBF Kalbe Farma Tbk MERK Merck Indonesia Tbk PEHA Phapros Tbk PYFA Pyridam Farma Tbk SCPI Merck Sharp Dohme Pharma Tbk Industri Jamu & Farmasi Sido SIDO Muncul Tbk TSPC Tempo Scan Pasific Tbk Operasionalisasi Variabel Gambaran pengaruh variabel independen dengan variabel dependen dinyatakan dalam analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini, penghindaran pajak merupakan variabel dependen sedangkan variabel indenpenden yang digunakan profitabilitas, capital intensity dan Definisi operasional masing-masing variable dijelaskan dalam table 2 berikut ini : Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Tabel 2. Operasionalisasi Variabel No. Variabel Simbol Penghindaran Pajak ETR Profitabilitas ROA Capital Intensity CAPINT Leverage LEV Ukuran Pengurangan beban pajak menggunakan celah yang terdapat pada ketentuan pajak, sehingga hal tersebut legal dilakukan. Tolak ukur yang menampilkan kinerja keuangan organisasi Jumlah yang perusahaan pada aset Indikator yang menunjukkan keuangan perusahaan berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan perusahaannya Satuan Rasio Rasio Rasio Rasio Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan aplikasi software eviews. Eviews dipilih karena data penelitian ini adalah data panel. Langkah awal yang dilakukan adalah memilih model estimasi yang cocok untuk regresi data panel. Menurut W idarjono . ada tiga pengujian memilih model regresi yang cocok, yaitu uji chow, uji hausman, dan uji langrange multiplier. Ketiga uji tersebut untuk menentukan model yang terpilih, di antara random effect model, fixed effect model, dan common effect model. Sebelum dilakukan uji t untuk membuktikan hipotesis, data penelitian ini diuji normalitas dan uji asumsi klasik, yaitu uji autokorelasi, heteroskedastisitas, dan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskripstif Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini ditunjukkan dalam tabel di bawah ini. Tabel 3. Analisis Statistik Deskriptif ETR ROA CAPINT LEV Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Observations Jumlah sampel perusahaan adalah 7 dengan periode pengamatan selama 5 tahun sehingga diperoleh total observasi sabanyak 35. ETR. ROA. CAPINT. LEV masing-masing merupakan notasi untuk penghindaran pajak, profitabilitas, capital intensity dan leverage. Variable penghindaran pajak memiliki nilai rata-rata . Sedangkan standar deviasi Standar deviasi dapat diartikan penyebaran data tidak jauh. Variable independen profitabilitas, capital intensity dan leverage masing-masing memiliki nilai standar deviasi di bawah mean. Penentuan Model Regresi Panel Model yang dipakai untuk menguji regresi data panel ada tiga yaitu common effect, fixed effect dan random effect. Komponen utama yang harus dilakukan adalah memilih model yang tepat dari tiga model saat ini melalui uji kesesuaian model yang terdiri dari Uji Chow,Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier. Berikut ini merupakan uraian hasil dari ketiga uji tersebut Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Uji Chow Tabel 4. Hasil Uji Chow Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Hasil pada Tabel 4 menghasilkan probability dari cross-section F sebesar 0,0000 yaitu lebih besar dari 0,05 maka keputusannya H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga model yang dipilih adalah model fixed effect. Karena pada uji Chow yang dipilih menggunakan fixed effect, maka perlu melakukan pengujian lanjutan dengan Uji Hausman untuk menentukan model yang lebih baik diantara fixed effect dan random effect. Uji Hausman Tabel 5. Hasil Uji Hausman Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Berdasarkan Tabel 5 di atas, nilai probabilitas dari cross-section random sebesar 0,0241 lebih kecil 05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga diperoleh model yang tepat pada penelitian ini adalah fix effect model. Berdasar uji Chow, uji Hausman, dan uji Langrange Multiplier didapatkan model regresi terpilih yaitu fixed effect model. Hasil uji fixed effect model disajikan pada Tabel 4. Tabel 6. Fix Effect Model Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ROA CAPINT LEV Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Uji Instrumen Uji instrumen dalam penelitian ini meliputi uji normalitas dan uji asumsi klasik. Uji ini menggunakan metode Jarque Bera (JB). Uji normalitas dapat menggunakan dua metode yaitu dengan histogram dan uji Jarque-Bera (J-B). Penelitian ini menggunakan uji Jarque-Bera. Uji normalitas menghasilkan informasi variabel terikat dan variabel bebas atau keduanya memiliki disitribusi yang normal atau tidak normal. Dengan uji Jarque-Bera (J-B), kriteria data berdistribusi normal apabila probabilitas lebih besar dari 5%. Probabilitas sebesar 0,824561 lebih dari 5%. Dengan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa data terdistribusi normal. Series: Standardized Residuals Sample 2016 2020 Observations 35 Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Uji instrumen yang lain adalah uji asumsi klasik, meliputi uji heteroskedastisitas multikoliniaritas, dan uji auto korelasi. Menurut Ghozali . Tabel 5 merupakan hasil uji Heterokedesitas. Tabel 7. Uji Heterokedesitas Heteroskedasticity Test: White F-statistic Prob. Obs*R-squared Prob. Chi-Square. Scaled explained SS Prob. Chi-Square. Pada Tabel 7 hasil uji heterokedesitas dengan metode uji white dapat dilihat nilai Obs*R-Squared 18425 diatas nilai Chi Squares sebesar 0. 0631, dan nilai Chi Squares lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan pada model ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Tabel 8. Uji Multikolineritas Centered VIF ROA CAPINT LEV Tabel 8 menunjukkan bahwa nilai centered VIF sebesar 2,500307. 2,892500 . emua di bawah . , maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas di antara variabel independen dalam model regresi. Uji Kecocokan Model Uji kecocokan model atau uji Goodness of Fit merupakan pengujian kecocokan atau kebaiksesuaian antara hasil pengamatan . rekuensi pengamata. tertentu dengan frekuensi yang diperoleh berdasarkan nilai harapannya . rekuensi teoriti. Penelitian ini menggunakan 2 uji yaitu uji determinasi dan uji F. Uji Goodness of Fit dengan menghitung koefisien determinasi yang dilambangkan dengan RA(Winarno, 2. Nilai RA selalu berada di antara 0 hingga 1. Semakin besar nilai RA, maka semakin baik kualitas model dan semakin dapat menjelaskan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Uji Goodness of Fit dengan melihat kelayakan model secara bersama-sama atau menyeluruh berpengaruh terhadap variabel dependen dengan menghitung uji F apakah model layak atau tidak. Dalam menghitung uji F dapat dilihat pada nilai prob (F-statisti. Apabila nilai prob. F hitung lebih kecil dari tingkat kesalahan/error . 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi layak, sedangkan apabila nilai prob. F hitung lebih besar dari tingkat kesalahan 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model regresi dapat diestimasi tidak layak. Uji kelayakan model dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 9. Hasil Uji Kelayakan Model Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Koefisien determinasi pada Tabel 9 ditunjukkan dengan nilai adjusted R-squared (RA), yaitu Nilai adjusted R-squared (RA) diartikan bahwa 75,81% penghindaran pajak dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independent. Sedangkan sisanya sebesar 24,19% adalah informasi yang berasal dari variabel lain yang tidak dianalisis di dalam model persamaan. Selain itu, berdasarkan uji F diketahui bahwa Probabilitas (F-Statisti. sebesar 0,000000 kurang dari 0,05 . %). Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi pada persamaan penelitian ini Variable Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Analisis Regresi Linier Berganda Menurut Widarjono . regresi linier berganda merupakan model regresi yang terdiri lebih dari satu variabel independen . ultiple regressio. Penelitian ini terdapat tiga variabel independent. Tabel 10. Hasil Uji Regresi Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ROA CAPINT LEV Hasil uji regresi pada Tabel 8 dinyatakan dalam persamaan regresi ETR = -0,149156 0,146263 ROA 1,273998 CAPINT 0,063353 LEV Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat diidentifikasikan sebagai berikut: Konstanta senilai -0. 149156 memiliki Penghindaran pajak terhadap ETR memiliki hubungan berbanding terbalik . (Michelle Lee Hanlon, 2. Peningkatan ETR menggambarkan terjadinya penurunan penghindaran pajak. Nilai koefisien ROA . 146263 menunjukkan apabila variabel profitabilitas meningkat sebesar satu satuan maka ETR akan mengalami kenaikan sebesar 146263 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tidak mengalami perubahan atau konstan. Nilai koefisien CAPINT . apital intensit. 273998 menunjukkan apabila variabel capital intensity meningkat sebesar satu satuan maka ETR akan mengalami kenaikan sebesar 273998 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tidak mengalami perubahan atau konstan. Nilai koefisien LEV (Leverag. 063353 menunjukkan apabila variabel leverage meningkat sebesar satu satuan maka ETR akan mengalami kenaikan sebesar -0. dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tidak berubah. Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, digunakan uji t. Menurut (Ghozali, 2. Uji t . ji parsia. digunakan untuk mengetahui hubungan dari variabel independen yang ada di dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan signifikansi dengan nilai 5% . kriteria pengujiannya yaitu apabila probabilitas lebih kecil dari 5% maka hipotesis (H1,H2,H. diterima, artinya secara parsial variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Sebaliknya apabila probabilitas lebih besar dari 5% maka variabel bebas secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Berdasarkan Tabel 4 hasil uji t diuraikan sebagai Hipotesis 1: profitabilitas berpengaruh terhadap penghindaran pajak Nilai koefisien variable profitabilitas sebesar 0. 146263 dengan prob. Nilai prob 7644 lebih besar dari alfa 5%. Hipotesis 1 yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap penghindaran pajak ditolak. Artinya profitabilitas tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Hipotesis 2: capital intensity berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai koefisien variabel capital intensity sebesar 273998 dengan prob. Nilai prob. signifikan 0,00 lebih kecil dari alfa 5%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel capital intensity memiliki pengaruh terhadap pengindaran Hipotesis 2 yang menyatakan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap penghindaran pajak diterima. Hipotesis 3: Leverage tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak Nilai koefisien variabel leverage dan prob. signifikan masing-masing adalah 0. 063353 dan 0,0000. Nilai prob. 6331 lebih besar dari alfa 5%, maka hipotesis 3 diterima. Hipotesis menyatakan bahwa leverage tida berpengaruh terhadap penghindaran pajak diterima. Pembahasan Hipotesis 1 yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh pada penghindaran pajak ditolak. Hal ini didasarkan pada uji t dan analisis regresi berganda. Semakin tinggi profitabilitas akan Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 semakin tinggi pula laba bersih yang dihasilkan. Semakin tinggi profitabilitas yang dihasilkan maka akan semakin baik karena menunjukan bahwa perusahaan mampu mengelola modalnya dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba yang optimal. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Jamaludin, 2. dan (Fitri & Mildawati, 2. bahwa profitabilitas tidak mempengaruhi akitivitas penghindaran pajak. Dengan rata-rata profitabilitas sampel 10,26%, mengidentifikasikan perusahaan yang menjadi sampel penelitian tidak melakukan penghindaran pajak karena memiliki profitabilitas yang relatif rendah dimata investor hal ini menunjukkan bahwa rata-rata profitabilitas yang rendah dapat mengindikasikan bahwa Perusahaan tidak melakukan penghindaran pajak dikarenakan laba yang dihasilkan pada sampel ini rendah. Dengan demikan penelitian ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior (TBP) . Perusahaan yang terdapat pada sampel ini, telah mengambil keputusan rasional untuk tidak melakukan praktik penghindaran pajak dan memilih taat terhadap peraturan atau perundangundangan dengan menjalankan kewajiban perpajakannya yaitu membayar pajak kepada negara. Hipotesis 2 dalam penelitian ini menyatakan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Hipotesis 2 diterima berdasarkan hasil uji regresi berganda dan uji t yang ditunjukkan pada Tabel 8. Hasil penelitian ini mendukung peneltian yang dilakukan sebelumnya oleh (Dharma, 2. , (Sandra, 2. (Dwiyanti & Jati, 2. Beban depresiasi akan mempengaruhi pajak perusahaan, hal ini dikarenakan beban depresiasi akan bertindak sebagai pengurang laba yang menyebabkan rendahnya pajak terhutang perusahaan. Maka, semakin tinggi capital intensity maka laba perusahaan semakin kecil. Jika laba kecil maka penghindaran pajaknya juga tinggi. Dengan demikan penelitian ini sejalan dengan Teori Atribusi. Teori atribusi ini merupakan uraian dari suatu sebab dan akibat dari sikap suatu individu. Hubungan dari teori ini dengan tindakan penghindaran pajak adalah Wajib Pajak akan melihat segala kondisi yang ada di Hipotesis 3 yang menyatakan bahwa leverage tidak berpengaruh pada penghindaran pajak Hal ini didasarkan pada uji t dan analisis regresi berganda. Semakin tinggi leverage maka semakin besar aset perusahaan yang dibiayai oleh hutang dan makin sedikit aset yang dimiliki dibiayai oleh ekuitas. Leverage tidak berpengaruh terhadap ETR dikarenakan terdapat Peraturan Menteri Keuangan No. 169/PMK/0. 10/2015 tentang penentuan besarnya perbandingan antara utang dan modal perusahaan untuk keperluan penghitungan pajak penghasilan. Pada Pasal 2 Ayat 1 Besarnya perbandingan antara utang dan modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat . ditetapkan paling tinggi sebesar empat dibanding satu . Walaupun tingkat utang pada sampel perusahaan ini cukup tinggi, sehingga berpotensi menghasilkan beban bunga pinjaman yang tinggi namun terdapat peraturan yang mengatur besarnya beban bunga yang diperbolehkan dalam membebankan bunga pinjaman. Dengan demikan penelitian ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior (TBP) . Perusahaan yang terdapat pada sampel ini, telah mengambil keputusan rasional untuk tidak melakukan praktik penghindaran pajak dan memilih taat terhadap peraturan atau perundang-undangan dengan menjalankan kewajiban perpajakannya yaitu membayar pajak kepada negara dimana perusahaan tersebut berdiri, tanpa melanggar atau bertentangan dengan peraturan atau undang-undang yang berlaku. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibuat, setelah melalui tingkat pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan interpretasi hasil analisis mengenai pengaruh profitabilitas, capital intensity dan leverage terhadap penghindaran pajak, diketahui capital intensity berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis dua Hasil penelitian ini, mendukung pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Dharma, 2. Dari hasil penelitian ini, maka hal tersebut mendukung pernyataan (Rodryguez & Arias, 2. bahwa rasio capital intensity dapat memprediksi tingkat penghindaran pajak pada Perusahaan pada sampel penelitian ini, membuktikan bahwa semakin banyak perusahaan yang menginvestasikan asetnya pada aset tetap maka penghindaran pajaknya akan Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing E-ISSN: 2746-9956. Volume 9. Edisi 2 (Juli 2. , 46 Ae 56 Hal ini terkait dengan teori atribusi, dimana perusahaan pada sampel ini, mengamati lingkungan sekitarnya yakni perusahaan farmasi lainnya yang melakukan penghindaran pajak melalui aset tetap. Sehingga, manajemen perusahaan menganggap perilaku penyimpangan penghindaran pajak ini, merupakan hal yang wajar karena perusahaan lain melakukan hal yang Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan suatu rujukan atau referensi seperti konsultan pajak, praktisi dan pemerintah terkait dengan maraknya tindakan penghindaran pajak. Saran Untuk para peneliti dengan pembahasan yang sebanding, agar dapat melakukan sampel perusahaan dengan sektor lainnya supaya dapat menggambarkan situasi standar perusahaan mengenai penghindaran pajak. Implikasi Capital intensity berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Hal ini menjelaskan bahwa perusahaan dapat melakukan penghindaran pajak dengan mengningkatkan investasi pada aset tetap sehingga beban pajaknya juga tinggi. Pada sampel penetian ini, semakin banyak perusahaan menginvestasikan asetnya pada aset tetap, maka berpotensi terjadinya penghindaran pajak. REFERENSI